cover
Contact Name
Akhmad Maliki
Contact Email
maliki.ts@uwks.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.axial@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi
ISSN : 23376317     EISSN : 26150824     DOI : http://dx.doi.org/10.30742/axial.v10i1
Core Subject : Engineering,
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi adalah Jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya sejak tahun 2012 dengan ISSN:2337-6317 untuk terbitan versi cetak, sedangkan untuk terbitan versi online mulai tahun 2018 dengan ISSN: 2615-0824. axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi merupakan jurnal yang berisikan tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, kajian, dan telaah kritis dibidang ilmu ketekniksipilan dengan konsentrasi ilmu rekayasa struktur, bangunan air, manajemen transportasi/lalu lintas, manajemen konstruksi dan geoteknik. axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi diterbitkan tiga kali dalam satu tahun, antara bulan April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
PENGENDALIAN BANJIR DI DESA JATI WETAN KECAMATAN JATI KABUPATEN KUDUS Aziz, S. Kamilia; Wardani, Deria Fitri Kusuma; Pratama, Bagas Yoga
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 14, Nomor 1, April Tahun 2026
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v14i1.4785

Abstract

Banjir di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus disebabkan oleh keterbatasan kapasitas sistem drainase dalam menampung limpasan air hujan, yang diperparah oleh sedimentasi, topografi datar, serta perubahan tata guna lahan yang menurunkan kemampuan infiltrasi. Meskipun telah dilengkapi kolam retensi dan sistem pompa, genangan masih terjadi akibat ketidakseimbangan antara debit limpasan dan kapasitas saluran, serta pengaruh kondisi hilir Sungai Wulan yang sering mencapai kapasitas penuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem drainase eksisting serta merumuskan strategi pengendalian banjir melalui redimensi saluran dan optimasi operasi kolam retensi. Analisis hidrologi dilakukan untuk menentukan debit banjir rencana berdasarkan data curah hujan periode 2011–2022, sedangkan analisis hidraulika menggunakan HEC-RAS 2D untuk mensimulasikan kapasitas saluran dan distribusi genangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa debit banjir rencana kala ulang 10 tahun berkisar antara 1,287–14,884 m³/s. Evaluasi kapasitas saluran menunjukkan beberapa segmen tidak mampu mengalirkan debit tersebut sehingga diperlukan redimensi penampang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penerapan redimensi saluran yang terintegrasi dengan kolam retensi dan sistem pompa mampu mereduksi luas genangan sebesar 30,07%. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi redimensi saluran dan pengelolaan operasional kolam retensi berbasis kondisi muka air efektif dalam meningkatkan kinerja drainase dan mengurangi risiko banjir.
KAJIAN KEAMANAN METODE PEKERJAAN TIMBUNAN ZONA INTI SANDARAN KANAN MAIN DAM BENDUNGAN CIJUREY Widiastuti, Devina Kusuma; Pratama, Bagas Yoga; Zaky, Muhamad Wildan; Jauhari, Tria Fajri
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 14, Nomor 1, April Tahun 2026
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v14i1.5171

Abstract

Pekerjaan penimbunan zona inti Bendungan Cijurey dilaksanakan mulai dari sandaran kanan dan sandaran kiri bendungan, tidak seperti bendungan pada umumnya yang dimulai dari garis as sungai. Metode penimbunan tersebut menimbulkan potensi bahaya longsor dan deformasi selama pelaksanaan pekerjaan, yang apabila terjadi dapat membahayakan pekerjaan, struktur tubuh bendungan, serta pipa instrumen yang menjadi fokus utama studi ini karena bersifat mudah rusak akibat deformasi. Oleh karena itu, studi ini dilakukan untuk mengevaluasi apakah metode pekerjaan yang direncanakan telah memenuhi syarat keamanan sesuai standar SNI, sekaligus memberikan alternatif metode pekerjaan agar pelaksanaannya lebih efektif. Analisis stabilitas dan deformasi dilakukan menggunakan perangkat lunak GeoStudio 2023 dengan memanfaatkan SIGMA/W dan SLOPE/W untuk masing-masing analisis. Hasil analisis SIGMA/W menunjukkan bahwa deformasi terbesar sebesar 0,077 m terjadi pada arah horizontal. Analisis stabilitas menggunakan SLOPE/W menunjukkan bahwa seluruh skenario penimbunan dinyatakan aman untuk dilaksanakan, sedangkan metode pekerjaan dengan kombinasi kemiringan 1:5 dan 1:2 memberikan hasil yang lebih efektif karena mengurangi pekerjaan berulang.
PENGARUH ABU AMPAS TEBU SEBAGAI SUBTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON Faridana, Ridha Alfi; Andaryati; Waskito, Johan Paing Heru
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 14, Nomor 1, April Tahun 2026
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v14i1.5219

Abstract

Industri semen merupakan salah satu penyumbang emisi karbon yang cukup besar, sehingga diperlukan upaya pemanfaatan material alternatif yang ramah lingkungan. Salah satu material yang berpotensi digunakan adalah limbah abu ampas tebu (bagasse ash) sebagai bahan pengganti sebagian semen dalam campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kuat tekan maksimum dan kuat tarik belah maksimum beton yang memanfaatkan limbah abu ampas tebu sebagai bahan pengganti sebagian semen. Ampas tebu untuk campuran dengan variasi sebesar 0%, 2%, 4%, dan 6% dari berat semen. Benda uji berupa silinder beton berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari, sedangkan pengujian kuat tarik belah dilakukan pada umur 28 hari. Perancangan campuran beton menggunakan metode DoE dengan faktor air semen sebesar 0,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan maksimum beton diperoleh pada variasi 6% sebesar 40,88 MPa pada umur 28 hari dan pengujian kuat tarik belah maksimum beton juga diperoleh pada variasi 6% dengan nilai sebesar 2,89 MPa. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa limbah abu ampas tebu berpengaruh dalam meningkatkan nilai kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Peningkatan optimum terjadi pada variasi 6%, dengan kuat tekan mencapai 40,88 MPa atau meningkat sebesar 22,61% dibanding beton tanpa abu ampas tebu, serta kuat tarik belah sebesar 2,89 MPa atau meningkat sebesar 10,73%. Hal ini menunjukkan bahwa abu ampas tebu berpotensi digunakan sebagai bahan pengganti sebagian semen dalam campuran beton.
EFEKTIFITAS SISTEM PERSETUJUAN BANGUNAN GEDUNG DALAM MENJAMIN KESELAMATAN BANGUNAN DI INDONESIA Kurniawan, Ivan
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 14, Nomor 1, April Tahun 2026
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v14i1.5234

Abstract

Sistem Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di Indonesia menghadapi kesenjangan signifikan antara idealitas regulasi dan realitas implementasi, yang tercermin dari rendahnya tingkat kepatuhan terhadap Standar Nasional Indonesia (55%), cakupan Sertifikat Laik Fungsi yang baru mencapai 60–65%, serta tragedi runtuhnya Pondok Pesantren Al-Khoziny yang merenggut 67 jiwa akibat bangunan tanpa izin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis parameter efektivitas sistem PBG, mengevaluasi mekanisme jaminan kualitas konstruksi, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat implementasi, serta merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis bukti. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain systematic literature review (SLR) berpedoman pada protokol PRISMA 2020, penelitian ini mensintesis 78 artikel dari database Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, dan Portal Garuda periode 2019–2025, yang dianalisis secara tematik dengan bantuan NVivo 12. Temuan utama menunjukkan bahwa efektivitas PBG merupakan konstruk multidimensi (prosedural, teknis, outcome) dengan rata-rata waktu perizinan 42 hari, ketidaksesuaian bangunan dilaporkan dalam 70% studi, serta empat faktor penghambat dominan: regulasi (85%), implementasi dan kelembagaan (92%—paling dominan), sumber daya manusia (80%), dan teknologi (55%). Interkoneksi antar faktor menciptakan siklus ketidakefektifan yang dipengaruhi oleh lemahnya komunikasi kebijakan, keterbatasan sumber daya, rendahnya disposisi aparatur, dan fragmentasi struktur birokrasi. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis melalui integrasi teori implementasi kebijakan Edwards III dan teori kelembagaan, serta secara praktis menyediakan peta masalah sistemik bagi reformasi PBG. Implementasi rekomendasi holistik—meliputi harmonisasi regulasi, penguatan kapasitas aparatur, digitalisasi terintegrasi, pemberdayaan asosiasi profesi, dan penegakan hukum konsisten—diperlukan untuk mentransformasi tata kelola perizinan bangunan yang berorientasi pada keselamatan publik
STABILISASI TANAH MENGGUNAKAN ABU BATU PADA TANGGUL SUNGAI AIR MANIS NEGERI LAHA MALUKU TENGAH Ilham, Muhammad Khusnulsean; Kalalimbong, Abraham; Ayal, Mansye Ronal
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 14, Nomor 1, April Tahun 2026
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v14i1.5255

Abstract

Kondisi tanah pada sungai Air Manis, berdasarkan survei di lapangan, telah mengalami gerusan tanah akibat faktor alam seperti hujan, dan aliran sungai. Karakteristik tanah bersifat labil atau ekpansif, dimana pada saat musim hujan bersifat lunak bahkan seperti lumpur dan ketika musim kemarau tanahnya menyusut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar pengaruh penambahan abu batu terhadap nilai CBR Laboratorium, nilai kohesi (c) dan sudut geser (φ). Tanah dari Sungai Air Manis, Negeri Laha dikategorikan sebagai tanah berbutir pasir-berlanau/kerikil berlanau. Nilai CBR Laboratorium rata – rata tanah asli sebesar 2,28% penambahan abu batu 5% nilai CBR rata – rata sebesar 2,42%, penambahan abu batu 7% nilai CBR rata – rata sebesar 2,88%, dan penambahan abu batu 10% nilai CBR rata – rata sebesar 3,02%. Nilai kohesi rata – rata tanah asli sebesar 13,502 kPa penambahan abu batu 5% rata – rata nilai kohesi sebesar 10,938  kPa, penambahan abu batu 7% rata – rata nilai kohesi sebesar 10,205 kPa, dan penambahan abu batu 10% rata – rata nilai kohesi sebesar 9,058 kPa. Nilai sudut geser rata – rata tanah asli sebesar 12,14° penambahan abu batu 5% nilai sudut geser rata – rata sebesar 14,40°, penambahan abu batu 7% nilai sudut geser rata – rata sebesar 15,32°, dan penambahan abu batu 10% nilai sudut geser rata – rata sebesar 16,76°.
ANALISIS PENGELOLAAN RUANG PARKIR PADA KAWASAN TAMAN TERAS SAMARINDA DI SEGMEN TELUK LERONG SPACE Athallah, Muhammad Zen Nabil; Habir, Habir; Eswan, Eswan
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 14, Nomor 1, April Tahun 2026
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v14i1.5258

Abstract

Penelitian ini menganalisis kapasitas, kebutuhan, dan strategi pengelolaan parkir di Kawasan Taman Teras Samarinda Segmen Teluk Lerong Space, Jalan RE. Martadinata. Metode kuantitatif digunakan melalui survei lapangan dengan pencatatan kendaraan masuk–keluar per interval satu jam pada sistem parkir off-street yang dikelola Perumda Vania Niaga. Observasi dilakukan selama 16 jam (06.00–22.00 WITA) pada hari kerja dan hari libur. Kapasitas eksisting tercatat 275 SRP sepeda motor dan 82 SRP mobil. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan antara weekday dan weekend, khususnya pada sepeda motor (weekday 727 unit; weekend 1.439 unit), sedangkan mobil relatif stabil (weekday 212 unit; weekend 226 unit). Durasi parkir rata-rata singkat (0,48–0,59 jam), namun indeks parkir melebihi 100% pada jam puncak, menandakan defisit kapasitas. Proyeksi kebutuhan 2025–2034 dengan laju pertumbuhan 7% menunjukkan defisit berkelanjutan hingga 2034 sebesar -3.707 unit sepeda motor dan -723 unit mobil. Analisis SWOT menekankan strategi penutupan gap kapasitas–permintaan melalui rekayasa kapasitas, manajemen permintaan untuk mengendalikan fluktuasi weekday–weekend, serta mitigasi defisit jangka panjang dengan dukungan komunikasi publik. Temuan ini menegaskan urgensi pengelolaan parkir berbasis data dan strategi adaptif untuk menjamin keberlanjutan fungsi kawasan.
KAJIAN KUALITAS AIR TANAH DANGKAL TERHADAP PENGARUH INTRUSI AIR LAUT DI SURABAYA UTARA BERBASIS GIS Soebagio; Khatulistiani, Utari; Raharja, Danang Setiya; Ramadhan, Rifqi Ilham; Azmi, Muhammad Sholahuddin
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 14, Nomor 1, April Tahun 2026
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v14i1.5274

Abstract

Kawasan pesisir Surabaya Utara memiliki aktivitas permukiman dan industri yang tinggi sehingga mendorong peningkatan pemanfaatan air tanah dangkal. Eksploitasi air tanah yang berlebihan berpotensi menurunkan kualitas air, menyebabkan penurunan muka tanah, serta memicu intrusi air laut. Hingga saat ini, informasi mengenai kondisi kualitas air tanah di wilayah tersebut masih terbatas, sehingga diperlukan kajian dan pemetaan sebagai dasar pengelolaan sumber daya air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air tanah dangkal dan memetakan tingkat pencemarannya di Surabaya Utara. Pengambilan sampel dilakukan pada sumur penduduk, diikuti dengan pengujian parameter fisik dan kimia secara in situ dan laboratorium. Hasil pengujian dibandingkan dengan standar baku mutu higiene sanitasi Permenkes RI. Penilaian kualitas air dilakukan menggunakan metode STORET, kemudian dipetakan secara spasial dengan sistem informasi geografis (GIS) menggunakan perangkat lunak Surfer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 80% sampel memiliki nilai DHL dan TDS yang melebihi baku mutu, dengan nilai DHL sekitar 1200 µS/cm dan TDS di atas 600 ppm. Sekitar 25% sampel menunjukkan gangguan bau, rasa, dan warna, sedangkan parameter pH dan suhu umumnya masih dalam batas normal. Pemetaan menunjukkan sebagian besar wilayah mengalami pencemaran ringan, sementara pencemaran sedang ditemukan di Kecamatan Semampir dan Pabean, serta kualitas terbaik di sebagian Kecamatan Genteng dan Simokerto. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar pemantauan dan pengelolaan kualitas air tanah secara berkelanjutan.