Abditani : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Jurnal Abditani merupakan salah satu jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu. Jurnal ini berisi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang merupakah hilirisasi dari hasil-hasil penelitian dalam rumpun ilmu pertanian umum yang meliputi pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan. Jurnal abditani diterbitkan setahun sekali yaitu pada bulan Oktober.
Articles
189 Documents
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI BUDIDAYA LEBAH MADU BERBASIS KELAPA UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT PASCA GEMPA DI DESA SALUBOMBA
Spetriani;
Sitti Sabariyah;
Muhammad Jufri
Jurnal Abditani Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/abditani.v4i1.63
Sasaran kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah masyarakat kelompok tani kelapa yang menerima dampak langsung gempa seperti kerusakan tempat tinggal, kehilangan mata pencaharian dll di desa Salumbomba, Kab. Donggala. Tujuan kegiatan ini adalah membangun kelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi yang berkeinginan untuk berwirausaha. Program ini merupakan program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada tanaman kelapa sebagai sumber pakan lebah madu. program ini mempunyai manfaat ganda yaitu dapat menghasilkan madu serta meningkatkan produksi buah kelapa. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan PKM meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan yang terdiri dari sosialisasi, penyuluhan, dan pelatihan teknis dan non teknis serta tahap pendampingan pasca pelatihan. Selama kegiatan PKM berlangsung tingkat partisipasi kelompok mitra mencapai 100 %. Pelaksanaan kegiatan PKM berlangsung sesuai rencana dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Hasil kegiatan bermanfaat bagi kelompok mitra yaitu terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya ternak lebah madu. Kelompok mitra dapat membuat kotak jebakan dan memelihara koloni secara mandiri.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PEMBUAT MINYAK KELAPA TRADISIONAL MELALUI METODE PEMBERIAN CUKA SEBAGAI PROSES PERCEPATAN PENINGKATAN PRODUKSI
Siti Fathurahmi;
Spetriani;
Abdul Rahman
Jurnal Abditani Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/abditani.v4i1.64
Salah satu tujuan Program PKM adalah untuk mengembangkan kelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi melalui kelompok pengrajin pembuat minyak kelapa tradisional. Program PKM ini sasarannya adalah untuk membangkitkan wirausaha melalui kelompok home industri pembuatan minyak kelapa. Program PKM ini dilaksanakan di Desa Salubomba Kecamatan Banawa Tengah kabupaten Donggala yang dikelola oleh Dasawisma yang beranggotakan 7 orang. Kegiatan yang dikembangkan dalam program PKM ini adalah pembuatan minyak kelapa dengan metode penggunaan cuka. Metode ini dapat mempercepat proses pembuatan minyak untuk meningkatkan produksi, dan minyak tahan simpan melalui penyaringan. Oleh karena itu metode ini merupakan solusi untuk mengatasi masalah dalam pembuatan minyak kelapa oleh kelompok mitra. Metode pelaksanaan yang akan dikembangkan dalam program ini adalah metode penyuluhan dan pelatihan meliputi pelatihan teknis dan pelatihan non teknis. Pelatihan teknis merupakan pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG). Sedangkan pendekatan yang dikembangkan adalah pendekatan learning by doing artinya belajar sambil bekerja/berusaha. Oleh karena itu kelompok mitra dapat mengembangkan usahanya secara keberlanjutan menuju kemandirian kelompok. Untuk keberlanjutan kegiatan program PKM ini maka perlu pendampingan baik pada saat program maupun setelah program PKM.
TRASH FOR CASH - PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI BANK SAMPAH BERBASIS COMMUNITY EMPOWERMENT UNTUK DESA WISATA
Ratieh Widhiastuti;
Rediana Setiyani;
Selvia Rahayu
Jurnal Abditani Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/abditani.v4i1.65
Berdasarakan hasil observasi diketahui bahwa mayoritas ibu-ibu Desa Keji adalah ibu rumah tangga yang menghabiskan banyak waktu di rumah, namun demikian kesadaran untuk mengelola sampah sangat rendah. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa fasilitas pembuangan sampah dan fasilitas pengelolaan sampah sangat minim, hanya tersedia dua tempat sampah besar untuk menampung sampah setiap harinya untuk seluruh warga. Hal ini sangat ironi mengingat Desa Keji merupakan salah satu desa menjai target sebagai Desa Wisata di Kabupaten Semarang. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah (1) peningkatan kesadaran masyarakat terutama ibu rumah tangga akan pentingnya pengeloaan sampah; (2) memberikan tambahan pengetahuan tentang edukasi pengelolaan sampah; (3) memberikan edukasi tentang penataan lingkungan melalui aplikasi Bank Sampah; (4) melakukan pendampingan mengenai administrasi pengelolaan Bank Sampah. Solusi yang ditawarkan adalah workshop, penyuluhan, dan pendampingan melalui metode Participatory Rural Appraisal (PRA). Kegiatan pengabdian telah diselesaikan dengan baik, terjadi peningkatan pemahaman peserta pengabdian mengenai pemilahan sampah untuk mendapatkan harga jual sampah yang lebih tinggi, dan administrasi Bank Sampah sebagai tempat untuk penyaluran sampah yang telah dipilah dan sebagai media untuk pengelolaan keuangan dari hasil sampah.
BUDIKDAMBER GUNA MENJAMIN KETERSEDIAAN PANGAN SAAT PANDEMI COVID-19 DI KWT MAWAR BODAS KOTA TASIKMALAYA
Nasrudin;
Siti Nurhidayah
Jurnal Abditani Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/abditani.v4i1.66
Penjaminan ketersediaan pangan merupakan suatu langkah yang penting dilakukan agar ketahanan pangan dapat tercapai sesuai dengan sustainable development goals (SDGs) goal zero hunger. Kondisi pandemi covid-19 merupakan kondisi dimana beberapa sektor termasuk sektor pertanian menjadi dampaknya. Dampak sektor pertanian akibat pandemi covid-19 yaitu penurunan produksi hasil pertanian sebesar 6,2%. Kegiatan dilaksanakan di kebun KWT Mawar Bodas Kota Tasikmalaya (7o21’24.5”S 108o13’52.0”E). Tujuan kegiatan yaitu untuk meningkatkan keterampilan anggota KWT Mawar Bodas dalam memanfaatkan lahan pekarangan untuk memproduksi bahan pangan yang berkualitas, berkuantitas, dan beragam saat pandemi covid-19. Melalui penerapan Budikdamber dengan memanfaatkan lahan terbatas dapat menghasilkan produk ikan lele bersamaan dengan sayur kangkung. Kegiatan panen kangkung dapat dilakukan sebanyak dua kali selama menunggu panen ikan lele. Produksi kangkung per ember yaitu sebanyak 0,3 kg sehingga total produksi kangkung yang diusahakan oleh anggota KWT Mawar Bodas sebesar 9 kg selama satu kali panen. Adapun bobot ikan lele saat panen kangkung tahap 1 yaitu 1,25 kg setiap embernya sehingga total produksi ikan lele yang diusahakan saat panen kangkung tahap 1 sebesar 37,5 kg. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan, penerapan Budikdamber menguntungkan masyarakat apabila dilakukan secara masif. Penerapan Budikdamber ini dapat dijadikan salah satu solusi untuk menjamin ketersediaan pangan khususnya pada kondisi pandemi covid-19.
PENINGKATAN NILAI TAMBAH LIMBAH PADAT MENJADI TEPUNG AMPAS TAHU PADA INDUSTRI TAHU DI DESA LAMTEUMEN KECAMATAN JAYA BARU KOTA BANDA ACEH
Rita Sunartaty;
Salfauqi nurman
Jurnal Abditani Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/abditani.v4i1.67
Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu program yang dilakukan untuk meningkatkan kegiatan produktif pada masyarakat. PKM yang dilakukan oleh dosen Universitas Serambi Mekkah dengan sasaran kegiatan pada industri tahu industri skala rumah tangga milik Bapak M. Rion yang berdomisili di desa Lamteumen, Kecmatan Jaya Baru Kota Banda Aceh. Industri tahu yang berdiri sejak tahun 2016 ini belum memiliki unit instalasi limbah dengan baik sehingga buangan hasil samping industri dapat mencemari lingkungan Industri tahu ini dapat berproduksi hingga 400 kg tahh setiap harinya, selain menghasilkan produk utama industri tahu ini juga menghasilkan limbah padat sebesar ±70 kg/hari. Permasalahan yang ditimbulkan oleh industri tahu yaitu liimbah yang dihasilkan belum ditangani dengan baik sehingga mencemari lingkungan. Hal ini dikarenakan tempat untuk penampungan limbah padat tidak memadai sehingga tidak layak dari segi kesehatan, untuk mengatasi permasalahan tersebut mitra diberdayakan baik secara pengetahuan maupun skil untuk dapat mengolah limbah sendiri menjadi produk yang bernilai ekonomis. Produk limbah padat yang selama ini dibuang akan dijadikan tepung ampas tahu. Tujuan kegiatan PKM ini adalah memperkenalkan dan menerapkan teknologi pengolahan limbah padat menjadi tepung ampas tahu sehingga limbah menjadi bernilai ekonomis. Pelaksanaan Kegiatan PKM ini dilakukan selama tiga hari berupa demo pembuatan produk serta pelatihan pengemasan dengan output yang dihasilkan berupa tepung ampas tahu yang siap dikemas.
PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DAN HIDROPONIK SEBAGAI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA MENDALO INDAH YANG BERNILAI EKONOMIS
Nurul Zhikra;
Ririn Yosmarina;
Kiky Nabila;
Monic Sri Chania;
Yesi Nursofia
Jurnal Abditani Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/abditani.v4i1.69
Program pengabdian masyarakat yang dilakukan di daerah desa Mendalo Indah, kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, bertujuan untuk memberikan pelatihan tentang pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) dan budidaya tanaman dengan sistem hidroponik. Tanaman obat keluarga atau Apotek hidup perlu dikembangkan karena tidak hanya bermanfaat sebagai bahan rempah, tetapi tanaman obat keluarga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif dalam menjaga dan merawat kesehatan secara alami. Sedangkan tanaman hidroponik sebagai alternatif budidaya sayur sehat yang bernilai ekonomis sehingga menunjang kebutuhan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan pada program ini adalah penyuluhan dan pelatihan. Tahapan yang dilalui pada kegiatan ini adalah persiapan, penyuluhan tentang tanaman obat dan hidroponik, pelaksanaan pelatihan tanaman obat dan budidaya sayuran sistem hidroponik. Hasil nyata yang diperoleh masyarakat Desa Mendalo Indah dari program pelatihan ini adalah green house tanaman obat keluarga dan budidaya tanaman pak coy dengan sistem hidroponik.
INOVASI PEMPEK SUTRA BERBAHAN BAKU IKAN GASTOR SEBAGAI PELUANG USAHA DI KAMPUNG SUMBERMULYA DISTRIK KURIK KABUPATEN MERAUKE
Gardis Andari;
Jamaludin;
Parjono;
Nina Maksimiliana Ginting
Jurnal Abditani Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/abditani.v4i1.75
Ikan Gabus atau Ikan Gastor merupakan jenis ikan air tawar dari genus Channa (Jangkaru, 1999) yang terdapat pada perairan dangkal, seperti sungai dan rawa dengan kedalaman 40cm dan menyukai tempat yang gelap, berlumpur, berarus tenang, atau wilayah bebatuan untuk bersenbunyi. Ikan gastor sering dikaji dalam beberapa penelitian karena memiliki kandungan protein yang sangat tinggi dibandingkan dengan ikan air tawar jenis lainnya terutama protein. ikan gabus sangat kaya akan sumber albumin, salah satu jenis protein penting yang sangat baik digunakan bagi penderita hipoalbumin (rendah albumin) dan penyembuhan luka pasca operasi maupun luka bakar, mempercepat proses penyembuhan pasca melahirkan atau pasca khitanan anak laki-laki. Selain itu ikan gastor juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pempek. Kampung Sumber Mulya merupakan salah satu Kampung di Distrik Kurik Kabupaten Merauke yang mana pada tahun 2017 di definitifkan sebagai desa peduli gambut oleh Badan Restorasi Gambut (BRG). Pemanfaatan, pengembangan serta pengolahan ikan gastor masih belum optimal dilakukan. Para warga kurang mengetahui kandungan yang ada dalam ikan gastor. Mereka hanya mengolah sesuai yang mereka ketahui sebelumnya, sehingga tidak ada kemajuan baik dari sektor ekonomi dan kreativitas dari masyarakat itu sendiri. Tidak ada pengembangan dari ikan gator yang sebenarnya mengandung banyak manfaat dan dapat dijadikan makanan baru yang lebih bernilai ekonomis tinggi. Dengan menggunakan metode sosialisasi dan pelatihan pembuatan pempek sutra berbahan dasar ikan gastor diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman ibu-ibu terhadap pemberdayaan dan pengolahan ikan gastor untuk meningkatkan ekonomi. Mitra dari pengabdian ini adalah kelompok ibu-ibu PKK Kampung Sumbermulya Hasil dari kegiatan ini adalah Masyarakat dalam hal ini kelompok ibu-ibu PPK telah dapat membuat olahan makanan pempek sutra khas Palembang berbahan ikan gastor. Masyarakat cendrung menyukai rasa dari hasil olahan ikan gastor menjadi pempek sutra. Selain itu, terdapat juga peningkatan pengetahuan peserta pelatihan terlihat dari hasil pre-test dan post-test. Untuk pengetahuan mengenai kandungan gizi yaitu 58% meningkat menjadi 80%, pada pengetahuan dalam keseimbangan ekosistem yaitu dari 51% meningkat menjadi 72% dan untuk pengetahuan mengenai peluang usaha meningkat dari 38% meningkat menjadi 63%. Hasil pengabdian ini penting karena diharapkan kelompok masyrakat ini dapat menyebarkan informasi dan keterampilan yg telah dimilikinya pada masyarakat lain, dan menjadikan kegiatan ini sebagai peluang usaha untuk meningkatkan pendapatan keluarga
PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU DI DAERAH PENYANGGA TAMAN NASIONAL LORE LINDU DESA BAKUBAKULU KABUPATEN SIGI
Abdul Hapid;
Wardah;
Sudirman Dg. Massriri;
Hamka
Jurnal Abditani Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/abditani.v4i1.90
Pengembangan usaha hasil hutan bukan kayu di wilayah Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) akan memberikan peningkatan penghasilan masyarakat sekitar TNLL. Salah satu hasil hutan bukan kayu berpotensi dikembangkan adalah pohon aren (Arenga pinnata M.). Pohon aren merupakan tumbuhan yang multi guna dan menghasilkan bahan industri yang sudah dikenal sejak dahulu kala. Tujuan dari kegiatan pengadian ini adalah untuk meningkatkan produktivitas pemanfaatan hasil hutan bukan kayu khususnya produk aren yang ada di Daerah Penyangga Taman Nasional Lore Lindu khususnya di Desa Bakubakulu sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam menjaga keutuhan fungsi kawasan Taman Nasional Lore Lindu. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan dan target tersebut adalah observasi, sosialisasi dan pelatihan cara pembuatan kolang-kaling dan gula semut dari nira aren. Pelatihan menggunakan metode ceramah, diskusi dan tutorial. Metode ceramah digunakan untuk memberikan pemahaman yang lengkap kepada para peserta tentang pembuatan gula semut dari nira aren dan pembuatan kolang-kaling dari buah aren. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa mitra dapat memahami proses pembuatan kolang-kaling dan palm sugar dari awal sampai proses pengemasan sehingga nilai jual produknya bertambah sehingga dapat meningkatkan pendapatan kelompok tani mitra.
PKM PENDAMPINGAN PEMBUATAN FILTRASI AIR DARI LIMBAH KULIT PISANG KEPOK DAN PENERAPAN PHBS DI PONDOK PESANTREN HIDAYATUL MUHSININ
Ema Safitri;
Decha Suci Amelia;
Eren Anggraini;
Sumiati Hanjarvelianti;
Selviana
Jurnal Abditani Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/abditani.v4i1.91
Pisang kepok (Musa Acuminate Balbsiana C.) adalah pisang yang sangat banyak dijumpai di sekitar Pondok Pesantren Hidayatul Muhsinin. Kulit pisang ini dapat dimanfaatkan untuk menjernihkan air dengan cara dibuat menjadi abu sebagai bahan filtrasi air. Pondok Pesantren ini memiliki banyak permasalahan yang dihadapi oleh mitra tersebut, antara lain yaitu: penyakit kulit seperti scabies, dermatitis, maupun penyakit diare sering dialami oleh santri. Selain itu, santri di Pondok Pesantren Hidayatul Muhsinin memiliki kebisaan kurang menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan santri dalam Pembuatan Filtrasi Air dari Limbah Kulit Pisang Kepok dan Penerapan PHBS di Pesantren. Dalam kegiatan ini dilakukan Transfer ilmu dan teknologi serta pendampingan kegiatan ini dilakukan secara virtual dan dengan menggunakan bantuan media video animasi dan buku panduan yang akan diberikan kepada mitra. Selain itu juga dilakukan promosi kesehatan dan pendampingan mengenai Perilaku Hidup Besih dan Sehat sebagai upaya pencegahan penyakit di Pondok pesantren Hidayatul Muhsinin. Hasil uji Wilcoxon terhadap pengetahuan santri sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan santri terhadap pembuatan filtrasi air bersih dari abu kulit pisang kepok dengan p value (0,000) dan penerapan PHBS di pesantren dengan p value (0,000). Sehingga disimpulkan video animasi yang di jadikan sarana pemberian informasi pada kegiatna ini efektif dalam meningkatkan pengethauan santri di Pondok Pesantren Hidayatul Muhlisin.
PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA LEBAH MADU DI DESA JONO OGE KABUPATEN SIGI
Hamzari;
Abdul Hapid;
Hamka
Jurnal Abditani Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/abditani.v4i1.92
Potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Sigi khususnya desa Jono Oge yang belum dimanfaatkan secara maksimal adalah sebagian besar wilayahnya termasuk kawasan hutan dan memiliki perkebunan kelapa yang luas yang merupakan sumber pakan lebah madu. Lebah madu merupakan hasil hutan bukan kayu yang potensial untuk dikembangkan. Tujuan yang akan dicapai pada program PKM ini adalah memberikan pengetahuan bagi mitra tentang teknik budidaya lebah madu yang professional sehingga dapat meningkatkan pendapatan mitra. Pelaksanaan kegiatan PKM ini adalah memberikan penyuluhan kepada anggota mitra tentang teori yang berkaitan dengan budidaya lebah, khususnya tentang biologi lebah, peralatan budidaya lebah, peluang usaha budidaya lebah, hama dan penyakit lebah madu serta tanaman pakan lebah. Juga dilakukan kegiatan pelatihan kepada Mitra tentang jenis-jenis kayu dan desain kotak/stup yang baik digunakan dalam budidaya lebah madu Apis cerana dan dilakukan penambahan koloni lebah. Hasil kegiatan pengabdian di Desa Jono Oge menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan tentang budidaya lebah madu dapat memberikan pemahaman ke masyarakat tentang manfaat budidaya lebah madu bagi kegiatan pertanian dan perkebunan. Kelompok tani mitra juga sudah dapat membudidayakan lebah madu dengan kotak lebah/stup. Sehingga hasil panen madu kelompok tani mitra meningkat 3 kali lipat setelah kegiatan PKM dan dapat meningkatkan pendapatan kelompok tani mitra.