cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dekon@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 02164086     EISSN : 2089807X     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/dk.
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian tentang sipil, konstruksi, dan arsitektur, yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma.
Articles 330 Documents
PERUBAHAN FUNGSI RUANG PERPUSTAKAAN KAMPUS MENJADI RUANG SANTAI MAHASISWA PADA ERA DIGITAL Made Widyatantri Merati; Sahrul Daniel Syafana
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol. 24 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2025.v24i2.168

Abstract

Penulisan ini membahas mengenai perubahan fungsi ruang perpustakan menjadi ruang santai mahasiswa di kampus universitas swasta yang terletak di daerah Alam Sutera, Tangerang Selatan. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk membahas pentingnya keberadaan ruang santai mahasiswa di gedung kampus demi menunjang segala aktivitas mahasiswa dan sivitas akademia. Penulisan ini berawal dari penugasan yang diberikan oleh pihak universitas swasta kepada penulis, yang kemudian dilanjutkan metode studi kasus dan jenis penelitian kualitatif, yang membantu penulis untuk mengetahui penanganan desain yang dibutuhkan dalam suatu tempat dengan kasus spesial yang terjadi. Sehingga penulisan ini menghasilkan sebuah desain yang merespon permasalahan ruang dan menampilkan perancangan desain interior, serta laporan hasil jadi pembangunan perubahan fungsi ruang perpustakaan menjadi ruang santai mahasiswa yang modern.
PENGARUH DESAIN PENEDUH PADA SELUBUNG BANGUNAN TERHADAP KONSUMSI ENERGI BANGUNAN PENDIDIKAN DI KAWASAN PERKOTAAN DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI EDGE Khalid Abdul Mannan; Rahma Purisari; Zaki Saptari Saldi; Titus Adi Kurniawan
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol. 24 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2025.v24i2.226

Abstract

Bangunan pendidikan termasuk tipe bangunan dengan jam operasional tinggi, dan kebutuhan energi yang signifikan, terutama di kawasan perkotaan dengan iklim tropis. Studi ini bertujuan mengevaluasi pengaruh desain peneduh pada selubung bangunan terhadap konsumsi energi bangunan pendidikan di area perkotaan. Studi kasus dilakukan di Ruang 502 Gedung A Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), yang merepresentasikan ruang kelas dengan paparan sinar matahari langsung. Metode penelitian menggunakan simulasi energi dengan software EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiencies) dengan variasi ukuran peneduh horizontal (Overhang Depth/ODe), peneduh vertikal (Fin Depth/FDe), dan kombinasi peneduh horizontal dan vertikal (ODe+FDe) untuk menentukan dampaknya pada konsumsi energi tahunan bangunan. Hasil simulasi menunjukkan peningkatan dimensi peneduh berkontribusi pada pengurangan konsumsi energi pada bangunan. Tingkat efisiensi energi meningkat secara bertahap seiring dengan bertambahnya ukuran peneduh, dengan efisiensi tertinggi pada konfigurasi gabungan ODe+FDe pada 1,6 m, menghasilkan penghematan energi hingga 2,11%, bila dibandingkan dengan kondisi tanpa peneduh. Nilai Annual Average Shading Factor (AASF) dihitung untuk menilai efektivitas peneduh dalam mengurangi beban panas matahari, menggunakan pendekatan simulasi komparatif antara model dengan dan tanpa peneduh. Hasil studi ini mengonfirmasi bahwa desain peneduh eksternal baik horizontal, vertikal, atau kombinasi keduanya merupakan strategi pasif efektif untuk meningkatkan efisiensi energi bangunan pendidikan di iklim tropis perkotaan. Simulasi berbasis EDGE dapat digunakan sebagai alat pendukung keputusan dalam merancang selubung bangunan yang mendukung efisiensi energi pada bangunan.
HAVE THE EARTHQUAKE RESILIENT INDONESIAN TRADITIONAL HOUSES BEEN STUDIED ENOUGH? Suhendri Suhendri; Yuni Ariefah
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol. 24 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2025.v24i2.229

Abstract

Indonesia possesses hundreds of traditional house typologies due to its vast cultural diversity of more than 500 ethnic groups. Many of these structures, especially in earthquake-prone regions, have demonstrated remarkable seismic resilience. Despite these ingenious structural adaptations, modern earthquake-resistant building technologies in Indonesia rarely draw inspiration from traditional architecture. This raises a fundamental question: Is there a lack of compatibility between traditional structural knowledge and contemporary building practices, or is the limited technological development primarily due to insufficient research on this topic? To address this issue, this study aims to identify the 'missing link' between traditional earthquake-resistant principles and modern buildings in Indonesia. This study conducts a systematic literature review of peer-reviewed publications to assess the current state of research on the seismic-resistant features of Indonesian traditional houses. Two complementary analyses are employed. The first is a bibliometric analysis of publications indexed in Scopus between 1981 and 2025, examining parameters such as publication trends, citation counts, and journal impact factors. The second is a narrative review focusing on structural aspects, including spatial layout, structural system (substructure and superstructure), and traditional timber joinery systems, to map prevailing discourses and identify knowledge gaps. The bibliometric analysis reveals a total of 38 Indonesian publications compared to 71 Japanese publications, indicating a significant disparity in both quantity and methodological depth. Most Indonesian studies rely on qualitative descriptive methods, while quantitative approaches such as experimental or numerical analysis remain scarce. The narrative review identifies two major gaps: (1) a material–construction gap, where traditional timber-based structures face challenges in modern application, and (2) a methodological gap, where research remains phenomenon-driven rather than systematically quantified. These findings suggest that the limited technological advancement is less a matter of incompatibility between traditional and modern structures, and more a reflection of insufficient, underdeveloped research methodologies in the Indonesian context.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN: STUDI KASUS JAMBANGAN, SURABAYA Ni Made Hening Cahayaningsih; Tri Anggraini Prajnawrdhi; Eka Diana Mahira; Dewi Septanti; Sarah Cahyadini; Tanti Satriana Rosary Nasution
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol. 24 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2025.v24i2.232

Abstract

Environmental problems, especially waste, increasingly threaten the sustainability of densely populated areas. Kampung Jambangan, Surabaya has successfully supported the achievement of Sustainable Development Goals 11: Sustainable Cities and Communities, reflected through sustainable environmental management practices, strong community participation, and institutional legitimacy through the Green and Clean program  and the Kalpataru award as a form of recognition for community-based settlement innovation. This research aims to examine the strategic role of the community in supporting the effectiveness of waste management in Jambangan Village, as well as how the practice reflects the principles of a smart, inclusive, and empowered community in the context of sustainable development. This research uses a qualitative approach through participatory observation for a month in Jambangan Village, in-depth interviews with the Head of RW 03 Jambangan, the Manager of the Jambangan Recycling Center, and the owner of the Tris Flower Small and Medium Enterprise, as well as documentation of residents' activities, all of which are analyzed to identify patterns of community participation in waste management. The results of the study show that the success of waste management in Jambangan Village is highly dependent on the active participation of the community through the waste bank community which results in an estimated reduction of 50%-60% of the volume of waste to landfills, as well as increasing the socio-economic empowerment of residents. Participatory waste management practices in Jambangan Village show how citizen involvement can be an adaptive model to reduce the burden on the city's waste system, improve resource efficiency, and strengthen socio-environmental resilience in the midst of urbanization and climate change. The findings suggest that active community engagement has a significant effect on the effectiveness of urban waste management, which is relevant to be applied in a global context to support the development of clean, healthy, and sustainable cities.
DESAIN RETROFIT UNTUK OPTIMASI RUANG TERBUKA HIJAU DI TAMAN JALUR HIJAU KOSAMBI, JAKARTA BARAT Melania Lidwina Pandiangan; Dina Kurniati; Alexandra Murtiningrum
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol. 24 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2025.v24i2.234

Abstract

Pertumbuhan kota sering kali menyebabkan kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH), terutama di kawasan metropolitan yang padat. Di Jakarta Barat, ketersediaan RTH saat ini masih jauh di bawah ambang batas 14% yang ditetapkan, sehingga menimbulkan tantangan bagi kualitas lingkungan, inklusivitas sosial, dan ketahanan iklim. Penelitian ini menyusun strategi retrofit skematik untuk Taman Jalur Hijau Kosambi yang belum berfungsi optimal. Metode yang digunakan bersifat kualitatif-deskriptif yang mengacu kepada konsep universal design, community-based placemaking, dan nature-based solutions. Tujuan utama penelitian ini adalah merumuskan kerangka spasial strategis guna meningkatkan aksesibilitas, inklusivitas, dan fungsi ekologis tanpa memerlukan pembebasan lahan atau pembangunan baru. Studi ini mengidentifikasi lima kesenjangan utama pada kondisi taman saat ini: aksesibilitas terbatas, kurangnya fasilitas inklusif, lemahnya fungsi sosial, keterhubungan transportasi yang buruk, serta kapasitas ekologis yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kesenjangan tersebut dievaluasi berdasarkan standar desain dan diterjemahkan menjadi usulan pada tingkat skematik. Intervensi yang diusulkan meliputi penambahan ramp dan guiding block, zona sosial lintas usia, integrasi transportasi, serta peningkatan ekologi. Penelitian ini berkontribusi pada rencana penataan ulang RTH yang kurang dimanfaatkan di kawasan perkotaan. Kerangka skematik yang diusulkan dapat diadaptasi untuk lokasi serupa guna mendukung pengembangan kota yang lebih inklusif, adaptif dan berpusat pada manusia.
PERENCANAAN KEBUTUHAN MATERIAL STRUKTUR BETON BERTULANG MENGGUNAKAN KOEFISIEN AHSP DAN PARETO Andi Asnur Pranata Muhibah Hadmar; Nurina Yasin; Ellysa Ellysa; Juniarso Juniarso
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol. 24 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2025.v24i2.268

Abstract

Perencanaan kebutuhan material merupakan bagian penting dalam pengendalian proyek konstruksi karena material memiliki kontribusi besar terhadap biaya pekerjaan. Ketidaktepatan perencanaan material dapat menyebabkan kelebihan pengadaan, kekurangan material, pemborosan biaya, dan keterlambatan pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan material struktur beton bertulang dan menentukan material dominan berdasarkan kontribusi biaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode perhitungan kebutuhan material berbasis koefisien Analisis Harga Satuan Pekerjaan dan metode Pareto. Objek penelitian adalah pekerjaan struktur beton bertulang pada proyek gedung di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. Data penelitian meliputi volume pekerjaan beton, pembesian, bekisting, koefisien bahan, dan harga satuan material. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa total estimasi biaya material struktur beton bertulang sebesar Rp48.212.479.845. Baja tulangan menjadi material dengan kontribusi terbesar, yaitu Rp26.823.407.848 atau 55,64% dari total biaya material. Beton siap pakai fc’35 MPa memberikan kontribusi sebesar 21,33%, sedangkan beton siap pakai fc’40 MPa memberikan kontribusi sebesar 8,15%. Ketiga material tersebut menghasilkan kontribusi kumulatif sebesar 85,11%. Hasil analisis Pareto menunjukkan bahwa baja tulangan dan beton siap pakai menjadi material prioritas utama dalam pengendalian proyek. Penelitian ini memberikan dasar perencanaan kebutuhan material yang terukur dan dapat digunakan untuk mendukung pengendalian biaya pekerjaan struktur.
KINERJA ALGORITMA PSO RANDOM FOREST VERSUS METODE KONVENSIONAL: IMPUTASI HUJAN HARIAN JAKARTA Ade Suhendar; Aep Saepuloh
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol. 24 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2025.v24i2.312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas algoritma metaheuristik dan machine learning dalam melakukan imputasi data hujan harian yang hilang, dengan fokus pada wilayah Jakarta. Kesenjangan data pada pencatatan curah hujan harian merupakan tantangan dalam analisis hidrologi dan prakiraan cuaca. Metode penelitian mencakup pengumpulan data curah hujan harian dari tiga stasiun BMKG di Jakarta (Halim Perdanakusuma, Soekarno Hatta, dan Kemayoran) untuk periode 1995-2021. Identifikasi menunjukkan adanya missing data yang signifikan: 459 data di Soekarno-Hatta, 262 di Kemayoran, dan 5694 di Halim Perdanakusuma. Algoritma Random Forest dengan optimasi Particle Swarm Optimization (PSO) dikembangkan untuk memperbaiki data hujan di Stasiun Halim Perdanakusuma, menggunakan data dari Soekarno-Hatta dan Kemayoran sebagai input. Kinerja algoritma ini dibandingkan dengan metode konvensional, yaitu metode aritmatika dan resiprok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode PSO-Random Forest memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengimputasi data yang hilang dibandingkan dengan metode konvensional, dilihat dari nilai error yang lebih rendah dan korelasi yang lebih tinggi dengan data observasi. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan kualitas data curah hujan, yang sangat penting untuk keperluan analisis hidrologi, mitigasi bencana, dan perencanaan sumber daya air di wilayah Jakarta.
ASESMEN KERAPUHAN STRUKTUR JEMBATAN MELENGKUNG HORIZONTAL BOX GIRGER Aep Saepuloh; Relly Andayani
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol. 24 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2025.v24i2.358

Abstract

Dalam perkembangannya struktur jembatan memiliki variasi desain geometrik untuk memenuhi kebutuhan melewati rintangan yang berada dibawahnya. Jembatan melengkung horizontal (horizontally curved bridge) merupakan salah satu produk desain geometrik. Kinerja jembatan jenis ini perlu dievaluasi terhadap berbagai variasi beban gempa dalam usia layan. Hal ini penting dilakukan untuk memprediksi kerugian ekonomis akibat gempa dan memperkirakan tindakan perkuatan terhadap struktur jembatan. Tujuan dari penelitian ini untuk menggunakan fungsi kerapuhan (fragility) untuk menggambarkan probabilitas terlampauinya tingkat kerentanan untuk tiga model jembatan dengan radius yang berbeda, model 1 (R = ∞), model 2 (R = 250 Km) dan model 3 (R = 150 Km). Metode analitik nonlinear pushover digunakan untuk memperoleh tanggap strukur. Definisi tingkat kerusakan berdasarkan kriteria HAZUS-MH 2.1. Hasil dari penelitian bahwa pembebanan arah longitudinal pada jembatan melengkung lebih sensitif terhadap perfoma struktur akibat gempa, sedangkan pembebanan arah transversal tidak sensitif khususnya Model 2 (R = 250 Km) pada level extensive dan complete damage. Secara keseluruhan rata-rata probabilitas akibat gempa periode ulang 500 tahun struktur memiliki probabilitas terlampaui kriteria extensive sebesar 18% dan lebih tinggi dibandingkan level gempa 1.000 tahun sebesar 13%.
ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN WILAYAH PERUMAHAN DI KELURAHAN KALIBARU Nur Fatihah; Sutrisno; Alma Hastari Nabilla
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol. 24 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2025.v24i2.504

Abstract

Kelurahan Kalibaru menghadapi kerentanan sosial dan ekonomi yang kompleks yaitu tingkat kemiskinan yang tinggi, tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, kualitas permukiman yang buruk, kualitas dan keterjangkauan air serta akses sanitasi dan sistem pengolahan sampah yang tidak memadai. Masalah tersebut dapat menimbulkan risiko banjir dan genangan, potensi kebakaran, hingga masalah kesehatan. Melalui penelitian ini, penulis mengidentifikasi backlog perumahan di Kelurahan Kalibaru dan potensi pengembangan perumahan  dan permukiman berdasarkan kondisi kelayakan rumah dan kondisi lingkungan di Kelurahan Kalibaru. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari hasil penelitian perumahaan by name by address yang dikumpulkan oleh dinas terkait. Metode deskriptif kuantitatif digunakan pada penelitian ini dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 29/PRT/M/2018 tentang Standar Teknis Standar Pelayanan Minimal pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta dilakukan pendekatan kebijakan program DPRKP Provinsi DKI Jakarta dan kebijakan pemerintah pusat untuk penentuan potensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa tingkat kesenjangan dapat terlihat dari jumlah backlog kepenghunian sebanyak 2.614 KK dan backlog kepemilikan sebanyak 2.203 KK. Potensi pengembangan rumah tidak layak huni berdasarkan segmentasi ketahanan konstruksi dan luas perkapita < 9 m2 dapat dilakukan penanganan melalui Program pemugaran, peremajaan berupa kampung deret dan kampung susun, konsolidasi tanah vertikal, dan rusunami. Penanganan berdasarkan segmentasi air minum dapat dilakukan melalui perbaikan Sistem Penyediaan Air Minum. Pada segmentasi akses sanitasi, penanganan dapat dilakukan penyediaan fasilitas MCK komunal dan Sistem Pengolahan Air Limbang (SPAL). Potensi pengembangan berdasarkan segmentasi lingkungan sendiri dapat dilakukan perbaikan perbaikan jalan dan drainase dengan titik lokasi yang telah dipetakan.
ANALISIS RISIKO PEKERJAAN FONDASI BORED PILE PADA TANAH CLAY SHALE DI KAWASAN IKN (IBU KOTA NUSANTARA) Dwi Pebriando Tampubolon; Mega Waty
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol. 24 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2025.v24i2.509

Abstract

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menghadapi tantangan geoteknik akibat tanah clay shale yang mudah mengalami slaking dan penurunan kekuatan ketika terpapar air dan udara. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai risiko pada pekerjaan fondasi bored pile. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, menentukan prioritas risiko, dan menetapkan mitigasi pekerjaan fondasi bored pile pada tanah clay shale menggunakan metode Risk Matrix. Penelitian dilakukan melalui studi literatur, validasi oleh ahli, dan penyebaran kuesioner kepada responden yang memiliki pengalaman dalam pekerjaan fondasi bored pile dan penanganan tanah clay shale. Hasil penelitian menunjukkan risiko prioritas adalah runtuhnya dinding lubang bor, ketidakstabilan lubang bor, clay shale slaking, degradasi kekuatan geser clay shale, serta investigasi tanah yang tidak mempresentasikan clay shale. Mitigasi difokuskan pada pengendalian slaking dan degradasi kekuatan geser clay shale, pelaksanaan pengeboran cepat dan terkontrol, pengecoran beton maksimal 2–3 jam setelah pengeboran serta penggunaan temporary casing atau full casing untuk menjaga stabiltias lubang bor. Strategi mitigasi ini diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan fondasi di IKN serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 9 dan SDGs 11 melalui pembangunan infrastruktur yang aman dan berkelanjutan.