cover
Contact Name
I Gusti Agung Paramita
Contact Email
vidyawertta@unhi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vidyawertta@unhi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
DHARMASMRTI: Jurnal Pascasarjana UNHI
ISSN : 16930304     EISSN : 2620827X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan (Dharmasmrti) Diterbitkan oleh Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia Denpasar sebagai media informasi dan pengembangan Ilmu Agama dan Kebudayaan Hindu, terbit dua kali setahun yaitu setiap bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 275 Documents
MODERASI BERAGAMA UNTUK MENINGKATKAN TOLERANSI PADA MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI Ni Made Sukrawati; Ni Kadek Ayu Kristini Putri; Kadek Agus Wardana
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 2 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i2.4854

Abstract

Pendidikan Agama di perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam membentuk karakter dan pemahaman agama yang moderat pada mahasiswa. Dalam era globalisasi yang kompleks, mahasiswa dihadapkan pada beragam pandangan agama, budaya, dan keyakinan. Oleh karena itu, kesadaran moderasi beragama menjadi penting untuk menciptakan harmoni sosial dan menghindari potensi konflik yang mungkin timbul akibat perbedaan tersebut. Karena tidak mampu membebaskan mahasiswa dari eksklusifitas beragama, pendidikan agama di masyarakat multikultural menjadi tantangan besar. Artikel ini berupaya mengangkat topik moderasi beragama sebagai landasan meningkatkan sikap toleran di kalangan mahasiswa di perguruan tinggi.
OPTIMALISASI NILAI-NILAI PANCASILA BUDDHIS DALAM MENGATASI PERILAKU MENYIMPANG PADA MAHASISWA SEKOLAH TINGGI AGAMA BUDDHA NEGERI RADEN WIJAYA Fegik Prasetiyo; Marjianto *; Sudarto *
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 2 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i2.4889

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena ada perilaku menyimpang yang terjadi di lingkungan mahasiswa. Salah satu faktor penyebab yakni pola pembinaan, pengaruh lingkungan dan pergaulan selama menjadi mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan manfaat melaksanakan Pancasila Buddhis, hubungan pancasila Buddhis terhadap perilaku menyimpang dan faktor-faktor mahasiswa Buddhis masih ada yang berperilaku menyimpang. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Buddha Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri Jawa Tengah. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, selanjutnya analisis data dengan menyusun secara sistematis. Data diperoleh dari wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah membaca dan menjalankan nilai-nilai Pancasila Buddhis banyak manfaat yang diperoleh antara lain, yakin akan dasar atau pedoman sebelum bertindak, lebih hati-hati jika melakukan tindakan, merasa takut jika melakukan perbuatan yang tidak benar, hati menjadi tenang dan bahagia, menimbulkan percaya diri, mempunyai welas asih, memperoleh ketenangan batin. Pancasila Buddhis memiliki hubungan yang dapat mengurangi tindakan perilaku menyimpang yang dilakukan oleh mahasiswa Buddhis.
NILAI ESTETIKA TOPENG OGOH OGOH DEWI KADRU BERBAHAN DASAR SAMPAH KARDUS I Putu Karsana
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 2 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i2.4891

Abstract

Persoalan sampah merupakan persoalan yang saat ini menjadi masalah bersama dalam kehidupan saat ini. Terdapat berbagai jenis limbah, baik organik maupun anorganik. Ada sampah yang dapat terurai secara cepat dan ada pula yang membutuhkan waktu lama untuk bisa terurai oleh alam. Salah satu sampah organik yang sangat banyak dijumpai dikehidupan sehari hari adalah sampah kardus. Salah satu usaha untuk menanggulangi sampah kardus adalah dengan pendekatan seni melalui penciptaan karya seni daur ulang. Karya seni daur ulang adalah penciptaan karya dengan basis material yang dapat diolah kembali. Penelitian ini akan mengkaji nilai estetika pada karya seni rupa, khususnya topeng ogoh ogoh tokoh berwujud Dewi Kadru yang dibuat dengan sentuhan kreatifitas berupa pemanfaatan limbah kardus sebagai material utama. Adapun metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode observasi dan studi kepustakaan. Metode observasi digunakan dalam pencarian data untuk mengetahui visual tokoh Dewi Kadru, proses penciptaan topeng ogoh-ogoh dan nilai estetika yang terkandung didalamnya. Studi kepustakaan digunakan untuk menentukan teori estetika yang akan digunakan untuk mengkaji karya seni tersebut. Teori estetika yang digunakan untuk mengkaji objek penelitian ini adalah estetika objektif. Dalam estetika objektif, kajian aspek estetik akan bersandar dan berfokus pada aspek visual sebuah karya seni dalam hal ini topeng ogoh-ogoh Dewi Kadru.
IMPLEMENTASI NILAI NILAI MORAL SEBAGAI BENTENG DALAM KEHIDUPAN SOSIAL BERMASYARAKAT PADA ERA MODERN: Tinjauan Moralitas Buddhis Sapardi *
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 2 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i2.4892

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) berkembang sangat pesat pada era modern sekarang ini. Pemanfaatan IPTEK bagaikan pisau bermata dua dan menjadi tantangan dalam kehidupan masyarakat di era modern. Bagaimanakah peran benteng nilai-nilai moral Buddhis pada era modern dalam kehidupan masyarakat? Implementasi benteng nilai-nilai moral buddhis bertujuan agar masyarakat memiliki kesiapan mental dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masyarakat dalam pengendalian diri, membangun harmonisasi dan sebagainya. Pendekatan yang dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pendekatan deskriptif mengumpulkan data-data berupa teks, kata-kata, simbol, gambar, walaupun demikan juga dapat dimungkinkan data-data bersifat kuantitatif. Hasil kajian ini adalah bahwa jika masyarakat dapat menerapkan nilai-nilai moral buddhis dalam kehidupan sosial masyarakat maka akan berdampak positif. Atau sebaliknya jika tidak mampu menerapkan justru akan membawa kehancuran. Pada satu sisi IPTEK memberikan kemudahan-kemudahan yang dapat dirasakan dan dinikmati oleh manusia di seluruh dunia. Namun pada sisi dapat menjadi sebab kehancuran.
SIMBOL GENDER DALAM UPAKARA WIWAHA DI BALI Ida Ayu Tary Puspa; Made Ika Kusuma Dewi; Ida Bagus Radhakrisnyam Saitya
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 2 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i2.4893

Abstract

Gender dalam budaya Bali yakni patriarki. Hal ini terlihat pada upacara wiwaha ataupun perkawinan. Wiwaha bisa menyebabkan pertalian hukum kekeluargaan seseorang putus dengan pihak orag tua ataupun pihak ayahnya dan saudara-saudaranya. Seorang perempuan yang melakukan perkawinan akan menjadi anggota keluarga pihak suaminya dan terikat pada pertalian anggota keluarga pihak suaminya dan terikat pada pertalian hukum kekeluargaan suaminya dan putus dengan pertalian hukum kekeluargaan pihak ayahnya. Upacara wiwaha akan memerlukan upakara/banten sebagai simbol kesetaraan gender. Upakara tersebut akan berisi perlengkapan yang menyimbolkan laki-laki dan perempuan dalam kesetaraan karena ditampilkan berdampingan. Namun sebagai simbol ekspresif yang dirasakan oleh masyarakat Bali, tetap saja para perempuan belum bisa mencapai kesetaraan dan keadilan. Semakin sebuah keluarga yang terbentuk dari perkawinan menghormati perempuan, maka relasi gender akan semakin baik karena menempatkan perempuan pada posisi yang tidak tersubordinasi dan sesuai dengan yang disimbolkan dalam wiwaha tersebut.
ARAK SEBAGAI PERMENTASI MINUMAN LOKAL DAN FUNGSI KULTURAL BAGI MASYARAKAT BALI: PERSPEKTIF SOSIO-HISTORIS I Made Sumarja; I Gusti Ngurah Jayanti
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 2 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i2.4894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arak sebagai minuman permentasi lokal. Di samping itu ingin mengetahui fungsi dan simbolis arak dalam tradisi masyarakat Bali. Penelitian bersifat kualitatif. Pendekatan etnografi dan cara pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan pustaka. Data dianalisis sesuai tingkat kepentingan dan selanjutnya di interpretasi. Dalam pembahasan menjelaskan bahwa minuman prementasi arak telah dibuat sejak dulu oleh penutur Austronesia yang lebih dominan dalam bercocok tanam menghasilkan inovasi dan memunculkan permentasi minuman salah satunya adalah arak. Hingga kini masyarakat agraris di pedesaan terlebih di pegunungan, banyak yang mengolah pohon kelapa di ambil niranya menjadi bahan arak. Kegiatan produksi permentasi arak yang secara turun-temurun ini telah berkembang menjadi bahan untuk berbagai fungsi tidak hanya diminum namun juga untuk kelengkapan bahan upacara religi. Fungsi lain yakni sebagai bahan pengobatan tradisional. Arak kini telah bertransformasi di mana arak menjadi simbol identitas kultural.
SENI RUPA SEBAGAI MEDIA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI DESA BATUBULAN KANGIN I Wayan Arissusila; Ni Luh Putu Trisdyani; I Gusti Agung Made Satrya Pradnyana
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 2 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i2.4899

Abstract

Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani, rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan anak usia dini justru belum banyak mendapat perhatian. Saat ini, pendidikan usia dini baru diperoleh sebagian kecil anak di Indonesia. Artikel ini berupaya mengkaji beberapa isu yang berkaitan dengan bentuk, proses dan kendala penerapan seni rupa sebagai media dalam pendidikan anak usia dini di Desa Batubulan Kangin. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif melalui langkah-langkah reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simbolik, belajar behavioristik dan teori perkembangan kognitif. Hasilnya berupa yakni bentuk penerapan seni rupa sebagai media dalam pendidikan anak usia dini di Desa Batubulan Kangin adalah media pembelajaran seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi. Proses pembelajaran seni rupa sebagai media dalam pendidikan anak usia dini di Desa Batubulan Kangin yaitu pembelajaran melalui bermain dan kreativitas. Kendala penerapan seni rupa sebagai media dalam pendidikan anak usia dini di Desa Batubulan Kangin adalah perkembangan kognitif dan motivasi intrinsik anak yang lemah.
DHAIRYA SAHAJA SEBAGAI WIKU DAN PENGARANG: KAJIAN AWAL MANGALA KAKAWIN BHOMANTAKA I Gde Agus Darma Putra
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 2 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian-penelitian yang telah dilakukan kepada kakawin Bhom?ntaka, belum menunjukkan siapa pengarang kakawin ini. Untuk mendapatkan jawaban atas persoalan itu, maka penelitian ini menggunakan metode filologi untuk mencermati bagian ma?gala kakawin Bhom?ntaka. Sedangkan untuk persoalan nama pengarang dan raja yang memerintah pada saat kakawin ini ditulis, penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, didapatlah bahwa Dhairya Sahaja adalah seorang wiku dan pengarang Bhom?ntaka yang mendudukkan Jayabhaya sebagai junjungannya. Jayabhaya sendiri merupakan raja dari periode Ka?iri yang dalam Bhom?ntaka disebut sebagai hakim yang memimpin jalannya peradilan karya sastra. Sedangkan i??adewata yang dipuja di dalam Bhom?ntaka adalah dewa K?ma yang disebut Manobh?.
KEKRISTENAN DAN TOLERANSI: AJARAN GEREJA DAN TELADAN TOKOH KITAB SUCI SEBAGAI CONTOH Tinenti, Hemma Gregorius
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 24 No. 2 (2024): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v24i2.5417

Abstract

Tuhan menghendaki terjadinya pembaharuan, terhadap bumi dan seluruh ciptaan. Syarat dari pembaharuan itu adalah adanya keterbukaan manusia akan berbagai macam kemungkinan. Abraham, memberi contoh kontekstualisasi dan tolerasi dalam pluralitas. Keragaman atau pluralisme sosio religius saat ini menjadi kenyataan yang tidak mungkin dihindari. Keberagaman tentu saja harus diterima bukan sebagai konflik namun sebagai kekayaan. Untuk mencapainya, tentu yang dibutuhkan adalah sikap toleransi. Unkapan sikap toleransi itu dapat ditunjukkan lewat pengalaman hidup konkrit dalam masyarakat. Dekrit Nostra Eatate Dokumen Konsili Vatikan II menyatakan: seluruh bangsa merupakan satu masyarakat, seluruh manusia mempunyai satu asal. Semua manusia memiliki tujuan sama yaitu keabadian bersama Allah dalam kerajaan-Nya. Gereja Katolik pun secara terbuka menyatakan keterbukaannya terhadap keberagaman agama serta menghargai umat non Kristiani. Karl Rahner seorang teolog Katolik yang cukup keras bersuara tentang keberagaman dan keterbukaan. Lewat slogannya yaitu: ‘Kristen Anonim’, artinya orang non Kritiani juga dapat diselamatkan jika mereka melakukan hal-hal baik seperti yang diajarkan Kristus. Lewat kalimat ini beliau berpendapat bahwa: dengan kedatangan Kristus ke dunia dalam rupa manusia, merupakan bukti nyata bahwa keselamatan yang ditawarkan Allah adalah untuk semua manusia tanpa terkecuali.
SIKAP GEREJA KATOLIK TERHADAP PERANG PASCA KONSILI VATIKAN II Angga Satya Bhakti
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 24 No. 1 (2024): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v24i1.5906

Abstract

A war is an evitable reality in human life. In a basic review war is often considered as human’s natural condition. War is believed as evitable and natural. Further observation states that war is an unnatural situation. The theory of fair war and war law is the logical consequence towards this circumstance. The Church, as a part of the world citizen, also has view and outlook towards war. Post the second Vatican Council, the Church has opened itself more towards the problems happen in the world in order to take part in the attempt to resolve the world’s problems, including war. The Church issued the teaching of the Church via encyclical and the documents of the Church. This research is conducted to give the depiction of the Church’s view towards war. The method used in this research is literature review with the references from journal, books and Church’s directives, such as encyclical or the social teaching of the Church. This research is expected to be capable of being a guideline for the Christians in behaving towards war.