cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community
ISSN : 26148676     EISSN : 26569248     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 164 Documents
ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP BETWEEN THE USE OF HORMONAL CONTRACEPTIVES WITH THE AGE OF MENOPAUSE AT THE KABILA HEALTH CENTER Paramita Ismail; Laksmyn Kadir; Lia Amalia
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i1.16081

Abstract

Menopause adalah akhir dari masa reproduksi seorang perempuan atau saat terjadinya haid terakhir. Studi Epidemiologi mengungkapkan fenomena yang menunjukkan fakta bahwa usia menopause wanita di berbagai belahan dunia akhir-akhir ini semakin cepat. Kebaruan penelitian ini karena meneliti usia menopause hubungannya dengan penggunaan kontrasepsi hormonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan usia menopause di Puskesmas Kabila. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan metode cross sectional yang bertujuan untuk mempelajari korelasi antara paparan atau resiko (independen) dengan akibat atau efek (dependen). Populasi pada penelitian ini semua wanita umur 45-59 tahun yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kabila yang berjumlah 768 orang dan sampel pada penelitian ini adalah 263 orang diambil dengan cara purposive sampling dengan kriteria sampel wanita yang sudah mengalami menopause, wanita yang pernah menggunakan kontrasepsi, wanita yang bersedia ikut penelitian dan siap diwawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden pernah menggunakan kontrasepsi hormonal yaitu 80.2% dan yang non hormonal yaitu 19.8%, sedangkan sebagian besar usia menopause yaitu 45-55 tahun sebesar 90.5% dan sebagian kecil mengalami menopause terlambat (55 tahun) sebesar 9.5%. berdasarkan uji chi square didapatkan bahwa ada hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan usia menopause yang dibuktikan dengan uji statistic dengan nilai p value=0.0036. Kesimpulan bahwa ada hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan usia menopause di wilayah kerja Puskesmas Kabila.Kata Kunci : Menopause; Kontrasepsi hormonal; Usia. AbstractMenopause is the end of a woman's reproductive period or the time of the last menstruation. Epidemiological Studies reveal a phenomenon that points to the fact that the menopausal age of women in different parts of the world is accelerating. The novelty of this study is to analyze the relationship between the use of hormonal contraceptives and the age of menopause. This study aims to determine the relationship between the use of hormonal contraceptives and the age of menopause at the Kabila Health Center. This type of research is analytical research with a cross-sectional method that aims to study the correlation between exposure or risk (independent) and consequences or effects (dependent). The population in this study was all women aged 45-59 years who were in the working area of the Kabila Health Center which amounted to 768 people and the sample in this study was 263 people taken by purposive sampling with the criteria of a sample of women who had experienced menopause, women who had used contraception, women who were willing to participate in the study and were ready to be interviewed. The results showed that most respondents had used hormonal contraceptives, namely 80.2% and non-hormonal ones, namely 19.8%, while most menopausal ages, namely 45-55 years, were 90.5% and a small percentage experienced late menopause (55 years) by 9.5%. Based on the Chi Square test, it was found that there was a relationship between the use of hormonal contraceptives and the age of menopause as evidenced by the statistical test with a p value = 0.0036. The conclusion that there is a relationship between the use of hormonal contraceptives and the age of menopause in the working area of the Kabila Health Center.Keywords : Menopause; Hormonal contraceptives; Age
FACTORS OF EDUCATION AND MATERNAL KNOWLEDGE IN HANDLING TYPHOID FEVER IN INFANTS AGED 0 - 24 MONTHS Isti Qomah; Misna Tazkiah; Siti Hardiyanti; Nurmuliana Nurmuliana
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i1.17389

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit yang terjadi akibat infeksi bakteri Salmonella Typhi. Demam ini secara umum menyerang penderita dalam kelompok usia 5-30 tahun. Kebaruan penelitian ini karena menganalisis faktor pendidikan dan pengetahuan Ibu dalam penanganan demam typoid pada bayi usia 0-24 bulan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor pendidikan dan pengetahuan Ibu dalam penanganan demam tifoid pada bayi usia 0–24 bulan di Desa Mali-Mali. Metode penelitian menggunakan rancangan survey deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah 20 ibu yang memiliki bayi 0–24 bulan di Desa Mali-Mali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Ibu dalam penanganan demam tifoid pada bayi usia 0–24 bulan sebagian besar pendidikan Sekolah Dasar (40%). Pengetahuan Ibu dalam penanganan demam tifoid pada bayi di Desa Mali-Mali sebagian besar pengetahuan cukup sebanyak 9 orang (45%). Kesimpulan bahwa pendidikan dan pengetahuan Ibu akan berpengaruh dalam penanganan demam typhoid pada bayi usia 0-24 bulan.Kata Kunci : Pendidikan; Pengetahuan; Demam tifoid.AbstractTyphoid fever is a disease that occurs due to infection with Salmonella Typhi bacteria. This fever generally affects sufferers in the age group of 5-30 years. The novelty of this study is that it analyzes mothers' educational factors and knowledge in handling typhoid fever in infants aged 0-24 months. This study aimed to investigate mothers' educational factors and knowledge in running typhoid fever in infants aged 0-24 months in Mali-Mali Village. The research method uses a descriptive survey design. The samples in this study were 20 mothers who had babies 0–24 months in Mali-Mali Village. The results showed maternal education in handling typhoid fever in infants aged 0–24 months was primary, primary school education (40%). Mothers' knowledge in handling typhoid fever in Mali-Mali Village infants is mostly enough for as many as 9 people (45%). The conclusion is that mothers' education and knowledge will affect the management of typhoid fever in babies aged 0-24 months.
IDENTIFICATION OF EFFECTIVE COMMUNICATION BETWEEN PHARMACEUTICAL TECHNICAL PERSONNEL AND PATIENTS AT PUSKESMAS DURING COVID-19 PANDEMIC IN PALEMBANG Lilis Maryanti; Mona Rahmi Rulianti; Sarmadi Sarmadi
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i1.17681

Abstract

Sebagai makhluk sosial, manusia memerlukan komunikasi untuk dapat berinteraksi. Kebaruan penelitian ini karena menganalisis komunikasi efektif antara tenaga teknis kefarmasian dengan pasien selama masa pandemi covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komunikasi efektif antara tenaga teknis kefarmasian dengan  pasien saat pelayanan di Puskesmas yang ada di kota Palembang  di  masa pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan yakni survey dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien di Puskesmas Kota Palembang. Pengambilan sampel menggunakan teknik Non-probability Sampling yaitu Quota sampling. Dengan mempertimbangkan jumlah populasi yang tak terhitung maka penulis mengambil sampel sebanyak 100 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner dengan skala likert 5 tingkatan. Ada 5 indikator yang diperlukan dalam komunikasi efektif sebagai bahan untuk analisis data yaitu unsur Respect (menghormati), Empathy (kemampuan untuk mendengarkan/mengerti terlebih dahulu), Audible (terdengar), Clarity (kejelasan), Humble (rendah hati). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ditemukan nilai p=0,000, p α (0,05). Diperoleh nilai mean  rata-rata sebesar 4,08 yang berarti menunjukkan kriteria baik,  serta hasil persentase responden pada  lima indikator tersebut yang menunjukkan kriteria baik. Kesimpulan penelitian yakni adanya komunikasi yang baik antara tenaga teknis kefarmasian dengan pasien di puskesmas kota Palembang  pada masa pandemi Covid-19. Kata Kunci: Komunikasi efektif; Masa pandemi covid-19; Tenaga teknis kefarmasian.AbstractAs social beings, humans need communication to be able to interact. The novelty of this study is because it analyzes effective communication between pharmaceutical technical personnel and patients during the COVID-19 pandemic. This study aims to identify effective communication between pharmaceutical technical personnel and patients during services at puskesmas in the city of Palembang during the Covid-19 pandemic. The research method used is a survey with a descriptive approach. The population in this study was all patients at the Palembang City Health Center. Sampling uses a Non-probability Sampling technique, namely Quota sampling. Taking into account the number of untold populations, the authors sampled as many as 100 respondents. The research instrument uses a questionnaire with a likert scale of 5 levels. There are 5 indicators needed in effective communication as material for data analysis, namely the elements of Respect, Empathy (the ability to listen/understand first), Audible (audible), Clarity (clarity), Humble (humble). Data analysis using the Chi-Square test. The results of the study found a value of p = 0.000, p α (0.05). An average mean value of 4.08 was obtained, which means that it shows good criteria, as well as the results of the percentage of respondents on the five indicators that show good criteria. The conclusion of the study was that there was good communication between pharmaceutical technical personnel and patients at the Palembang city health center during the Covid-19 pandemic. 
THE INFLUENCE OF GIVING LONG BEAN LEAVES IN INCREASING BREAST MILK PRODUCTION POSTPARTUM MOTHERS IN KOMBUTOKAN VILLAGE, BANGGAI ISLANDS REGENCY Aisa Melinda; Sunarto Kadir; Nur Ayini S. Lalu
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i1.16291

Abstract

AbstrakKebutuhan nutrisi terbaik bagi bayi selama 6 bulan pertama adalah Air Susu Ibu. Didalam ASI mengandung nutrisi alamiah untuk kebutuhan energi dan zat yang dibutuhkan selama 6 bulan pertama kehidupan bayi. Kebaruan dalam penelitian ini karena meneliti tentang pengaruh pemberian daun kacang panjang dalam meningkatkan produksi ASI ibu postpartum di Wilayah Puskesmas Totikum, Desa Kombutokan Kabupaten Banggai Kepulauan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh daun kacang panjang dalam meningkatkan produksi ASI ibu postpartum. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan desain one group pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu postpartum yang mengalami keluhan Air Susu Ibu tidak lancar tahun 2022 yang ada di Puskesmas Totikum dengan penentuan sampel menggunakan total sampling dengan 21 responden. Analisis data menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu karakteristik responden sebagian besar umur ibu antara 25-29 tahun berjumlah 10 orang (47,6%), paritas 1 anak berjumlah 10 orang (47,6%), pendidikan tamat SMA berjumlah 7 orang (33,3%) dan pekerjaan sebagai IRT berjumlah 20 orang (95,2%). Jumlah ASI sebelum dan sesudah diberikan daun kacang panjang yaitu mean 1405,23 dan standar deviasi 177,58. Kesimpulan bahwa terdapat pengaruh pemberian daun kacang panjang dalam meningkatkan produksi ASI ibu postpartum di Wilayah Puskesmas Totikum. Kata Kunci : Daun kacang panjang; Produksi ASI; Ibu Postpartum. AbstractBreast milk is the best nutritional need for babies during the first six months. Breast milk contains natural nutrients for energy needs and substances needed during the first six months of a baby's life. The novelty of this study is that it examines the influence of giving long bean leaves in increasing the milk production of postpartum mothers in the Totikum Health Center Area, Kombutokan Village, Banggai Islands Regency. This study aimed to analyze the influence of string bean leaves in increasing the milk production of postpartum mothers. This study is a quasi-experimental study with a one-group pretest-posttest design. The population in this study was postpartum mothers who experienced complaints of breast milk not running smoothly in 2022 at the Totikum Health Center with sample determination using total sampling with 21 respondents. Data analysis using paired t-tests. The results of the study obtained were the characteristics of respondents, most of whom were mothers between 25-29 years old with ten people (47.6%), parity of 1 child was ten people (47.6%), high school graduation was seven people (33.3%) and worked as an IRT was 20 people (95.2%). The amount of breast milk before and after being given long bean leaves is the mean 1405.23, and the standard deviation is 177.58. The conclusion is that providing long bean leaves increases the milk production of postpartum mothers in the Totikum Health Center Area. Keywords: Long bean leaves; Milk production; Postpartum mother.
OVERVIEW OF MENTAL HEALTH LECTURERS IN GORONTALO PROVINCE Yuniar M. Soeli; Rachmawaty D. Hunawa; Nirwanto K. Rahim; Abdul Wahab Pakaya; Nur Ayun R. Yusuf
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i1.14681

Abstract

Kesehatan mental merupakan salah satu unsur terpenting dalam mempersiapkan seorang dosen untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Jika seorang dosen mengalami gangguan kesehatan mental, dikhawatirkan keadaan tersebut dapat menimbulkan berbagai gangguan dalam proses pembelajaran, bahkan lebih dikhawatirkan keadaan tersebut akan mempengaruhi kondisi mental mahasiswa. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang gambaran mental health pada dosen Kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran mental health dosen kesehatan di provinsi Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif untuk mengetahui gambaran mental health dosen kesehatan di provinsi Gorontalo. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dosen kesehatan di provinsi Gorontalo berjumlah 35 orang dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling dan jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 35 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuisioner Mental Health Inventory (MHI) 38 dengan teknik analisis data unvariat. Hasil penelitian tentang gambaran kesehatan mental dosen di Universitas Negeri Gorontalo menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) kategori kesejahteraan psikologis. Kesimpulan menunjukan bahwa seluruh dosen kesehatan berada pada kondisi psikologis yang sejahtera (psychological well-being).Kata kunci:  Dosen; Gorontalo; Kesehatan Mental AbstractMental health is one of the essential elements in preparing a lecturer to carry out learning activities. Suppose a lecturer experiences a mental health disorder. In that case, it is feared that this situation can cause various disturbances in the learning process, and it is, even more feared that this situation will affect the student's mental state. The novelty of this study is that it examines the picture of mental health in Health lecturers. This study aimed to find out the mental health picture of health lecturers in Gorontalo province. This study used a quantitative research design with a descriptive method to determine the mental health picture of health lecturers in Gorontalo province. The population in this study was all health lecturers in Gorontalo province, totaling 35 people with accidental sampling techniques, and the number of samples obtained was 35 respondents. This research instrument used the Mental Health Inventory (MHI) 38 questionnaire with univariate data analysis techniques. The study's results on the mental health picture of lecturers at Gorontalo State University showed that all respondents (100%) were in the psychological well-being category. The conclusion indicates that all health lecturers are in psychological well-being.Keywords: Lecturer; Gorontalo; Mental Health.
FACTORS ASSOCIATED WITH THE INCIDENCE OF ANEMIA IN PREGRANT WOMEN IN TAPA PUBLIC HEALTH CENTER WORKING AREA Nur Meiken Ainun Malaka; Irwan Irwan; Zul Fikar Ahmad
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i1.16085

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang berkontribusi terhadap morbiditas dan mortalitas Ibu dan janin. Kebaruan penelitian ini karena menganalisis status gizi pada ibu hamil hubungannya dengan kejadaian anemia. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada Ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian yakni seluruh Ibu hamil yang ada di wilayah kerja Puskesmas Tapa dengan sampel penelitian semua Ibu hamil yang ada saat penelitian berlangsung dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling. Analisis data bivariate menggunakan uji Chi Square dan multivariate menggunakan uji Regresi Logistik. Hasil penelitian ditemukan bahwa jarak kehamilan (p=0,013), pengetahuan (p=0,026), status gizi (p=0,013) berhubungan dengan kejadian anemia. Sementara umur kehamilan (p=0,096) dan kunjungan ANC (p=1,0) tidak mempunyai hubungan dengan kejadian anemia. Hasil analisis multivariate ditemukan bahwa jarak kehamilan (OR=0,058) dan status gizi (OR=0,058) memiliki hubungan yang paling signifikan dengan kejadian anemia pada Ibu hamil. Kesimpulannya yakni jarak kehamilan, pengetahuan dan status gizi berhubungan dengan kejadian anemia. Jarak kehamilan dan status gizi mempunyai hubungan yang paling signifikan dengan kejadian anemia pada Ibu hamil.Kata Kunci: Faktor-faktor; Anemia; Ibu Hamil. AbstractAnemia is a health problem that contributes to maternal and fetal morbidity and mortality. This study's novelty is that it analyzes the nutritional status of pregnant women in relation to anemia. The study aimed to analyze the factors associated with the incidence of anemia in pregnant women. This study used an analytical observational method with a Cross-Sectional design. The study population is all pregnant women in the Tapa Health Center work area, with research samples of all pregnant women who were present when the study took place with the Total Sampling sampling technique. Bivariate data analysis using Chi-Square and multivariate tests using Logistic Regression tests. The results of the study found that pregnancy distance (p=0.013), knowledge (p=0.026), and nutritional status (p=0.013) were associated with the incidence of anemia. Meanwhile, gestational age (p=0.096) and ANC visits (p=1.0) were not associated with the incidence of anemia. The results of the multivariate analysis found that the distance between pregnancy (OR=0.058) and nutritional status (OR=0.058) had the most significant relationship with the incidence of anemia in pregnant women. The conclusion is that pregnancy distance, knowledge, and nutritional status are related to the incidence of anemia. The distance between pregnancy and nutritional status has the most significant relationship with the incidence of anemia in pregnant women.
ANALYSIS OF POTENTIAL HAZARDS FOR WORK ACCIDENTS USING THE HIRA (HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT) METHOD ON GOLD MINE WORKERS IN EAST SUWAWA DISTRICT Siti Ismi Cahyani Ismail; Irwan Irwan; Nur Ayini S. Lalu
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i1.16187

Abstract

Kecelakaan kerja dapat dicegah dengan menganalisis identifikasi sumber bahaya yang ada di tempat kerja dan penilaian tingkat resikonya. HIRA adalah serangkaian proses mengidentifikasi bahaya yang dapat terjadi dalam aktivitas rutin ataupun non rutin. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang bahaya terhadap kecelakaan kerja menggunakan metode HIRA (Hazaard Identification And Risk Assesment). Tujuan Penelitian untuk menganalisis Potensi Bahaya dan Penilaian Risiko terhadap kecelakaan kerja dengan metode HIRA pada Pekerja Tambang Emas. Desain Penelitian Kuantitatif dengan sampel yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah 100 Responden. Analisis data menggunakan Analisis univariat untuk indikator identifikasi bahaya, penilaian risiko. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap pekerjaan di Tambang Emas berpotensi bahaya terdiri dari bahaya mekanis, fisik dan kimia. Terdapat 2 risiko termasuk kategori Very High, 7 risiko termasuk kategori Priority 3, 2 risiko temasuk kategori 1, 9 risiko termasuk kategori Acceptable dan 12 risiko termasuk kategori Substantial. Kesimpulan terdapat Potensi Bahaya di area kerja Tambang Emas Suwawa Timur jenis potensi bahaya seperti bahaya mekanis, Potensi bahaya Fisik dan Potensi bahaya kimia. Kata kunci: Bahaya; HIRA; K3; Risiko; Tambang Emas. Abstract Work accidents can be prevented by analyzing the identification of sources of hazards present in the workplace and an assessment of the level of risk. The novelty of this research is that it examines the dangers of work accidents using the HIRA (Hazard Identification And Risk Assessment) method. HIRA is a series of processes to identify hazards in routine or non-routine activities. The purpose of the study is to analyze potential hazards and risk assessments of work accidents using the HIRA method in Gold Mine Workers. The quantitative Research Design with the sample needed in this study is 100 Respondents. Data analysis using univariate analysis for hazard identification indicators and risk assessment. The results showed that every work in the Gold Mine has the potential to be hazardous, consisting of mechanical, physical, and chemical hazards. There are 2 risks, including the Very High category, 7 risks, including the Priority 3 category. 2 risks, including category 1. 9 risks, including the Acceptable type—and 12 risks, including a substantial variety. Conclusion There is a Potential Hazards in the East Suwawa Gold Mine work area types of potential hazards such as mechanical hazards, Potential Physical hazards, and Potential chemical hazards. Keywords: Danger; HIRA; K3; Risk; Gold mine.
RELATIONSHIPS OF NUTRITIONALLY CONSCIOUS FAMILY BEHAVIOR WITH STUNTING INCIDENCE IN TODDLERS AT MOTOLOHU HEALTH CENTER Siti Nur Ain B. Hamid; Sunarto Kadir; Nur Ayini S. Lalu
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i1.16110

Abstract

Perilaku keluarga sadar gizi (Kadarzi) adalah suatu gerakan yang terkait dengan Program Kesehatan Keluarga dan Gizi (KKG) yang merupakan bagian dari Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) untuk mencegah penyakit yang dapat ditimbulkan jika zat gizi tidak terpenuhi dengan baik, seperti stunting. Stunting adalah suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan, tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang Perilaku Keluarga Sadar Gizi (Kadazi) dengan kejadian stunting pada balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku Kadarzi dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Motolohu. Penelitian ini merupakan rancangan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan uji Chi square dengan sampel berjumlah 88 balita. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa responden dengan menimbang berat badan secara tidak teratur sebanyak 59 balita (67.0%), pemberian ASI eksklusif sebanyak 58 responden (65.9%), konsumsi makanan beraneka ragam sebanyak 56 responden (63.6%), penggunaan garam beryodium sebanyak 80 responden (90.9%), minum suplemen gizi sebanyak 68 balita (77.3%). perilaku kadarzi menimbang berat badan (p-value 0.002 ≤ α 0.05), pemberian ASI eksklusif (p-value 0.003 ≤ α 0.05), konsumsi makanan beraneka ragam (p-  value 0.034 ≤ α 0.05), penggunaan garam beryodium (p-value 0.019 ≤ α 0.05), minum suplemen gizi (nilai p- value 0.048 ≤ α 0.05) dengan kejadian stunting pada balita. Kesimpulan ada hubungan perilaku Kadarzi dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Motolohu. Kata Kunci: Balita; Kadarzi; Stunting. AbstractNutrition-conscious family behavior (Kadarzi) is a movement related to the Family Health and Nutrition Program (KKG), which is part of the Family Nutrition Improvement Business (UPGK) to prevent diseases that can be caused if nutrients are not appropriately met, such as stunting. The novelty of this study is that it examines Nutrition Conscious Family Behavior (Kadazi) with the incidence of stunting in toddlers. Stunting is a condition where children experience growth disorders. The child's height is not by his age This study aimed to determine the relationship between Kadarzi's behavior and the incidence of stunting in toddlers at the Motolohu Health Center. This study is an analytical research design with a cross-sectional approach using the Chi-square test with a sample of 88 toddlers. The results of the statistical test showed that respondents weighing weight irregularly as many as 59 toddlers (67.0%), exclusive breastfeeding as many as 58 respondents (65.9%), consumption of variegated foods as many as 56 respondents (63.6%), used iodized salt as many as 80 respondents (90.9%), taking nutritional supplements as many as 68 toddlers (77.3%). Kadarzi's behavior of weighing body weight (p-value 0.002 ≤ α 0.05), exclusive breastfeeding (p-value 0.003 ≤ α 0.05), consumption of variegated foods (p-value 0.034 ≤ α 0.05), use of iodized salt (p-value 0.019 ≤ α 0.05), drinking nutritional supplements (p-value 0.048 ≤ α 0.05) with stunting incidence in toddlers. The conclusion is that Kadarzi's behavior is related to the incidence of stunting in toddlers at the Motolohu Health Center. Keywords: Toddlers; Kadarzi; Stunting.
PATIENT SATISFACTION DURING THE COVID-19 PANDEMIC AT THE TASIKMALAYA REGENCY CHRONIC DISEASE SERVICE FACILITY Nur Lina; Siti Novianti
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i1.17370

Abstract

Pasien dengan penyakit kronis mempunyai risiko lebih tinggi mengalami komplikasi Covid-19 yang parah. Survei customer feedback terhadap pelayanan rumah sakit di seluruh Indonesia pada tahun 2020 menunjukkan kepuasan terhadap dimensi aksesibilitas rawat jalan mengalami penurunan. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang kepuasan pasien selama -pandemi COVID-19 di fasilitas pelayanan penyakit kronis. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kepuasan pasien dan faktor terkait selama Pandemi COVID-19 di fasilitas Pelayanan Penyakit Kronis. Desain penelitian ini adalah studi cross-sectional dengan variabel bebas jenis kelamin, umur, status pekerjaan, kepesertaan asuransi, dan tingkat pendidikan. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kepuasan pasien. Populasi penelitian ini adalah semua pasien yang memiliki penyakit kronis dan berobat di Poli Dalam RS SMC Kabupaten Tasikmalaya. Besar sampel dihitung berdasarkan Krejcie and Morgan dengan jumlah 136 orang yang dianalisis dengan menggunakan Uji Chi Square. Indeks Kepuasan Pasien diukur berdasarkan Peraturan Menteri PAN-RB No. 14 Tahun 2017 dan Patient Satisfaction Questionnaire-18 (PSQ-18) dan sudah di uji validitas menggunakan validitas Aiken dengan nilai validitas diatas 0,600 dan nilai reliabilitas 0,936. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien adalah jenis kelamin (p=0,09), Umur (p=0,008), pekerjaan (p=0,003), kepesertaan asuransi (p=0,002), tingkat pendidikan (0,045) dan jenis pendaftaran (p=0,034). Kesimpulan bahwa umur, pekerjaan, kepesertaan asuransi, tingkat Pendidikan dan jenis pendaftaran berhubungan dengan kepuasan Pasien selama pandemic Covid-19 di fasilitas Pelayanan Penyakit Kronis.Kata Kunci: Kepuasan pasien; Penyakit Kronis; Covid-19 AbstractPatients with chronic diseases have a higher risk of developing severe Covid-19 complications. A customer feedback survey of hospital services throughout Indonesia in 2020 showed that satisfaction with the outpatient accessibility dimension decreased. The novelty of this study is that it examines patient satisfaction during the COVID-19 pandemic in chronic disease care facilities. This study aims to analyze patient satisfaction and related factors during the COVID-19 Pandemic in Chronic Disease Service facilities. The design of this study is a cross-sectional study with free variables of gender, age, employment status, insurance participation, and education level. The bound variable in the study was patient satisfaction. This study's population was all chronic disease patients treated at the Poli Dalam Hospital SMC Tasikmalaya Regency. The sample size was calculated based on Krejcie and Morgan, with 136 people analyzed using the Chi-Square Test. The Patient Satisfaction Index is measured based on the Ministerial Regulation of PAN-RB No. 14 of 2017 and the Patient Satisfaction Questionnaire-18 (PSQ-18). It has been tested for validity using Aiken validity with a validity value above 0.600 and a reliability value of 0.936. The results showed that the factors related to patient satisfaction were gender (p=0.09), age (p=0.008), occupation (p=0.003), insurance participation (p=0.002), education level (0.045), and type of enrollment (p=0.034). The conclusion is that age, employment, insurance participation, education level, and registration type relate to patient satisfaction during the Covid-19 pandemic in chronic disease service facilities.Keywords: Patient satisfaction; chronic diseases; Covid-19.
THE RELATIONSHIP BETWEEN SALT CONSUMPTION PATTERNS AND THE INCIDENCE OF HYPERTENSION IN THE ELDERLY AT THE KOTA TENGAH HEALTH CENTER Mifta Hulzana Yunus; Sunarto Kadir; Nur Ayini S. Lalu
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i1.16279

Abstract

Hipertensi menjadi masalah global karena prevalensinya yang terus meningkat dan kian hari semakin mengkhawatirkan. Pada tahun 2025 sekitar 29% orang dewasa diseluruh dunia akan menderita hipertensi. Kebaruan penelitian ini karena menganalisis hubungan konsumsi garam dengan kejadaian hipertensi pada lansia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pola konsumsi garam dengan kejadian hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia baik laki-laki maupun perempuan yang menderita hipertensi di Puskesmas Kota Tengah dengan penentuan sampel menggunakan accidental sampling dengan 224 responden. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan 127 orang (56,7%) yang mengkonsumsi garam tidak normal dan 97 orang (43,3%) yang mengkonsumsi garam normal, sedangkan 123 orang (54,9%) yang mengalami hipertensi dan 101 orang (49,1%) yang tidak mengalami hipertensi. Hubungan pola konsumsi garam dengan kejadian hipertensi pada lansia diperoleh dengan  nilai p value 0,012   α 0,05. Simpulan terdapat hubungan antara pola konsumsi garam dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Kota Tengah. Kata Kunci : Hipertensi; Konsumsi Garam;  Lansia.AbstractHypertension is a global problem because of its increasing prevalence and increasingly alarming day by day. By 2025 about 29% of adults worldwide will suffer from hypertension. The novelty of this study is because it analyzes the relationship of salt consumption with hypertension in the elderly. The purpose of this study was to analyze the relationship between salt consumption patterns and the incidence of hypertension in the elderly in the Kota Tengah Puskesmas Working Area. This research is an analytical survey study with a cross sectional study design. The population in this study was all elderly people, both men and women who suffered from hypertension at the Kota Tengah Health Center with sample determination using accidental sampling with 224 respondents. Data analysis using chi square test. The results of the study obtained 127 people (56.7%) who consumed abnormal salt and 97 people (43.3%) who consumed normal salt, while 123 people (54.9%) who had hypertension and 101 people (49.1%) who did not experience hypertension. The relationship between salt consumption patterns and the incidence of hypertension in the elderly was obtained with a p value of 0.012 α 0.05. In conclusion, there is a relationship between salt consumption patterns and the incidence of hypertension in the elderly in the Kota Tengah Health Center. Keywords : Hypertension; Salt consumption;  Elderly.

Page 10 of 17 | Total Record : 164


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 9, No 3 (2025): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT Vol 9, No 2 (2025): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 8, No 4 (2024): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 8, No 3 (2024): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT Vol 8, No 2 (2024): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 8, No 1 (2024): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 7, No 4 (2023): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 7, No 3 (2023): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT Vol 7, No 2 (2023): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 6, No 3 (2022): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 6, No 2 (2022): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT Vol 6, No 1 (2022): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 5, No 2 (2021): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 5, No 1 (2021): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 4, No 2 (2020): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 4, No 1 (2020): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 3, No 2 (2019): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 3, No 1 (2019): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 1, No 1 (2019): April Vol 2, No 2 (2018): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI More Issue