cover
Contact Name
Arlan Kaharu
Contact Email
arlankaharu@ung.ac.id
Phone
+6281342423408
Journal Mail Official
srisutarni@ung.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. B. J. Habibie, Desa Moutong, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
JAMBURA Journal of Architecture
ISSN : 26545896     EISSN : 28088794     DOI : 10.37905
Jambura Journal of Architecture (JJoA) is a peer reviewed journal published biannual (Juni and Desember) by Architecture Departement, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Gorontalo. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. The aims of this journal is to provide a venue for academicians, researchers, practitioners and architec for publishing the original research articles or review articles. JJoA is intended to be the journal for publishing of results of research on Architecture both empirical and normative study, especially in architecture issues. The various topics but not limited to, architecture theory, architecture design, architecture science, sustainable built environment, architectural history, material technology, Urban planning, Building structure, in the framework of architecture studies.
Articles 157 Documents
PERANCANGAN SANATORIUM DI GORONTALO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN FUNGSIONALIS Rio Vahlevi Noor Zulkifli Lasalewo; Amru Siola; Moh Muhrim Tamrin
JAMBURA Journal of Architecture Vol 5, No 1 (2023): JJoA : Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v5i1.20140

Abstract

Countering the spread of Tuberculosis disease in Gorontalo is still very low and slow in service.  This is due to the lack of health support facilities specifically for Tuberculosis disease. According to the 2018 Case Detection Rate, Gorontalo Province ranks 6th as the province with the highest spread of Tuberculosis in Indonesia.  Based on the number of all Tuberculosis case records per 100,000 population, Gorontalo Province ranks 4th among 34 other provinces in Indonesia, after DKI Jakarta, South Sulawesi, and Papua.  The construction of sanatorium buildings is prioritized to be built in distant areas with minimal population. It is intended that the spread of Tuberculosis disease can be reduced and sufferers can recover faster.  The right design analysis to adjust the needs of sanatorium building users is to use the functionalist modern architecture design approach.  Through this approach, the function of the building becomes a reference in the design process so that it can meet the needs of the building users, namely both patients and managers.Penanggulangan penyebaran penyakit Tuberculosis di Gorontalo masih sangat minim dan lambat pelayanannya, hal tersebut dikarenakan kurangnya fasilitas penunjang kesehatan khusus penyakit Tuberculosis. Menurut Case Detection Rate tahun 2018, Provinsi Gorontalo menempati peringkat ke-6 sebagai provinsi dengan penyebaran Tuberculosis tertinggi di Indonesia, sedangkan menuru tangka semua notifikasi kasus Tuberculosis per 100.000 penduduk, Provinsi Gorontalo menempeti peringkat ke-4 diantara 34 provinsi lain di Indonesia, setelah DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, dan Papua. Pembangunan bangunan sanatorium di prioritaskan di bangun di daerah jauh penduduk yang minim populasi, hal tersebut ditujukan agar penyebaran penyakit Tuberculosis dapat berkurang dan para penderita dapat sembuh lebih cepat. Analisis perancangan yang tepat untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna bangunan sanatorium adalah dengan menggunakan pendekatan perancangan Arsitektur Modern Fungsionalis, dimana dalam pendekatan ini, fungsi dari bangunan yang menjadi acuan dalam proses perancangan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan pengguna bangunan, baik pasien dan pengelolanya.
REDESAIN TERMINAL BONAWANG TIPE B KOTA KOTAMOBAGU DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Vivi Arista Damopolii; Amru Siola; Moh Muhrim Tamrin
JAMBURA Journal of Architecture Vol 5, No 1 (2023): JJoA : Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v5i1.20049

Abstract

Penataan dam pengembangan Terminal Bonawang Tipe B di Kota Kotamobagu sebagai sebuah sarana transportasi darat yang menunjang segala aktivitas lalu lintas masyarakat baik didalam maupun diluar dari Kota Kotamobagu. Terminal Bonawang memiliki peran penting dalam berbagai aspek salah satunya sebagai penghubung kegiatan lalu lintas yang dapat menunjang kegiatan daerah khususnya Kota Kotamobagu sebagai daerah yang berfokus pada bidang jasa. Terminal Bonawang tipe B di Kotamobagu mempunyai luas 8 Ha, berdasarkan klasifikasi tingkat pelayanan Terminal Bonawang masuk pada kategori terminal madya dimana dapat menampung 25-50 unit kendaraan/jam. Redesain Terminal ditujukan untuk mendapatkan tatanan site, tampilan bangunan yang berkaitan dengan pendekatan Arsitektur Neo Vernakular, utilitas, sirkulasi, serta tata massa, Adapun kebutuhan ruang yang didapakan yaitu 4.572,99 m², yang terdiri atas ruang gedung terminal sebesar 839 m², gedung pengelola 156,65 m², fasiltas pendukung 314,99 m², fasilitas servis 304,2 m², fasilitas sopir 588,38 m² dan untuk lahan parkir dengan luas 2.958,15 m². Redesain difokuskan pada penambahan fasilitas serta pemanfaatan lahan yang lebih efisien, sedangkan pada tampilan bangunan menggunakan konsep pendekatan Arsitektur Neo Vernakular yang merupakan bentuk akulturasi dari budaya dan teknologi yang berfungsi untuk tetap memelihara budaya daerah. Arsitektur Neo Vernakular diterapkan pada beberapa bagian yaitu meliputi pengadopsian bentuk atap rumah adat Bobakidan, bentuk ornamen rumah adat Komalig dan Ornamen flora dari kotak kabela sebagai simbol kepercayaan yang dinamis.
PENERAPAN ARSITEKTUR MODERN PADA RANCANGAN KANTOR BADAN PERENCANAAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KABUPATEN POHUWATO Rahmatia S. Lamapa; Abdi Gunawan Djafar; Irwan Wunarlan
JAMBURA Journal of Architecture Vol 5, No 1 (2023): JJoA : Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v5i1.18201

Abstract

Arsitektur modern adalah konsep suatu bangunan yang dirancang dengan mengutamakan kesederhanaan dalam bentuk tanpa tambahan/penggunaan ornamen. Arsitektur modern muncul sebab kemajuan pada bidang teknologi sehingga membuat manusia lebih mengarah pada sesuatu yang ekonomis, praktis serta bagus. Maka dengan ini diterapkan pada rancangan kantor Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Pohuwato dengan tujuan untuk memberikan bentuk dan tampilan baru yang fungsional dan estetik baik luar maupun dalam gedung kantor. Dalam penerapannya terdapat beberapa ciri arsitektur modern yakni bentuk dasar geometri, kesederhanaan bentuk, garis-garis vertikal, horizontal dan diagonal, serta bentuk atap melengkung pada bangunan.
PENERAPAN ARSITEKTUR HIJAU DALAM PERANCANGAN KAWASAN PUSAT PETERNAKAN DAN PENGOLAHAN HEWAN TERNAK SAPI DI GORONTALO Anisa Langga; Irwan Wunarlan; Muhammad Rizal Mahanggi
JAMBURA Journal of Architecture Vol 5, No 1 (2023): JJoA : Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v5i1.17734

Abstract

Peternakan dan pengolahan hewan ternak sapi di Gorontalo masih dalam skala kecil, untuk pemeliharaannya masih menggunakan sistem konvensional sedangkan untuk pengolahan ternak sapi masih banyak yang dilakukan di tempat pemotongan hewan, pemeliharaan dan pengolahan ternak dengan cara ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, oleh karena itu di butuhkan Pusat peternakan dan pengolahan hewan ternak sapi yaitu sebuah tempat untuk mewadahi segala aktivitas, dengan menerapkan konsep arsitektur hijau. Pada penelitian ini menggunakan metode analisis deskritif, metode analisis deskriptif ini yaitu menganalisis data atau mengambarkan data yang telah diperoleh, metode ini dapat mendukung untuk perancangan awal yaitu dalam bentuk analisis data, kemudian dari analisis ini dapat dijadikan rujukan untuk proses desain perancangan pusat peternakan dan pengolahan hewan ternak sapi di Provinsi Gorontalo. Hasil dari penelitian ini yaitu mendapatkan fasilitas pusat peternakan dan pengolahan hewan ternak sapi dengan luasan 39.127 m2, dalam perancangan ini menerapkan konsep arsitektur hijau yaitu berusahan meminimalisir pencemaran lingkungan, dengan cara menggunakan dengan cara pengehematan energi, dan banyak memanfaatkan sumber daya alam dan mengefisiensikan penggunaan sumber daya buatan. Dengan adanya pusat peternakan dan pengolahan hewan ternak sapi di Provinsi Gorontalo maka dapat memudahkan pemerintah dan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi daging sapi di Provinsi Gorontalo.
PENERAPAN ARSITEKTUR TROPIS PADA HOTEL RESORT DIKAWASAN PANTAI POHON CINTA Bacharudin Boekoesoe; Muh Rijal Syukri; Zuhriati Djailani
JAMBURA Journal of Architecture Vol 5, No 1 (2023): JJoA : Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v5i1.20516

Abstract

ABSTRACT. Pohuwato Regency, with a hot climate and land design located on the coast, will be designed for a resort hotel building that uses the concept of tropical architecture in order to create thermal comfort for the building. Pantai Pohon Cinta is a natural tourist attraction located in Gorontalo province, specifically Pohuwato Regency, which has the potential for tourist attraction development. According to the Spatial Plan of Pohuwato Regency in 2012-2032, Pantai Pohon Cinta is included in the natural tourism designation area, while the Regional Tourism Development Master Plan of Pohuwato District regulated Pantai Pohon Cinta to be included in the development of a tourism area with a Culinary site icon.  The number of tourists in Pohuwato Regency, which is predicted to increase, is not comparable with the provision of accommodation in the tourist area of Pohuwato Regency; therefore, Pantai Pohon Cinta Resort Hotel is designed to facilitate tourist activities such as playgrounds, culinary areas, Water Sports, Souvenir centers and lodging. Resort Hotels are defined as hotels located in the tourist area where most staying visitors are not conducting business activities. It is generally located quite far from the city center, which functions as a resting place and simultaneously provides facilities for vacation, recreation, and sports. The result of this final project is a Resort Hotel with a three-star hotel capacity which is analyzed through the calculation of visitor growth in the next 20 years.  The concept of the building's mass management used in the area of the Resort Hotel is a linear pattern in order to provide convenience to connect the existing buildings around the site, while the concept of the building mass design is based on values that contain local wisdom as characteristics of buildings from Gorontalo area.   Keywords Resort Hotel, Tropical, Beach, Tourism,  ABSTRAK. Kabupaten Pohuwato yang beriklim panas dan lahan lokasi perancangan berada di pesisir pantai maka akan dirancang bangunan hotel resort yang menggunakan konsep Arsitektur Tropis Lembab agar dapat terciptanya kenyamanan thermal bagi bangunan. Pantai Pohon Cinta merupakan objek wisata alam yang terletak di Provinsi Gorontalo khususnya Kabupaten Pohuwato, yang memiliki potensi pengembangan objek wisata. Menurut Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pohuwato Tahun 2012-2032 Pantai Pohon Cinta masuk dalam kawasan peruntukan pariwisata alam. Dan menurut Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah Kabupaten Pohuwato, Pantai Pohon Cinta termasuk pengembangan kawasan pariwisata dengan ikon Culinerry site.  Jumlah wisatawan di Kabupaten Pohuwato yang diprediksi akan mengalami peningkatan tidak berberbanding dengan penyediaan akomodasi di Kawasan wisata Kabupaten Pohuwato maka dari itu dirancanglah Hotel Resort Pantai Pohon Cinta yang dapat memfasilitasi kegiatan wisata seperti taman bermain, area kuliner, olahraga air, pusat cinderamata serta penginapan. Hotel Resort didefinisikan sebagai hotel yang terletak dikawasan wisata, dimana sebagian pengunjung yang menginap tidak melakukan kegiatan usaha. Umumnya terletak cukup jauh dari pusat kota sekaligus difungsikan sebagai tempat peristirahatan dan menyediakan fasilitas untuk berlibur, rekreasi dan olah raga. Hasil dari tugas akhir ini berupa Hotel Resort dengan kapasitas hotel bintang tiga yang dianalisis melalui perhitungan pertumbuhan pengunjung 20 tahun yang akan datang. Konsep tata masa bangunan yang digunakan pada kawasan Hotel Resort Pantai Pohon Cinta adalah pola linear, agar dapat memberikan kemudahan untuk menghubungakan bangunan yang ada di sekitaran site sedangan konsep rancangan masa bangunan Hotel Resort Pantai Pohon Cinta didasarkan pada nilai-nilai yang mengandung kearifan lokal sebagai ciri khas bangunan dari daerah Gorontalo.  Kata kunci: Hotel Resort, Tropis, Pantai, Pariwisata 
PENERAPAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT PADA RANCANGAN PUSAT DIAGNOSIS DAN TERAPI PSIKOLOGI PADA ANAK DAN REMAJA DI GORONTALO Miranti Lakoro; Ernawati Ernawati; Muhammad Rizal Mahanggi
JAMBURA Journal of Architecture Vol 5, No 1 (2023): JJoA : Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v5i1.18212

Abstract

Provinsi Gorontalo membutuhkan  wadah yang berfungsi sebagai pusat pelayanan khusus mental dan kejiwaan dini seseorang namun bukan pada tingkat gangguan mental berat, tetapi terfokus pada gangguan mental dini yaitu seperti depres ringan, dan gangguan emosional. Kurangnya penanganan mental sejak dini menyebabkan meningkatnya presentase ODGJ di Gorontalo. Berdasarkan data kemenko PKM menyebut Gorontalo memiliki presentase depresi tertinggi dari rata-rata nasional. Jika depresi tertinggi nasional 6,1 persen maka Gorontalo diangka 10,3 persen. Skizofrenia (gangguan mental) di Gorontalo di angka 6,6 persen dari rata-rata nasional 6,7 persen. Dalam membantu penanganan psikologis ada banyak aspek yang mempengaruhinya misalnya faktor genetik, faktor medis, dan faktor lingkungan sekitar pemikiran inilah yang menjadi dasar dalam perancangan proposal dengan judul Perancangan pusat diagnosis dan terapi psikologi pada anak dan remaja gorontalo dengan pendekatan Healing Environment.
PENERAPAN ARSITEKTUR SIMBOLIS DALAM PERANCANGAN RUMAH SAKIT BEDAH PLASTIK DAN ESTETIKA DI KOTA GORONTALO Zhafirah Aimee Fitrimadhania Husain; Niniek Pratiwi; Nurnaningsih Nico Abdul
JAMBURA Journal of Architecture Vol 5, No 1 (2023): JJoA : Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v5i1.17994

Abstract

Di Kota Gorontalo saat ini, jumlah kasus pasien bedah plastik yang dirujuk ke luar daerah dengan angka rata-rata pertahun yaitu sebanyak 4.728 kasus. Sedangkan peminat perawatan estetika/kecantikan yang didata pada beberapa klinik kecantikan mencapai lebih dari 12.000 kunjungan per tahun. Adanya tren peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap prosedur bedah plastik dan estetika berdampak pada maraknya praktek bedah plastik ilegal yang dilakukan oleh oknum yang tidak berkompeten, serta beredarnya beragam produk perawatan kulit maupun kosmetik yang ilegal. Kota Gorontalo sebagai ibu kota provinsi, hingga saat ini belum memiliki fasilitas pelayanan yang terpadu berupa rumah sakit bedah plastik dan estetika yang dapat melayani keseluruhan proses penanganan untuk pasien bedah plastik dan perawatan estetika/kecantikan baik berupa prosedur medis maupun non medis.Rancangan rumah sakit khusus ini menggunakan pendekatan arsitektur simbolis yang diterapkan pada desain bangunan. Dalam hal ini simbolis mengartikan lambang. Pada perancangan simbol/lambang yang digunakan pada bangunan berupa bentuk transformasi bunga Teratai yang berarti keindahan, sesuai untuk rumah sakit bedah plastik dan estetika. 
STUDI ELEMEN “TANEAN” DAN ESENSI WANITA PADA RUMAH TRADISIONAL TANEAN LANJANG Felicia Ranita Angelica; Lilianny Sigit Arifin
JAMBURA Journal of Architecture Vol 5, No 1 (2023): JJoA : Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v5i1.19227

Abstract

Tanean memiliki arti halaman tengah dan mengandung nilai kekerabatan dan nilai kerukunan yang kuat sebagai bagian dari Tanean Lanjang dan menjadi struktur utama untuk kesejahteraan hidup masyarakat Madura. Tanean atau halaman tengah ini memiliki aspek yang mendukung nilai sustainability yaitu fleksibilitas fungsi dan meningkatkan kesejahteraan pengguna. Selain itu masyarakat Madura juga juga meyakini bahwa perempuan harus dilindungi. Hal ini mendukung aspek sustainable untuk kesejahteraan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah apakah nilai-nilai sustainable dari rumah tradisional Tanean Lanjang masih relevan dan dapat diaplikasikan pada masa kini. Nilai sustainable pada Tanean Lanjang diaplikasikan sebagai parameter dalam mendesain ruang publik atau ruang bersama dan restroom. Ruang publik dan restroom dipilih menjadi fokus masalah karena pada area ini, sering terjadi tindak kejahatan terhadap perempuan. Dari data yang ada, diperoleh bahwa ruang publik semakin minim seiring dengan bertambahnya kepadatan penduduk. Penelitian ini memiliki sifat kualitatif dan menggunakan metode studi literatur. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai sustainable pada tanean masih relevan hingga saat ini. Selain itu, ditemukan bahwa ruang publik sangat dibutuhkan terutama pada bangunan tinggi. Dari penelitian ini, dapat diketahui bahwa restroom yang minim sekat dan bersifat unisex dapat mendukung kesejahteraan perempuan.
PERBANDINGAN MATERIAL AKUSTIK DALAM MENYERAP BUNYI Mohamad Fikri Datuela; Rahmayanti Rahmayanti; Wahyu Saputra; Nur Mutmainnah; Syafriani Syafriani
JAMBURA Journal of Architecture Vol 5, No 1 (2023): JJoA : Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v5i1.19773

Abstract

This study aims to examine the comparison of room acoustics by using room engineering methods and testing zinc plate and GRC board materials in the same room. The results of the study show that the selection of materials for sound absorption in the room must be considered carefully and adjusted to the desired sound absorption needs. In testing using the room engineering method, it was seen that there was an increase in the effectiveness of sound absorption in both materials at various volume levels. However, in testing using the mandatory sound of the room acoustic tester, it can be seen that the sound frequency at the lower speaker position is more prominent in both materials at a lower volume. Meanwhile, in the test using the free sound of people giving speeches, it was seen that there was an increase in sound frequency at the top speaker position for both materials at a higher volume.
MERANCANG BANGUNAN PEMERINTAHAN BERDASARKAN FUNGSI KANTOR DINAS PARIWISATA PROVINSI GORONTALO DENGAN PENERAPAN DESAIN ARSITEKTUR REGIONALISME Icha Nursafitri Hafisrawati Suwandi; Ernawati Ernawati; Zuhriati A. Djailani
JAMBURA Journal of Architecture Vol 5, No 1 (2023): JJoA : Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v5i1.18283

Abstract

Arsitektur regionalisme merupakan hasil penggabungan antara arsitektur modern dan tradisional mengikuti keistimewaan beberapa bagian ataupun keseluruhan bangunan tersebut dengan memperlihatkan sudut pandang masa lampau dan masa kini melalui penekanan unsur estetika, history, desain, teknologi dan mengandung simbol pemaknaan nilai-nilai spiritual yang terdapat pada bentuk bangunan asli agar dapat diterima dalam bentuk bangunan baru. Dinas Pariwisata memiliki peran dalam pengembangan objek wisata budaya yang harus dijalankan oleh aparatur dinas yang bersangkutan. Akibat krisis identitas maka penerapan arsitektur regionalisme pada bangunan Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo akan lebih mudah dikenali karena mengangkat unsur kebudayaan Provinsi Gorontalo dan mengikuti perkembangan yang mereferensikan kedua makna. Dasar konsep bentuk merujuk pada arsitektur Gorontalo dengan contoh objek rumah adat Dulohupa. Secara filosofi bentuk mengambil bentuk rumah panggung yang dianalogikan sebagai bentuk tubuh manusia meliputi bagian bawah sebagai kolong bangunan, tengah dan bagian atas berupa atap.

Page 9 of 16 | Total Record : 157