cover
Contact Name
Bina Rohita Sari
Contact Email
binarohitasari@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
fitofarmaka@unpak.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi
Published by Universitas Pakuan
ISSN : 20879164     EISSN : 2622755X     DOI : https://doi.org/10.33751/jf
Core Subject : Health, Science,
FITOFARMAKA mempublikasikan artikel yang berkaitan dengan farmasi, Kimia Farmasi, dan bidang Fitokimia serta akan dipublikasikan secara online. Publikasi secara elektronik akan menambah kekayaan informasi dan pengetahuan ilmiah terutama dari penelitian. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun, didokumentasikan dengan baik dalam bentuk elektronik dan cetak.
Arjuna Subject : -
Articles 268 Documents
SKRINING TOKSISITAS AKUT BEBERAPA FRAKSI BUAH KARONDA (Carissa carandas L.) PADA EMBRIO ZEBRAFISH (Danio rerio) Zaldy Rusli; Bina Lohita Sari; Sri Wardatun; Wildan Aristyo
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.016 KB) | DOI: 10.33751/jf.v10i1.1923

Abstract

Dalam pengembangan obat baru, perlu dilakukan penelitian untuk menentukan keamanan dan efek dari suatu tanaman obat. Buah karonda (Carissa carandas L.) adalah tanaman yang memiliki potensi sebagai obat anti-inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan toksisitas akut fraksi n-heksana, etil asetat, dan air buah karonda menggunakan model hewan uji embrio ikan zebra (Danio rerio). Pengujian toksisitas akut mengacu pada protokol OECD No. 236 tahun 2012 dan dilakukan pengamatan perubahan morfologi embrio ikan zebra yaitu tulang ekor, yolk sac dan pericardium.  Hasil toksisitas fraksi n-heksana, etil asetat, dan air masing-masing menunjukkan nilai LC50 adalah 608,26 μg/mL; 571,78 μg/mL; dan 546,69 μg/mL. Hasil pengamatan perubahan morfologi pada usia 96 hours post fertilization (hpf) pada ketiga fraksi menunjukkan kelainan perubahan pada tulang ekor, edema yolk sac dan pericardium. Kategori ketoksikan bahan uji termasuk kategori tidak toksik.
(Cover; from the editor; Editorial Team; Table of Contents) (Cover; from the editor; Editorial Team; Table of Contents)
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1329.088 KB) | DOI: 10.33751/jf.v10i1.2114

Abstract

1. Cover2. from the editor3. Editorial Team4. Table of Contents
FORMULASI DAN EVALUASI KOSMETIK DEKORATIF PERONA PIPI DARI EKSTRAK ANGKAK (Monascus purpureus) SEBAGAI PEWARNA DENGAN MENGGUNAKAN LESITIN SEBAGAI PELEMBAB KULIT Anna Yuliana; Lusi Nurdianti; Fitriani Fitriani; Saeful Amin
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v10i1.1673

Abstract

Perona pipi merupakan salah satu contoh kosmetik dekoratif fungsinya adalah untuk memberikan aksen tirus dan lebih segar pada wajah. Pewarna alami yang digunakan pada penelitian ini adalah angkak yang merupakan hasil fermentasi dari kapang (Monascus purpureus). Selain digunakan sebagai kosmetik, angkak juga bisa digunakan sebagai pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan perona pipi dari ekstrak angkak (Monascus purpureus) dalam bentuk compact powder dengan menggunakan lesitin sebagai pelembab. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Lesitin sebagai pelembab dalam formula perona pipi yang divariasikan dengan konsentrasi F0 0%, F1 1%, FII 2%, FIII 3% dan diperoleh formula terbaik yaitu pada formula II dengan konsentrasi lesitin 2% dengan hasil uji stabilitas sediaan, uji organoleptik, uji homogenitas warna, uji pH, uji iritasi, uji keretakan, uji kekerasan, uji kesukaan, dan uji kelembaban. Hasil kelembaban sediaan perona pipi selama 2 minggu menunjukkan bahwa formula II adalah formula terbaik dengan hasil 42,3%. Hasil pengamatan sediaan perona pipi compact powder yang didapat memenuhi persyaratan yang berlaku dengan menggunakan lesitin dalam formula perona pipi sebagai pelembab.
EVALUASI PEMBERIAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT AZRA KOTA BOGOR Dewi Oktavia; Lusi Indriani; Mira Dewi
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.814 KB) | DOI: 10.33751/jf.v10i1.1938

Abstract

Demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi atau Salmonella thyposa dari genus Salmonella. Gejala penyakit demam tifoid biasanya berkembang dalam1-3 minggu pasca terpapar bakteri yang ditandai demam tinggi, malaise, sakit kepala, sembelit atau diare, bintik-bintik kemerahan pada dada, serta pembesaran limpa dan hati. Untuk memastikan penyebab demam tifoid pemeriksaan laboratorium mikrobiologi sangat diperlukan. Idealnya adalah test Widal dan kadar leukosit, selain itu perlu diperhatikan juga gejala-gejala klinis seperti suhu tubuh, tingkat kesadaran, nyeri perut, mual atau muntah dan nafsu makan. Tujuan dari penelitian ini adalah menilai efektivitas antibiotik yang digunakan pasien yang menderita demam tifoid. Penilaian dilakukan dengan melihat hasil widal test, kadar leukosit, suhu tubuh, tingkat kesadaran, nyeri perut, mual atau muntah, dan nafsu makan. Penelitian dilakukan dengan cara terlebih dahulu mengumpulkan data sekunder dari rekam medis pasien, register pasien, dan resep obat pasien yang terdiagnosis demam tifoid yang disesuaikan dengan kriteria inklusi, kemudian secara non-eksperimental dideskripsikan dengan pendekatan retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian antibiotik terbukti efektif terhadap widal test sebanyak 85%, terhadap kadar leukosit sebanyak 97%, terhadap suhu tubuh pasien sebanyak 94%, terhadap kesadaran pasien sebanyak 100%, terhadap nyeri perut pasien sebanyak 100%, terhadap mual dan muntah pasien sebanyak 99%, dan terhadap nafsu makan pasien sebanyak 100%.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SABUN WAJAH EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.) TERHADAP Propionibacterium acnes Oom Komala; Septia Andini; Fatimah Zahra
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v10i1.1717

Abstract

Propionibacterium acnes merupakan bakteri gram-positif berbentuk batang dan merupakan flora normal kulit yang ikut berperan dalam pembentukan jerawat. Sabun wajah lebih sering digunakan sebagai alternatif antijerawat karena telah dikenal masyarakat luas dan lebih praktis penggunaannya dan ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui sabun pembersih wajah antijerawat yang mengandung ekstrak daun beluntas yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri P. acne. Pada penelitian ini dilakukan penentuan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak daun beluntas terhadap bakteri P. acne selanjutnya dan formulasi sediaan sabun wajah ekstrak daun beluntas. Sediaan sabun wajah ini dilakukan uji mutu dan uji Lebar Daya Hambat (LDH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa KHM ekstrak daun beluntas terdapat pada konsentrasi 5%. Sediaan sabun wajah ekstrak daun beluntas memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. acne danyang paling efektif menghambat bakteri P. acne adalah formula 3 dengan konsentrasi 15% dengan rata-rata LDH sebesar 13,5 mm. Hasil dari uji hedonik menunjukan formula 1 lebih unggul dibandingkan dengan formula lainnya.
EFEK EDUKASI MELALUI BROSUR TERHADAP KONTROL TEKANAN DARAH DAN KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI Emy Oktaviani; Oktaviana Zunnita; Marlia Handayani
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.191 KB) | DOI: 10.33751/jf.v10i1.2060

Abstract

Kepatuhan merupakan salah satu faktor pendukung utama ketercapaian efek terapi pengobatan hipertensi. Ketidakpatuhan pasien hipertensi dalam minum obat dapat meningkatkan morbiditas, mortalitas, dan biaya perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh edukasi melalui brosur terhadap kontrol tekanan darah, kepatuhan minum obat dan faktor-faktor lain yang berhubungan pada pasien hipertensi. Rancangan penelitian ini adalah quasi experimental one group pretest and posttest design secara prospektif. Penelitian ini dilakukan menggunakan responden pasien hipertensi di Puskesmas Babakan Madang yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan data pretest dan posttest menggunakan kuesioner MMAS-8 dan catatan medis pasien. Responden yang bersedia untuk mengikuti penelitian ditandai dengan adanya informed consent. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengisian kuesioner MMAS-8 dengan wawancara, pengukuran tekanan darah, dan dilanjutkan dengan intervensi berupa edukasi melalui brosur. Satu bulan kemudian dilakukan pengisian kuesioner MMAS-8 dengan wawancara kembali dan pengukuran tekanan darah. Hasil penelitian dari 50 responden menunjukkan bahwa edukasi melalui brosur memberikan efek terhadap kontrol tekanan darah dan kepatuhan responden dengan hasil uji statistik menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kepercayaan 0.0001 (p0,05)
PENGETAHUAN PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK PADA MASYARAKAT YANG TINGGAL DI KELURAHAN BABAKAN MADANG Sara Nurmala; Dewi Oktavia Gunawan
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v10i1.1728

Abstract

 Penyakit infeksi masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat Indonesia yang sering terjadi terutama di Negara berkembang. Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit infeksi. Tingginya insiden penyakit infeksi mengakibatkan tingginya penggunaan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat akan menyebabkan timbulnya resistensi antibiotik. Saat ini banyak Masyarakat yang mendapatkan Anttibiotik tanpa resep Dokter dan tidak mendapatkan informasi yang cukup mengenai cara penggunaan Antibiotik yang tepat untuk pengobatan, sehingga menyebabkan tingginya kejadian resistensi Antibiotik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan penggunaan obat antibiotik pada Masyarakat yang tinggal di daerah suburban. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian cross sectional study analytic dengan subjek 50 orang yang diambil secara simple random sampling di Puskesmas Babakan Madang Kabupaten Bogor. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan chi square. Kuesioner yang digunakan telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Kuesioner terdiri dari pertanyaan terkait dengan penggunaan obat antibiotik. Hasil uji statistik chi square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pekerjaan dan jenis kelamin dengan pengetahuan penggunaan antibiotik  (p 0,05) dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia dan Pendidikan dengan pengetahuan penggunaan antibiotik  (p 0,05).
PENGARUH BERBAGAI METODE EKSTRAKSI PADA PENENTUAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL DAUN ILER (Plectranthus scutellarioides) Novi Fajar Utami; Sutanto Sutanto; Sely Meidi Nurdayanty; Usep Suhendar
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.186 KB) | DOI: 10.33751/jf.v10i1.2069

Abstract

Tanaman iler merupakan tanaman yang berfungsi sebagai tanaman obat tradisional. Senyawa flavonoid pada tanaman iler memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Kadar flavonoid pada ekstrak salah satunya dipengaruhi oleh metode ekstraksi yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode ekstraksi yang terbaik untuk menghasilkan kadar flavonoid tertinggi dalam ekstrak etanol 70% daun iler. Metode ekstraksi yang digunakan meliputi Maserasi, Refluks, Microwave Assisted Extraction (MAE), dan Ultrasound-Assisted Extraction (UAE). Penetapan kadar flavonoid ekstrak etanol 70% daun iler dilakukan secara spektrofotometri UV-Vis menggunakan pereaksi AlCl3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ekstraksi yang terbaik untuk menghasilkan kadar flavonoid tertinggi dalam ekstrak etanol 70% daun iler yaitu metode Microwave Assisted Extraction. Kadar flavonoid dengan metode maserasi, refluks, Microwave Assisted Extraction dan Ultrasound Assisted Extraction berturut-turut sebesar 0,41%, 0,45%, 0,75%, dan 0,62%.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BIJI KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) TERHADAP HISTOPATOLOGI LAMBUNG TIKUS PUTIH GALUR WISTAR Tovani Sri; Rani Rubiyanti
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.978 KB) | DOI: 10.33751/jf.v10i1.1872

Abstract

Di antara seluruh kandungan yang terdapat dalam kopi, kafein paling dikenal. Kafein apabila dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan ketegangan otot, merangsang kerja jantung, dan meningkatkan sekresi asam lambung. Ulkus dapat terjadi pada mukosa, submukosa dan sampai lapisan muskularis dari traktus gastrointestinal berhubungan dengan asam lambung yang mengandung HCl. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji kopi arabika (Coffea arabica L.) terhadap histopatologi lambung tikus putih jantan galur Wistar. Bahan uji ekstrak biji kopi arabika diperoleh dari ekstraksi biji kopi arabika yang dilakukan dengan metode Soxhlet menggunakan etanol 70%. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian adalah 25 ekor tikus jantan galur Wistar yang terdiri atas kelompok kontrol negatif (tidak diberi perlakuan), kontrol positif (diinduksi aspirin 30 mg/kg bb tikus) sebagai pembanding, ekstrak etanol biji kopi dosis I (0,12 g/kg bb tikus), dosis II (0,24 g/kg bb tikus), dan dosis III (0,48 g/kg bb tikus), dalam kurun waktu 30 hari. Hasil menunjukkan pada histopatologi tikus Wistar kelompok ekstrak etanol kopi dosis I terdapat gambaran yang serupa dengan kelompok kontrol negatif yaitu gambaran lambung normal. Histopatologi lambung tikus Wistar kelompok IV kelompok yang diberi ekstrak etanol kopi dosis II menunjukkan adanya limfosit sedikit, edema, dan dilatasi kapiler. Pemberian ekstrak etanol biji kopi dosis III menyebabkan adanya kerusakan pada lambung, perubahan histopatologi serupa seperti pada kelompok kontrol positif yang diinduksi aspirin.
FORMULASI DAN UJI ANTI BAKTERI SEDIAAN GEL EKSTRAK DAUN MANGGA ARUMANIS (Mangifera indica L.) SEBAGAI ANTI BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Propionibacterium acnes D Prasetyorini; Isna Diana; Dwi Indriati
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.635 KB) | DOI: 10.33751/jf.v10i1.2072

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah kelainan kulit berupa jerawat yang salah satu penyebabnya adalah bakteri S. aureus dan P. acnes. Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa daun mangga mengandung senyawa bioaktif yang potensial sebagai antibakteri seperti  flavanoid, saponin, dan mangiferan. Perlu diteliti potensi ekstrak daun mangga dalam sediaan gel sebagai obat antijerawat. Tujuan penelitian ini adalah membuat formula sediaan gel ekstrak daun mangga arumanis berpotensi sebagai antibakteri S. aureus dan P. acnes dan memenuhi syarat farmaseutika. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut etanol 70%. Pengujian KHM dilakukan dengan metode dilusi agar , pengujian LDH menggunakan metode difusi sumuran. Sediaan gel dibuat dengan tiga konsentrasi penambahan ekstrak daun mangga arumanis yaitu formula F1 (20%), F2 (25%) dan F3 (30%). Basis gel digunakan sebagai kontrol negatif  dan acnol gel sebagai kontrol positif. Hasil penelitiaan menunjukkan ekstrak etanol 70% daun mangga memiliki nilai KHM sama untuk bakteri S. aureus maupun P. acnes yaitu pada konsentrasi 20%. Gel Formula 1 memiliki LDH terhadap  bakteri S. aureus dan P. acnes masing-masing 3,83±0,76 mm  dan  1,83±0,28 mm;   Formula 2 memiliki LDH terhadap  S. aureus dan P. acnes sebesar 6,83±0,28 mm dan 2,83±0,57 mm; Formula 3 memiliki LDH terhadap S. aureus dan P. acnes masing-masing sebesar 9,33±0,57 mm dan  3,00±0,5 mm. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa gel Formula 3 yang mengandung 30% ekstrak daun mangga adalah formula yang paling efektif terhadap S. aureus dengan Zona Penghambatan tertinggi 9,33 mm

Filter by Year

2011 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2024): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2023): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2023): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2022): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2022): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 2 (2019): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2019): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2019): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2018): Fitofarmaka Volume 8 No. 2 Tahun 2018 Vol 8, No 2 (2018): Fitofarmaka Volume 8.2 2018 Vol 8, No 1 (2018): Fitofarmaka, Vol.8, No.1, Juni 2018 Vol 8, No 2 (2018): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2018): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 1 (2018): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2017): Vol.7, No.2, Desember 2017 Vol 7, No 1 (2017): Vol 7 No 1 Juni 2017 Vol 7, No 2 (2017): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 1 (2017): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2016): Vol.6, No.2, Desember 2016 Vol 6, No 1 (2016): Vol.6, No.1, Juni 2016 Vol 6, No 2 (2016): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 1 (2016): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 2 (2015): Vol 5 No 2 Desember 2015 Vol 5, No 2 (2015): FITOFARMAKA Vol 5, No 1 (2015): FITOFARMAKA Vol 5, No 1 (2015): FITOFARMAKA Vol 4, No 2 (2014): FITOFARMAKA Vol 4, No 2 (2014): FITOFARMAKA Vol 4, No 1 (2014): FITOFARMAKA Vol 4, No 1 (2014): FITOFARMAKA Vol 3, No 2 (2013): FITOFARMAKA Vol 3, No 2 (2013): FITOFARMAKA Vol 3, No 1 (2013): FITOFARMAKA Vol 3, No 1 (2013): FITOFARMAKA Vol 2, No 2 (2012): FITOFARMAKA Vol 2, No 2 (2012): FITOFARMAKA Vol 2, No 1 (2012): FITOFARMAKA Vol 2, No 1 (2012): FITOFARMAKA Vol 1, No 2 (2011): FITOFARMAKA Vol 1, No 2 (2011): FITOFARMAKA More Issue