cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Bidan Komunitas
ISSN : -     EISSN : 26147874     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Bidan Komunitas adalah jurnal elektronik yang dikelola oleh Program Studi Kebidanan, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia (IKH). Jurnal ini memuat artikel penelitian (Research Article) di bidang kesehatan khususnya Kebidanan dengan lingkup: Kehamilan, Persalinan, Nifas, Bayi Baru Lahir, Balita, Anak Prasekolah, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana (KB), Kesehatan Lansia dan Evidence Based Kebidanan yang akan diterbitkan secara online.
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
Pengaruh Edukasi terhadap Pengetahuan Ibu tentang Ruam Popok pada Anak Dibawah 3 Tahun Austin Tarigan, Rossie Olivia; Hutabarat, Julietta; Sitorus, Samsidar
Jurnal Bidan Komunitas Vol 7, No 3 (2024): EDISI SEPTEMBER
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v7i3.6049

Abstract

Pendahuluan: angka kejadian ruam popok mencapai 7-35% dengan bayi yang berusia dibawah 3 Tahun dari angka kelahiran 4.746.438 anak. Pengetahuan yang kurang pada ibu dapat menyebabkan ruam popok yang mengakibatkan anak menjadi tidak nyaman dan gelisah. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan ibu tentang ruam popok pada anak dibawah 3 tahun. Metode: jenis penelitian yang digunakan adalah Pre-Eksperimen, rancangan pre and post test design. Populasi sebanyak 360 orang, dan jumlah sampel diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 78 orang. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dengan jumlah soal 20 butir. Selanjutnya dianalisis menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil: ditemukan hasil rerata pengetahuan ibu sebelum diberikan edukasi  tentang ruam popok adalah 10.3974 dan sesudah diberikan edukasi tentang ruam popok adalah 15.8590. Diperoleh selisih rata-rata 5.4616, dengan p-value 0.000 0.05 maka H1 diterima. Kesimpulan: artinya terdapat peningkatan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan edukasi.
Pemberian Ikan Gabus Kukus terhadap Penyembuhan Luka Perineum pada Ibu Post Partum Suwardi, Suyanti; Nurrahmatun, Nurrahmaton; Harahap, Novy Ramini; Nasution, Nadira Liliani
Jurnal Bidan Komunitas Vol 7, No 1 (2024): EDISI JANUARI
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v7i1.5973

Abstract

Pendahuluan: Luka perineum  ditemukan sekitar 70% pada wanita yang melahirkan pervaginam. Ikan gabus efektif dalam proses penyembuhan luka karena tingginya kandungan asam amino seperti glisin dan asam lemak tak jenuh (omega-3) yang dapat mempengaruhi proses penyembuhan luka melalui reaksi yang melibatkan remodeling-collagen, dan induksi kontraksi luka.Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pemberian ikan gabus kukus terhadap penyembuhan luka perenium pada ibu post partum di klinik RB Hanum tahun 2023. Metode : Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (Quasi exprimenental) dengan pre test post test without control grup  desaign. Penelitian ini dilaksanakan di klinik RB Hanum Tanjung Mulia dengan jumlah sampel sebanyak 10 kelompok kontrol 10 kelompok intervensi. Hasil : Hasil uji statistic dengan wilcoxon dependen test didapatkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) 0,005, nilai ini lebih kecil dari a0,05 menunjukkan bahwa terdapat Pengaruh Pemberian Ikan gabus kukus terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu post partum. Kesimpulan : ikan gabus dapat dijadikan metode non farmakologis dalam membantu proses penyembuhan luka perineum.
Faktor yang Memengaruhi Kejadian Dismenore Primer pada Mahasiswi Politeknik Baubau Ramadhan, Nurul Intan; Yusuf, Andi Yusuf; Syafar, Muhammad Syafar
Jurnal Bidan Komunitas Vol 7, No 3 (2024): EDISI SEPTEMBER
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v7i3.6260

Abstract

Pendahuluan: dismenore primer merupakan keadaan nyeri siklik saat menstruasi yang sering disertai dengan kram dan dapat diklasifikasikan bersama dengan gejala yang lebih berat seperti nyeri punggung bagian bawah, mual, muntah, diare, sakit kepala dan pingsan. Tujuan: untuk mengetahui faktor  yang memengaruhi kejadian dismenore primer pada mahasiswi Politeknik Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2024. Metode: jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian survey analitik  dengan menggunakan pendekatan cross sectional.  Lokasi penelitian di Politeknik Baubau, waktu penelitian pada bulan April-Juni Tahun 2024. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh mahasiswi tingkat I Jurusan Ekonomi di Politeknik Baubau yang berjumlah 44 orang Teknik pengumpulan sampel menggunakan total sampling. Hasil: ada pengaruh pengetahuan terhadap kejadian dismenore primer dengan nilai p=0,000, ada pengaruh antara sikap terhadap kejadian dismenore primer dengan nilai p=0,000, dan ada pengaruh usia menarche terhadap kejadian dismenore primer dengan nilai p=0,001, sedangkan pada status gizi menunjukan nilai p=0,005 artinya ada hubungan dengan kejadian dismenore primer. Kesimpulan: ada pengaruh pengetahuan, sikap, usia menarche dan status gizi dengan kejadian dismenore primer.
Pengaruh Pola Pengasuhan terhadap Kejadian Stunting Nisa, Wifaqi Rifqin; Setyowati, Lisus; Rohmatin, Homsiatur
Jurnal Bidan Komunitas Vol 7, No 2 (2024): EDISI MAI
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v7i2.6055

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bawah lima tahun), akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk seusianya.Penyebab stunting bersifat multidimensi, tidak hanya kemiskinan dan akses pangan tetapi juga pola asuh dan pola makan pada balita. Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, infeksi berulang dalam jangka waktu lama, dan kurangnya rangsangan psikososial sejak dalam kandungan dan setelah lahir.Tujuan: tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap kejadian stunting di Dusun Gondangrejo Wilayah kerja Puskesmas Cakru. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain penelitian digunakan diskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah populasi sebanyak 66 responden dengan tenik Purposive Sampling. Dan uji analisis yang digunakan menggunakan Chi-Square test. Hasil: menunjukkan bahwa pola asuh orang tua di Dusun Gondangrejo wilayah kerja Puskesmas Cakru ditemukan hampir separuh responden mempunyai pola asuh otoriter yaitu sebanyak 29 responden (43,9 %). Pola asuh demokratis 10 responden (15,2%) dan 27 responden (40,9%). Kejadian Stunting di Dusun Gondangrejo Wilayah kerja Puskesmas Cakru didapatkan sebagian besar responden mengalami stunting pada kategori pendek yaitu sebanyak 49 responden (74,2%). Dan sangat pendek sebanyak 17 responden (25,8%) Dari hasil pengujian dengan menggunakan uji Chi-Square diperoleh p0,05 yaitu p = 0,000 yang berarti terdapat Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Kejadian Stunting pada Anak.
Hubungan Pengetahuan dengan Tindakan IVA Test pada Pasangan Usia Subur Siahaan, Yenni Radot Caoriati; Hutabarat, Julietta; Sitorus, Samsidar
Jurnal Bidan Komunitas Vol 7, No 3 (2024): EDISI SEPTEMBER
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v7i3.6038

Abstract

Pendahuluan: kanker serviks adalah tumor ganas yang mengenai lapisan permukaan epitel dari leher rahim yang disebabkan oleh infeksi dari Human Papiloma Virus (HPV). kanker sebagai kasus terbanyak di Indonesia yang memerlukan tindakan/intervensi kesehatan masyarakat dalam bentuk program penanggulangan nasional berupa deteksi dini menggunakan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui Hubungan pengetahuan dan tindakan IVA test pada PUS di wilayah kerja Puskesmas Deli Tua. Metode: jenis penelitian ini menggunakan survei analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 65 responden. Jenis data adalah data primer dan sekunder dengan menggunakan instrumen kuesioner, analisis data yang digunakan fisher exact test. Hasil: analisis hubungan pengetahuan dengan tindakan diperoleh PUS yang melakukan tindakan pemeriksaan IVA sebanyak 3 orang (37,5%) yang memiliki pengetahuan baik dan sebanyak 3 orang (7,1%) pada pengetahuan cukup sedangkan PUS yang tidak melakukan tindakan pemeriksaan IVA sebanyak 5 orang (62,5%) pada pengetahuan baik. maka diperoleh hasil test p = 0,000 0,05. Kesimpulan: ada hubungan pengetahuan dan tindakan IVA test pada PUS.
Pengaruh Teknik Marmet terhadap Kelancaran Produksi ASI pada Ibu Menyusui Febriani, Ade; Elvira, Elvira
Jurnal Bidan Komunitas Vol 7, No 1 (2024): EDISI JANUARI
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v7i1.5948

Abstract

Pendahuluan: Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan pertama yang dihasilkan secara alami oleh payudara Ibu. ASI mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan yang terformulasikan secara unik di dalam tubuh ibu untuk menjamin proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Teknik Marmet merupakan teknik kombinasi cara memerah ASI dan memijat payudara sehingga refleks ASI dapat optimal. Semakin banyak ASI dikeluarkan atau dikosongkan dari payudara akan semakin baik produksi ASI di payudara. Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Teknik Marmet Terhadap Kelancaran ASI. Metode: Penelitiann ini merupakan penelitian Quasi Eksperiment  dengan menggunakan rancangan One Group Pretest-Posttest Design yang dianalisis dengan Wiilcoxon Test. Tempat penelitian ini di Puskesmas Senapelan Kota Pekanbaru. Populasi merupakan Ibu yang menyusui dan sampel penelitian ini adalah ibu menyusui yang berjumlah 15 orang. Hasil: Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Test di peroleh nilai P value sebesar ,0,0011(0,05),dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Dimana Artinya ada perbedaan signifikan poduksi ASI sebelum dan sesudah dilakukannya teknik marmet. Kesimpulan: Pemberian Teknik marmet berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui.
Hubungan Asfiksia, Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dan Jenis Persalinan dengan Kejadian Ikterus Neonatorum Kencana, Tika; Yusman, Reni; Yelni, Afrida; Nofita, Lira Dian; Netri, Yulia
Jurnal Bidan Komunitas Vol 8, No 1 (2025): EDISI JANUARI
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v8i1.6282

Abstract

Pendahuluan: ikterus neonatorum merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada bayi baru lahir. Faktor risiko utama yang berhubungan dengan kejadian ikterus neonatorum meliputi asfiksia, polisitemia, berat bayi lahir rendah (BBLR), dan jenis persalinan. Tujuan: untuk mengetahui hubungan asfiksia, BBLR dan jenis persalinan secara simultan dengan kejadian ikterus neonatorum di Rumah Sakit Muhammdiyah Palembang. Metode: jenis penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 1639 orang. Jumlah sampel diambil dari simple random sampling yaitu pengambilan secara acak sederhana dengan jumlah sempel yaitu sebanyak 94 orang. Pengumpulan data diambil dari pengukuran dan lembar observasi. Analisa data menggunakan Uji Statistis Chi-Square (X2). Hasil: penelitian menunjukkan responden yang asfiksia sebanyak 35 responden (37,2%) dan tidak asfiksia sebanyak 59 responden (62,8%) dengan hasil  p value sebesar (0,000 α = 0,05) yang berarti menunjukkan hubungan asfiksia dengan kejadian ikterus. Responden yang BBLR sebanyak 27 responden (28,7%) dan tidak BBLR sebanyak 67 responden (71.3%) dengan p value sebesar (0,000 α = 0,05) yang berarti menunjukan ada hubungan BBLR dengan kejadian ikterus. Responden yang melahirkan spontan sebanyak 62 responden (66%) dan ibu yang secara buatan sebanyak 32 responden (34%) , dengan p value sebesar (0,000 α = 0,05) yang berarti menunjukkan hubungan jenis persalinan dengan kejadia ikterus.  Kesimpulan: ada hubungan bermakna asfiksia, BBLR dan jenis persalinan dengan kejadian ikterus neonatorium di Rumah Sakit Muhammdiyah Palembang.
Pengaruh Homevisit terhadap Pelaksanaan Tes IVA pada Wanita Usia Subur (WUS) di Wilayah Kerja Puskesmas Mojo Andera, Neta Ayu; Lailaturohmah, Lailaturohmah; Agustin, Erda Restiya
Jurnal Bidan Komunitas Vol 8, No 1 (2025): EDISI JANUARI
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v8i1.6298

Abstract

Pendahuluan: home visit adalah pelayanan kesehatan berupa kunjungan oleh tenaga kesehatan ke tempat tinggal masyarakat, keluarga dan individu secara rutin untuk mendapatkan data dan informasi kondisi kesehatan masyarakat, untuk melaksanakan program preventif dan promotif , serta upaya kesehatan lingkungan secara berkesinambungan dan terkoordinasi.Tujuan: melihat pengaruh homevisit terhadap pelaksanaan tes iva pada wus di wilayah kerja PuskesmasMojo. Metode: rancangan penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian quasy experimental control group design yaitu dengan  melibatatkan dua kelompok  intervensi dan kelompok kontrol.  Teknik pengambilan sampel dengan probability sampling dengan total sample 45 wanita usia subur. Perbandingan antara kelompok intervensi dan kontrol adalah 1:2 ( 15 WUS, kelompok intervensi dan 30 orang kelompok kontrol). Hasil: dengan menggunakan uji MC Nemar di peroleh hasil terdapat pengaruh homevisit terhadap pelaksanaan tes iva pada wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Mojo (p-value 0,02) dengan nila alfa = 0,05, setelah di lakukan homevisit 4 kali di bandingkan sebelumnya. Kesimpulan: homevisit yang di lakukan efektif meningkatkan cakupan pelaksanaan tes iva . Recomendasi hasil study ini dapat di jadikan salah satu model pelayanan kebidanan yang tepat pagi WUS yang membutuhkan layanan terfokus.
Lamanya Durasi Screentime terhadap Perkembangan Anak Lailaturohmah, Lailaturohmah; Andera, Neta Ayu; Agustin, Erda Restiya
Jurnal Bidan Komunitas Vol 8, No 1 (2025): EDISI JANUARI
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v8i1.6327

Abstract

Pendahuluan: gangguan perkembangan anak dapat dipengaruhi oleh pola hidup yang tidak aktif, salah satunya adalah penggunaan screentime. Studi pendahuluan di Puskesmas Wonodadi Blitar menunjukkan 275 anak usia 3-5 tahun, dengan gangguan perkembangan seperti gangguan bicara bahasa (19 anak), gangguan mental emosional (2 anak), gangguan motorik (4 anak), gangguan sosialisasi mandiri (9 anak), dan gangguan lainnya (3 anak). Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lamanya durasi screentime pada usia 5 tahun terhadap perkembangan anak. Metode: penelitian ini menggunakan desain observasi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki anak usia 5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Wonodadi pada September-Oktober 2024, sebanyak 34 orang, dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner screen time untuk mencatat durasi penggunaan media elektronik anak (TV, gadget, smartphone) per hari yang diisi oleh ibu, serta Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) untuk menilai perkembangan anak usia 60, 66, dan 72 bulan. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lamanya durasi screentime dengan perkembangan anak (p value: 0,000 α: 0,05). Sebagian besar responden memiliki durasi screentime tinggi (55,9%), dan perkembangan anak sebagian besar berada dalam kategori sesuai (73,5%). Kesimpulan: terdapat hubungan signifikan antara lamanya durasi screentime pada usia 5 tahun terhadap perkembangan anak.
Efektivitas Minuman Serbuk Kayu Manis dan Madu sebagai Solusi Alami untuk Mengatasi Dismenore pada Remaja Putri Rauda, Rauda; Harahap, Novy Ramini; Syari, Mila; Lingga, Duma
Jurnal Bidan Komunitas Vol 8, No 1 (2025): EDISI JANUARI
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v8i1.6406

Abstract

Pendahuluan: dismenore merupakan nyeri perut bagian bawah pada saat menstruasi, rasa sakit pada bagian bawah, punggung, yang dapat mempengaruhi kegiatan sehari­-hari. Upaya penanganan yang dilakukan untuk meringankan dismenore yaitu dengan mengonsumsi minuman serbuk kayu manis dan madu. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh konsumsi minuman kayu manis dan madu terhadap penurunan dismenore pada remaja putri kelas VIII SMP Swasta Al Ihsan Mulia. Metode: desain penelitian adalah Quasi Eksperimen Design dengan pendekatan One Group Pre Test and Post Test Design. Sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 15 remaja. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi Numeric Rating Scale. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Shapiro-Wilk. Hasil: setelah dilakukan uji normalitas Shapiro-Wilk, menunjukkan bahwa data berdistribusi normal (nilai 0,05). Uji t-sampel berpasangan menunjukkan nilai p 0,000, yaitu 0,05, menunjukkan bahwa hipotesis diterima, artinya ada pengaruh konsumsi minuman serbuk kayu manis  dan madu terhadap penurunan dismenore pada remaja putri di SMP Swasta Al Ihsan Mulia Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan. Kesimpulan: minuman serbuk kayu manis  dan madu merupakan salah satu tanaman herbal yang dapat digunakan untuk mengurangi dismenore pada remaja putri.