cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Zuriat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2002)" : 7 Documents clear
Efek Mulsa Pada Variabilitas Genetik dan Heritabilitas Ketahanan terhadap Ralstonia Solanacearum pada 13 Genotip Kentang di Dataran Medium Jatinangor , Ruchjaniningsih; Ridwan Setiamihardja; Murdaningsih H. K.; Wieny Marma Jaya
Zuriat Vol 13, No 2 (2002)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v13i2.6730

Abstract

Percobaan untuk mengevaluasi pengaruh mulsa terhadap variabilitas genetik dan heritabilitas karakter ketahanan penyakit layu bakteri pada 13 genotip kentang telah dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Unpad Jatinangor, Sumedang dari bulan juli 2001 sampai Oktober 2001. Percobaan ditata berdasarkan rancangan acak kelompok (RAK) yang diulang dua kali, dan 13 genotip kentang termasuk kultivar Granola sebagai perlakuan pada lingkungan bermulsa dan tanpa mulsa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada lingkungan bermulsa dan tanpa mulsa karakter awal terserang layu (%), dan tanaman terserang layu mempunyai variabilitas genetik luas. Variabilitas genetik di lingkungan bermulsa lebih luas daripada tanpa mulsa. Pada lingkungan bermulsa nilai duga heritabilitas tinggi terdapat pada karakter tanaman terserang layu (%), dan heritabilitas sedang pada karakter awal terserang layu. Pada lingkungan tanpa mulsa nilai duga heritabilitas tinggi terdapat pada karakter awal terserang layu, dan tanaman terserang layu. Nilai duga heritablitas di lingkungan tanpa mulsa lebih tinggi daripada bermulsa. Seleksi dapat dilakukan pada lingkungan tanpa mulsa untuk karater awal terserang layu dan karakter tanaman terserang layu. Lingkungan bermulsa berpengaruh lebih baik pada karatker-karakter yang diamati. Pada lingkungan bermulsa Klon 104, AGB 69.1, Klon 16, FBA, Klon 106, Klon 101, dan Klon 102 paling lambat terserang penyakit bakteri layu dan Klon 104, Klon C, AGB 69.1, Klon 16, FBA, dan Klon 101 mempunyai tanaman terserang layu (%) terendah. Untuk tingkat ketahanan terhadap penyakit layu, genotip Klon 101 termasuk tahan dan Klon 104, Klon C, Klon A, Klon 16, dan FBA termasuk agak tahan terhadap R. solanacearum pada kedua lingkungan berbeda.
Tanggap Dua Kultivar Lili terhadap Kombinasi Komposisi Media MS dan Gula Pasir Untuk Konservasi In Vitro Ayuning Kenyo P.; Murdaningsih H. K.; Tien Herawati; Juliati Satria Darsa
Zuriat Vol 13, No 2 (2002)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v13i2.6736

Abstract

Sebuah percobaan untuk mendapatkan media konservasi in vitro yang sesuai bagi kultivar Avignon dan kultivar Bergamo telah dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, dan berlangsung dari bulan Juni sampai awal Oktober 2001. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan dua factor perlakuan dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah kultivar, yaitu Avignon dan Bergamo. Faktor ke dua adalah media kultur yang terdiri dari media MS + 30 g.L-1 gula pasir, ½ MS + 60 g.L-1 gula pasir, ½ MS + 90 g.L-1 gula pasir, ¼ MS + 60 g.L-1 gula pasir dan ¼ MS + 90 g.L-1 gula pasir. Hasil percobaan menunjukkan adanya interaksi antara media kultur dengan kultivar yang digunakan untuk karakter pertambahan tinggi planlet dan pertambahan jumlah daun. Media kultur dan kultivar berpengaruh nyata secara mandiri terhadap karakter pertambahan jumlah bulblet, jumlah akar dan jumlah planlet tidak berakar. Media kultur ½ MS + 60 g.L-1 gula pasir mampu menghambat pertumbuhan kultivar Avignon dan media ½ MS + 90 g.L-1 gula pasir untuk kultivar Bergamo tanpa menyebabkan penampilan yang abnormal selama percobaan.
Variasi Pola Pita dHubungan Kekerabatan Nanas Berdasarkan Analisis Isozim S. Hadiati; Murdaningsih H. K.; Achmad Baihaki; Neni Rostini
Zuriat Vol 13, No 2 (2002)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v13i2.6728

Abstract

Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Solok mempunyai 30 aksesi nanas yang berasal dari beberapa daerah di Jawa dan Sumatera dengan penampilan fenotipik bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman pola pita dan jarak genetik atau hubungan kekerabatan 30 aksesi nanas berdasarkan isozim. Gel poliakrilamid digunakan untuk elektroforesis dengan enam system enzim (PER, PGM, ADH, MDH, SKDH, dan GPI). Rumus koefisien kemiripan Dice digunakan untuk menentukan kemiripan genetik antar 30 aksesi nanas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kekerabatan 30 nomor aksesi nanas berdasarkan pola pita isozim PER, PGM, ADH, MDH, SKDH terdiri atas empat kelompok pada kemiripan genetik 0.63; enzim GPI adalah monomorfik. Antar klon Merah/pagar, Hijau dan Merah, Queen, Cayenne, serta dalam klon Queen dan Cayenne terdapat variasi pola pita. Antar klon Merah dan Hijau, serta dalam klon Merah, Hijau, dan Merah/Pagar tidak terdapat variasi pola pita.
Pemetaan QTL Resistensi Tanaman Jagung terhadap Penyakit Bulai Di Bogor M. Azrai; Murdaningsih H. K.; Neni Rostini; Sugiono Moeljopawiro; D. Ruswandi
Zuriat Vol 13, No 2 (2002)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v13i2.6747

Abstract

Sebagai bagian dari suatu penelitian kolaboratif AMBIONET (Asian Maize Biotechnology Network), Indonesia turut serta dalam kegiatan marker assisted selection (MAS) untuk pemuliaan jagung tahan bulai. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan memetakan 146 marka RFLP (Restriction Fragment Length Polymorphism) yang berasosiasi dengan lokus karakter kuantitatif ketahanan dari 134 populasi genotip RIL (recombinant inbred lines) progeni CML 139 x Ki3. Penelitian dibagi atas dua tahap yaitu tahap analisis molekuler dan tahap pengujian di lapangan. Analisis molekuler memanfaatkan data dari Pusat Penelitian Internasional Jagung dan Terigu (CIMMYT), Mexico. Penelitian lapangan dilakukan di Bogor pada bulan Mei 2002 sampai Juli 2002. Data fenotipik (persentase serangan bulai) dianalisis dengan menggunakan program alpha lattice, sedangkan analisis QTL (Quantitative Trait Loci) menggunakan “software computer” program “Windows QTL Cartographer V.1.21”. Hasil analisis QTL menunjukkan bahwa dari 146 marka RFLP pada 134 populasi genotip RIL progeni CML 139 x Ki3, terdapat 14 marka yang terdistribusi pada enam kromosom dari 10 kromosom berdasarkan fenotaiping di Bogor. Efek aditif yang terdeteksi dalam analisis QTL pada umumnya bernilai negatif yang mengarah ke CML 139 (genotip peka).
Perbedaan Genetik Tanaman Padi Kultivar Asahan, Kencana Bali dan Laka Berdasar dari 127 Marka RFLP , Sobrizal; Ahmad Warsun; Soeranto Human; Masdiar Bustamam
Zuriat Vol 13, No 2 (2002)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v13i2.6733

Abstract

Perbedaan genetik tanaman padi kultivar Asahan, Kencana Bali dan Laka telah dianalisa dengan menggunakan 127 marka RFLP (Restriction Fragment Length Polimorphism) yang tersebar di 12 kromosom padi. Asahan dan Laka adalah Kultivar yang tahan dan Kencana Bali rentan terhadap serangan cendawan blas, Pyricularia grisea di Indonesia. Pada kombinasi 127 marka RFLP dengan 4 macam enzim restriksi, terdeteksi lebih dari 800 fragment DNA untuk tiap kultivar yang diuji. Berdasarkan pola penampilan fragmen DNA, dihitung jarak genetik (genetic distance) antara ketiga kultivar tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa jarak genetic antara Laka dan Kencana Bali lebih besar daripada jarak genetic antara Asahan dan Kencana Bali. Data ini mengindikasikan bahwa kombinasi atau persilangan antara Laka dengan Kencana Bali akan lebih memberikan kemudahan dalam analisis gen ketahanan blas dengan teknik RFLP dibandingkan dengan kombinasi antara Asahan dengan Kencana Bali.
Genetic Analysis of Components of Resistance to Philippine Downy Mildew In Maize D. Ruswandi; A. L. Carpena; R. M. Lantican; A. M. Salazar; D. M. Hautea; A. D. Raymundo
Zuriat Vol 13, No 2 (2002)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v13i2.6744

Abstract

The genetics of resistance to Philippine downy mildew in maize (Zea mays L.) caused by Peronosclerospora philippinensis was studied in progeny derived from crosses between the resistant inbred P 345 and susceptible inbred Pi 17 and Pi 23. Plant generations used in this study were the PS (susceptible lines Pi 17 and Pi 23); PR (P 345); extensively F1, F2; F3; BS and BR. Plants at three leaf stages were artificially inoculated and evaluated for components of resistance, namely: disease incidence, disease severity, onset of systemic symptom, area under disease progress curve, and rate of downy mildew development. Analysis of generation means indicate that additive- dominance with epistasis gene effect play important role in all components of resistance to Philippines downy mildew.
Aktivitas Enzim Peroksidase pada Lima Genotip Cabai yang Mempunyai Ketahanan Berbeda terhadap Penyakit Antraknos Khairul Zen; Ridwan Setiamihardja; Murdaningsih H. K.; Tarkus Suganda
Zuriat Vol 13, No 2 (2002)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v13i2.6740

Abstract

Percobaan ini dilakukan di Kebun Percobaan dan rumah kaca, Fakultas Pertanian, UNPAD, Jatinangor dari bulan Agustus 2001 sampai bulan Februari 2002, bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai aktivitas enzim peroksidase pada tanaman cabai yang mempunyai ketahanan berbeda dan korelasi aktivitas peroksidase dengan ketahanan terhadap penyakit Antraknos. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan enam kali ulangan. Sebagai perlakuan adalah lima genotipe cabai yang mempunyai ketahanan berbeda terhadap penyakit Antraknos, yaitu : CF-03, KRT-I, KRTShatol, Paprika, dan RS-07. Untuk mengetahui aktivitas enzim peroksidase pada tanaman yang terinfeksi, setiap genotipe ditanam di lapangan pada petakan berukuran 1,2 m x 4 m, sedangkan untuk mengetahui aktivitas peroksidase pada tanaman yang tidak terinfeksi, penanaman dilakukan di polybag di rumah kaca. Sebagai sumber inokulum Antraknos, dilakukan penanaman genotipe rentan di sekeliling petakan percobaan dan diantara ulangan satu bulan sebelum penanaman genotipe uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan aktivitas peroksidase antara genotip setelah terinfeksi Antraknos. Aktivitas peroksidase pada daun cabai yang terinfeksi Antraknos lebih tinggi dibanding daun cabai yang tidak terinfeksi. Tidak terdapat korelasi antara intensitas serangan penyakit Antraknos dengan aktivitas peroksidase pada daun tanaman cabai yang terinfekai. Aktivitas peroksidase yang tinggi tidak berkaitan dengan intensitas serangan penyakit yang rendah. Dengan demikian aktivitas peroksidase tidak dapat dipakai sebagai kriteria seleksi untuk ketahanan tanaman cabai terhadap penyakit Antraknos.

Page 1 of 1 | Total Record : 7