cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa Lt. 5 Gedung B Jl. Urip Sumohardjo Km.4 Makassar Indonesia 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ecosystem
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 14113597     EISSN : 25277286     DOI : https://doi.org/10.35965/eco.v21i1
Jurnal Ilmiah Ecosystem merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki ISSN 1411-3597 (print) dan ISSN 2527-7286 (online) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Bosowa Jurnal Ilmiah Ecosystem menerbitkan artikel yang pada bidang ekonomi, manajemen, hukum, sosial, education, sastra, pertanian, perikanan dan kelautan, pendidikan, teknik, psikologi, teknologi informasi dan ilmu umum lainnya. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 560 Documents
Penggunaan Pakan Bermethamorfosis Pada Perbenihan Udang Windu Penaeus monodon Di Kabupaten Barru Budi, Sutia; Aqmal, Amal
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i2.1124

Abstract

Perkembangan perbenihan udang windu mengalami kemajuan yang sangat pesat, hal ini didukung oleh usaha budidaya yang intensif dengan penerapan teknologi perbenihan yang cukup meningkat, harga yang tinggi dipasar lokal maupun internasional, dan peluang yang luas telah membuat udang windu menjadi komoditas harapan bagi para pengusaha sehingga banyak yang berani menanamkan modal bisnis udang windu ini. Kegiatan pembenihan di Sulawesi Selatan khususnya Desa Kupa Kabupaten Barru merupakan sentra pengembangan Pembenihan Udang Windu. Kegiatan pembenihan mulai dari skala rumah tangga sampai industri. Teknologi dan formulasi pakan yang dikembangkan oleh kelompok dan masyarakat perbenihan belum optimal dalam mendukung peningkatan produksi benih Udang Windu sehingga  diperlukan paket teknologi dan formulasi pakan dalam pembenihan udang windu sebagai salah satu solusi dalam optimalisasi peningkatan produksi. The development of tiger shrimp hatchery is progressing very rapidly, this is supported by intensive cultivation efforts with the application of improved seed technology, high prices in local and international markets, and wide opportunities that have made tiger prawns a commodity of hope for entrepreneurs. who dared to invest in this tiger prawn business. Hatchery activities in South Sulawesi, especially Kupa Village, Barru Regency are the center for the development of Windu Shrimp Hatchery. Hatchery activities range from household to industrial scale. Technology and feed formulation developed by hatchery groups and communities have not been optimal in supporting the increase in tiger shrimp seed production, so technology packages and feed formulations in tiger shrimp hatchery are needed as a solution in optimizing increased production.
Penggunaan Edible Coating Dalam Pengawaten Buah Kelengkeng Dimocarpus longan Lour Laga, Suriana; Sutanto, Saiman; Fatmawati, Fatmawati; Halik, Abd.; Sheyoputri, Aylee Christine Alamsyah
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i2.1126

Abstract

Masalah yang sering muncul  pada buah-buahan adalah adalah cepatnya mengalami kerusakan karena proses respirasi dan transpirasi sehingga akan memperpendek umur simpan. Salah satu upaya memperpanjang kesegaran buah Kelengkeng dengan pemakaian Edible Coating.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Edible Coating sebagai pengemas buah Kelengkeng selama penyimpanan. Perlakuan penelitian terdiri atas aplikasi Edible Coating (Kontrol) dan lama penyimpanan (1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari, 5 hari dan 6 hari). Parameter yang diamati adalah susut berat, kadar air dan warna. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial dengan dua kali ulangan. Pengaruh perlakuan aplikasi Edible Coating dan lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap susut berat, kadar air dan warna buah Kelengkeng. Penggunaan Edible Coating sebagai pelapis mampu mengurangi susut berat buah Kelengkeng, mempertahankan kadar air dan warna buah Kelengkeng selama penyimpanan. The problem that often arises in fruits is that they are quickly damaged due to the respiration and transpiration processes so that they will shorten their shelf life. One of the efforts to extend the freshness of Longan fruit is by using Edible Coating. This study aims to determine the ability of Edible Coating as a packaging for longan fruit during storage. The research treatment consisted of Edible Coating application (Control) and storage time (1 day, 2 days, 3 days, 4 days, 5 days and 6 days). Parameters observed were weight loss, moisture content and color. The experimental design used was a completely randomized design with a factorial pattern with two replications. The effect of Edible Coating application treatment and storage time had a very significant effect on weight loss, moisture content and color of Longan fruit. The use of Edible Coating as a coating is able to reduce the weight loss of longan fruit, maintain water content and color of longan fruit during storage
Uang Panai Dalam Budaya Bugis-Makassar: Studi Kasus Sosiologi Di Kabupaten Pangkep Kadir, Ibrahim; Nonci, Nurmi; Halim, Harifuddin
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i2.1127

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memahami dan mengetahui Untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap uang panai dan dampak sosial uang panai terhadap masyarakat di Kab. Pangkep. Dalam penelitian ini digunakan dua jenis data, pertama data primer yakni data yang diperoleh secara langsung dilapangan, dan data sekundcr yaitu data yang diperoleh melalui studi kcpustakaan. Teknik pengumpulan dat pun dilakukan dengan dua cara yaitu Penelitian Lapangan (Field Research) dilakukan dengan cara wawancara bersama pihak-pihak terkait lmtuk diperoleh data primer dan Penelitian Kepustakaan (Library Research) dilakukan dengan cara membaca serta menelaah literatur maupun buku-buku serta peraturan Undang-Undang yang terkait dengan masalah yang di teliti untuk mendapatkan data sekunder. Perjanjian pembayaran uang panai merupakan syarat pinangan berupa uang pembayaran pihak laki-laki kepada pihak perempuan. Uang panai’ yang diberikan oleh mempelai laki-laki jumlahnya lebih banyak dari Mahar. Secara sosial wanita mempunyai kedudukan yang tinggi dan dihormati. Selain itu uang panai juga merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap wanita yang akan dinikahinya tersebut. Tetapi dengan fenomena Uang Panai’ yang terbilang tidak sedikit nominalnya banyak pemuda-pemuda yang mengucilkan harapannya untuk segera menikah, malah tidak jarang mempengaruhi psikologi seseorang untuk melakukan hal-hal yang tidak lazim, misalnya kasus pemuda yang membawa lari atau mengajak kabur anak gadis orang (silariang).
Pola Hubungan Sosial Pengguna Kartu BPJS Kesehatan: Studi Sosiologis Di Rumah Sakit Umum Daerah, Kab. Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur Suma, Djaenap; Maidin, M. Rusdi; Halim, Harifuddin
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i2.1128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami interaksi sosial antara pihak Rumah Sakit Umum Daerah Ende dengan pasien dalam masalah kesehatan bagi pengguna kartu BPJS. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif-deskriptif, Data tersebut diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan para informan, disamping studi dokumentasi dan studi pustaka. Penentuan informan dilakukan secara porposive sampling. Dalam hal ini adalah masyarakat pengguna kartu BPJS dan pihak rumah sakit yaitu dokter, perawat dan staf rumah sakit. Rumah sakit yaitu dokter, perawat dan staf rumah sakit. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi sosial pihak Rumah Sakit Umum Daerah dengan Pasien Pengguna BPJS Kesehatan adalah interaksi pihak Rumah Sakit dengan pasien pengguna BPJS dalam proses pemeriksaan kesehatan, interaksi pihak Rumah Sakit dengan pengguna BPJS dalam proses penyembuhan penyakit, dan interaksi pihak Rumah Sakit dengan pasien pengguna BPJS dalam pemulihan kesehatan. Kemudian kendala-kendala interaksi sosial antara pihak Rumah sakit Umum Daerah dengan Pasien Pengguna BPJS Kesehatan adalah kendala dalam proses pemeriksaan kesehatan, kendala dalam proses penyembuhan penyakit, dan kendala dalam pemulihan kesehatan. This study aims to understand the social interaction between the Ende Regional General Hospital with patients in health problems for BPJS card users. This research was conducted through a qualitative-descriptive approach. The data was obtained through observation, in-depth interviews with informants, in addition to documentation and study studies References. Determination of the informants was done by purposive sampling. in this case the public BPJS card users and hospitals, namely doctors, nurses and hospital staff. hospitals, namely doctors, nurses and hospital staff. The results of the study show that social interaction between the Regional Public Hospital and Patients using BPJS Health Patients is an interaction Hospital side with patients using BPJS in the process of health examination, interaction between the Hospital and BPJS users in the process of healing the disease, and interaction between the Hospital and patients using BPJS in health recovery. Then the constraints of social interaction between the Regional General Hospital and Patients Users of the Health BPJS are obstacles in the process of health checks, obstacles in the process of healing the disease, and obstacles in health recovery.
Status Sosial Dan Jumlah Uang Panai Pada Proses Perkawinan Suku Bugis Di Kelurahan Raya Kecamatan Turikale Kabupaten Maros Islamiyah, Islamiyah; Asmirah, Asmirah; Bahri, Syamsul
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i2.1129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelapisan sosial suku Bugis dan juga untuk mengetahui bagaimana keterkaitan antara status sosial dan jumlah uang panai pada proses perkawinan suku Bugis di Kelurahan Raya Kecamatan Turikale Kabupaten Maros. Metode penelitian yang dilakukan dimulai dengan penentuan jenis penelitian, lokasi penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data dan keabsahan data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara dengan informan dan melakukan dokumentasi. Data yang telah dihimpun dianalisis menggunakan metode deskriptif dengan pola pikir induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelapisan sosial suku Bugis di Kelurahan Raya Kecamatan Turikale Kabupaten Maros terdiri atas tiga lapisan, yaitu puang, daeng dan ata. Dalam penentuan jumlah uang panai tinggi rendahnya tidak terlalu dipengaruhi oleh status sosial seseorang dalam suku Bugis apabila tidak ditunjang dengan faktor pendidikan, ekonomi yang baik dan konisi fisik calon mempelai wanita dan juga menjadi penentu jumlah uang panai adalah pihak keluarga itu sendiri dimana harus berdasarkan hasil kesepakatan bersama. This study aims to find out how the social layering of the Bugis tribe is and also to find out how the relationship between social status and the amount of panai money in the Bugis ethnic marriage process is in the Raya Village, Turikale District, Maros Regency. The research method carried out begins with determining the type of research, research location, data collection techniques, data analysis and data validity. Data collection techniques in this study were carried out by means of observation, interviews with informants and documentation. The data that has been collected was analyzed using a descriptive method with an inductive mindset. The results of the research show that the social stratification of the Bugis tribe in the Raya Village, Turikale District, Mares Regency consists of three layers, namely puang, daeng and ata. In determining the amount of penai high and low, it is not too influenced by a person's social status in the Bugis tribe if it is not supported by factors of education, a good economy, and the physical condition of the prospective bride and also what determines the amount of panai money is the family itself which must based on mutual agreement.
Kohesi Sosial Masyarakat Kaimana Di Tengah Konflik Papua Doni, Kanisius Laga; Hamka, Husain; Burchanuddin, Andi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i2.1130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis Kohesi Sosial Masyarakat Kaimana Di Tengah Konflik Papua. Kegunaan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana  tindakan sosial masyarakat di kabupaten Kaimana di tengah konflik Papua. Objek penelitian ini adalah stakeholder dan masyarakat kabupaten Kaimana dengan memilih 5 informan. Dengan menggunakan metode kualitatif, dan menggunakan purposive sampling teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesempatan kerja dalam pemerintahan serta kesempatan memperoleh pendidikan masyarakat asli papua dan non papua mempunyai kesempatan yang sama dan selalu menjaga hubungan keharmonisan yang sudah di tanamkan sejak dahulu sehingga isu konflik papua tidak menjadi domain untuk memecah belah persaudaraan yang ada di kabupaten Kaimana. Bentuk kohesi social yang di lakukan adalah dengan cara sikap saling menghargai dan saling menghormati. Masyarakat Kaimana dalam merespon isu rasisme dengan solidaritas yang sangat kuat sehingga  menggelar demonstrasi dengan aksi damai serta lebih bijak dan  mengedepankan rasa persaudaraan, peran stakeholder  sangat di butuhkan  terkait perkembangan masyarakat melalui kebijakan atau sosialisai serta himbauan terhadap masyarakat.Dalam hal ini masyarakat dan stakeholder   tak dapat di pisahkan melainkan  kerja sama sehingga terwujudanya masyarakat kaimana yang sejahtera dan menjauhkan masyarakat dari konflik yang memecah bela masyarakat. This study aims to examine and analyze the social cohesion of the Kaimana people in the midst of the Papua conflict. The purpose of this research is to describe the social actions of the people in Kaimana district in the middle of the Papua conflict. The object of this research is the stakeholders and the community of Kaimana district by selecting 5 informants. By using qualitative methods, and using purposive sampling technique of sampling data sources with certain considerations. The results showed that job opportunities in government as well as opportunities to get education from indigenous Papuans and non-Papuans had the same opportunity and always maintained a harmonious relationship that had been cultivated long ago so that the issue of Papuan conflict did not become a domain to divide the brotherhood in Kaimana district. The form of social cohesion that is done is by means of mutual respect and mutual respect. The Kaimana community in responding to the issue of racism with very strong solidarity so that they held demonstrations with peaceful and wiser actions and prioritizing a sense of brotherhood, the role of stakeholders is very much needed related to community development through policies or socialization and appeals to the community. In this case the community and stakeholders cannot separated, but cooperation so as to create a prosperous community and keep people away from conflicts that divide the defense of the community.
Partisipasi Masyarakat Dalam Program Sedekah Sampah Di Masjid Raudatul Jannah Yayasan Khairu Ummah Makassar Syaiful, Andi Zulfikar; Fikruddin, Muh.; Jumadil, Jumadil; Akrim, Djusdil; Anggraini, Nani
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i2.1131

Abstract

Sedekah Sampah adalah salah satu bentuk pengelolaan sampah partisipatif menggunakan pendekatan keagamaan. Kegiatan ini dilakukan telah dilakukan oleh Pengurus Masjid Raudatul Jannah Yayasan Khairu Ummah Makassar secara rutin dua kali sebulan sejak Maret 2021. Sedekah sampah telah memberikan manfaat secara ekonomi, sosial, dan lingkungan, yaitu selain mereduksi volume sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), hasil penjualan sampah telah digunakan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan. Namun kegiatan ini masih menghadapi masalah, yaitu rendahnya partisipasi masyarakat (hanya sekitar 20%). Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan sedekah sampah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif, pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan, sebagian besar masyarakat telah memiliki pengetahuan dan sikap yang baik tentang pentingnya kebersihan lingkungan. Namun pengetahuan dan sikap masyarakat masih rendah terkait metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dan program sedekah sampah. Perbaikan fasilitas dan peningkatan keterlibatan tokoh masyarakat dalam mensosialisasikan dan memfasilitasi pelaksanaan program sedekah sampah adalah dua hal yang perlu dilakukan. Usaha untuk meningkatkan manfaat sedekah sampah secara ekonomi, sosial, dan lingkungan kepada masyarakat perlu dilanjutkan agar  masyarakat yang telah merasakan manfaatnya  akan mengikuti program ini dengan sukarela Waste sadaqah is a form of participatory waste management using a religious approach.  This activity is carried out by the Raudatul Jannah Mosque Management, Yayasan Khairu Ummah Makassar,  regularly. twice a month since March 2021.  Waste sadaqah has provided economic, social and environmental benefits. In addition to reducing the amount of waste transported to the waste landfill site (TPA), the financial profits from the sale of waste had used for social activities. However, this activity still faces problems. The low level of community participation (only about 20%) is the main problem. The aim of this research is to analyze factors that influence the low level of community participation in Waste Sadaqah activities. This research is qualitative-descriptive research. Data collection is carried out using interview, observation and documentation techniques. Based on interviews and observations conducted, most of the people already have good knowledge and attitudes about the importance of environmental cleanliness; but low in term of the 3R (Reduce, Reuse, Recycle) method and the waste sadaqah program. Improvement of facilities and increasing involvement of community leaders in socializing and facilitating the implementation of the waste sadaqah program are two things that need to be done. Efforts to increase the economic, social and environmental benefits of waste sadaqah to the community need to be continued so that people who have felt the benefits will participate in this program voluntarily
Analisis Potensi Fermentasi Tepung Daun Binahong Anredera Cordifolia Dengan Metode Trial End Error Sebagai Pakan Tambahan Pada Ayam Petelur Salim, Andi Randi; Ansar, Muhammad; Al Hijazi, Alif Fachrur; Idrus, Muhammad; Firmiaty, Sri
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i3.1075

Abstract

Ayam petelur merupakan ternak yang mudah stress dan rentan terhadap penyakit. Guna mengatasi keadaan tersebut perlu dicari alternatif bahan herbal yang tidak menimbulkan residu pada telur ayam yaitu dengan memberikan pakan tambahan fermentasi tepung daun binahong. Binahong merupakan salah satu tanaman yang dapat meningkatkan vitalitas dan daya tahan tubuh. Kandungan fitobiotik pada tepung daun binahong (fenol 85,30 mg/kg, total flafonoid 47,40 mg/kg, saponin 66,00 mg/kg, dan alkaloid 2,60 mg/kg). Unggas yang memiliki sistem pencernaan tunggal kurang baik dalam mencerna pakan berserat kasar tinggi. Kebutuhan serat kasar pada ayam petelur maksimal 7% maka, dilakukan analisis manfaat fermentasi menggunakan EM4. Dalam penelitian terdahulu menyebutkan bahwa EM4 menghasilkan sejumlah besar enzim mencerna serat kasar seperti selulase dan mannase. Keuntungan Lactobacillus dalam EM4 dalam mencerna serat kasar adalah karena bakteri tidak menghasilkan serat kasar dalam aktivitasnya, sehingga mereka lebih efektif dalam menurunkan serat kasar. Fermentasi dapat meningkatkan nilai gizi dan juga palatabilitas. Pemberian pakan tambahan fermentasi tepung daun binahong  sebagai feed adiktif memiliki potensi terhadap peningkatkan sistem imun sehingga ayam sehat, maka produksi telur akan meningkat dan stabil. Laying hens are animals that are easily stressed and susceptible to disease. In order to overcome this situation, it is necessary to find alternative herbal ingredients that do not cause residues in chicken eggs, namely by providing additional feed with fermented binahong leaf flour. Binahong is one of the plants that can increase vitality and endurance. Phytobiotic content in binahong leaf flour (phenol 85.30 mg/kg, total flavonoids 47.40 mg/kg, saponins 66.00 mg/kg, and alkaloids 2.60 mg/kg). Poultry that has a single digestive system is not good at digesting high crude fiber feed. The need for crude fiber in laying hens is a maximum of 7%, so an analysis of the benefits of fermentation using EM4 was carried out. In previous studies, it was stated that EM4 produces a large number of enzymes digesting crude fiber such as cellulase and mannase. The advantage of Lactobacillus in EM4 in digesting crude fiber is that bacteria do not produce crude fiber in their activity, so they are more effective in reducing crude fiber. Fermentation can increase nutritional value and also palatability. The addition of fermented binahong leaf flour feed as an addictive feed has the potential to increase the immune system so that chickens are healthy, so egg production will increase and be stable.
Pemanfaatan Limbah Plastik Polyethylene Terephthalate Sebagai Pengganti Agregat Halus Dalam Pembuatan Paving Block Surya, Andika; Al Anzari, Dedi Arham; Juniarti, Ana; Setiawan, Arman
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i3.1078

Abstract

Penelitian ini mempunyai kelebihan diantaranya mampu menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi jumlah sampah plastik jenis PET sebagai salah satu bahan kontruksi yaitu paving block yang ramah lingkungan dan dapat digunakan sebagai pengerasan jalan, taman maupun pelataran parkir. Paving block adalah suatu komposisi bahan bangunan yang terbuat dari campuran semen portland atau bahan perekat hidrolis lainnya, air dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya yang tidak mengurangi mutu beton tersebut (SNI 03-0691-1996). Komposisi paving block yang akan dibuat pada karya ini terdiri dari semen portland,pasir,limbah plastik dan air sebagai campuran yang akan direncanakan pada perancangan pembuatan paving block. Masyarakat belum banyak mengetahui bahwasanya plastik juga bisa dijadikan salah satu bahan kontruksi dengan menjadi bahan tambahan. Paving block dengan plastik ini tidak bisa diragukan kekuatannya seperti paving block pada umumnya. Karena dari penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa paving block dengan menggunakan serat yang terdapat pada plastik dapat meningkatkan kuat tekan pada paving. Hasil uji menunjukkan bahwa hasil paving block campuran 1: 3 dengan kuat tekan paving normal 18.07 Mpa dan paving block campuran 1:6 dengan kuat tekan paving normal 11.32 MPa maka dapat diperkirakan hasil narrative review yang sesuai penelitian kami adalah sebagai berikut, pada paving block komposisi 1: 4, kuat tekan target yang terjadi direncanakan sebesar 15 Mpa dan paving block kompisisi 1:5 kuat tekan target rencana direncanakan sebesar 13 Mpa dengan tingkat kepercayaan data R = 0.9798 dari penggambungan data sebelumnya,Dengan penggunaan subtitusi plastic terhadap pasir, maka ditargetkan akan terjadi peningkatan kuat tekan sebesar 30% dari paving block tanpa penggunaan plastic di komposisi subtitusi plastic sebesar 40%.Berdasarkan SNI 03-0691-1996 tentang klarifikasi mutu paving block, komposisi paving dengan subtitusi plastic 1 : 4 dan 1 : 5 cocok untuk digunakan pada taman kota dan pedestrian untuk pejalan kaki. Then, what if the plastic waste can be used. This research has advantages such as being able to be an alternative to reduce the amount of PET plastic waste as a construction material, namely paving blocks that are environmentally friendly and can be used as paving roads, parks and parking lots. Paving block is a building material composition made of a mixture of portland cement or other hydraulic adhesives, water and aggregates with or without other additives that do not reduce the quality of the concrete (SNI 03-0691-1996). The composition of the paving blocks that will be made in this work consists of portland cement, sand, plastic waste and water as a mixture that will be planned in the design of making paving blocks. People don't know much that plastic can also be used as a construction material by becoming an additional material. Paving blocks with plastic cannot be doubted as strong as paving blocks in general. This is because previous research shows that paving blocks using fibers found in plastic can increase the compressive strength of paving. The test results show that the results of a 1:3 mixed paving block with a normal compressive strength of 18.07 MPa and a mixed paving block of 1:6 with a normal compressive strength of 11.32 MPa can then be estimated that the results of a narrative review according to our research are as follows, on the paving block composition. 1: 4, the planned target compressive strength is 15 MPa and the paving block composition 1:5 is the planned target compressive strength is 13 MPa with a data confidence level of R = 0.9798 from combining the previous data. With the use of plastic substitution for sand, it is targeted to there is an increase in compressive strength of 30% from paving blocks without the use of plastic in the composition of plastic substitution by 40%. city parks and pedestrians for pedestrians.
Analisis Pengembangan Usaha Tani Kakao Di Desa Taulo Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang Mirnawati, Mirnawati; Nuddin, Andi; Yusriadi, Yusriadi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i3.1138

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan Di Desa Taulo Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang dari bulan November 2020 sampai dengan bulan Januari 2021. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pendapatan yang diperoleh dalam usaha tani kakao, kelayakan usaha tani kakao dan strategi pengembangannya dengan menggunakan metode analisis kelayakan dan analisis Interpretativ Stuktural Modelling ISM dengan pengambilan data melalui wawancara dengan pengisian kuisioner untuk analisis pendapatan dan kelayakan sebanyak 32 orang responden dan 16 responden untuk analisis ISM. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat kelayakan 2,25 dan Hasil analisis ISM diperoleh program strategi yang strategis adalah : (2) Pembinaan kelompok tani/gapoktan, (1) Rehabilitas tanaman kakoa, (6) Peningkatan kualitas produk/mutu biji kakao, (4) Peningkatan peran penyuluhan, (3) Pengelolaan pasca panen, (5) Pengembangan produktivitas lahan, (8) Pengembangan pemasaran produksi, (12) pemberantasan hama dan penyakit, (11)  Peningkatan sarana produksi, (10) Peningkatan agroimput, (7) Pengstabilan harga. ABSTRACT This research was conducted in Taulo Village, Alla District, Enrekang Regency from November 2020 to January 2021. The study aims to find out how the income earned in cocoa farming is, how is the feasibility of cocoa farming and how is the development strategy using feasibility analysis methods and Interpretative analysis. ISM Structural Modeling with data collection through interviews by filling out questionnaires for income and feasibility analysis as many as 32 respondents and 16 respondents for ISM analysis. The results of this study indicate that the feasibility level is 2.25 and the results of the ISM analysis obtained that strategic strategic programs are: (2) Fostering farmer groups/gapoktan, (1) Rehabilitation of cocoa plants, (6) Improving product quality/quality of cocoa beans, (4 ) Increasing the role of extension, (3) Post-harvest management, (5) Development of land productivity, (8) Development of production marketing, (12) eradicating pests and diseases, (11) Increasing production facilities, (10) Increasing agro-imput, (7) Price stabilization

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025 Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025 Vol. 25 No. 1 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 1, Januari - April Tahun 2025 Vol. 24 No. 3 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 3, September - Desember Tahun 2024 Vol. 24 No. 2 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 2, Mei - Agustus Tahun 2024 Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024 Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023 Vol. 23 No. 2 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 2, Mei - Agustus Tahun 2023 Vol. 23 No. 1 (2023): ECOSYSTEM Vol. 23 No 1, Januari - April Tahun 2023 Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022 Vol. 22 No. 2 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 2, Mei - Agustus Tahun 2022 Vol. 22 No. 1 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 1, Januari - April Tahun 2022 Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021 Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021 Vol. 21 No. 1 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 1, Januari - April Tahun 2021 Vol. 20 No. 3 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 3 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 2 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 2 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 1 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 1 TAHUN 2020 Vol. 19 No. 03 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 3 September - Desember 2019 Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019 Vol. 19 No. 1 (2019): ECOSYSTEM VOL 19 NO. 1 Januari - April 2019 Vol. 18 No. 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Januari-April 2018 Vol. 18 No. 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018 Vol. 18 No. 3 (2018): ECOSYSTEM September - December 2018 Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017 Vol. 17 No. 2 (2017): Vol 17 No 2 (2017): Mei-Agustus 2017 Vol. 17 No. 1 (2017): Vol 17 No 1 (2017): Januari-April 2017 Vol. 16 No. 3 (2016): Ecosystem Vol 16 No 3, Oktober-Desember 2016 Vol. 16 No. 2 (2016): Ecosystem Vol. 16 No 2, Mei - Agustus 2016 Vol. 16 No. 1 (2016): Ecosystem Vol 16 No 1, Januari-April 2016 More Issue