cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 383 Documents
Analisis Pengaruh Label Halal, Kemasan dan Social Media Engagement Terhadap Keputusan Pembelian Produk Es Krim Mixue Huzaifah, Abu Hanifah; Ginantaka, Aditia; Delfitriani, Delfitriani
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 18, No 2 (2024): TEKNOTAN, Agustus 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol18n2.8

Abstract

Era digital yang semakin merajalela saat ini memberikan perubahan bagi kehidupan. Perubahan yang terjadi yaitu dalam segi pemasaran dan promosi yang dilakukan melalui social media, khususnya Instagram yang memiliki tingkat penggunaan tinggi di Indonesia. Terdapat banyak unggahan terkait antusiasme pada produk Mixue di social media. Hal yang mempengaruhi antusiasme publik adalah logo Mixue yaitu snow king yang terdapat pada kemasan. Banyak juga ditemukan perdebatan mengenai kehalalan produk Mixue di social media. Berkembangannya produk beverage menuntut perusahaan untuk memiliki strategi pemasaran yang baik, salah satu faktor yang berperan penting adalah kehalalan, kemasan dan social media engagement. Setiap hal yang berkaitan dengan suatu produk akan menjadi pertimbangan bagi konsumen dalam keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh label halal, kemasan dan social media engagement terhadap keputusan pembelian produk es krim Mixue serta menganalisis variabel yang paling dominan dalam keputusan pembelian. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai F hitung > F tabel yaitu sebesar 31,859 > 2,70 dan masing-masing nilai t hitung dari setiap variabel > t tabel.  Label halal, kemasan dan social media engagement berpengaruh positif secara simultan dan parsial terhadap keputusan pembelian produk es krim Mixue. Kemasan menjadi variabel bebas yang paling dominan dalam keputusan pembelian.
Studi Miniatur Uv/Vis/Nir Spektrometer untuk Proses Kuantifikasi Mutu Biji Kopi dengan Protokol Cupping Test Iqbal, Zaqlul; Al Riza, Dimas Firmanda; Sutan, Sandra Malin; Nauri, Afid Rahman; Rhamadan, Ilham; Fausi, Ria Risti; Himawan, Harki
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 18, No 1 (2024): TEKNOTAN, April 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol18n1.1

Abstract

Penelitian ini menitikberatkan pada eksplorasi kemampuan spektroskopi UV/Vis/NIR untuk memprediksi parameter cupping test kualitas kopi sangrai. Sampel kopi Arabika disangrai pada suhu 198°C selama 6 menit (Light to Medium), 10 menit (Medium) dan 14 menit (Medium to Dark). Sebanyak 1 kg biji kopi disiapkan untuk tingkat waktu sangrai yang kemudian menghasilkan 20 kelompok sampel untuk menit ke-6 dan masing-masing 25 kelompok sampel pada menit ke-10 dan ke-14. Selanjutnya, dilakukan evaluasi cupping test pada kelompok sampel. Secara simultan pada kelompok sampel yang sama, dilakukan akuisisi data spektra menggunakan instrumen portable Vernier Go Direct SpectroVis Plus dan sensor MEMS (micro-electromechanical system) C12880MA. Dari hasil tersebut, menghasilkan 70 total data cupping test dan spektra yang kemudian digunakan sebagai input pembentukan model kalibrasi (prediksi). Partial Least Square Regression (PLSR) digunakan untuk membentuk model dengan Venetian blinds cross-validation 10-folds sebagai validasi internal. Hasil menunjukkan Vernier Go Direct SpectroVis Plus memiliki sensitifitas lebih baik dalam menangkap informasi yang ada pada biji kopi sangrai dan mampu memprediksi beberapa parameter cupping test yaitu Body (R2 C = 0.726, R2 CV = 0.613), Balance (R2 C = 0.738, R2 CV = 0.603) dan Overall (R2 C = 0.755, R2 CV = 0.628). Sedangkan untuk sensor MEMS C12880MA, nilai prediksi tertinggi didapat pada parameter Acidity dengan nilai R2 C dan R2 CV sebesar 0.546 dan 0.500. Berdasarkan nilai VIP Score, kontribusi terbesar dalam pembentukan model berada di rentang 760-780nm, 808-830 nm dan 843-873 nm untuk Vernier Go Direct SpectroVis Plus serta 565-637 nm dan 705-737 nm untuk MEMS C12880MA.
Perubahan Sifat Fisik dan Hubungan Antar Parameter Nira Aren Selama Pemasakan Udara Terbuka Fuadi, Mi'raj; Sinaga, Yesica Marcelina Romauli Sinaga; Yuniarto, Kurniawan; Widyastuti, Sri
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2023): TEKNOTAN, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol17n3.5

Abstract

Penentuan kondisi optimal proses pembuatan sirup aren cukup rumit karena terjadi perubahan mutu yang sangat cepat pada periode kritis dimana titik kritis sirup aren tercapai pada standar mutu nilai padatan terlarut sebesar 68-70 oBrix. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan antar parameter fisik nira aren selama proses pemasakan menjadi sirup aren. Massa aren yang digunakan untuk pemasakan 8,5 kg dengan kadar air 86,37% dan total padatan terlarut (TPT) 14 oBrix. Pemasakan ini menggunakan 3 zona meliputi fase pendidihan, fase penghilangan jumlah air volume besar dan zona pembentukan sirup. Energi pemasakan zona 1, 2 dan 3 secara berturut sebesar 9%, 78% dan 13%. Titik kritis pemasakan nira aren terjadi di zona 3 di fase pembentukan sirup yang dikonfirmasi dengan nilai indeks kecoklatan, TPT dan viskositas. Nilai atribut fisik sirup aren dengan pemasakan terbuka mencapai suhu akhir 102oC, waktu pemasakan 220 menit, kadar air 20%, TPT 70 oBrix, viskositas 750 mPas, L* 53,95, a* 5,27, b* 37,50, ΔE 5,9 dan chroma 37,59. Persamaan empiris antar parameter: TPT-kadar air y = -0,9143x + 90,57; TPT-viskositas y = 9.266ln(x) + 13.053; TPT-waktu pemasakan y = 16.821e-0.012x ; TPT-energi panas y = 10304ln(x) – 22715. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ambang batas kritis sirup aren pada parameter TPT antara 68-70 oBrix dimana nilai TPT lebih dari 70 oBrix akan berpotensi pembentukan inti kristal yang dihindari dalam pembuatan sirup aren.
Penerapan Pendekatan Siklus Daur Hidup Pada Evaluasi Performansi Ekonomi dan Dampak Sosial Produksi Kakao Di Sektor Hulu Rahmah, Devi Maulida; Kastaman, Roni; Gifari, Raihan; Chairunnisa, Ayumi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 18, No 2 (2024): TEKNOTAN, Agustus 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol18n2.4

Abstract

Saat ini Industri kakao di Indonesia terus mengalami penurunan jumlah produksi dan jumlah lahan. Hal ini diakibatkan oleh praktek produksi kakao yang dianggap kurang menguntungkan bagi Sebagian besar petani. Sehingga perlu dilakukan evaluasi penggunaan sumber-sumber daya dan energi serta performansi ekonomi dari aktivitas produksi kakao sehingga dapat dijadikan landasan dalam melakukan perbaikan dalam aktivitas budidaya petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan energi dan performansi ekonomi berdasarkan pendekatan siklus daur hidup produksi kakao di hulu. Penelitian ini menggunakan metode life cycle cost analysis (LCC) untuk mengevaluasi performansi ekonomi, serta Social-Life Cycle Analysis (S-LCA) untuk mengevaluasi dampak social. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengelola 1 ha perkebunan kakao menggunakan sistem organik menghasilkan pendapatan dan laba bersih tertinggi bagi petani dibandingkan dengan sistem pemupukan kimia. Oleh karena itu, sistem pemupukan organik sangat dianjurkan untuk diterapkan secara luas, mengingat keunggulan lingkungan dan ekonominya. Sedangkan untuk penilaian dampak sosial, skor rata-rata dari kategori yang digunakan dalam analisis adalah 3,75. Hal ini menunjukkan bahwa produksi kakao memiliki dampak sosial yang positif terhadap masyarakat sekitar, konsumen, dan pemerintah.
Peningkatan Kualitas Produksi Wafer Stick di PT Garudafood Putra Putri Jaya dengan Metode Six Sigma Zakaria, Khoirunnisa Zhalila; Sarofa, Ulya
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 18, No 1 (2024): TEKNOTAN, April 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol18n1.6

Abstract

PT Garudafood Putra Putri Jaya merupakan salah satu perusahaan makanan dan minuman yang terbesar di Indonesia.  Perusahaan yang berlokasi di Jawa Timur ini memiliki fokus dalam memproduksi biskuit, salah satunya adalah wafer stick. Proses produksi yang dilakukan secara terus menerus membuat perusahaan memerlukan perhatian ekstra dalam mengendalikan kualitas wafer stick yang renyah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kualitas dan nilai sigma produk wafer stick selama bulan September 2023 – Desember 2023, serta memberikan usulan perbaikan untuk meningkatkan kualitas produk wafer stick. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada produk wafer stick terdapat tiga jenis defect, yaitu panjang stick (35,09%), diameter stick (53,39%), dan visual stick (11,52%). Saat ini, perusahaan berada di level 2,08 sigma dari nilai 6 sigma dengan kapabilitas kapabilitas proses 0,69 yang artinya kapabilitas proses nya masih kurang. Menggunakan fishbone diagram, diketahui terdapat tiga penyebab defect, yaitu faktor mesin, faktor metode, dan faktor manusia. Berdasarkan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis), diketahui RPN (Risk Priority Number) tertinggi pada defect panjang stick adalah sensor error sebesar 175. Pada defect diameter stick, RPN tertinggi adalah spinner tidak pas dengan suhu oven dan nozzle aus sebesar 144. Pada defect visual stick, RPN tertinggi adalah spinner tidak pas dengan suhu oven sebesar 150. Usulan perbaikan yang diberikan adalah membuat standar penggantian sensor mesin baking, melakukan cleaning pada sensor selama dua jam sekali, melakukan evaluasi terhadap standar spinner yang telah ditetapkan, memberikan training atau pelatihan kepada operator mengenai sop dalam penggunaan spinner mesin, dan membuat standar waktu penggantian nozzle pada nozzle yang bermasalah.
Pembuatan Kemasan Biokomposit Berbasis PVA (Polyvinyl Alcohol) dan Limbah Kulit Kopi Kusumah, Andika Mulyawan; Christian, William; Siregar, Tagor Marsilam; Cornelia, Melanie; Natania, Kam
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2023): TEKNOTAN, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jtvol17n3.10

Abstract

Kemasan biokomposit adalah kemasan yang dibuat dari campuran dari beberapa bahan alam. Dalam makalah ini dipaparkan hasil penelitian kemasan biokomposit yang menggunakan campuran kulit luar biji kopi dengan polimer alam polivinil alkohol (PVA) yang berasal dari sintesis bakteri. Kulit luar kopi merupakan limbah dari industri pengolahan kopi yang terdiri dari campuran kulit luar dan kulit tipis (silver skin) yang terlepas pada saat proses pembersihan. Kulit luar kopi mengandung kandungan serat selulosa yang dapat menjadi bahan pengisi dalam pembuatan kemasan biokomposit berbasis PVA. Polivinil alkohol (PVA) memiliki kekuatan tarik yang baik sehingga sering dimanfaatkan dalam pembuatan kemasan, meskipun demikian PVA memiliki kelemahan yaitu mudah menyerap air sehingga mudah terurai ketika kontak dengan air. Dalam penelitian ini, kulit luar kopi ditambahkan sebagai material pengisi untuk meningkatkan sifat fisik dan mekanik komposit berbasis PVA komersial supaya lebih tahan air, tidak mudah terurai, dan aman bagi lingkungan. Yang menjadi faktor dalam penelitian ini adalah rasio perlakuan PVA dan limbah kopi (100:0, 90:10, 80:20, 70:30, 60:40, 50:50) serta penambahan plasticizer gliserol dengan konsentrasi yang berbeda (2% dan 4%) campuran kemudian dicampur dan dipanaskan sebelum dicetak dengan menggunakan aplikator. Pada tahap berikutnya dilakukan penambahan asam sitrat untuk meningkatkan ketahanan air dari kemasan biokomposit. Penambahan kulit luar kopi dapat meningkatkan karakteristik mekanik kemasan biokomposit berbasis PVA (rasio 90:10) dengan penambahan gliserol dan asam sitrat sebanyak 2%. Biokomposit yang dihasilkan memiliki penurunan daya serap air sebanyak sebanyak 70% dan waktu urai 2 kali lebih panjang dibanding kontrol kemasan dengan menggunakan 100% PVA. Selain itu juga memiliki tekstur yang baik, dengan nilai kuat tarik sebesar 12,48±1,60 MPa, elongasi sebesar 301,99±32,18%, dan modulus Young sebesar 4,16±0,08 MPa.
Karakterisasi Arang Aktif dari Tongkol Jagung dengan Variasi Konsentrasi Aktivator Natrium Klorida Nopiani, Yanti; Rossi, Evy; Arnas, Nurhapni
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 18, No 2 (2024): TEKNOTAN, Agustus 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol18n2.9

Abstract

Tongkol jagung merupakan bagian tanaman tempat melekatnya biji jagung, dimana tongkol jagung masih memiliki nilai ekonomis yang rendah, Limbah tongkol jagung biasanya hanya dimanfaatkan untuk pakan ternak, bahkan banyak masyarakat yang membuang begitu saja tanpa diproses lebih lanjut. Limbah tongkol jagung ini akan bertambah seiring dengan meningkatnya kapasitas produksi jagung. Untuk menghindari hal tersebut, perlu adanya pemanfaatan tongkol jagung agar dapat mengurangi limbah lingkungan, salah satunya yaitu dengan menjadikan tongkol jagung sebagai bahan baku pembuatan arang aktif. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi aktivator NaCl terbaik dalam pembuatan arang aktif dari tongkol jagung yang sesuai dengan SNI 06–3730–1995. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan tiga ulangan sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Perlakuan dalam penelitian adalah konsentrasi aktivator NaCl; K0 (konsentrasi NaCl 0%), K1 (NaCl 5%), K2 (NaCl 10%), K3 (NaCl 15%), K4 (NaCl 20%), dan K5 (NaCl 25%). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan akan dilanjutkan dengan uji lanjut (DMRT) pada taraf 5% apabila Fhitung ≤ Ftabel. Berdasarkan data analisis hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan konsentrasi aktivator NaCl yang digunakan berpengaruh terhadap nilai kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap, kadar karbon terikat, dan daya serap terhadap iodin arang aktif tongkol jagung yang dihasilkan. Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah K5 (konsentrasi NaCl 25%) dengan kadar air 7,68%, kadar abu 5,66%, kadar bahan mudah menguap 10,66%, kadar karbon tetap 76,33% dan serapan iodium 1159,02 mg/g.
Identifikasi Kadar Vitamin C Ekstrak Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Hasil Ekstraksi Berbantu Gelombang Mikro Rosalinda, S.; Azizah, Ise Wafiq; Nurjanah, Sarifah
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2023): TEKNOTAN, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol17n3.2

Abstract

Bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, diantaranya memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Vitamin C dibutuhkan oleh manusia untuk menjaga metabolisme tubuh. Vitamin C memiliki sifat mudah teroksidasi oleh udara, panas dan cahaya sehingga diperlukan metode ekstraksi yang tepat untuk memperoleh vitamin C dari ekstrak. Ekstraksi berbantu gelombang mikro merupakan metode ekstraksi modern yang dipilih karena sesuai untuk ekstraksi senyawa termolabil, dapat mempersingkat waktu ekstraksi dan meningkatkan hasil ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level daya, volume dan waktu ekstraksi terhadap kandungan vitamin C ekstrak rosela. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratorium dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa level daya, volume pelarut dan waktu ekstraksi berpengaruh terhadap kadar vitamin C ekstrak rosela. Vitamin C tertinggi diperoleh pada perlakuan level daya 50%, volume pelarut 300 mL dan waktu ekstraksi 3 menit yaitu sebesar 21,527 mg/100g.
Rekayasa Metode Penyimpanan Terhadap Perubahan Sifat Sensoris dan Aktivitas Respirasi Jamur Tiram Yuniarto, Kurniawan; Aqidah, Fitratul; Fuadi, Mi'raj
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 18, No 1 (2024): TEKNOTAN, April 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol18n1.2

Abstract

Jamur tiram digolongkan sebagai bahan pangan yang sangat mudah rusak dan termasuk ke dalam komoditas dengan nilai laju respirasi yang sangat tinggi. Pembatasan gas oksigen dalam pengemasan jamur tiram dapat mengurangi laju respirasi selama periode penyimpanan. Penelitian ini bertujuan mengukur perubahan sifat sensoris dan pola respirasi jamur tiram setelah panen melalui rekayasa model pengemasan (terbuka, berpori dan MAP Pasif). Jamur tiram terkemas dalam kondisi konsentrasi oksigen yang semakin tinggi akan mempercepat susut sensoris yang ditandai pelunakan tekstur, kecoklatan dan muncul aroma busuk. Jamur tiram yang disimpan dalam wadah terbuka, wadah berpori dan MAP pasif mengalami susut bobot berturut-turut sebesar 49%, 12,5% dan 9,9% untuk periode penyimpanan 3 hari. Kehilangan bobot sangat cepat pada kondisi jamur tiram yang kontak langsung dengan udara bebas. Respirasi jamur tiram sangat cepat pada periode 100 menit dan akan mengalami kestabilan pada periode penyimpanan berikutnya. Nilai laju respirasi pada kemasan kedap atau MAP pasif terukur sebesar RRO2 sebesar 4,67 ml/kg.jam dan RRCO2 sebesar 240,47 ml/kg.jam. Perbandingan laju respirasi yang terukur ke dalam nilai respiratory quotient (RQ) sebesar 51.48. Penerapan metode penyimpanan MAP Pasif dapat menjaga atribut mutu sensoris jamur tiram selama 72 jam penyimpanan dan sifat sensoris hampir sama dengan kondisi jamur tiram setelah petik.
Sistem Monitoring Smart Garden Tanaman Cabai Berbasis IoT Menggunakan Protokol MQTT, Node Red, dan Telegram Bot Islamy, Irfan; Wisudawati, Lulu Mawaddah
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2023): TEKNOTAN, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol17n3.6

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim tropis, dan iklim tersebut sangat cocok ditumbuhi berbagai macam tumbuhan seperti tanaman cabai. Tanaman cabai merupakan salah satu tanaman yang memerlukan perhatian khusus dalam pemeliharaannya. Untuk itu, memantau dan menjaga keadaan tanaman menjadi sangat penting. Aspek utama dalam pemeliharaan tanaman cabai adalah pengawasan kelembaban tanah untuk mencegah kekeringan pada daun akibat suhu tinggi. Selain itu, monitoring ketersediaan air dan pupuk dalam wadah juga sangat penting untuk mengoptimalkan kondisi pertumbuhan tanaman cabai. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam membantu melakukan aktivitas manusia. Salah satu teknologi yang berkembang saat ini adalah Internet of Things (IoT), dimana dengan keberadaan Iot dapat membantu dan digunakan dalam  kegiatan manusia di masa depan. Internet of Things (IoT) merupakan suatu konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus menerus. Salah satu perangkat yang sering digunakan untuk membuat sistem IoT adalah ESP8266, perangkat ini adalah mikrokontroler yang telah dilengkapi modul wifi, sehingga pengguna dapat dengan mudah terhubung dengan internet. Penelitian ini bertujuan untuk membangun Sistem Monitoring Tanaman Cabai pada Smart Garden Berbasis IoT dengan integrasi Protokol MQTT, Node Red, dan Telegram Bot. Metode dalam penelitian ini terdiri dari analisis, perancangan, pembuatan alat, dan pengujian. Hasil pengujian menunjukan alat sistem monitoring Smart Garden Tanaman Cabai Berbasis IoT dapat secara otomatis menyiram tanaman berdasarkan kelembaban tanah, memberikan notifikasi jika suhu tinggi, mengirimkan pembacaan sensor periodik melalui Telegram, dan memberikan pemberitahuan pemupukan melalui protokol MQTT, NodeRed, dan Telegram bot.

Filter by Year

2007 2025