cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dekon@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 02164086     EISSN : 2089807X     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/dk.
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian tentang sipil, konstruksi, dan arsitektur, yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma.
Articles 320 Documents
EKSISTENSI BANGUNAN KOLONIAL BELANDA DALAM MENJAGA KARAKTER KAWASAN KOTA LAMA DEPOK Agus Dharma Tohjiwa
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 23, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2024.v23i1.11453

Abstract

Depok memiliki sejarah yang erat hubungannya dengan era kolonial Belanda. Kawasan kota lama Depok berada di sepanjang Jalan Pemuda Depok. Di kawasan tersebut saat ini berkembang menjadi permukiman yang padat walaupun masih terdapat bangunan-bangunan peninggalan kolonial Belanda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran bangunan kolonial yang ada, bangunan kolonial yang dianggap penting, perubahan fungsi dan fisik bangunan, dan kontribusinya saat ini terhadap upaya konservasi di kota lama Depok. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pencarian data dilakukan dengan studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara dengan nara sumber sejarah di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan masih ada 14 bangunan kolonial yang tersebar di sepanjang Jalan Pemuda dengan 4 bangunan penting yaitu Rumah Presiden Depok, Rumah Sakit Harapan, GPIB Immanuel Depok, dan Bangunan Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC). Dari 14 bangunan di sepanjang Jalan Pemuda Depok terdapat 8 bangunan yang mengalami perubahan fungsi dan 6 bangunan tidak mengalami perubahan fungsi. Dari segi fisik bangunan terdapat 9 bangunan yang mengalami perubahan fisik dan 5 bangunan yang tidak berubah. Eksistensi bangunan-bangunan kolonial tersebut masih memberikan kontribusi dalam menciptakan kawasan konservasi kota lama Depok.  Walaupun demikian, bila tidak ada upaya yang serius dalam regulasi dan penataan lingkungan kawasan konservasi maka pesatnya pertumbuhan permukiman akan merusak aset-aset sejarah dan karakter kota lama Depok.
PENGENDALIAN BANJIR DENGAN KONSEP KEBIJAKAN ZERO DELTA Q MENGGUNAKAN SUMUR RESAPAN Febry Mandasari; Diyanti Diyanti; Fani Yayuk Supomo; Haryono Putro
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 23, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2024.v23i1.11202

Abstract

Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi, rasio antara aliran yang mengalir dipermukaan tanah lebih tinggi, dan saluran drainase sekitar sudah tidak dapat menampung air hujan. Pengendalian banjir dilakukan salah satunya dengan menggunakan bangunan pengendali banjir sumur resapan. Penelitian dilakukan pada Perumahan Puri Depok Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Lokasi perumahan ini merupakan salah satu perumahan di Kota Depok, Jawa Barat yang setiap tahunnya terjadi banjir. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis volume debit aliran yang direduksi kedalam sumur resapan dan dimensi sumur resapan. Data primer yang didapatkan dengan melakukan. Pengujian yang dilakukan yaitu uji permebilitas tanah. Metode penelitian dengan cara kuantitatif numerik dengan data yang digunakan berupa data luas atap bangunan, luas perumahan, permeabilitas tanah, dan curah hujan. Hasil analisis dari pengendalian banjir dengan konsep delta zero Q menggunakan sumur resapan didapatkan 30 sumur resapan dengan dimensi 1 x 3 meter untuk kapasitas sumur resapan 2,355 m3 dengan waktu waktu yang dibutuhkan untuk sumur resapan terisi penuh 8,31 jam. Reduksi yang didapatkan dengan konsep zero delta Q didapat sebesar 0,002269 m3/detik.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR CONTRACT CHANGE ORDER PROYEK JEMBATAN YOUTEFA MENGGUNAKAN ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS Dyandra Verren Pongtiku; Andi Tenrisukki Tenriajeng
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 23, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2024.v23i1.9081

Abstract

Perubahan-perubahan (changes) pada awal, pertengahan dan akhir pelaksanaan proyek konstruksi sering dihadapkan pada terjadinya ide perubahan yang datang dari pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek. Proyek Jembatan Youtefa  yang berdiri di atas Teluk Youtefa mengalami pergantian kontrak sehingga proyek bisa berjalan on schedule dan terhindar dari keterlambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan Contract Change Order (CCO) dan alternatif-alternatif CCO yang terjadi dalam Proyek Jembatan Youtefa menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP). Metode AHP digunakan karena lebih mudah dan cepat dalam mengurutkan faktor penyebab CCO berdasarkan hierarki kepentingan. Kuisioner disebarkan pada petinggi Proyek Jembatan Youtefa yang terlibat dalam pemutusan terjadinya CCO. Hasil yang didapatkan, faktor utama penyebab terjadinya CCO adalah faktor konstruksi dengan nilai bobot sebesar 49,7%. Sedangkan subfaktor penyebab CCO yang terbesar adalah Peraturan dari Pihak yang Berwenang Membuat Keputusan dengan bobot sebesar 22%, Kurang Memadainya Peralatan/ Perlengkapan sebesar 14% dan Perubahan Desain sebesar 10%. Adapun Perubahan Volume Pekerjaan merupakan persentase terbesar yang berpengaruh terhadap kinerja pelaksanaan proyek akibat CCO yakni sebesar 32,8%. Selain itu, persentase perubahan nilai kontrak dari nilai kontrak awal sebesar 9,9%.
ANALISA PENURUNAN PADA TANAH LUNAK AKIBAT TIMBUNAN (Studi Kasus: Kawasan Wisata Ancol Barat) Ellysa Ellysa; Juniarso Juniarso; Andi Asnur Pranata M. H.
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 23, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2024.v23i2.13351

Abstract

Permasalahan keterbatasan lahan di wilayah wisata Ancol Barat menjadi kendala seiring berkembangnya wilayah wisata tersebut. Dalam mengatasi keterbatasan lahan tersebut, maka pihak Ancol berencana memperluas lahan parawisata dengan melakukan reklamasi di sekitar perairan pantai wilayah Ancol Barat. Berdasarkan hasil survei penyelidikan tanah didominasi oleh tanah lunak. Pada rencana penimbunan wilayah perairan pantai di wilayah wisata Ancol Barat yang dibangun pada tanah lunak akan digunakan PVD sebagai alat untuk mempercepat penurunan sehingga pelaksanaan konstruksi dapat segera dilaksanakan. Penulisan ini dilakukan berdasarkan data primer yang dilakukan di lokasi rencana wilayah reklamasi dengan melakukan tes tanah di lapangan serta mengambil sampel disturb dan undisturb untuk menguji di laboratorium untuk mendapatkan paramter-parameter yang akan digunakan dalam perhitungan. Berdasarkan hasil yang didapatkan, dapat diketahui bahwa penyelidikan tanah Bore Hole 1 didapatkan perhitungan penurunan tanah tanpa PVD adalah 1,31m, sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai derajat konsolidasi 90% adalah 3,03 tahun. Sementara perhitungan dengan PVD didapatkan waktu penurunan untuk mencapai derajat 90% dengan pola persegi dengan jarak spasi 1m membutuhkan waktu 0,055 tahun (20 hari), pola persegi dengan jarak spasi 1,5m membutuhkan waktu 0,110 tahun (40 hari), pola persegi dengan jarak spasi 2m membutuhkan waktu 0,192 (70 hari), pola segitiga dengan jarak spasi 1m membutuhkan waktu 0,055 tahun (20 hari), pola segitiga dengan spasi 1,5m membutuhkan waktu 0,110 tahun (40 hari), dan pola segitiga dengan jarak spasi 2m membutuhkan waktu 0,164 tahun (60 hari).
KUAT TEKAN LIMBAH PECAHAN MARMER SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA PERKERASAN KAKU Korneliya Lidya; Blima Oktaviastuti; M Sa'dillah
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 23, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2024.v23i2.12099

Abstract

Permintaan marmer yang banyak mengakibatkan produksi marmer semakin berlimpah dan limbah buangannya semakin menumpuk jika tidak segera ditangani maka akan menyebabkan masalah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh digunakannya limbah pecahan marmer untuk menggantikan agregat kasar pada nilai kuat tekan umur 7 hari dan 28 hari. Limbah pecahan marmer diperoleh dari Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Pada penelitian ini penulis menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian ekperimental. Benda uji kuat tekan yang digunakan berbentuk silinder berukuran 15 cm x 30 cm dengan kuat tekan rencana (fc' = 21,7 MPa). Hasil pengujian kuat tekan umur 7 hari pada masing-masing persentase 0%, 15%, 25% dan 35% berturut-turut 13,06 MPa; 10,42 MPa; 15,60 MPa; dan 16,04 MPa, sedangkan pengujian kuat tekan umur 28 hari pada masing-masing persentase 0%, 15%, dan 25% berturut-turut 22,00 MPa; 22,85 MPa; 24,49 MPa dan 19,40 MPa. Nilai kuat tekan pada umur 28 hari yang paling tertinggi ada pada variasi 25% sebesar 24,49 MPa. Dari hasil penambahan limbah pecahan marmer pada peningkatan nilai kuat tekan umur 7 hari, yaitu: semakin banyak digunakannya limbah pecahan marmer untuk menggantikan agregat kasar maka nilai kuat tekan semakin naik, sedangkan pada peningkatan nilai kuat tekan umur 28 hari, yaitu: semakin ditambah kadar limbah pecahan marmer untuk menggantikan agregat kasar maka nilai kuat tekan semakin turun. Kandungan zat kapur (CaO) yang tinggi pada limbah pecahan marmer yang apabila direndam semakin lama mengakibatkan air rendaman keruh sehingga mempengaruhi nilai kuat tekan.
IMPLEMENTASI ARSITEKTUR DAN INTERIOR ISLAM LOKAL PADA PERANCANGAN MASJID RAUDHATUL FAIZIN BOGOR Heru Surya Tanjung; Pracista Dhira Prameswari
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 23, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2024.v23i2.12645

Abstract

Penulisan ini membahas bagaimana penerapan desain interior dan arsitektur Islam yang berkembang di Indonesia khususnya pada Masjid Raudhatul Faizin. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan memadukan Arsitektur Islam (Timur Tengah) dan Arsitektur Lokal (Nusantara dan Jawa Barat) menjadi satu kesatuan yang harmoni, dengan tetap memerhatikan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil’alamin. Tantangan lain mucul karena Masjid Raudhatul Faizin termasuk masjid transit yang dijadikan sebagai tempat pemberhentian orang-orang yang sedang melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya untuk istirahat dan ibadah, sehingga harus dirancang dengan mempertimbangkan sifat yang ramah dan tidak menghakimi. Adapun karakteristik Arsitektur Islam pada Perancangan Masjid Raudhatul Faizin yakni mengunakan ornamen kaligrafi, penggunaan bentuk-bentuk arch (lengkungan), bangunan yang tinggi, dan juga kubah. Sedangkan Arsitektur Lokal yang diterapkan pada Masjid Raudhatul Faizin yakni atap bangunan tersebut berbentuk trapeisum atau merupakan jenis atap pelana, menggunakan banyak bukaan alami, dan beberapa penggunaan material lokal yang dipadukan dengan teknik-teknik modern. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan antusiasme masyarakat untuk beribadah dan memunculkan rasa memiliki terhadap fasilitas bangunan ibadah Masjid.
ABU BATU KAPUR SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS PADA PAVING BLOCK: PENGEMBANGAN MATERIAL Deni Wahyudi; Blima Oktaviastuti; M Sa'dillah
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 23, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2024.v23i2.12178

Abstract

Pembuatan paving block membutuhkan perekat (PC) pada campuran material yang digunakan. Agregat halus (PC) yang dibuat oleh pabrik menghasilkan limbah yang tidak ramah lingkungan. Batu kapur merupakan salah satu bahan pembuat semen yang bersifat sebagai perekat dan tersedia melimpah di Kabupaten Tuban. Inovasi penggunaan batu kapur untuk bahan tambah agregat halus pada pembuatan paving block menjadi salah satu alternatif dalam mengurangi konsumsi semen (PC). Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh nilai uji kuat tekan pada paving block setelah dilakukan penambahan abu batu kapur dan untuk mengetahui persentase hasil nilai kuat tekan paling optimal. Rancangan penelitian pada penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Penelitian ini menggunakan benda uji paving block dengan ukuran 20cm x 10cm x 6cm dengan total 30 benda uji. Untuk variasi 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% dengan masing-masing variasi menggunakan 3 benda uji. Pengujian kuat tekan akan dilakukan ketika benda uji umur 7 hari dan 14 hari. Hasil penelitian diperoleh untuk uji kuat tekan umur 7 hari menghasilkan nilai terendah 6,9 Mpa dan nilai tertinggi 12,9 Mpa. Sedangkan untuk nilai kuat tekan umur 14 hari, nilai terendah diperoleh sebesar 10,15 Mpa dan nilai tertinggi sebesar 28,01 Mpa. Campuran paling optimal di antara variasi adalah variasi 20% yang menghasilkan nilai 13,85 Mpa pada usia uji 14 hari.
ANALISIS SIMULASI PEMBEBANAN STATIS TERHADAP SAMBUNGAN DOWEL PADA PRODUK CURVED FEET STOOL Bahtiar Rahmat; Taufik Ramadhan Fitrianto; Yessi Nasia Ulfia; Galih Prakoso
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 23, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2024.v23i2.11820

Abstract

Kontribusi dengan persentase 80% terhadap produk ekspor mebel, furnitur menjadi industri dengan potensi pasar yang besar. Namun demikian, sambungan pada produk furnitur merupakan bagian yang perlu diperhatikan, karena pada bagian ini sangat rentan terjadi patahan atau kerusakan. Pengujian produk prototipe perlu sumber daya dan waktu lebih, sehingga dikembangkan metode pendekatan untuk memperoleh data hasil pengujian kekuatan produk tanpa membuat prototipe atau lebih dikenal dengan metode analisis elemen hingga (FEA). Penelitian ini bertujuan untuk menguji kekuatan sambungan dari sebuah stool yang dipasangkan pasak kayu dengan ukuran Ø8, Ø10 & Ø12 mm sebagai konstruksinya. Hasil simulasi pembebanan statis menunjukkan jika aplikasi pasak kayu Ø12 mm mampu menahan beban 60kgf lebih baik dibandingkan dengan pasak kayu Ø8 dan Ø10 mm. Tegangan von misses maksimum sebesar 23,14 MPa masih jauh dibawah nilai tegangan luluh material. Selain itu pergeseran dan regangan maksimal hanya senilai 0,562 mm dan 0,0011 secara berurutan.
KLASIFIKASI KERUSAKAN JALAN: RETAK, RETAK KULIT BUAYA DAN LUBANG BERDASARKAN CITRA DIGITAL Ida Ayu Ari Angreni
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 23, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2024.v23i2.11389

Abstract

Penilaian visual kerusakan jalan pada perkerasan fleksibel merupakan pendekatan yang efektif karena kesederhanaan, kepraktisan, dan efisiensinya. Namun dirasakan masih adanya kelemahan karena metode penilaian visual bersifat sangat subjektif, tergantung dari si penilainya, terutama dalam hal pemahaman si penilai sendiri dalam menentukan jenis kerusakan jalan. Hal ini dapat berakibat berbedanya hasil penilaian yang diakibatkan penentuan klasifikasi jenis kerusakan jalan berbeda antara satu penilai dengan penilai yang lain. Sangat penting untuk mengembangkan algoritma atau cara untuk mengkategorikan jenis kerusakan jalan menggunakan foto digital setelah melihat kekurangan visual dalam metode penilaian kerusakan jalan saat ini. Menggunakan kamera digital untuk menangkap gambar adalah langkah awal dari algoritma. Gambar digital kemudian diproses di Matlab RA 2016 untuk ekstraksi dan klasifikasi. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi jenis kerusakan jalan dengan cepat dan akurat menggunakan metode KNN. Temuan menunjukkan bahwa lubang, retakan kulit buaya, dan retakan di jalan dapat diklasifikasikan secara akurat dengan tingkat lebih dari 90%.
EVALUASI EFEKTIVITAS POLISI TIDUR (SPEED BUMP) DALAM MEREDUKSI KECEPATAN DI KELURAHAN OESAPA Andi Kumalawati; Anita Nubatonis; Remigildus Cornelis
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 23, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2024.v23i2.10623

Abstract

Polisi tidur berfungsi untuk membuat pengemudi kendaraan mengurangi kecepatan kendaraan yang terlalu tinggi. Penelitian dilakukan di 3 lokasi yaitu; Jalan Komodo, Jalan Monitor, dan Jalan Kelapa Gading. Tujuan penelitan untuk mengetahui dimensi polisi tidur, rata – rata kecepatan kendaraan, dan ke – efektivitasan polisi tidur dalam mereduksi kecepatan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan 2018. Diketahi lebar atas polisi tidur pada ke – tiga lokasi tidak memenuhu syarat sedangkan tinggi polisi tidur memenuhi syarat. untuk rata – rata kecepatan awal kendaraan roda dua di 3 lokasi adalah 15.146 km/jam, 15.571 km/jam, dan 13.119 km/jam. Kecepatan setempat adalah 12,.219 km/jam, 12.605 km/jam, dan 12,526 km/jam. Rata – rata kecepatan awal kendaraan roda empat adalah 9.453 km/jam dan 10,008 km/jam. kecepatan setempat 6.670 km/jam dan 9.241 km/jam. Hasil analisis kecepatan awal dan kecepatan setempat yang dilakukan di lokasi didapatkan perubahan kecepatan kendaraan yang terjadi pada setiap titik polisi tidur (speed bump) di mana rata – rata kecepatan setempat lebih kecil atau sama dengan kecepatan awal sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap titik polisi tidur efektif dalam mereduksi kecepatan kendaraan. Akan tetapi berdasarkan Peraturan Mentri Perhubungan PM 82 Tahun 2018 kecepatan oprasional adalah 10 km/jam yang berarti pada setiap titik polisi tidur tidak mereduksi kecepatan kendaraan.