cover
Contact Name
Ir. Farida Ariyani, M.Sc
Contact Email
jurnal.ppbkp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ppbkp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan
ISSN : 19079133     EISSN : 24069264     DOI : -
JPBKP is a scientific resulted from research activities on marine and fisheries product processing, food safety, product development, process mechanization, and biotechnology. Published by Research Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnology, Ministry of Marine Affairs and Fisheries twice a year periodically in Indonesian language.
Arjuna Subject : -
Articles 403 Documents
Karakteristik Plastik Indikator sebagai Tanda Peringatan Dini Tingkat Kesegaran Ikan dalam Kemasan Plastik Rudi Riyanto; Irma Hermana; Singgih Wibowo
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v9i2.108

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari karakteristik tanda peringatan dini atau early warning indicators (EWI) yang dibuat dari beberapa jenis indikator pH untuk mendeteksi kesegaran ikan dalam kemasan plastik. Tiga jenis indikator pH dan campuran dua indikator pH digunakan dalam penelitian ini, yaitu bromothymol blue (BTB), bromocresol green (BCG), bromocresol purple (BCP), dan campuran BCG dan methyl red (MR). Sensitivitas masing-masing indikator diuji menggunakan NH4OH selama 15 menit dan filet ikan kurisi (Nemipterus nematophorus) selama 15 jam penyimpanan pada suhu ruang. Contoh ikan diambil setiap 3 jam untuk analisis kandungan TVB-N dan jumlah bakteri total (TPC). Hasilnya menunjukkan bahwa indikator BTB memberikan respon lemah terhadap NH4OH dan perubahan kesegaran filet ikan. Respon yang lebih baik ditunjukkan oleh BCG, BCP, dan campuran BCG dan MR. Perubahan warna pada indikator tersebut terjadi ketika kandungan TVB-N dan TPC pada filet ikan masing-masing mencapai 33,29 ± 4,24 mgN/100 g dan 106 cfu/gr. Perubahan warna dapat dengan mudah dikenali dan diidentifikasi secara visual. Untuk merancang EWI, biaya bahan yang diperlukan untuk membuat indikator kurang penting dibandingkan dengan pertimbangan sensitivitas indikator.
Uji Aktivitas Antioksidan, Toksisitas, The Assays of The Antioxidative Activity, Toxicity, and Cytotoxicity of The Red Algae. Wikanta, Thamrin; Januar, Hedi Indra; Nursid, Muhammad
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v11i4.475

Abstract

Riset tentang aktivitas antioksidan, toksisitas dan sitotoksisitas ekstrak Rhodymenia palmata telah dilaksanakan. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1‑ difenil‑2­pikrilhidrazil).Uji toksisitas terhadap Artemia salina dilakukan dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Uji sitotoksisitas terhadap sel lestari tumor HeLa ditentukan dengan metode MTT (3‑(4,5‑dimetilthiazol‑2yi)‑2,5‑difeniI tetrazolium bromida). Hasil uji menunjukkan bahwa ekstralk kasar metanol memiliki aktivitas antioksidan rendah (IC .0~464,89 ppm). Fraksi etil asetat memiliki toksisitas paling tinggi (L C50 =5,36 ppm), dan fraksi n‑heksana memiliki toksisitas rendah (LC 0=55,20 ppm), sedangkan fraksi metanol termasuk kelompok tidak toksik (LC 50=39012,95 ppm). Uji sitotoksisitas terhadap sel lestari tumor HeLa menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki sitotolksisitas rendah (LC 5,=432,43 ppm), sedangkan fraksi n‑heksana memiliki sitotoksisitas tinggi (LC 5,=29,68 ppm).
PENAPISAN BAKTERI KITINOLITIK DARI LIMBAH PENGOLAHAN UDANG Ekowati Chasanah; Miftahul Ilmi; Wibowo Mangunwardoyo
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v4i1.437

Abstract

Limbah pengolahan udang merupakan salah satu sumber enzim pendegradasi kitin (enzim kitinolitik) potensial. Tulisan ini melaporkan sebagian hasil rangkaian riset mengenai pencarian sumber enzim Kitinolitik dari lingkungan laut, khususnya dari limbah industri perikanan. Tujuan dari riset ini adalah mengisolasi bakteri kitinolitik dan limbah pengolahan udang, mengetahui kondisi optimum untuk memproduksi enzim tarsebut dan mengidentifikasi bakteri terbaik penghasil enzim tersebut. Penapisan diakukan dengan mengevaluasi indeks kitinolitik pada medium kitin padat (2%) dan mengukur aktivitas kitinolitik pada medium minimal (MSM) cair yang diperkaya koloidal kitin 0,5%. Optimasi produksi enzim dilakukan dengan mangkultur isolat pada berbagai pH, suhu, dan substrat menggunakan penangas air bersuhu 37ºC dengan agitasi 100 rpm. Sejumlah 106 isolat berhasil diisolasi, dan di antaranya isolat KPU 218 yang memiliki aktivitas kitinolitik tertinggi (0,134 ± 0,004 U/mg) dalam waktu tercepat (24 jam). Kondisi optimum untuk memproduksi enzim tersebut adalah pH 5, suhu 25ºC dengan substrat koloidal kitin dan waktu produksi 30 jam. Hasil identifikasi berdasarkan 16S-rDNA menunjukkan bahwa isolat KPU 218 memiliki kemiripan 87% dengan Acinetobacter sp.
Ekstrak Air Daun Sirih (Piper betle Linn) sebagai Antioksidan Alami pada Pengolahan Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus) Asin Kering Farida Ariyani; Irianti Amin; Dedi Fardiaz
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v10i1.244

Abstract

Kajian peran ekstrak air daun sirih sebagai antioksidan alami pada proses pengolahan ikan patin asin kering telah dilakukan. Penambahan ekstrak air daun sirih pada berbagai konsentrasi (0, 4, 5, 6, 7% b/v) dilakukan pada saat perendaman patin segar dalam larutan garam jenuh selama 48 jam. Selanjutnya patin asin hasil penggaraman dikeringkan di bawah sinar matahari selama 4–5 hari. Pengamatan aktivitas antioksidan ekstrak air daun sirih dilakukan dengan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) yang dibandingkan dengan Buthylated Hydroxytoluene (BHT) sebagai kontrol positif, sedangkan pengamatan efektivitas ekstrak air daun sirih sebagai antioksidan patin asin dilakukan melalui analisis parameter oksidasi yakni angka TBA, angka anisidin dan produk berfluoresen serta karakteristik  sensori (warna, bau, dan rasa). Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak air daun sirih memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan BHT. Penambahan ekstrak air daun sirih dengan konsentrasi 4–7% (b/v) selama penggaraman dalam proses pengolahan patin asin mampu menghambat proses oksidasi lemak patin asin dan patin asin kering yang tercermin dari rendahnya angka TBA, angka anisidin dan produk berfluoresen dibanding kontrol. Perlakuan terpilih dari penelitian ini adalah kelompok perlakuan penambahan ekstrak daun sirih 4% yang menghasilkan patin asin kering dengan angka TBA 6,42 mMol MDA/kg (kontrol 15,10 mMol MDA/kg), angka anisidin 3,41 mMol/g minyak (kontrol 6,87 mMol/g minyak), dan produk berfluoresen 0,091 mg/g ikan (kontrol 0,219 mg/g ikan). Karakteristik sensori patin asin dengan perlakuan terpilih berwarna coklat muda, berbau tidak tengik, dan berasa sedikit getir.
Cover Depan JPBKP Vol. 12 No. 2 Tahun 2017
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v12i2.507

Abstract

PENGGUNAAN EKSTRAK TEH HIJAU (Camellia sinensis) SEBAGAI PENGHAMBAT PEMBENTUKAN HISTAMIN PADA IKAN SEBELUM DIOLAH Endang Sri Heruwati; Farida Ariyani; Radestya Triwibowo; Novalia Rachmawati; Irma Hermana
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v4i2.448

Abstract

Penelitian penggunaan ekstrak teh hijau (Camellia sinensis) sebagai penghambat pembentukan histamin pada ikan telah dilakukan. Ikan, terutama dari jenis skombroid, sangat rentan mengalami kerusakan karena terjadinya perubahan asam amino histidin yang terkandung dalam ikan menjadi senyawa histamin yang bersifat alergen, yang dikatalisasi oleh enzim histamin dekarboksilase (HDC). Teh hijau diketahui mengandung polifenol berupa senyawa epigalokatekingalat (EGCG) yang merupakan penghambat enzim HDC, sehingga dekarboksilasi histidin menjadi histamin dapat dicegah. Perendaman ikan tongkol dalarn ekstrak teh hijau pada konsentrasi 0, 2, dan 4% dilakukan selama 30 menit, diikuti dengan pernindangan dalam larutan gararn 15% selama 30 menit diteruskan dengan penyimpanan ikan pindang pada suhu kamar. Pengambilan sampel dilakukan setiap hari selarna 4 hari penyimpanan untuk diamati perubahan mutu kimiawi (TVB dan kadar histarnin), mikrobiologi JPC dan bakteri pembentuk histamin), serta organoleptik (kenampakan, bau, tekstur, lendir, rasa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan yang direndam dalam ekstrak teh 4% mempunyai kadar histamin 21,3 ppm, jauh lebih rendah dibandingkan dengan ikan yang direndam dalam ekstrak teh 2% dan 0% yang masing-masing mencapai 64,4 pprn dan 101,4 ppm. Penghambatan pembentukan histamin oleh ekstrak teh hijau masih terjadi selama penyimpanan, yang terlihat dari rendahnya jumlah bakteri pembentuk histarnin dan kadar histamin dibandingkan dengan kontrol. Pada penyimpanan hari ke-3, penghambatan pembentukan histamin oleh ekstrak teh hijau tidak efektif, kemungkinan karena terlalu tingginya jurnlah bakteri pembentuk histamin, yaitu mencapai 108 cfu/g.
Cover Depan JPBKP Vol 11 no 1 erki h
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v11i1.326

Abstract

Cover Belakang JPBKP Vol. 13 No. 1 Tahun 2018
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v13i1.539

Abstract

Cover Depan JPBKP Vol. 11 No. 2 Cover JPBKP
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v11i2.338

Abstract

Penapisan dan Karakterisasi Protease dari Bakteri Termo-Asidofilik P5-A dari Sumber Air Panas Tambarana Dewi Seswita Zilda; Atria Kusumarini; Ekowati Chasanah
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v3i2.17

Abstract

ABSTRAKRiset ini bertujuan untuk menapis dan mengisolasi bakteri penghasil protease dari sumber air panas Tambarana (Sulawesi Tengah) serta mengkarakterisasi enzim protease yang dihasilkan. Penapisan dilakukan menggunakan media padat yang dimodifikasi dengan komposisi 0,2% ekstrak kapang; 0,5% pepton; 0,01% MgSO4.7H2O; 0,1% K2HPO4; 0,1% NaCl; 2% agar dan 2% susu skim. Dua belas isolat bakteri yang diperoleh, semuanya mampu tumbuh pada media padat pH 5,5 dan suhu inkubasi 55oC dan memiliki potensi sebagai penghasil protease dengan indeks proteolitik (IP) 1,22–2,83. Isolat P5-a, merupakan isolat terbaik dengan nilai IP tertinggi yang digunakan untuk studi lebih lanjut. Kurva pertumbuhan, optimasi produksi, dan karakterisasi enzim kasar hasil pemekatan dengan ammonium sulfat telah dilakukan. Enzim protease P5-a(ekstrak kasar) bekerja optimal pada pH 6 dan suhu 500C. Aktivitas enzim dipacu oleh adanya ion Ca2+ dan Fe2+ (sebagai garam klorida;1mM), sedangkan Co2+, Zn2+, dan EDTA dalam konsentrasi yang sama menghambat aktivitas enzim tersebut. Enzim protease P5-a tahan terhadap deterjen (SDS 1%), Triton X-100 (5%), dan PMSF (1 dan 5 mM), menunjukkan bahwa enzim protease tersebut kemungkinan termasuk ke dalam protease logam.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2025): Juni 2025 Vol 19, No 2 (2024): Desember 2024 Vol 19, No 1 (2024): Juni 2024 Vol 18, No 2 (2023): Desember 2023 Vol 18, No 1 (2023): Juni 2023 Vol 17, No 2 (2022): Desember 2022 Vol 17, No 1 (2022): Juni 2022 Vol 16, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 16, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 15, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 14, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 14, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 12, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 11, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 10, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 9, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 8, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 7, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 6, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 5, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 4, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 3, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 2, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 1, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen More Issue