cover
Contact Name
Bina Rohita Sari
Contact Email
binarohitasari@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
fitofarmaka@unpak.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi
Published by Universitas Pakuan
ISSN : 20879164     EISSN : 2622755X     DOI : https://doi.org/10.33751/jf
Core Subject : Health, Science,
FITOFARMAKA mempublikasikan artikel yang berkaitan dengan farmasi, Kimia Farmasi, dan bidang Fitokimia serta akan dipublikasikan secara online. Publikasi secara elektronik akan menambah kekayaan informasi dan pengetahuan ilmiah terutama dari penelitian. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun, didokumentasikan dengan baik dalam bentuk elektronik dan cetak.
Arjuna Subject : -
Articles 268 Documents
The Effect Javanese Chili Extract (Piper Retrofractum Vahl) Administration On The Increase Of Albino Male Mice Libido Erjon Erjon; Yenni Sriwahyuni; Nilda Lely; Ema Ratna Sari
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v10i2.2176

Abstract

Libido is a sexual desire that is an important part of adult human life. The main active compound of Javanese chili is piperine. Javanese chili is reported to cause increased libido. The study aimed to evaluate the effect of administration Javanese chili extract (Piper retrofractum Vahl) to increase libido in albino male mice. The doses of Javanese chili extract used is 50 mg/kgbw; 100 mg/kgbw; and 200 mg/kg bw given as a single dose for 9 days. The parameters observed were kissing, mounting latency, and mounting frequency of albino male mice. The results showed that the administration of Javanese chili extract at doses of 50 mg/kgbw, 100 mg/kgbw, and 200 mg/kgbw showed faster kissing and mounting latency and higher mounting frequency and significantly different (p0,05) compared to the control group. Increasing the dose of Javanese chili fruit extract gave a very strong correlation to the reduction in kissing and mounting latency (r = -0,951 and r = -0,933), and increased mounting frequency (r = 0,892). From the research results, it can be concluded that the administration of Javanese chili fruit extract can increase the libido of albino male mice and the increase in the dose of Javanese chili extract gives a very strong correlation to the increase in the libido of albino male mice.
PENETAPAN ALPHA HYDROXY ACID SARI BUAH CEREMAI (Phyllanthus acidus L.) DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Dimas Danang Indriatmoko; Nani Suryani; Tarso Rudiana; Mila Kurniah
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v11i1.2663

Abstract

Alpha Hydroxy Acid (AHA) adalah asam organik yang terdiri dari 2 (dua) rantai karbon atau lebih yang semakin panjang rantai karbonnya akan semakin besar berat molekulnya. AHA adalah kelas senyawa kimia yang sering digunakan dalam kosmetik dan dermatologi. Beberapa buah dilaporkan mengandung senyawa AHA yaitu, asam sitrat dalam buah jeruk dan nanas, asam glikolat dalam tebu, asam laktat dalam tomat, asam malat dalam apel dan anggur, dan asam tartrat dalam anggur. Penelitian ini dilakukan untuk menetapkan kadar AHA yang terkandung dalam buah ceremai (Phyllanthus acidus L.) dengan menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Sari buah P.acidus dikeringkan dengan metode pengeringan beku. Kemudian senyawa AHA dalam ekstrak kering P.acidus yaitu asam glikolat dan asam sitrat dianalisis menggunakan KCKT dengan jenis kolom Capcell PAK C18 UG120S-5mm(4,6 X 250 mm); detektor UV Vis 210 nm; kecepatan alir 0,5 ml/menit; fase gerak asam fosfat dan asetonitril. Hasil penetapan kadar menunjukkan bahwa kadar asam glikolat dan asam sitrat masing-masing adalah 27,8 % dan 39,8 %.
Efektivitas Kombinasi Ekstrak Etanol 96% Daun Insulin (Tithonia diversifolia) dan Daun Sirsak (Annona muricata) Sebagai Antihiperglikemik Pada Mencit Putih Jantan Novi Fajar Utami; Florensia Ndole Mbete; E Mulyati Effendi
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v10i2.2153

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu sindroma klinik yang ditandai dengan poliuri, polidipsi, dan polifagi, disertai peningkatan kadar glukosa darah atau hiperglikemia (glukosa puasa ≥ 126 mg/dL atau postprandial ≥ 200 mg/dL atau glukosa sewaktu ≥ 200 mg/dL). Indonesia diperkirakan pada tahun 2030 akan memiliki  penderita DM  sebanyak 21,3 juta jiwa. Obat yang digunakan untuk masyarakat penderita DM saat ini adalah Meftormin terbukti memiliki efek samping yaitu flatulensi, mual, diare dan nyeri perut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas dan menetapkan dosis efektif  kombinasi ekstrak etanol 96% daun insulin dan daun sirsak sebagai antihiperglikemik pada mencit putih jantan yang diinduksi larutan glukosa. Metode penelitian menggunakan 8 kelompok perlakuan dengan masing masing 4 ulangan, yaitu kelompok kontrol positif metformin (1,3 mg/20 g BB), kontrol negatif (akuades), kontrol normal (pakan), Dosis 1 (ekstrak daun sirsak 2,24 mg/ 20 g BB), Dosis 2 (ekstrak daun insulin 0,7 mg/20 g BB), Dosis 3 ( daun insulin 0,7 mg/ 20 g BB dan sirsak 2,24 mg/20 g BB), Dosis 4 (daun insulin 0,7 mg/ 20 g BB dan 1,12 mg/ 20 g BB), Dosis 5 (daun insulin 0,35 mg/ 20 g BB dan 2,24 mg/20 g BB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pemberian dosis kombinasi daun insulin 0,7 mg/ 20 g BB dan daun sirsak 2,24 mg/20 g BB terbukti efektif menurunkan kadar gula darah dengan rata rata 93,15 mg/dL. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dosis kombinasi daun insulin dan daun sirsak berpotensi menurunkan kadar gula darah.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAN FRAKSI DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata L.) TERHADAP PROPIONIBACTERIUM ACNES Oom Komala; Yulianita .; Rita Rahmawati
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v11i1.2657

Abstract

Chromolaena odorata L. leaves can be used as an antibacterial because of contain flavonoid compounds. The secondary metabolite content of Chromolaena odorata L leaves include flavonoids, tannins, saponins, and steroids which have antibacterial activity. The aim of this study was determine the antibacterial activity of  ethanolic 96% and fraction of Chromolaena odorata L leaves and determine the concentration of  Chromolaena odorata L fraction and ethanol 96% extract which was most effective as an antibacterial against Propionibacterium acnes. The method was used to determine the MIC was a solid dilusion method, while the determination of inhibitory zone by the paper disk diffusion method at concentrations of 10%, 15% and 20% in each sample. The MIC showed hexane fraction is 15%, ethylacetate fraction is 15% and water fraction is 10%. The best antibacterial activity in the ethylacetate fraction and ethanol 96% extract  at a concentration of 20% with the width of the zone of inhibition values of 4.375 mm and 4 mm.
Uji Efektivitas Ekstrak Kombinasi Daun Beluntas (Pluchea Indica L. Less) dan Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale Roscoe) terhadap Bakteri Penyebab Jerawat Mindiya Fatmi; Agung Eru Wibowo; Deni Rahmat
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v10i2.2170

Abstract

Daun beluntas (Pluchea indica L. Less) dan rimpang jahe merah (Zinngiber officinalle Roscoe) merupakan tanaman yang mempunyai aktivitas sebagai antibakteri penyebab jerawat. Daun beluntas mengandung senyawa anti bakteri yang berasal dari alkaloid, flavonoid bebas jenis flavonol, steroid dan tanin. Ekstrak rimpang jahe merah mengandung flavonoid, minyak atsiri, polifenol, dan saponin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk menguji kombinasi ekstrak daun beluntas dan rimpang jahe merah yang efektif sebagai anti jerawat yang diuji terhadap bakteri Propionibacterium acne dan Staphylococcus epidermidis. Daun beluntas dan rimpang jahe merah masing-masing diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak selanjutnya dikombinasi dan diuji terhadap bakteri P. acne dan S. epidermidis dengan perbandingan konsentrasi daun dan beluntas jahe merah 1,5:1,5 ; 0,75:1,5 dan 2,25:1,5. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan konsentrasi daun beluntas dan beluntas jahe merah pada perbandingan 2,25% : 1,5% memiliki aktivitas yang lebih baik pada Staphylococcus epidermidis sebesar 7,2 mm dan pada konsentrasi 0,75% : 1,5% efektif terhadap bakteri  bakteri Propionibacterium acne dengan diameter daya hambat sebesar 8,3 mm.
FORMULASI DAN EVALUASI TABLET HISAP EKSTRAK ETANOL DAUN CINCAU HIJAU (Premna oblongata Miq) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Aji Najihudin; Doni Anshar Nuari; Deby Caroline; Framesti Prisma Sriarumtias
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v11i1.2665

Abstract

Daun cincau merupakan bagian tanaman yang umumnya digunakan secara tradisional yaitu dijadikan agar-agar, namun cara tradisional tersebut menyebabkan pembuatan dan kegunaan daun cincau menjadi sangat terbatas. Oleh karena itu, perlu adanya pemikiran suatu formulasi untuk mengolah bahan alam menjadi bentuk sediaan yang dapat digunakan secara praktis. Telah dilakukan penelitian tentang tablet hisap dari ekstrak etanol daun cincau hijau (Premna oblongata Miq) sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah membuat tablet hisap ekstrak etanol daun cincau hijau (Premna oblongata Miq) yang memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia dan memiliki aktivitas antioksidan. Tablet hisap dibuat dengan menggunakan metode granulasi basah dan dilakukan variasi pengisi manitol-sukrosa dari ketiga formula yaitu pada konsentrasi F1 (75%:25%), FII (50%:50%), dan FIII (25%:75%). Evaluasi tablet hisap meliputi uji organoleptik, keseragaman bobot, keseragaman ukuran, friabilitas, friksibilitas, dan kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga formula tersebut pada formula 2 dan formula 3 yang telah memenuhi persyaratan Farmakope Indonesi Edisi IV. Hasil uji aktivitas antioksidan tablet hisap ekstrak etanol daun cincau hijau bersifat aktif sebagai antioksidan dengan nilai IC50 pada formula I, II, dan III berturut-turut yaitu 52,536 ppm, 59,911 ppm, dan 71,151 ppm, sedangkan IC50 Vitamin C yaitu 8,622 ppm.
Aktivitas Gel Ekstrak Etanol Daun Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Tikus Sprague-Dawley Lusi Indriani; Almasyhuri Almasyhuri; Aldryan Racka Pratama
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v10i2.2233

Abstract

Luka bakar adalah bentuk kerusakan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik, dan radiasi. Gejalanya berupa sakit, bengkak, merah, melepuh karena permeabilitas pembuluh darah meningkat. Salah satu tanaman yang diduga berpotensi sebagai obat luka bakar adalah daun pucuk merah, yang mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, kalkon, tanin, dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas gel ekstrak etanol daun pucuk merah pada luka bakar tikus putih jantan Sprague-Dawley. Kelompok perlakuan terdiri dari formula 1 (ekstrak daun pucuk merah 2%), formula 2 (ekstrak daun pucuk merah 4%), formula 3 (ekstrak daun pucuk merah 6%), Bioplacenton sebagai kontrol positif dan basis gel sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel ekstrak daun pucuk merah memberikan efek sebagai obat luka bakar, dimana proses penyembuhan ditandai dengan penurunan diameter luka yang lebih cepat pada tikus. Formula 3 menunjukkan persentase penyembuhan luka bakar yang paling efektif yaitu 99,81% sembuh setelah 17 hari.
EKSTRAK ETANOL BUAH STROBERI (Fragaria x ananassa Duchesne ex Rozier) SEBAGAI INHIBITOR TYROSINASE Widyastuti .; Edo Primagara
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v11i1.2418

Abstract

ABSTRAK Manusia mempunyai warna kulit yang berbeda akibat perbedaan jumlah melanin. Proses pembentukan melanin terjadi akibat sejumlah enzim, hormon, oksigen, mineral, serta sinar ultraviolet. Kelebihan jumlah melanin dapat menyebabkan terjadinya hiperpigmentasi yang dapat merusak penampilan dari kulit. Penggunaaan bahan pencerah kulit sintetis dapat membahayakan kulit. Penelitian bahan-bahan pencerah kulit dari alam terus dilakukan karena efek samping bahan kimia yang berbahaya bagi kulit. Buah stroberi merupakan suatu antioksidan. Penelitian ini mencoba menguji aktivitas tabir surya dan inhibitor tirosinase secara in vitro dari ekstrak etanol buah stroberi segar dengan menggunakan metode spektrofotometer. Dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah stroberi mengandung metabolit sekunder flavonoid, senyawa fenolik dan saponin. Pada konsentrasi ekstrak 1mg/mL diperoleh kandungan senyawa fenolik total 1755 mg GAE/100 gram ekstrak dengan kapasitas antioksidan sebesar 6,23%. Pada konsentrasi ekstrak 0,6 mg/mL telah didapatkan nilai SPF lebih dari 15 yaitu 26,853. Aktivitas inhibisi tirosinase diperoleh nilai IC50 sebesar 662,096 μg/mL. Ekstrak etanol buah stroberi memiliki potensi sebagai tabir surya dan inhibitor  tirosinase.. ABSTRACT Humans have different skin colors due to different amounts of melanin. The process of melanin formation occurs due to a number of enzymes, hormones, oxygen, minerals, and ultraviolet light. Excess amount of melanin can cause hyperpigmentation which can impair the appearance of the skin. Using synthetic leather brighteners can harm your skin. Research on skin lightening ingredients from nature continued because of the side effects of chemicals that are harmful to the skin. Strawberry fruit is an antioxidant. This study tried to test the activity of sunscreens and tyrosinase inhibitors in vitro from ethanol extracts of fresh strawberries. Research shows that ethanol extracts of strawberries contain secondary metabolites of flavonoids, phenolic compounds, and saponins. In the extract concentration of 1 mg/ml obtained a total phenolic compound of 1755 mg GAE/100 g extract and antioxidant capacity of 6.23%. SPF value of strawberry extract of more than 15 found at a concentration of 0.6 mg/ml extract was 26.853. The tyrosinase enzyme inhibitory activity of ethanol extract of strawberries obtained IC50 values of 662.096 μg/ml. Ethanol extract of strawberry fruit has the potential as a sunscreen and tyrosinase inhibitor. 
Aktivitas dan Kinetika Inhibisi Α-Glukosidase oleh Ekstrak Etil Asetat Umbi Lapis Bawang Merah (Allium cepa) Sitaresmi Yuningtyas; Harry Noviardi; Meita Sari Mandiri
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v10i2.2130

Abstract

Hiperglikemia adalah tingginya kadar glukosa darah yang merupakan ciri dari diabetes melitus. Salah satu mekanisme obat bagi keadaan hiperglikemia adalah menghambat aktivitas α-glukosidase di dalam usus halus. Ekstrak umbi lapis  bawang merah (Allium cepa) berpotensi sebagai penurun kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas inhibisi dan kinetika enzim α-glucosidase pada ekstrak etil asetat umbi bawang merah sebagai inhibitor α-glukosidase. Umbi lapis bawang merah diekstraksi dengan etil asetat menggunakan metode maserasi. Selanjutnya ekstrak tersebut dihitung IC50 dan aktivitas kinetika enzim α-glukosidase. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa ekstrak etil asetat umbi lapis bawang merah memiliki aktivitas inhibisi terhadap α-glukosidase dengan nilai IC50 adalah 0,43% b/v. Ekstrak etil asetat umbi lapis bawang merah memiliki mekanisme penghambatan unkompetitif terhadap α-glukosidase dengan parameter nilai vmaks adalah 5,862 U/mL. menit dan KM adalah 4,307 mM.
FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERBUK MINUMAN INSTAN SARI BUAH TOMAT (Solanum lycopersicum) Cantika Zaddana; Almasyhuri .; Ulfa Meida
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v11i1.2819

Abstract

Tomat merupakan buah yang mengandung beberapa senyawa antioksidan diantaranya licopen, fenolik, flavonoid, vitamin C dan vitamin E. Sari buah tomat dibuat sediaan serbuk minuman instan yang praktis dalam penyajian. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menentukan formula serbuk instan sari buah tomat yang disukai panelis sesuai dengan persyaratan mutu dan menentukan aktivitas antioksidan dari formula terbaik. Metode penelitian ini meliputi pembuatan serbuk tomat dengan metode freeze dry, formulasi serbuk instan, evaluasi sediaan mutu, uji hedonik, penetapan kadar vitamin C, penetapan β- karoten dan uji aktivitas antioksidan. Formula yang dibuat dengan perbedaan konsentrasi serbuk sari buah tomat yaitu F1 (2.5%), F2 (10%) dan F3 (20%). Hasil penelitian menunjukan bahwa F2 merupakan formula yang paling disukai panelis. Hasil penetapan kadar vitamin C serbuk sari buah tomat dan serbuk instan buah tomat masing – masing didapat nilai sebesar 9.62% dan 1.98%. Penetapan kadar β-karoten masing-masing untuk serbuk sari buah tomat dan serbuk instan sari buah tomat didapat 0.20 mg/kg dan 0.10 mg/kg dan untuk uji aktivitas antioksidan didapat nilai IC50 dari serbuk sari tomat 60.86 ppm (aktif) dan serbuk instan sari tomat 90.30 ppm (aktif).

Filter by Year

2011 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2024): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2023): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2023): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2022): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2022): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 2 (2019): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2019): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2019): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2018): Fitofarmaka Volume 8.2 2018 Vol 8, No 2 (2018): Fitofarmaka Volume 8 No. 2 Tahun 2018 Vol 8, No 1 (2018): Fitofarmaka, Vol.8, No.1, Juni 2018 Vol 8, No 2 (2018): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2018): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 1 (2018): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2017): Vol.7, No.2, Desember 2017 Vol 7, No 1 (2017): Vol 7 No 1 Juni 2017 Vol 7, No 2 (2017): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 1 (2017): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2016): Vol.6, No.2, Desember 2016 Vol 6, No 1 (2016): Vol.6, No.1, Juni 2016 Vol 6, No 2 (2016): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 1 (2016): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 2 (2015): Vol 5 No 2 Desember 2015 Vol 5, No 2 (2015): FITOFARMAKA Vol 5, No 1 (2015): FITOFARMAKA Vol 5, No 1 (2015): FITOFARMAKA Vol 4, No 2 (2014): FITOFARMAKA Vol 4, No 2 (2014): FITOFARMAKA Vol 4, No 1 (2014): FITOFARMAKA Vol 4, No 1 (2014): FITOFARMAKA Vol 3, No 2 (2013): FITOFARMAKA Vol 3, No 2 (2013): FITOFARMAKA Vol 3, No 1 (2013): FITOFARMAKA Vol 3, No 1 (2013): FITOFARMAKA Vol 2, No 2 (2012): FITOFARMAKA Vol 2, No 2 (2012): FITOFARMAKA Vol 2, No 1 (2012): FITOFARMAKA Vol 2, No 1 (2012): FITOFARMAKA Vol 1, No 2 (2011): FITOFARMAKA Vol 1, No 2 (2011): FITOFARMAKA More Issue