cover
Contact Name
Bina Rohita Sari
Contact Email
binarohitasari@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
fitofarmaka@unpak.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi
Published by Universitas Pakuan
ISSN : 20879164     EISSN : 2622755X     DOI : https://doi.org/10.33751/jf
Core Subject : Health, Science,
FITOFARMAKA mempublikasikan artikel yang berkaitan dengan farmasi, Kimia Farmasi, dan bidang Fitokimia serta akan dipublikasikan secara online. Publikasi secara elektronik akan menambah kekayaan informasi dan pengetahuan ilmiah terutama dari penelitian. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun, didokumentasikan dengan baik dalam bentuk elektronik dan cetak.
Arjuna Subject : -
Articles 268 Documents
CAMPURAN PROPOLIS DAN GARAM KELAPA SEBAGAI BAHAN ANTIBAKTERI PLAK GIGI MIXED PROPOLIS AND COCONUT SALT AS A DENTAL PLAQUE ANTIBACTERIAL AGENT Akhmad Endang Zainal Hasan; I Made Artika, Henry Adiprabowo
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 2 (2012): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.064 KB) | DOI: 10.33751/jf.v2i2.168

Abstract

Karies gigi merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi di kalanganmasyarakat Indonesia. Faktor yang paling banyak menyebabkan karies gigi adalah plak gigi.Bakteri yang dominan dalam plak gigi adalah Streptococcus mutans. Salah satu bahanantibakteri kariogenik yang biasa dipakai dalam pasta gigi saat ini adalah fluor. Penggunaanpasta gigi berfluor dapat menimbulkan fluorosis yaitu pelemahan email gigi bila dipakaidalam konsentrasi yang berlebihan. Propolis dan garam kelapa merupakan bahan alamiyang berpotensi sebagai antibakteri pengganti fluor. Penelitian bertujuan untuk mengujiaktivitas antibakteri dari campuran propolis dan garam kelapa dan membandingkankeefektifannya dengan antibakteri NaF yang terdapat dalam pasta gigi komersial. Ujiaktivitas antibakteri S. mutans dilakukan dengan metode hitungan cawan yaitupenghitungan jumlah bakteri yang tumbuh di media contoh dalam cawan petri. Propoliskasar diekstrak dengan alkohol dan didapatkan rendemen sebesar 8.52%. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa campuran propolis 6.25% dan garam kelapa 1 M mempunyaikemampuan paling besar sebagai antibakteri dan dapat menghambat S. mutans lebih baikdaripada NaF 0.3%. Keefektifan propolis-garam terhadap NaF 0.3% sebesar 203.88%.Kata kunci : propolis, garam kelapa, antibakteri, antikaries gigi, Streptococcus mutans,
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANALGETIK EKSTRAK ETANOL DAN EKSTRAK AIR DAUN UNGU PADA MENCIT (Mus musculus L.) Nhadira Nhestricia; Min Rahminiwati; Erni Rustiani; Fitri Dwiputri
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 2 (2019): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.772 KB) | DOI: 10.33751/jf.v9i2.1609

Abstract

Nyeri adalah perasaan sensorik atau emosional berupa perasaan tidak nyaman yang berhubungan dengan kerusakan dari suatu jaringan. Obat analgesik adalah obat yang memiliki aktivitas mengurangi rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efek analgetik ekstrak etanol 96% dan ekstrak air, menentukan dosis ekstrak daun ungu yang paling efektif dan menentukan jangka waktu efek analgesik ekstrak obat pada mencit putih jantan (Mus musculus L.). Hewan coba  digunakan sebanyak 20 ekor mencit putih jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan mulai P1 sampai P5. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun ungu dengan pelarut etanol 96% mempunyai efektivitas analgesik setara dengan kontrol positif. Sediaan paling paling efektif sebagai analgesik adalah Ekstrak Etanol Daun ungu 12 mg/20 g BB dengan nilai rata-rata lama mencit menahan rasa nyeri selama 16,08 detik yang diberikan pada kelompok P3, sedangkan kontrol positif Asetosal 1,82 mg/20 g BB memberikan waktu  rata-rata 17,47 detik  untuk menahan rasa sakit pada mencit.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL AKAR, KULIT BATANG DAN DAUN TANAMAN SAMBILOTO (Andrographis paniculata Ness.) DENGAN METODE LINOLEAT TIOSIANAT Sri Wardatun
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 1, No 2 (2011): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.87 KB) | DOI: 10.33751/jf.v1i2.159

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat reaksi radikal bebas dalamtubuh. Salah satu tumbuhan obat tradisional Indonesia yang memiliki aktivitas sebagaiantioksidan adalah sambiloto (Andrographis paniculata Ness.). Pengujian antioksidan dariekstrak etanol akar, kulit batang dan daun sambiloto dilakukan mengunakan metodeLinoleat-Tiosianat dengan vitamin E sebagai kontrol positif . Warna yang terbentuk diukur secara spektrofotometri pada ? 479 nm. Tiga ekstrak dengan daya antioksidan terbesar terdapat pada ekstrak akar dengan konsentrasi 0,25% sebesar 79,37%, ekstrak kulit batang dengan konsentrasi 0,5% memiliki daya antioksidan 75,93%, dan ekstrak daun memilikidaya antioksidan sebesar 76,63%, sedangkan vitamin E memiliki daya antioksidan 75,37%.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID DAN AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TERHADAP Staphylococcus aureus Trirakhma Sofihidayati; Fitria Dewi Sulistiyono; Bina Lohita Sari
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2018): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.49 KB) | DOI: 10.33751/jf.v8i2.1573

Abstract

Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan salah satu komoditas sayuran penting di Indonesia dan banyak digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional.   Kulit bawang dianggap sebagai limbah, tetapi ternyata pada kulit bawang merah  terkandung berbagai bahan alami dengan nilai fungsional tinggi. Bawang merah dan kulitnya  kaya akan senyawa seperti senyawa flavonoid dan organosulfur (allicin) yang bertindak sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid ekstrak etanol 70% kulit bawang merah dari hasil ekstraksi metode   Microwave Assisted Extraction (MAE) dan menentukan aktivitasnya terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Uji aktivitas ditentukan pada konsentrasi ekstrak 20, 40, 60, 80 dan100 % dengan mengukur lebar daerah hambat (LDH) menggunakan metode difusi agar. Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak etanol kulit bawang merah mengandung flavonoid sebesar 14,57 % dan uji aktivitas antibakteri menghasilkan lebar daerah hambat berturut-turut sebesar 18,00; 19,50; 19,50; 22,00 dan 21,50 mm.
AKTIVITAS HEPATOPROTEKTOR KOMBINASI EKSTRAK AIR PEGAGAN (Centella asiatica L. Urban) DAN EKSTRAK ETANOL KUNYIT (Curcuma longa Linn) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN SPRAGUE DAWLEY Gelline Tama Anindia Firman; Min Rahminiwati; Ike Yulia Wiendarlina
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 1 (2017): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.457 KB) | DOI: 10.33751/jf.v7i1.797

Abstract

ABSTRAKHepatoproktektor adalah senyawa yang dapat mencegah dan memperbaiki sel-sel hepar yang rusak. Parameter yang diamati adalah perubahan kadar SGPT pada hari ke 0,2, 5, 9 dan 13. Hasil penelitian dari 9 kombinasi dosis selama 13 hari menunjukkan semua kombinasi menurunkan kadar SGPT dengan aktivitas hepatoprotektor terbaik adalah terdapat pada tumbuhan ektrak air pegagan: ekstrak etanol kunyit dengan perbandingan 2:3.Kata kunci: Pegagan (Centella asiatica L.Urban), Kunyit (Curcuma longa Linn) dan hepatoprotektorABSTRACTHepatoprotector is a compound that can prevent and repair liver cell damage. This research aimed to study the activity and effectivity of combination Centella asiatica water extract and Curcuma longa ethanol extract as hepatoprotector by SGPT (Serum Glutamat Piruvat Transaminase) in Sprague Dawley male white rats induced paracetamol. Parameters measured were changes in ALT levels at day 0, 2, 5, 9 and 13. Combinations of doses for 13 days showed all combinations of those extract potencial hepatoprotector. The best activity was found in ratio 2:3 (Centella asiatica extract:ethanol extract of turmeric).Keywords: Centella asiatica L. Urban, Curcuma longa Linn and Hepatoprotector
EFEKTIVITAS SEDIAAN EMULSI EKSTRAK ETANOL 70 % DAUN MANGKOKAN (Northopanax scutellarius(Burm.f)Merr) SEBAGAI PERANGSANG PERTUMBUHAN RAMBUT Siti Sadiah; Nina Herlina; Dwi Indriati
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 4, No 1 (2014): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.351 KB) | DOI: 10.33751/jf.v4i1.182

Abstract

Daun mangkokan dalam pengobatan tradisional (jamu) dikenal sebagai tanaman obat yang berkhasiat sebagai penumbuh rambut atau mencegah kerontokan. Kerontokan rambuthingga kebotakan (Alopecia) dapat diobati dengan penyubur rambut. Pada penelitian inidilakukan pembuatan formula sediaan emulsi yang mengandung ektrak etanol 70 % daunmangkokan pada beberapa konsentrasi dan dievaluasi efektivitasnya sebagai penumbuhrambut secara in vivo. Formula dibandingkan dengan Aminexil 2% sebagai kontrol positif dandiaplikasikan pada kulit kelinci yang telah dibersihkan bulunya, kemudian panjang bulurambut yang tumbuh diukur selama 6 minggu dan ditentukan rata-rata pertumbuhan rambut perminggu. Hasil menunjukkan formulasi dengan konsentrasi ekstrak daun mangkokan 7,5%sama efektifnya dengan kontrol positif dan berbeda signifikan dengan kontrol formula basistanpa ekstrak. Rata-rata panjang rambut pada minggu pertama bertambah 50% dan setelahminggu keenam pertumbuhannya rata-rata diatas 65% - 85% jika dibandingkan terhadapkontrol positif Aminexil (100%).
KADAR SAPONIN DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN Filicium decipiens (Wight & Arn.) Thwaites TERHADAP Staphylococcus aureus, Escherichia coli DAN Candida albicans Siti Mahyuni; Trirakhma Sofihidayati
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2018): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.129 KB) | DOI: 10.33751/jf.v8i2.1571

Abstract

Tanaman Filicium decipiens atau kiara sabun dikenal sebagai tanaman penghasil saponin yang merupakan golongan metabolit sekunder dengan toksisitas tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur kadar saponin dan menguji aktifitas antibakteri serta anti jamur dari ekstrak daun F. decipiens. Metode penelitian meliputi ekstraksi daun segar dan daun kering F. decipiens menggunakan metode soxhlet dengan defatisasi, pengukuran kadar saponin, pengujian aktifitas ekstrak (konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, 80%) terhadap bakteri Eschericia coli dan bakteri Staphylococcus aureus dan jamur Candida albicans dengan metode difusi agar Kirby-Bauer dan penentuan nilai lebar daerah hambat (LDH) dan konsentrasi hambat minimum (KHM). Hasil penelitian menunjukkan daun kiara payung memiliki kadar sapaonin cukup tinggi yaitu 125 mg/g (12,5%) pada daun segar dan 97 mg/g (9,7 %) dan pada daun kering. Ekstrak methanol kiara payung pada konsentrasi 80% juga menunjukkan aktifitas antibakteri terhadap S. aureus dengan diameter LDH mencapai 22,6 mm pada ekstrak daun segar dan 22 mm  pada ekstrak daun kering. Konsentrasi hambat minimum baik pada ekstrak daun segar maupun ekstrak daun kering adalah 14%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kiara payung memiliki kadar saponin yang cukup tinggi dan aktifitas antibakteri yang kuat sehingga berpotensi untuk diteliti dan dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan antibiotik alami.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN POLISAKARIDA BETA GLUKAN PADA JAMUR GANODERMA (Ganoderma lucidum) Novi Fajar Utami; Sri Wardatun; Fitri Atika suri
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2016): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.971 KB) | DOI: 10.33751/jf.v6i2.756

Abstract

ABSTRAKJamur ganoderma (Ganoderma lucidum) menghasilkan senyawa aktif polisakarida beta glukan yang berkhasiat sebagai antihiperglikemia. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi senyawa polisakarida beta glukan serta mengukur kadar rendemen ekstrak air dan ekstrak alkali dari jamur ganoderma. Ekstraksi dilakukan dengan metoda dekoks untuk pelarut air dan metoda maserasi untuk pelarut alkali. Identifikasi dilakukan berdasarkan panjang gelombang maksimum dan gugus fungsi yang terdapat pada isolat hasil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) yang dibandingkan dengan senyawa beta glucan standar dari tanaman barley. Rendemen hasil ekstraksi dengan pelarut air adalah sebesar 2,8% dan rendemen hasil ekstraksi dengan pelarut alkali adalah sebesar 5,309%. Hasil identifikasi dengan KLT didapat nilai Rf untuk ekstrak air 0,5875; untuk ekstrak alkali 0,8; dan standar barley 0,625. Panjang gelombang maksimum isolat ekstrak air 268 nm, isolat ekstrak alkali 268 nm dan standar barley 265 nm. Gugus fungsi yang diperoleh baik isolat ekstrak air dan isolat ekstrak alkali adalah O-H, C-H, C-OR (eter) yang hasilnya sama dengan standar barley yang menunjukkan adanya senyawa beta glukan.Kata kunci : Ganoderma lucidum, beta glukan, standar barley
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN EKSTRAK AIRKELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L) TERHADAP BAKTERI Streptococcus pneumoniae. Oom Komala; Reni Rosyanti; Muztabadihardja Muztabadihardja
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3, No 1 (2013): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.109 KB) | DOI: 10.33751/jf.v3i1.173

Abstract

Penelitian efektivitas antibakteri ekstrak etanol dan ekstrak air kelopak bunga rosella terhadap Streptococcus pneumoniae telah dilakukan menggunakan metode difusicakram dan dilusi secara invitro. Larutan induk ekstrak etanol dan ekstrak air rosella70g/100 ml diencerkan dengan konsentrasi 10%, 30%, 50% dan70% untuk metodedifusi cakram dengan kontrol positif ampisilin 10 IU, dan ekstrak etanol diencerkandengan konsentrasi 0,1%, 0,25%, 0,5%, 1%, dan 2% untuk metode dilusi terhadapS.pneumoniae. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan ekstrak airrosella dapat menghambat pertumbuhan bakteri S.pneumoniae diketahui dari zonahambat yang terbentuk. Konsentrasi 70% pada metode difusi ekstrak etanol danekstrak air rosella membentuk diameter zona hambat paling luas rata-rata 25,6 mmuntuk ekstrak etanol dan 24,3 mm untuk ekstrak air rosella. Hasil konsentrasi hambatminimum dari ekstrak etanol rosella yang paling efektif adalah konsentrasi 1%. Hasilpengujian fitokimia diketahui bahwa ekstrak etanol dan ekstrak air rosellamengandung saponin, tanin, dan flavonoid.Kata kunci : Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L), S.pneumoniae, antibakteri,ekstrak etanol, ekstrak air
(Cover; Editorial Team; From the editor; Table of Contents) (Cover; Editorial Team; From the editor; Table of Contents)
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2018): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3032.314 KB) | DOI: 10.33751/jf.v8i2.1727

Abstract

1. Cover2. Editorial Team3. From the editor4. Table of Contents

Filter by Year

2011 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2024): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2023): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2023): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2022): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2022): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 2 (2019): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2019): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2019): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2018): Fitofarmaka Volume 8 No. 2 Tahun 2018 Vol 8, No 2 (2018): Fitofarmaka Volume 8.2 2018 Vol 8, No 1 (2018): Fitofarmaka, Vol.8, No.1, Juni 2018 Vol 8, No 2 (2018): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2018): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 1 (2018): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2017): Vol.7, No.2, Desember 2017 Vol 7, No 1 (2017): Vol 7 No 1 Juni 2017 Vol 7, No 2 (2017): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 1 (2017): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2016): Vol.6, No.2, Desember 2016 Vol 6, No 1 (2016): Vol.6, No.1, Juni 2016 Vol 6, No 2 (2016): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 1 (2016): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 2 (2015): Vol 5 No 2 Desember 2015 Vol 5, No 2 (2015): FITOFARMAKA Vol 5, No 1 (2015): FITOFARMAKA Vol 5, No 1 (2015): FITOFARMAKA Vol 4, No 2 (2014): FITOFARMAKA Vol 4, No 2 (2014): FITOFARMAKA Vol 4, No 1 (2014): FITOFARMAKA Vol 4, No 1 (2014): FITOFARMAKA Vol 3, No 2 (2013): FITOFARMAKA Vol 3, No 2 (2013): FITOFARMAKA Vol 3, No 1 (2013): FITOFARMAKA Vol 3, No 1 (2013): FITOFARMAKA Vol 2, No 2 (2012): FITOFARMAKA Vol 2, No 2 (2012): FITOFARMAKA Vol 2, No 1 (2012): FITOFARMAKA Vol 2, No 1 (2012): FITOFARMAKA Vol 1, No 2 (2011): FITOFARMAKA Vol 1, No 2 (2011): FITOFARMAKA More Issue