cover
Contact Name
Ismed
Contact Email
ismedfateta@gmail.com
Phone
+62751-72772
Journal Mail Official
jurnal.logista@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas, Kampus Limau Manis - Padang 25163, West Sumatera, Indonesia.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25796283     EISSN : 2655951X     DOI : 10.25077
Core Subject : Agriculture,
LOGISTA: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat is a scientific journal that covers the community service activities related to agricultural product technology, agricultural engineering, agricultural industrial technology, nutrition and public health, pharmacy, biology, climatology, agroecotechnology, soil science, agricultural cultivation, plant protection, medicine, family and consumers, livestock, fisheries, forestry, conservation, environment, socio-economics, engineering, and entrepreneurship that have been considered and approved by the Editorial boards.
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2020)" : 83 Documents clear
TEKNOLOGI PENGOLAHAN GULA SEMUT AREN PADA KELOMPOK TANI DI KELURAHAN PENYENGAT RENDAH KOTA JAMBI Yernisa Yernisa; Ade Yulia; Lisani Lisani; Fera Oktaria; Rudi Prihantoro
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.263-267.2020

Abstract

Tanaman aren (Arenga pinata) merupakan salah satu tanaman yang diusahakan oleh masyarakat Kelurahan Penyengat Rendah Kecamatan Telanaipura Jambi. Terdapat sekitar 100 pohon aren tersebar di kawasan wilayah ini. Selama ini, nira aren dijual petani ke tempat usaha pembuatan tuak dan sebagian lagi olah menjadi gula aren cetak. Gula semut merupakan salah satu produk olahan nira aren yang berbentuk kristal yang memiliki harga lebih tinggi dibandingkan dengan gula aren cetak. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah agar kelompok tani di Penyengat Rendah memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan mengolah nira aren menjadi gula semut. Sasaran kegiatan ini adalah Kelompok Wanita Tani Cherry dan Kelompok Tani Galusia di daerah Penyengat Rendah. Kegiatan dilakukan dalam bentuk pelatihan dan demonstrasi pembuatan gula semut. Kegiatan berjalan dengan lancar dan kelompok tani telah membuat gula semut secara mandiri dan menjual produknya ke konsumen.
PELATIHAN PENGOLAHAN IKAN AIR TAWAR SEBAGAI POTENSI LOKAL UNTUK PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA DI NAGARI ALAHAN PANJANG KECAMATAN LEMBAH GUMANTI KABUPATEN SOLOK Rahmi Holinesti; Kasmita Kasmita; Ranggi Rahimul Insan; Wiwik Gusnita; Dikki Zulfikar
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.32-40.2020

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mencarikan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat khususnya para wanita dalam meningkatkan ekonomi keluarga, yaitu dengan cara membuat aneka olahan yang beranekaragam berbasis bahan pangan lokal (ikan air tawar). Hasil perikanan air tawar yang terdapat di Nagari Alahan Panjang masih terbatas untuk pemenuhan kebutuhan makanan sehari, yaitu lauk-pauk. Biasanya ikan tersebut digoreng, digulai, atau dipepes. Wanita sebagai pengelola rumah tangga, haruslah mampu menggali potensi dan sumber daya keluarga yang ada. Jika sumber daya tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik, niscaya akan sangat membantu dalam meningkatkan taraf kehidupan dan ekonomi keluarga. Terkait dengan hal tersebut, maka dirasa perlu untuk memberikan keterampilan pengolahanikan air tawar kepada ibu rumah tangga, sehingga diharapkan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan untuk berwirausaha untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Berdasarkan analisis masalah di atas, maka usulan model kegiatan adalah : Pelatihan peningkatan kreatifitas membuat aneka olahan berbasis bahan pangan lokal, serta pendampingan teknis bagi ibu –ibu rumah tangga yang tergabung dalam PKK ataupun tidak tergabung dalam PKK, serta remaja putri yang berada di Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai pengelolaan usaha. Metode yang dilakukan dalam kegiatan PKM yaitu : Memberikan beberapa alat, bahan pelatihan, serta modul materi pelatihan yang akan dilaksanakan; Penyajian materi sesuai dengan isi buku resep ditambah mengenai materi gizi makanan, hygine dan sanitasi, manajemen dapur, dan kewirausahaan terkait usaha yang akan dijalankan; serta Pelatihan pembuatan beberapa jenis aneka olahan berbasis bahan pangan lokal. Target luaran kegiatan adalah : Peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menghasilkan aneka olahan; Peserta mampu menata dan mengelola usaha mereka dengan baik dan berkelanjutan; terdapatnya aneka olahan khas berbasis pangan lokal yang dapat dijadikan sebagai oleh-oleh bagi konsumen; serta dihasilkannya publikasi ilmiah hasil PKM melalui jurnal nasional maupun media masa. Kata kunci : Ibu rumah tangga, remaja putri, pelatihan, olahan, ikan air tawar ABSTRACT This community service activity aims to find solutions to problems faced by the community, especially women in improving the family economy, namely by making various preparations based on local food ingredients. Because the freshwater fishery products found in Nagari Alahan Panjang are still limited to meeting daily food needs, namely side dishes. Usually the fish is fried, rolled, or dipepes. Women as household managers must be able to explore the potential and existing family resources. If these resources can be utilized properly, it will undoubtedly be very helpful in improving the standard of life and the family economy. In connection with this, it is necessary to provide food skills to housewives, so that it is hoped that it can increase knowledge and skills that can be used for entrepreneurship to improve the family economy. Based on the problem analysis above, the proposed activity model is: Training to increase creativity in making various local food-based preparations, as well as technical assistance for housewives who are members of the PKK or not part of the PKK, as well as young women who are in Nagari Alahan Panjang, Lembah Gumanti District, starting from planning, implementation, to business management. The methods used in PKM activities are: Providing several tools, training materials, and training material modules to be implemented; Presentation of material in accordance with the contents of the recipe book plus the material on food nutrition, hygiene and sanitation, kitchen management, and entrepreneurship related to the business to be run; as well as training in the manufacture of various types of local food based preparations. The output targets for the activity are: Participants can improve their knowledge and skills in producing various preparations; Participants are able to organize and manage their business properly and sustainably; there are various local food-based specialties that can be used as souvenirs for consumers; and producing scientific publications on PKM results through national journals and mass media. Keywords: Housewives, Young Women, Training, Processed, Fresh water Fish.
PEMBUATAN PROPOSAL SPONSORSHIP DI KARANG TARUNA RW 07 JATILUHUR, JATIASIH, BEKASI, JAWA BARAT Heppy Atma Pratiwi; Hilda Hilaliyah; Siti Rokayah
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.204-209.2020

Abstract

Sponsor memiliki peran penting dalam penyelenggaraan sebuah kegiatan atau event. Sponsor dapat berupa perusahaan, lembaga, instansi yang memiliki kepentingan pada event tersebut. Sponsor akan diperoleh apabila gagasan atau ide dalam event yang ditawarkan kepada sponsor memiliki daya tarik untuk menciptakan peluang publikasi dan promosi serta pencitraan pada pihak sponsor tersebut. Karang taruna menjadi wadah penggerak dalam sebuah penyelenggaraan. Namun, tidak semua anggota karang taruna mengetahui cara membuat proposal sponsorship. Untuk itu, penulis memberikan pelatihan pembuatan proposal sponsorship untuk kegiatan yang dilakukan Karang Taruna RW 07 Jatiluhur, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah ceramah plus dan pendampingan yang dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting. Adapun hasil dari kegiatan ini, yaitu para anggota karang taruna dapat memahami materi proposal sponsorship dan mampu mengoperasikan aplikasi desain grafis Canva dan web pembuatan proposal yang dapat digunakan untuk cara yang lebih efisien dan kreatif. Dengan demikian, pelatihan ini dapat dikatakan sukses. Kata kunci: Pelatihan, Proposal, Sponsorship, Karang taruna, Event ABSTRACT Sponsor has an important role in organizing an activity or event. Sponsors can be companies, institutions, agencies that have an interest in the event. Sponsors will be obtained if the ideas or ideas in the event offered to the sponsor have the appeal to create opportunities for publication and promotion as well as branding on the sponsor's party. The youth organization becomes a vehicle for activation in an implementation. However, not all members of the youth organization know how to make a sponsorship proposal. For this reason, the authors provide training in making sponsorship proposals for activities carried out by Karang Taruna RW 07 Jatiluhur, Jatiasih, Bekasi, West Java. The method used is lecture plus and mentoring which is implemented virtually through the zoom meeting application. The result of this activity is that members of the youth organization can understand the material of the sponsorship proposal and are able to operate the Canva graphic design application and web proposal creation which can be used in a more efficient and creative way. Thus, this training can be said to be a success. Keywords: Training, Proposal, Sponsorship, Youth organization, Event
PELATIHAN PEMBUATAN NATA DE COCO SEBAGAI MAKANAN BERKADAR SERAT TINGGI KEPADA ANAK-ANAK PANTI ASUHAN AL YUSRA PADANG Linda Advinda; Des M; Rahmadhani Fitri; Elsa Yuniarti
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.565-571.2020

Abstract

Nata de coco adalah sejenis makanan yang mengandung kadar serat tinggi, dan sudah dikenal luas oleh masyarakat. Di Indonesia, nata de coco sering disebut sari air kelapa atau sari kelapa. Nata de coco biasanya dikonsumsi berupa minuman segar yang ditambahkan ke dalam sirup, agar jeli, fruit coctail, dan lain-lain. Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah dalam rangka memenuhi dan menggapai harapan dari panti asuhan Al Yusra Padang, yaitu memberikan pendidikan dan pelatihan-pelatihan pada anak panti. Pelatihan yang diberikan adalah pembuatan nata de coco, sejenis makanan yang mengandung kadar serat tinggi. Pelatihan pembuatan nata de coco dimulai dari pengenalan tentang bibit nata de coco, proses pembuatan nya, hingga pengemasan nata de coco menggunakan mesin pres gelas platik agar bisa di jual. Setelah mendapatkan pelatihan, peserta yang awalnya tidak mengetahui tentang nata de coco menjadi tahu. Peserta pelatihan baru mengetahui bahwa air kelapa merupakan bahan dasar pembuatan nata de coco. Setelah kegiatan berakhir, peserta pelatihan sangat antusias untuk mencoba membuat nata de coco secara mandiri. Kata kunci: Nata de coco, Serat, Air kelapa, Sari kelapa, Minuman segar ABSTRACT Nata de coco is a type of food that contains high fiber content, and is well known to the public. In Indonesia, nata de coco is often called coconut water extract or coconut juice. Nata de coco is usually consumed in the form of fresh drinks added to syrup, jelly, fruit coctails, and others. The purpose of this service activity is to fulfill and reach the expectations of the Al Yusra Padang orphanage, which is to provide education and training to orphanage children. The training was about making of nata de coco, a type of food that contains high fiber content. The training in making nata de coco starts with an introduction to nata de coco starter, the manufacturing process, to the packaging of nata de coco using a plastic glass pressing machine so that it can be sold. After receiving the training, participants who initially didn't know about nata de coco came to know about it. The training participants have just learned that coconut water is the basic ingredient for making nata de coco. After the activity ended, the training participants were very enthusiastic about trying to make nata de coco independently. Keyword: Nata de coco, Fiber, Coconut water, Coconut juice, Fresh drinks
MENGGALI KEARIFAN LOKAL TENTANG ADAT ISTIADAT DAN PELESTARIAN SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN DILAKSANAKAN DI DESA PINGGIR HUTAN DI KEMUKIMAN MANGGAMAT Elyani Elyani; Khamo Waruwu
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.435-442.2020

Abstract

Tujuan dari pengabdian adalah untuk Menggali kearifan lokal dan membinaannya menjadi tradisi kehidupan adat dalam melestarikan Alam dan Lingkungan bertujuan untuk: a. Menjamin agar pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan terkelola dan; b. terpelihara dengan baik yang mendukung pembangunan berkelanjutan; c. Melestarikan dan melindungi Sumber Daya Alam dan Lingkungan dari kerusakan dan pencemaran serta eksploitasi Sumber Daya Alam yang tak terkendali. Menggunakan metode FGD (Focus Discussion Group) yaitu Diskusi Kelompok yang Terarah untuk mmengumpulkan data dan menggali informasi secara partisfatif dan terfokus pada orang orang yang tertentu. Terarah/fokus, tidak ramai, informasi dapat terjawab sesuai dengan harapan dan tujuan FGD dibantu dengan seorang yang dapat memfasilitasi para peserta lainnya. Berdasarkan pelaksanaan dan evaluasi kegiatan, program kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Dosen Fakultas Hukum, dan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Cut Nyak Dhien di Kemukiman Manggamat kecamatan Kluet Tengah, dapat terlaksanan dengan baik dengan tujuan untuk mendokumentasikan kearifan lokal yang selama ini sudah mulai ditingalkan oleh oleh generasi sekarang/ anak Milenial sehingga perlu dituliskan agar anak genarasi sekarang dan generasi yang akan datang mengetahui dan dapat terus mengamalkan adat istiadat dan resam Manggamat menjadi budaya yang lestari yang diharapkan. Adapun harapan kegiatan ini dapat berlanjut sehingga masyarakat bisa mendapat manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan serta terciptanya kembali Hutan dan Lingkungan yang lestari di Kemukiman Manggamat Kabupaten Aceh Selatan. Semoga adat dan resam yang telah disepakati bersama ini menjadi bagian dari budaya masyarakat sekitar Hutan. Kata Kunci: Kearifan local, Adat istiadat, Lingkungan ABSTRACT The purpose of this service is to explore local wisdom and develop it into a tradition of customary life in preserving Nature and the Environment, aiming to: a. Ensure that the utilization of Natural Resources and the Environment is managed and; b. well-maintained that supports sustainable development; c. Preserving and protecting Natural Resources and the Environment from damage and pollution as well as uncontrolled exploitation of Natural Resources. Using the FGD (Focus Group Discussion) method, namely a Focused Group Discussion to collect data and gather information in a participatory manner and focus on certain people. Targeted / focused, not crowded, information can be answered in accordance with the hopes and objectives of the FGD, assisted by someone who can facilitate other participants. Based on the implementation and evaluation of activities, the community service activity program carried out by Lecturers of the Faculty of Law, and Lecturers of the Faculty of Economics, Cut Nyak Dhien University in the Manggamat habitation, Kluet Tengah sub-district, can be carried out well with the aim of documenting local wisdom that has been left by the current generation/Millennial children so it is necessary to write it down so that the current generation and future generations know and can continue to practice the customs and traditions of Manggamat to become the expected sustainable culture. The hope is that this activity can continue so that the community can benefit from improving welfare and the re-creation of a sustainable forest and environment in the Manggamat District, South Aceh Regency. Hopefully this custom and resam that have been mutually agreed upon will become part of the culture of the community around the Forest. Keywords: Local wisdom, Customs, The environment
PEMANFAATAN KELAS IBU HAMIL SEBAGAI MEDIA EDUKASI DI PUSKESMAS PUTRI AYU, KOTA JAMBI Ratu Kusuma; Armina Armina; Ahmad Dahlan
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.373-378.2020

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi, dimana Kelas Ibu Hamil merupakan salah satu kegiatan rutin pada Program Kesehatan Ibu dan Anak, namun belum semua ibu hamil sasaran yang mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, perubahan sikap dan tindakan ibu tentang Kelas Ibu Hamil. Rangkaian kegiatan telah dilakukan pada Februari-Agustus 2020, namun proses edukasi baru bisa dilaksanakan pada Juli-Agustus 2020 karena kendala covid-19. Metode edukasi yang awalnya direncanakan dalam bentuk edukasi kelompok, tetapi pelaksanaannya berupa edukasi perorangan terhadap 9 ibu hamil masing-masing 3 kali pertemuan yaitu ibu yang melakukan kunjungan antenatal dengan menerapkan protokol kesehatan (mencuci tangan, menggunakan masker, pelindung wajah dan physical distancing). Materi disampaikan melalui leaflet yang dibagikan sebelumnya, terdapat 1 ibu yang tidak bisa membaca sehingga leaflet dibacakan oleh penyuluh sambil dijelaskan satu persatu. Sebelum dan setelah edukasi, dilakukan test menggunakan kuesioner, hasil yang didapatkan: 1) terjadi peningkatan rerata pengetahuan (3,12) dan peningkatan rerata sikap (5,97); 2) sebanyak 66,67% ibu tidak pernah mengikuti Kelas Ibu Hamil; 3) ibu, suami/keluarga aktif mengikuti edukasi sampai selesai; dan 4) ibu-ibu bersedia mengikuti Kelas Ibu Hamil jika kegiatan tersebut kembali dilakukan setelah pandemi covid-19. Pelaksanaan edukasi ini mampu merubah perilaku ibu tentang Kelas Ibu Hamil. Kata kunci: Kelas, Ibu, Hamil, Media, Edukasi ABSTRACT This activity was carried out at Putri Ayu Health Center in Jambi City, Kelas Ibu Hamil is one of the routine activities in the Maternal and Child Health Program, but not all pregnant women target participated in this activity. This activity aims to increase knowledge, change attitudes and actions pregnant women about Kelas Ibu Hamil. A series of activities were carried out in February-August 2020, but the educational process is carried out on Juli-August 2020 caused by the covid-19 pandemic. The educational method is planned in group education, but its implementation is individual education to 9 pregnant women each of 3 meetings, given to pregnant women who make antenatal visits, implementing health protocols (use masks, face shields and physical distance). The material was delivered through the previous leaflet, there was 1 pregnant women who could not read so that the instructor read the brochures one by one. Before and after education, a test was conducted using a questionnaire, the results obtained were: 1) increased knowledge average (3,12) and attitudes average (5,97) of pregnant women; 2) as much 66,67% pregnant women never attended the Kelas Ibu Hamil; 3) pregnant women, husband or family actively participate in education until it is finished; and 4) pregnant women are willing to take part in the Kelas Ibu Hamil if the activity is carried out again after the Covid-19 pandemic. The implementation of this education is able to change the behavior of pregnant women about Kelas Ibu Hamil. Keywords: Kelas, Ibu, Hamil, Educational, Media.
MEREK DAN MEDIA SOSIAL MANAJEMEN PADA USAHA BATUR DEKORASI DI KECAMATAN TEGALLALANG, KABUPATEN GIANYAR, BALI Bagus Made Sabda Nirmala; Pande Putu Gede Putra Pertama
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.136-142.2020

Abstract

Batur Dekorasi Bali merupakan usaha yang berfokus pada dekorasi tradisional khususnya untuk upacara adat di Bali seperti Upacara Mepandes (pernikahan Bali) dan Upacara-upacara lainnya. Batur Dekorasi Bali atau BTR Dekorasi Bali melayani kebutuhan pelanggan dari sewa seperti gayor tradisional Bali, dekorasi ruangan, sewa tenda dan sewa kursi. Saat ini BTR sering menerima pemesanan dari kerabat. Branding logo belum dimiliki oleh BTR hingga manajemen media sosial juga belum dikelola dengan baik. Pengabdian ini bertujuan membantu usaha Batur Dekorasi Bali atau BTR untuk branding logo atau produk jasa mitra agar bisa lebih dikenal oleh masyarakat. Selain itu juga diberikan penyuluhan berupa manajemen media sosial yang baik sehingga bisa membantu mitra lebih dikenal melalui dunia maya khususnya media sosial. Hasil yang dicapai pada pengabdian ini yaitu redesign branding logo usaha, sebagai media pengenalan atau awareness yang bisa digunakan dalam melakukan promosi media sosial Instagram. Selain itu dilakukan migrasi akun instagram dari personal ke business account instagram. Sebanyak 67% anggota mitra menyatakan bahwa pengabdian tentang branding dan manajemen media sosial Instagram bermanfaat untuk UKM mitra. Kata kunci: Dekorasi bali, Media sosial instagram, Branding logo ABSTRACT Batur Dekorasi Bali is a small business that focuses on traditional decoration for example Balinese ceremonies such as Mepandes Ceremony (wedding). Batur Dekorasi Bali or BTR Dekorasi Bali serve the needs of customers from rentals such as traditional Balinese gayor, room decorations, tent rentals and chair rentals. Nowadays BTR often accepts orders from their partner who need rent tent or chair. Branding logo are not yet applied by BTR and social media management is also not well managed. This report aims to help Batur Decoration Bali or BTR businesses to branding their logos or service products to be better known by the public or prospect customer. In addition, counseling will also be given in the form of how to do social media management, so that it can help BTR to better known by the wider community through online media, especially instagram. The results achieved in this report are redesigning the business logo for branding purpose, as an awareness media that can be used in promotions through Instagram, migration from personal to business account. About 67% of member Batur Dekorasi Bali agree this event help them know better about branding and social media management. Keywords: Balinese Decoration, Social media instagram, Branding
PENGOLAHAN ABON JANTUNG PISANG SEBAGAI UPAYA DIVERSIFIKASI PANGAN BAGI MASYARAKAT DI DESA SEUNEUBOK ACEH BARAT Lia Angraeni; Nanda Triandita; Maya Indra Rasyid; Hilka Yuliani
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.550-555.2020

Abstract

Jantung pisang merupakan bagian dari tanaman pisang yang selama ini masih kurang dimanfaatkan. Jantung pisang berpotensi untuk diolah menjadi abon yang bergizi, di samping harganya juga cukup murah. Abon jantung pisang diharapkan dapat meningkatkan diversifikasi pangan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh Dosen Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan jantung pisang sebagai bahan alternatif untuk pembuatan abon dan mempraktekkan cara pengolahan jantung pisang menjadi abon. Peserta kegiatan ini berjumlah 20 orang yang merupakan ibu rumah tangga di lingkungan Desa Seunebok, Aceh Barat. Peserta dapat memahami potensi dan manfaat jantung pisang sebagai bahan pangan yang menyehatkan serta mampu mengolah jantung pisang menjadi produk abon yang bergizi. Kata kunci: Abon, Jantung pisang, Diversifikasi pangan ABSTRACT Banana flowers is part of the banana plant that is still underutilized. It has the potential to be processed into a nutritious shredded, besides the price is also quite cheap. Shredded banana flower is expected to increase food diversification. This community service activity was carried out by lecturer from Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agriculture, Teuku Umar University in Seuneubok Village, West Aceh. The purpose of this activity was to introduce banana flowers as an alternative material for making shredded and to practice the processing of banana flowers into shredded. The participants in this activity were 20 housewives in Seunebok Village, West Aceh. Participants could understand the potential of banana flowers as healthy food and be able to process banana flowers into nutritious shredded products. Keywords: Shredded, Banana flowers, Food diversification
PRODUK INOVASI HAND SANITIZER DARI AKAR BAJAKAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Noval Noval; Kunti Nastiti; Dyan Fitri Nugraha; Rahmadani Rahmadani; Tuti Alawiyah
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.305-312.2020

Abstract

Wabah virus corona belakangan ini telah menyebar ke berbagai penjuru dunia. World Health Organization (WHO) telah menyatakan bahwa COVID-19 sebagai pandemi global. Penyebaran covid-19 di Kalimantan Selatan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan pada tanggal 12 April 2020 terdapat 1.184 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 15 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan 34 pasien positif covid-19 diantaranya ada 28 PDP, 4 pasien yang meninggal dan 2 pasien yang dinyatakan sembuh. Berdasarkan data tersebut kota Banjarmasin melaporkan ada sebanyak 232 ODP, 7 PDP, 14 pasien positif covid-19 sedang dalam perawatan dan 3 pasien meninggal. Hand Sanitizer digunakan sebagai salah satu alternatif jika tidak ditemukannya air untuk melakukan cuci tangan dalam rangka pencegahan dari virus corona. Produk hand sanitizer juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk bagian upaya dari menghindarkan paparan virus corona. Kurangnya ketersediaan hand sanitizer di pasaran dan meningkatnya harga jual hand sanitizer membuat masyarakat kesulitan mendapatkan dan sulit untuk membeli. Maka atas dasar tersebut, membuat produk inovaso hand sanitizer menggunakan bahan aktif dari bahan alam khas Kalimantan berupa akar bajakah (Littoralis hask) yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan virus dan bakteri. Serta pembagian produk dan langkah edukasi kepada masyarakat di tengah terjadinya pandemi virus corona. Kata kunci: Produk inovasi, Hand sanitizer, Akar bajakah, Covid-19 ABSTRACT The corona virus outbreak has recently spread to various parts of the world. The World Health Organization (WHO) has declared COVID-19 as a global pandemic. The infection number in South Kalimantan on April 12nd, 2020 were 1,184 people under monitoring (ODP), 15 patients under surveillance (PDP), and 34 positive patients for Covid-19, of whom 28 were PDP, 4 patients who died and 2 patients who were declared cured. Based on these data, the city of Banjarmasin reported that there were 232 ODP, 7 PDP, 14 positive patients with Covid-19 were being treated and 3 patients died. Hand Sanitizer is used as an alternative if water is not found for washing hands in order to prevent the corona virus. Hand sanitizer products are also very much needed by the community as part of the effort to avoid exposure to the corona virus. Lack of availability of hand sanitizers on the market and the increasing selling price of hand sanitizers have made it difficult for people to find and buy. So on this basis, making innovative hand sanitizer products uses active ingredients from natural ingredients typical of Kalimantan in the form of Bajakah roots (Littoralis hask) which functions to inhibit the growth of viruses and bacteria. As well as the distribution of products and educational steps to the public in the midst of the corona virus pandemic. Keywords: Innovation product, Hand sanitizer, Bajakah’s root, Covid-19
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAGU UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI SAGU MERAH-PUTIH DI DESA PORTO Nelson Gaspersz; Erwin Ubwarin; Jacobus Cliff Diky Rijoly
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.70-77.2020

Abstract

Sagu tumbuh dan berkembang sangat banyak di daerah Maluku. Sagu memiliki potensi yang paling besar untuk digunakan sebagai pengganti beras. Keuntungan sagu dibandingkan dengan sumber karbohidrat lainnya adalah tanaman sagu atau hutan sagu sudah siap dipanen bila diinginkan dan memiliki nilai kandungan gizi dan ekonomis yang tinggi namun belum dikelola secara baik sesuai permintaan pasar. Oleh karena itu, melalui Program Produk Teknologi yang Diseminasikan ke Masyarakat diharapkan ada tranformasi learning yang diberikan untuk mengembangkan masyarakat khususnya di Desa Porto, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah yang mempunyai usaha yang belum sesuai standar pasar. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi atau penyuluhan kepada mitra, memberikan keterampilan teknis pembuatan peralatan pengolahan sagu, dan pelatihan partisipatif. Sosialisasi dilakukan secara berkelompok dan penggalian solusi masalah dengan teknik Focus Group Discussion. Hasil yang didapat berupa penerapan teknologi tepat guna oleh mitra diantaranya pembuatan alat pemarut batang sagu termodifikasi yang mampu menghasilkan empulur sagu yang lebih halus, alat ekstraksi pati sagu termodifikasi yang dapat memaksimalkan proses ekstraksi sehingga sagu mentah yang dihasilkan lebih banyak, dan alat pemanggang pati sagu untuk pembuatan “Sagu Merah-Putih”. Masyarakat berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai disini, tetapi ada bantuan untuk memfasilitasi pengadaan peralatan atau teknologi ini ke depan. Kata kunci: Desa Porto, Sagu, Teknologi, Produk Merah-Putih ABSTRACT Sago grows and develops well in Maluku region. Sago has the greatest potential as a rice substituted. Sago has more benefit if compared to other carbohydrate sources because it ready to harvested if we want, has high nutritional and economic value, but has not been properly managed according to the market demand. Therefore, through The Technology Product Program that is Disseminated to the Community, hopely that there will be a learning transformation provided to develop the community, especially in Porto Village, Saparua District, Central Moluccas Regency. Socialization was carried out in groups and the exploration of problem solving using the Focus Groups Discussion technique. The results obtained were application of appropriate technology by partners including production of the modified sago stem gratertoolthat capable to produced finer sago pith, a modified sago starch extraction tool that maximizes the extraction process so that more raw sago is produced, and a sago starch roaster tool for production of "SaguMerah-Putih" product. The community hopes that activity doesn’t stop here, but there is acollaborated to facilitated the procurement of this equipments or technologies in the future. Keywords: Porto Village, Sago, Technology, Merah-Putih Products