Articles
789 Documents
GENDER DALAM NOMINA BAHASA ARAB: KAJIAN MORFOSEMANTIK
Tb. Ace Fahrullah
Sosiohumaniora Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (716.511 KB)
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v12i2.5450
Bahasa Arab adalah bahasa fleksi murni seperti halnya bahasa Latin atau Sansekerta. Bahasa fleksi adalah bahasa yang pembentukan katanya melalui deklinasi dan konjugasi. Deklinasi adalah perubahan bentuk kata (nomina, adjektiva, dan pronomina) yang disebabkan oleh kategori gramatikal gender, numeri, kasus dan konkordansi, sedangkan konjugasi adalah perubahan bentuk kata (verba) yang disebabkan oleh ketegori garamatikal kala, persona, dan numeri. Gender dalam bahasa Arab dinyatakan dengan pemarkah secara morfologis sehingga dapat dikenali bentuk maskulin dan feminin. Bahasa Arab mengenal dua gender, yaitu maskulin dan feminin. Secara umum nomina bergender maskulin tidak memiliki sufiks \ (-at/-un), sedangkan nomina bergender feminin adalah nomina yang dimarkahi oleh sufiks \ (-at/-un). contoh maskulin : /khadimun‘pembantu’,dan feminin /khadim-atun/‘pembantu wanita’ Kata kunci : Bahasa Arab, kelas kata, feminin dan maskulin.
STRATEGI PEMANFAATAN KEUNGGULAN KOMPARATIF DALAM PENYEDIAAN CALON INDUK SAPI PERAH DI JAWA BARAT
Sri Rahayu -;
Cecep Firmansyah -;
Sondi Kuswaryan -
Sosiohumaniora Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (282.216 KB)
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v17i2.7300
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap keunggulan komparatif dan strategi pemanfaatannyadalam penyediaan induk sapi perah di Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah survey di beberapawilayah sentra dan non sentra budidaya sapi perah di Jawa Barat. Responden peternak ditentukan denganmulty stage, yaitu: tahap-1 menentukan jumlah sample (n), tahap-2 menentukan jumlah sample pada masingmasinglokasi (ni) menggunakan proporsional allocation sampling method, dan tahap-3 pengambilan sampeluntuk masing-masing lokasi menggunakan simplerandom sampling. Jumlah sampel secara keseluruhan adalahsebanyak 65 orang. Teknik analisis yang digunakan merupakan perpaduan antara analisis kualitatif dan kuantitatif.Keunggulan komparatif dianalisis dengan teknik scoring menggunakan likert scale, dan location quotien. Faktorpenentu penyediaan calon induk sapi perah dianalisis menggunakan perspective analysis. Strategi pemanfaatankeunggulan komparatif ditentukan dengan SWOT analysis. Hasil penelitian menujukkan bahwa : (1) Keunggulankomparatif wilayah dalam pengembangan usaha rearing sapi perah menurut urutan tertinggi sampai terendahadalah ketersediaan: (a) pakan hijauan, (b) jumlah tenaga kerja, dan (c) pedet sapi perah betina, (2) seluruh wilayahmemiliki keunggulan komparatif berbeda-beda menurut indeks perbandingan relatif, (3) faktor-faktor penentupengembangan usaha rearing: (a) kebijakan pemerintah, (b) eksistensi petugas/ pembina, dan (c) sumberdayamanusia dan teknologi, dan (4) strategi pemanfaatan keunggulan komparatif dalam penyediaan calon induk sapiperah di Jawa Barat diarahkan pada pengembangan usaha rearing sapi perah berkelanjutan didukung denganberbagai kebijakan yang saling memperkuat satu sama lain. Fokus program diupayakan melalui pengembangankualitas pembinaan, kualitas SDM peternak, peningkatan adopsi teknologi dan inovasi rearing sapi perah.
IRONI PEREMPUAN DI TENGAH ISU SENTIMEN GENDER (TELAAH SOSIOLOGIS NOVEL KONTEMPORER INDONESIA)
Nana Suryana;
Djarlis Gunawan;
Abdul Hamid
Sosiohumaniora Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v3i3.5202
Persoaalan gender sudah lama disinggung dalam karya sastra Indonesia. Novel perintis Azab dan Sengsara, Sitti Nurbaja, dan Layar Terkembang, misalnya, secara khusus menampilkan potret perempuan Indonesia di tengah lingkungannya. Dalam ketiga karya monumental tersebut, terungkap bahwa secara sosial-kultural hubungan laki-laki dan perempuan bersifat hierarkis; lakilaki berada pada kedudukan yang dominan dan perempuan subbordinat; laki-laki menentukan dan perempuan ditentukan. Penelitian ini pada dasarnya membahas masalah gender dalam beberapa novel kontemporer Indonesia. Masalah ini dicoba diangkat sehubungan dengan merebaknya kecenderungan pemikiran baru yang bertalian dengan isu gerakan feminisme dalam beberapa tahun terakhir ini. Berdasarkan telaah secara sosiologis, diperoleh simpulan bahwa novel kontemporer Indonesia ironi. Di tengah upaya gencar memperjuangkan hak-hak mereka, masih terdapat perlakuan sosial-kultural yang timpang. Perlakuan ini pada akhirnya menyebabkan kaum perempuan selalu berada dalam posisi yang ambivalen. Kata kunci : Gender, monumental, hierarkis, kontemporer, feminisme, ambivalen.
PENGARUH KEBERADAAN GAPOKTAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI DAN PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI HUTAN KEMASYARAKATAN
Rahmat Safe’i;
Indra Gumay Febryano;
Lina Nur Aminah
Sosiohumaniora Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (869.919 KB)
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i2.14349
Hutan Kemasyarakatan (HKm) adalah hutan negara yang pemanfaatan utamanya ditujukan untuk memberdayakan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan hutan. Dengan adanya program HKm masyarakat dan pemerintah dapat bersama-sama menjaga kelestarian hutan. Masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengelolaan HKm merasakan dampak yang besar. Dengan adanya program HKm masyarakat memiliki akses untuk dapat memanfaatkan hasil hutan non kayu yang dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan pendapatan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh keberadaan gapoktan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat pengelola lahan HKm serta melihat perbedaan tutupan lahan diareal kerja gapoktan sebelum dan sesudah terbentuknya gapoktan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pendapatan anggota di kedua gapoktan cenderung mengalami peningkatan. Pendapatan anggota Gapoktan Beringin Jaya mengalami peningkatan dari rata-rata Rp. 25.473.684/ha/tahun menjadi rata-rata Rp. 29.368.421/ha/tahun. Pendapatan anggota di Gapoktan Sinar Mulya juga meningkat dari rata-rata Rp. 31.416.66/ha/tahun menjadi Rp. 37.054.042/ha/tahun. Perubahan tutupan lahan di areal kerja kedua gapoktan mengalami perubahan yaitu semakin meluasnya areal pertanian dan lahan terbuka pada areal kerja gapoktan.
PENGARUH PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA (JAMSOSTEK) TERHADAP KINERJA PEGAWAI DALAM PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADA PT. SURYA PRATAMA CITRA SEJATI KOTA SUKABUMI
Dody Hermana
Sosiohumaniora Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v10i3.5401
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) terhadap Kinerja Pegawai dalam Peningkatan Produktivitas pada PT. Surya Pratama Citra Sejati Kota Sukabumi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kenyataan yang menunjukkan bahwa belum seluruh pegawai dapat merasakan manfaat dari kepesertaan Jamsostek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan variabel penelitian terdiri atas variabel bebas yaitu Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja, variabel antara yaitu Kinerja Pegawai Jamsostek, dan variabel terikat yaitu Peningkatan Produktivitas. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta Jamsostek sebanyak 100 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, angket (kuesioner), dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab hipotesis ini adalah analisis statistik dengan model analisis jalur (path analysis). Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) terhadap Kinerja Pegawai dalam Peningkatan Produktivitas pada PT. Surya Pratama Citra Sejati Kota Sukabumi. secara simultan yaitu sebesar 19,421% sedangkan 80,579% dipengaruhi variabel lain. Dari hasil pembahasan dapat ditarik kesimpulan, bahwa Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) terhadap Kinerja Pegawai dalam Peningkatan Produktivitas pada PT. Surya Pratama Citra Sejati Kota Sukabumi. Selanjutnya PT. Jamsostek harus terus memacu pelaksanaan programnya dengan memperhatikan kualitas pelayanan yaitu kehandalan, Cepat Tanggap, Keyakinan, Berbagai Rasa dan Bukti Langsung. Kata-kata Kunci : Jamsostek, Kinerja, Produktivitas, Kualitas pelayanan.
PERAN PERLINDUNGAN SOSIAL DALAM MENGATASI KEMISKINAN DI INDONESIA: STUDI KASUS PROGRAM KELUARGA HARAPAN
Edi Suharto
Sosiohumaniora Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (257.43 KB)
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v17i1.5668
Salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan Indonesia sejak kemerdekaan adalah menanggulangikemiskinan. Meski trennya menurun dari tahun ke tahun, namun jumlah penduduk miskin di Indonesia masihcukup besar, baik yang berada di wilayah perdesaan maupun perkotaan. Perlindungan sosial merupakan salahsatu strategi penanggulangan kemiskinan yang semakin populer di Indonesia, terutama sejak kriris ekonomimenerpa negeri ini di Tahun 1997. Jika diterapkan secara tepat, perlindungan sosial dapat berimplikasi positif padapembangunan ekonomi dan sosial suatu negara. Menggunakan metode “desk review”, artikel ini menelaah peranperlindungan sosial di Indonesia dalam mengatasi kemiskinan, terutama perlindungan sosial yang menggunakanpendekatan Income support schemes (ISS) atau skema tunjangan pendapatan. Di Indonesia, pendekatan IIS iniditerapkan dalam bentuk conditional cash transfer (CCT) atau bantuan tunai bersyarat, yakni Program KeluargaHarapan (PKH). Telaah terhadap penerapan PKH di Indonesia menunjukkan bahwa program ini memberikontribusi yang signifikan bagi pengentasan kemiskinan, khususnya dalam meningkatkan partisipasi sekolah parapenerima manfaat (beneficiaries) pada pendidikan dasar dan akses mereka terhadap pelayanan kesehatan.Keywords: Perlindungan Sosial, Kemiskinan, Kesehatan dan Pendidik
DETERMINAN PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH: SISTEM PERENCANAAN TERPADU
Dedi Rosadi;
Dede Maryana
Sosiohumaniora Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v3i1.5193
Di dalam konteks otonomi daerah, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari suatu propinsi, kabupaten, maupun kota merupakan salah satu ukuran kemampuan kemandirian suatu daerah otonom. Pajak Pembangunan I (PP I) salah satu sumber PAD yang paling potensial, yang besarnya 10% dari jumlah biaya atas pemakaian jasa layanan hotel dan rumah makan. Namun penerimaan dari sektor PP I ini pada setiap kabupaten di Propinsi Jawa Barat masih belum optimal. Keadaan itu diduga erat kaitannya dengan konsep perencanaan terpadu yang belum dirujuk di dalam upaya optimalisasi perolehan PAD dari sektor pajak daerah, khususnya PP I. Pertanyaan dalam studi ini: pertama, bagaimana perbedaan realisasi penerimaan PP I dibandingkan potensinya; kedua, apakah perencanaan oleh Dipenda kabupaten/kota di Jawa Barat dalam pungutan PP I telah sesuai persyaratan perencanaan terpadu; ketiga, apakah ada pengaruh dari perencanaan terpadu terhadap upaya peningkatan pendapatan asli daerah dari sektor PP I. Hasil studi ini menunjukkan bahwa perencanaan terpadu sangat bermakna dalam upaya pengoptimalan penerimaan daerah dari sektor pajak daerah. Kata Kunci : Perencanaan terpadu, pajak
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PERDESAAN MELALUI PENGEMBANGAN INDUSTRI HILIR BERBASIS KELAPA SAWIT DI DAERAH RIAU
Almasdi Syahza
Sosiohumaniora Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v6i3.5530
Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas yang penting dan strategis di daerah Riau karena peranannya cukup besar dalam mendorong perekonomian rakyat, terutama bagi petani perkebunan. Sampai tahun 2002 luas areal perkebunan kelapa sawit telah mencapai 1.312.661 ha. Untuk masa akan datang luas areal kelapa sawit akan terus berkembang, karena tingginya minat masyarakat terhadap usahatani kelapa sawit. Ini terbukti semakin berkembangnya perkebunan kelapa sawit secara swadaya. Perkembangan luas areal perkebunan tersebut akan diikuti oleh produksi tandan buah segar (TBS). Masalah yang dihadapi oleh petani kelapa sawit adalah adanya distorsi harga TBS antara petani plasma dengan petani swadaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) multiplier effect yang diciptakan dari kegiatan perkebunan kelapa sawit dan dampaknya terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat perdesaan; 2) daya dukung wilayah terhadap pengembangan industri hilir kelapa sawit di daerah Riau. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa; 1) Kegiatan perkebunan kelapa sawit menciptakan multiplier effect sebesar 2,48 dan meningkatkan indek pertumbuhan kesejahteraan petani pada tahun 2003 sebesar 1,74 persen; 2) Daya dukung wilayah sangat mendukung pembangunan industri hilir kelapa sawit (PKS). Kata kunci: Pemberdayaan, ekonomi perdesaan, industri hilir
SOENDA BERITA: SURAT KABAR MINGGUAN PERTAMA MODAL MILIK PRIBUMI (1903-1904)
Agusmanon Yuniadi
Sosiohumaniora Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (22.807 KB)
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i2.5484
Surat kabar “Soenda Berita” didirikan oleh Raden Mas Tirto Adhi Suryo (TAS) di Cianjur pada 1903, dan merupakan cikal bakal pers nasional yang mengilhami semangat perjuangan kaum pribumi melawan kebodohan, ketertindasan dan kolonialisme. “Soenda Berita”' dalam penerbitannya menggunakan bahasa Melayu dan merupakan surat kabar pribumi pertama yang dibiayai, dikelola dan diisi oleh kabanyakan tenaga pribumi sendiri. “Soenda Berita” membangkitkan dan menganjurkan kepada kaum priyayi besar-kecil wajib mencari ilmu supaya ringan bebannya dalam mengarungi kehidupannya, agar terbuka pikiran dan kepandaiannya. Priyayi-priyayi harus cerdik dengan banyak membaca surat kabar, buku, berkala dan mengetahui betul-betul segala peraturan hukum perintah Hindia Belanda agar sesuai dengan yang dilakukannya atau bekerja dalam menolong bangsanya. Soenda Berita dalam berita dan artikelnya banyak memberitakan keadaan masyarakat Sunda dan Jawa. Artikel-artikel dalam Soenda Berita juga banyak membahas ekonomi, kesehatan, Hukum, Ilmu pengetahuan, politik dan pendidikan. Di samping itu, Soenda Berita banyak menguraikan pengetahuan pertanian, perkebunan dan pengetahuan praktis lainnya, seperti fotografi, bekerja di percetakan dan lain-lain. Soenda Berita banyak membahas masalah perempuan terutama perempuan di Sunda dan di Jawa. Di samping membahas makanan, juga membahas mengenai peranan perempuan dalam rumah tangga. Kalau perempuan maju juga akan membantu beban suami. Soenda Berita mengajarkan perempuan harus mempunyai etika atau tata krama yang baik
KOMPETISI DAN PENUNDUKAN BIROKRASI PADA REZIM KNOWLEDGE-BASED DEVELOPMENT
Caroline Paskarina
Sosiohumaniora Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (284.796 KB)
|
DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i1.9352
Tulisan ini ingin mengungkapkan bagaimana pembangunan sebagai praktik kekuasaan berlangsung atas dasar klaim kebenaran tertentu yang menjadi instrumen untuk mempertahankan kemapanan. Dengan menggunakan konsep kekuasaan produktif dari Foucault (2002), yang dioperasionalisasikan dengan metode analisis diskursus, akan ditunjukkan bagaimana praktik pembangunan diarahkan untuk tunduk pada rezim knowledge management. Penguasaan akan pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola berbagai informasi secara sistematis menjadi sangat strategis untuk menjamin keberlanjutan pembangunan. Masuknya rezim ini dalam pembangunan menjadi dasar argumen untuk mendorong perubahan cara kerja birokrasi. Birokrasi sebagai institusi yang berwenang mengalokasikan sumber-sumber daya didisiplinkan melalui penetapan berbagai standar agar mampu mengelola data dan informasi untuk pengambilan keputusan. Penundukan birokrasi pada rezim knowledge management untuk berinovasi mengubah praktik pembangunan menjadi lebih terukur, tapi di sisi lain, juga menjebak birokrasi pada rigiditas prosedur pengelolaan pengetahuan, sehingga mengabaikan makna utama pembangunan sebagai penciptaan kesejahteraan bukan sekedar pencapaian angka.