cover
Contact Name
L.M. Zainul
Contact Email
zainul@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
identifikasi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 2460187X     EISSN : 26561891     DOI : -
Jurnal Identifikasi adalah Jurnal Karya Ilmiah terbuka untuk umum dan dapat diakses secara terbuka. Jurnal yang diterbitkan telah melalui proses editing. Penggunan informasi dalam tulisan ini bebas dengan menyertakan link sumbernya. Jurnal Identifikasi memiliki bidang kajian keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai bidang pekerjaan melipuri industri perminyakan dan gas bumi, tambang, transportasi,rumah sakit, dan bidang pekerjaan lainnya serta kajian di bidang lingkungan
Arjuna Subject : -
Articles 282 Documents
EFEKTIVITAS PENERAPAN PROSEDUR TANGGAP DARURAT MEDIS PADA SMP NEGERI 25 BALIKPAPAN Rompas, Reinalda Tresia Fadillah; Zulfikar, Iwan; Liku, James Evert Adolf
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.466

Abstract

Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa sekitar 10% dari semua kecelakaan anak-anak terjadi di sekolah (Suryani 2020: 67). Di Indonesia sendiri, laporan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2022 mencatat bahwa terdapat lebih dari 3.000 insiden kecelakaan di sekolah setiap tahunnya yang melibatkan lebih dari 5.000 siswa (Hartono 2023: 112). Ini menunjukkan bahwa sekolah sebagai tempat yang seharusnya aman justru menjadi lokasi yang rentan terhadap berbagai bahaya. Penilaian efektivitas prosedur tanggap darurat medis sangat penting karena berdampak langsung pada kesehatan dan keselamatan siswa. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Yulianto (2022: 85) ditemukan bahwa sekolah-sekolah yang memiliki prosedur tanggap darurat yang efektif mampu mengurangi angka kecelakaan dan insiden medis hingga 50%. Ini menunjukkan bahwa keberadaan prosedur yang efektif tidak hanya penting untuk menangani insiden saat terjadi tetapi juga dapat berperan dalam pencegahan dan mitigasi risiko. Dengan berbagai tantangan yang dihadapi oleh SMP Negeri 25 Balikpapan dalam penerapan prosedur tanggap darurat medis, penting untuk mengevaluasi efektivitas dari prosedur tersebut. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui tingkat efektivitas penerapan prosedur tanggap darurat medis pada SMP Negeri 25 Balikpapan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan prosedor tanggap darurat medis di SMP Negeri 25 Balikpapan memiliki tingkat keefektifan rata-rata 13% dengan kriteria tidak sesuai, yang berarti belum memenuhi standar yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa hal tersebut masih perlu ditingkatkan agar sesuai dengan standar yang diharapkan untuk penanganan darurat medis yang optimal.
PENILAIAN RISIKO PADA KEGIATAN LOADING DAN UNLOADING PADA PT PELINDO IV BALIKPAPAN Siboro, Impol; Pratama, Rifqhy Randi; Zainul, L.M.
IDENTIFIKASI Vol 11 No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i1.359

Abstract

Kecelakaan akibat kerja kecelakaan yang terjadi dikarenakan oleh pekerjaan atau padawaktu melaksanakan pekerjaan pada perusahaan, kegiatan bongkar muat adalah kegiatanmembongkar barang-barang impor dan atau barang-barang antar pulau/interinsuler dari ataskapal dengan menggunakan crane dan sling kapal ke daratan terdekat di tepi kapal, daridermaga dengan lori, forklift,dimasukkan dan ditata ke dalam gudang terdekat yang ditunjukoleh administrator pelabuhan.Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptifkualitatif. Yaitu suatu metode penelitian yang dapat digunakan untuk meneliti pada kondisiobjek yang alamiah, dimana peneliti disini adalah kunci utamanya. Penelitian ini memberikangambaran mengenai suatu keadaan secara objektif, memberikan gambaran faktual mengenaipotensi bahaya dan analisis risiko pada area kerja PT Pelindo IV Balikpapan IdentifikasiBahaya Identifikasi bahaya dilakukan pada setiap tahapan pekerjaan yang dilakukan selamapekerjaan loading dan unloading berlangsung. Bahaya diidentifikasikan dengan melakukanobservasi Ketika kegiatan pekerjaan loading dan unloading berlangsung, wawancara kepadakaryawan dan lembar observasi yang diisi. Berikut ini bahaya yang telah ditemukan melaluihasil penelitian, hal ini selaras dengan peneliti saat ini dan diurutkan sesuai tahapan-tahapanpekerjaan loading dan unloading. 1. Forklift masuk ke area warehouse 2. Truck parkir di tempatkhusus pekerjaan loading dan unloading 3. Forklift menuju barang yang sudah disiapkan 4.Pekerja meletakkan barang di forklift secara manual 5. Forklift membawa barang menuju truck6. Barang dipindahkan kedalam truck Analisis Risiko Analisis risiko dilakukan pada tiap risikoyang muncul pada tahapan-tahapan pekerjaan loading dan unloading untuk menghindari tingkatrisiko yang muncul dengan melakukan perkalian antara likelihood dan severity, Menurut ramli(2011) pada konsep ALARP, risiko yang termasuk dalam kategori risiko tinggi (high risk) dansangat tinggi (significant) merupakan risiko yang tidak dapat diterima.
ANALISIS KESELAMATAN KERJA PEMOTONGAN PLAT DENGAN MAGNETIC DRILL MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS DI PT WEIR MINERALS INDONESIA Sihombing, Eben Eser; Hardiyono, Hardiyono; Noeryanto, Noeryanto
IDENTIFIKASI Vol 11 No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i1.360

Abstract

Perkembangan dunia industri di Indonesia saat ini terlihat semakin pesat. Dalam upaya melindungi aset perusahaan perlu diterapkan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (SMK3) dengan baik. Dengan metode Job Safety Analysis (JSA), dimana metode ini paling tepat untuk di pakai sehingga pekerja dapat terhindar dari kecelakaan. Mesin pemotongan plat seperti mesin IK 1500, Beaver, Plasma Stainless Cutting, magnetic drill dan Shotblasting Machine yang bisa menyebabkan kecelakaan kerja seperti tangan tersangkut di mesin pemotongan, terkena percikan api atau terkena plat panas setelah proses pemotongan.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, karena penelitian ini termasuk dalam penelitian yang bertujuan untuk melakukan deskripsi mengenai fenomena yang ditemukan, di lapangan maka penelitian ini menggunakan Job Safety Analysis (JSA).Berdasarkan hasil penelitian menggunakan tabel Job Safety Analysis yaitu pada proses (1) Persiapan alat Magnetic Drill terdapat 2 sumber bahaya, (2) Memeriksa alat Magnetic Drill terdapat 2 sumber bahaya, (3) Mengambil dan meletakan plat menggunakan Over Head Crane terdapat 2 sumber bahaya, (4) memberikan tanda pada bagian plat yang akan di potong (Marking) terdapat 1 sumber bahaya, (5) Proses pemotongan plat menggunakan magnetic drill terdapat 3 sumber bahaya, (6) mengembalikan alat yang di pakai terdapat 1 sumber bahaya, (7) Pembersihan Area Kerja terdapat 1 sumber bahayaBerdasarkan hasil penelitian menggunakan tabel Job Safety Analysis, dapat diketahui bahwa pekerjaan pemotongan plat menggunakan magnetic drill di PT Weir Minerals Indonesia memiliki beberapa sumber bahaya pada tiap langkah kerjanya yaitu pada proses (1) Persiapan alat Magnetic Drill terdapat 2 sumber bahaya (17% dari nilai presentase sumber bahaya), (2) Memeriksa alat Magnetic Drill terdapat 2 sumber bahaya (17% dari nilai presentase sumber bahaya), (3) Mengambil dan meletakan plat menggunakan Over Head Crane terdapat 2 sumber bahaya (17% dari nilai presentase sumber bahaya), (4) memberikan tanda pada bagian plat yang akan di potong (Marking) terdapat 1 sumber bahaya (8% dari nilai presentase sumber bahaya), (5) Proses pemotongan plat menggunakan magnetic drill terdapat 3 sumber bahaya (25% dari nilai presentase sumber bahaya), (6) mengembalikan alat yang di pakai terdapat 1 sumber bahaya (8% dari nilai presentase sumber bahaya), (7) Pembersihan Area Kerja terdapat 1 sumber bahaya (8% dari nilai presentase sumber bahaya).
KELELAHAN MATA PADA KARYAWAN PENGGUNA KOMPUTER DEPARTEMEN FINANCE PT SELERA NIKMAT NUSANTARA BALIKPAPAN Pratama, Erlangga; Rusba, Komeyni; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 11 No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i1.368

Abstract

Penggunaan komputer yang terlalu lama dan terus menerus dapat menyebabkanpenyakit yang disebut Computer Vision Syndrome, dan sindrom ini merupakan bahaya terbesarabad ke-21. Institut Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja AS mengatakan bahwa sekitar90% orang yang menghabiskan 3 jam atau lebih sehari di depan komputer dapat mengakibatkanComputer Vision Syndrome (CVS). CVS adalah kondisi di mana mata terfokus pada komputeratau perangkat tampilan lainnya dalam waktu yang lama. Salah satu masalah K3 (Keselamatandan Kesehatan Kerja) yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja adalah kelelahan. Kelelahankerja merupakan suatu kondisi dimana kemampuan dan daya tahan seseorang dalam bekerjamengalami penurunan. Kelelahan mata adalah masalah yang terjadi ketika mata fokus padasesuatu benda benda di dekatnya untuk jangka waktu yang lama, menyebabkan kemampuanpenglihatan mata menjadi berkurang. Kelelahan mata atau asthenopia adalah gejala yangdisebabkan oleh kondisi kurang idealnya mata dalam mendapatkan ketajaman visual.Jenispenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Jenis penelitian yang digunnakandalam penilitian merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode observasilangsung, yaitu yang bersifat anlitik karena penelitian diarahkan untuk menjelaskan suatukeadaan atau situasi. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah desain CrossSectional, yaitu pengumpulan data yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu.Setelahmengumpulkan data melalui kuesioner, langkah selanjutnya adalah analisis data.
HUBUNGAN RISIKO POSTUR KERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PENGGUNA KOMPUTER DENGAN MENGGUNAKAN METODE RAPID OFFICE STRAIN ASSESSMENT Saleh, Muhammad Faisal; Rusba, Komeyni; Liku, James Everd Adolf
IDENTIFIKASI Vol 11 No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i1.387

Abstract

Polres Balikpapan merupakan satuan pelaksana tugas Kepolisian RI yang berada di bawah naungan Polda Kalimantan Timur. memiliki tugas utama dalam hal memelihara keamanan dan ketertiban, menegakkan hukum, memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyareakat Polres Balikpapan memiliki beberapa layanan kepolisian bagi masyarakat umum yang terdiri dari layanan SIM, SKCK, SPKT, SP2HP, pengawalan jalan, dan ijin keramaian. Rapid Office Strain Assessment adalah metode penilaian ergonomi untuk kantor dan pekerjaan yang berhubungan dengan komputer atau administrasi. Rapid Office Strain Assessment adalah salah satu teknik ergonomi kantor yang digunakan untuk menganalisis risiko penggunaan komputer dan memutuskan tingkat penyesuaian tindakan apa yang harus dilakukan sebagai tanggapan terhadap laporan nyeri. Berdasarkan hasil penilaian postur kerja dengan Metode ROSA di Polresta Balikapapan terhadap 31 orang Pekerja Pengguna Komputer/Leptop maka hasil ada 9 dari 31 orang yang memperoleh nilai skor rosa 6 dan 7. Selain itu, data kuesioner NBM keluhan sakit 11 pekerja beresiko tinggi responden pekerja mengalami keluhan sakit pada bagian bawah leher, sakit pada pinggang, dan sakit pada bokong.
ANALISIS KESELAMATAN KERJA PADA MUTU PRODUKSI BETON K300 PADA PT. BALIKPAPAN READY MIX SITE BATAKAN Dzuhri, Muhammad Ilham; Rusba, Komeyni; Pongky, Patunru
IDENTIFIKASI Vol 11 No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i1.398

Abstract

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di industri manufaktur, khususnya dalam produksi beton, memiliki peranan penting dalam mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan kualitas produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keselamatan kerja pada mutu produksi beton K300 di PT. Ready Mix Kota Balikpapan Site Batakan menggunakan pendekatan Job Safety Analysis (JSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan JSA yang efektif dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan kualitas produksi beton. Temuan ini menegaskan pentingnya implementasi K3 yang konsisten dalam operasi sehari-hari untuk memastikan lingkungan kerja yang aman dan produktif.
ANALISIS KINERJA PEKERJA DALAM PROSES LIFTING PADA PT. JAKARTA PRIMA CRANES Sani, Muhammad Asrul; Rusba, Komeyni; Pongky, Panturu
IDENTIFIKASI Vol 11 No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i1.401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pekerja dalam proses lifting di PT. Jakarta Prima Cranes, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan crane. Kinerja pekerja dalam proses lifting sangat penting untuk memastikan operasi yang aman dan efisien, serta untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan para pekerja dan supervisor di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pekerja umumnya merasa mampu menjalankan tugas mereka dengan baik, terdapat beberapa area yang memerlukan peningkatan, seperti relevansi pelatihan yang diberikan, kondisi peralatan yang digunakan, dan efektivitas komunikasi antar tim. Kesimpulan dari penelitian ini menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelatihan, pembaruan peralatan, dan sistem supervisi yang lebih mendukung.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KARYAWAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJAAN PANAS DI PT. SANGGAR SARANA BAJA Rhavy, Abdul; Hardiyono, Hardiyono; Wahyuni, Sri
IDENTIFIKASI Vol 11 No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i1.406

Abstract

Industri dengan lingkup pekerjaan panas seperti manufactur, implementasi pemakaian APD menjadi hal yang sangat diperhatikan karena pekerjaan panas memiliki tingkat bahaya risiko yang tinggi. Terdapat temuan terjadi dalam kurun waktu jarang / tidak sering di PT. Sanggar Sarana Baja bahwasanya pekerja tidak menggunakan APD secara benar ataupun lengkap saat bekerja. Hal ini harus disadarkan agar karyawan dapat meninimalisir kecelakaan yang dapat dicegah melalui penggunaan APD.Dalam pengimplementasianya pengetahuan dan sikap dengan penggunaan alat pelindung diri menjadi hal yang penting dalam tingkat kesadaran akan potensi bahaya dan risiko yang dapat terjadi pada lingkungan kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap karyawan dengan penggunaan alat pelindung diri pada pekerjaaan panas di PT. Sanggar Sarana Baja. Jenis Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional design dengan jumlah sampel 36 orang menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan 32 (88,9%) pengetahuan karyawan, 33 (91,7%) sikap karyawan serta 32 (88,9%) penggunaan alat pelindung diri karyawan dikategorikan baik. Uji chi-square menunjukan bahwa adanya hubungan antara pengetahuan (p=0,006), sikap (p=0,003) dengan penggunaan alat pelindung diri. Tetap meningkatkan promosi penggunaan alat pelindung diri di tempat kerja agar karyawan pekerja selalu mengetahui secara jelas tentang manfaat dari penggunaan alat pelindung diri khususnya saat melakukan pekerjaan panas dan karyawan dapat selalu recall of knowledge.
HUBUNGAN BEBAN KERJA TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA KRU KAPAL PELAYARAN AGUNG SAMUDRA BALIKPAPAN Raihan, Ahmad Zakiey; Hardiyono, Hardiyono; Setyawati, Nur Falah
IDENTIFIKASI Vol 11 No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i1.419

Abstract

Kelelahan kerja adalah perasaan lelah dan adanya penurunan efisiensi dan kekuatan fisik dalam melakukan pekerjaan. Lingkungan pekerjaan pelayaran melibatkan aktivitas fisik yang tinggi dan cuaca ekstrim dilautan. Kecelakaan kerja berdampak besar bagi para pekerja yang diantaranya dapat menyebabkan cidera fisik, dampak psikologis bahkan kehilangan nyawa. PT. Pelayaran Agung Samudra Balikpapan yang merupakan perusahaan di bidang logistik maritim dan merupakan perusahaan yang terdaftar di World Shipping Register. Berdasarkan survei awal bahwa aktivitas pekerjaan yang ada di kapal laut PT. Pelayaran Agung Samudra Balikpapan banyak menggunakan tenaga manusia dan mesin kapal serta lama waktu operasional ± 24 jam dimana kru kapal melakukan pekerjaan 12 jam dengan memiliki tugas dan perannya masing-masing. Selain waktu kerja kru kapal diberikan waktu istirahat selama 1 sampai 2 jam di antara jadwal kerja mereka untuk menjaga efektivitas kerja selama waktu operasional kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja dan kelelahan kerja pada kru kapal PT Pelayaran Agung Samudra Balikpapan. Penelitian ini adalah diskriptif analitik dengan SPSS versi 25. Populasi dalam penelitian adalah seluruh kru kapal sejumlah 90 orang. Berdasarkan rumus slovin diperoleh jumlah sampel 73 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian analisis data ini dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil uji chi-square menunjukkan nilai variabel beban kerja terhadap kelelahan kerja diketahui nilai 0,001, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja terhadap kelelahan kerja.
IDENTIFIKASI SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN SERTA TINGKAT KEANDALAN PADA GEDUNG EWALK SHOPPING MALL BALIKPAPAN Latu, David Caesar; Rusba, Komeyni; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 11 No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i1.425

Abstract

Menurut National Fire Protection Association (NFPA) pada tahun 2020, pemadam kebakaran lokal di Amerika merespon sekitar 1.388.500 kebakaran, kebakaran ini menyebabkan sekitar 3.500 kematian warga sipil, 15.200 cedera warga sipil, dan 21,9 miliar dollar kerusakan properti langsung. Dari tahun 2019 hingga 2020, jumlah total kebakaran naik 8 persen dan kerusakan properti naik 1,5 lebih tinggi. Kebakaran dapat terjadi pada pusat perbelanjaan modern dilihat dari banyaknya potensi pemicu kebakaran seperti korsleting listrik, percikan api dari pantry atau rokok yang mengenai bahan-bahan yang cepat merambatkan api seperti kain, kertas, atau bahan bakar yang menetes di area parkir kendaraan dan kebocoran gas pada dapur tenant Food and Beverage yang dapat mengakibatkan kebakaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian dan ketidak sesuaian serta mengetahui nilai keandalan dari sistem proteksi kebakaran pada Gedung Ewalk Shopping Mall Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui sistem proteksi kebakaran aktif mendapat rata-rata tingkat kesesuaian 62,15% termasuk dalam kategori cukup dan sistem proteksi pasif mendapat rata-rata tingkat kesesuaian 72,33% termasuk dalam kategori cukup. Oleh karena itu dapat disimpulkan jika gedung Ewalk Shopping Mall Balikpapan mempunyai tingkat kesesuaian sistem proteksi kebakaran sebesar 82,30% termasuk dalam kategori baik. Berdasarkan hasil perhitungan nilai keandalan sistem keselamatan bangunan diketahui nilai keandalan sistem proteksi kebakaran aktif 16,94 termasuk dalam kategori cukup dan nilai keandalan sistem proteksi kebakaran pasif 21,83 termasuk dalam kategori cukup.