cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Health and Sport Journal
ISSN : 2654718X     EISSN : 26562863     DOI : 10.37311/jhsj
Core Subject : Health,
Jambura Health and Sport Journal (JHSJ) is an international peer-refereed research journal published by the faculty of sports and health. The scope of articles published in this journal deals with a broad range of topics, including Sports training science, Physical Education and Sport, Public Health, Biomechanics, Health Sport, Nursing, Pharmaceutical, Sports Nutrition, Sports Therapy and Rehabilitation, Sports Medicine.
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
STUDI AKURASI: DAMPAK PAPARAN MEDIA SOSIAL TERHADAP SELF-DIAGNOSIS GANGGUAN MENSTRUASI REMAJA PUTRI Ruwayda Ruwayda; Olivia Ersi Maulinasari; Dinda Laila Ika Mardiana
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i2.39940

Abstract

Media sosial telah menjadi salah satu sumber informasi mengenai kesehatan termasuk gangguan menstruasi. Paparan media sosial yang massif sehari hari mendorong remaja mencari informasi mengenai gangguan menstruasi yang dialaminya. Kemudahan mengakses informasi mendorong remaja untuk melakukan self-diagnosis secara mandiri tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paparan media sosial terhadap fenomena self-diagnosis gangguan menstruasi dengan studi akurasi pada remaja putri di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 10 Muaro Jambi. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi yaitu seluruh siswi di SMAN 10 Muaro Jambi yang memenuhi kriteria sebanyak 105 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dengan total 16 pertanyaan mengenai paparan media sosial, perilaku self-diagnosis, karakteristik gangguan menstruasi, dan pemahaman gangguan menstruasi yang dialami, kuesioner diadaptasi dari peneliti sebelumnya menggunakan skala pengukuran ordinal. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Sebagian besar responden aktif menggunakan media sosial sebagai sumber informasi gangguan menstruasi. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paparan media sosial dengan akurasi self-diagnosis gangguan menstruasi (p=0,946). Durasi penggunaan media sosial juga tidak berhubungan signifikan dengan akurasi self-diagnosis (p=0,213). Akan tetapi media sosial memiliki keterkaitan dalam mempengaruhi remaja memahami dan menganalisis informasi tentang gangguan menstruasi, sehingga perlu dilakukan peningkatan literasi kesehatan digital agar para remaja mampu menyaring dan mengevaluasi informasi yang didapat dari media sosial secara kritis.
IMPLEMENTASI MULTIMODAL COGNITIVE TRAINING UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA ATLET DARI PERSPEKTIF PSIKOLOGIS Komarudin Komarudin; Geraldi Novian; Alen Rismayadi; Mochamad Yamin Saputra; Mona Fiametta Febrianty
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i2.38132

Abstract

Performa atlet tidak hanya dipengaruhi oleh aspek fisik, teknik, dan taktik, tetapi juga aspek psikologis seperti konsentrasi, kepercayaan diri, motivasi, dan kontrol emosi. Namun, dalam praktiknya, aspek psikologis seringkali belum menjadi fokus utama dalam program latihan di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Multimodel Cognitive Training terhadap peningkatan performa psikologis atlet. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one group Pretest-Posttest design. Subjek penelitian terdiri dari 40 atlet berbagai cabang olahraga di UKM Universitas Pendidikan Indonesia yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket aspek psikologis atlet. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 61,03 pada Pretest menjadi 74,53 pada Posttest. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara Pretest dan Posttest. Dengan demikian, Multimodel Cognitive Training berpengaruh signifikan dalam meningkatkan performa psikologis atlet.
STUDI PERBANDINGAN: PROFIL MULTIPLE INTELLIGENCE DALAM PENDIDIKAN JASMANI DAN SDGs 4 Ahadi Priyohutomo; Isnan Rahmat Wiyata; Harnum Fida Sanjaya
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i2.39118

Abstract

Pendidikan jasmani memainkan peran strategis dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4. Namun, efektivitas dan strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru belum sepenuhnya mampu mengukur dan merangsang pengembangan Multiple Intelligence (MI) pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan strategi guru pendidikan jasmani dalam merangsang pengembangan MI pada siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang melibatkan 119 siswa, melalui purposive sampling yang didasari dari dua tingkat pendidikan di Jawa Timur, Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang mencakup indikator strategi, efektivitas, dan delapan dimensi kecerdasan berdasarkan teori Gardner. Hasil penelitian menunjukkan komponen pada siswa sekolah dasar laki-laki memiliki dominasi pada MI dengan nilai 0,76 sedangkan pada siswa perempuan memiliki dominasi pada komponen IEPI dengan nilai 0,79, hasil yang berbeda pada siswa sekolah pertama pada siswa laki-laki memiliki dominasi pada komponen MI sebesar 0,83 sedangkan pada siswa perempuan memiliki nilai rata-rata 0,81. Temuan ini memperkuat pentingnya penguatan strategi pembelajaran jasmani berbasis MI dalam mencapai SDGs 4 dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Pendidikan jasmani sangat efektif dalam mengembangkan kecerdasan majemuk siswa dan secara langsung berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4, khususnya pendidikan berkualitas. Aktivitas fisik telah terbukti tidak hanya membangun kebugaran fisik tetapi juga merangsang kecerdasan sosial, emosional, musikal, dan intrapersonal, yang merupakan fondasi penting untuk pembelajaran holistik.
WEEKLY TRAINING FREQUENCY AS A CORRELATE OF EXECUTIVE FUNCTION IN SPORT SCIENCE STUDENTS Septian Williyanto; Herman Subarjah; Surdiniaty Ugelta; Akhmad Fajri Widodo; Iftitakhur Rohmah
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i2.40229

Abstract

This Pilot study aimed to examine the relationship between weekly training frequency and executive function among sport science students. A correlational, cross-sectional design was employed involving 50 Sport Science students (32 males, 18 females; age M = 19.56, SD = 0.70 years) who were free of neurological disorders and abstained from caffeine for 12 hours prior to testing. Weekly training frequency was self-reported, while executive function was assessed using the Digit Span Test, Stroop Test, and Trail Making Test (TMT). Because several variables were not normally distributed (Shapiro–Wilk test), Spearman's rho correlation was used as the primary analysis, supplemented with Kruskal–Wallis tests across training-frequency categories and Mann–Whitney U tests for sex comparisons. Weekly training frequency showed a significant, strong positive correlation with Stroop Test scores (rho = 0.529; p 0.001), indicating better inhibitory control among students who trained more frequently. Stroop Test scores were also significantly negatively correlated with TMT completion time (rho = −0.402; p = 0.004), Digit Span scores were significantly negatively correlated with TMT time (rho = −0.290; p = 0.041), and Digit Span scores were significantly positively correlated with Stroop Test scores (rho = 0.315; p = 0.026); in other words, all three executive function measures were significantly intercorrelated. Correlations between training frequency and Digit Span (rho = 0.257; p = 0.072) and TMT (rho = −0.171; p = 0.234) were not statistically significant. Weekly training frequency was selectively associated with inhibitory control, but not consistently with working memory or processing speed/cognitive flexibility, among sport science students. These findings support the hypothesis that the cognitive benefits of physical activity are domain-specific and most consistent for tasks demanding high inhibitory control.