JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC
Journal of Mathematics Paedagogic (JMP) contains about the research result and the study result in the field of matehematics education, pure mathematics, and applied mathematics. This journal has been published since september 2010, but it repackaged the volume in 2015.
Articles
189 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN SELF-EFFICACY MATEMATIS SISWA MELALUI PENDEKATAN REALISTIK DI SMP N 4 PADANGSIDIMPUAN
Dwi Putria Nasution
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 2, No 1 (2017): september 2017
Publisher : Universitas Asahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (448.781 KB)
|
DOI: 10.36294/jmp.v2i1.121
Tujuan dari penelitian ini untuk melihat: (1) Peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan pendekatan realistik lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan pembelajaran biasa, (2) Peningkatan self-efficacy siswa yang diajar dengan Pendekatan realistik lebih baik daripada self-efficacy siswa yang memperoleh pembelajaran biasa, (3) Interaksi antara pembelajaran dengan gender terhadap kemampuan komunikasi matematis, (4) Interaksi antara pembelajaran dengan gender terhadap self-efficacy siswa, (5) Respon siswa terhadap matematika dengan menggunakan pendekatan realistik. Penelitian ini merupakan penelitian semi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 1 Padangsidimpuan. Analisis data dilakukan dengan uji ANAVA 2 jalur.
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
Muhammad Daliani
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 2, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Universitas Asahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (529.643 KB)
|
DOI: 10.36294/jmp.v2i2.208
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah dengan model pembelajaran konvensional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa antara siswa yang diajar pembelajaran berbasis masalah dan siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Pendekatan pembelajaran berbasis masalah lebih baik dari pembelajaran konvensional dalam hal meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Kata kunci : Pembelajaran berbasis masalah, Pemecahan Masalah
PERBEDAAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN AUTOGRAPH
Anim Anim
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 1, No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Asahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (327 KB)
|
DOI: 10.36294/jmp.v1i1.155
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan kemampuan komunikasi matematik antara siswa yang memperoleh pembelajaran melalui model pembelajaran Inkuiri berbantuan Autograph dan siswa yang memperoleh model pembelajaran Ekspositori berbantuan Autograph, (2) Interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa (tinggi, sedang dan rendah) terhadap kemampuan komunikasi matematik siswa, (3) Perbedaan kemandirian belajar siswa yang memperoleh pembelajaran melalui model pembelajaran Inkuiri berbantuan Autograph dan siswa yang memperoleh model pembelajaran Ekspositori berbantuan Autograph (4) Interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa (tinggi, sedang dan rendah) terhadap kemandirian belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian semi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 5 Pematangsiantar, analisis data yang digunakan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematik dan kemandirian belajar siswa antara siswa yang memperoleh model pembelajaran inkuiri berbantuan Autograph dengan siswa yang memperoleh model pembelajaran ekspositori berbantuan Autograph, (2) Terdapat interaksi antara model pembelajaran yang digunakan dan kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan komuniksi matematik siswa dan kemandirian belajar siswa. Kata kunci: inkuiri, ekspositori, autograph, komunikasi matematis, kemandirian belajar
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM POSSING BERBANTUAN SOFTWARE AUTOGRAPH
Anim Anim;
Elfira Rahmadani;
yogo dwi prasetyo
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 3, No 1 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Asahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (797.724 KB)
|
DOI: 10.36294/jmp.v3i1.381
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen dalam bentuk quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MAN kisaran. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-IPA1 dan X-IPA-2 di MAN Kisaran kabupaten Asahan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2017/2018. Pada X-IPA-1 sebanyak 11 siswa laki-laki dan 25 siswa perempuan, dan pada kelas X-IPA-2 sebanayak 9 siswa laki-laki dan 27 siswa perempuan. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat, Peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran problem possing dengan pembelajaran konvensional. Analisis data dilakukan dengan uji ANAVA 2 jalur. Berdasarkan perhitungan statistik dapat disimpulkan bahwa pada model pembelajaran diperoleh Fhitung > Ftabel yaitu 12,027 > 4.00 maka untuk uji hipotesis tolak H0 terima Ha, yaitu terdapat peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran pembelajaran problem possing berbantuan software Autograph dengan siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Pendekatan Model Pembelajaran Problem Possing Berbantuan Software Autograph masih baru bagi siswa MAN Kisaran, tetapi dengan guru bertindak sebagai fasilitator akhirnya siswa dapat menyelesaikan semua permasalahan dalam LAS dengan baik.Kata Kunci: Problem Possing, Software Autograph, Kemampuan KomunikasiMatematis
PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE DAN SNOWBALL THROWING
Ririn Sundari;
Srirahma Dewi saragih
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 1, No 2 (2017): Maret 2017
Publisher : Universitas Asahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (467.144 KB)
|
DOI: 10.36294/jmp.v1i2.144
ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris tentang perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran Think Talk Write dan Snowball Throwing pada materi Persamaan Kuadrat di Kelas X SMA Negeri 5 Kota Tanjungbalai Tahun Ajaran 2014/2015. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 5 Kota Tanjungbalai Tahun Ajaran 2014/2015 yang terdiri dari dua kelas, kelompok eksperimen (Think Talk Write), dan kelompok kelas kontrol (Snowball Throwing). Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini digunakan tes yang berbentuk uraian sebanyak 5 soal. Dari hasil penelitian hipotesis diperoleh harga . Dengan membandingkan harga ini pada tabel, dengan dk = 77, diperoleh , ternyata . Hal ini berarti bahwa ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar yang diajar dengan model pembelajaran Think Talk Write dan diajar dengan model pembelajaran Snowball Throwing pada materi persamaan kuadrat kelas X SMA Negeri 5 Kota Tanjungbalai tahun ajaran 2014/2015. Kata kunci: Think Talk write, Snowball Throwing, Persamaan Kuadrat.
PENGEMBANGAN TEOREMA SAWAYAMA-THEBAULT MENGGUNAKAN EXCENTER
Surlina Surlina;
Mashadi Mashadi;
Sri Gemawati
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 3, No 1 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Asahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (551.926 KB)
|
DOI: 10.36294/jmp.v3i1.270
AbstractA triangle have special lines, such as angle bisectors and perpendicular bisector.These special lines are concurrent with their corresponding concurrent points, and called incenter, excenter and circumcenter. This paper discusses how to prove the collinear point of Sawayama-Thebault’s circle using excenter. Then, it is proved the three points collinear using simple ways, like similarity triangles and Thales theorem.Keywords: Sawayama-Thebault’s theorem, excenter, collinearAbstrakSegitiga memiliki beberapa garis-garis istimewa, diantaranya garis bagi, dan garis sumbu. Garis-garis istimewa ini kongkuren dan masing-masing titik kongkuren disebut incenter, excenter dan circumcenter . Pada makalah ini dibahas kolinearitas titik pusat lingkaran Sawayama-Thebault menggunakan excenter. Pembuktian kekolinearitas menggunakan konsep geometri sederhana, yakni kesebangunan segitiga dan teorema Thales.Kata kunci: Teorema Sawayama-Thebault, excenter, kolinearitas
PENGARUH HASIL BELAJAR MAHASISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI FKIP UMSU
Indra Maryanti;
Sri Wahyuni;
Ellis Mardiana Panggabean
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 2, No 1 (2017): september 2017
Publisher : Universitas Asahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (295.467 KB)
|
DOI: 10.36294/jmp.v2i1.126
Model pembelajaran, metode pembelajaran dan teknik pembelajaran yang digunakan oleh dosen akan mempengaruhi hasil belajar mahasiswa. Salah satu model pembelajaran yang merupakan model pembelajaran student centered adalah Problem Based Learning (PBL) atau pembelajaran berbasis masalah.Adapun tujuan penelitian ini: (1) Apakah ada pengaruh penggunaan model pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) terhadap hasil belajar mahamahasiswa pada mata kuliah aljabar linier elementer prodi pendidikan matematika FKIP UMSU. (2) Berapa besar pengaruh penggunaan model pembelajaran Berbasis masalah (PBM) terhadap hasil belajar mahamahasiswa pada mata kuliah aljabar linier elementer prodi pendidikan matematika FKIP UMSU? Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu.Adapun teknik analisis data dilakukan dari tahapan uji deskripsi data, selanjutnya uji prasyarat yaitu uji normalitas dan kelinieritasan, kemudian uji hipotesis. Langkah-langkah dalam penelitian adalah sebagai berikut : (1) Peneliti memberikan stimulus untuk kelas sample yaitu dengan model pembelajaran Berbasis Masalah; (2) Pada saat poses pembelajaran dosen melihat keaktifan belajar mahasiswa; (3) Memberikan tes essay untuk melihat tingkat keberhasilan mahasiswa dalam pembelajaran; (4) Melakukan uji statistik untuk melihat pengaruh hasil belajar mahasiswa menggunakan model pembelajaran Berbasis Masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran Berbasis masalah (PBM) terhadap hasil belajar mahamahasiswa pada mata kuliah aljabar linier elementer prodi pendidikan matematika FKIP UMSU yaitu sebesar 75,8%.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ARTIKULASI PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR
Elfira Rahmadani
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 2, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Universitas Asahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (401.55 KB)
|
DOI: 10.36294/jmp.v2i2.213
Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar bangun ruang sisi datar melalui model pembelajaran Artikulasi pada kelas VIII MTs Swasta Al Washliyah Meranti berjumlah 33 orang. Model pembelajaran Artikulasi adalah suatu model pembelajaran yang membuat siswa menjadi aktif dan berani mengutarakan pendapatnya, dimana siswa dibentuk menjadi kelompok berpasangan yang masing-masing siswa dalam kelompok tersebut mempunyai tugas mewawancarai teman kelompoknya tentang materi yang baru dibahas, sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran matematika khususnya dalam memecahkan masalah. Penelitian ini dilkukan sebanyak dua siklus. Sebelum pemberian tindakan (pretest) 8 siswa (24,24%) telah mencapai ketuntasan belajar. Pada siklus I diperoleh 24 siswa (72,73%) telah mencapai ketuntasan belajar. Pada siklus II diperoleh 29 siswa (87.88%) telah mencapai ketuntasan belajar. Terbukti terdapat peningkatan ketuntasan belajar siswa kelas VIII MTs Swasta Al Washliyah Meranti melalui model pembelajaran Artikulasi dari siklus I (72,73%) ke siklus II (87.88%) sebanyak 15,15%.Kata Kunci: Model Pembelajaran Artikulasi, Hasil Belajar Matematika
PERBEDAAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN PEMECAHAN MASALAH MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM KURIKULUM 2013
Eva Margaretha Saragih
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 2, No 1 (2017): september 2017
Publisher : Universitas Asahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (335.187 KB)
|
DOI: 10.36294/jmp.v2i1.116
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan penalaran siswa yang menerima pembelajaran kontekstual dengan yang menerima pembelajaran konvensional. (2) Untuk melihat apakah terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran kontekstual dengan kemampuan awal siswa terhadap peningkatan kemampuan penalaran dan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini merupakan penelitian semi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 dan SMP Negeri 2 Kisaran. Sampel yang dipilih adalah kelas VII-1 (kelas eksperimen), dan kelas VII-4 (kelas kontrol) pada SMP Negeri 6 Kisaran sedangkan pada SMP Negeri 2 Kisaran sampel yang dipilih adalah kelas VII-1 (kelas eksperimen) dan kelas VII-4 (kelas kontrol). Instrumen yang digunakan terdiri dari: tes kemampuan penalaran dan tes kemampuan pemecahan masalah. Analisis data dilakukan dengan ANAKOVA. Hasil utama penelitian ini adalah: (1) Terdapat perbedaan kemampuan penalaran dan pemecahan masalah matematik siswa SMP Negeri 6 dan SMP Negeri 2 Kisaran yang diberi pembelajaran kontekstual dengan pembelajaran konvensional. (2) Tidak terdapat interaksi antara pembelajaran yang digunakan dengan kemampuan awal terhadap kemampuan penalaran dan pemecahan masalah matematik siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING BERBANTUAN MEDIA PEMBELAJARAN RODA LOGIKA
Muhammad Irfan
JURNAL MATHEMATIC PAEDAGOGIC Vol 1, No 1 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Asahan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (232.563 KB)
|
DOI: 10.36294/jmp.v1i1.160
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dalam penerapan model pembelajaran problem posing berbantuan media pembelajaran roda logika terhadap hasil belajar siswa pada materi logika kelas X SMA Swasta Swadaya Pulaurakyat Kabupaten Asahan Tahun Ajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian two group pre- test dan post- test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X yang terdiri dari 7 kelas. Sampel penelitian ada 2 kelas (kelas X2 dan X3) yang diambil secara cluster random. Pada kelas X2 sebagai kelas eksperimen menggunakan metode Problem Posing berbantuan media pembelajaran roda logika dan pada kelas X3 sebagai kelas control dengan metode pembelajaran konvensional. Kemudian diberikan perlakuan berbeda, kelas eksperimen dengan model pembelajaran problem posing berbantuan media pembelajaran roda logika dan kelas kontrol dengan metode konvensional. Setelah pembelajaran selesai diberikan, diperoleh postes dengan hasil rata- rata kelas eksperimen 89,18 dan kelas kontrol 78,37. Hasil uji t diperoleh t’hitung = 2,29 >ttabel = 1,99 maka Ha diterima, dengan demikian diperoleh ada pengaruh terhadap hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Problem Posing berbantuan media pembelajaran roda logika terhadap hasil belajar siswa pada materi logika matematika kelas X SMA Swasta Swadaya Pulaurakyat. Kata kunci: problem posing, Roda Logika, logika matematika