cover
Contact Name
Bina Rohita Sari
Contact Email
binarohitasari@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
fitofarmaka@unpak.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi
Published by Universitas Pakuan
ISSN : 20879164     EISSN : 2622755X     DOI : https://doi.org/10.33751/jf
Core Subject : Health, Science,
FITOFARMAKA mempublikasikan artikel yang berkaitan dengan farmasi, Kimia Farmasi, dan bidang Fitokimia serta akan dipublikasikan secara online. Publikasi secara elektronik akan menambah kekayaan informasi dan pengetahuan ilmiah terutama dari penelitian. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun, didokumentasikan dengan baik dalam bentuk elektronik dan cetak.
Arjuna Subject : -
Articles 268 Documents
(Cover; from the editor; Editorial Team; Table of Contents) Redaksi Fitofarmaka
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v11i2.4391

Abstract

Senyawa Sitotoksik dari Fraksi Diklorometana Kulit Terong Ungu (Solanum melongena L.) Terhadap Sel Kanker Payudara T47D Ari Widiyantoro; Harlia Harlia; Banu Prasetya
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v11i2.3110

Abstract

     Eggplant (Solanum melongena L.) is a plant that contains antioxidants and potentially as a cancer drug. This study was conducted to identify the cytotoxic activity of secondary metabolite compound against T47D breast cancer cells based on the IC50 value. Isolation Eggplant peel was carried out in several steps, such as maceration, partition, and chromatography.The result 1H-NMR (DMSO, 500 MHz) analysis optained a chemical shift of δ 0.86 ppm (1H,m), δ 1.44 ppm (1H,s), δ 1.34 ppm (2H, brs), δ 1.62 ppm (1H, m), δ 3.31 ppm (4H, brs), δ 3.73 ppm (1H, t), dan δ 7.69 ppm (1H,m). Based on the chemical shift 3 ' isolate tends to have similarities to the aglycon pregnan compound steroids. The results showed that the dichloromethane fraction obtained IC50 values of 160.79 µg / mL and the isolate obtained IC50 values of 124.44 µg / mL. The IC50 value obtained by the dichloromethane fraction and isolate was classified as moderate cytotoxic so that it could be used to prevent and inhibit the growth of cancer cells.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN HARENDONG BULU (Clidemia hirta L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Rini Ambarwati
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v11i2.3314

Abstract

Bakteri Staphylococcus epidermidisdapat memperparah luka dengan menyebabkan infeksi. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri dapat memperlama proses penyembuhan, bahkan hingga amputasi. Daun Harendong bulu (Clidemia hirta L.) mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai zat antibakteri sehingga dapat diformulasikan menjadi suatu sediaan obat seperti salep untuk dapat digunakan dalam pengobatan infeksi eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sediaan salep dari ekstrak etanol daun Harendong bulu yang memiliki mutu yang baik dan memiliki aktivitas antibakteri. Sediaan salep dibuat dalam 4 formula dengan perbedaan konsentrasi ekstrak yaitu formula 1 (9%), formula 2 (10%), formula 3 (11%), dan formula 4 (12%) kemudian dilakukan uji antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis menggunakan metode sumuran. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukan bahwa salep dari masing-masing formula memiliki mutu yang baik dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Formula 3 (11%) dan formula 4 (12%) memiliki aktivitas antibakteri tertinggi secara berurutan masing-masing dengan lebar daya hambat yaitu 6,287 mm dan 7,687 mm dibandingkan dengan formula 1, 2 dan kontrol positif (gentamisin sulfat 0,1%) dalam menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis.FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN HARENDONG BULU (Clidemia hirta L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS GEL EKSTRAK DAUN JERUK MANIS (Citrus x aurantium L.) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Siti Hindun; Aji Najihudin; Siva Hamdani; Framesti Frisma Sriarumtias; Fajar Fauzi Abdullah
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v11i2.2824

Abstract

Jerawat merupakan penyakit kulit yang menyerang lebih dari 85% kalangan remaja di seluruh dunia. Penyebab terjadinya jerawat yaitu bakteri Propionibacterium acnes (P. acnes).  Tujuan dari penelitian eksperimental ini yakni untuk membuat formulasi dan menganalisis aktivitas gel ekstrak daun jeruk manis terhadap bakteri P. acnes. Ekstrak daun jeruk manis diekstraksi kemudian dilakukan formulasi gel menggunakan gelling agent karbopol dengan berbagai konsentrasi 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%. Selanjutnya, dilakukan uji kestabilan dan aktivitas terhadap bakteri Propionibacterium acnes menggunakan metode difusi cakram. Hasil uji stabilitas sediaan menunjukkan bahwa formulasi gel dengan karbopol 2% dan konsentrasi ekstrak 20% merupakan yang paling stabil dibanding formulasi lainnya serta memiliki aktivitas daya hambat terhadap bakteri P. acnes kategori lemah dengan zona hambat 1,8 mm. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, sediaan gel ekstrak daun jeruk manis memiliki aktivitas daya hambat terhadap bakteri P. acnes penyebab jerawat. Lebih jauh, tanaman ini dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan untuk mengatasi jerawat.
KAJIAN PENGARUH PERBEDAAN METODE EKSTRAKSI TANGKAI BUNGA CENGKEH (Syzygium aromaticum (L) Merr) TERHADAP KADAR EUGENOL Trirakhma Sofihidayati; Sri Wardatun
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v11i2.3057

Abstract

Cengkeh (Syzygium aromaticum) merupakan tanaman asli Indonesia. Kandungan utama dalam minyak atsiri dari cengkeh adalah senyawa eugenol. Senyawa ini banyak digunakan dalam perawatan gigi, sebagai antiseptik , analgesik dan efektif melawan sebagian besar bakteri. Beberapa metode ekstraksi seperti destilasi air ataupun destilasi uap telah dilakukan untuk mendapatkan minyak atsiri cengkeh. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan menetapkan kadar senyawa eugenol yang terdapat pada minyak atsiri tangkai bunga cengkeh yang diperoleh dari metode sokletasi dan destilasi air dengan menggunakan pelarut n-Heksan. Penetapan kadar senyawa eugenol dilakukan dengan kromatografi gas. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar eugenol ekstrak minyak atsiri tangkai bunga cengkeh metode sokletasi rata-rata sebesar 55,2% sedangkan dengan metode destilasi air tangkai bunga cengkeh didapat 10,96%
STUDI PERBANDINGAN EFEK DIURETIK DAN ANTIINFLAMASI GABUNGAN EKSTRAK SIDAGURI, TEMPUYUNG DAN SELEDRI PADA TIKUS Min Rahminiwati; Raudhatul Jannah; Kusdiantoro Mohamad
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v11i2.2999

Abstract

Sidaguri (Sida rhombifiola L.), tempuyung (Sonchus arvensis L.), dan seledri (Apium graveolens L.) dilaporkan mengandung flavonoid yang berperan penting dalam mekanisme terjadinya efek diuretik dan antinflamasi beragam herbal. Namun potensi flavonoid dalam menimbulkan kedua efek tersebut berbeda pada setiap tanaman baik tunggal maupun ramuan. Penelitian ini ditujukan untuk mempelajari kekuatan efek diuretik dan antiinflamasi dari gabungan ketiga tanaman tersebut pada tikus. Lima ekor tikus dari masing masing kelompok uji diuretik dan 4 ekor tikus dari kelompok antiinflamasi diberi aquadest sebagai grup kontrol, ekstrak tempuyung 28 mg/200 g BB, dan kombinasi ketiga tanaman dosis 28 mg/200 g BB, 56 mg/200 g BB, dan 280 mg/200 g BB secara oral selama 8 hari berturut turut. Total volume urin kelompok tikus diuretik diukur pada hari ke 8 sampai dengan hari ke 10 sedangkan volume udem kaki tikus yang diinduksi karagenan kelompok tikus antiinflamasi diukur 30 menit sebelum dan sesudah induksi dan setiap jam selama 6 jam. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa sediaan dosis 56 mg/kg BB mempunyai total volume urin dan percent diuretic index lebih besar dari kontrol dan pada dosis 28 mg/kg BB mempunyai nilai AUC terendah serta % DAI tertinggi. Dengan demikian sediaan. mempunyai efek antiinflamasi lebih kuat dibandingkan dengan efek diuretik.
POTENSI EKSTRAK REFLUKS KULIT BATANG KAYU MANIS SEBAGAI ANTIJAMUR Candida albicans dan Candida tropicalis Prasetyorini Djarot; Novi Fajar Utami; Yulianita Yulianita; Novi Novitasari; Widya fitriyani
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v11i2.2722

Abstract

Kayu manis (Cinnamomum burmannii) merupakan salah satu tanaman dari famili Lauraceae yang mempunyai potensisebagai antijamur penyebab kandidiasis seperti C.albicans dan C.tropicalis, hal ini disebabkan kulit batang kayu manis mengandung minyak atsiri, flavonoid, polifenol, saponin, dan tannin. Tujuan penelitian adalah mendapatkan obat alternatif untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh jamur C.albicans dan C.tropicalis. Metode esktraksi yang digunakan adalah refluks, menggunakan pelarut yang kepolaran berbeda yaitu n-Heksan (non polar), etil asetat (semi polar), dan etanol 96% (polar). Ekstrak yang diperoleh selanjutnya dilakukan skrining kualitatif untuk kandungan flavanoid, alkaloid, tanin, polifenol dan saponin, diuji daya antioksidanya dan dilakukan penetapan kadar polifenol. Pengujian aktivitas antijamur dilakukan dengan menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dengan metode dilusi agar dan pengujian Lebar Daerah Hambat  (LDH) menggunakan metode difusi kertas cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelarut etanol 96% menunjukan kadar polifenol tertinggi yaitu 3,89%  dan aktivitas antioksidan terbaik yaitu 66,29 mg/L, kstrak n-heksan mempunyai nilai KHM terbaik 2% dan LDH terbaik pada konsentrasi 8% dengan nilai rata-rata 16.30 mm±0.28 terhadap pertumbuhan C.albicans dan 15.66 mm ± 0.28 terhadap C.tropicalis.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DESINFEKTAN BERBAHAN DASAR ASAP CAIR CANGKANG KELAPA SAWIT TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Lilis Rosmainar; Karelius Karelius; Angeline Novia Toemon
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v11i2.3078

Abstract

Cangkang kelapa sawit merupakan limbah pengolahan kelapa sawit yang dapat digunakan untuk menghasilkan asap cair. Asap cair dapat digunakan sebagai pengawet, antibakteri  terutama mengandung asam asetat dan fenol. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji efektivitas antibakteri desinfektan berbahan dasar asap cair pada berbagai konsentrasiterhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Pembuatan asap cair dilakukan melalui proses torefaksi dengan pemberian gas nitrogen sehingga menghasilkan asap cair dari cangkang kelapa sawit yang berwarna kehitaman yang mengandung senyawa fenol, asam propanoat, 2-propanon, 1,2-benzendiol, 2-furankarbokaldehid, dan asam asetat. Asap cair hasil torefaksi kemudian didestilasi sehingga menghasilkan warna coklat yang kemudian dianalisis menggunakan GC-MS dengan kandungan senyawa fenol, asam propanoat, 2 propana, dan asam asetat. Desinfektan berbahan dasar asap cair dibuat dengan berbagai konsentrasi yaitu 12,5%, 25%, dan 50% diuji terhadap bakteri S.aureus. Pada uji antibakteri desinfektan berbahan asap cair dengan berbagai konsentrasi tidak ditemukan adanya pertumbuhan bakteri S.aureus.Hal ini menunjukkan bahwa desinfektan berbahan dasar asap cair efektif dalam menghambat bakteri S.aureus.    
EFEKTIVITAS EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica) DALAM PENCEGAHAN EKSPRESI GEN CASPASE 8 PADA SEL PYRAMIDAL TIKUS MODEL DEMENSIA Sapto Yuliani; Suci Kurniati; Desi Iswahyuni; Vivi Sofia; Wahyu Widyaningsih; Moch. Saiful Bachri
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v11i2.3193

Abstract

Penelitian sebelumnya membuktikan bahwa pemberian ekstrak pegagan (Centela asiatica) dapat mencegah peningkatan ekspresi protein caspase 3 dan menurunkan ekspresi Bcl-2 yang berkaitan dengan apoptosis di daerah CA1 dan CA2-CA3 sel pyramidal hippocampus  pada tikus model demensia.  Selain ekspresi protein tersebut, mekanisme apoptosis juga melibatkan protein lain yaitu caspase 8, yaitu protease sistein yang berperan sebagai inisiator apoptosis di jalur ekstrinsik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek ekstrak pegagan dalam mencegah ekspresi gen caspase 8 di sel pyramidal hippocampus pada tikus model demensia yang diinduksi dengan trimetiltin (TMT). Sebanyak 30 ekor tikus Sprague Dawley, 3 bulan, jantan, berat 200-300 g dibagi menjadi 6 kelompok.  sebagai berikut: Kelompok Normal dan TMT diberi CMC-Na,  kelompok ekstrak diberi ekstrak dosis 100 (EP-100), 200 (EP-200)  dan 400 mg/kg BB (EP-400), sedangkan kelompok Sitikolin diberi sitikolin dosis 200 mg/kg B. Pemberian perlakuan selama 35 hari.  Injeksi TMT dilakukan pada hari ke-8 perlakuan dengan dosis 8 mg/kg BB secara intraperitoneal, kecuali pada kelompok normal. Pada hari ke 36 tikus dikorbankan, otak diambil, kemudian bagian hippocampus dipisahkan untuk pembuatan preparat imunohistokimia untuk pengamatan ekspresi gen caspase 8 di sel pyramidal daerah CA1 dan CA2CA3. Jumlah sel yang mengekspresikan gen caspase 8 pada sel pyramidal di daerah CA1 dan CA2CA3 dianalisis dengan uji anava satu jalur dilanjutkan dengan uji LSD dengan tingkat signikansi 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian TMT meningkatkan secara signifikan jumlah sel yang mengekspresikan caspase 8 di daerah CA1 namun tidak pada daerah CA2CA3. Pemberian ekstrak pegagan dosis 400 mg/kg BB menurunkan secara signifikan ekspresi caspase 8 namun tidak terjadi pada dosis 100 dan 200 mg/kg BB. Dengan demikian ekstrak pegagan berpotensi dikembangkan untuk  mencegah demensia.
DOCKING SENYAWA AGLIKON KURKULIGOSIDA A DAN TURUNANNYA TERHADAP ENZIM ALDOSA REDUKTASE Nursamsiar Nursamsiar; Achnis Akbar Jum; Rahmad Aksa; Marwati Marwati; Syamsu Nur
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v11i2.3072

Abstract

Senyawa aglikon kurkuligosida A memiliki kemiripan struktur dengan butein yang memiliki aktivitas penghambatan terhadap aldosa reduktase, sebagai salah satu target terapi komplikasi diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara senyawa aglikon kurkuligosida A dan turunannya terhadap enzim aldosa reduktase dengan metode docking molekuler. Docking dilakukan dengan menggunakan program AutoDock 4.2, dengan menambatkan senyawa aglikon kurkuligosida A dan turunannya pada sisi aktif aldosa reduktase secara in silico. Hasil docking menunjukkan senyawa turunan aglikon kurkuligosida A dapat berinteraksi dengan sisi aktif. Interaksi terbaik ditunjukkan oleh senyawa 36 (3,5-dihidroksibensil-3-bromobensoat), senyawa 39 (3,5-dihidroksibensil-4-nitrobensoat), senyawa 52 (4-hidroksibensil-4-nitrobensoat) dengan nilai energi bebas ikatan berturut-turut -10.09 kkal/mol, -10.07 kkal/mol, dan -10.33 kkal/mol yang berinteraksi dengan residu asam amino penting pada aldosa reduktase dan memiliki ikatan hidrogen yang sama pada Tyr48, His110 dan Trp111 dengan menggunakan ligan alami [2-(4-bromo-2-fluoro-benzylthiocarbamoyl)-5-fluoro-phenoxy]-acetic acid sebagai pembanding.

Filter by Year

2011 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2024): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2023): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 1 (2023): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2022): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2022): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 1 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 2 (2019): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2019): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 1 (2019): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2018): Fitofarmaka Volume 8.2 2018 Vol 8, No 2 (2018): Fitofarmaka Volume 8 No. 2 Tahun 2018 Vol 8, No 1 (2018): Fitofarmaka, Vol.8, No.1, Juni 2018 Vol 8, No 2 (2018): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 2 (2018): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8, No 1 (2018): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2017): Vol.7, No.2, Desember 2017 Vol 7, No 1 (2017): Vol 7 No 1 Juni 2017 Vol 7, No 2 (2017): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 1 (2017): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 2 (2016): Vol.6, No.2, Desember 2016 Vol 6, No 1 (2016): Vol.6, No.1, Juni 2016 Vol 6, No 2 (2016): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6, No 1 (2016): Fitofarmaka Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 2 (2015): Vol 5 No 2 Desember 2015 Vol 5, No 2 (2015): FITOFARMAKA Vol 5, No 1 (2015): FITOFARMAKA Vol 5, No 1 (2015): FITOFARMAKA Vol 4, No 2 (2014): FITOFARMAKA Vol 4, No 2 (2014): FITOFARMAKA Vol 4, No 1 (2014): FITOFARMAKA Vol 4, No 1 (2014): FITOFARMAKA Vol 3, No 2 (2013): FITOFARMAKA Vol 3, No 2 (2013): FITOFARMAKA Vol 3, No 1 (2013): FITOFARMAKA Vol 3, No 1 (2013): FITOFARMAKA Vol 2, No 2 (2012): FITOFARMAKA Vol 2, No 2 (2012): FITOFARMAKA Vol 2, No 1 (2012): FITOFARMAKA Vol 2, No 1 (2012): FITOFARMAKA Vol 1, No 2 (2011): FITOFARMAKA Vol 1, No 2 (2011): FITOFARMAKA More Issue