cover
Contact Name
I Gusti Agung Paramita
Contact Email
vidyawertta@unhi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vidyawertta@unhi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
ISSN : 08527776     EISSN : 26557282     DOI : -
Core Subject : Education,
Vidya Wertta Journal published by the Religion and Culture Fakulty of the Indonesian Hindu University. Publish twice a year, on April and October. The focus and reach of issues raised in the Vidya Wertta Journal include religion, philosophy, religious and cultural law.
Arjuna Subject : -
Articles 166 Documents
TRADISI MELASTI DALAM RANGKAIAN HARI RAYA NYEPI DI DESA PANCASARI, SUKASADA, BULELENG I Wayan Dauh; Made Bagus Surya Dharma
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v4i1.1704

Abstract

Ritual melasti di Desa Pancasari berbeda dengan desa-desa lainnya di Bali. Pelaksanaan ritual melasti tidak hanya dilaksanakan di danau saja, melainkan juga di laut. Melasti di danau dilakukan saban menjelang Hari Raya Nyepi, sementara melasti di laut dilaksanakan apabila melasti biasa juga dilakukan selama lima tahun. Makna tradisi melasti yang dilaksanakan antara di danau dan laut tidak jauh berbeda. Hanya saja jika upacara melasti dilakukan di danau pelaksanaannya menggunakan satu tirta atau satu mata air saja dan pemujaannya kepada Dewi Danuh. Jika melasti dilakukan di laut maka upacara pelaksanaannya berada pada tingkat yang utama atau dalam agama Hindu disebut utamaning utama karena laut merupakan sumber dari segala sumber mata air yang ada. Laut merupakan muara dari semua sumber mata air yang disebut (Narmada).
KOMUNIKASI LINGKUNGAN HIDUP DAN PELESTARIAN TANAMAN UPAKARA DI KOTA MATARAM Ni Nyoman Satya Widari; I Wayan Sutama
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v4i1.1706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tumbuhan langka yang digunakan dalam pelaksanaan upacara Yadnya umat Hindu di Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan observasi langsung dan wawancara mendalam serta studi dokumen terhadap sarathi banten, tokoh agama dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis tanaman upakara yang sudah masuk dalam kategori langka adalah: tanaman jenis daun sejumlah 10 jenis, tanaman jenis rumput 4 jenis, tanaman jenis bunga 6 jenis, tanaman jenis buah 8 jenis, tanaman jenis kayu-kayuan/batang 4 jenis. Upaya konservasi tanaman langka upacara mendesak dilakukan oleh masyarakat Hindu di Mataram di antaranya dengan melakukan pembibitan dan penanaman kembali yang memanfaatkan areal pekarangan dan pura. Komunikasi yang intensif diperlukan untuk pewarisan pengetahuan tanaman upacara dengan melibatkan komunitas dan tokoh agama dan masyarakat Hindu untuk mendorong konservasi yang berkelanjutan terutama untuk generasi muda yang telah terpapar instanisasi dan pragmatisme dalam beragama.
PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK YANG BERKELANJUTAN DI SD NEGERI 7 SUMERTA UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Ida Ayu Putri Masyanuida
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v4i1.1707

Abstract

Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini membahas tentang pelaksanaan supervisi akademik yang berkelanjutan di SD Negeri 7 Sumerta dalam upaya meningkatkan kompetensi guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan pada semester I Tahun Pelajaran 2019/2020. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Subyek penelitian tindakan sekolah ini adalah semua guru di SD Negeri 7 Sumerta yang berjumlah 12 (dua belas) guru. Rancangan penelitian ini adalah model siklus yang dilakukan secara berulang dan berkelanjutan (siklus spiral) melalui dua siklus, setiap siklus meliputi tahap perencanaan, tahap tindakan dan pengamatan, serta tahap refleksi. Hipotesis dianalisis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis kualitatif. Langkah-langkah analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan atau verifikasi (conclutions). Hasil penelitian tindakan sekolah menemukan bahwa pada siklus I nilai rata-rata Peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP yang dicapai 82,0 pada siklus II nilai rata-rata yang dicapai adalah 86,1 (80-89 = Baik) terjadi peningkatan 4,09. Hal ini berarti bahwa pelaksanaan supervisi akademik yang berkelanjutan di SD Negeri 7 Sumerta dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
TRI HITA KARANA DAN PRINSIP HARMONI DALAM BANGUNAN TRADISIONAL BALI Cokorda Putra
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v4i1.1708

Abstract

Perumahan Tradisional Bali sudah menjadi suatu ikon bagi pariwisata Bali. Rumah Tradisional Bali merupakan perwujudan dari pengaturan tingkah laku yang berlandaskan agama Hindu yang merupakan perwujudan budaya, adat istiadat dan agama. Karakter perumahan tradisional Bali sangat ditentukan oleh norma-norma agama Hindu, adat istiadat serta rasa seni tersendiri. Tri Hita Karana sebagai landasan filosofi pembangunan dan pemanfaatan ruang di Provinsi Bali seperti yang termuat dalam Peraturan Daerah tentang RTRW Propinsi Bali Nomor 3 Tahun 2005 memberi isyarat kepada seluruh komponen masyarakat Bali untuk menggunakan falsafah Tri Hita Karana sebagai parameter dalam setiap beraktivitas dan pembangunan. Maka dari itu, setiap bangunan akan memberikan Quality of Life yang berbeda. Quality of Life (QOL) adalah kualitas hidup yang merupakam salah satu standar kenyamanan penghuni rumah yang berhubungan dengan penilaian kenyamanan lingkungan. Setiap manusia akan berusaha untuk membuat suasana lingkungan rumah yang terasa nyaman.
NULAK DAMAR DALAM USABA SAMBAH DI DESA ADAT TENGANAN DAUH TUKAD KECAMATAN MANGGIS, KABUPATEN KARANGASEM I Gusti Ayu Ngurah; Desak Nyoman Seniwati; I Ketut Serita
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v4i1.1716

Abstract

Artikel ini fokus membahas upacara nulak damar dalam Usaba Sambah di Desa Adat Tenganan, Karangasem Bali. Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih mendalam tentang upacara nulak damar dalam usaba sambah, bagaimana prosesi dan bentuk upacara tersebut. Rancangan penelitian yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data dengan teknik participant observation dan wawancara. Upacara nulak damar dalam usaba sambah adalah bentuk keyakinan religi kuno, namun demikian tetap ada pengaruh dari konsep-konsep beragama pada masa setelah majapahit. Salah satu tujuan pelaksanaan upacara nulak damar dalam usaba sambah adalah untuk melestarikan tradisi yang terus berlangsung sampai saat ini yaitu tradisi meteruna dan medaha, menyerupai upacara menek kelih.
BANTEN CARU DALAM PERTUNJUKAN WAYANG KULIT PENYALONARANGAN DI DESA INTARAN, KELURAHAN SANUR I Gusti Ayu Ngurah; Desak Nyoman Seniwati; Komang Pajentara
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 4 No 2 (2021): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian wayang kulit penyalonarangan diidentikkan dengan pertunjukan yang berkesan mistis. Selain memiliki kesan mistik, pertunjukan wayang kulit penyalonarangan memiliki ciri khas lainnya yakni penggunaan banten caru sebagai komponen penting pementasannya. Hal inilah yang menjadi fenomena pementasan wayang kulit penyalonarangan di Desa Intaran. Peneliti akan mengkajinya dengan fokus pada bentuk dan fungsi banten caru dalam pementasan wayang kulit penyalonarangan di Desa Intaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif. Pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut: (1) bentuk banten caru dalam pementasan wayang kulit penyalonarangan di Desa Intaran meliputi: (a) jenis banten caru yakni caru eka sata ayam brumbun, (b) wujud fisik banten caru, (c) jejeroan dan segehan wong-wongan; (2) fungsi banten caru dalam pementasan wayang kulit penyalonarangan di Desa Intaran terdiri dari (a) sebagai sarana pengundangan dan penyomia, (b) sebagai sarana penjaga dalang.
PEMENTASAN ARJA VIRTUAL DI TENGAH PANDEMI OLEH KKB RRI DENPASAR Ida Ayu Gede Prayitna Dewi; Anak Agung Dwi Dirgantini; Komang Agus Triadi Kiswara
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 4 No 2 (2021): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah pandemi covid, para seniman di Bali semakin mengintensifkan penggunaan media virtual dalam pementasan. Salah satunya adalah Drama tari arja yang merupakan bentuk kesenian tradisional. Sebagai bentuk kesenian tradisional yang telah memiliki pakem yang kuat, mulai mengalami distorsi dalam pementasanya terlebih ketika disajikan dalam media virtual perubahan tersebut cenderung menghilangkan esensi-esensi yang terkandung dalam drama tari arja. Ditengah goncangan perubahan tersebut sekeha Arja yang tergabung dalam kekuarga kesenian Bali (KKB) RRI Denpasar masih eksis dalam pementasan yag mempertahankan drama tari arja tersebut. Demikian pula halnya ketika disajikan dalam media virtual, sehingga dipandang penting untuk mengkaji tentang kebertahanan sekeha tersebut dalam melestarikan seni drama tari Arja. Pengkajian ini penting dilakukan sebagai sebuah acuan dalam konsep pelestarian kesenian budaya.
MODEL PLURALISME HUKUM DALAM PEMANFAATAN TANAH PELABA PURA DI KOTA DENPASAR Ida Bagus Yoga Maheswara; I Nengah Artawan
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 4 No 2 (2021): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksistensi desa adat di Bali tidak dapat dilepaskan dari keberadaan khayangan tiga yang ada di wilayah desa adat yang juga disebut pura khayangan desa. Masing-masing pura khayangan desa pada umumnya memiliki tanah pelaba pura yang berfungsi sebagai tempat palemahan pura dan sebagai fungsi pendukung keberadaan pura dari sisi pemenuhan kegiatan upacara dari hasil perkebunan, pertanian bahkan dari sisi ekonomi lainnya serta dapat digunakan dalam pembangunan pura itu sendiri. Seiring berjalannya waktu model pengelolaan tanah pelaba pura juga beragam di masing-masing desa adat. Sehingga untuk melindunginya terdapat aturan hukum yang mengatur. Khususnya di Kota Denpasar yang memiliki 35 Desa Adat, ternyata tidak hanya satu jenis hukum saja yang mengatur keberadaan tanah pelaba pura khususnya, terdapat sistem hukum negara dan sistem hukum adat terkait pemanfaatan tanah pelaba pura tersebut. Terdapat simbiosis antara sistem hukum negara dan sistem hukum adat dalam pengelolaan tanah pelaba pura. Adanya sistem hukum negara dan sistem hukum adat terkait pemanfaatan tanah pelaba pura disebut sebagai pluralisme hukum. Terdapat beberapa tujuan penelitian yang akan dicapai. Adapun tujuan penelitian ini antara lain: Pertama, untuk menganalisis dan mengkaji prinsip-prinsip pluralisme hukum dalam pemanfaatan tanah pelaba pura di Kota Denpasar. Kedua, untuk menganalisis dan mengkaji model pluralisme hukum dalam pemanfaatan tanah pelaba pura di Kota Denpasar. Teori yang digunakan untuk menganalisis dan mengkaji adalah teori pluralisme hukum. Menggunakan metode penelitian pendekatan sosio-legal. Pengumpulan data dilakukan dengan pengumpulan data primer dari hasil observasi dan wawancara narasumber terkait, sedangkan data sekunder didapatkan dari peraturan perundang-undangan dan literatur hukum terkait selanjutnya di analisis dan disajikan dengan teknik naratif deskriptif kemudian terakhir dilakukan penyimpulan dan pemberian rekomendasi penelitian.
INTERAKSI SISTEM HUKUM NEGARA DAN ADAT DALAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN COVID-19 DI KOTA DENPASAR Komang Indra Apsaridewi; Ni Luh Made Elida Rani
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 4 No 2 (2021): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kota Denpasar tidak hanya dilakukan oleh negara baik melalui struktur hukum maupun substansi hukumnya, melainkan juga terdapat peran desa adat melalui struktur, substansi dan budaya hukum masyarakat yang ada melakukan upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19. Keterlibatan negara (daerah) dengan desa adat di Kota Denpasar dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 ternyata memiliki hubungan interaksi hukum di antara keduanya. Salah satu bentuknya dengan mengeluarkan keputusan bersama antara Pemerintah dan Desa Adat. Secara teori Interaksi hukum sejalan dengan pemikiran pluralisme hukum. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui, mengkaji dan menganalisis prinsip dan model pluralisme hukum dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kota Denpasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian sosio-legal. Penelitian sosio-legal menggali dari data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan dengan teknik penggalian data di lokasi penelitian, sedangkan data sekunder didapatkan dari literatur hukum dan produk hukum yang dikeluarkan negara maupun produk hukum yang dikeluarkan oleh desa adat, kemudian data yang telah terkumpul dianalisis secara naratif deskriptif dikaitkan dengan teori pluralisme hukum.
KARYA SENI BALIGRAFI: PERPADUAN AKSARA, SASTRA, RUPA DAN JNANA I Kadek Sumadiyasa
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 4 No 2 (2021): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas karya seni Baligrafi. Baligrafi merupakan karya seni aksara Bali yang indah dan unik mengandung aksara, sastra, rupa dan jnana. Karya baligrafi layak untuk diteliti, terutama proses kreatif, bentuk, dan syarat-syarat pembuatannya. Studi ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, pencarian data melalui observasi karya-karya baligrafi, wawancara dilakukan dengan pelaku seni dan studi dokumen. Analisis data dilakukan secara deskriptif analitik, dan didapatkan hasil sebagai berikut: karya seni baligrafi merupakan wujud perpaduan estetik sebagai energi sistem simbol sastra rupa. Isi dari seni baligrafi adalah intisari kehidupan, bentuknya berupa aksara, wujud dewa, binatang, manusia, dan pepohonan. Karya seni baligrafi ini berhubungan dengan Jnana—pengetahuan tertinggi dalam filsafat agama Hindu.

Page 8 of 17 | Total Record : 166