cover
Contact Name
I Gusti Agung Paramita
Contact Email
vidyawertta@unhi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vidyawertta@unhi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
DHARMASMRTI: Jurnal Pascasarjana UNHI
ISSN : 16930304     EISSN : 2620827X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan (Dharmasmrti) Diterbitkan oleh Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia Denpasar sebagai media informasi dan pengembangan Ilmu Agama dan Kebudayaan Hindu, terbit dua kali setahun yaitu setiap bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM UPAYA MEMBANGUN TOLERANSI BERAGAMA SEJAK DINI Ni Kadek Ayu Kristini Putri; Ni Made Sukrawati; Ni Luh Sintya Dewi
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 1 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i1.4079

Abstract

Keragaman masyarakat di Indonesia sebagai kekayaan bangsa yang memiliki kerawanan memicu konflik agama dan perpecahan antar umat beragama. Pendidikan multikultural adalah proses pengembangan dari seluruh potensi manusia yang menghargai adanya pluralitas dan heterogenitas sebagai konsekuensi keragaman terhadap budaya, etnis, suku, dan aliran (agama). Pendidikan multikultural menekankan sebuah filosofi pluralisme budaya ke dalam sistem pendidikan yang didasarkan pada prinsip-prinsip persamaan (equality), saling menghormati, saling menerima dan adanya komitmen moral untuk sebuah keadilan sosial. Melihat realitas kemajemukan di Indonesia ada upaya menggagas wacana tentang pendidikan multikultural dengan membawa misi pluralisme agama dan budaya. Harapannya dapat memberikan pencerahan dalam menuju suatu perubahan yang signifikan terhadap pendidikan multikultural dengan segala aspeknya, yang bertujuan dapat mempersatukan perbedaan agama dan budaya yang ada di Indonesia.
PEREMPUAN VOLUNTARY CHILDFREE: MELAWAN STIGMA DAN MENYOAL FEMININITAS DALAM MASYARAKAT PRONATALIS Wanda Roxanne Ratu Pricillia; LG. Saraswati Putri
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 1 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i1.4080

Abstract

Perempuan diharapkan menjadi ibu dalam budaya pronatalis sebagai tanda kedewasaan dan pemenuhan tahapan hidup yang lebih tinggi. Kewajiban menjadi ibu atau disebut juga sebagai motherhood mandate merupakan salah satu bentuk peran gender bagi perempuan untuk memenuhi femininitas mereka. Perkawinan dalam budaya pronatalis dianggap bertujuan untuk memiliki anak atau sebagai proses prokreasi. Menjadi ibu dianggap sesuatu yang alami bagi perempuan, sehingga ketika ada perempuan yang tidak memiliki anak terutama dalam perkawinan anak mendapatkan tekanan untuk segera memiliki anak. Perempuan yang memutuskan menjadi voluntary childfree dianggap menyimpang, tidak normal dan menyalahi kodrat. Ada stigma-stigma yang dilekatkan kepada perempuan voluntary childfree sebagai bentuk tekanan dan hukuman karena tidak sesuai dengan norma dan nilai dalam masyarakat. Artikel ini akan menjelaskan mengenai bagaimana perempuan voluntary childfree melawan kewajiban menjadi ibu dengan menolak peran gendernya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan studi kasus pada seorang perempuan voluntary childfree dalam perkawinan, dengan penelusuran penelitian terdahulu dan dianalisa menggunakan teori Ann Oakley.
EKSISTENSI LONTAR WARIGA CATUR WINASA SARI DI DESA ADAT SELULUNG, KECAMATAN KINTAMANI, KABUPATEN BANGLI I Nyoman Ranem
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 1 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i1.4081

Abstract

Lontar Wariga Catur Winasa Sari merupakan salah satu wariga yang keberadaannya masih eksis di Desa Adat Selulung sampai saat ini. Keeksisan ini didasarkan atas peran serta Lontar Wariga Catur Winasa Sari di segala aspek kehidupan masyarakat, baik yang bersifat keagamaan maupun yang bersifat sosial. Penggunaan Lontar Wariga Catur Winasa Sari diyakini dapat menata kehidupan masyarakat menjadi lebih teratur dan harmonis, sebab Lontar Wariga Catur Winasa Sari memuat berbagai aspek kehidupan sosio-religius yang berkaitan dengan perhitungan waktu, ramalan baik-buruknya hari, membuat dan meramu obat, membuat jimat dan hal-hal magis lainnya. Melalui ajaran kadiatmikan dan penentuan déwasa ayu (pilihan hari baik) secara tepat, segala kegiatan baik yang berhubungan dengan adat, kebudayaan maupun keagamaan diharapkan mencapai kesuksesan.
SALARAN DALAM UPACARA BHATARA PAMIJILAN DI DESA ADAT SELAT KABUPATEN KARANGASEM I Kadek Sumadiyasa; Ida Ayu Putu Sari; Ida Bagus Artha Triatmaja
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 1 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i1.4082

Abstract

Salaran merupakan wujud persembahan karya cipta seni rupa keagamaan Hindu sebagai sarana bakti kepada Tuhan yang terbuat dari hasil bumi yaitu pala bungkah, palawija, dan pala gantung. Salaran dalam upacara pamijilan ini dipersembahkan kehadapan Ida Bhatara Ngerta Gumi dan Ida Bhatara Putra Piagem. Dalam upacara pamijilan Ida Bhatara Manca Desa Tedun ngerta gumi di Bale Agung Desa Selat sebagai anugerah kesuburan dan keselamatan pada umatnya. Keberadaan salaran ini menarik untuk diteliti karena mengandung nilai-nilai seni di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik interpretatif. Hasil penelitian ini dapat dijelaskan yakni bentuk salaran dalam upacara bhatara pemijilan di Desa Selat yakni visualisasi barong, hewan berkaki empat, perahu, ikan, makhluk mitologi. Fungsi salaran yakni pendidikan Tri Hita Karana, estetika, magis, dan religius.
TRADISI MABUBU SEBAGAI RITUAL PEMBERSIHAN DESA GELOGOR, DAWAN, KLUNGKUNG Ni Wayan Ria Andayani
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 1 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i1.4086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi mabubu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tradisi mabubu merupakan tradisi yang diwarisi masyarakat Desa Gelogor secara turun termurun dan tetap dijaga hingga saat ini. Tradisi mabubu dilakukan sehari sebelum hari raya Nyepi dengan mengarak bubu (kumpulan daun kelapa kering) yang dibakar dari ujung selatan desa menuju kuburan. Prosesi tradisi mabubu dimulai dengan persembahyangan di Pura Dalem, ritual penyucian bubu, pembakaran ujung bubu, pengarakan menuju kuburan desa, perebutan kepala sapi, dan diakhiri setelah kepala sapi ditemukan. Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi ini adalah nilai religius dan nilai persatuan. Tradisi ini bermakna sebagai pembersihan desa dari energi-energi negatif, mendekatkan masyarakat pada-Nya dengan memohon terhindar dari musibah. Nilai persatuan didapat dari gotong royong masyarakat seluruh desa dalam setiap prosesi yang dilakukan tanpa memandang kedudukan, kasta, dan jabatan.
JANA KERTIH: MEMBANGUN MANUSIA HINDU YANG BERKARAKTER MULIA I Putu Sarjana; I Gusti Agung Paramita
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 1 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i1.4087

Abstract

Artikel ini berupaya mengangkat topik Jana Kertih yang merupakan salah satu bagian dari ajaran Sad Kertih. Pembahasan perihal Jana Kertih difokuskan pada aspek filosofis atau tattwa dan susila yang berhubungan dengan kemuliaan manusia. Jana Kertih diartikan sebagai perilaku mulia dalam upaya membangun kualitas sumber daya manusia menuju manusia berkualitas suputra sadhu gunawan. Perilaku yang mulia ini akan terwujud apabila manusia mengetahui hakikat dan tujuan hidup sebagai manusia sesuai ajaran agama Hindu, dan memahami nilai-nilai etis, estetis dan religius yang tertuang dalam teks-teks sastra. Perilaku mulia ini dibangun melalui pendekatan secara sakala (empiris) dan niskala (non empiris). Secara sakala perilaku mulia dibangun dengan cara internalisasi ajaran-ajaran Tattwa (Ketuhanan) dan Tata Susila (moralitas) melalui pelaksanaan pendidikan (asrama), sementara secara niskala (rohani) perilaku mulia dibangun melalui pelaksanaan upacara yadnya khususnya manusa yadnya.
HAMBATAN REGENERASI KEPEMIMPINAN HINDU DI DESA ADAT MENDOYO DANGINTUKAD Ida Ayu Surya Wahyuni; I Gusti Agung Putu Sagung Angga Diputra
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 1 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i1.4107

Abstract

Regenerasi kepemimpinan merupakan sebuah upaya dalam memciptakan generasi pemimpin masa depan yang lebih baik. Melalui regenerasi kepemimpinan Hindu dapat mengantarkan terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur, cukup sandang, pangan dan papan karena dipimpin oleh pemimpin-pemimpin yang memiliki akhlak dan moral yang baik, cerdas, jujur, rela berkorban, arif serta bijaksana dan berkepribadian. Penelitian ini terfokus pada masalah pentingnya regenerasi kepemimpinan Hindu pada masyarakat dan pemerintahan Desa Adat Mendoyo Dangintukad, di Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana; dan persoalan yang ditemukan dalam regenerasi kepemimpinan pada pemerintahan Desa Mendoyo Dangintukad, di Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif deskriptif yang dipadukan dengan beberapa sumber untuk mendapatkan data yang valid. Hasil penelitian ini menemukan beberapa hal sebagai berikut: Pentingnya regenerasi kepemimpinan pada lingkungan keluarga dan masyarakat di Desa Mendoyo Dangintukad, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana disebabkan karena alasan informal, alasan formal, dan alasan non formal. Penyebab generasi tua enggan melakukan regenerasi kepemimpinan di Desa Mendoyo Dangintukad, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana karena empat faktor yakni kewibawaan dan jabatan, sumber daya manusia (SDM) dan kekuasaan.
WACANA YOGA DALAM TEKS TUTUR/TATTVA ABAD XX W.A. Sindhu Gitananda; I Gde Agus Darma Putra; I Gusti Agung Paramita; I Nengah Artawan; I.B. Gede Prastawa; Putu Durga Laksmi Devi
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 1 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i1.4108

Abstract

Wacana yoga selalu mengalami perkembangan seiring tren wacana otoritatif yang dimungkinkan oleh sifat inklusif ajaran Hindu-Siwaistik di Bali. Artikel ini bertujuan mengelaborasi perkembangan wacana yoga tersebut dalam teks Tutur/Tattva abad XX: Siw?gama, Aji Sangkya, dan Rsi Yadnya Sankya dan Yoga. Dalam rangka itu, pendekatan kualitatif dengan penekanan pada stilistika dan hermeneutika dengan perspektif bandingan dalam memahami teks diterapkan untuk tujuan deskripsi dan interpretasi. Berdasarkan elaborasi, dapat dipahami bahwa ketiga teks menunjukkan masing-masing versi wacana yoga yang dipahami sesuai dengan bacaan (intertekstualitas) yang digunakan dalam rangka penyusunannya. Hal tersebut selain mempertegas dasar pandangan tren wacana, juga menyiratkan bahwa intensionalitas penulis dengan horizon bacaannya masing-masing sangat mempengaruhi konstruksi teks Tutur/Tattva yang disusun secara eclectik, yang dalam hal ini untuk mempertegas posisi keberagamaan Hindu-Siwaistik Bali.
ESENSI MEMBANGUN IDENTITAS NASIONAL SEBAGAI WUJUD PERTAHANAN BUDAYA PADA MAHASISWA PPKN Priazki Hajri Hendra
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 1 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i1.4153

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk melihat bagaimana esensi membangun identitas nasional sebagai wujud pertahanan budaya pada mahasiswa PPKn FKIP Universitas Jambi. Hal ini didasari karena pengaruh globalisasi yang tinggi dinilai dapat memudarkan identitas nasional bangsa Indonesia, maka dari itu perlu untuk ditanamkan substansi implementasi dari identitas nasional tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa perlu untuk menjadi agen transformasi dalam menjaga tradisi dan budaya yang ada, tidak hanya itu, mahasiswa juga dituntut untuk membangun refleksi diri terhadap persoalan yang dihadapi bangsa ini terutama sebagai mediator dalam mengedukasi generasi selanjutnya. Dan sebagai kesimpulan dalam penelitian ini mahasiswa memiliki peran yang strategis dalam menentukan arah bangsa ini kedepannya, hal ini diindikasikan karena mahasiswa merupakan generasi yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan selanjutnya, serta peran mahasiswa sebagai seorang pembelajar sejalan dengan semnagat serta visi misi negara untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa yang berkarakter.
SEJARAH DAN KONSEP RELIGIUSITAS GERAKAN MASYARAKAT KESADARAN KRISHNA INTERNASIONAL Satria Adhitama
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 2 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i2.4836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam bagaimana ajaran Hare Krishna atau Gerakan Masyarakat Kesadaran Krishna Internasional (International Society For Krishna Consciousness/ISKCON). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data studi pustaka dan wawancara secara mendalam. ISKCON adalah gerakan keagamaan berbasis kitab suci Veda yang didirikan di luar India tepatnya Amerika Serikat pada tahun 1960-an. Konsep Religiusitas Gerakan Hare Krishna atau ISKCON dapat dilihat dari tattwa atau filsafat ajaran Hare Krishna yaitu Acintya Bedha-Abheda Tattwa yang bermakna beda dan sama pada saat yang sama, demikian kebenaran adalah melampui akal manusia. Selain itu terdapat ajaran susila etika yang ditekankan oleh kelompok Hare Krishna yaitu prinsip-prinsip dharma dan prinsip-prinsip adharma. Terdapat juga tuntunan bagi penganut Hare Krishna untuk melakukan pelayanan kepada Tuhan, delapan instruksi kepada jemaat Hare Krishna yang dikenal dengan Siksha Asthakam, berbagai macam upacara pemujaan serta ritual, pengucapan mahamantra yang dilakukan secara berulang dan beramai-ramai, serta konsep religiusitas jemaat Hare Krishna juga bisa dilihat dari bagaimana seorang jemaat mencintai Sri Krishna (Lima Rasa Cinta Rohani kepada Krishna).