cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 427 Documents
Diskontinuitas Penerapan Inovasi Biogas Oleh Peternak Sapi Perah (Studi Kasus Di Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya) Discontinuance Application of Innovation Biogas By Dairy Farmer (Case Study in Pagerageung District Tasikmalaya Regency) Gian Herdiawan
Jurnal Ilmu Ternak Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v14i1.5139

Abstract

Usaha peternakan sapi perah selain memberikan dampak positif juga memberikan dampak negatif berupa pencemaran yang akan mengganggu lingkungan. Pemberian bantuan instalasi biogas merupakan salah satuupaya pemerintah untuk mendorong peternak melakukan pengolahan limbah ternak yang lebih baik. Desa Guranteng sebagai sentra peternakan sapi perah di Kabupaten Tasikmalaya pernah  mendapat bantuan instalasi biogas namun pemanfaatannya mengalami diskontinuitas, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi diskontinuitas penerapan inovasi biogas oleh peternak sapi perah, besar pengaruh masing-masing faktor, serta alternatif solusinya. Metode yang digunakan adalah metode campuran (mix methode). Pengumpulan data dilakukan dengan instrument kuesioner,pedoman wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Metode kuantitatif digunakan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi diskontinuitas inovasi. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan path analysis.. Metode kualitatif digunakan untuk mengetahui bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi diskontinuitas inovasi biogas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor karakteristik inovasi, faktor persepsi inovasi, dan faktor agen pembaharu berpengaruh secara nyata terhadap diskontinuitas penerapan inovasi biogas oleh peternak sapi perah  di Kabupaten Tasikmalaya dengan total pengaruh sebesar 51,6 %. Secara parsial ketiga variabel bebas tersebut memberikan pengaruh signifikan yaitu persepsi penerima sebesar 20,2 %, agen pembaharu sebesar 19,1% , dan karakteristik inovasi sebesar 12,2 %.Kata kunci : Limbah, diskontinuitas, biogas, peternak, sapi perah
Pengaruh Metode Pasteurisasi dan Jenis Starter yang Berbeda Terhadap Ph, Kadar Air dan Total Solid Keju Lunak Susu Kambing Peranakan Ettawa (Effect Of Pasteurization Methods and Starter On Ph, Moisture and Total Solid Of Soft Cheese Of Peranakan Ettawa Go Dian Rahmawati
Jurnal Ilmu Ternak Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v14i1.5147

Abstract

Pemanasan susu  dan  jenis  starter dapat  mempengaruhi komposisi dan  kualitas keju.    Oleh  karena  itu penelitian ini  bertujuan untuk mempelajari karakteristik pH,  kadar  air  dan  total  solid  keju lunak  yang dihasilkan dengan metode pasteurisasi dan jenis starter yang berbeda. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Materi yang digunakan adalah 36 liter susu kambing, starter Lactobacillus bulgaricus dan Streptocococus thermophilus serta rennet tablet. Perlakuan terdiri dari metode pasteurisasi yaitu High Temperature Short Time (HTST) dan Long Temperature Long Time (LTLT) serta starter tunggal Streptococcus termophilus, Lactobacillus bulgaricus, dan starter campurankeduanya (ganda). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pasteurisasi HTST dan LTLT dengan penggunaan starter tunggal menghasilkan kadar  air  keju  lunak  yang tinggi  sebaliknya total  solid  keju  lunak  yang dihasilkan  rendah,  sedangkan penggunaan starter ganda terutama pada LTLT menghasilkan kadar air keju lunak paling rendah (39,82%) dan total solid keju lunak paling tinggi (60,17%). Pasteurisasi HTST maupun LTLT menggunakan starter tunggal menghasilkan pH keju lunak lebih tinggi, sedangkan penggunaan starter ganda menyebabkan pH keju lunak yang lebih rendah. Sehingga untuk mendapatkan keju lunak susu kambing yang memiliki karakteristik sesuai dengan standar, dapat menggunakan metode pasteurisasi LTLT dengan penggunaan starter ganda.Kata kunci : Susu kambing ettawa, pasteurisasi, starter
Pengujian Anti Protein Produksi Blastosis (Anti-PAG) melalui Metode Dot Blot (Evaluatin Of Anti PAG From Blastosis through Dot Blot Method) Tita Damayanti Lestari
Jurnal Ilmu Ternak Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v11i1.407

Abstract

Penelitian  pengujian  reaksi antiprotein dan protein produksi blastosis dilakukan dengan tujuan mengetahui apakah  terjadi saling mengenali antara anti-PAG dan protein PAG yang terdapat dalam serum sapi bunting. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode Dot Blot. Uji dilakukan terhadap serum sapi bunting   umur 15, 20, 25 dan 30 hari, masing-masing dari empat ekor dengan dosis pengenceran anti-PAG adalah 1/100, 1/200 dan 1/400. Hasil reaksi berupa warna ungu dikonversikan kedalam angka menggunakan metode NIH Image Version 1.62. Data dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap Pola Tersarang, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan untuk mengetahui pengaruh serum dalam dosis. Uji statistik pada hasil reaksi Dot Blot menunjukkan perbedaan yang  signifikan antara serum sapi dara bunting 15,20,25 dan 30 hari dalam dosis pengenceran 1/100, 1/200 dan 1/400. PAG pada serum sapi dara bunting 15 hari mampu dikenali oleh anti-PAG pada pengenceran 1/400. Serum sapi dara bunting umur 30 hari memiliki nilai paling sensitif pada semua dosis pengenceran, disusul kemudian dengan serum sapi umur kebuntingan 25, 20 dan 15 hari. Kata Kunci : Anti-PAG, PAG, Dot Blot, serum  sapi bunting
Pengaruh Imbangan Kotoran Sapi Perah dan Serbuk Gergaji Kayu Albizia terhadap Kandungan Nitrogen, Fosfor, Dan Kalium Serta Nilai C:N Ratio Kompos (Effect of Dairy Cattle Manure and Albizia Saw Dust Blending on Compost’s Nitrogen, Phosphorous, and Potassiu Wiilyan Djaja
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i2.2273

Abstract

Kotoran sapi perah dari peternakan sering menimbulkan polusi. Di sisi lain limbah serbuk gergaji juga sering mencemari lingkungan dan perlu dicari solusinya. Penelitian bertujuan mencari informasi sampai berapa jauh kualitas kompos yang dihasilkan dari proses pengomposan kotoran sapi perah dan serbuk gergaji pada berbagai imbangan. Masa pengambilan data berlangsung selama 2 bulan. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan enam kali ulangan. Kualitas kompos diperlihatkan oleh kandungan N, P, K, dan nilai C:N ratio. Perlakuan dibagi tiga yakni campuran 1 satuan volume kotoran sapi perah dengan 1 satuan (T1), 2 satuan (T2), dan 3 satuan (T3) volume serbuk gergaji. Setiap perlakuan diulang sebanyak enam kali. Kandungan N, P, dan K kompos dianalisis menggunakan rancangan acak lengkap.  Keadaan nilai C:N ratio kompos dibahas secara deskriptif.  Penelitian memperlihatkan hasil kandungan N, P, K, dan C:N ratio dari perlakuan T1 masing-masing adalah 1,44±0,09 %; 1,16±0,33%; 2,43±1,40%; dan 31:1. Kandungan yang sama untuk T2 yaitu 1,29±0,41%; 0,87±0,01%; 0,87±0,25%; dan 36:1. Kandungan hasil serupa untuk T3 ialah 0,97±0,19%; 0,68±0,23%; 1,50±1,13%; dan 53:1. Kandungan N dan P  perlakuan T1 dan T2 berbeda dari perlakuan T3 tetapi  kandungan K ketiga perlakuan sama. Volume kotoran sapi perah dan serbuk gergaji sebanding menghasilkan C:N ratio terendah dengan nilai 31:1. Imbangan kotoran sapi perah dan serbuk gergaji berpengaruh terhadap kandungan N dan P kompos yang dihasilkan.Kata kunci: Kompos, Kotoran,  Serbuk gergaji, Kandungan N, P, dan K, Nilai C:N ratio
Pengaruh Perendaman Daging Itik Pada Berbagai Konsentrasi Ekstrak Kunyit (Curcuma domestika) Terhadap Warna, Rasa, Bau, dan pH (Effect of Soaking Meat Ducks at various concentrations extract Turmeric (Curcuma domestika) The color, taste, smell, and pH) Lilis Suryaningsih
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i1.5133

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan untuk  mengetahui  pengaruh  tingkat  konsentrasi  ekstrak  kunyit(Curcuma domestika) pada daging itik terhadap warna, rasa, bau,dan  pH. Pada penelitianini, diamati konsentrasi ekstrak kunyit  (Curcuma domestika) 0%, 2.5%, 5.0 dan 7.5% pada daging Itik terhadap warna, rasa, bau, dan pH. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dimana tiap perlakuan konsentrasi ekstrak kunyit (Curcuma domestika) diulang sebanyak lima kali untuk tiap peubah yang diukur.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsentrasi ekstrak   kunyit (Curcuma domestika) pada daging itik berpengaruh nyata (P< 0.05) terhadap warna, rasa, dan   bau tetapi tidak berpengaruh terhadap pH. Konsentrasi ekstrak kunyit 5% memberikan hasil optimum terhadap warna, bau, dan rasa daging itikKata Kunci : Kunyit (Curcuma domestika), daging itik, warna, rasa, bau, pH.
Sebaran Gen, Keseimbangan Populasi dan Ukuran Populasi Efektif Sapi Pasundan Pasca Migrasi di Majalengka (The Gene Distribution, Equilibrium Low, and Effective Population Size post Migration of Sapi Pasundan at Malajengka Regency) Johar Arifin; Sri Bandiati Komar; Endang Yuni Setyowati; Unang Yunasaf; Asep Anang; Heni Indrijani; Sulasmi -
Jurnal Ilmu Ternak Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v15i2.9518

Abstract

Basis populasi Sapi Pasundan di Kabupaten Majalengka hanya di Kecamatan Kertajatidan menyebar di sepuluh desa, namunsejak tahun 2014 mengalami degradasi daya dukung lahan akibat alih fungsi lahan hutan. Penurunan daya dukung ini mengakibatkan migrasi ternak ke luar wilayah. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan frekuensi gen, nilai keseimbangan populasi dan Effective Population Size (EPS) pada Sapi Pasundan di Kabupaten Majalengka, sejak September sampai November 2015. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif, pemilihan sampel ternak menggunakan stratified random sampling,dan pengukuran sebaran genotip menggunakan pola protein albumin darah. Struktur populasi diukur berdasarkan basis  populasi pada wilayah yang menjadi  daya dukungnya. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa penurunan daya dukung wilayah di Kecamatan Kertajati disebabkan oleh alih fungsi lahan   menjadi Bandara Internasional dan Perubahan pola tanaman hutan dari Jati menjadi tanaman Karet. Hal   ini menyebabkan migrasi ternak ke wilayah lain ke Sumedang dan Indramayu.
Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Curcuminoid Pada Babi Terhadap Pertumbuhan Dan Konversi Ransum (The Effect of Ration Containing Various Dosage Curcuminoid in Pigs Rations on Growth and Ration Convertion) Sauland Sinaga; Sri Martini
Jurnal Ilmu Ternak Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v10i1.459

Abstract

Penelitian mengenai “Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Curcuminoid Pada Babi Terhadap Pertumbuhan dan Konversi Ransum” dilaksanakan pada bulan Desember 2009 sampai bulan Maret 2010 di KPBI (Koperasi Peternak Babi Indonesia), Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemberian dosis yang tepat serta pengaruh Curcuminoid sebagai bahan pakan feed additive terhadap kurva laju pertumbuhan dan angka konversi ransum. Penelitian ini menggunakan 20 ekor ternak babi periode starter berumur kurang lebih 2 bulan dengan bobot badan rata-rata 18 kg dan koefisien variasi 7,5 %. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat macam perlakuan yaitu 0, 4, 8 dan 12 mg/kg/bobot badan, setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Curcuminoid sebagai pakan additive tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap konversi ransum sedangkan pada laju pertumbuhan dengan pemberian sebanyak       4 mg/kg bobot badan berpengaruh mempercepat laju pertumbuhan. Pemberian dosis Curcuminoid sebanyak 4 mg/kg bobot badan memberikan pengaruh terbaik pada konversi ransum dan laju pertumbuhan pada babi. Kata kunci: Babi, Pakan additive, curcumoid, konversi pakan, pertumbuhan
Pengaruh Penggunaan Molases dalam Pembuatan Silase Campuran Ampas Tahu dan Pucuk Tebu Kering terhadap Nilai pH dan Komposisi Zat-Zat Makanannya (Effect of Using Molasses in Mix Silage Processing of Tofu Waste and Dry Top Cane on pH Value and Nutrient Iman Hernaman
Jurnal Ilmu Ternak Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v5i2.2296

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan molases dalam pembuatan silase campuran ampas tahu dan  pucuk tebu kering terhadap nilai pH dan komposisi zat-zat makanannya. Rancangan acak lengkap dengan empat tingkatan penggunaan molases yaitu 0, 2, 4, dan 6%, setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Parameter yang diukur adalah nilai pH, abu, protein kasar, lemak kasar, serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN). Hasil menunjukkan bahwa penambahan molases  menurunkan (P<0,05) nilai pH.  Penggunaan molases lebih dari 4% meningkatkan (P<0,05) kadar abu dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) dan menurunkan (P<0,05)  kadar protein, sedangkan  kadar lemak kasar dan serat kasar berbeda tidak nyata.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembuatan silase campuran ampas tahu dan pucuk tebu kering dapat dilakukan dengan dan tanpa menggunakan molases, serta zat-zat makanan yang dikandungnya sebagian besar masih dapat dipertahankan.Kata kunci : molases, silase campuran, ampas tahu, pucuk tebu kering, pH dan zat-zat makanan
Dampak Proses Pemberdayaan terhadap Keberdayaan Peternak Domba (Influence Process of Empowerment to Empowered Sheep Farmers) Marina Sulistyati; Linda Herlina; Siti Nurachma
Jurnal Ilmu Ternak Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v11i2.383

Abstract

Penelitian tentang "Dampak Proses Pemberdayaan terhadap Keberdayaan Peternak Domba”dilakukan di delapan desa: 1) Raharja, 2) Cinanjung, 3) Jatiroke, 4) Jatimukti, 5) Cisempur, 6) Sawahdadap, 7) Cikahuripan dan 8) Mangunarga. Tujuan penelitian ini adalah: 1) menganalisis faktor-faktor pemberdayaan, 2) menganalisis faktor-faktor keberdayaan; 3) menganalisis pengaruh pemberdayaan terhadap keberdayaan.Penelitian metode Surveiini dilakukan di kawasan Gunung Geulis yang dilakukan dengan mengkaji pengaruh  variabel bebas terhadap variabel terikat. Teknik pengambilan sampel ”random sampling proporsional” dipilih dari populasi sebanyak 1208 petani, sehingga terpilih 160 petani. Teknik pengumpulan  data primer  dilakukan dengan wawancara langsung kepada individu maupun kelompok secara mendalam melalui metode diskusi kelompok terarah. Kajian hubungan variabel bebas (X1) dengan variabel terikat (Y1)digunakan dengan korelasi rank Spearman yang kemudian diinterpretasikan  dengan aturan Guilford. Pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dianalisis dengan model persamaan struktural (SEM).Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberdayaan:a) kemampuan; b) kekuatan; c) kemandirian; 2)Faktor-faktor yang mempengaruhi keberdayaan :a) keberdayaan sebagai pemelihara ternak; b) keberdayaan sebagai individu; 3) Pengaruh pemberdayaan terhadap keberdayaanhanya sebesar 2,56 %.  Saran yang diajukan adalah peningkatan keberdayaan peternak dapat dilakukan melalui program yang ditentukan kedua pihak yaitu pemberi program dan penerima program serta dilibatkannya masyarakat dalam membuat perjanjian kerjasama. Kata kunci: pemberdayaan, keberdayaan, peternak domba
Efek Kadar Air Substrat dan Dosis Inokulum Terhadap Perubahan Komposisi Kimiawi Rumput Kume (Sorghum plumosum var. Timorense) Hasil Biokonversi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). (Effects of Substrate Moisture and Doses of Pleurotus ostreatus Inoc Ana Rochana Tarmidi; Stefanus Ghunu
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i1.2264

Abstract

Penelitian ini  mengkaji efek kadar air substrat dan dosis inokulum jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) terhadap perubahan komposisi kimiawi rumput Kume (Sorghum plumosum var. Timorense) hasil biokonversi (RKHB), telah dilakukan di Laboratorium Bioteknologi dan Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ternak Politani Kupang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4x4 dengan ulangan 3 kali. Faktor pertama adalah kadar air substrat (A) terdiri atas 4 level yaitu A1 = 62,50; A2 = 70,00;  A3 = 77,50; dan A4 = 85,00 % dari total berat substrat. Faktor kedua adalah dosis inokulum jamur tiram putih (D), yang terdiri atas 4 level yaitu D1 = 10 g, D2 = 15 g, D3 = 20 g, dan D4 = 25 g kg-1 substrat. Peubah yang diukur meliputi perubahan komposisi kimiawi (bahan kering [BK], bahan organik [BO], protein kasar, serat kasar [SK]) produk biokonversi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biokonversi dapat meningkatkan kualitas rumput Kume kering, ditandai dengan meningkatnya kandungan protein kasar dan menurunnya kandungan BK, BO, dan serat kasar. Peningkatan terbaik dan efisien adalah kadar air substrat 77,5% dan dosis inokulum 20g kg-1 substrat.Kata kunci : Rumput Kume, Jamur Tiram Putih, biokonversi, Kadar Air, Dosis Inokulum.