cover
Contact Name
L.M. Zainul
Contact Email
zainul@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
identifikasi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 2460187X     EISSN : 26561891     DOI : -
Jurnal Identifikasi adalah Jurnal Karya Ilmiah terbuka untuk umum dan dapat diakses secara terbuka. Jurnal yang diterbitkan telah melalui proses editing. Penggunan informasi dalam tulisan ini bebas dengan menyertakan link sumbernya. Jurnal Identifikasi memiliki bidang kajian keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai bidang pekerjaan melipuri industri perminyakan dan gas bumi, tambang, transportasi,rumah sakit, dan bidang pekerjaan lainnya serta kajian di bidang lingkungan
Arjuna Subject : -
Articles 282 Documents
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN PADA KARYAWAN PT. MULIA JAYA MANDIRI Rayhani, Chantika; Yuliana, Lina; Fuadi, Yan
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.435

Abstract

Beban kerja adalah tugas-tugas yang diberikan kepada pekerja yang harus diselesaikan dalam waktu tertentu. Beban kerja yang berlebihan dapat menimbulkan kelelahan kerja. Kelelahan adalah kelelahan yang terjadi pada manusia oleh karena pekerjaan yang dilakukan. Kelelahan mengarah pada kondisi melemahnya tenaga untuk melakukan suatu kegiatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan crossectional studi. Variabel dalam penelitian ini adalah beban kerja dan kelelahan. Alat ukur yang digunakan untuk beban kerja adalah NASA TLX, dan alat ukur yang digunakan untuk kelelahan adalah KAUPK2. Populasi dalam penelitian adalah karyawan bagian workshop di PT. Mulia Jaya Mandiri. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling sebanyak 47 responden. Uji yang digunakan untuk melihat kedua variabel adalah Speaarman Rank. Tingkat beban kerja dominan adalah beban kerja tinggi sebanyak 16 responden (34%), dan tingkat kelelahan kerja dominan adalah kelelahan berat sebanyak 30 responden (63,8%). Hasil uji kedua variabel diperoleh p value < 0,001 (α : 0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,771. Hasil uji menunjukkan terdapat hubungan antara beban kerja dengan kelelahan pada karyawan PT. Mulia Jaya Mandiri.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA MENTAL DENGAN KELELAHAN KERJA MENTAL PADA KARYAWAN PERKANTORAN PT. TRAKINDO UTAMA KARIANGAU BALIKPAPAN Medan, Monica Verena; Zulfikar, Iwan; Fuadi, Yan
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.436

Abstract

Beban Kerja Mental adalah adanya gejala-gejala seperti Perasaan lesu, kantuk, pusing, kurang waspada, tertekan, dan kehilangan semangat dalam melakukan pekerjaan. Kelelahan kerja adalah salah satu permasalahan Kesehatan dan keselamatan kerja yang mempengaruhi factor risiko terjadinya kecelakaan pada saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja mental dengan kelelahan kerja pada karyawan perkantoran di PT. Trakindo Utama Kota Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan populasi seluruh pekerja di perkantoran PT. Trakindo Utama Kariangau Balikpapan yang berjumlah sebanyak 32 orang yang dipilih dengan teknik Cluster Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang diadaptasi dari NASA-TLX dan IFRC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja mental dengan kelelahan kerja. Beban kerja mental yang tinggi akan meningkatkan risiko kelelahan kerja mental pada karyawan. Uji yang digunakan untuk melihat hubungan kedua variabel adalah Chi-Square.Tingkat beban kerja dominan adalah beban kerja kategori tinggi yaitu berjumlah 22 orang (68,8%), dan tingkat kelelahan kerja sedang yaitu berjumlah 21 orang (65,6%). Hasil uji kedua variabel diperoleh p value 0,042 (α : 0,05). Hasil uji menunjukkan terdapat hubungan antara beban kerja mental dengan kelelahan kerja pada karyawan Perkantoran PT. Trakindo Utama.
ANALISIS PENGANGKATAN PAKAN TERNAK AYAM BROILER SECARA MANUAL TERHADAP GANGGUAN MUSCULOSKELETAL PADA PT. MITRA SINAR JAYA Yuliana, Lina; Thoriq, Ahmad Qusnud; Fuadi, Yan
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.442

Abstract

Di sektor peternakan ayam ini masih banyak pekerjaan yang dilakukan secara manual, sehingga para pekerja sering melakukan pekerjaan dengan postur tubuh yang keliru atau tidak ergonomis seperti, membungkuk, jongkok, dan berlutut. Berdasarkan hasil penelitian tingkat risiko postur kerja yang dilakukan dengan menggunakan metode Rapid Entire Body Assesment (REBA) dengan menilai postur tubuh pekerja di Peternakan Ayam Broiler yang berjumlah 5 pekerja, dan hasil dari 2 pekerja pada proses pengangkatan pakan ternak memiliki tingkat risiko tinggi dan 3 pekerja memiliki tingkat risiko yang sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 5 pekerja yang bekerja pada Peternakan Ayam Broiler menunjukkan bahwa 5 pekerja pada proses pengangkatan pakan ternak (100%) mengalami keluhan MSDs dengan tingkat keluhan tinggi.
ANALISIS POTENSI BAHAYA DAN RISIKO MENGGUNAKAN METODE HIRADC PADA AREA BATCHING PLANT DI PT ERA BANGUN JAYA KOTA SANGATTA Fuadi, Yan; Ramadhan, Raynaldi; Zulfikar, Iwan; Zainul, L. M.
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.446

Abstract

Penelitian berjudul “Analisis Potensi Bahaya dan Risiko Menggunakan Metode HIRADC pada Area Batching Plant di PT Era Bangun Jaya Kota Sangatta”. bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi bahaya serta risiko yang ada di area Batching Plant dengan metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control) sebagai alat untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan menentukan langkah-langkah pengendalian yang tepat.Proses penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data melalui observasi langsung, wawancara dengan pekerja. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa potensi bahaya yang signifikan, seperti kebisingan, jatuh dari ketinggian, dan paparan bahan kimia. Setiap bahaya yang diidentifikasi kemudian dinilai berdasarkan tingkat risiko yang ditimbulkan, dan langkah-langkah pengendalian yang sesuai diusulkan untuk meminimalkan risiko tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi PT Era Bangun Jaya dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di area Batching Plant. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama untuk menerapkan praktik keselamatan yang lebih baik. Dengan demikian, keselamatan kerja dapat terjaga, dan produktivitas perusahaan dapat meningkat secara berkelanjutan.
PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO K3RS DI UNIT RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BALIKPAPAN Zulfikar, Iwan; Maharani, Alya Ervana; Liku, James Evert Adolf
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan penilaian serta pengendalian risiko pada pekerjaan di Unit Rawat Inap. Manfaat peneltian masukan bagi Rumah Sakit identifikasi bahaya penilaian dan pengendalian risiko. Metode penelitian adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data Observasi dan wawancara. Lokasi penelitian di Rumah Sakit Umum Daerah Baeriman Kota Balikpapan khususnya unit Rawat Inap. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa dalam melakukan identifikasi bahaya pada pekerjaan di unit Rawat Inap dengan potensi bahaya sebanyak 21 bahaya. Kategori penilaian risiko pada pekerjaan di unit rawat inap sebelum pengendalian adalah 7% Extreme, 75% High risk, dan 18 % medium setelah dilakukan pengendalian adalah untuk risiko ekstrem telah hilang dan turun menjadi 90% low risk dan 10% medium risk. Selanjutnya didapat pengendalian yang telah dilakukan pada pekerjaan di unit Rawat Inap sesuai dengan hirarki kontrol yang dominan dari susbsitusi hingga dengan alat pelindung diri.
TINGKAT KESADARAN DIRI DAN PERILAKU KESELAMATAN PEKERJA CATERING DI PT. MUTIARA MERDEKA HOTEL BALIKPAPAN Permana, Taufic Arie Widya; Rusba, Komeyni; Wahyuni, Sri
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.452

Abstract

PT. Mutiara Merdeka Hotel merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan jasa perhotelan, catering dan food court yang saat ini tengah melayani kebutuhan mess, restoran dan club house milik PT. Pertamina Hulu Mahakam, Balikpapan. Observasi awal mendapati adanya kurang kepedulian pekerja terhadap prosedur dasar higiene personal di wilayah produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesadaran diri dan perilaku keselamatan pekerja, serta untuk mengetahui pengaruh tingkat kesadaran diri terhadap perilaku keselamatan pekerja catering. Analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana dilakukan sebagai upaya untuk membuktikan hipotesis yang telah ditetapkan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mayoritas subjek penelitian memiliki tingkat kesadaran dan perilaku keselamatan pada kategori menengah. Perhitungan uji hipotesis mengungkapkan adanya pengaruh yang signifikan antara tingkat kesadaran diri terhadap perilaku keselamatan pekerja dengan nilai signifikansi 0,000 atau lebih kecil dari 0,05 yang menjadi kriteria uji. Hasil tersebut menandakan bahwa Ho ditolak dan H₁ diterima. Diperoleh juga nilai pengaruh signifikan tingkat kesadaran diri sebesar 59,2% terhadap perilaku keselamatan responden.
PENERAPAN KONSEP 5R (RINGKAS, RAPI, RESIK, RAWAT, RAJIN) DI PT. SIMON DERMA INDO Mulya, Widya; Sari, Iin Pratama; Ilham, Ilham
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.453

Abstract

Aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai solusi utama dalam mengidentifikasi serta meminimalisir risiko timbulnya kecelakaan kerja serta penyakit akibat kerja. Suatu upaya dalam membangun budaya K3 yaitu dengan menerapkan prinsip 5R di tempat kerja dengan membuat lingkungan kerja yang sehat serta aman makanya bisa meminimalisir probabilitas kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja yang membuat demotivasi serta defisiensi produktivitas kerja. PT. Simon Derma Indo termasuk perusahaan yang berjalan pada bidang estetika serta kesehatan kulit yang telah memberlakukan Konsep 5R sejak tahun 2019, namun belum dilaksanakan secara maksimal dengan presentase 70%. Pada tahun 2023 terdapat kesalahan dalam peletakan barang dan kurangnya ketelitian pekerja pada nomor batch barang sehingga butuh dilakukan penilaian penerapan konsep 5R terhadap area gudang tersebut. Penelitian ini berguna agar mengetahui pencapaian penerapan konsep 5R di PT. Simon Derma Indo Balikpapan. Manfaat penelitian ini menjadi masukan untuk perusahaan pada penerapan konsep 5Rnya. Metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi serta wawancara. Tempat penelitian pada PT. Simon Derma Indo khususnya di area gudang. Hasil penelitian ini berbentuk evaluasi penerapan dengan hasil perhitungan bahwa penerapan konsep 5R diperoleh angka presentase 80% pada area gudang melalui hal tersebut bisa disimpulkan jika melalui hasil penilaian penerapan konsep 5R pada PT. Simon Derma Indo terbilang Sangat Baik.
EVALUASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH PADA RSUD PURUK CAHU DI KABUPATEN MURUNG RAYA Purwanti, Sri; Hartaku, Berta; Rusba, Komeyni; Zulfikar, Iwan
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.454

Abstract

Rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan merupakan industri yang krusial untuk meningkatkan produksi serta produktivitas nasional. Salah satu manajemen risiko di rumah sakit adalah pada proses pengolahan air limbah rumah sakit. Rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan  kesehatan sebagai tempat untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan yang menghasilkan limbah medis maupun cair yang berpotensi menimbulkan peneluran penyakit dan ganguan kesehatan lainnya serta pencemaran lingkungan, sehingga perlu dilakukan pengolahan air limbah. Pengelolaan air limbah di rumah sakit merupakan aspek krusial dalam menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi higiene sanitasi air limbah di sebuah rumah sakit oleh karena itu pengolahan air limbah pada faslitas kesehatan menjadi suatu kewajiban untuk menjaga kesehatan pada manusia dan lingkungan sekitar.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN PADA PEKERJAAN MAINTENANCE DI WORKSHOP PT BORNEO LINTAS SAMUDRA DENGAN MENGGUNAKAN METODE HIRARC Nugroho, Aji; Hardiyono, Hardiyono; Noeryanto, Noeryanto
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.456

Abstract

Maintenance merupakan kegiatan pemeliharaan yang dilakukan setelah terjadinya kerusakan. Dalam proses pengerjaan maintenance ini membutuhkan beberapa personil dan beberapa alat penyedia yang lengkap untuk bisa melakukan pekerjaan dengan baik. Setiap tempat kerja memiliki risiko untuk terjadinya kecelakaan kerja. Besarnya risiko yang dapat terjadi tergantung dari jenis industri yang dijalankan, teknologi yang digunakan serta tindakan yang diambil untuk bisa mengendalikan risiko. Kecelakaan akibat kerja adalah kecelakaan yang dapat terjadi disebabkan oleh pekerjaan atau ketika dilaksanakan pekerjaan di perusahaan Dari hasil penelitian risiko pada proses maintenance yang berada di workshop PT Borneo Lintas Samudra terdapat kategori tingkat risiko medium terdapat 25 risiko pada pekerjaan maintenance yang berada di workshop PT Borneo Lintas Samudra diantaranya: Melakukan pengecekan peralatan, memposisikan unit mobil long bed di workshop, Pemasangan ban mobil menggunakan impact drive, proses penggurindaan pada plat baha mesin yang mengalami overhaul, dan membersihkan area kerja.
EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PT GEOSERVICES BALIKPAPAN Hardiyono, Hardiyono; Asriana, Asriana; Noeryanto, Noeryanto
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.462

Abstract

PT Geoservices Balikpapan mengembangkan usahanya pada bidang usaha jasa Pemeriksaan dan Pengujian Laboratorium, Geological Consultant, Geophysics, Geochemical, Mineralogical, Palaentological, dan Surveying (Technical). PT Geoservices Balikpapan menjamin keselamatan dan kesehatan kerja pekerjanya dengan menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dengan berpedoman pada Peraturan Pemerintah No.50 Tahun 2012 yang saat ini berada pada tingkatan Transisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi SMK3 yang berfokus pada elemen 7 Standar Pemantauan. Evaluasi pada elemen 7 mengungkapkan bahwa terdapat 2 ketidaksesuaian yaitu pada klausul 7.1.1 dan klausul 7.2.2. Dengan penilaian sub elemen 7.1 kesesuaian 85.71% dan ketidaksesuaian 14.29%, sub elemen 7.2 kesesuaian 66% dan ketidaksesuaian 33%, dan sub elemen 7.4 kesesuaian 100% dan ketidaksesuaian 0%. Hasil penelitian ini adalah ketidaksesuaian klausul 7.1.1 dan klausul 7.2.2 merupakan ketidaksesuaian berupa minor.