cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community
ISSN : 26148676     EISSN : 26569248     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 164 Documents
HIPERKOLESTEROLEMIA PADA PESERTA POSYANDU LANSIA DI KAMPUNG PUTALI DISTRIK EBUNGFAUW KABUPATEN JAYAPURA Agnes S Rahayu; Hendry Kiswanto Mendrofa; Askar Bo'ne
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 3 (2023): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i3.19618

Abstract

Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018 tentang proporsi kolesterol total meningkat seiring meningkatnya usia, tertinggi pada kelompok usia 55-56 tahun. Proporsi kolesterol total yang tinggi lebih banyak ditemukan pada perempuan (9,9%) dibandingkan laki-laki (5,4%). Adanya transisi usia akan diikuti juga oleh transisi epidemiologi ke arah penyakit degeneratif, maka perlu dilakukan upaya untuk identifikasi dalam upaya mencegah, mengobati dan mengurangi risiko lansia terpapar oleh penyakit tersebut. Kebaruan dalam penelitian ini untuk menganalisis kadar kolesterol lansia berdasarkan umur dan jenis kelamin. Tujuan penelitian untuk menganalisis kadar kolesterol lansia berdasarkan umur dan jenis kelamin. Penelitian ini dilaksanakan di Posyandu Lansia Kampung Putali Distrik Ebungfauw Kabupaten Jayapura. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta Posyandu lansia dengan jumlah populasi sebanyak 119 lansia. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga terdapat 100 responden yang terlibat dalam penelitian ini yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji distribusi frekuensi jenis kelamin, laki-laki mengalami hiperkolesterolemia sebesar 45,8% sedangkan perempuan sebanyak 61%. Berdasarkan usia, mayoritas responden mengalami hiperkolesterolemia yaitu sebanyak 56%. Usia 56-83 Tahun adalah usia yang paling tinggi mengalami hiperkolesterolemia. Kesimpulan mayoritas lansia mengalami hiperkolesterolemia dengan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan dan usia terbanyak adalah 56 Tahun. 
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA USIA 24 59 BULAN DIWILAYAH PUSKESMAS KOTA TIMUR Sri Wahyuni Dengo; Laksmyn Kadir; Lia Amalia
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 3 (2023): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i3.16395

Abstract

ISPA merupakan suatu kelompok penyakit yang menyerang saluran pernapasan, dan dapat dibagi dalam dua bagian yaitu infeksi saluran pernapasan atas dan infeksi saluran pernapasan bawah, Puskesmas Kota Timur merupakan Puskesmas tertinggi dengan angka kasus Kejadian ISPA yaitu sebanyak 1,115 balita dengan presentase 140,03%. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA akut pada balita usia 24-59 bulan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Faktor yang berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita Usia 24‑59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Timur. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain cross sectional, dan sampel berjumlah 181 Balita. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional Stratified Random Sampling dengan menggunakan analisis Chi-square. Hasil Analisis menunjukkan bahwa ada hubungan Berat Badan Lahir (p = 0,043), Jenis Kelamin (p = 0,039), Kelengkapan Imunisasi (p = 0,042), Status Gizi (p = 0,040) dan keberadaan perokok dalam rumah (p = 0,038) dengan Kejadian ISPA pada Balita Usia 24‑59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Timur. Simpulan bahwa Kejadian ISPA ada Hubungan dengan Berat Badan Lahir, Jenis Kelamin, Kelengkapan Imunisasi, Status Gizi dan Keberadaan Perokok Dalam Rumah pada balita usia 24‑59 Bulan Di Puskesmas Kota Timur.
EFEKTIVITAS KOMBINASI TERAPI MUSIK INSTRUMENT MOZART DAN GUIDED IMAGERY TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KELUARGA KLIEN DENGAN ODGJ Martini Nur Sukmawaty; Yohana Agustina Sitanggang; Tiara Lani; Raziansyah Raziansyah
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 3 (2023): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i3.19523

Abstract

Anggota keluarga yang mengurus ODGJ dapat mengalami tekanan psikologis sehingga menyebabkan kecemasan yang mempengaruhi keberlangsungan hidup semua anggota keluarga. Musik mozart telah terbukti mengurangi kecemasan dan mencegah depresi. Guided Imagery salah satu teknik untuk mengontrol, menurunkan ketegangan juga kecemasan. Kebaruan penelitian karena menganalisis efektivitas terapi instrument mozart dan guide imagery terhadap tingkat kecemasan keluarga klien ODGJ. Tujuan penelitian untuk menganalisis efektivitas terapi music instrument mozart dan guided imagery terhadap tingkat kecemasan anggota keluarga yang mengurus ODGJ. Jenis penelitian Quasi Eksperiment Pre And Post Test Design With Control Group. Teknik pengambilan sampel Purposive Sampling dengan kriteria inklusi keluarga yang tidak pernah mendapatkan terapi music dan guided imagery sebelumnya dan keluarga yang mengurus ODGJ setiap hari. Subjek penelitian terdiri dari kelompok intervensi dan kontrol dengan total 60 orang responden. Kelompok intervensi terlebih dahulu mengisi kuesioner HARS sebanyak 14 point tentang kecemasan dan dilanjutkan mendengarkan terapi music instrument mozart dan guided imagery selama 15 menit, dengan kondisi ruangan tenang dan nyaman, setelah itu kelompok kembali mengisi kuesioner yang sama seperti diawal. Sedangkan kelompok kontrol hanya mengisi kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah T-test Independent. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rata-rata tingkat kecemasan pada kelompok intervensi pre test 21,5±3,88 post test 13,0±5,88, kelompok kontrol rata-rata pre test 21,30±3,82 post test 21,36±3,36 dengan nilai p=0,001 (p0,05) yang maknanya terdapat pengaruh signifikan. Kesimpulan penelitian ini terdapat pengaruh signifikan pemberian terapi music instrument mozart dan guided imagery terhadap tingkat kecemasan yang dialami keluarga dengan ODGJ.
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN SMARTPHONE SEBELUM TIDUR DENGAN GEJALA INSOMNIA PADA REMAJA KELAS X SMA NEGERI 3 GORONTALO Ibrahim Suleman; Tanisya Anggun Forasta Lewo; Moh. Reza Firsandi
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 3 (2023): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i3.20830

Abstract

Media elektronik khususnya smartphone telah diintegrasikan ke dalam berbagai aspek kehidupan remaja. Saat ini smartphone sudah menjadi kebutuhan remaja dalam kehidupan sehari- hari. Tapi, hal ini dapat berdampak terganggu nya kesehatan jika pemakaian dalam waktu yang lama. Selain itu, semakin lama seseorang menggunakan smartphone pada malam hari, maka semakin sulit untuk tertidur. Gejala sulit tidur ini biasa disebut dengan insomnia. Kebaruan penelitian ini karena peneliti menganalisis hubungan lama penggunaan smartphone sebelum tidur dengan gejala insomnia pada remaja. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan lama penggunaan smartphone sebelum tidur dengan gejala insomnia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yaitu survey analitik menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi sebanyak 429 Remaja kelas X dan sampel berjumlah 207 yang diperoleh dari teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian sebagian besar remaja menggunakan smartphone sebelum tidur sebanyak 163 (78,7%), terdapat 138 (66,7%) remaja mengalami gejala insomnia.  berdasarkan uji statistik Rank Spearman diperoleh nilai P-value 0,000 bahwa terdapat hubungan antara lama penggunaan smartphone sebelum tidur dengan gejala insomnia diperoleh nilai koefisien sebesar 0,710 yang di interpretasikan bahwa kekuatan hubungan antara lama penggunaan smartphone sebelum tidur dengan gejala insomnia memiliki angka koefisien korelasi bersifat positif sehingga hubungan kedua variabel tersebut searah. Kesimpulan terdapat hubungan antara lama penggunaan smartphone sebelum tidur dengan gejala insomnia pada remaja yang diperoleh nilai koefisien di interpretasikan bahwa hubungan ini memiliki korelasi yang kuat. Angka koefisien korelasi bersifat positif sehingga hubungan kedua variabel tersebut searah.
OPTIMALISASI PENERAPAN STIMULASI DETEKSI INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG (SDIDTK) PADA BATITA DENGAN KUESIONER PRA SKRENING PERKEMBANGAN (KPSP) TERHADAP BIDAN DESA Dahliana Dahliana; Nia Clarasari Mahalia Putri; Rosdiana Rosdiana
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 4 (2023): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i4.20225

Abstract

Pemerintah Indonesia telah berupaya secara maksimal dalam optimalisasi perkembangan balita dan mencegah adanya penyimpangan melalui program stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK). Namun demikian pelaksanaan SDIDTK masih kurang optimal dan hanya 53% yang melakukan di Wilayah kerja Puskesmas Muara Enim. Intervensi pelatihan SDIDTK belum pernah dilakukan di bidan desa Muara Enim sebelumnya. Kebaruan penelitian ini karena peneliti menganalisis optimalisasi penerapan (SDIDTK) Pada  Balita Dengan Kuesioner Pra Skrening Perkembangan (KPSP) Terhadap Bidan Desa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui optimalisasi Penerapan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK)  Pada  Balita Dengan Kuesioner Pra Skrening Perkembangan (KPSP) Terhadap Bidan Desa. Metode yang digunakan dalam penelitian quasi experiment dan desain penelitian menggunakan one grup pretest posttest design. Sampel pada penelitian ini sebanyak 36 orang Bidan Desa. Hasil penelitian ini pelaksanaan SDIDTK dan KPSP sebagian besar dilakukan (69,4%), sedangkan sisanya tidak dilakukan (30,6%). pelaksanaan SDIDTK dan KPSP sebelum penelitian adalah 69,08±9,90, kemudian pengetahuan meningkat setelah penelitian yaitu 96,89±4,05. didapatkan peningkatan pengetahuan sebanyak 27,80±10,36. Kesimpulan ada pengaruh optimalisasi penerapan SDIDTK pada balita dengan KPSP terhadap bidan desa.
EFEK PEMBERIAN DAUN KETEPENG (CASSIA ALATA L) TERHADAP KADAR GAMMA-GT (GAMMA GLUTAMYL TRANSFERASE) PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) JANTAN ALERGI Nada Sifa Sabda Nabila; I Gede Andika Sukarya; Dini Indriaty Yusran
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 3 (2023): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i3.20676

Abstract

Reaksi alergi merupakan sesuatu hal yang menyimpang dari tubuh yang dapat menimpa dan dirasakan oleh siapa saja baik dari bayi hingga dewasa. Reaksi alergi yang biasa terjadi yaitu munculnya rasa gatal pada mata, mata berair, dan bersin. Reaksi alergi maupun inflamasi dapat meningkatkan kadar enzim GGT (Gamma Glutamyl Transferase).  Pemeriksaan kadar GGT dapat dilakukan untuk mengetahui kelainan maupun kerusakan pada hati akibat dari terlalu banyak mengkonsumsi alkohol, penyakit perlemakan pada hati dan inflamasi. Kebaruan penelitian ini karena menganalisis efek pemberian daun ketepeng (Cassia Alata L) terhadap kadar Gamma-GT (Gamma Glutamyl Transferase) pada mencit (Mus Musculus) jantan alergi. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui efek pemberian daun ketepeng terhadap kadar GGT pada mencit jantan alergi sebagai petanda alergi. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni (True Experimen Reseacrh) dengan desain Pretest and Posttest-Only Control Group Design dengan menggunakan 27 ekor hewan coba berupa mencit jantan yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok mencit kontrol, kelompok mencit yang diinduksi dengan ovalbumin, dan kelompok mencit alergi yang diberi olesan daun ketepeng. Analisa data menggunakan uji One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan adanya efek pemberian daun ketepeng terhadap kadar GGT pada mencit jantan alergi dengan nilai p=0.000 (P-value 0.05). Kesimpulannya yakni terdapat efek pemberian daun ketepeng terhadap kadar GGT pada mencit jantan alergi.
DIFFUSE LARGE CELL NON HODGKIN LYMPHOMA AT RETROBULBAR OCCULUS SINISTRA MASS Viqa Faiqah; Nadirah Rasyid Ridha
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 4 (2023): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i4.20751

Abstract

Non-Hodgkin’s Lymphoma (NHL) is a large group of malignant neoplasms originating in the lymph nodes and extra nodes of lymphoid tissues. This kind of malignancy is quite common in the world with 3% of all cancer cases. In Indonesia, NHL is the 6th most common cancer and is the third most rapidly progressive cancer after melanoma and lung cancer. The novelty in this study is diffuse large cell non hodgkin lymphoma at retrobular occulus sinistra mass. A 15-years-old boy came with complaints of a protruding left eye since 2 months ago, begin with reddish eyes which gradually enlarged and decrease of visual function. Biopsy confirmed the diagnose as a stage 2 non-Hodgkin's lymphoma with Diffuse large cells. This patient underwent a chemotherapy procedure according to the non-Hodgkin's lymphoma’s protocol for 1 year that turn out in decrease of tumor progression and good result of the chemotherapy. A case of retrobulbar mass occulus sinistra et causa non-Hodgkin's lymphoma in a 15 year old boy. Diagnose is based on history, physical examination, laboratory tests and biopsy. Treatment of this patient using chemotherapy regimens according to the non-Hodgkin's lymphoma protocol.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KAYU CENDANA (SANTALUM ALBUM LINN) TERHADAP EOSINOFIL PADA PERMUKAAN KULIT MENCIT (MUS MUSCULUS) ALERGI Anggi Nuraini Anfida; I Gede Andika Sukarya; Maulida Julia Saputri
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 4 (2023): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i4.20713

Abstract

Alergi merupakan reaksi hipersensitivitas akibat paparan alergen yang menyebabkan terjadinya reaksi inflamasi dengan ditandai meningkatnya jumlah eosinofil. Minyak atsiri dari batang cendana mempunyai kandungan saskuiterpena lebih dari 90% dengan santalol sebagai komponen utamanya yang dapat meredakan peradangan dan berpotensi sebagai antiinflamasi. Kebaruan penelitian ini melakukan uji ekstrak kayu cendana terhadap eosinofiil pada permukaan kulit mencit. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak kayu cendana (Santalum album L.) terhadap eosinofil pada permukaan kulit mencit (Mus musculus) alergi. Eksperimen ini memakai 27 mencit jantan berumur 12 minggu dengan massa 20-30 gram dan dibagi menjadi 3 kelompok yaitu 1 : mencit kontrol, 2 : mencit alergi, 3 : mencit alergi yang diberi ekstrak kayu cendana. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi dan pemberiannya dilakukan secara oral selama 7 hari kemudian dilakukan pengambilan jaringan kulit pada hari ke 8 untuk dibuat preparat histopatologi. Hasil penelitian menunjukkan jumlah eosinofil terdapat perubahan signifikan dengan nilai P 0,00 (P-value 0,05). Kesimpulan penelitian ini bahwa terdapat pengaruh pemberian esktrak kayu cendana terhadap eosinofil pada permukaan kulit mencit alergi.
METODE PELVIC ROCKING MENGGUNAKAN BIRTH BALL DAPAT MENURUNKAN LAMA PERSALINAN Siti Fatimah; Miskiyah Miskiyah
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 4 (2023): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i4.21137

Abstract

Bagi ibu primipara proses persalinan dapat menyebabkan ketakutan dan rasa sakit, sehingga risiko persalinan yang terlalu lama meningkat. Dengan menggunakan bola persalinan, ibu dapat bergerak dengan lebih nyaman dan mengalami rasa sakit yang lebih sedikit, sehingga persalinan lebih singkat. Kebaruan penelitian ini karena menganalisis pengaruh metode bola kelahiran terhadap lama Kala I Fase Aktif dan Kala II pada ibu yang baru melahirkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana metode bola kelahiran mempengaruhi lama Kala I Fase Aktif dan Kala II pada ibu yang baru melahirkan. Penggunaan bola kelahiran karena sesuai dengan teori gravitasi yang memungkinkan janin turun lebih cepat. Metode penelitian ini menggunakan desain Quasy Eksperiment dengan desain Post-test hanya dengan Grup Kontrol. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu yang melahirkan bayi secara normal yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Setiap kelompok memiliki empat puluh sampel penelitian. Uji Mann-Whintey digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bola kelahiran memiliki dampak yang signifikan terhadap lama fase aktif kala I dan kala II pada ibu bersalin di Wilayah Praktik Mandiri Bidan (PMB) Ujanmas. Kelompok kontrol memiliki lama kala I yang lebih lama daripada kelompok perlakuan (7,49±0,95; 4,71±0,73). Kelompok perlakuan memiliki lama kala II yang lebih lama daripada kelompok kontrol (51,49±5,35; 33,54±6,40). Kesimpulan penelitian yaitu terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan metode bola kelahiran terhadap lama fase aktif kala I dan kala II pada ibu bersalin di Wilayah Praktik Mandiri Bidan (PMB) Ujanmas.
PERSEPSI PASIEN PESERTA BPJS PENERIMA BANTUAN IURAN (PBI) TERHADAP KEPUASAN PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS TOTO UTARA Irmawati Djafar; Irwan Irwan; Lia Amalia
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 4 (2023): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i4.20596

Abstract

Kepuasan pasien ialah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja pelayanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien membandingkannya dengan apa yang diharapkannya. Kebaruan dalam penelitian ini adalah persepsi pasien peserta BPJS penerima bantuan iuran (PBI) terhadap kepuasan pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian mendeskripsikan persepsi pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Penerima Bantuan Iuran (PBI) terhadap kepuasan pelayanan kesehatan Di Puskesmas Toto Utara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan kunci adalah kepala tata usaha, satu tenaga perawat, satu dokter satu tenaga teknisi kefarmasian dan informan biasa adalah sembilan pasien peserta BPJS PBI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pasien memiliki persepsi yang baik terhadap prosedur pelayanan, pemeriksaan dokter, serta pelayanan BPJS PBI yang diberikan oleh perawat, dokter dan kefarmasian. Adapun pasien yang memiliki persepsi kurang baik yakni terhadap pelaksanaan pemeriksaan bagian perawat, ketepatan waktu pelayanan, serta jumlah tenaga dokter dan kefarmasian yang masih kurang. Kesimpulan bahwa pasien memiliki persepsi baik dan kurang baik. Persepsi yang baik yakni prosedur pelayanan, pemeriksaan dokter serta pelayanan BPJS PBI yang diberikan oleh perawat, dokter dan tenaga kefarmasian. Sedangkan untuk persepsi yang kurang baik yaitu pemeriksaan oleh perawat, ketepatan waktu pelayanan yang cukup lama yang diberikan oleh perawat, dokter dan kefarmasian.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 9, No 3 (2025): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT Vol 9, No 2 (2025): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 8, No 4 (2024): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 8, No 3 (2024): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT Vol 8, No 2 (2024): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 8, No 1 (2024): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 7, No 4 (2023): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 7, No 3 (2023): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT Vol 7, No 2 (2023): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 6, No 3 (2022): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 6, No 2 (2022): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT Vol 6, No 1 (2022): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 5, No 2 (2021): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 5, No 1 (2021): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 4, No 2 (2020): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 4, No 1 (2020): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 3, No 2 (2019): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 3, No 1 (2019): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 1, No 1 (2019): April Vol 2, No 2 (2018): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI More Issue