cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Health and Sport Journal
ISSN : 2654718X     EISSN : 26562863     DOI : 10.37311/jhsj
Core Subject : Health,
Jambura Health and Sport Journal (JHSJ) is an international peer-refereed research journal published by the faculty of sports and health. The scope of articles published in this journal deals with a broad range of topics, including Sports training science, Physical Education and Sport, Public Health, Biomechanics, Health Sport, Nursing, Pharmaceutical, Sports Nutrition, Sports Therapy and Rehabilitation, Sports Medicine.
Arjuna Subject : -
Articles 131 Documents
HUBUNGAN OTOT TUNGKAI, OTOT PUNGGUNG, DAN OTOT LENGAN DENGAN HASIL LEMPARAN DALAM SEPAK BOLA Marchesywan, Franz Rizky; Hadi, Hadi; Dillah, Wildan Ubay; Yudhistira, Dewangga
Jambura Health and Sport Journal Vol 7, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v7i2.31168

Abstract

Keterampilan dasar merupakan faktor penting yang dapat menunjang penampilan dan prestasi pemain. Salah satu teknik penting dalam sepak bola adalah lemparan ke dalam, yang memiliki fungsi strategis dalam permainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana otot-otot tertentu mempengaruhi hasil lemparan sepak bola. Metode penelitian ini menggunakan Pendekatan deskriptif kuantitatif, Peserta dalam penelitian 24 pemain sepak bola Terang Bangsa umur 15-18 tahun yang dipilih melalui metode purposive sampling. Hasil penelitian menyatakan kekuatan otot lengan memiliki koefisien standarisasi tertinggi, yaitu 0,575. kekuatan otot punggung memiliki koefisien standarisasi sebesar 0,418, yang juga menunjukkan pengaruh yang cukup signifikan. kekuatan otot tungkai memiliki koefisien standarisasi yang sangat rendah, yaitu 0,018. meskipun dalam penelitian ini otot tungkai memiliki koefisien standarisasi yang sangat, penting untuk mempertimbangkan bagaimana kondisi fisik secara keseluruhan dan program latihan dapat lebih mengoptimalkan hasil ini.
PROGRAM GYMNASTICS PADA ANAK USIA DINI: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR Sari, Dini Aquylaria; Widodo, Achmad
Jambura Health and Sport Journal Vol 7, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v7i2.30577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan sintesis dari literatur ilmiah yang berfokus pada program latihan gymnastics anak usia dini. Studi ini mengkaji 7 artikel ilmiah yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang diterapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa program latihan gymnastics umumnya diawali dengan pemanasan dan peregangan, dilanjutkan latihan inti yang mencakup gerakan sederhana seperti berjalan, berlari, melompat hingga teknik dasar seperti forward roll, handstand, dan jumping, serta diakhiri dengan peregangan. Durasi latihan berkisar antara 35-90 menit per sesi, dengan frekuensi 2-3 kali per minggu selama 6-16 minggu. Manfaat yang diperoleh meliputi peningkatan kekuatan otot, fleksibilitas, keseimbangan, fungsi eksekutif, dan keterampilan sosial-emosional. Kesimpulan, program latihan yang dirancang secara menyenangkan dan aman dapat memotivasi anak untuk aktif berpartisipasi. Gymnastics menawarkan potensi besar untuk mendukung perkembangan fisik, kognitif, dan sosial anak, sehingga menjadi pilihan yang direkomendasikan bagi anak usia dini.
HUBUNGAN DISTRIBUSI LEMAK TERHADAP KEMIRINGAN KURVA TULANG BELAKANG PADA ANAK USIA 8-12 TAHUN Rizqi, Muhammad Ziddan; Naufal, Adnan Faris
Jambura Health and Sport Journal Vol 7, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v7i2.31501

Abstract

Distribusi lemak tubuh berpotensi memengaruhi postur tubuh, termasuk kelengkungan tulang belakang. Anak-anak berusia 8 hingga 12 tahun berada dalam masa pertumbuhan yang rentan terhadap gangguan postural, seperti kelainan pada kurva tulang belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara distribusi lemak tubuh dengan derajat kemiringan kurva tulang belakang pada anak usia 8–12 tahun. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan melibatkan 109 siswa dari MI Muhammadiyah Gonilan. Pengukuran distribusi lemak tubuh dilakukan dengan menggunakan skinfold caliper, sedangkan kemiringan kurva tulang belakang diukur menggunakan skoliometer melalui Adam’s Forward Bend Test. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, dilanjutkan dengan uji korelasi Spearman sesuai hasil normalitas. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat korelasi yang signifikan antara ketebalan lemak tubuh dan tingkat kemiringan kurva tulang belakang (r = 0,193; p 0,05). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara distribusi lemak tubuh dan kemiringan kurva tulang belakang pada anak usia 8–12 tahun. Pemantauan distribusi lemak tubuh sejak dini tetap penting untuk mencegah potensi gangguan postural pada anak-anak.
ANALISIS BIOMEKANIKA RENANG GAYA DADA MENGGUNAKAN KINOVEA PADA ATLET BIMA TIRTA SC Pratama, Arya Putra; Septianingrum, Kartika; Utomo, Andy Widhiya Bayu
Jambura Health and Sport Journal Vol 7, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v7i2.32470

Abstract

Renang gaya dada menuntut koordinasi gerakan lengan, kaki, dan pernapasan yang tepat. Evaluasi teknik secara objektif diperlukan agar pelatih dapat memberikan pembinaan yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis sudut gerak siku dan lutut pada atlet Bima Tirta Swimming Club dengan bantuan perangkat lunak Kinovea. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan tiga atlet yang dipilih melalui purposive sampling. Data diperoleh dari rekaman video latihan yang dianalisis menggunakan Kinovea versi 0.8.15 pada fase pull, recovery, dan kick. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut siku optimal pada fase pull berkisar 109,6°–136,9° (rata-rata 126,2°), sedangkan sudut lutut pada fase whip kick berada pada 50,9°–56,4°. Gerakan lengan kanan dan kiri terbukti simetris dengan selisih 1°, sementara sudut lutut awal tendangan konsisten sekitar 39,5°. Simpulan penelitian ini menyatakan bahwa teknik gaya dada atlet Bima Tirta sudah sesuai prinsip biomekanika, dan penggunaan Kinovea efektif sebagai alat evaluasi objektif dalam pelatihan renang.
PENGEMBANGAN VIDEO TUTORIAL PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID PADA MATERI ATLETIK LEMPAR LEMBING Alfarisyi, M. Qodri; A, Palmizal; Nugraha, Ugi; Suardika, I Kadek; Oktadinata, Alek
Jambura Health and Sport Journal Vol 7, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v7i2.32459

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap materi atletik akibat dominasi metode konvensional, sehingga dibutuhkan media inovatif yang mudah diakses. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berupa video tutorial berbasis Android pada materi atletik lempar lembing untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian menggunakan metode Research and Development (RD) dengan model ADDIE yang meliputi tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas ahli media, ahli materi, dan peserta didik, dengan instrumen berupa angket validasi dan uji coba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video tutorial yang dikembangkan masuk kategori “sangat layak” berdasarkan aspek isi, desain, dan kegunaan. Media ini terbukti membantu siswa memahami teknik lempar lembing dan mendorong pembelajaran mandiri melalui perangkat Android. Dengan demikian, video tutorial berbasis Android dapat dijadikan alternatif media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas PJOK serta motivasi belajar siswa pada materi atletik.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT AKTIVITAS FISIK DENGAN DERAJAT KEPARAHAN OSTEOARTRITIS Mustaqim, M Rifqi Rahmat; Lufiana, Fardella; Rangkuti, Deske Muhadi
Jambura Health and Sport Journal Vol 7, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v7i2.31935

Abstract

Osteoartritis adalah penyakit degeneratif yang ditandai dengan degradasi matriks kartilago articular yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah tingkat aktivitas fisik yang dapat diukur dengan international physical activity questionnaire (IPAQ). Tujuan dari penelitian untuk menentukan apakah ada korelasi antara tingkat aktivitas dengan derajat keparahan osteoartritis. Penelitian ini mengaplikasikan metode deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sebanyak 67 pasien osteoartritis di poli reumatologi Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan diambil sebagai sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling, kriteria inklusi meliputi pasien yang terdiagnosis osteoartritis lutut berdasarkan kriteria radiografi Kellgren-lawrence dengan hasil pemeriksaan X-ray pada rekam medik, berusia diatas 50 tahun dan bersedia berpartisipasi setelah mengisi lembar informed consent. Pasien dengan kondisi medis lain yang dapat memengaruhi tingkat aktivitas fisik seperti gangguan neurologis dan muskuloskeletal atau yang tidak dapat mengisi kuesioner pada pasien yang mengalami gangguan kognitif akan dieksklusi dari penelitian. Analisa penelitian dilakukan dengan menggunakan uji Spearman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat aktivitas fisik sebagian besar pasien adalah tinggi (44,8%) dan aktivitas tingkat sedang (31,3%). Derajat keparahan osteoartritis paling banyak adalah grade 2 dengan jumlah 30 orang (44,8%) diikuti oleh grade 3 dengan jumlah 21 orang (31,3%). Analisis korelasi spearman didapati nilai (p = 0,000 0,05, r = -0,453). Kesimpulannya bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan derajat keparahan osteoartritis dengan kekuatan korelasi yang cukup dan arah hubungan yang negatif. Indikasinya, bahwa intervensi berbasis aktivitas fisik dapat menjadi komponen penting dalam penatalaksanaan osteoartritis.
MENINGKATKAN PERFORMA DAN MENGURANGI NYERI: PERAN STRENGTHENING EXCERCISE UNTUK CEDERA LUTUT KRONIS ATLET TAEKWONDO Romadhona, Nurul Fajri; Abdullah, Khabib; Hasyim, Idris
Jambura Health and Sport Journal Vol 7, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v7i2.32380

Abstract

Nyeri lutut pada atlet terjadi akibat pertandingan, latihan, pola latihan yang berlebihan dan tidak seimbang secara berulang yang mengakibatkan cedera kronis dan penurunan performa. Strengthening Exercise merupakan latihan yang efektif untuk proses rehabilitasi pada cedera lutut. One group pre-test post-test sebagai desain eksperiman dari penelitian kuantitatif dengan 10 sampel yang diambil secara purposive sampling dari populasi 120 atlet taekwondo usia 15-18 tahun. Penelitian dimulai Januari 2025 dengan durasi intervensi selama 3 minggu dalam intensitas 9 kali pertemuan. Terdapat 2 instrumen pada penelitian ini yaitu Visual Analogue Scale (VAS) untuk mengukur nyeri dan Functional Movement Screen (FMS) untuk mengukur kemampuan fungsional. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon menggunakan SPSS. Pemberian strengthening exercise secara signifikan dapat menurunkan nyeri (p0,05) dan meningkatkan kemampuan fungsional pada penderita pasca cedera lutut kronis (p0,05). Pemberian strengthening exercise berdampak terhadap penurunan nyeri dan peningkatan kemampuan fungsional penderita cedera lutut kronis pada atlet taekwondo Mata Elang Academy Sidoarjo.
DEPRESI, CEMAS, DAN STRES ATLET PETANQUE MENJELANG KUALIFIKASI PEKAN OLAHRAGA NASIONAL Hadjarati, Hartono; Haryani, Meri; Bakar, Abu
Jambura Health and Sport Journal Vol 7, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v7i2.32424

Abstract

Stres dan kecemasan semakin umum dan rentan terjadi pada atlet khususnya cabang olahraga Pentanque di Kota Gorontalo dan Luwuk dalam menghadapi pertandingan tingkat nasional/internasional, atlet Pentanque harus memiliki koordinasi mata, tangan dan kaki yang baik, sehingga dapat menimbulkan tingkat stres, kecemasan, dan depresi yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat stres, kecemasan, dan depresi pada atlet Pentanque di Kota Gorontalo dan Luwuk. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet Pentanque yang terdiri dari 2 lokasi penelitian yaitu Gorontalo dan Luwuk yang berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang telah disesuaikan dengan Bahasa Indonesia yaitu Depression, Anxiety, Stress Scale (DASS-42). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, dan persyaratan analisis data dilakukan dengan menggunakan uji homogenitas dan normalitas. Kesimpulannya, bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap tingkat stres, namun terdapat pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kecemasan dan depresi pada atlet Cabang Olahraga Pentanque Gorontalo dan Luwuk. Peran pelatih dan intensitas latihan dapat membantu menurunkan kecemasan dan depresi pada atlet.
EKSPLORASI SARANA DAN PRASARANA PJOK DALAM MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN: STUDI KUALITATIF Gunawan, Gun Gun; Mulya, Gumilar; Juhrodin, Juhrodin
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i1.35679

Abstract

Sarana dan prasarana merupakan komponen penting dalam mendukung kualitas pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), namun banyak sekolah masih menghadapi keterbatasan fasilitas sehingga proses pembelajaran tidak berlangsung secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kondisi aktual sarana dan prasarana PJOK, pola pemanfaatannya oleh guru, kendala yang dihadapi selama pelaksanaan pembelajaran, serta strategi optimalisasi yang dilakukan sekolah di Kecamatan Kadipaten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, melibatkan empat guru PJOK sebagai informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana dan prasarana di empat sekolah masih berada pada kategori terbatas, ditandai dengan kondisi lapangan yang tidak layak, peralatan yang aus dan jumlahnya tidak mencukupi, serta fasilitas pendukung yang kurang terawat. Guru memanfaatkan fasilitas secara adaptif melalui rotasi kelompok, penggunaan alat alternatif, improvisasi bahan lokal, serta pemanfaatan ruang-ruang alternatif untuk menjaga keberlangsungan pembelajaran. Kendala utama meliputi keterbatasan anggaran, kerusakan alat yang sering terjadi, pengaruh cuaca, keterbatasan ruang penyimpanan, serta hambatan administratif dalam pengadaan fasilitas. Strategi optimalisasi dilakukan melalui kerja sama dengan komite sekolah dan masyarakat, kegiatan gotong royong, pembuatan alat sederhana, serta pelatihan internal guru. Penelitian ini menegaskan perlunya dukungan kebijakan, alokasi anggaran yang memadai, dan sistem pemeliharaan fasilitas yang terstruktur untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK secara berkelanjutan.
VALIDITAS DAN RELIABILITAS TIMED UP AND GO TEST PADA KESEIMBANGAN PENDERITA DIABETES TIPE 2 Noorrahmah, Azkia; Komalasari, Dwi Rosella
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i1.35550

Abstract

Keseimbangan dinamis merupakan komponen penting dalam mobilitas fungsional dan pencegahan risiko jatuh, terutama pada penderita Diabetes Melitus tipe 2 yang rentan mengalami neuropati perifer, gangguan propriosepsi, dan penurunan kekuatan otot. Instrumen penilaian keseimbangan yang valid dan reliabel diperlukan untuk mendukung evaluasi klinis dan rehabilitasi pada populasi ini. Penelitian ini bertujuan menguji validitas serta reliabilitas intra-rater  dan inter-rater Timed Up and Go (TUG) Test dalam menilai keseimbangan dinamis pada penderita Diabetes Melitus tipe 2. Penelitian menggunakan desain observational methodological research dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 48 penderita Diabetes Melitus tipe 2 di posyandu lansia wilayah Surakarta pada Agustus–September 2025. Validitas diuji menggunakan korelasi Pearson Product Moment, sedangkan reliabilitas dianalisis melalui Cronbach’s Alpha dan Intraclass Correlation Coefficient (ICC). Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang sangat kuat dan signifikan antara pengukuran TUG (r = 0,916; p 0,001), serta nilai Cronbach’s Alpha dan ICC pada uji intra-rater  dan inter-rater berada di atas 0,90. Temuan ini menegaskan bahwa Timed Up and Go Test merupakan instrumen yang valid dan reliabel untuk menilai keseimbangan dinamis pada penderita Diabetes Melitus tipe 2, sehingga dapat direkomendasikan sebagai alat asesmen klinis dan skrining risiko jatuh dalam praktik rehabilitasi dan pelayanan kesehatan komunitas.