cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 383 Documents
Perhitungan Luas Daun Berbasis Pemrosesan Citra Digital Choirul Umam; Suci Aulia Putri; Jannatin Milyani; Shavira Kintan Aurelita; Sinar Suryawati; Yusy Purwaningsih
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 17, No 2 (2023): TEKNOTAN, Agustus 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol17n2.5

Abstract

Luas daun merupakan parameter yang sangat penting yang diperlukan sebagai analisis pertumbuhan dan kinerja fisiologis tanaman. Luas daun juga merupakan representasi dari indikator produksi dan mekanisme budidaya seperti kepadatan benih, pemupukan, pengairan dan penggunaan pestisida. Secara umum keterbatasan metode perhitungan luas daun yang banyak dilakukan saat ini adalah ketepatan proses dan hasil perhitungan, hal itu disebabkan oleh jenis daun tanaman sendiri memiliki bentuk dan ukuran yang sangat bervariasi, sehingga diperlukan waktu yang relatif lama dan alat ukur yang sesuai dan juga metode yang banyak digunakan menggunakan pendekatan konvensional dengan cara off farm dan destructive, diantaranya metode kertas milimeter, gravimetry dan konstanta luas daun. Penelitian ini bertujuan sebagai langkah awal pengembangan metode perhitungan luas daun secara digital on farm melalui uji perbandingan keakuratan pengukuran luas daun secara digital dibandingkan dengan metode destruktif yang konvensional yaitu kertas milimeter dan gravimetri. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat menggunakan bahan 40 jenis daun dalam kebun percobaan Prodi Agroekoteknologi Universitas Trunojoyo Madura, dapat disimpulkan bahwa pertama metode perhitungan luas daun ImageJ sangat layak untuk dikembangkan menjadi salah satu metode perhitungan luas daun yang akurat dan cepat, yang kedua metode ImageJ dapat dikembangkan untuk perhitungan luas daun on farm dikarenakan nilainya sangat berkorelasi dengan metode perhitungan luas daun konvensional yang lain khususnya metode kertas milimeter. Dasar dari kesimpulan metode ImageJ sangat layak untuk dikembangkan adalah nilai rata-rata error/ selisih persentase perbedaan hasil perhitungan luas daun metode A2b nilai rata-rata error nya hanya 4,67% dan untuk nilai SD didapati angka 6 %.
Potensi Penerapan Teknologi Digital Twin pada Industri Pertanian dan Pangan di Indonesia: Sebuah Tinjauan Literatur Baladraf, Thabed Tholib
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 18, No 1 (2024): TEKNOTAN, April 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol18n1.4

Abstract

Persaingan yang semakin ketat dan kebutuhan konsumen yang semakin meningkat menuntut industri pertanian dan pangan bergerak secara efisien, cepat, dan tepat. Guna memenuhi kebutuhan tersebut kemampuan untuk melakukan peramalan secara akurat dan meminimalisir kesalahan yang terjadi menjadi suatu hal yang dibutuhkan oleh industri pertanian dan pangan di Indonesia. Digital twin merupakan replika digital dari entitas dunia nyata yang menghasilkan informasi aktual. Tujuan dari literature review ini adalah untuk memberikan gambaran tentang status perkembangan digital twin saat ini dan potensi penerapannya di bidang industri pertanian dan pangan Indonesia. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review melalui database ilmiah Web of Science, Sciencedirect, dan Google Scholar dengan kata kunci digital twin dan agriculture. Kriteria inklusi dan eksklusi digunakan untuk mengeliminasi sumber yang tidak berkaitan sehingga didapatkan referensi sesuai dengan kebutuhan dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital twin menjadi teknologi potensial jika diterapkan di industri pertanian dan pangan karena digital twin menimbulkan multiplier effect dengan menciptakan manajemen pertanian yang terpadu mulai dari pra-panen, panen, pasca panen. Namun sayangnya hingga saat ini belum ada industri pertanian yang menerapkan digital twin dalam prosesnya di Indonesia. Hal ini dikarenakan terdapat tantangan antara lain 1) ketersediaan infrastruktur, 2) tingginya biaya investasi, 3) penerimaan pelaku industri pertanian, 4) kualitas data, dan 5) ketersediaan tenaga ahli. Hadirnya riset ini harapannya dapat menjadi inisiasi guna mengenalkan teknologi digital twin sekaligus membuka pandangan bagi para pelaku industri pertanian dan pangan untuk menerapkan teknologi digital twin di Indonesia.
Karakteristik dan Komposisi Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Pada Berbagai Lama Waktu Penyulingan Menggunakan Metode Hidrodistilasi Fakhira, Qonita Raihani; Nurjanah, Sarifah; Rosalinda, S.
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2023): TEKNOTAN, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol17n3.8

Abstract

Kulit jeruk nipis merupakan produk sampingan yang dihasilkan dari pengolahan sari buah jeruk nipis menjadi berbagai produk olahan. Kulit buah jeruk nipis mengandung berbagai senyawa kimia bermanfaat seperti flavonoid, terpenoid, fenolat, limonoid, alkaloid dan minyak atsiri. Minyak atsiri jeruk nipis dihasilkan dari proses ekstraksi. Waktu ekstraksi merupakan salah satu kunci untuk menghasilkan minyak atsiri dengan kualitas baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan komposisi senyawa kimia yang dihasilkan minyak atsiri kulit jeruk nipis dengan metode ekstraksi air (hidrodistilasi) pada berbagai waktu untuk mendapatkan kondisi terbaik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menerapkan empat perlakuan yang berbeda yaitu ekstraksi dengan lama waktu 3 jam, 4 jam, 5 jam, dan 6 jam. Parameter yang diamati adalah rendemen, berat jenis, indeks bias, warna dan komposisi kimia minyak atsiri yang dihasilkan. Rendemen minyak atsiri dari waktu ekstraksi 3 jam, 4 jam, 5 jam, dan 6 jam adalah 1,715%, 0,899%, 1,975% dan 1,909%. Berat jenis minyak atsiri 3 jam, 4 jam, 5 jam, dan 6 jam adalah 0,853, 0,851, 0,840 dan 0,862. Indeks bias minyak atsiri hasil ekstraksi selama 3 jam, 4 jam, 5 jam, dan 6 jam adalah 1,478, 1,479, 1,48 dan 1,482. Komposisi kimia minyak atsiri dianalisis menggunakan GC-MS dimana hasil terbaik diperoleh dari waktu ekstraksi 5 jam yang mengandung 86,22% monoterpen, 5,81% seskuiterpen, 1,77% terpinena dan 2,07% aldehida alifatik.
Synthesis of Methyl Esters from Banda Nutmeg and Papua Nutmeg Oil Production Wastes Using the Ultrasonication Method Kapelle, Imanuel Berly Delvis; Sohilait, H.; Rante, Natalia C.D.
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 18, No 2 (2024): TEKNOTAN, Agustus 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol18n2.7

Abstract

Methysters from oil production waste from Banda nutmeg (Myristicafragrans Houtt) and Papuan nutmeg (Myristica Argentea Ware) go through several process stages, namely isolation of trimyristin and synthesis of methyl ester. The process of isolating trimyristin from nutmeg essential oil production waste by maceration using chloroform solvent. The transesterification process with methanol uses a CaO catalyst and ultrasonication method for 20 minutes; the results are analyzed using GCMS. The results of isolating trimyristin from nutmeg oil waste for Papuan nutmeg yielded 55.6 g of trimyristin (22.24%), which was greater than Banda nutmeg which was 49.7 g of trimyristin (19.88%). Transesterification results for Banda nutmeg oil waste obtained 28.57% soakage with a composition of 5 known major methyl ester compounds, namely methyl laurate (3.22%), myristicin (13.48%), metal myristate (53.39%), methyl Palmitate (5.24%), and Methyl Oleate (9.33%). In Papuan nutmeg oil waste, a 3.93% soakage was obtained with a composition of 5 known methyl ester compounds, namely metal myristate (19.80%), methyl arachidate (18.04%), methyl linoleate (1.42%), methyl oleate ( 48.37%), and methyl stearate (3.18%). The sonication method can synthesize methyl esters from nutmeg oil waste and gives different results for the two types of nutmeg. The results of the trimyristin transesterification of Banda nutmeg seeds and Papuan nutmeg seeds using a CaO catalyst using the sonication method resulted in a methyl ester soak of Banda nutmeg waste 28.57% and Papuan nutmeg 3.93%.
Pengaruh Penambahan CMC (Carboxy Methyl Cellulose) Terhadap Karakteristik Minuman Sari Buah Jeruk Manis Pasaman Barat Fitri, Anisa; Anggia, Malse; Wijayanti, Ruri
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 18, No 1 (2024): TEKNOTAN, April 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol18n1.10

Abstract

Buah jeruk mudah mengalami kerusakan, sehingga untuk menghindari kerusakan tersebut  maka buah jeruk diolah menjadi minuman. Salah minuman olahan dari buah jeruk adalah minuman sari buah jeruk. Dalam pembuatan minuman sari buah diperlukan bahan penstabil untuk memberikan kestabilan dan mencegah pengendapan. Oleh sebab itu dalam penelitian ini ditambahkan bahan penstabil CMC (Carboxy Methyl Cellulose) yang bertujuan untuk menghambat terjadinya endapan minuman sari buah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan CMC (Carboxymethyl Cellose) terhadap karakteristik  minuman sari buah jeruk dan untuk mengetahui konsentrasi CMC (Carboxymethyl Cellose) terbaik berdasarkan sifat sensori minuman sari buah jeruk. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu beberapa konsentrasi CMC dengan 5 taraf perlakuan yakni penambahan CMC 0%, 0,05%, 0,10%, 0,15%, dan 0,20%, dengan 3 ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA) jika berbeda nyata dilakukan uji lanjut DNMRT (Duncan’s New Multiple Range Test) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan CMC dalam pembuatan minuman sari buah jeruk berpengaruh nyata terhadap nilai total padatan terlarut, namun tidak berpengaruh nyata terhadap total asam, vitamin C dan angka lempeng total. Kemudian berdasarkan hasil sensori pada minuman, produk yang paling disukai adalah perlakukan P2 yakni penambahan CMC 0,04 g, dengan karakteristik  nilai total padatan 15,81 Brix, kadar vitamin C 2,18 mg/100ml , total asam 0,31 %, Angka lempeng total   8,0x102 cfu/ml. Disimpulkan bahwa perlakuan penambahan CMC dapat meningkatkan Angka lempeng total, Vitamin C dan total padatan terlarut, akan tetapi dapat menurunkan total asam pada minuman sari buah jeruk.
Penambahan Ekstrak Jeruk Nipis Sebagai Penambah Citarasa pada Teh Cascara terhadap Sifat Fisikokimia Akbar Nashrullah, Irsyad Ali; Putri, Selly Harnesa; Widyasanti, Asri
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 18, No 1 (2024): TEKNOTAN, April 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol18n1.9

Abstract

Cascara merupakan kulit kopi yang telah dikeringkan dan dapat diminum seperti teh melalui proses penyeduhan. Kemampuan menangkal radikal bebas yang baik teh cascara penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Akan tetapi rasa dari teh cascara masih kurang diterima masyarakat karena adanya sensasi langu. Oleh karena itu rasa manis dan segar diperlukan untuk menghilangkan sensasi langu agar daya terima teh cascara meningkat. Jeruk nipis dapat menjadi penambah citarasa pada teh cascara untuk menghilangkan rasa langu. Belum diketahui karakteristik fisikokimia teh cascara dengan penambahan ekstrak jeruk nipis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisikokimia teh cascara dengan penambahan ekstrak jeruk nipis. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pada sampel teh cascara dengan konsentrasi ekstrak jeruk nipis. Uji yang dilakukan terhadap sampel adalah kadar air, kadar abu, kadar vitamin C, kadar kafein dan kadar antioksidan. Penentuan kadar air dan kadar abu diuji dengan metode gravimetri, penentuan kadar vitamin C diuji menggunakan metode titrasi iodometri, penentuan kadar kafein diuji menggunakan metode Spektrofotometri Uv-Vis dan kadar antioksidan diuji dengan metode DPPH dengan mencari nilai IC50. Hasil pengujian sifat fisik menunjukan kadar air terbesar pada penambahan ekstrak jeruk nipis 20 % adalah 20,45 % dan kadar abu terbesar 5,63 %. Nilai pengujian sifat kimia menentukan kadar vitamin C terbaik adalah 11.70 mg/100g dari penambahan ekstrak jeruk nipis 20 % dan kadar kafein terbaik adalah 0,84 mg/g. Kadar antioksidan memiliki penghambatan DPPH sebesar 63,27 – 93,88 % dengan nilai IC50 terkecil dengan nilai 5,43 ppm dari 20 % penambahan ekstrak jeruk nipis. Dari beberapa pengujian yang dilakukan menunjukan bahwa konsentrasi ekstrak jeruk nipis berpengaruh nyata terhadap kualitas teh cascara tetapi tidak dengan kadar kafein.
Analisis Perlakuan Pra Pendinginan, Suhu Penyimpanan, dan Kemasan terhadap Kualitas Brokoli Khoerunnisa, Tasya; Rosalinda, S; Suryaningrum, Dewi Padmisari
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2023): TEKNOTAN, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol17n3.4

Abstract

Brokoli merupakan salah satu sayuran yang memiliki tingkat kerusakan yang sangat tinggi sehingga memerlukan penanganan pasca panen yang tepat. Penanganan pasca panen yang dilakukan pada penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh perlakuan sebelum pendinginan, perbedaan suhu penyimpanan dan pengemasan yang memainkan peran penting dalam mempertahankan mutu brokoli. Tujuan penelitian kali ini yaitu untuk mengetahui perbandingan perubahan susut berat, tekstur, dan warna pada komoditas brokoli selama proses pra pendinginan, penyimpanan pada suhu ruang (± 23,83˚C) dan suhu rendah (±8,76˚C), serta pengaruhnya pengemasan untuk menentukan titik terbaik dari semua parameter yang disebutkan. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kemas Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang pada bulan Juli hingga Agustus 2022. Metode penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif yang terdiri dari enam perlakuan dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian yaitu brokoli mengalami perubahan susut berat sebesar 2,45% ketika dilakukan proses pra pendinginan, disimpan pada cold storage (suhu rendah), dan menggunakan kemasan selama 9 hari. Perubahan tekstur yang optimal dengan tidak terjadi perubahan warna yang mencolok ditunjukkan pada brokoli dengan perlakuan pra pendinginan yang disimpan di cold storage (suhu rendah) dan menggunakan kemasan, dengan perubahan tekstur sebesar 1,83 kgf. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa perlakuan penyimpanan dengan suhu rendah, dan penggunaan kemasan dapat memperpanjang umur simpan brokoli dengan batas penyimpanan maksimal selama 8 hari, untuk mendapatkan brokoli layak dikonsumsi.
Analisis Tekno Ekonomi Pemeliharaan Tanaman Teh Hitam di PT. Perkebunan Nusantara VIII dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Teh Hitam Ekspor Putri, Nayla Fathinah; Rahmah, Devi Maulida; Kastaman, Roni
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 18, No 2 (2024): TEKNOTAN, Agustus 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol18n2.3

Abstract

Indonesia merajai pangsa ekspor teh hitam sekitar 76-87%. Pada tahun 2022, Indonesia mengalami kenaikan jumlah ekspor teh hitam mencapai 7,01%. PT. Perkebunan Nusantara VIII merupakan salah satu perusahaan penghasil teh hitam di Indonesia. Teh hitam yang diproduksi harus memiliki kualitas yang baik agar ekspor teh di Indonesia dapat terus melonjak naik. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas teh hitam adalah memaksimalkan proses pemeliharaan tanaman teh di kebun. Proses pemeliharaan yang dilakukan oleh PT. Perkebunan Nusantara VIII terdiri dari penyiangan gulma secara manual (babad) dan pemberian herbisida sebagai usaha dalam meminimalisir tumbuhnya gulma pada tanaman teh. Maka dari itu, perlu adanya analisis dengan metode tekno ekonomi untuk menentukan proses mana yang lebih efektif untuk menjaga dan meningkatkan kualitas teh, serta menguntungkan bagi perusahaan dari aspek finansial, teknis dan teknologi. Tujuan analisis ini adalah untuk memberikan rekomendasi kepada perusahaan proses pemeliharaan tanaman teh yang paling efektif dan tetap menguntungkan. Hasil analisis Break Even Point atau titik impas proses perlakuan babad adalah 9.483kg teh dan pada proses penyemprotan herbisida memiliki titik impas 45.362kg. Biaya Net Present Value untuk perlakuan babad adalah Rp 386.433.662 dan herbisida adalah Rp 448.965.311. Sedangkan hasil analisis biaya Benefit Cost Ratio untuk perlakuan babad adalah 3,58% dan herbisida adalah 3,57%. Maka kedua proses pemeliharaan tersebut dinyatakan layak untuk dilanjutkan karena memberikan keuntungan bagi perusahaan. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan, proses penyiangan manual (babad) memiliki keunggulan dari nilai titik impas dan analisis biaya Benefit Cost Ratio. Selain itu, proses penyiangan manual juga memiliki keunggulan di segi teknis dan teknologi. Manfaat dari penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh perusahaan dalam penentuan proses pemeliharaan dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas teh hitam untuk kebutuhan ekspor di Indonesia.
Pengaruh Penggunaan Ragi Tape dan Ragi Roti Terhadap Karakteristik Fisikokimia Tepung Mocaf Nurdini, Lulu; Khoirunnisa, Aurum; Khoirunnisa, Indri Shaleha
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 18, No 1 (2024): TEKNOTAN, April 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol18n1.5

Abstract

Ubi kayu dapat  diolah menjadi tepung ubi kayu untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. Tepung mocaf merupakan produk tepung hasil modifikasi dengan fermentasi menggunakan mikroorganisme. Tepung mocaf memiliki potensi sebagai pengganti  tepung terigu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan ragi terhadap karakteristik tepung mocaf yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode fermentasi dengan ragi. Adapun jenis ragi yang digunakan adalah ragi tape dan ragi roti. Ubi kayu diiris tipis dengan ketebalan ± 1 mm. Perbandingan ubi kayu terhadap air sebesar 1 : 2 (b/v). Waktu fermentasi selama 6, 12, dan 18 jam. Konsentrasi ragi yang ditambahkan sebesar 1% dan 2% (b/v) terhadap bahan baku ubi kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung mocaf terbaik didapatkan dari proses fermentasi menggunakan ragi roti, dengan kadar air 5,27%, kadar abu 0,15%, derajat putih 93,18, swelling power 17,58, dan viskositas pada suhu 300C dan 650C sebesar 0,0759 cP dan 0,00616 cP. Seluruh hasil pengujian telah memenuhi Standar Mutu Tepung Mocaf SNI 1722 : 2011.
Analysis of Total Phenol and Flavonoid Compounds in Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Tablets Based on Differences in Maltodextine Concentration Indriani, Dina Wahyu; Mutiarani, Nadya; Lastriyanto, Anang
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2023): TEKNOTAN, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol17n3.9

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)  has empirical phenolics and flavonoids which can act as antioxidants. The purpose of this study was to produce tablets of temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) with variations in the addition of maltodextrin concentration and to find the best results. This research was conducted using a non-factorial Randomised Block Design (RBD) with 3 treatment levels, the ratio of maltodextrin to 1:2 (50%), 1:4 (25%) and 1:6 (16.70%).  The results of this study showed that all tablets formed met the requirements of BPOM Number 32 of 2019 such that the tablets must be less than or equal to 10% and all the shaped tablets had a uniform weight. The tablets with 1:2 (50%) treatment had the highest value which was able to produce the highest total mean value of phenolics and flavonoids when compared with 1:4 (25%), 1:6 (16,70%) and control treatments. In a 1:2 (50%) treatment, the total phenolic value was 3.63 mg GAE/g ± 0.09, while the total flavonoid value was 6.11 mg QE/g ± 0.30. Therefore, it can be stated that the maltodextrin concentration treatment with a ratio of 1:2 (50%) was the optimum method for producing temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) tablets in this study.

Filter by Year

2007 2025