cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pangkajene kepulauan,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa
ISSN : 25491857     EISSN : 25494279     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa is published 2 (two) times a year in February and August with peer-reviewed and open access process. Has p-ISSN: 2549-1857 and e-ISSN: 2549-4279, , published by Study Program Guidance and Counseling STKIP Andi Mattappa Pangkep. JURKAM publishes writings / articles of thought and research results written by experts, educators, scientists, practitioners and reviewers in the disciplines of counseling and counseling, counseling techniques, and educational psychology
Arjuna Subject : -
Articles 205 Documents
Pengaruh Bimbingan Kelompok Melalui Focus Group Discussion terhadap Perkembangan Akhlak Siswa SMA Nur, Syaifullah; Ibnu Sina
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v8i2.3634

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yaitu bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh bimbingan kelompok melalui Focus Group Discussion (FGD) dalam pembinaan akhlak siswa SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar yang berlangsung 2 bulan mulai dari 7 Februari sampai 7 April 2024. Teknik penentuan sampel dilakukan secara acak (random sampling) dengan 12 orang siswa melalui dua variabel yaitu variabel bebas berupa Bimbingan Kelompok Melalui Focus Group Discussion (FGD), dan varibel terikat Pembinaan Akhlak. Hasil penelitian menunjukan bahwa Bimbingan Kelompok Melalui Focus Group Discussion (FGD) sangat berpengaruh dalam Pembinaan Akhlak Siswa SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar, ini ditandai dengan adanya peningkatan pembinaan akhlak pada siswa melalui bimbingan kelompok melalui Focus Group Discussion (FGD) di SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar. Hasil menyatakan bahwa sebelum perlakuaan bimbingan kelompok melalui Focus Group Discussion (FGD), tingkat pembinaan akhlak siswa adalah rendah. Dari 12 siswa, 3 (25%) berada dalam kategori "sedang", dan 9 (75%) berada dalam kategori "rendah". Nilai rata-rata skor sebesar 90,33, yang dibulatkan menjadi 90, menunjukkan tingkat pembinaan akhlak siswa yang rendah. Setelah perlakuan, tingkat pembinaan akhlak siswa meningkat menjadi kategori sedang. Dari 12 siswa, 7 (58,34%) mencapai kategori "sedang", dan 5 (41,66%) berada pada kategori "tinggi". Nilai rata-rata skor setelah perlakuaan adalah 107,17, yang dibulatkan menjadi 107, menunjukkan tingkat pembinaan akhlak siswa yang sedang. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh bimbingan kelompok melalui Focus Group Discussion (FGD dalam pembinaan akhlak siswa SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar.
Efektivitas Pelatihan Regulasi Diri Dalam Belajar Terhadap Academic Self-Handicapping Pada Siswa SMA Habiba, Sri Nurcahaya; Ahmad Razak; Basti Tetteng
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v8i2.3653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan regulasi diri dalam belajar terhadap academic self-handicapping pada siswa SMA. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X usia 14-17 tahun yang telah dipilih sebagai sampel dengan jumlah 20 partisipan yang dibagi menjadi yaitu, eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa pelatihan regulasi diri dalam belajar. Teknik pengumpulan data menggunakan skala academic self-handicapping dan skala regulasi diri dalam belajar dengan pretest dan posttest. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen-kuasi dengan The Untreated Control Group Design with Dependent Pretest and Posttest Samples dengan pemberian pelatihan regulasi diri dalam belajar menggunakan expository learning model. Hasil analisis data menggunakan independent sample t-test yang diolah dengan bantuan SPSS for windows 25. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 dengan mean difference sebesar 5,8 maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan regulasi diri dalam belajar mampu secara efektif menurunkan tingkat academic self-handicapping pada siswa SMA.
Pappaseng Tellu Riala Sappo: Resiliensi Remaja Penyintas Bunuh Diri Di Kota Daeng Dalam Perspektif Teori Grotberg Andi As'ad Fathan; Nabilah Nurul Inayah; Andi Qanitah Zahirah; Nur Usna Rezky Putri Yusuf; Alfin Elkindy Amsil; Akhmad Harum
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v8i2.3670

Abstract

Abstrak: Remaja penyintas bunuh diri merupakan remaja yang pernah berniat dan mencoba bunuh diri namun berhasil selamat dan bisa bertahan sampai sekarang. Resiliensi merupakan kemampuan yang dikembangkan sebagai upaya kontrol diri remaja guna menghilangkan atau meminimalisir niat atau upaya percobaan bunuh diri. Tujuan riset ini (1) Mendeteksi komposisi bunuh diri remaja penyintas bunuh diri di Kota Daeng; (2) Menemukan dinamika resiliensi remaja penyintas bunuh diri di Kota Daeng; (3) Menelaah kesesuaian Pappaseng Tellu Riala Sappo dan teori Grotberg terhadap dinamika resiliensi remaja penyintas bunuh diri di Kota Daeng; (4) Mengetahui gambaran penerapan Pappaseng Tellu Riala Sappo pada remaja penyintas bunuh diri di Kota Daeng. Riset ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi kepada 9 remaja penyintas bunuh diri yang dianalisis menggunakan bantuan software maxqda. Hasil riset ini menunjukkan bahwa (1) terdapat 3 fase pembentukan bunuh diri pada remaja yakni fase basis, fase asumsi, dan fase krisis (2) ditemukan upaya resiliensi yang dimunculkan remaja penyintas bunuh diri di kota Daeng berasal dari penerapan nilai religius dan pemanfaatan lingkungan sosial yang mempengaruhi kognisi, afeksi, dan perilaku remaja penyintas bunuh diri; (3) mengakses layanan psikologis merupakan upaya resiliensi yang tidak dapat terwadahi oleh teori Grotberg maupun pappaseng tellu riala sappo; (4) penerapan pappaseng tellu riala sappo memperkuat iman, menekan niat buruk dan membendung tingkah laku buruk remaja Kata kunci: Remaja Penyintas Bunuh Diri, Resiliensi, Teori Grotberg, Pappaseng Tellu Riala Sappo Abstract: Teenage suicide survivors are teenagers who have attempted suicide but managed to survive and survive until now. Resilience is an ability developed as an effort to control adolescents to eliminate or minimize suicide attempts or attempts. The objectives of this research (1) Detect the composition of suicide among teenage suicide survivors in Daeng City; (2) Finding the dynamics of resilience of adolescent suicide survivors in Daeng City; (3) To examine the suitability of Pappaseng Tellu Riala Sappo and Grotberg's theory to the resilience dynamics of adolescent suicide survivors in Daeng City; (4) Knowing the description of the application of Pappaseng Tellu Riala Sappo on adolescent suicide survivors in Daeng City. This research uses a phenomenological approach with data collection techniques using interviews, observations, and documentation studies to 9 teenage suicide survivors who were analyzed using the help of maxqda software. The results of this research show that (1) there are 3 phases of suicide formation in adolescents, namely the base phase, the assumption phase, and the crisis phase (2) it was found that the resilience efforts raised by adolescent suicide survivors in Daeng city came from the application of religious values and the use of social environment that affected the cognition, affection, and behavior of adolescent suicide survivors; (3) accessing psychological services is an effort of resilience that cannot be accommodated by Grotberg's theory or pappaseng tellu riala sappo; (4) The application of Pappaseng Tellu Riala Sappo strengthens faith, suppresses bad intentions and curbs bad behavior of adolescents Keywords: Teenage Suicide Survivors, Resilience, Grotberg Theory, Pappaseng Tellu Riala Sappo
Pengaruh Layanan Bimbingan dan Konseling Terhadap Moral Peserta Didik Rukaya; Abdi Alam , Andi Fiptar
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v8i2.3637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh layanan bimbingan dan konseling terhadap moral Peserta Didik di SMAN 3 Barru. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Peserta didik SMAN 3 Barru yang terdaftar pada tahun 2023. Prosedur pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 105 Peserta Didik. Data hasil penelitian ini menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara layanan bimbingan dan konseling terhadap moral Peserta didik di SMAN 3 Barru dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 atau kurang dari 0,05 (p<0,05).
Pengembangan Model Layanan Bimbingan Klasikal dalam Pencegahan Tiga Dosa Besar Pendidikan Ahmad, Fadlil Khaery; Ahmad Yusuf; Andi Muhammad Ramadhan AS
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v8i2.3730

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk desain model layanan bimbingan klasikal dalam pencegahan tiga dosa besar pendidikan di SMA Negeri 1 Pangkep, untuk mengetahui efektivitas model layanan bimbingan klasikal dalam pencegahan tiga dosa besar pendidikan di SMA Negeri 1 Pangkep. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan peneliian pengembangan (Research and Development) dari Borg and Gall, dengan melibatkan 8 orang subjek menggunakan  instrument berupa wawancara dan angket, teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data kualitatif dan kuantitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa panduan model layanan bimbingan klasikal dalam pencegahan tiga dosa pendidikan sangat dibutuhkan siswa,mengingat belum terdapat media ataupun panduan sebelumnya yang digunakan oleh konselor di sekolah, bentuk Panduan model layanan bimbingan klasikal dalam pencegahan tiga dosa pendidikan terdiri dari enam sesi, dilengkapi dengan prosedur pelaksanaan yang cukup jelas, berisi materi yang terkait pencegahan tiga dosa besar pendidikan, serta berisi lembar kerja disetiap akhir sesi, panduan model layanan bimbingan klasikal dalam pencegahan tiga dosa pendidikan dalam pelaksanaanya dikatakan efektif.