cover
Contact Name
Ifall
Contact Email
ifall@unisapalu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
redaksijurnalabditani@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Abditani : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Alkhairaat
ISSN : 26224682     EISSN : 26224690     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Abditani merupakan salah satu jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu. Jurnal ini berisi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang merupakah hilirisasi dari hasil-hasil penelitian dalam rumpun ilmu pertanian umum yang meliputi pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan. Jurnal abditani diterbitkan setahun sekali yaitu pada bulan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 189 Documents
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN MOL (MIKROORGANISME LOKAL) BAGI PETANI BAWANG MERAH DI DESA SOULOVE KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI Hasriyanty; Asrul; Moh Yunus
Jurnal Abditani Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v4i2.124

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Soulove ini bertujuan untuk: dapat mendorong petani bawang merah dalam memanfaatkan potensi SDA yang dimiliki yang berada disekitar untuk pembuatan MOL sebagai sumber pupuk organik cair melalui kegitan penyuluhan, demo dan bimbingan teknis pembuatan MOL sehingga diharapkan petani mempunyai keterampilan untuk membuat sendiri MOL dari bahan bahan yang ada disekitar dan menjadikan MOL ini sebagai sumber untuk pupuk organik cair atau padat yang akan digunakan untuk tanaman bawang merah. Pupuk MOL ini mengandung bakteri perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan dan agen pengendali hama/penyakit tanaman. Oleh karena itu, MOL dapat dimanfaatkan sebagai (a) Pupuk organik cair, (b) Dekomposer atau biang pembuatan kompos, (c) Pestisida nabati. Kegitan pengabdian ini diawali dengan kegiatan survei untuk melihat potensi sumberdaya yang bisa digunakan untuk pembuatan MOL yang ada di sekitar desa. Selanjutnya diadakan penyuluhan, diskusi, praktek dan bimbingan pembuatan pupuk MOL. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa petani di desa Soulove antusias mengikuti kegiatan ini, hal ini ditunjukkan oleh keaktifan petani pada berbagai tahapan kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menunjukkan bahwa petani yang masuk dalam kelompk tani “Sinar Tani” telah memiliki kemampuan dan keterampilan yang baik untuk membuat MOL. Diharapkan, dengan ilmu dan keterampilan pembuatan MOL ini maka penggunaan pestisida kimia sintetik dapat dikurangi atau bahkan tidak lagi menggunakan pupuk kinia ini.
PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA PETANI DI MASA PANDEMI COVID-19 MELALUI PENGELOLAAN KEUANGAN TERPADU DI DESA KASIA, GORONTALO UTARA Supriyono Imran; Ria Indriani; Agustinus Moonti
Jurnal Abditani Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v4i1.125

Abstract

Objek yang menjadi target utama dalam peningkatan sistem pengelolaan keuangan terpadu yaitu kelompok petani dan nelayan serta masyarakat umum yang berada di Desa Kasia. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan pelaksanaan pengelolaan keuangan pada keluarga petani. Identifikasi masalah pada kegiatan ini adalah : (1) Sebagian besar peserta masih beranggapan bahwa kegiatan tersebut untuk memberikan bantuan modal (2) Partisipasi peserta dalam bertanya sangat kurang, sehingga sangat sulit untuk mengetahui dan mengukur apakah materi dapat diterima dengan baik oleh peserta (3) Masih banyak peserta yang tidak bisa berhitung (4) Masyarakat masih bingung dalam prosedur menabung di bank dan (5) Sebagian besar ibu rumah tanggga keluarga petani dan nelayan kurang aktif dalam berusaha karena menunggu modal yang diberikan dari pemerintah. Berdasarkan hal tersebut maka pemateri memberikan tips dalam melakukan pengelolaan keuangan keluarga petani antara lain cara mengelola keuangan yang terbatas, melakukan saving, memberikan nilai tambah terhadap hasil pertanian dan perikanan, mendahulukan kebutuhan daripada keinginan serta mengelola aset agar dapat optimal. Hasil yang dicapai pada kegiatan pengabdian pada masyarakat di Desa Kasia yaitu : (1) 90 persen peserta memahami materi yang disampaikan pemateri dengan baik (2) 70 persen peserta mampu mengaplikasikan, (3) 50 persen peserta mampu mengimplemntasikan secara berkelanjutan.
PELATIHAN PENANGANAN PASCAPANEN KOPI DI KELURAHAN NANTAL GOLO WELU KECAMATAN KUWUS KABUPATEN MANGGARAI BARAT NUSA TENGGARA TIMUR Polikarpus Payong; Ronaldus Don Piran; Inosensius Harmin Jandu; Wigbertus Gaut Utama; Paulus Every Sudirman; Rizki Adiputra Taopan
Jurnal Abditani Vol. 4 No. 3 (2021): Desember
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v4i3.80

Abstract

Pelatihan penanganan pascapanen kopi di tingkat petani kopi merupakan suatu upaya strategis yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan petani kopi dalam penanganan pascapanen kopi. Pada tahap awal kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), ditemukan bahwa petani kopi di Kelurahan Nantal Golo Welu belum memiliki pengetahuan yang mendalam tentang penanganan pascapanen kopi serta kendala dalam sistem pemasaran. Berdasarkan hasil observasi tahap awal maka solusi yang dilakukan yaitu melaksanakan asesmen lapangan yang berhubungan dengan analisis situasi tingkat petani, mengorganisir petani dan memberi pelatihan penanganan pascapanen kopi. Metode kegiatan yang diberikan meliputi: (1) metode observasi langsung, (2) metode wawancara terstruktur, (3) metode ceramah, simulasi, (4) Metode diskusi terbuka dan juga memberikan modul penanganan pascapanen kopi serta melakukan evaluasi dan monitoring. Hasil kegiatan pelatihan pascapanen kopi secara nyata memberi dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan petani kopi di Kelurahan Nantal Golo Welu yang dapat diketahui dari hasil pre-test 5,35% dan post-test 8,23%. Hasil evaluasi dan monitoring yang dilakukan setelah 1 bulan kegiatan pelatihan, diketahui bahwa petani kopi di Kelurahan Nantal Golo Welu sudah melaksanakan kegiatan pascapanen kopi khususnya pengolahan hilir biji kopi. Kesimpulan dari kegiatan pelatihan pascapanen kopi di Kelurahan Nantal GoloWelu yaitu terjai peningkatan pengetahuan daan keterampilan serta adanya komitmen petani kopi didalam kegiatan pascapanen kopi.
PEMANFAATAN SAMPAH SAYUR RUMAH TANGGA SEBAGAI BAHAN DASAR PUPUK CAIR ORGANIK (MOL) DI WILAYAH PEJATEN Ni Made Dyah Laksmi Janila Sari; Putri Ekaresty Haes
Jurnal Abditani Vol. 4 No. 3 (2021): Desember
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v4i3.83

Abstract

Sampah akan terus menjadi permasalahan khususnya di Bali yang dihadapi berbagai lapisan masyarakat, baik pemerintah, masyarakat yang tersebar di seluruh daerah, juga komunitas-komunitas peduli lingkungan. Dengan menggunakan metode kualitatif, meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta melakukan evaluasi dan monitoring untuk memastikan keberlanjutan kegiatan. Seiring berkembangnya industri, persebaran penduduk mempengaruhi jumlah sampah yang dihasilkan dari waktu ke waktu. Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan sampah organik serta pemanfaatan sampah organik yang dapat diolah menjadi menjadi pupuk cair organik (MOL). Pupuk cair organik ini kemudian dapat dimanfaatkan untuk tanaman, kebun dan sawah bagi masyarakat setempat khususnya di wilayah Pejaten. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan, masyarakat dapat memanfaatkan sampah organik menjadi produk yang dapat dimanfaatkan kembali, serta meningkatkan produktifitas masyarakat.
PENYULUHAN PERTANIAN TERINTEGRASI BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL DI DESA SIBEA KECAMATAN LAMPASIO Fajar Syadik; Salawati; Sjarifuddin Ende; Henrik
Jurnal Abditani Vol. 4 No. 3 (2021): Desember
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v4i3.112

Abstract

Peternak di Desa Sibea kecamatan Lampasio memiliki kendala ketersediaan pakan ternak terutama jika musim hujan dan kemarau, dimusim hujan, desa Sibea terendam tetapi di musim kemarau kekeringan, di samping itu desa ini berbatasan langsung dengan perkebunan kelapa sawit milik PT. Ten dan CMP, sehingga peternak kesulitan mendapatkan pakan ternak pada musim penghujan dan kemarau. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan bimbingan teknis pembuatan pakan metode fermentasi. Program ini diawali pemberitahuan rencana kunjungan, penyuluhan, simulasi pembuatan pakan metode fermentasi, pengawasan hingga pakan jadi dan palatabilitas ternak meningkat. Hasil yang di capai pada penyuluhan ini adalah, tersampaikannya metode pembuatan pakan yang dapat disimpan, peternak melakukan percobaan pengolahan pakan untuk ketersediaan pakan ternak sapi dan kambing, Pembiasaan pemberian pakan ternak kering, untuk menjaga kestabilan pakan di musim musim tertentu, palatabilitas ternak sapi dan kambing terhadap pakan berbahan dasar jerami metode fermentasi meningkat. Untuk keberlanjutan program perlu pendampingan yang intens dari dinas terkait atau lembaga yang konsen pada peningkatan swasembada daging serta kemandirian peternak.
PENTINGNYA KREATIVITAS, INOVASI DAN PEMASARAN HASIL PANEN NANAS DI DESA TANJUNG LALANG OGAN ILIR SUMATERA SELATAN Anggreany Hustia; Nadia Afrilliana; Dita Adawiyah; Adi Arifai
Jurnal Abditani Vol. 4 No. 3 (2021): Desember
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v4i3.137

Abstract

Fenomena kehidupan petani yang sering kali terjadi adalah usaha dan kerja keras serta biaya yang dikeluarkan petani tidak sesuai harapan saat hasil panen dipasarkan. Petani sering sekali mengalami kondisi dimana hasil panen yang dijual ini dianggap merugikan yang penyebabnya adalah anjloknya harga saat panen. Kondisi ini juga terjadi di desa Tanjung Lalang Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Di desa ini 90% pekerjaan adalah petani nanas, namun sering kali terjadi bahwa nanas yang di panen tidak dapat memberikan keuntungan bagi petani. Bahkan nanas yang sudah layak panen terkadang dibiarkan membusuk dikebunnya, atau sering juga hasil panen nanas dibuang begitu saja saat panen tiba. Kejadian ini membuat kami melakukan penyuluhan kepada 30 orang petani nanas dengan tatap muka dan ceramah berkaitan dengan pentingnya kreativitas, inovasi dan pemasaran produk nanas sebagai salah satu solusi permasalahan petani. Hasil dari pengabdian petani menerima positif dan termotivasi menghindari kerugian hasil panen. Masyarakat mulai mengubah pola pikir yang selama ini hanya menjual nanas utuh sekarang berkeinginan membuat berbagai produk dari nanas.  
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK BUNGA ROSELLA DALAM MEWUJUDKAN SINERGITAS SEKTOR PERTANIAN DAN PARIWISATA DI DESA WISATA DESA BAHA, MENGWI Ni Nyoman Wahyu Udayani; I Ketut Sumantra
Jurnal Abditani Vol. 4 No. 3 (2021): Desember
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v4i3.139

Abstract

Bunga rosella dipercaya memiliki manfaat kesehatan yang sangat luas baik untuk pangan dan kesehatan, sehingga potensi diversifikasi rosela cukup besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rosella mengandung 24% antioksidan dan 51% antosianin. Adanya antioksidan, sel-sel radikal bebas yang merusak inti sel dapat dihilangkan, itu sebabnya rosella memiliki efek antikanker. Warna merah pada bunga rosella disebabkan oleh kandungan antosianin. Adanya antioksidan rosella seperti gossipetin, antosianin, dan glukosida hibiscin memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit degeneratif seperti Jantung Koroner, Kanker, Diabetes Melitus, dan Katarak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas produk olahan Bunga Rosella melalui penambahan varian produk rosella dan pengemasan. Jumlah kelompok tani yang mengikuti kegiatan pengabdian ini sebanyak 25 orang. Metode pelaksanaan kegiatan melalui percontohan atau Demplot Budidaya Rosella dan Pelatihan pembuatan varian produk Rosella. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pretest dan post tes. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kegiatan ini mendapat respon yang sangat baik, terbukti dengan keaktifan kelompok tani dalam mengikuti seluruh kegiatan pengabdian ini.
PENGOLAHAN LIMBAH SABUT KELAPA MENJADI PRODUK BERNILAI EKONOMI PASCA GEMPA DIMASA PANDEMIK COVID-19 DI DESA SALUBOMBA Asrawaty; Sitti Sabariyah; Marjun; Muhammad Jufri
Jurnal Abditani Vol. 4 No. 3 (2021): Desember
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v4i3.143

Abstract

Kelapa (Coconut) adalah salah satu potensi unggulan Desa Salubomba yang merupakan tanaman industri karena semua bagian dapat diolah menjadi produk yang ekonomi. Potensi tersebut sehingga tumbuh kelompok usaha pembuatan minyak kelapa, VCO dan kopra. Usaha ini sempat berhenti saat gempa tahun sejak akhir 2018, namun mulai digalakkan kembali sejak akhir 2020 dimasa covid-19. Pembuatan minyak kelapa, VCO dan pengolahan kopra menghasilkan limbah sabut kelapa yang cukup banyak selama 3 (tiga) bulan mencapai kurang lebih 1-3 ton. Hal ini merupakan masalah yang dihadapi kelompok mitra karena belum adnya penanganan limbah sabut kelapa, sebab telah memberikan dampak dapat merusak sanitasi lingkungan. Salah satu tujuan dari kegiatan PPDM yaitu mengembangkan kelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan sosial. Untuk mewujudkan hal tersebut ada beberapa pendekatan yang digunakan diantaranya Participatory Technology Development (PTD), Pada pelaksanaan kegiatan metode yang dikembangkan meliputi penyuluhan (sosialisasi) dan pelatihan yang meliputi pelatihan teknis dan pelatihan non teknis. Pelatihan teknis berorientasi ke proses pembuatan produk, sedangkan pelatihan non teknis melalui pemasaran produk, manajemen kewirausahaan, dan penguatan kelembagaan. Sabut kelapa diolah atau dicacah dengan menggunakan teknologi tepat guna yang menghasilkan tiga produk terdiri dari: serat sabut kelapa yang panjang dibuat untuk sapu sabut kelapa, serat pendek dibuat untuk pot bunga, serta serbuk sabut kelapa dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik padat. Melalui pendampingan PPDM ini limbah sabut kelapa dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pasca gempa di masa pandemik covid-19 di desa Salubomba.
PEMBERDAYAAN BUAH TIN DI DESA CIDADAP KABUPATEN TASIKMALAYA Milla Listiawati; Hadiansah; Meti Maspupah; Agus Widana; Ismi Ayu
Jurnal Abditani Vol. 4 No. 3 (2021): Desember
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v4i3.154

Abstract

Tanaman buah tin (Ficus carica ) merupakan jenis tanaman termasuk famili moraceae memiliki keistimewaan dalam Al-Qur’an dan kaya akan manfaat serta banyak berkembang di wilayah Asia Barat dan Indonesia. Di negara kita sendiri banyak dikembangkan salah satunya di Desa Ciwidey, Kabupaten Bandung. Namun, masih belum banyak pembudidayaan buah tin dalam skala rumah tangga yang dapat membantu dari segi perekonomian di Jawa Barat. Berdasarkan hasil wawancara tentang buah tin dengan warga Desa Cidadap Kabupaten Tasikmalaya sangat tertarik dengan budidayanya karena adanya kondisi pandemik ini pendapatan yang berkaitan dengan sektor wisata dan tangkapan ikan berkurang Pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan, memberikan informasi, dan membudidayakan buah tin di daerah Pesisir Pantai berlokasi di Desa Cidadap, Kabupaten Tasikmalaya..Pengabdian melalui tahapan diskusi dengan petani buah tin, memilih bibit unggul, melakukan pembinaan serta pemberdayaan tanaman buah tin. Untuk mengetahui keterlibatan dan pengetahuan warga tentang buah digunakan angket dan lembar wawancara. Dari angket rata-rata nilai sebelum kegiatan 25,45% warga sebagian mengetahui tentang buah tin dan setelah kegiatan budi daya buah tin ini naik menjadi 77,93% yang berarti hampir seluruhnya memahami cara budi daya buah tin. Dengan adanya kegiatan pemberdayaan pengetahuan budi daya buah tin ini diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian warga Desa Cidadap Kabupaten Tasikmalaya.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENYULUHAN PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH TANGGA DALAM MENJAGA LINGKUNGAN Hasmari Noer; Sayani
Jurnal Abditani Vol. 4 No. 3 (2021): Desember
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v4i3.156

Abstract

Sampah atau limbah domestik adalah limbah rumah tangga yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga atau pemukiman penduduk, kegiatan pasar, kegiatan rumah makan atau restoran. Dasar pemikiran memberikan penyuluhan kepada anggota majelis taklim Nurul Iman RW 04 Kelurahan Duyu Kecamatan tatanga Kota Palu adalah berdasarkan observasi menunjukan tidak ada pengelolaan pada sampah (limbah Rumah Tangga) tersebut. Kegiatan ini dilakukan pada  hari minggu tanggal 20 Juni 2021 dengan menjaga protokol kesehatan. Metode Pengabdian yang dilakukan adalah metode survey dengan melakukan observasi pada lingkungan RW 04 Kelurahan Duyu Kecamatan Tatanga Kota Palu, wawancara tentang perilaku masyarakat dalam hal mengelola sampah, penyuluhan, dan tanya jawab. Berdasarkan uraian dan hasil pembahasan kegiatan pengabdian ini, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan limbah rumah tangga adalah salah satu solusi bagi pemukiman penduduk dalam mengatasi permasalahan sampah. Pemahaman tentang pengelolaan limbah rumah tangga dapat memberikan dampak positif pada anggota dalam menjaga lingkungan. Respon anggota majelis taklim Nurul Iman terhadap penyuluhan ini sangat baik dapat dilihat dari keaktifannya pada saat sesi tanya jawab.  

Page 7 of 19 | Total Record : 189