cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 789 Documents
ANALISA PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI KECAMATAN BALIGE KABUPATEN TOBA SAMOSIR (STUDI KOMPARATIF SMA NEGERI 1 BALIGE DAN SMA NEGERI 2 BALIGE) Dearlina Sinaga
Sosiohumaniora Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.091 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i2.12082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana peran dari komite sekolah dalam meningkatankan mutu pendidikan di SMA negeri1 dan SMA negeri 2 di Kecamatan Balige. Pendekatan yang dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, dengan populasi sebanyak 138 orang. Kemudian diambil sampel sebanyak 103 orang dengan tingkat random sampling yang terdiri dari semua pengurus komite, Pengurus OSIS, ketua MGMP dan orangtua pengurus OSIS.  Pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuisioner, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dengan menggunakan persentase, sedangkan pengujian hipotesis penelitian menggunakan uji F dan uji t yang diolah dengan program SPSS versi 20. Hasil penelitian menjelaskan Peran Komite Sekolah di SMA Negeri 2 Balige mempunyai rata-rata 167,21,  yang jauh di atas rata-rata peran komite sekolah di SMA Negeri 1 Balige, yaitu 148.25. Sedangkan rata-rata Mutu Pendidikan di SMA Negeri 2 Balige adalah 172,48 yang juga lebih tinggi dari rata-rata mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Balige yaitu 152,96. 
STRATEGI PROMOSI UNTUK MENINGKATKAN KOMERSIALISASI HASIL RISET IPTEK Engkus Kuswarno
Sosiohumaniora Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v8i2.5369

Abstract

Tema kajian ini adalah bagaimana produk iptek hasil riset dapat dijadikan komoditas yang komersial dan laku dijual. Cara memasarkan produk iptek biasanya secara konvensional melalui seminar dan publikasi. Untuk Memasarkan (mengkomersialkan) ciptaan iptek itu tampaknya perlu strategi lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan survey deskriptif dan pengumpulan data memalui Focus Group Discussion (FGD). Hasilnya ditemukan bahwa riset untuk penerapan atau aplikasi lebih berpotensi komersial dibandingkan dengan riset untuk pengembangan ilmu. Terdapat dua strategi untuk promosi hasil riset agar berhasil secara komersial, yaitu pendekatan komunikasi pemasaran, melalui bauran promosi atau bauran komunikasi, dan pendekatan inovasi, melaui difusi inovasi. Agar secara komersial menguntungkan, maka peranan jaringan institusi sumber hasil riset iptek (inventor) dengan institusi penguasa hasil riset tersebut (misalnya masyarakat industri dan investor) sangat diperlukan, terutama untuk pemasyarakatan hasil riset dalam jumlah besar atau produksi missal. Kata kunci: Promosi, Komersialisasi, Komunikasi Pemasaran, Bauran Komunikasi, Komunikasi Inovasi, Difusi Inovasi.
GLOKALISASI SPASIO-TEMPORAL DALAM AGAMA ALUK TO DOLO OLEH AGAMA KRISTEN DI TORAJA Stanislaus Sandarupa
Sosiohumaniora Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.382 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v17i1.5677

Abstract

Penelitian ini membahas proses glokalisasi dalam agama Aluk To Dolo yang dilakukan oleh penganutKristen Toraja untuk diintegrasikan ke dalam agama barunya. Pengumpulan data memakai metode etnografi yaituparticipant observation dengan teknik perekaman, video, dan catatan lapangan. Penelitian dilakukan di Torajainduk seperti Makale, Mengkendek dan Sangngalla’ dan di Toraja utara dengan memusatkan penelitian padatiga kasus, yaitu pada pranata tongkonan, sistem ritual dan seni patung. Proses glokalisasi dalam ketiga kasus itumemperlihatkan persamaan dan perbedaannya. Penganalisisan data dilakukan dengan interpreasi langsung yangdigabung dengan analisis narasi.Konsep dualistis agama Aluk To Dolo yang berkonflik dengan konsep monoteismeKristen melatarbelakangi proses glokalisasi dalam ketiga kasus yaitu pranata tongkonan, sistim ritual, dan senipatung. Monoteisme merupakan kriteria utama dalam mengevaluasi Aluk To Dolo. Akibatnya banyak praktikritual yang dihapuskan. Dalam hal itu agama Kristen global bersifat hegemonik. Namun masyarakat lokal Kristenmemakai strategi untuk mempertahankan unsur lokal agamanya. Masyarakat mempunyai kejeniusan lokal untukmembangun keharmonisan kedua elemen budaya yang direkayasa pada dialektika spasio-temporal. Berdasarkantemuan itu disimpulkan bahwa globalisasi tidak selalu hegemonik pada agama lokal. Masyarakat Kristen setempatmempunyai kearifan lokal dalam membangun keharmonisan kedua elemen yang berpusat pada ekstensi spasiotemporal.Kata kunci: dialogisme, glokalisasi budaya, spasio-temporal, Kristen dan Aluk To Dolo
PERLAWANAN PARA JURNALIS (Harian Kompas dalam Peristiwa Bredel’ 94) Abdul Firman Asha
Sosiohumaniora Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v7i2.5342

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menunjukan politik jurnalisme Kompas dalam menyikapi pembredelan pers 1994. Politik jurnalisme didefinisikan sebagai kecenderungan pers yang tidak hanya merefleksikan realitas politik, namun juga aktif terlibat, melalui representasi pemberitaan, dalam realitas politik. Dengan menggunakan analisis isi kualitatif, melalui “deskripsi-historis” isi surat kabar, tulisan ini mengidentifikasi dan memaparkan elemen-elemen isi pemberitaan yang signifikan, baik secara parsial maupun keseluruhan, dalam hubungannya dengan konteks historis tertentu. Hasilnya, ditemukan bahwa Kompas menerapkan strategi diskursus yang delegitimatif, baik dalam teks pemberitaannya, maupun respon yang diberikan oleh para jurnalisnya. Konteks historis yang dikenali dalam melatarbelakangi karakter resistensi para jurnalis tersebut karena situasi pra transisi yang dialami rezim Orde Baru, yang pada akhirnya, belakangan diketahui, melahirkan ‘Revolusi Mei’ yang menjatuhkan rezim Soeharto. Kata Kunci: politik jurnalisme, resistensi
PROFESIONALISME PENYULUH DAN HUBUNGANNYA DENGAN PERAN PENYULUH SEBAGAI AGEN PEMBAHARU (Kasus pada Penyuluh Bidang Peternakan) Sugeng Winaryanto; Unang Yunasaf; Adang Rusmana
Sosiohumaniora Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v6i1.5327

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di wilayah kerja koordinasi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kualitas profesional penyuluh, peran penyuluh sebagai agen pembaharu, dan hubungan kualitas profesional penyuluh dengan perannya sebagai agen pembaharu. Penelitian dilakukan dengan metode survai. Pengambilan responden dilakukan secara sensus. Jumlah responden adalah 18 orang. Uji keeratan hubungan yang digunakan adalah uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas profesional penyuluh tergolong tinggi. Unsur-unsur kualitas profesional penyuluh menunjukkan: sikap terhadap profesi tergolong tinggi, kesediaan belajar tergolong tinggi, kajian lapang tergolong tinggi, dan penguasaan materi tergolong cukup. Peran penyuluh sebagai agen pembaharu tergolong tinggi. Unsur-unsur peran penyuluh sebagai agen pembaharu menunjukkan: perannya sebagai katalisator tergolong tinggi, perannya dalam memberikan pemecahan masalah petani tergolong tinggi, perannya dalam membantu petani dapat menolong dirinya sendiri tergolong tinggi, dan perannya sebagai penghubung terhadap sumber-sumber yang dibutuhkan petani tergolong cukup. Derajat hubungan kualitas personal penyuluh dengan perannya sebagai agen pembaharu menunjukkan adanya hubungan positif yang tinggi. Kata kunci : Profesionalisme penyuluh, peran penyuluh sebagai agen pembaharu
QUALITY OF WORK LIFE, ORGANIZATIONAL COMMITMENT AND TURNOVER INTENTION IN ACCOUNT OFFICER OF MICRO FINANCE COMPANY Adinna Astrianti; Mukhamad Najib; Bagus Sartono
Sosiohumaniora Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3333.03 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v22i1.23121

Abstract

The purpose of this study is to analyze the effect of quality of work life (QWL) on turnover intention through organizational commitment of account officers in micro-finance company. This research was conducted using the survey method. Data were collected using questionnaires from 115 account officers at a micro-finance company in West Java. Data were analyzed using descriptive statistics and SEM-PLS. The results of this study indicate that QWL has a significant and positive effect on organizational commitment and organizational commitment has a significant and negative effect on turnover intention. It can be concluded that by increasing the implementation of QWL will increase the organizational commitment of employees to remain in the company so that it decreases the intention of employees to move or leave the company.
PERCERAIAN SEBAGAI PILIHAN RASIONAL: KASUS PERCERAIAN DI DESA TANAH MERAH, KUPANG – NTT Chris S. Oiladang
Sosiohumaniora Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.485 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i3.5493

Abstract

Perceraian adalah realitas sosial yang mempunyai dua sisi. Di satu sisi bersifat negatif karena bertentangan dengan hakekat perkawinan, dan menimbulkan sejumlah akibat yang tidak diharapkan. Di sisi lain bersifat positif karena perceraian sebagai solusi konflik antara suami-istri, bahkan dengan keluarga. Sisi positif atau negatif fakta tersebut juga berdasarkan pada acuan hukum. Walaupun hukum agama (Kristen) melarang perceraian, namun larangannya lebih bersifat himbauan moril. Di sisi lain adanya peluang perceraian menurut hukum adat yang menawarkan sejumlah jalan keluar dari problem berkeluarga. Pelaku berada dalam dua kekuatan hukum tersebut yang saling bertolak belakang. Menghadapi situasi demikian, individu mempunyai kehendak bebas untuk memilih dari berbagai alternatif yang tersedia untuk mencapai tujuan tertentu. Praktik Perceraian lebih mengacu kepada hukum adat yang dipandang sebagai pilihan rasional., karena lebih dapat menjawab kebutuhannya dalam berkeluarga. Menyangkut tingkat pilihan rasional, maka tindakan sosial dalam kasus kawin-cerai tersebut adalah sesuai tipe Rasionalitas Instrumental (Zweckrationalitat), yaitu kelakuan yang diarahkan secara rasional kepada tercapainya suatu tujuan tertentu. Baik tujuan itu sendiri maupun segala tindakan yang diambil dalam rangka tujuan itu, dan akibat-akibat sampingan yang akan timbul, semuanya dipertimbangkan secara rasional. Kata kunci : Perceraian, pilihan rasional
MODEL ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN DALAM MENDUKUNG PENGENTASAN KEMISKINAN DAN PENGGANGURAN DI PERDESAAN Munadjat Wardoyo; Muhammad Tasrif; Kartib Bayu
Sosiohumaniora Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.629 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i1.9362

Abstract

Semakin banyaknya pengangguran dan kemiskinan, maka semakin dirasakan pentingnya dunia wirausaha. Pembangunan akan berjalan dengan baik jika ditunjang oleh wirausahawan karena kemampuan pemerintah sangat terbatas. Oleh karena itu wirausaha merupakan potensi pembangunan, baik dalam jumlah maupun dalam mutu wirausaha itu sendiri. Kenyataan yang dihadapi bahwa jumlah wirausaha Indonesia masih sedikit dan mutunya masih rendah,sehingga pembangunan wirausaha merupakan persoalan yang mendesak bagi suksesnya pembangunan.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai orientasi kewirausahaan yang dimiliki untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Memperoleh gambaran mengenai kerelasian antara pengusaha dengan pembeli untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Memperoleh gambaran mengenai kerelasian antara pengusaha dengan pemasok untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Memperoleh gambaran mengenai kerelasian antara pengusaha dengan produk komplementer untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan Memperoleh gambaran mengenai kinerja bisnis yang mampu untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Mengetahui pengaruh kewitrausahaan terhadap kerelasian dengan pembeli, kerelasian dengan pemasok, dan kerelasian dengan produk komplementer. Mengetahui pengaruh kerelasian dengan pembeli, kerelasian dengan pemasok, dan kerelasian dengan produk komplementer terhadap kineja bisnis untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Penelitian menggunakan Metode deskriptif (descriptive research), dan verifikatif (verificative research). Unit analisis adalah para pengusaha kecil dan mennegah yang ada di daerah pedesaan Penentuan lokasi sampel dilakukan dengan clusterrandom sampling. Komoditi usaha yang dijadikan sampel di Kabupaten Garut yaitu usaha keajinan kulit, kerajinan tenun, dan usaha dodol. Sedangkan di Kabupaten Sukabumi adalah usaha kerajinan batu mulia, sparpark kendaraan bermotor, pengolahan ikan asin dan usaha kripik. Hasil sementara pelaksanaan penelitian pada tahun pertama dapatdijelaskan sebagai berikut. Orientasi kewirausahaan berpengaruh terhadap kerelasian dengan pembeli, kerelasian dengan pemasok, dan kerelasian dengan produk komplementer Wirausaha di Kabupaten Garut dan Sukabumi. Namun orientasi kewirausahaan memiliki pengaruh yang paling tinggi adalah terhadap kerelasian dengan produk komplementer, yaitu sebesar 0.91 atau dengan kontribusi 82%. Sementara besar pengaruh orientasi kewirausahaan terhadap kerelasianpembeli hanya sebesar 0.87 atau dengan kontribusi 75% dan besar pengaruh orientasi kewirausahaan terhadap terhadap kerelasian dengan pemasok hanya sebesar 0.90 atau dengan kontribusi sebesar 81%. Sehingga semakin meningkat/ baik orientasi kewirausahaan Wirausaha di Kabupaten Garut dan Sukabumi maka akan semakin meningkatkan tingkat kerelasian dengan pembeli, pemasok, dan produk komplementer Wirausaha di Kabupaten Garut dan SukabumiKerelasian dengan pembeli, pemasok, dan produk komplementer secara simultan berpengaruh terhadap kinerja bisnis Wirausaha di Kabupaten Garut dan Sukabumi. Adapun besarnya pengaruh adalah sebesar 81% dengan arah positif. Secara parsial kerelasian dengan produk komplementer dominan mempengaruhi kinerja bisnis Wirausaha di Kabupaten Garut dan Sukabumi, dibandingkan dengan faktor kerelasian dengan pembeli dan kerelasian dengan pemasok. Sehinggadengan melihat dari dominasi pengaruh kerelasian dengan produk komplementer maka semakin baik kerelasian dengan produk komplementer maka akan mengakibatkan meningkatnya kinerja bisnis Wirausaha di Kabupaten Garut dan Sukabumi.
STUDI TENTANG ASPEK POLITIK DAN EKONOMI PADA INDUSTRI PERBUKUAN DI JAWA BARAT (JABAR) Neneng Komariah; Edwin Rizal; Ute Khadijah
Sosiohumaniora Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v5i1.5276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek politik dan ekonomi pada industri perbukuan di Jawa Barat yang dikaitkan dengan kondisi perbukuan, segmen pasar (potential book market), kecenderungan pembajakan buku serta kendala-kendala yang dihadapi para penerbit buku di Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan yang menjadi populasinya adalah para penerbit buku anggota IKAPI wilayah Jawa Barat. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kondisi perbukuan yang ada di Jawa Barat ditinjau dari aspek politik telah mengalami banyak perubahan antara lain dengan adanya kebijakan pemerintah dalam penerbitan buku-buku paket yang tidak lagi menggunakan penerbit pemerintah seperti balai pustaka sebagai penerbit tunggal, namun juga telah melibatkan beberapa penerbit swasta melalui seleksi yang terbuka. Ditinjau dari aspek ekonominya kondisi perbukuan di Jawa Barat yang merupakan lingkaran kedua pada kelompok penerbitan buku di Indoensia, mempunyai interaksi yang cukup tinggi baik ditinjau dari interaksi bisnis, interaksi editorial maupun dari aspek dalam hal pemasaran buku. Segmen pasarnya (potential book market) dapat dibagi menjadi empat kelompok yakni kelompok masyarakat pelajar mulai SD sampai SLTA; kelompok masyarakat perguruan tinggi; kelompok masyarakat umum serta kelompok masyarakat keagamaan. Kecenderungan pembajakan buku di Jawa Barat masih tetap terjadi. Hal ini antara lain disebabkan oleh faktor ketersediaan (availability), terutama untuk buku-buku yang diterbitkan oleh penerbit buku di luar wilayah Jawa Barat. Kendala-kedala yang dihadapi para penerbit buku di Jawa Barat dalam menjalankan usahanya ialah dikarenakan faktor permodalan, serta lemahnya sumber daya. Kata kunci : Buku, Penerbitan
MODEL SINERGI UNSUR PENTAHELIKS PARIWISATA DALAM PENGELOLAAN DESTINASI WISATA KOTA PAREPARE DAN KABUPATEN BONE Ilham Junaid
Sosiohumaniora Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v21i1.17016

Abstract

Menteri Pariwisata Republik Indonesia menggunakan istilah pentaheliks pariwisata yang terdiri dari academics, business, government, community, media (ABGCM) untuk mendorong keterlibatan stakeholder dalam program pengembangan destinasi wisata. Namun, belum terdapat data empiris mengenai bagaimana sinergi yang terbangun antara unsur pentaheliks pariwisata di Sulawesi Selatan. Karena itu, dibutuhkan model sinergi yang dapat menjadi panduan dalam mengelola potensi pariwisata daerah dalam menunjang tercapainya destinasi unggulan. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi kondisi faktual sinergi yang terbangun dan faktor-faktor yang menghambat sinergi unsur pentaheliks pariwisata; 2) mengusulkan model yang dapat diterapkan dalam pengelolaan destinasi wisata dalam perspektif sinergi pentaheliks pariwisata. Penelitian dilaksanakan di Kota Parepare dan Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan pada 2017 dengan metode pengumpulan data kualitatif melalui wawancara dan participant observation. Penelitian ini memanfaatkan konsep stakeholder dalam menganalisis data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi pentaheliks pariwisata telah terbangun meskipun program kerja bidang pariwisata lebih didominasi oleh pemerintah daerah. Keterlibatan pentaheliks pariwisata sangat dibutuhkan untuk mendukung program pengembangan pariwisata daerah. Faktor-faktor seperti implementasi otonomi daerah, kurangnya pemahaman teknologi dan pariwisata oleh beberapa pentaheliks pariwisata serta lemahnya upaya kreatif dan inovatif di bidang pariwisata menjadi tantangan dalam pengelolaan destinasi wisata. Penelitian ini merekomendasikan tiga model manajemen destinasi wisata yakni implementasi tata kelola destinasi wisata (DMO) model pemerintah, model kawasan pariwisata percontohan dan strategi atau model go digital. 

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue