cover
Contact Name
L.M. Zainul
Contact Email
zainul@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
identifikasi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 2460187X     EISSN : 26561891     DOI : -
Jurnal Identifikasi adalah Jurnal Karya Ilmiah terbuka untuk umum dan dapat diakses secara terbuka. Jurnal yang diterbitkan telah melalui proses editing. Penggunan informasi dalam tulisan ini bebas dengan menyertakan link sumbernya. Jurnal Identifikasi memiliki bidang kajian keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai bidang pekerjaan melipuri industri perminyakan dan gas bumi, tambang, transportasi,rumah sakit, dan bidang pekerjaan lainnya serta kajian di bidang lingkungan
Arjuna Subject : -
Articles 282 Documents
ANALISIS PENERAPAN SMK3 PADA PROYEK RDMP RU-V BALIKPAPAN DENGAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 50 TAHUN 2012 DI PT REKAYASA INDUSTRI Budiharto, Alam; Sipahutar, Merry Krisdawati; Zainul, L.M.
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.420

Abstract

Penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) upaya yang melibatkan manajemen, pekerja, kondisi dan lingkungan kerja dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Proyek Project Refinery Develompment Master Plan (RDMP) merupakan proyek strategis nasional. Data audit internal SMK3 yang dilakukan pada Juni tahun 2023 PT Rekayasa Industri pada proyek RDMP RU-V Balikpapan telah melakukan audit internal SMK3 dengan tingkat lanjutan 166 kreteria dan hasil tingkat pencapaian penerapan 89,15% kategori memuaskan. Dan pada elemen 2 pembuatan dan pendokumentasian rencana K3 terdapat 14 kriteria dan hasil audit internal terdapat 11 kriteria yang sesuai dan 3 kriteria tidak sesuai dengan hasil persentase 78% kategori baik. Dan pada elemen 7 standar pemantauan terdapat 17 kriteria dan hasil audit internal terdapat 12 kriteria yang sesuai dan 5 kriteria tidak sesuai dengan hasil persentase 70% kategori baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian tingkat lanjutan pada SMK3 elemen 2 strategi rencana K3 dan elemen 7 standar pemantauan di PT Rekayasa Industri. Penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara telah dilakukan kepada wakil manajemen, HSE engineer, dan perwakilan pengawas lapangan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Observasi dilakukan selama kegiatan pembangunan kilang berlangsung. Dokumentasi yang dioleh dari data perusahaan dan implementasi lanjut di lapangan. Hasil penelitian ini adalah penerapan tingkat lanjutan penerapan tingkat lanjutan SMK3 di proyek RDMP RU-V Balikpapan di PT Rekayasa Industri, dapat disimpulkan bahwa elemen 2 pembuatan dan pendokumentasian rencana K3 terdapat 14 kriteria dan memiliki ketercapaian penerapan 98% tingkat kategori memuaskan. dan pada elemen elemen 7 standar pemantauan terdapat 17 kriteria dan memiliki ketercapaian penerapan 91,3% tingkat kategori memuaskan. pada elemen 7 standar pemantauan tingkat penerapan memuaskan, namum pelaksanaan pelaporan belum optimal.
EVALUASI TINGKAT KEBISINGAN DI PT PLN NUSANTARA POWER UP KALTIM TELUK Liku, James Evert Adolf; Siswanto, Miyanda Putri; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.421

Abstract

Kota Balikpapan terdapat sektor industri Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang mengandalkan energi kinetic dari uap untuk menghasilkan energy listrik. Mengingat area produksi yang menggunakan boiler maka area kerja PLTU tidak luput dari bahaya fisik berupa kebisingan. Kebisingan dapat mempengaruhi peningkatan denyut jantung serta kenaikkan tekanan darah, apabila kondisi tersebut berlangsung dalam waktu yang lama maka akan muncul penurunan konsentrasi serta kelelahan pada pekerja. Penelitian menggunakan metode deskriptif dan evaluative. Metode deskriptif merupakan metode untuk menggambarkan kondisi yang saat ini terjadi di lingkungan kerja dengan paparan bising serta upaya K3 lingkungan kerja yang diterapkan perusahaan. Metode evaluative digunakan untuk mengevaluasi hasil pengukuran intensitas kebisingan dengan standar nilai yang telah ditetapkan oleh peraturan. Berdasarkan hasil peneltian yang telah dilakukan diketahui jenis kebisingan di PT PLN Nusantara Power UP Kaltim Teluk yaitu masking noise dengan tingkat kebisingan pada Boiler Unit 1 berkisar dari 91,9 dBa – 108,5 dBa lalu pada boiler unit 2 tingkat kebisingan berkisar dair 98,5 dBa – 110, 6 dBa, yang berarti bahwa dari seluruh titik pengukuran yang memenuhi standar sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 5 Tahun 2018 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja, yaitu pada elevasi 46 boiler unit 1 dengan kebisingan yang dihasilkan sebesar 91,9 dBa.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DENGAN PERILAKU TIDAK AMAN PEKERJA PADA BAGIAN PRODUKSI DI PT. MULIA PERDANA MUPECO Cahyani, Denisa Agustin; Noeryanto, Noeryanto; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.422

Abstract

Perilaku tidak aman terjadi karena seseorang kurang mengerti terhadap keselamatan dan Kesehatan kerja pada pekerjaan masing-masing individu. Dampak yang ditimbulkan yaitu seseorang dapat mengalami kecelakaan kerja dan masalah Kesehatan. Berdasarkan hasil observasi awal terdapat beberapa pekerja pada bagian produksi pada saat yang bekerja dengan perilaku tidak aman yang disebakan oleh persepsi yang berbeda. Penelitian ini terfokus pada persepsi dengan perilaku tidak aman pada pekerja dengan jumlah 39 Orang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional studi.. Kegiatan yang dilakukan meliputi pengumpulan data terhadap variable dependen dan independent yang ada pada pekerja bagian produksi PT. Mulia Perdana MUPECO.Berdasarkan hasil uji chi-square, ditemukan hasil p value sebesar 0,00 (0,05). Oleh sebab itu, Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti dengan ini dinyatakan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi dengan perilaku tidak aman. Hasil data Analisa ditemukan bahwa pekerja yang bersepsi baik pada bagian produksi terdapat 13 oarng (36,1) dan pekerja yang bersepsi buruk pada bagian produksi terdapat 23 orang (66,7) dari total keseluruhan 36 responden. Dan ditemukan bahwa pekerja berperilaku aman pada bagian produksi terdapat 12 orang (33,3) dan pekerja yang berperilaku tidak aman terdapat 24 orang (66,7) dari total keseluruhan 36 responden. Dari uji Chi-Square didapat hasil p value sebesar 0,00 (0,05) dengan ini dinyatakan adanya hubungan yang signifikat antara persepsi dengan perilaku tidak aman.
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA GURU SDN 019 DI KELURAHAN MARGA SARI KOTA BALIKPAPAN Amalia, Afifa Sultan; Wahyuni, Sri; Luqmantoro, Luqmantoro
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.423

Abstract

Guru yang mengajar pada institusi pendidikan formal selalu berinteraksi dengan keadaan tugas kerjanya, baik dalam tugas internal maupun eksternal. Salah satu tugas internal yang dimiliki guru ialah menjelaskan mata pelajaran dan memberikan tugas kepada siswa, guru juga bertanggung jawab atas perkembangan hasil yang dicapai oleh siswa. Selain itu guru juga membuat beberapa laporan, mempersiapkan RPP dan lain sebagainya. Banyaknya tugas-tugas yang diberikan menyebabkan guru merasakan lelah,  mudah marah, pusing dan lain sebagainya. Keadaan-keadan tersebut menyebabkan guru cenderung mengalami stres kerja. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dengan stres kerja pada guru SDN 019 di Kelurahan Marga Sari Kota Balikpapan. Penelitian ini merupakan penelitian metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah guru yang berjumlah 35 orang. Variabel bebas adalah beban kerja, sedangkan variabel terikat adalah stress kerja. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuisioner. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian ditemukan bahwa guru yang memiliki beban kerja tinggi sebanyak 25 (78,125%), dan guru yang memiliki beban kerja sangat tinggi 7 (21,875%). Dari total keseluruhan 32 responden dan ditemukan bahwa guru yang mengalami stress kerja ringan sebanyak 5 (15,625%) dan guru yang mengalami stress kerja sedang sebanyak 27 (84,375%) dari total keseluruhan 32 responden. Dari uji Chi-Square di dapatkan hasil p value sebesar sebesar 0,025 (<0,05) dengan ini dinyatakan adanya hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan stress kerja.
IMPLEMENTASI HIGINIE SANITASI DI PABRIK TAHU UPTD. SENTRA INDUSTRI KECIL UNIT SOMBER Asri, Muhammad; Zainal, Isradi; Setyawati, Nur Falah
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.424

Abstract

Higiene sanitasi ialah hal yang penting untuk mengendalikan faktor risiko terjadinya kontaminasi terhadap makanan, baik berasal dari bahan makanan,orang, tempat, dan peralatan agar aman dikonsumsi. Higiene dan sanitasi perlu diterapkan disetiap industri makanan dan minuman seperti catering, restoran, warung makan, kafe, tempat pengolahan pangan tertentu (roti,cireng,tahu,tempe) dan lainnya agar terhindar terjadinya kontaminasi terhadap makanan yang akan dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan bagaimana pelaksanaan implementasi higiene dan sanitasi makanan pada Tahu Bandung Pak Ujang dengan PERMENKES No.14 Tahun 2021 dengan menilai area lokasi sekitar TPP dan area pengolahan. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian menggunakan lembar observasi inspeksi Kesehatan lingkungan PERMENKES No.14 Tahun 2021 sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian pada Tahu Bandung Pak Ujang mendapatkan nilai akhir pada area Lokasi 75% dan pada area pengolahan 63,36% dimana hasil tersebut tidak memenuhi persyaratan higiene sanitasi makanan, persyaratan higiene sanitasi minimal 80. Masih terdapat beberapa yang harus diperbaiki, seperti penjamah yang tidak memakai baju khusus, dinding yang lembab dan cat mengelupas, tempat sampah yang dibuka secara manual (tidak ada pedal kaki), dan peralatan yang terbuat dari kayu.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA DI PT. BALIKPAPAN READY MIX SITE IBU KOTA NUSANTARA Athifa, Diva; Wahyuni, Sri; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.427

Abstract

Beban kerja merupakan keadaan di mana seorang pekerja dihadapi banyaknya tugas yang harus dikerjakan dalam waktu tertentu. Karena setiap pekerjaan yang diterima oleh pekerja akan menjadi tanggung jawab dan akan menjadi beban kerja bagi seorang pekerja. Kelelahan merupakan mekanisme pertahanan yang memungkinkan tubuh menghindari keparahan lebih jauh dan akan pulih setelah beberapa waktu istirahat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan crossectional studi. Variabel dalam penelitian ini adalah beban kerja dan kelelahan kerja. Alat ukur yang digunakan untuk beban kerja adalah NASA TLX, dan kuesioner IFRC untuk kelelahan kerja. Populasi dalam penelitian adalah pekerja PT. Balikpapan Ready Mix Site Ibu Kota Nusantara. Sampel dalam penelitian ini menggunakan Non-Probability Sampling jenis purposive sampling artinya semua subjek yang memenuhi syarat (kriteria inklusi dan eksklusi) akan diikut sertakan dalam penelitian ini. Sampel pada penelitian ini sebanyak 40 orang. Uji yang digunakan untuk melihat hubungan kedua variabel adalah Spearman Rank. Tingkat beban kerja dominan adalah beban kerja tinggi sebanyak 23 responden (75,5%) dan tingkat kelelahan kerja dominan adalah kelelahan kerja sedang sebanyak 16 responden (40%).Hasil analisis uji Spearman Rank Diperoleh p value 0,014 (p value < 0,05). Karena nilai Sig.2-tailed < 0,05 maka artinya ada hubungan yang signifikan antara variabel X dan Y. Diperolehnya koefisien korelasi sebesar 0,387 yang berarti tingkat kekuatan hubungan adalah cukup kuat. Angka koefisien korelasi bernilai positif yaitu sebesar 0,387 maka arah hubungan variabel adalah positif yang artinya adanya hubungan yang signifikan hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada PT. Balikpapan Ready Mix Site Ibu Kota Nusantara.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA KARYAWAN RIA LAUNDRY Yasha, Andini Fitri; Rusba, Komeyni; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.430

Abstract

Beban Kerja adalah beberapa tuntutan tugas yang melebihi waktu kerja dan  diselesaikan dalam waktu yang sudah ditentukan. Kelelahan Kerja adalah suatu efek dari aktivitas pekerja, seperti sulit berkonsentrasi, pegal-pegal, dehidrasi, dan stamina menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada karyawan Ria Laundry Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini memiliki 2 variabel yaitu beban kerja dan kelelahan kerja. Alat ukur yang digunakan adalah NASA-TLX dan KAUPK2. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan yang ada di lima cabang Ria Laundry di Balikpapan. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling sebanyak 32 responden. Uji yang digunakan untuk melihat hudungan antara 2 variabel adalah Spearman Rank. Tingkat beban kerja dominan adalah beban kerja tinggi sebanyak 16 responden (50%), dan Tingkat kelelahan kerja dominan adalah kelelahan ringan sebanyak 19 responden (59,4%). Hasil uji spearman rank yaitu diperoleh nilai p value <0,00 ( α : 0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,622 . Hasil uji menunjukkan terdapat hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja terhadap karyawan Ria Laundry. Saran yang diberikan adalah diharapkan karyawan Ria Laundry Balikpapan untuk mengenali batas kemampuan saat bekerja dan melakukan sharing Bersama rekan kerja, melakukan peregangan tubuh saat mulai merasakan gejala-gejala kelelahan dan memanfaatkan jam istirahat kerja dengan sebaik-baiknya. Serta bagi pemilik laundry disarankan untuk lebih memperhatikan beban kerja yang diberikan kepada karyawannya.
ANALISIS POTENSI BAHAYA DAN RISIKO BEKERJA DI KETINGGIAN PADA PEKERJAAN PEMBERSIHAN SEMEN SILO DENGAN METODE HIRADC (HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND DETERMINING CONTROL) DI PT. BALIKPAPAN READY MIX SITE KARIANGAU BALIKPAPAN Inditawati, Novi; Siboro, Impol; Pongky, Patunru
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.432

Abstract

Bekerja di ketinggian merupakan pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja di permukaan tanah atau perairan yang mempunyai perbedaan ketinggian dan memiliki potensi jatuh sehingga mengakibatkan pekerja mengalami cedera atau meninggal dunia atau mengakibatkan kerusakan pada aset perusahaan. Pekerjaan di ketinggian dengan potensi bahaya jatuh, dan bahaya-bahaya lainnya seperti terpeleset (slip), tersandung (trips), dan kejatuhan material dari atas (falling object). PT. Balikpapan Ready Mix merupakan Perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi bangunan dengan produksi utama bahan baku beton bermutu tinggi. Didalam pengolahan pembuatan semen yang berkualitas dibutuhkan peralatan yang canggih agar proses produksi bisa berjalan dengan baik oleh karena itu pemeliharaan peralatan secara berkala sangat dibutuhkan untuk menunjang kelancaran produksi. Batching Plant merupakan tempat yang dikhususkan untuk memproduksi atau mengolah beton. Pada Batching Plant terdapat beberapa bagian diantaranya cement cilo yang berfungsi untuk penyimpanan semen dan menjaganya agar tetap baik. Untuk menjaga kualitasnya diperlukan pemeliharaan secara berkala seperti dilakukannya pembersihan rutin pada cilo. Penelitian ini dilakukan di PT. Balikpapan Ready Mix site Kariangau Balikpapan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan observasi secara langsung menggunakan teknik 4M1E (Man, Methode, Machine, Material, and Enviroment) dan wawancara kepada informan. Setelah melakukan identifikasi potensi bahaya, selanjutnya melakukan penilaian risiko (Risk Assessment) menggunakan tabel HIRADC (Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control) berdasarkan pada Australian Standard/New Zealand Standard 4360:2004 (AS/NZS 4360:2004), setelah itu melakukan pengendalian risiko berdasarkan hierarchy of control.
IMPLEMENTASI WORK PERMIT PADA PT. PLN NUSANTARA POWER UP KALTIM TELUK BALIKPAPAN Rahmawati, Tariza; Rusba, Komeyni; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.433

Abstract

Hot Work Permit Systeam adalah sistem ijin kerja tertulis dari atasan pekerjayang bersangkutan untuk melakukan pekerjaan yang dapat menghasilkan sumber panas. Pekerjaan yang dapat menghasilkan sumber panas disebut pekerjaan panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi sistem Hot Work Permit pada PT. PLN Nusantara Power UP Kaltim Teluk Balikpapan. Sistem Hot Work Permit adalah prosedur perizinan tertulis yang wajib dipenuhi sebelum melaksanakan pekerjaan yang menghasilkan panas di lingkungan kerja berisiko tinggi, seperti di area boiler. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem Hot Work Permit di PT. PLN Nusantara Power UP Kaltim Teluk Balikpapan mencapai tingkat kesesuaian sebesar 95% dengan standar yang berlaku, yang dinilai sangat memuaskan. Namun, terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti pengarsipan lampiran izin kerja di lokasi pekerjaan dan kepatuhan terhadap prosedur tanda tangan izin kerja. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kebijakan keselamatan kerja di perusahaan dan menawarkan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas penerapan sistem izin kerja di masa depan.
HUBUNGAN PAPARAN SUHU KERJA PADA AREA BOILER TERHADAP KELELAHAN KARYAWAN DI PT. PLN NUSANTARA POWER UNIT PEMBANGKUTAN KALTIM TELUK BALIKPAPAN Simon, Natalin Markus Sesa; Sipahutar, Merry Krisdawati; Setyawati, Nur Falah
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.434

Abstract

Paparan suhu ekstrim yang dihasilkan dari proses pembakaran pada boiler dapat menimbulkan risiko tinggi bagi para pekerja. Temperatur yang terlalu panas menjadikan perasaan cepat lelah dan mengantuk. Kelelahan sendiri adalah suatu mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah beristirahat. Boiler atau ketel uap merupakan sebuah mesin yang dioperasikan dengan tujuan mengubah air menjadi uap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah suhu kerja dan kelelahan. Alat ukur yang digunakan untuk kelelahan adalah IFRC. Populasi dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling sebanyak 35 responden. Uji yang digunakan untuk hubungan kedua varibel adalah kendall’s tau-b. Tingkat kelelahan kerja dominan adalah kelelahan ringan sebanyak 19 responden (54,3%). Hasil uji kedua variabel diperoleh p value < 0,001 (a : 0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,869. Hasil uji menunjukkan terdapat hubungan antara paparan suhu boiler pada saat pemeliharaan rutin terhadap kelelahan karyawan di PT. PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Kaltim Teluk Balikpapan.