cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa Lt. 5 Gedung B Jl. Urip Sumohardjo Km.4 Makassar Indonesia 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ecosystem
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 14113597     EISSN : 25277286     DOI : https://doi.org/10.35965/eco.v21i1
Jurnal Ilmiah Ecosystem merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki ISSN 1411-3597 (print) dan ISSN 2527-7286 (online) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Bosowa Jurnal Ilmiah Ecosystem menerbitkan artikel yang pada bidang ekonomi, manajemen, hukum, sosial, education, sastra, pertanian, perikanan dan kelautan, pendidikan, teknik, psikologi, teknologi informasi dan ilmu umum lainnya. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 560 Documents
Zonasi Tingkat Persebaran Cuaca Ekstrem Kabupaten Sorong Berbasis Geographic Information System (GIS) Widodo, Slamet; Manaf, Murshal
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i2.1074

Abstract

Pengaplikasian aplikasi Geographic Information System (GIS) untun mengetahui zonasi tingkat persebaran cuaca ektrem di Kabupaten Sorong telah dilakukan. GIS memetakan secara tepat informasi dan kondisi wilayah sesuai tingkat kerawanan bencana yang terjadi, khususnya bencana cuaca ekstrem di Kabupaten Sorong. Data yang diambil dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Sorong diolah dengan digitasi dan tabulasi melalui aplikasi GIS. Data dianalisis dengan metode deksriptif-kualitatif yaitu dengan menginterpretasi data berdasarkan data kualitatif yang didapatkan dengan fokus pada cuaca ekstrem Kabupaten Sorong meliputi suhu udara, kelembapan, tekana udara, kecepatan angin, penyinaran matahari dan curah hujan. Dari data yang didapatkan, cuaca ekstrem terjadi dibulan Mei dengan tekanan udara 1010,2 mb dan durasi penyinaran matahari terlama selama 6,1 jam. Cuaca ekstrem yang terjadi tidak menyebabkan bencana kekeringan di Kabupaten Sorong. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan informasi dan evaluasi bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sorong dalam mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrem sehingga mengurangi dampak yang ditimbulkan dari cuaca ekstrem yang akan terjadi Kabupaten Sorong.  The application of the Geographic Information System (GIS) to determine the zoning level of extreme weather in Sorong Regency has been carried out. GIS application accurately to show informations and conditions of the area according to the level of vulnerability of disasters, especially extreme weather in Sorong Regency. Data from the Meteorology, Climatology and Geophysis Agency of Sorong were processed by digitizing and tabulating through the GIS application. Data were analyzed using descriptive-qualitative method by interpreting data based on qualitative data obtained with a focus on extreme weather in Sorong Regency including air temperature, humidity, air pressure, wind speed, solar radiation and rainfall. From the data has obtained that the extreme weather occurs on May with air pressure at 1010,2 mb and the longest sunshine duration at 6,1 hours. The extreme weather that occurred did not cause drought in Sorong Regency. The result of this research can be used as information and evaluation for the government and the citizen of Sorong Regency to anticipate the occurance of extreme weather so can to reduce the impact of the extreme weather that will occur in Sorong Regency.
Analisis Pendapatan Petani Lada Di Desa Sanglepongan Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang Haini, Nur; Irmayani, Irmayani; Yusriadi, Yusriadi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i2.1076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat pendapatan dan menguji kelayakan usaha tani Lada Didesa Sanglepongan Kecamatan Curio Kabupaten EnrekangMetode penelitian yang digunakan adalah metode survey yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang mewakili suatu daerah dengan benar, dan untuk menjangkau fakta yang terjadi di lapangan melalui kunjungan dan wawancara langsung, sehingga diperoleh gambaran secara keseluruhan mengenai pendapatan ekonomi petani lada desa sanglepongan kecamatan curiokabupaten enrekang berdasarkan berdasarkan data yang diperoleh dari rumahtangga petani..hasil penelitian menunjukkan Total pendapatan lada di daerah sanglepongan adalah Rp149.444.700/produksi. pendapatan petani cukup besar untuk digunakan menutupi kegutuhan hidup dan menunjang keuangan rumah tangga petani dikala tepuruknya harga komoditi pertanian di desa sanglepongan kecamatan Curio Kabupaten Enrekang.Nilai benefit cost ratio (B/C-ratio) adalah sebesar 2,72 menunjukkan bahwa B/C >1 berarti usaha layak untuk dijalankan. Atau denga kata lain pendapatan lebih besar dari total biaya yang dikeluarkan maka usaha ladadi desa sanglepongan di Kecamatan Curio Kabupaten Enekang layak untuk di jalankan This study aims to determine the level of income and test the feasibility of farming in the Village of Sanglepongan, Curio District, Enrekang Regency.The research method used is a survey method that aims to get a picture that represents an area correctly, and to reach the facts that occur in the field through visits and interviews. Directly, in order to obtain an overall picture of the economic income of pepper farmers in sanglepongan village, curio district, enrekang district based on data obtained from farmer households. The results showed that the total income of pepper in the sanglepongan area was Rp.149,444,700 / production. Farmer's income is large enough to be used to cover the necessities of life and support farmer household finances when agricultural commodity prices fall in the Sanglepongan village, Curio district, Enrekang Regency. The value of the benefit cost ratio (B / C-ratio) is 2.72 indicating that B / C> 1 means the business is feasible to run. Or in other words, the income is greater than the total costs incurred for ladadi business in the village of Sanglepongan in Curio Subdistrict, Enekang Regency, which is feasible to run
Kontribusi Social Support Dan Hardiness Terhadap Academic Resilience Pada Mahasiswa Yang Mengerjakan Skripsi Di Kota Makassar Florentina, Titin P.; Gunawan, Arie H. Z.; Andini, A. Kemala
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i2.1077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah social support dan hardiness berkontribusi terhadap academic resilience pada mahasiswa yang mengerjakan skripsi di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi mahasiswa semester akhir yang mengerjakan skripsi di Kota Makassar dan berusia 18-40 tahun. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 360 responden. Alat ukur yang digunakan yaitu skala social support yang dibuat sendiri oleh peneliti berdasarkan pada teori social support oleh Sarafino & Smith, skala hardiness yang diadaptasi berdasarkan teori Benishek & Lopez, dan skala academic resilience berdasarkan teori Martin & Marsh  yang dimodifikasi oleh peneliti. Data dianalisis menggunakan teknik regresi berganda dengan bantuan aplikasi SPSS 20. Hasil analisis menunjukkan bahwa social support dan hardiness berkontribusi terhadap academic resilience sebanyak 47%. Sedangkan secara terpisah, penelitian ini menunjukkan bahwa social support berkontribusi terhadap academic resilience sebanyak 33.7%, dan hardiness berkontribusi terhadap academic resilience sebanyak 13.2%. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian terdapat kontribusi social support dan hardiness terhadap academic resilience pada mahasiswa yang mengerjakan skripsi di Kota Makassar. This study aims to determine whether social support and hardiness contribute to academic resilience in students working on thesis in Makassar City. This study uses a quantitative approach with a population of final semester students working on thesis in Makassar City and aged 18-40 years. The sample in this study amounted to 360 respondents. The measuring instrument used is the social support scale which was made by the researcher based on the social support theory by Sarafino & Smith, the hardiness scale adapted based on the Benishek & Lopez theory, and the academic resilience scale based on the Martin & Marsh theory modified by the researcher. The data were analyzed using multiple regression techniques with the help of the SPSS 20 application. The results of the analysis showed that social support and hardiness contributed to academic resilience as much as 47%. Meanwhile, separately, this study shows that social support contributes to academic resilience as much as 33.7%, and hardiness contributes to academic resilience as much as 13.2%. The results of the analysis show that Ha is accepted and Ho is rejected. Thus, there is a contribution of social support and hardiness to academic resilience for students working on thesis in Makassar City.
Analisis Pendapatan dan Kesejahteraan Keluarga Petani Sawah Di Kelurahan Salomallori Kecematan Dua Pitue Kabupaten Sidrap Ismayanti, Ismayanti; Nurhapsa, Nurhapsa; Sriwahyuningsih, A. Erna
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i2.1101

Abstract

Kelurahan Salomallori merupakan Kelurahan yang mata pencahariannya yang paling banyak adalah sebagai petani, dimana di Kelurahan ini masih kental dengan tradisinya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukn tingkat pendapatan dan kesejahteraan petani. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif, Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara dan Quisioner. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Penelitian ini terdapat 25 responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan total pendapatan petani padi di Kelurahan Salomallori adalah Rp.673.229.650/panen. Nilai Return Cost Ratio (R/C-ratio) adalah 5 yang menunjukkan bahwa usaha tani padi layak untuk di usahatanikan karena R/C Ratio yang di dapat 5 sama dengan 1 (R/C Ratio > 1) . Tingkat kesejahteraan masih tergolong cukup rendah. Salomallori village is a village with the most livelihoods being farmers, where in this Salomallori village is still thick with its traditions. This study aims to determine the level of income and welfare of farmers. The type of research used is quantitative and qualitative. The data collection techniques are observation, interview and questionnaire. The data used are secondary data and primary data. This study consisted of 25 respondents. Based on the research results, the total income of farmers in Salomallori village is Rp. 673.229/harvest. The value of return cost ratio (R/C-ratio) is 5 which indicates that rice farming is feasible to be farmed because the R/C ratio obtained is 5 equal to 1 (R/c Ratio > 1). The level of welfare is still quite low.
Analisis Pendapatan Usaha Penyulingan Minyak Daun Cengkeh Di Desa Buntu Barana Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang: Studi Kasus Penyulingan Minyak Daun Cengkeh Rante Limbong Israwati, Israwati; Yusriadi, Yusriadi; Nurhaedah, Nurhaedah
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i2.1102

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1 ) untuk mengetahui berapa besar pendapatan produksi penyulingan minyak daun cengkeh dalam di Desa Buntu Barana Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang. 2) untuk mengetahui bagaimana tingkat kelayakan usaha penyulingan minyak daun cengkeh di Desa Buntu Brana Kecamatan Curio Kabupaten EnrekangMetode penelitian yang digunakan adalah metode survey yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang mewakili suatu daerah dengan benar, dan untuk menjangkau fakta yang terjadi di lapangan melalui kunjungan dan wawancara langsung, sehingga diperoleh gambaran secara keseluruhan pendapatan produksi penyulingan minyak daun cengkeh dalam di Desa Buntu Barana Kecamatan Curio Kabupaten Enrekangberdasarkan berdasarkan data yang diperoleh dari penyulingan minyak daun cengkeh. Hasil penelitian menunjukkan Total Pendapatan usaha penyulingan minyak daun cengkeh di Desa Buntu Barana adalah Rp.22.586.000 selama enam bulan produksi. Hasil pendapatan responden cukup besar untuk digunakan menutupi kebutuhan hidup dan menunjang keuangan rumah tangga petani dikala tepuruknya harga komoditi pertanian utama pengusaha penyulingan minyak  daun cengkeh sebagai sampel di daerah penelitian.Kelayakan usaha penyulingan minyak daun cengkeh yang diperoleh sebesar 1,42 bahwa usaha termasuk kategori layak dengan hasil R/C Ratio > 1,42 maka usaha tersebut layak untuk dikembangkan. This study aims 1) To determine how much income from the production of clove leaf oil distillation in Buntu Barana Village, Curio District, Enrekang Regency. 2) To find out the feasibility level of the business of clove leaf oil refining in Buntu Brana Village, Curio District, Enrekang Regency. The research method used is a survey method that aims to get a picture that represents an area correctly, and to reach the facts that occur in the field through visits and Direct interviews, in order to obtain an overall picture of the production income of clove leaf oil distillation in Buntu Barana Village, Curio District, Enrekang Regency based on data obtained from clove leaf oil refining. The results showed that the total income of clove leaf oil refining business in Buntu Barana Village was Rp. 22,586,000 for six months of production. The respondents 'income was large enough to be used to cover their living needs and to support farmers' household finances when the prices of the main agricultural commodities of clove leaf oil refiners were sampled in the study area. The feasibility of the business of clove leaf oil refining obtained is 1.42, that the business is in the feasible category with an R / C Ratio> 1.42, so the business is feasible to be developed.
Analisis Marjin dan Efisiensi Saluran Pemasaran Produksi Bawang Merah (Allium ascolanicum L.) Di Desa Banti Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang Irmayani, Irmayani; Hasnawati, Hasnawati; Sriwahyuningsih, A. Erna
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i2.1107

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis marjin dan efisiensi pemasaran produksi bawang merah desa Banti Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang.Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan yaitu bulan September sampai November 2020.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran bawang merah didesa Banti Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang yaitu: Saluran I : Petani ke Pedagang pengumpul kemudian ke Pedagang pengecer lalu Konsumen akhir Saluran II : Petani ke Pedagang pengecer kemudian ke Konsumen akhir, Marjin pemasaran tiap lembaga pemasaran yaitu saluran I Petani memperoleh keuntungn sebesar Rp 2.997 /Kg, pedagang pengumpul sebesar Rp 1.562 /Kg, pedagang pengecer sebesar Rp 1.572 /Kg dan saluran II Petani memperoleh keuntungan sebesar Rp 2.942 /Kg pedagang pengecer Rp 2000 /Kg. Tingkat efisiensi saluran pemasaran bawang merah desa Banti menunjukkan bahwa saluran II lebih efisiensi debanding saluran I dengan nilai 3,85% dan saluran II 4.59%. This study aims to analyze the margin and marketing efficiency of shallot production in Banti Village, Baraka District, Enrekang Regency. This research was conducted for three months, from September to November 2020. The results showed that there were two marketing channels for shallots in Banti Village, Baraka District, Enrekang Regency, namely: Channel I : Farmers to collecting traders then to retailers and then final consumersChannel II : Farmers to retailers then to final consumers The marketing margin of each marketing agency, namely channel I Farmers get a profit of IDR 2,997 / Kg, collectors IDR 1,562 / Kg, retailers IDR 1,572 / Kg and channel II Farmers get a profit of Rp. 2,942 / kg retailers Rp. 2000 / kg. The efficiency level of the Banti village's shallot marketing channel shows that channel II is more efficient with channel I debanding with a value of 3.85% and channel II is 4.59%
Sustainability Handling Slum Settlements in Makassar City, South Sulawesi Indonesia Batara Surya; Emil Salim; Muhammad Idris
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i2.1108

Abstract

This study aims to (1) analyze the spatial integration of work as a determinant of the sustainability of the handling of slums in Makassar City; (2) analyze the direct and indirect effects of handling infrastructure, controlling environmental pollution, and socio-economic empowerment on improving the quality of slums and the sustainability of handling the slums of Makassar City. The research approach used is a sequential explanatory design, which is a combination of quantitative and qualitative research. Data obtained through observation, surveys, in-depth interviews, and documentation. The results showed that the acceleration of Makassar City development towards urban spatial integration had an impact on slum areas that developed at riverbanks and coastal areas. The results of the path analysis show that infrastructure has a direct effect on improving environmental quality by 12.46%, the direct effect of environmental pollution control on improving environmental quality by 10.69%, and the direct effect of socio-economic empowerment on handling slum settlements by 6.76%. Furthermore, the increase in Y was 63.58% and the effect of Y on Z was 67.57%. The direction of handling the Makassar City slums in the future is oriented to sustainable development including, improving the quality of infrastructure, increasing the productivity of economic ventures, increasing the capacity of government and community institutions in dealing with social problems, social conflicts, towards the creation of social cohesion, fulfillment of livable facilities that are livable and socially just.
Analisis Pendapatan Usaha Gula Aren Di Desa Buntu Pema Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang Irmayani, Irmayani; Sari, Irna; Sriwahyuningsih, Andi Erna
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i2.1109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usaha gula aren di Desa Buntu Pema Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang mewakili suatu daerah dengan benar, dan untuk menjangkau fakta yang terjadi di lapangan melalui kunjungan dan wawancara langsung, sehingga diperoleh gambaran secara keseluruhan mengenai pendapatan ekonomi rumahtanggga pengrajin Aren di Desa Buntu Pema Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang berdasarkan berdasarkan data yang diperoleh dari rumahtangga petani. Hasil penelitian menunjukkan Total pendapatan gula aren di daerah Buntu Pema adalah Rp.149.444.700/produksi. Pendapatan gula aren di Daerah Buntu Pema adalah Rp. 2.532.560 selama selama satu kali produksi.Hasil rata-rata pendapatan petani responden cukup besar untuk digunakan menutupi kegutuhan hidup dan menunjang keuangan rumah tangga petani dikala tepuruknya harga komoditi pertanian utama petani sampel di daerah penelitian.Nilai revenue cost ratio (R/C49-ratio) adalah sebesar 1,98 menunjukkan bahwa R/C>1 berarti usaha layak untuk dijalankan. Atau denga kata lain pendapatan lebih besar dari total biaya yang dikeluarkan maka usaha gula aren di Desa Buntu Pema di Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang layak untuk di jalankan. This study aims to determine the income of palm sugar business in Buntu Pema Village, Curio District, Enrekang Regency. The research method used is a quantitative method that aims to get a picture that represents an area correctly, and to reach the facts that occur in the field through visits and direct interviews, so that an overall picture of the household income of Aren craftsmen in the dead-end village Pema Curiokabupati is obtained enrekang based on data obtained from farmer households. The results showed that the total income of palm sugar in the Buntu Pema area was IDR 149,444,700 / production. Palm sugar income in the Buntu Pema area is Rp. 2,532,560 during one production. The average yield of the respondent's farmers' income is large enough to be used to cover the necessities of life and to support farmer household finances when the prices of the main agricultural commodities of the sample farmers in the study area have fallen. The value of revenue cost ratio (R / C49-ratio) is 1.98 indicating that R / C> 1 means the business is feasible to run. Or in other words, the income is greater than the total costs incurred, the palm sugar business in Buntu Pema Village in Curio District, Enrekang Regency is feasible to run.
Kajian Lokasi Rawan Bencana Banjir Pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Walanae Kecamatan Dua Boccoe Kabupaten Bone Musfida, Andi; Manaf, Murshal; Tantu, A. Gusti; Hadijah, Hadijah; Syafri, Syafri; Kastono, Kastono
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i2.1111

Abstract

Bencana Banjir yang sering melanda Kabupaten Bone khususnya Kecamatan Dua Boccoe bukan hal baru. Dalam 20 tahun terakhir, Kecamatan ini sudah identik dengan kawasan banjir yang di sebabkan oleh curah hujan yang tinggi sehingga DAS Walanae meluap.  Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif kualitatif atau penelitian terapan. Penelitian kualitatif merupakan penelitian non matematis dengan proses menghasilkan data-data dari hasil temuan berupa Observasi Lapangan. Analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan Overlay (Superimpose). Dari hasil analisis data diketahui yang sangat berpotensi banjir ada 8 kelurahan/desa, yang meliputi Kelurahan Unyi, Desa Uloe, Desa Pekkasalo, Desa Kampoti, Desa Tocina, Desa Tawaroe, Desa Solo, dan Desa Matajang. Dengan seluas 131 km2, dan tinggi genangan eksisting ± 100-200 cm den periode genangan 10 jam menyebabkan Kecamatan Dua Boccoe sangat berpotensi terkena banjir.   Floods is one of disaster that often hit Bone Regency, especially Dua Boccoe Subdistrict. In the last 20 years, flood that happened in this sub-district caused by high rainfall so that the Walanae watershed overflows. The research conducted is descriptive qualitative or applied research. Qualitative research is a non-mathematical research with the process of generating data from the findings in the form of field observations. The analysis used in this research is qualitative descriptive analysis using the Overlay (Superimpose) approach. From the results of data analysis, it is known that there are 8 sub-districts/villages with high potential for flooding, which include Unyi Village, Uloe Village, Pekkasalo Village, Kampoti Village, Tocina Village, Tawaroe Village, Solo Village, and Matajang Village. With an area of 131 km2, and an existing inundation height of ± 100-200 cm with an inundation period of 10 hours, Dua Boccoe District is very potentially affected by flooding
Analisis Pendapatan Petani Jagung Pulut (Zea mays var. Ceratina) Di Kelurahan Mangkoso Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru Harum, Subehan; Irmayani, Irmayani; Sriwahyuningsih, A. Erna
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i2.1112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan petani jagung pulut di Kelurahan Mangkoso Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru. Penelitian ini di laksanakan pada bulan Agustus 2020 sampai Oktober 2020, bertempat di Kelurahan Mangkoso Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru. Penentuan responden di lakukan dengan metode total sampling yaitu semua petani yang ada di Kelurahan Mangkoso dengan jumlah sampel 37 petani. Metode analisis yang di gunakan adalah pendapatan dan kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi jagung pulut dalam satu kali musim tanam di Kelurahan Mangkoso Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru sebesar 4.480/ tongkol dan rata-rata penerimaan yang diperoleh petani sebesar Rp. 3.499.135/ are, sedangkan total biaya yang dikeluarkan petani rata-rata sebesar Rp. 1.500.623/ are dan pendapatan usahatani jagung pulut di Kelurahan Mangkoso Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru Rp. 1.998.512/ are. This study aims to determine the income of pulut corn farmers in Mangkoso Village, Soppeng Riaja District, Barru Regency. This research was conducted in August 2020 to October 2020, located in Mangkoso Village, Soppeng Riaja District, Barru Regency. Determination of respondents was done by total sampling method, namely all farmers in Mangkoso Village with a total sample of 37 farmers. The analysis method used is income and eligibility. The results showed that the average production of pulut corn in one planting season in Mangkoso Village, Soppeng Riaja District, Barru Regency was 4,480 / ear and the average income obtained by farmers was Rp. 3,499,135 / acre, while the total cost incurred by farmers is an average of Rp. 1,500 623 / acre and income from pulut corn farming in Mangkoso Village, Soppeng Riaja District, Barru Regency Rp. 1,998,512 / are

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025 Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025 Vol. 25 No. 1 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 1, Januari - April Tahun 2025 Vol. 24 No. 3 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 3, September - Desember Tahun 2024 Vol. 24 No. 2 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 2, Mei - Agustus Tahun 2024 Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024 Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023 Vol. 23 No. 2 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 2, Mei - Agustus Tahun 2023 Vol. 23 No. 1 (2023): ECOSYSTEM Vol. 23 No 1, Januari - April Tahun 2023 Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022 Vol. 22 No. 2 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 2, Mei - Agustus Tahun 2022 Vol. 22 No. 1 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 1, Januari - April Tahun 2022 Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021 Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021 Vol. 21 No. 1 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 1, Januari - April Tahun 2021 Vol. 20 No. 3 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 3 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 2 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 2 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 1 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 1 TAHUN 2020 Vol. 19 No. 03 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 3 September - Desember 2019 Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019 Vol. 19 No. 1 (2019): ECOSYSTEM VOL 19 NO. 1 Januari - April 2019 Vol. 18 No. 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Januari-April 2018 Vol. 18 No. 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018 Vol. 18 No. 3 (2018): ECOSYSTEM September - December 2018 Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017 Vol. 17 No. 2 (2017): Vol 17 No 2 (2017): Mei-Agustus 2017 Vol. 17 No. 1 (2017): Vol 17 No 1 (2017): Januari-April 2017 Vol. 16 No. 3 (2016): Ecosystem Vol 16 No 3, Oktober-Desember 2016 Vol. 16 No. 2 (2016): Ecosystem Vol. 16 No 2, Mei - Agustus 2016 Vol. 16 No. 1 (2016): Ecosystem Vol 16 No 1, Januari-April 2016 More Issue