cover
Contact Name
I Gusti Agung Paramita
Contact Email
vidyawertta@unhi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vidyawertta@unhi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
ISSN : 08527776     EISSN : 26557282     DOI : -
Core Subject : Education,
Vidya Wertta Journal published by the Religion and Culture Fakulty of the Indonesian Hindu University. Publish twice a year, on April and October. The focus and reach of issues raised in the Vidya Wertta Journal include religion, philosophy, religious and cultural law.
Arjuna Subject : -
Articles 169 Documents
PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK MELALUI KEGIATAN PASRAMAN LASCARYA PARAMA SEVA DI DESA TIANYAR KECAMATAN KUBU KABUPATEN KARANGASEM I Made Siryadana
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 3 No 2 (2020): Vidya Wertta, Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v3i2.1070

Abstract

Memperhatikan perkembangan kepribadian anak-anak dan remaja dewasa ini, membuat para orang tua dan para pendidik harus mengubah pola pendidikan yang selama ini diterapkan. Pemerintah menanggapi keadaan ini dengan segera mencanangkan penanaman kembali nilai-nilai karakter. Pendidikan karakter ini tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal, melainkan juga dapat dilakukan melalui pendidikan nonformal, salah satunya adalah pasraman. Pasraman adalah sebuah kegiatan pendidikan nonformal yang berlandaskan Agama Hindu. Pasraman Lascarya Parama Seva di Desa Tianyar membentuk karakter peserta didik melalui kegiatan-kegiatan agama dan kebudayaan, seperti misalnya mesatua, sampai pada belajar Yoga. Proses implementasi pendidikan karakter melalui pasraman lebih banyak menyentuh domain afektif dan psikomotor dari pada domain kognitif. Bentuk pembelajarannya berlangsung secara klasikal, kelompok dan individu.
RERAJAHAN YAMARAJA DALAM UPACARA USABA MANGGUNG ACI SUMBU DI DESA PAKRAMAN BUGBUG I Kadek Sumadiyasa; I Wayan Arissusila
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 3 No 2 (2020): Vidya Wertta, Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v3i2.1071

Abstract

Rerajahan Yamaraja dari jaman dahulu digunakan sebagai sarana religius karya seni rupa Hindu yang unik pada upacara Usaba Manggung Aci Sumbu di Desa Bugbug Kabupaten Karangasem. Dalam perkembangan di era modern ini, rerajahan dibuat dengan teknik yang lebih praktis, dipasarkan, sehingga nilai keagamaan menjadi berkurang. Berangkat dari fenomena tersebut, penelitian ini berupaya mengkaji Rerajahan Yamaraja dalam Upacara Usaba Manggung Aci Sumbu di Desa Pekraman Bugbug Karangasem perspektif pendidikan seni rupa dan ornamen keagamaan Hindu. Penelitian ini bertujuan mengembangkan pengetahuan tentang Rerajahan Yamaraja dalam upacara Usaba Manggung Aci Sumbu.
IMPLEMENTASI TRI KAYA PARISUDHA DAN CATUR PARAMITA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DI SD N 1 BATURINGGIT KECAMATAN KUBU KABUPATEN KARANGASEM Ni Luh Rustini
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 3 No 2 (2020): Vidya Wertta, Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan mempunyai fungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk moral watak, moral, perilaku, susila serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, atau dengan kata lain pendidikan dikatakan mempunyai fungsi sosial dan fungsi relegius. Cita-cita pembentukan karakter anak didik bisa dicapai melalui implementasi nilai tata susila yang terdapat dalam ajaran agama Hindu seperti halnya Tri Kaya Parisudha dan Catur Paramita. Di sini peran guru agama Hindu sangatlah penting dalam upaya internalisasi nilai susila kepada siswa.
PROSESI UPACARA NGABEN DALAM KAITANNYA DENGAN DESTINASI PARIWISATA Wayan Martha
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 3 No 2 (2020): Vidya Wertta, Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini pariwisata sebagai kegiatan ekonomi telah masuk ke ranah ritual bahkan spiritual. Picard mengakui bahwa terjadi profanisasi kesenian sakral, kegiatan ritual dan tempat suci. Ngaben adalah prosesi upacara berdimensi religius, tidak ada muatan ekonomi yang menyelubunginya. Apalagi ada maksud menjual ”paket pariwisata” ke tangan broker-broker yang memang mempunyai intensitas menjual paket pariwisata dengan kemasan prosesi upacara ngaben. Ngaben adalah sebuah kewajiban tugas bhakti (swadharma) bagi prisentananya masing-masing dalam hubungannya dengan dharma bhakti seorang anak dan keluarga. Pariwisata turut menikmati prosesi upacara sakral religius yang bermuatan ekonomis.
PEMALINAN DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT BALI I Gusti Agung Tri Sanjaya
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 3 No 2 (2020): Vidya Wertta, Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang pemalinan dalam kehidupan masyarakat Bali. Sebagaimana diketahui sebagian besar sakit pada diri manusia disebabkan oleh pemali. Pemali disebabkan oleh pelanggaran aturan tentang kesepakatan ruang dan waktu, butha dan kala, ruang dan eksistensi kehidupan. Pemali artinya kembali,. Yang dikembalikan adalah segala hal yang dibuat oleh manusia akibat melanggar suatu kesepakatan tentang ruang dan waktu, bhuta dan kala. Bhuta merupakan ruang sedangkan kala adalah waktu atau eksistensi. Dalam pandangan masyarakat Bali, kesepakatan yang dibuat oleh para leluhur dengan penentuan arah yang tepat terhadap suatu ruang yang seharusnya bersinergi dengan alam. Pembagian ruang dalam tata letak yang telah disepakati tentang luanan (arah hulu) teben (arah keluar). Sebuah bangunan yang dibuat hendaknya bersinergi dengan arah angin, arah air, arah api. Ketidakseimbangan antara manusia dan alam akibat pelanggaran kesepakatan akan berdampak pada munculnya berbagai macam penyakit.
PANCA GENTA AGEM-AGEMAN IDA RSI BHUJANGGA WAISNAWA PADA UPACARA BHUTA YADNYA I Wayan Dauh; Anak Agung Gede Dira
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 3 No 2 (2020): Vidya Wertta, Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang Panca Genta dalam agem-ageman Ida Rsi Bhujangga Waisnawa pada Upacara Bhuta Yadnya. Bentuk “Panca Genta” adalah 5 (lima) buah benda sakral yang memiliki bentuk yang berbeda-beda seperti Genta Padma, Genta Uter dan Genta Orag memiliki bentuk yang agak mirip, Katipluk berbentuk seperti gendang dan Sungu atau Sangka dibentuk dari kulit kerang besar sebagai terompet. Tetapi ke lima itu memiliki fungsi yang sama saat pelaksanaan Upacara Bhuta Yadnya. Fungsi “Panca Genta” adalah menghubungkan secara spritual antara para Sadhaka dengan para Dewa-Dewa, juga menarik dan mengumpulkan roh-roh alam bawah seperti setan, tonya, memedi, bhuta kala, dan roh-roh yang mengganggu alam ini, untuk dibersihkan, dan berfungsi untuk “Nyomya” atau meng inisiasi para roh-roh jahat dan roh alam bawah, agar sifat Bhuta berubah menjadi sifat Dewa.
TRADISI MELUKAT PADA KEHIDUPAN PSIKOSPIRITUAL MASYARAKAT BALI Desak Nyoman Seniwati; I Gusti Ayu Ngurah
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 3 No 2 (2020): Vidya Wertta, Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan prinsip dasar segala sesuatu, dasar bumi adalah air. Air menjadi pangkal pokok dan segala yang ada di alam semesta, sehingga siklus air dimuliakan dalam sebuah peradaban. Air memenuhi segala ruang dan mengalir dari dataran tinggi ke daratan yang rendah. Air dikatakan memiliki kemampuan merekam dan menerima kata-kata yang disampaikan melalui doa, sehingga energi air diperlukan, utamanya dalam terapi kesehatan, baik dalam penyembuhan fisik maupun psikis. Air yang didoakan dengan lantunan puja dan mantra akan memberikan respon, sehingga terjadilah sinkronisasi antara alam mikrokosmos dengan alam makrokosmos, untuk tercapainya suatu tujuan, sesuai doa yang dimohonkan, tentunya ditambah dengan suatu keyakinan.
USADA KURANTA BOLONG SEBAGAI SUMBER PENGOBATAN TRADISIONAL BERBASIS BUDAYA HINDU DI DESA ANGANTAKA, KECAMATAN ABIANSEMAL, KABUPATEN BADUNG Ida Bagus Ngurah
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 3 No 2 (2020): Vidya Wertta, Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang peranan Usada Kuranta Bolong sebagai media pengobatan tradisional berbasis Budaya Hindu di Desa Angantaka, Abiansemal Badung. Pengobatan tradisional yang bersumber dari teks-teks lontar sangatlah penting perannya dalam masyarakat Bali. Sebelum berkembang pengobatan yang bersumber dari pengetahuan kedokteran modern, masyarakat Bali menggunakan jasa balian usada untuk pengobatan penyakit. Salah satunya adalah lontar usada Kuranta Bolong di Desa Angantaka. Masyarakat masih banyak yang menggunakan jasa pengobatan tradisional ini, karena sesuai dengan keyakinan mereka. Selain itu, pengobatan usada yang bersumber dari lontar Kuranta Bolong dianggap mampu mengatasi penyakit yang dialami para balita.
DEGRADASI PENGGUNAAN BAHASA BALI DI KOTA DENPASAR I Wayan Arissusila
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v4i1.1702

Abstract

Studi ini bermaksud mengeksplorasi dan menganalisis berbagai faktor penyebab terjadinya degradasi penggunaan Bahasa Bali, baik sebagai bahasa pergaulan sehari-hari maupun sebagai media komunikasi nilai-nilai Agama Hindu dan Kebudayaan Bali, khususnya di kalangan remaja. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif, sebab data yang dikumpulkan dalam penelitian ini lebih banyak berupa data lisan dan tulis dalam bentuk narasi yang dilengkapi dengan beberapa data kuantitatif sebagai data pendukung. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen, kemudian dianalisis dengan cara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa faktor penyebab terjadinya degradasi penggunaan bahasa Bali, khususnya di kalangan remaja Kota Denpasar, antara lain karena pilihan rasional, uniformitas kebudayaan daerah dalam konteks Negara Kesatuan RI, penggunaan anggah-ungguh bahasa Bali dianggap sangat sulit oleh kalangan remaja.
GAMELAN GENDER WAYANG DALAM UPACARA NGABEN DI DESA SIBANGGEDE KECAMATAN ABIANSEMAL I Nyoman Surianta; I Wayan Sukadana; I Putu Agustana
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v4i1.1703

Abstract

Secara khusus penelitian ini berusaha menguraikan tentang Gamelan Gender Wayang dalam Upacara Ngaben di Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Beberapa topik yang akan dibahas dalam penelitian ini yakni (1) Pola permainan gamelan Gender Wayang dalam upacara Ngaben di Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, (2) Proses permainan gender wayang dalam upacara ngaben di Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, (3) Proses pendidikan penabuh Gender Wayang di Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, (4) Fungsi Gamelan Gender Wayang Dalam Upacara Ngaben di Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal.

Page 7 of 17 | Total Record : 169