cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Health and Sport Journal
ISSN : 2654718X     EISSN : 26562863     DOI : 10.37311/jhsj
Core Subject : Health,
Jambura Health and Sport Journal (JHSJ) is an international peer-refereed research journal published by the faculty of sports and health. The scope of articles published in this journal deals with a broad range of topics, including Sports training science, Physical Education and Sport, Public Health, Biomechanics, Health Sport, Nursing, Pharmaceutical, Sports Nutrition, Sports Therapy and Rehabilitation, Sports Medicine.
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN M. Al. Buraida Jumarin; Hendri Munar; Reza Hadinata; I Kadek Suardika
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i1.32461

Abstract

Penilaian pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) masih didominasi pengukuran kemampuan tingkat rendah, sehingga belum optimal dalam melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen penilaian berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Muaro Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development dengan model Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE) yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian melibatkan 100 peserta didik kelas VIII, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, validasi ahli, uji coba lapangan, serta angket respon guru dan siswa. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan validasi ahli materi memperoleh kelayakan sebesar 93,33% dan ahli evaluasi sebesar 91,66% dengan kategori sangat layak. Uji empiris menunjukkan seluruh 50 butir soal valid dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,833, serta memiliki tingkat kesukaran dan daya pembeda yang proporsional. Respon guru dan peserta didik menunjukkan penerimaan positif terhadap keterpakaian instrumen dalam pembelajaran PJOK. Instrumen penilaian berbasis HOTS yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan sebagai alternatif evaluasi pembelajaran untuk mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan reflektif peserta didik.
KARAKTERISTIK ANTROPOMETRI, SOMATOTIPE, DAN KOMPOSISI TUBUH ATLET KATEGORI BELA DIRI PADA BERBAGAI CABANG OLAHRAGA Kurnia Mar’atus Solichah; Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih; Vigur Dinda Yulia Reswati
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i2.39925

Abstract

Jenis olahraga bela diri memiliki spesifikasi bentuk tubuh yang hampir sama antar cabang olahraga, namun memiliki karakteristik pertandingan yang berbeda dari durasi, intensitas, hingga pola gerakan. Tujuan dari penelitian ini melakukan komparasi antropometri, komposisi tubuh, somatotipe, dan performa pada berbagai jenis olahraga bela diri. Desain penelitian menggunakan studi cross sectional pada cabang olahraga karate, Mixed Martial Arts (MMA), pencak silat, dan taekwondo. Total responden yang terlibat adalah 89 atlet (50 laki – laki, 39 perempuan) yang merupakan atlet pembinaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada 5 provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Analisis data menggunakan SPSS dengan uji univariat dan bivariat (ANOVA dan Krusskal Wallis). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa mayoritas tidak terdapat perbedaan signifikan dari segi antropometri, komposisi tubuh, maupun somatotipe cabang olahraga karate, pencak silat, MMA, dan taekwondo. Perbedaan signifikan terlihat pada variabel tinggi badan untuk atlet taekwondo dan pencak silat laki – laki (p = 0,028). Variabel tebal lipatan lemak bagian subskapula juga terdapat perbedaan yang signifikan pada atlet karate dan pencak silat (laki – laki) dan pada atlet pencak silat dan taekwondo (perempuan) ( p = 0,030; p = 0,019). Hasil penelitian mengindikasikan pada keempat cabang olahraga memiliki kemampuan fisik dasar dan adaptasi fisiologis yang sama.
EFEKTIVITAS LATIHAN MAT PILATES TERHADAP KESTABILAN TEKANAN DARAH PEREMPUAN DEWASA MUDA Cut Vidya Aslina; Ilham Ilham; Ely Yuliawan; Alek Oktadinata
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i2.36296

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, sehingga pengendalian tekanan darah sejak usia muda menjadi penting. Mat Pilates merupakan latihan low-impact yang menekankan kontrol postur, pernapasan, dan stabilitas inti, serta berpotensi menjadi strategi non-farmakologis untuk membantu mengelola tekanan darah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh latihan Mat Pilates terhadap tekanan darah pada perempuan dewasa muda berusia 22–35 tahun. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental one-group pretest-posttest dengan enam partisipan yang dipilih secara purposive. Program latihan dilaksanakan selama empat minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu (12 sesi) dan durasi sekitar 60 menit per sesi. Tekanan darah diukur menggunakan sfigmomanometer digital sebelum dan sesudah program. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 121 mmHg menjadi 105 mmHg (p = 0,059; d = 0,69), dan tekanan darah diastolik menurun dari 78 mmHg menjadi 68 mmHg (p = 0,089; d = 0,60). Meskipun kedua perubahan tersebut belum mencapai signifikansi statistik, besar pengaruh (effect size) tergolong sedang, yang mengindikasikan potensi manfaat praktis dari latihan Mat Pilates dalam membantu mengelola tekanan darah. Diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar untuk mengonfirmasi temuan ini.
APAKAH METODE LATIHAN HIGH INTENSITY INTERVAL TRAINING DARI RUMAH DAPAT MENINGKATKAN AKTIVITAS FISIK PEREMPUAN? Eko Andi Susilo; Peni Nohantiya; Japhet Ndayisenga
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i2.35628

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menguji kelayakan (feasibility) dan efektivitas program High-Intensity Interval Training (HIIT) yang dilaksanakan dari rumah selama 8 minggu dalam meningkatkan level aktivitas fisik pada perempuan dewasa yang kurang aktif. Metode penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan Randomized Controlled Trial (RCT), melibatkan 40 perempuan dewasa sehat yang kurang aktif, dibagi menjadi kelompok intervensi HIIT (n=20) dan kelompok kontrol (n=20). Intervensi HIIT dilakukan selama 8 minggu. Data dikumpulkan pada minggu awal dan minggu ke-8, dan dianalisis menggunakan uji-t, chi-Squared, dan ANOVA berulang, serta didukung oleh kerangka Self-Determination Theory (SDT). Analisis data statistik, uji-t serta uji chi-Squared dan Uji ANOVA berulang. Keseluruhan uji statistik dilakukan dengan bantuan perangkat Lunak IBM SPSS versi 26. Hasil menunjukkan HIIT dari rumah sangat layak (adherence tinggi, 85%-90%). Intervensi ini efektif secara signifikan, ditandai dengan peningkatan drastis Aktivitas Fisik Intensif (dari 10.0 menjadi 100.0 menit/minggu) dan Total AF Sedang ke Tinggi (mencapai 180.0 menit/minggu) pada kelompok HIIT. Secara psikososial, HIIT meningkatkan Efikasi Diri dan Kenikmatan Aktivitas Fisik, serta mengurangi Kelelahan Multidimensi (p0.05). Tidak ada perbedaan signifikan ditemukan pada Dukungan Sosial atau Respons Afektif antar sesi HIIT dan sedang. Simpulan, program HIIT dari rumah terbukti sangat layak dan efektif untuk meningkatkan AF intensif dan hasil psikososial positif, menjadikannya pilihan intervensi yang kuat.
STRATEGI PREHIDRASI BERBASIS ELEKTROLIT: PERBANDINGAN PENGARUH AIR KELAPA GENJAH DAN PHAROLIT TERHADAP PEMULIHAN Niken Ayu Damayanti; Syifa F. Syihab; Ahdiyatul Fauza; Asti Dewi Rahayu Fitrianingsih
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i2.36169

Abstract

Sepak bola merupakan olahraga berintensitas tinggi yang berisiko menurunkan status hidrasi dan memperlambat pemulihan kardiovaskular, terutama pada atlet remaja. Namun, studi komparatif mengenai efikasi strategi prehidrasi pada populasi atlet remaja masih terbatas, khususnya pada perbandingan penggunaan air kelapa genjah dengan Oral Rehydration Solution (ORS). Penelitian ini bertujuan membandingkan efek prehidrasi menggunakan air mineral, air kelapa genjah, dan Pharolit terhadap status hidrasi dan Heart Rate Recovery (HRR) pada atlet sepak bola remaja. Penelitian true experimental posttest-only control group ini melibatkan 45 atlet sepak bola laki-laki usia 15–18 tahun yang dibagi secara acak ke dalam tiga kelompok berdasarkan jenis cairan prehidrasi. Status hidrasi dinilai melalui persentase kehilangan massa tubuh, sedangkan HRR diukur satu menit pascalatihan. Analisis multivariat (MANCOVA, α = 0,05) menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar jenis prehidrasi terhadap variabel status hidrasi dan HRR secara simultan (p = 0,793; η2p = 0,021). Secara deskriptif, air kelapa genjah cenderung lebih baik dalam mempertahankan hidrasi, sedangkan Pharolit berpotensi mendukung pemulihan kardiovaskular. Meskipun tidak ditemukan pengaruh yang signifikan secara statistik, masing-masing cairan memiliki potensi manfaat fisiologis yang berbeda.
EFEKTIVITAS SPORT MASSAGE THERAPY TERHADAP HEART RATE RECOVERY EKSTRAKURIKULER SEPAK BOLA Bayu Tri Prasetyo; Haikal Maulana Syirojudin; Tabah Raharja Maulana; Rayya Pramandha Firdaus; Wildan Demexsi Rahmat; Muhammad Arief Setiawan
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i2.39265

Abstract

Studi hasil penelitian dilakukan guna mengetahui efektivitas sport massage therapy mengenai heart rate recovery atlet ekstrakurikuler sepak bola Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 36 Jakarta. Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif eksperimen melalui desain kelompok tunggal (one-group pretest-posttest design) dengan pengukuran awal dan akhir. Populasi berjumlah 21 atlet laki-laki berusia 15–17 tahun yang aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sepak bola. Teknik penentuan sampel dilakukan secara total sampling, guna semua populasi masuk dalam cakupan penelitian. Aktivitas fisik diterapkan guna studi tersebut yaitu beep test (multistage fitness test), kemudian dilanjutkan pemberian sport massage therapy menggunakan teknik effleurage, petrissage, dan tapotement selama 15–20 menit. Pengukuran heart rate recovery dilakukan menggunakan heart rate monitor sebelum maupun setelah diberikan perlakuan. Data analisis menggunakan teknik statistik deskriptif, dilanjutkan uji normalitas, uji homogenitas, serta uji paired sample t-test melalui aplikasi SPSS dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil analisis memperlihatkan bahwasanya nilai rata-rata heart rate recovery mengalami penurunan dari 121,43 bpm nilai pengukuran awal, menjadi 102,19 bpm nilai pengukuran akhir. Berdasarkan uji paired sample t-test memperoleh hasil signifikansi 0,000 0,05 hal ini menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pengukuran awal dan akhir pemberian sport massage therapy. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa sport massage therapy berguna membantu mempercepat pemulihan denyut jantung atlet setelah melakukan aktivitas olahraga intensitas tinggi.
PEGEMBANGAN FUNERGY AR: MODEL AKTIVITAS FISIK BERBASIS AUGMENTED REALITY UNTUK ANAK USIA 6-12 TAHUN Muhammad Mishbahuddin Mantali; Gilang Ramadan; Iwan Fataha; Giofandi Samin
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i2.39672

Abstract

Aktivitas fisik anak cenderung menurun di era digital karena penggunaan teknologi berbasis layar yang lebih bersifat pasif. Meskipun berbagai media digital telah digunakan untuk mendukung aktivitas fisik, pemanfaatan Augmented Reality (AR) sebagai sarana aktivitas fisik bagi anak usia 6–12 tahun masih terbatas. Kesenjangan ini menjadi dasar pengembangan FUNERGY AR, yaitu model aktivitas fisik berbasis AR yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan dan aktivitas gerak anak. Studi ini bertujuan mengembangkan dan mengkaji kelayakan model FUNERGY AR. Penelitian ini menggunakan desain penelitian dan pengembangan yang diadaptasi dari model Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi) (ADDIE), yang terdiri dari analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Produk tersebut merupakan aplikasi Augmented Reality berbasis Android yang berisi aktivitas Jump Animals, di mana anak-anak melakukan gerakan tubuh dengan mengikuti instruksi hewan virtual. Data dikumpulkan melalui validasi ahli, observasi, pengujian skala kecil, dan pengujian skala besar. Tiga validator, yang terdiri dari dua pakar olahraga dan satu guru pendidikan jasmani dasar, menilai kelayakan produk. Hasil validasi ahli tahap awal dan kedua menunjukkan bahwa FUNERGY AR memperoleh kategori sangat layak. Pada uji coba skala kecil, model memperoleh tingkat kelayakan 96,5% dengan kategori sangat layak, sedangkan pada uji coba skala besar memperoleh tingkat kelayakan 86,2% dengan kategori sangat layak. Temuan ini menunjukkan bahwa FUNERGY AR layak digunakan sebagai model aktivitas fisik berbasis Augmented Reality untuk anak usia 6–12 tahun.Anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi, keterlibatan gerakan yang lebih jelas, dan respons positif terhadap permainan interaktif. Oleh karena itu, FUNERGY AR layak dan praktis berguna sebagai media inovatif untuk mempromosikan aktivitas fisik yang aktif, menyenangkan, dan didukung teknologi di kalangan anak-anak.
PERILAKU DAN STATUS KESEHATAN MASYARAKAT DESA ILOTIDEA Nasrun Pakaya; Ahmad Aswad; Mohamad Nurhidayat H. Ento
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i2.39824

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan perilaku dan status kesehatan masyarakat di Desa Ilotidea Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo sebagai bagian dari upaya penguatan pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Permasalahan kesehatan masyarakat seperti rendahnya perilaku kesehatan, tingginya praktik swamedikasi, serta masih ditemukannya penyakit menular dan penyakit tidak menular menjadi alasan penting dilakukannya penelitian ini. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif survei. Populasi penelitian berjumlah 632 kepala keluarga dengan sampel sebanyak 245 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik proportional sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan penggunaan lembar pengkajian keperawatan komunitas. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase dengan bantuan IBM SPSS Statistics dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia dewasa, berpendidikan dasar, dan bekerja pada sektor informal. Masalah kesehatan yang paling sering dialami masyarakat adalah demam, hipertensi, dan batuk pilek berkepanjangan. Sebagian besar masyarakat telah memiliki jaminan kesehatan dan memanfaatkan puskesmas sebagai sarana pelayanan kesehatan utama, namun kebiasaan membeli obat bebas sebelum mendatangi fasilitas kesehatan masih sangat dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku kesehatan masyarakat masih memerlukan penguatan melalui pendekatan promotif dan preventif berbasis keperawatan komunitas. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program intervensi kesehatan masyarakat yang lebih efektif dan berkelanjutan.
BODY MASS INDEX DAN PANJANG TUNGKAI SEBAGAI PREDIKTOR KELINCAHAN PADA ATLET BOLA VOLI REMAJA Martinez Edison Putra; Jayadi Jayadi; Ibrah Fastabiqi Bawana Mukti; Siskariyanti Siskariyanti
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i2.32578

Abstract

Kelincahan merupakan komponen biomekanik yang peting dalam bola voli, namun penelitian mengenai prediktor antropometriknya terutama Body Mass Index (BMI) dan panjang kaki pada atlet bola voli remaja masih sangat terbatas. Kenyataannya, para pelatih sering kali kesulitan Menyusun program seleksi dan latihan berdasarkan data antropometrik karena kurangnya pengetahuan empiris yang kontekstual. Tujuan dari studi korelasi cross-sectional ini Adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara BMI, Panjang kaki, dan kelincahan pada atlet bola voli remaja. Sebanyak 24 atlet amatir laki-laki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Maniamas Ngabang direkrut melalui metode sampling lengkap. BMI dihitung berdasarkan berat badan dan tinggi badan, Panjang kaki diukur dari spina iliaca anterior superior hingga malleolus medialis, dan kelincahan dievaluasi menggunakan tes heksagonal. Analisis korelasi Pearson menemukan hubungan negative yang signifikan antara BMI dan kelincahan (r = -0,545; p = 0,006) serta hubungan positif yang tidak signifikan antara panjang kaki dan kelincahan (r = 0,335; p = 0,110). Kedua faktor ini menjelaskan 24,4% variasi dalam kelincahan (R2 yang disesuaikan = 0,244; p = 0,020). Temuan ini menunjukkan bahwa pengelilaan komposisi tubuh merupakan aspek penting dalam pengembangan atlet muda, dan memberikan landasan empiris bagi pelatih serta praktisi kedokteran olahraga untuk merancang program latihan dan seleksi berbasis antropometri yang lebih disesuaikan.
PENGARUH BADMINTON CIRCUIT GAME TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN Hilton Cahya Ilhami; Andhega Wijaya
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i2.39492

Abstract

Keberhasilan siswa dalam mengikuti mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) salah satunya ditentukan oleh motivasi belajar mereka. Sayangnya, penyampaian materi bulutangkis di sekolah kerap kali membosankan karena kurang variasi. Akibatnya, siswa menjadi kurang bersemangat dan tidak terlibat aktif selama jam pelajaran. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis sejauh mana pengaruh Badminton Circuit Game dalam mendongkrak motivasi belajar siswa pada pembelajaran PJOK, khususnya pada materi bulutangkis. Metode eksperimen dengan model one group pretest-posttest diterapkan dalam penelitian ini. Peneliti melibatkan 32 siswa kelas VIII E Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 7 Nganjuk sebagai sampel penelitian. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan teknik cluster random sampling dengan mengacak kelas sebagai unit sampel sehingga diperoleh kelas VIII E sebagai kelompok penelitian. Upaya mengukur motivasi belajar, digunakan angket dengan 46 pernyataan yang dinilai menggunakan skala Likert. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui uji statistik deskriptif, normalitas, dan paired sample t-test. Hasilnya mencatat peningkatan rata-rata motivasi belajar siswa yang cukup tajam, dari angka 115,53 pada tahap pretest menjadi 163,22 pada posttest. Nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000 (p 0,05), sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Badminton Circuit Game berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Lebih lanjut, analisis effect size menggunakan rumus Cohen's d menghasilkan angka 4,43, yang mengindikasikan tingkat pengaruh yang sangat kuat. Temuan ini menegaskan bahwa model Badminton Circuit Game efektif diimplementasikan sebagai salah satu solusi pembelajaran guna meningkatkan gairah belajar siswa pada cabang olahraga bulutangkis.