cover
Contact Name
I Gusti Agung Paramita
Contact Email
vidyawertta@unhi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vidyawertta@unhi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
DHARMASMRTI: Jurnal Pascasarjana UNHI
ISSN : 16930304     EISSN : 2620827X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan (Dharmasmrti) Diterbitkan oleh Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia Denpasar sebagai media informasi dan pengembangan Ilmu Agama dan Kebudayaan Hindu, terbit dua kali setahun yaitu setiap bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
PRAKTIK TURUK EMPO DALAM PERKAWINAN GEREJA KATOLIK MANGGARAI:: Perpektif Adat dan KHK 1983 Elfridus Cancang; Vinsensius R. Masut; Yohanes W. B. L. Meo; Yohanes Endi
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 2 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i2.4837

Abstract

Fokus studi ini adalah menjelaskan praktik turuk empo dalam perkawinan Gereja Katolik Manggarai dari perspektif hukum adat dan Kitab Hukum Kanonik (KHK) 1983. Turuk empo merupakan praktik tradisi dalam perkawinan adat Manggarai, Flores, NTT, berupa kegiatan bercerita tentang silsilah atau garis keturunan keluarga sebelum melakukan perkawinan untuk memastikan kedua mempelai tidak memiliki hubungan darah. Maksud dan tujuan turuk empo rupanya memiliki kesamaan dengan ajaran Gereja yang melarang adanya perkawinan hubungan darah. Ajaran tersebut dijelaskan secara eksplisit dalam KHK 1983 Kan. 1078 §3 dan 1091 § 1-4. Gereja lokal Manggarai kemudian memasukan praktik turuk empo ke dalam ritus perkawinan Gereja Katolik karena dianggap memiliki banyak kesamaan substansi yang pada gilirannya diharapkan mampu menghantar umat pada penghayatan iman yang lebih mendalam. Kesamaan tersebut dapat dilihat dari nilai pragmatis dan transendental praktik turuk empo yang sejalan dengan hukum perkawinan Gereja Katolik dalam KHK 1983. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dan studi kepustakaan, secara khusus dalam KHK 1983. Selain itu, kami juga melakukan wawancara mendalam (depth interview) dengan tokoh adat Manggarai untuk mendalami praktik turuk empo dalam kebudayaan Manggarai. Temuan dari studi ini adalah praktik turuk empo memiliki substansi yang sama dengan ajaran Gereja Katolik tentang halangan perkawinan sedarah sehingga praktik turuk empo diterima oleh Gereja untuk dimasukan ke dalam ritus perkawinan Gereja Katolik Manggarai. Lebih lanjut, hal tersebut dapat ditemukan dalam nilai pragmatis dan transendental ritus turuk empo yang selaras dengan hukum perkawinan Gereja Katolik.
NILAI-NILAI BUDDHIS DALAM TRADISI MUJA WALI DI DUSUN JILIMAN IRENG TEBANGO KABUPATEN LOMBOK UTARA Dani Devia Utami; Kabri *; Maria Fransisca Andanti
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 2 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i2.4838

Abstract

Keragaman Indonesia yang terdiri dari berbagai etnis atau kelompok suku bangsa menjadikannya sebagai Negara yang kaya akan budaya, bahasa, dan tradisi. Keberagaman yang dimiliki Indonesia dapat dijumpai di berbagai daerah, salah satunya yaitu di pulau Lombok tepatnya di Dusun Jiliman Ireng, Tebango. Masyarakat di Dusun Jiliman Ireng, Tebango memiliki salah satu tradisi yang masih dijaga dan dipertahankan sampai saat ini yaitu tradisi Muja Wali. Tradisi Muja Wali merupakan salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur terhadap para leluhur atas berkah yang diperoleh. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai-nilai Buddhis yang terkandung dalam tradisi Muja Wali di Dusun Jiliman Ireng, Tebango, Kabupaten Lombok Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian diambil dari orang-orang yang terjun langsung dan berperan aktif dalam mengikuti tradisi Muja Wali. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat beberapa proses yang dilakukan dalam pelaksanaan tradisi Muja Wali yaitu Gundem, Pemarekan, Pelangehan, Sorak Siu, Unggah Sesaji, dan Pamitan. Selain itu, tradisi Muja Wali memiliki nilai-nilai Buddhis yaitu dalam pelaksanaannya para pemangku membacakan paritta-paritta yang ditujukan untuk para leluhur. Kemudian terdapat dalam Sigalovada Sutta, dan Manggala Sutta.
GANESHA: KAJIAN ESTETIKA HINDU Ni Ketut Riska Dewi Prawita; Ida Kade Suarioka; Komang Agus Triadi Kiswara; I Wayan Dikse Pancane
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 2 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i2.4839

Abstract

Dalam perspektif Hindu, kesenian mempunyai kedudukan yang sangat penting, karena tidak dapat dipisahkan dengan religiusitas masyarakat Hindu. Dapat dikatakan bahwa seni tidak dapat lepas dengan konteks estetika Hindu. Salah satu karya seni sakral yang dapat ditemukan di area rumah adalah arca Ganesha, yang dipercayai sebagai media pemujaan. Umat Hindu meyakini bahwa media pemujaan sangat penting dalam mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam keyakinan tersebut, media pemujaan tersebut dibungkus dalam satu kesatuan Satyam, Sivam, dan Sundaram. Dalam ajaran agama Hindu yang ditekankan adalah dialektika yang selalu menempatkan kebenaran mengandung kesucian dan keindahan, keindahan harus mengandung kesucian dan kebenaran, dan kesucian harus mengandung kebenaran dan keindahan.
NILAI ISLAM DALAM TRADISI BEGAWE PADA MASYARAKAT SUKU SASAK DI DESA SISIK LOMBOK TENGAH Yuliani *
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 2 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i2.4840

Abstract

Penelitian ini berupaya melihat nilai-nilai Islam dalam tradisi begawe serta bagaimana dampak yang dirasakan oleh masyarakat dalam berlangsungnya tradisi begawe di Lombok. Studi ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwasannya tradisi begawe merupakan tradisi yang sudah dilaksanakan dari zaman nenek moyang terdahulu dan masih dilestarikan sampai sekarang oleh masyarakat Suku Sasak. Begawe atau pesta yang digelar oleh masyarakat yang memiliki hajat memiliki nilai keislaman di dalamnya di mana bersyukur atas pencapaiannya, ukhuwah dan silaturahmi tetap terjalin dengan sistem pertemuan dengan keluarga dan kerabat. Dampak yang dirasakan masyarakat ialah tumbuhnya rasa solidaritas sosial serta semakin dekat dengan masyarakat setempat. Tradisi begawe ini juga biasa dilakukan apabila ada anak yang khatmil Qur’an, menikah/merarik serta orang meninggal.
RESPON BUDDHISME PADA KAPITALISME PASAR I Gde Jayakumara; I Gusti Agung Paramita
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 2 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i2.4841

Abstract

Artikel ini merupakan refleksi sederhana atas ajaran-ajaran Buddhisme tentang efek samping berlangsungnya kapitalisme. Untuk memperoleh pandangan Buddhisme tentang responnya terhadap kapitalisme pasar, maka digunakan ajaran-ajaran dua boddhisatva, yaitu Sakyamuni dan Vimalakirti sebagai objek material studi ini. Hasilnya: pertama respon dalam Buddhisme disampaikan dengan cara metaforik, yaitu penggunaan kata-kata yang satu kata dengan kata lainnya tersusun dalam kalimat secara kontradiktif dari sisi arti. Posisi ini bertentangan dengan pandangan kalitalisme pasar yang mendewakan rasionalitas yang ketat. Hal ini diarahkan agar manusia selalu tetap dalam pencarian akan spiritualitasnya; kedua, karena efek dari kapitalisme pasar menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan tubuh maka konsep pengobatan Buddhisme, yaitu kesembuhan dipandang bukan hanya lancarnya proses-proses metabolisme tubuh, tetapi juga persoalan psikis penderita. Artinya, kesembuhan hanya mungkin dicapai bila lingkungan sekitar pasien juga merasakan hal yang sama hingga kesembuhan mahluk hidup di semesta.
KASULINGGIHAN TEXT WRATI SASANA IN RELIGIOUS LIFE TRI SADAKA TRADITIONAL VILLAGES IN BALI Anak Agung Gde Krisna Paramita; I Wayan Suka Yasa; I Gusti Bagus Wirawan
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 2 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i2.4842

Abstract

The texts that contain the philosophy and ethics of kasulinggihan are very diverse, one of which is the Wrati sasana. Wrati sasana textis a teaching that contains rules, ethical teachings and taboos in Kasulinggihan's spiritual life, which is followed by Sulinggih. In accordance with the teachings of the Kasulinggihan sasana, contained in the wrati sasana has a complete concept. This study seeks to discussthe teachings of Wrati Sasana for Sulinggih in the religious life of Tri Sadaka in traditional villages in Bali, as well as the implementation of the teachings of Wrati Sasana by Sulinggih in the religious life of Tri Sadaka in traditional villages in Bali. These three aspects are then revealed by hermeneutic theory, phenomenological theory, and religious theory. The procedure for disclosing this research is using literature study techniques, interviews and observations. Analyzed with the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. This study found that the importance of the teachings of wrati sasana in the Kasulinggihan sasana order in the traditional villages of Bali Aga, Apanaga, and Bali Anyar, is used as a moral guide, ritual behavior guide and sulinggih tri sadaka self-control guide in traditional villages in Bali.
PERAN ORANG TUA DALAM MEMBENTUK PERILAKU KEAGAMAAN REMAJA PADA MASYARAKAT BUDDHIS DI DUSUN SODONG DESA GELANGKULON KECAMATAN SAMPUNG KABUPATEN PONOROGO Fitria Johanitasari; Agus Subandi; Ngadat *
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 2 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i2.4843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam membentuk perilaku keagamaan remaja pada keluarga Buddhis. Orang tua memiliki peranan dalam mendidik dan membentuk perilaku keagamaan remaja, sehingga remaja memiliki perilaku yang baik yang didasari oleh niali-nilai ajaran Buddha. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Keabsahan data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian yaitu orang tua dalam membentuk perilaku keagamaan remaja memiliki peran sebagai pendidik, yaitu menanamkan dan menerapkan nilai-nilai Pancasila Buddhis, mengingatkan remaja Buddhis untuk ikut sekolah Minggu dan menganjurkan remaja untuk aktif dalam kegiatan keagamaan. Selain itu, orang tua berperan sebagai pengawas, yaitu orang tua mengawasi setiap perilaku dan lingkungan pergaulan remaja seperti melarang remaja untuk berkumpul dengan teman yang memiliki tabiat buruk seperti minum-minuman memabukkan, tawuran serta mengkonsumsi obat terlarang.
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA PENYULUH AGAMA BUDDHA DI KABUPATEN TEMANGGUNG Santi Ratna Sari; Hesti Sadtyadi; Santi Paramita
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 2 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i2.4851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan kompetensi terhadap kinerja penyuluh agama Buddha. Penyuluh agama ialah petugas yang berada di bawah Kementerian Agama yang memiliki tugas dalam memberikan penerangan sosial keagamaan kepada masyarakatnya sehingga penyuluh berperan sebagai ujung tombak dari Kementerian Agama. Secara garis besar, terdapat beberapa peran yang demban oleh penyuluh agama. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Prosedur pengambilan sampel dilakukan dengan systematic random sampling. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer yang dilakukan dengan wawancara terstruktur menggunakan instrumen kuisioner pengaruh motivasi dan kompetensi terhadap kinerja penyuluh agama Buddha. Analisis bivariat yang dilakukan dengan uji asumsi klasik dan uji regresi yang meliputi: uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas. Populasi penelitian ini adalah penyuluh agama Buddha di Kabupaten Temanggung. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwasannya, terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi dan kompetensi terhadap kinerja penyuluh agama Buddha di Kabupaten Temanggung. Dibuktikan dengan besarnya nilai R Square adalah 0,861. Angka tersebut memiliki arti bahwa pengaruh motivasi dan kompetensi secara simultan terhadap kinerja penyuluh Buddha sebesar 86,1% sementara pengaruh sebesar 13,9% disebabkan oleh variabel-variabel diluar model ini.
HUBUNGAN INTRA INDUSTRY TRADE KOMODITI TEH, KOPI, REMPAH-REMPAH DENGAN MITRA DAGANG ASEAN-4 DAN ASIA TIMUR Kadek Aglena Parisesa; Anak Agung Bagus Putu Widanta
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 2 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i2.4852

Abstract

Perdagangan luar negeri memainkan peran krusial dalam perkembangan ekonomi suatu bangsa karena persaingan di pasar global. Indeks IIT merupakan indeks perdagangan antar negara yang menunjukkan impor dan ekspor barang atau jasa secara bersamaan dari sektor yang sama. Studi ini memanfaatkan data sekunder yang didapat dari situs resmi Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai sumber informasi. Metode penelitian yag digunakan bersifat kuantitatif dengan populasi sebanyak 5 tahun di 7 negara Asia. Teknik estimasi selanjutnya memakai regresi data panel hasil penelitian menunjukkan GDP dan nilai tukar berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap intra industri trade sedangkan jarak geografis tidak berpengaruh terhadap intra industri trade. Tidak berpengaruhnya jarak geografis terhadap intra industri trade dikarenakan, Jarak yang konstan setiap tahunnya, sehingga semakin jauh jarak yang memisahkan dua negara tidak akan memengaruhi biaya transportasi dalam perdagangan antara mereka.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN WANITA PENYAYANG DISABILITAS MELALUI PROGRAM HWDI DI PROVINSI BALI: STUDI KASUS KOTA DENPASAR Kharisma Maulidia; Ida Ayu Alit Laksmiwati; I Ketut Kaler
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 2 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i2.4853

Abstract

Penelitian ini menganalisis tentang Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Denpasar dalam meningkatkan kemandirian wanita penyandang disabilitas di Provinsi Bali, dengan fokus pada studi kasus Kota Denpasar. Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Denpasar bertujuan untuk memberdayakan wanita penyandang disabilitas agar dapat produktif dan meningkatkan kemandirian. Penelitian ini menerapkan Teori Penberdayaan dan Teori Pendidikan sebagai kerangka konseptual. Pendekatan kualitatif dengan metode etnografi digunakan untuk menggali informasi mendalam tentang berbagai program yang diterapkan oleh HWDI Kota Denpasar. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HWDI Kota Denpasar telah berhasil mengimplementasikan beragam program yang signifikan dalam meningkatkan kemandirian anggotanya. Program-program ini termasuk pembentukan Dewan Pengurus Cabang (DPC) untuk memberikan peluang partisipasi aktif anggota dalam pengambilan keputusan organisasi, vaksinasi untuk mendukung kesehatan wanita penyandang disabilitas, capacity building untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan anggota, pemeriksaan kesehatan reproduksi, telekonseling kesehatan mental, dan Program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) untuk memfasilitasi kemandirian ekonomi. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan program-program serupa di tempat lain dan menyoroti peran penting organisasi seperti HWDI dalam mendorong inklusi dan pemberdayaan wanita penyandang disabilitas.