cover
Contact Name
Dwi Novrianda
Contact Email
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dwinovrianda@nrs.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
NERS Jurnal Keperawatan
Published by Universitas Andalas
ISSN : 1907686X     EISSN : 24610747     DOI : -
Core Subject : Health,
NERS: Jurnal Keperawatan focuses its article in the field of nursing, which is the branch of health sciences. The scope of this journal articles are: 1. Medical adn Surgical 2. Emergency 3. Pediatric 4. Maternity 5. Psychiatric 6. Family and Community 7. Geriatric
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
Hubungan Lingkungan Belajar Klinik dengan Tingkat Kecemasan Mahasiswa pada Program Pendidikan Ners Nelwati -; Atih Rahayuningsih
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.725 KB) | DOI: 10.25077/njk.8.1.16-23.2012

Abstract

Lingkungan belajar klinik merupakan wahana pembelajaran klinik. Kurangnya komunikasi dan feedback yang seharusnya terfasilitasi oleh lingkungan klinik menjadi perhatian yang selektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lingkungan belajar klinik dengan tingkat kecemasan pada pembelajaran klinik mahasiswa program Ners Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas tahun 2011. Penelitian ini bersifat korelatif dengan pendekatan cross sectional. Penggambilan sampel menggunakan metode total sampling. Jumlah sampel sebanyak 69 orang mahasiswa pada tanggal 21-29 November 2011 dengan menggunakan kuesioner SECEE dan DASS. Hasil analisa data menunjukan 49% mahasiswa program Ners menyatakan lingkungan belajar klinik buruk dan 56,5% mahasiswa program Ners memiliki tingkat kecemasan sedang. Didapatkan hasil dari analisis bivariat terdapat hubungan antara lingkungan belajar klinik dengan tingkat kecemasan dengan analisis spearman rank  nilai p=0,000 dan r=-0,769 dengan arah korelasi negatif, dimana semakin buruk lingkungan belajar klinik akan semakin meningkatkan kecemasan. Perlu penerapan metode mentorship di setiap ruangan tempat praktik selama pembelajaran klinik sehingga dapat meningkatkan kepercayaan, harga diri, kepercayaan diri serta pencapaian kompetensi mahasiswa.
PENURUNAN STRES FISIK DAN PSIKOSOSIAL PASIEN PRE-OPERASI BEDAH ONKOLOGI MELALUI MEDITASI TERAPI DI SALAH SATU RUMAH SAKIT DI KOTA PADANG renidayati renidayati
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.641 KB) | DOI: 10.25077/njk.12.1.38-47.2016

Abstract

Abstract Generally, the patients will undergo the surgery will feel stress, both physical and psychological stress (anxiety). It is very dangerous because of the high heart rate and blood pressure will aggravate cardiovascular system. This study aimed to determine "The Decrease Of The Physical and Psychosocial Stress For Pre Onclogy Surgery Patients" at one hospital in Padang. The study used "Quasi-experimental pre-post test without control group" design with the intervention of meditation therapy. These samples included 44 people.Sampling bThese samples included 44 people.The sampling used by way purpusive sampling. The testing differences in average decline of physical and psychosocial stress in the intervention group and the control group is T test. The results showed an average decline of physical and psychosocial stress after meditation more in the intervention group compared with the control group. The conclusion significantly meditation therapy can reduce physical and psychosocial stress in patients withpreoperative oncology surgical. It needs to be applied as a therapy nursing meditation therapy in treating preoperative patients at least once a day for 30 minutes. Keywords      :     physical and psychological stress, oncology surgical patients , meditation therapy Abstrak Pasien yang akan menjalani pembedahan umumnya akan mengalami stres. Baik stress fisik maupun stress psikologis (kecemasan).Hal ini sangat berbahaya karena tingginya denyut jantung dan tekanan darah akan memperberat sistem kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penurunan Stres Fisik Dan Psikososial  Pasien Pre Operasi Bedah Onkologi di salah satu Rumah Sakit Di Kota Padang. Desain penelitian ”Quasi experimental pre-post test without kontrol group” dengan intervensi Meditasi Terapi. Sampel penelitian berjumlah 44 orang.Pengambilan sampel dengan cara purpusive sampling.Pengujian perbedaan penurunan rata-rata stres fisik dan psikososial pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol adalah uji T test. Hasil menunjukkan penurunan rata-rata stres fisik dan psikososial setelah meditasi pada kelompok intervensi lebih banyak dibanding dengan kelompok control.Kesimpulan secara signifikan meditasi  terapi dapat menurunkan stres fisik dan stres psikososial pada pasien pre operasi bedah onkologi. Rekomendasi hasil penelitian perlu diterapkan meditasi terapi  sebagai terapi keperawatan dalam merawat pasien   pre operasi minimal sehari sekali selama 30 menit. Kata Kunci   :     Stres Fisik dan stres psikologis, Pasien Bedah Onkologi, Meditasi terapi
KUALITAS HIDUP PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS: SYSTEMATIC REVIEW Fitri Mailani
Ners Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.11.1.1-8.2015

Abstract

Kualitas hidup yang baik menjadi salah satu indikator keberhasilan terapi hemodialisis yang dilakukan. Tujuan sistematic review ini adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Metode yang digunakan yaitu electronic data base dari jurnal yang telah dipublikasikan melalui ProQuest, CINAHL, dan Springerlink. Hasil review dari 15 jurnal yang telah dipilih menyatakan bahwa kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis lebih buruk dibanding individu pada umumnya. Instrument penelitian yang paling banyak digunakan adalah Kidney Disease Quality Of Life Short Form 36 (KDQOL SF 36) (n=11). Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis adalah faktor sosial demografi seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, status pernikahan, status pekerjaan atau status ekonomi. Faktor lainnya depresi, beratnya/stage penyakit ginjal, adanya penyakit penyerta, lamanya menjalani hemodialisis, tidak patuh terhadap pengobatan, indeks masa tubuh yang tinggi, dukungan sosial, adekuasi hemodialisis, dan interdialityc weight gain (IDWG), urine output, dan nilai hemoglobin. Kesimpulan, penilaian kualitas hidup sangat penting dilakukan, dan pemilihan instrumen yang tepat akan mempengaruhi hasil penilaian kualitas hidup yang lebih objektif. Perlunya pendekatan kolaborasi tim untuk meningkat kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis
Pengalaman Ibu dalam Merawat Bayi dengan Prematur dan Berat Badan Lahir Rendah Deswita -
Ners Jurnal Keperawatan Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.628 KB) | DOI: 10.25077/njk.9.1.25-29.2013

Abstract

: Merawat bayi menjadi suatu stressor tersendiri terlebih jika bayi lahir dengan premature dan bayi yang mempunyai berat badan lahir rendah. Banyak permasalahan yang timbul, jika bayi tidak dirawat sebagaimana mestinya mengakibatkan kecacatan bahkan kematian. Namun demikian, ada beberapa ibu yang berhasil merawat bayi premature dan BBLR di rumah. Ibu yang berhasil merawat bayi premature dan BBLR di rumah merupakan suatu keadaan yang sangat menarik untuk dipelajari, karena dengan pengalaman yang baru mendapatkan bayi premature dan BBLR, ibu telah mampu merawatnya dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah di dapatkannya gambaran pengalaman ibu dalam merawat bayi premature dan BBLR di rumah.   Penelitian  ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan studi fenomenologi. Partisipan penelitian ini adalah ibu yang telah memiliki bayi prematur dan BBLR dirawat di rumah daerah wilayah kerja Puskesmas Ambacang. Pengambilan partisipan dilakukan tehnik purposif sampling, dengan jumlah 5 orang. Tema yang teridentifikasi dari hasil wawancara adalah sebanyak 5 (lima). Tema tersebut adalah: (1) Karakteristik bayi premature dan BBLR, (2) Respon ibu  terhadap kelahiran premature dan BBLR (3) Perawatan bayi premature dan BBLR di rumah, (4) Dukungan ibu dalam merawat bayi premature dan BBLR, (5) Harapan ibu pada pelayanan kesehatan.
Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam dan Masase Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pasien Pasca Apendiktomi di Ruang Bedah RSUD Dr. M. Zein Painan Zarni Zamzahar; Eliza Anas
Ners Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.613 KB) | DOI: 10.25077/njk.8.2.138-146.2012

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi nafas dalam dan masase terhadap penurunan nyeri pada pasien pasca apendiktomi di ruangan bedah RSUD Dr. M. Zein Painan. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest with control group. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan sampel 20 orang. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan skala deskripsi verbal (verbal descriptor scale) untuk skala nyeri. Analisa data di lakukan dengan uji t berpasangan untuk menilai perbedaan sebelum dan sesudah intervensi pada masing-masing kelompok dan uji mann whitney untuk menilai perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan rata-rata skala nyeri kelompok kontrol pretest–posttest  adalah 2,30 dan perbedaan rata-rata skala nyeri kelompok eksperimen sebelum dan sesudah pemberian teknik relaksasi nafas dalam dan masase adalah 3.50. Hasil uji statistik kelompok eksperimen dan kontrol di dapatkan nilai p = 0,000 (p<0,05). Di simpulkan bahwa teknik relaksasi nafas dalam dan masase dapat menurunkan skala nyeri pada klien pasca apendiktomi. Disarankan untuk menerapkan teknik relaksasi nafas dalam dan masase sebagai salah satu teknik non farmakologi yang dapat menurunkan nyeri pada klien pasca apindiktomi.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Pendokumentasian Asuhan Keperawatan di RSJ Tampan Pekanbaru Tahun 2014 Putri Wulandini; Tri Krianto; Yuyun Priwahyuni
Ners Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.864 KB) | DOI: 10.25077/njk.12.2.131-142.2016

Abstract

Abstract Behaviour is all the human’s action and activity, it can directly or undirectly be watched by other people. The documentation is the report and note prove that nurses hae done assessment, diagnoses, intervention, implementation and evaluation. The factors that relate with documentation behaviour are knowlegde, attitude, work load, suggestion, intensive and leadership. The kind of the reseach is analitics section study with overall of the samples are 93 nurses. The data analysis is done univariately, bivariately and multivariately with the multiple logictic regression. The reserch result is obtained that the unrelated Variable with the nursing nurture documentation behaviour is the leadership. Where as related variable with documentating behaviour is he knowledge OR 2-696 (95% CII.161-6.256), attitude OR 2.969 (95% CI 1.274-6.920), insentive OR 0.293 (95% CI 0.121-0.708) and work load OR 3.569 (95% CI 1.510-8.433). Tthe most related variable is attitude. It is suggesed for the nursing management  operates the education on colloquium or training rutinely. For increasing t he nurse’s atitude in nursing nurture documentation. Keywords : Documentation, Behaviour, Knowledge , Attitude,  Nurse Abstrak Perilaku adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang dapat diamati langsung, maupun yang tidak diamati secara langsung, oleh pihak luar. Perilaku pendokumentasian merupakan bukti pencatatan dan pelaporan yang dimiliki perawat dalam melakukan catatan keperawatan dari pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi sampai evaluasi keperawatan. Fator-faktor yang berhubungan dengan perilaku pendokumentasian adalah pengetahuan, sikap, beban kerja, saran,  insentif dan kepemimpinan.  Jenis penelitian adalah studi penampang analitik dengan jumlah sampel 93 perawat. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariate, dan multivariate dengan uji regresi logistic ganda. Variabel  yang berhubungan dengan perilaku pendokumentasian adalah pengetahuan OR 2.696 (95% CI1.161-6.256), sikap OR 2.969 (95% CI 1.274-6.920), insentif  OR 0.293 (95% CI 0.121-0.708) dan bebankerja OR 3.569 (95%CI 1.510-8.433). Variable yang paling berhubungan adalah sikap. Disarankan kepada Manajemen keperawatan di Rumah Sakit Jiwa melakukan pembinaan melalui  seminar   maupun pelatihan secara rutin guna peningkatan perilaku perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan. Kata Kunci: Perilaku, Pendokumentasian, Pengetahuan, Sikap, Perawat
Analisis Faktoryang Berhubungandengan Rencana Keluargadi Pesisir Pantai Kota Padangdalam Menghadapi Bencana Rika Fatmadona
Ners Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.602 KB) | DOI: 10.25077/njk.10.2.136-150.2014

Abstract

Kota Padang sebagai ibu kota provinsi Sumatera Barat berdasarkan geografis berada pesisir barat pulau Sumatera, sehingga tak terelakkan dari jalur bencana/ring of fire. Keluarga sebagai unit terkecil masyarakat yang tinggal dipesisir diharapkan tanggap akan bencana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan rencana keluarga di pesisir pantai kota padang dalam menghadapi bencana. Desain penelitian adalah Cross Sectional study. Populasi penelitian melibatkan masyarakat di 4 kecamatanyang berada dipesisir kota Padang; Kecamatan Lubuk Begalung, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kecamatan Koto Tangah, Kecamatan Padang Utara, dan Kecamatan Koto Tangah, berjumlah 71.046 orang dengan quota sampling sebanyak 100 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner dan fokus grup diskusi. Hasil penelitian menunjukan bahwakeluarga yang tinggal di sepanjang pesisir telah menyadari bencana yang sering dialami adalah gempa-tsunami (100%). Rencana keluarga yang tinggal di pesisir pantai Kota Padang dalam menghadapi bencana76 % sudah baik, responden memiliki tingkat pendidikan terbanyak adalah SMA (42 %), responden  mayoritas pekerjaan swasta 42 %, lebih dari separuh responden (67%) memiliki tingkat pengetahuan  tentang bencana kurang,lebih dari separuh responden  memiliki sikap terhadap bencana positif(59 %), lebih dari separuh responden (68%) memiliki persepsi positif.Dari hasil uji chi square menunjukkan hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap dengan rencana keluarga menghadapi bencana dengan p<0,05. Namun tidak terdapat hubungan antara persepsi, pekerjaan, informasi bencana dengan rencana menghadapi bencana, dimana p>0,05. Kesimpulannya pengetahuan dan sikap keluarga yang tinggal dipesisir pantai kota Padang berhubungan erat dengan rencana tanggap bencana. Namun pada persepsi, pekerjaan dan informasi bencana ditemukan tidak berkaitan erat dengan rencana menghadapi bencana  Rekomendasi ditujukan kepada pemerintah daerah agar memberikan pengetahuan dan sosialisasi mengenai manajemen bencana, cepat dan tanggap mengatasi isu negatif yang beredar terkait bencana yang beresiko merubah persepsi masyarakat tentang bencana.
Kemandirian Ibu Postpartum Dalam Perawatan Bayi Baru Lahir dengan Menggunakan Pendekatan Model “Mother-Baby Care (M-BC)” Vetty Priscilla
Ners Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.458 KB) | DOI: 10.25077/njk.9.2.169-176.2013

Abstract

: Ibu yang baru melahirkan membutuhkan sebuah pendekatan untuk dapat melakukan perawatan bayi baru lahir secara mandiri apalagi ibu tersebut merupakan ibu primipara salah satunya adalah model perawatan bayi baru lahir Mother-Baby Care (M-BC) merupakan sebuah pendekatan yang bertujuan untuk memandirikan ibu postpartum dalam melakukan perawatan bayi baru lahir. Tujuan penelitian untuk melihat efektifitas model M-BC dalam perawatan bayi baru lahir. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan mengunakan pretest-postest only dengan jumlah sample 20 orang ibu postpartum. Hasil penelitian didapatkan bahwa kemandirian ibu postpartum dalam perawatan bayi baru lahir sebelum intervensi mempunyai rerata 31,81 dan setelah intervensi 37,72 dimana terjadi peningkatan 5,91. Uji Wilcoxon menunjukan ada perbedaan yang bermakna antara kemandirian ibu postpartum sebelum dan setelah dilakukan intervensi dimana p=0,024 (p<0,05). Disarankan kepada petugas kesehatan agar dapat mengunakan modul Mother-Baby Care (M-BC) sebagai salah satu pedoman untuk melakukan pendidikan kesehatan kepada ibu dalam perawatan bayi baru lahir untuk meningkatkan kemandirian ibu. 
Perbedan Terapi Madu Dan Multi Vitamin Terhadap Kadar Hemoglobin, Albumin Dan Status Nutrisi Pada Anak Balita Meri Neherta
Ners Jurnal Keperawatan Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.241 KB) | DOI: 10.25077/njk.7.2.136-142.2011

Abstract

Abstrak : Intake gizi yang baik berperan penting dalam mencapai pertumbuhan badan yang optimal. Pertumbuhan badan yang optimal ini mencakup pula pertumbuhan otak yang sangat menentukan kecerdasan seseorang. Faktor yang paling terlihat pada lingkungan masyarakat adalah kurangnya pengetahuan ibu mengenai zat gizi yang harus dipenuhi anak pada masa pertumbuhan. Rancangan penelitian adalah eksperimen sederhana. Penelitian dilakukan dari bulan Mei sampai  September 2011 di Wilayah Kerja Puskesma Nanggalo, Kota Padang. Populasi dalam penelitian ini adalah Semua Balita yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Kota Padang. Jumlah sampel 60 orang, 30 orang mendapat intervensi terapi multi vitamin  dan 30 orang lagi mendapat terapi madu yang diberikan selama 30 hari. Untuk mengetahui kelompok mana yang mempunayi perbedaan yang paling kuat, harus dilakukan uji Wilcoxon. Kesimpulan dari penelitian adalah efek terapi  Multivitamin lebih baik dari terapi madu + vit B Complek terhadap kadar hemoglobin, albumin dan status nutrisi ( BB/U ) pada balita diwilayah kerja Puskesmas Nanggalo Kota Padang Tahun 2011. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar balita diberi minum multi vitamin guna melengkapi kebutuhan untuk tumbang balitanya karena mudah didapat dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat.
OPTIMALISASI MONITORING PASIEN ANAK PADA KONDISI AKUT MELALUI PENERAPAN PEDIATRIC EARLY WARNING SYSTEM DENGAN PENDEKATAN TEORI KENYAMANAN KATHARINE KOLCABA Yunita Muliasari
Ners Jurnal Keperawatan Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.13.2.86-95.2017

Abstract

Penyakit akut pada anak dapat menyebabkan perubahan yang terjadi secara cepat, dapat mengancam anak dan keluarga secara tiba-tiba, dan mengganggu pola normal kehidupan sehari-hari. Artikel Ini bertujuan mendeskripsikan mengenai optimalisasi monitoring pasien anak pada kondisi akut melalui penerapan PEWS dengan pendekatan teori kenyamanan Kolcaba. Pemberian asuhan keperawatan dengan mengaplikasikan struktur taksonomi Kolcaba dapat diterapkan pada anak dengan kondisi akut selama hospitalisasi. Beberapa masalah keperawatan yang ditemukan seperti ketidakefektifan bersihan jalan napas dapat mengganggu kenyamanan fisik anak. PEWS digunakan sebagai instrumen untuk monitoring kondisi fisik anak dan mendeteksi terjadinya perburukan pada anak.  Kata kunci: penyakit akut, PEWS, teori kenyamanan Kolcaba 

Page 6 of 24 | Total Record : 237