cover
Contact Name
Kadarusman
Contact Email
litbang.ympis@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jipassalaam@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pesantren
ISSN : 24077771     EISSN : 26216396     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Ilmiah Pesantren adalah jurnal yang diterbitkan oleh Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam yang turut menjadi kontribusi dibidang ilmiah dalam pengembangan pendidikan di pesantren. Jurnal Ilmiah Pesantren diterbitkan tahun 2015 dengan frekuensi 2 kali setahun, terbit setiap bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 65 Documents
METAFORA BAHASA ARAB UPAYA TELAAH KEMBALI DUALISME PANDANGAN TEOLOG TERHADAP METAFORA dian - malinda
Jurnal Ilmiah Pesantren Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Pesantren
Publisher : Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metafora bahasa Arab yang dibahas dalam artikel ini adalah al-majaz. Metafora atau al-majaz dalam bahasa Arab sering menimbulkan perdebatan di antara para linguis, sastrawan, teolog, ataupun lainnya. Agar persoalannya menjadi jelas, maka di dalam artikel ini diuraikan pengertian metafora atau al-majaz dalam bahasa Arab secara teoretis dan aplikasinya di dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Metafora atau al-majaz adalah lafal yang digunakan dalam makna yang bukan makna seharusnya, karena adanya hubungan (‘alaqah) disertai qorinah yang menghalangi makna hakiki atau makna yang sebenarnya dan di dalam Al-Quran banyak sekali contoh penggunaannya. Artikel ini diawali dengan penjabaran komparasi dan persamaan antara kedua terma tersebut. Metafora bahasa Arab atau al-majaz, dalam perkembangannya mengalami benturan-benturan pendapat baik dari kaum linguis, sastrawan hingga kaum teolog perihal metafora bahasa Arab atau al-majaz. Hingga terdapat beberapa ulama yang dengan gamblang mengingkari eksistensi lafal metaforis meski tidak sedikit juga yang mengamini wujudnya. Dalam tulisan ini, penulis berusaha menggambarkan dualisme pendapat yang bertentangan perihal eksistensi metafora Bahasa Arab. Dimulai dengan menjabarkan pendapat para ulama dan tokoh besar yang mempengaruhinya serta argumentasi mereka perihal eksistensi metafora dalam bahasa Arab atau al-majaz. Selanjutnya, penulis memberi pemaparan salah satu aplikasi dan contoh al-majaz yang terdapat dalam al-Qur’an.
PESANTREN AL-HUDA DAN JEJAK SEJARAH DAKWAH ULAMA HADRAMAUT DI GORONTALO Erwin Jusuf Thaib
Jurnal Ilmiah Pesantren Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Pesantren
Publisher : Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamisasi Gorontalo terjadi pada abad ke-16 (1525 M) di era Sultan Amai. Meskipun Islamisasi ini sudah lama, namun perkembangan Islam di Gorontalo berjalan lamban. Dalam bidang pendidikan, belum terdapat perguruan Islam formal di Gorontalo. Hal ini terwujud dengan inisiatif ulama Hadramaut di Gorontalo melalui Madrasah Al-Fata> Al-’Arabiyyah yang bertansformasi menjadi Pondok Pesantren Al-Huda Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ulama Hadramaut dalam Islamisasi Gorontalo. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan historis, tehnik pengambilan data berupa wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan para ulama Hadramaut berperan penting dalam pengembangan Islam di Gorontalo utamanya dalam bidang pendidikan dan dakwah. Dalam bidang pendidikan, mereka mendirikan Madrasah Al-Fata> Al-’Arabiyyah yang bertansformasi menjadi Pondok Pesantren Al-Huda yang melahirkan guru agama yang mengembangkan pendidikan Islam di wilayah lain. Dalam bidang dakwah, alumni madrasah ini telah menjadi juru dakwah membina masyarakat Islam bidang keagamaan dan aspek sosial kemasyarakatan. Kata Kunci: Pondok Pesantren, Ulama, Hadramaut, Al-Huda
MOTIVASI MENGHAFAL AL-QUR’AN PADA MAHASISWA IAIN JEMBER DI RUMAH TAHFIDZ DARUL ISTIQOMAH Moch Lukman Hakim
Jurnal Ilmiah Pesantren Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Pesantren
Publisher : Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memahami dan mendiskripsikan motivasi menghafal Al-Qur’an pada Mahasiswa IAIN Jember di Rumah Tahfidz Darul Istiqomah. Berdasarkan hasil penelitian, bahwasannya motivasi responden dalam menghafal AlQur’an terdiri dari motivasi internal dan motivasi eksternal. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana penelitian berkaitan dengan riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Data yang didapatkan dengan menggunakan observasi dan wawancara.Penelitian ini dilakukan pada Mahasiswa IAIN Jember aktif semester 6 dan memiliki rentang usia antara 18 dan 21 tahun, latar belakang pendidikan bukan lulusan Pondok Pesantren Tahfidzhul Qur’an, aktif dalam pelatihan menghafal Al-Qur’an yang diadakan oleh Rumah Tahfidz Darul Istikhomah dan subjek penelitian mahasiswi yang tinggal di Rumah Tahfidz Darul Istiqomah. Manfaat dari motivasi menghafal Al-Qur’an adalah dapat meningkatkan kedisiplinan yang mempengaruhi meningkatnya prestasi mahasiswa. Prestasi belajar tidak lepas dari kerja keras mahasiswa untuk senantiasa konsentrasi antara pembelajaran di bidang akademik dan non akademik.
MENGUKUR SIKAP SPIRITUAL SISWA SMA MELALUI INDIKATOR KETAATAN DALAM BERAGAMA Safa'at Ariful Hudha
Jurnal Ilmiah Pesantren Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Pesantren
Publisher : Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sikap spiritual merupakan dimensi yang tumbuh dalam diri manusia sebagai gambaran atas perjalanan dan pengalaman hidup dalam interaksinya dengan peristiwa dan kehidupan di sekitarnya, termasuk dimensi transendental yang meliputi keyakinan, kepercayaan, berkaitan dengan interaksi ketuhanan dan praktek religius seseorang. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui sikap spiritual siswa SMA melalui indikator ketaatan dalam beragama. Ketaatan beragama dalam penelitian ini dibatasi pada tujuh indikator yang disesuaikan dengan pengalaman sehari-hari siswa SMA.Penelitian ini merupakan penelitian survey deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan penyebaran kuesioner kepada siswa kelas XI SMA. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 74.41% siswa SMA memiliki sikap spiritual yang baik.
PENGUATAN PENDIDIKAN BERBASIS ENTREPRENEUR MENUJU MADRASAH YANG BERKUALITAS Elly Damaiwati
Jurnal Ilmiah Pesantren Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Pesantren
Publisher : Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia berdasarkan statistik jumlah masyarakat yang miskin pada tahun 2016 sebesar 7 juta. Sementara jumlah pengangguran sebesar 944.666 orang. Pengangguran dianggap sebagai masalah besar di negeri ini. Tingginya kemiskinan dan pengangguran ini dipecahkan salah satunya dengan menumbuhkan jiwa kewirausahaan atau entrepreneur di kalangan masyarakat. Belajar dari negara maju, ternyata indeks atau tingkat kewirausahaan di Indonesia masih dianggap rendah bila dibandingkan dengan negara- negara di kawasan Asia Pasifik. Di Indonesia 1: 80, Filipina 1:66, Jepang 1:25 bahkan di Korea kurang dari 20 berdasarkan rasio secara International. Rasio unit usaha Ideal adalah 1:20. Bahkan di Amerika Serikat 1 dari 12 orang terlibat langsung dalam kegiatan kewirausahaan. Jalur kewirausahaan perlu dimulai dari jalur pendidikan. Madrasah-madrasah harus mampu meluluskan santrinya berjiwa entrepreneur. Belajar dari Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam Surakarta, yang sudah berhasil menjadi pondok yang maju entrepreneurnya, adalah dengan cara memasukan kurikulum entrepreneur ke mata pelajaran, kegiatan ekstra para santri, yang selalu bernuansa entrepreneur karena pondok ini mempunyai banyak unit usaha yang telah sukses. Adanya entrepreneur di madrasah akan menjadikan pondok lebih mandiri secara finansial yang berakibat majunya proses pembelajaran di pondok di samping bertambah sejahtera pegawai yang ada di pondok ini.
ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION AND ANTI-CORRUPTION ISSUES solikul hadi
Jurnal Ilmiah Pesantren Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Pesantren
Publisher : Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corruption has always been a trending topic that is timeless, starting from the colonial era, the Company to the era of freedom of argument. Problems that arise in Indonesia range from poverty rates, lack of equal distribution of education to deviant behavior due to the greed of someone who does not belong to him (corruption). The act of corruption is driven by several factors, including the factor of a person’s inability to control himself. So in this study, it is necessary to have an anticorruption attitude that is instilled in students from an early age through an educational institution. The purpose of this study was to find out how to include anti-corruption values in Islamic religious learning in educational institutions. The method used in this research is qualitative research, where this research comes from various references that can be used as materials or sources to solve problems. This qualitative research focuses on the study of text in terms of content, meaning, structure and discourse. The results of this study show that the design of Islamic Religious Education and the issue of anti-corruption is by inserting anti-corruption material into the existing material on KI and KD. The insertion of anti-corruption material for students to be able to analyze existing problems in reality using the Islamic perspective or perspective of the movement contained in the Koran and as-sunnah. To participate in the movement to eradicate and prevent corruption, there are two models, namely, the educational process must foster socio-normative concern, build objective reasoning and develop universal perspectives on individuals and education must lead to strategic seeding, namely individual personal qualities that are consistent and strong in role involvement social.
ANALYSIS OF SOCIAL MEDIA OPPORTUNITIES AS MARKETING MEDIA FOR ASSALAAM ISLAMIC MODERN BOARDING SCHOOL SURAKARTA TOWARDS THE INTERNATIONAL MARKET Pertapa Sari
Jurnal Ilmiah Pesantren Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pesantren
Publisher : Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the marketing media for the modern Islamic boarding school Assalaam Surakarta towards the international market. The method used in this study is a qualitative method using a descriptive approach in the form of a literature study conducted by interviews and documentation, coupled with observations made by researchers. The data is taken from the database entered by the PR and IT team of PPMI Assalaam. From this research, it can be concluded that the social media used by PPMI Assalaam has a high chance to be used as a means of promoting the agency’s marketing in the international market
THE RELATION OF SCIENCE AND RELIGION TAUFIK RIZKI SISTA; Aulia Faramitha
Jurnal Ilmiah Pesantren Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pesantren
Publisher : Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the relation of science and religion according to BJ. Habibie and KH. Imam Zarkasyi and the similarities and differences among the thought. The type of this research is literature research with descriptive qualitative approach and biographical history. Data collection techniques using documentation and interview techniques. While the data analysis technique uses content analysis, descriptive and comparative. The results of this study are based on the thoughts of BJ. Habibie and KH. Imams have the same opinion, including (a) Al-Quran is a source of knowledge (b) seeking knowledge for worship (c) Educational institutions are a forum for forming quality human beings (d) Religion tolerates science. According to BJ. Habibie (a) religion as a counterweight (b) Implementation of the Koran for technological findings guidelines (c) is more inclined to the application of technology, Meanwhile, according to KH. Imam Zarkasyi: (a) religion as a remedy for discord (b) Implementation of the Al-Qur’an in the application of the Five Souls of Pondok Modern (c) not inclined and applies knowledge in a balanced way
THE STEPS TAKEN BY THE PROPHET MUHAMMAD TO BUILD ISLAMIC CIVILIZATION IN MEDINA ACCORDING TO THE BOOK OF AR-ROHIQUL MAKHTUM Mohammad Izdiyan Muttaqin
Jurnal Ilmiah Pesantren Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Pesantren
Publisher : Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muslim Scholars continue to look for the best concepts to create Islamic Civilization. One of them is by studying the success story of the Prophet Muhammad SAW in creating Islamic civilization in Medina to be applied in modern society. This study aims to reveal the real steps taken by the Prophet Muhammad in Medina, which enable Muslims to develop a strong and influential civilization in the world. The author used the book Ar-Rohiqul Makhtum by Al-Mubarakfuri as the main reference. The author reached the conclusion that the Prophet Muhammad took several strategic steps in his da’wah in Medina, including: 1) Building a Mosque, 2) Brothering Muslims from the Muhajirin and Ansar, 3) Making a peace treaty with all of the Medina Citizens. The author agrees with Nabil As-Samaluti (2019) and Imam Amrusi Jailani (2016) that the concept of the State of Medina is a concept of peace for the entire citizens. This article also supports Komaruddin (2011), who stated that the Islamic State was not founded by coercion and violence.
USURY AND BANK INTEREST IN THE CONCEPT OF MOHAMMAD HATTA AND SYAFI’I ANTONIO Abdul Mufid
Jurnal Ilmiah Pesantren Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pesantren
Publisher : Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interest is the amount of money paid or for the use of capital obtained by the Bank from the Customer. This amount, for example, is expressed by one level or percentage of capital related to it which is called capital. Bank interest is still causing controversy among scholars and other Muslim figures. Therefore, this study examines the legal basis and background of the differences in thoughts of Mohammad Hatta and Syafi’i Antonio in determining the legal status of usury and bank interest. This study is a literature study of the books by Muhammad Hatta and Syafi’i Antonio on Riba and Bank Interest as primary sources, and books written by other authors about it. To analyze the collected data, analytical descriptive method is used.The results showed that according to Mohammad Hatta, bank interest was not haram, even though the interest rate was predetermined, what was forbidden was the bank interest contained in consumer loans because it was very detrimental. Meanwhile, productive loans do not contain elements of oppression and extortion. Meanwhile, Syafi’i Antonio firmly stated that bank interest is the same as riba which is forbidden and anything related to usury is haram. Syafi’i Antonio concluded that if you want to avoid interest, you should use Islamic banking services. In Islamic banking there is no interest system, but instead uses a profit sharing system that is mutually beneficial to both parties, so that there is no element of oppression and extortion