cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pangkajene kepulauan,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa
ISSN : 25491857     EISSN : 25494279     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa is published 2 (two) times a year in February and August with peer-reviewed and open access process. Has p-ISSN: 2549-1857 and e-ISSN: 2549-4279, , published by Study Program Guidance and Counseling STKIP Andi Mattappa Pangkep. JURKAM publishes writings / articles of thought and research results written by experts, educators, scientists, practitioners and reviewers in the disciplines of counseling and counseling, counseling techniques, and educational psychology
Arjuna Subject : -
Articles 205 Documents
Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Menanggunalangi Kenakalan Remaja Ratna Wulandari; Ana Fitriani; Nur Hidayatullah Dahlan
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v7i1.2671

Abstract

Pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling dalam menanggulangi kenakalan remaja dengan Rumusan Masalah, adalah bagaimana pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling dalam menanggulangi kenakalan remaja individu di SMP Negeri 1Bua Ponrang Kabupaten Luwu dan faktor apa saja yang mempengaruhi pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling dalam menanggulangi kenakalan remaja di SMP Negeri 1 Bua Ponrang Kabupaten Luwu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling dalam menanggulangi kenakalan remaja di SMP Negeri 1 Bua Ponrang Kabupaten Luwu dan Faktor apa saja yang mempengaruhi pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling dalam menanggulangi kenakalan remaja di SMP Negeri 1 Bua Ponrang Kabupaten Luwu.Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, koordinator guru BK, guru BK, waka kesiswaan, guru mata pelajaran dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : pelaksanan layanan bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Bua Ponrang Kabupaten Luwu sudah berjalan dengan baik karena hal ini dilihat dari segi waktu pelaksanaannya yang dilakukan saat siswa mengalami permasalahan langsung ada tindak lanjut dari guru BK, teknik yang digunkan sesuai dengan kebutuhan siswa mengingat bahwa setiap peserta didik mempunyai karakteristik yang bebeda-beda sehingga penangannya pun berbeda, fasilitas yang diperlukan sudah memenuhi kebutuhan pelaksanan layanan bimbingan dan konseling, serta guru BK yang sudah memiliki sertifikasi dan sesuai dengan kualifikasi pendidikan BK. Kata kunci: Layanan Bimbingan dan konseling, Kenakalan remajaAbstract:  The implementation of counseling guidance services in tackling juvenile delinquency with the formulation of the problem, is how the implementation of counseling guidance services in dealing with individual juvenile delinquency at Junior High School 1 Bua Ponrang Luwu Regency and what factors influence the implementation of guidance and counseling services in tackling juvenile delinquency at Junior High School 1 Bua Ponrang Luwu Regency. The purpose of this study was to find out how the implementation of counseling services in tackling juvenile delinquency at Junior High School 1 Bua Ponrang Luwu Regency and what factors influence the implementation of the guidance counseling service program in tackling juvenile delinquency at Junior High School 1 Bua Ponrang Luwu Regency. This research is a descriptive study using a qualitative approach . The informants in this study were school principals, counseling teacher coordinators, counseling teachers, deputy student affairs teachers, subject teachers and students. The results showed that: the implementation of guidance and counseling services at Junior High School 1 Bua Ponrang Luwu Regency has been going well because this is seen from the point of view of the implementation time which is carried out when students experience immediate problems there is follow-up from the counseling teacher, the technique used is in accordance with the needs of students considering that every students have different characteristics so that the handling is also different, the necessary facilities have met the needs of implementing guidance and counseling services, as well as counseling teachers who already have certification and are in accordance with counseling educational qualifications.Keyword: Guidance and Counseling Services, Juvenile Delinquency 
Teknik Sosiodrama Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Pada Siswa SMA Eka Aryani; Palasara Brahmani Laras
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v7i1.2143

Abstract

Penelitian didasarkan pada keterampilan sosial siswa kelas X SMA Insan Cendekia yang cukup rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas X SMA Insan Cendekia melalui teknik sosiodrama.  Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan (action research). Jenis tindakan yang dilakukan adalah teknik sosiodrama. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala dan observasi. Instrumen penelitian ini menggunakan skala keterampilan sosial dan pedoman observasi. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosiodrama dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas X SMA Insan Cendekia. Pra tindakan yang dilakukan dengan menyebarkan skala diperoleh data, keterampilan sosial para siswa masih rendah dengan skor rata-rata pre test 116,38. Pada sosiodrama pertama skor rata-rata post test I siswa meningkat menjadi 135,18 pada kategori sedang. Pada sosiodrama kedua skor rata-rata post test II siswa meningkat menjadi 161,68 pada kategori tinggi namun belum mencapai target. Pada sosiodrama ketiga skor rata-rata post test III siswa meningkat menjadi 174,28 pada kategori tinggi dan sudah mencapai target. Hasil tersebut juga diperkuat dengan observasi terhadap subyek yang menunjukkan adanya keterampilan sosial yang meningkat dari pre-test yang ditunjukkan dengan siswa mampu menyatakan pendapat secara lantang, dapat memanajemen emosi dengan baik, mampu bergaul dengan semua teman, serta dapat berperilaku asertif.
Pengaruh Intensitas Bermain Game Online Terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Muflih, Rifqi; Santosa, Hardi
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v7i2.2722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas game online terhadap konsentrasi belajar pada siswa Sekolah Dasar. Metode yang digunakan ex post facto. Data penelitian dikumpulkan melalui angket intensitas bermain game online, angket konsentrasi belajar dan wawancara. Populasi penelitian berjumlah 145 siswa kelas 4, 5, dan 6 dari 3 sekolah. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria siswa yang memiliki smartphone dan bermain game online. Siswa yang sesuai dengan kriteria berjumlah 108 orang. Analisis data menggunakan regresi linier, untuk mengetahui pengaruh dan determinasi besaran pengaruhnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa intensitas bermain game online berpengaruh terhadap konsentrasi belajar. Besaran pengaruh intensitas bermain game online yaitu 15,8%. Antusias belajar menjadi aspek yang paling tinggi, sementara aspek pikiran dan perasaan menjadi yang paling rendah dipengaruhi oleh intensitas bermain game online
Konseling Feminis Dengan Teknik Empowerment Dalam Mereduksi Trauma Korban Pelecehan Seksual Krisnanda, Veno Dwi; Marfu'i, Lucky Nindi Riandika
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v7i2.2819

Abstract

Teknik empowerment dalam konseling feminis memiliki tujuan untuk memberdayakan harapan-harapan dan potensi konseli untuk berkembang berdasarkan tujuan yang ingin dicapainya. Korban pelecehan seksual memiliki traumatic sehingga akan berpengaruh pada kondisi psikologisnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mereduksi traumatic pada korban pelecehan seksual di tempat kerja. Metode yang digunakan pre-eksperimental dengan sampel tujuh orang yang pernah mendapatkan pelecehan seksual di tempat kerja dengan menggunakan teknik sampling purposive. Konseling dilakukan lima sesi pertemuan dengan materi tiap pertemuan 1) Kamu ga sendirian, 2) Belajar Tegas pada Diri Sendiri, 3) Asah Keberanian, 4) Sadar Berkembang, dan 5) Bangkit dengan Tujuan Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tujuh orang konseli menunjukkan perkembangan yang ditunjukkan dengan penguatan yang terjadi antar konseli dalam kelompok. Hal ini juga diindikasikan dengan adanya perubahan raut muka yang dari sesi ke sesi menunjukkan perubahan makin yakin dan percaya diri terhadap tujuan mereka kedepan. Implikasi penelitian ini dapat menjadi referensi teknik konseling dalam mereduksi trauma pada korban pelecehan seksual. Namun, peneliti selanjutnya juga perlu memperhatikan teknik yang digunakan dalam konseling feminis, sehingga tidak harus menggunakan teknik empowerment sesuai dengan penggunaan teknik dalam penelitian ini.
Teknik Symbolic Modeling Untuk Meningkatkan Percaya Diri Terhadap Keaktifan Belajar Pada Peserta Didik Asiyah, Cicih; Thahir, Andi Thahir; Sugiharta, Iip
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v7i2.2844

Abstract

Kepercayaan diri merupakan aspek kepribadian, percaya pada kemampuan diri sendiri sehingga tidak terpengaruh oleh orang lain dan dapat berbuat sesuka hati, senang, optimis dan bertanggung jawab. Keyakinan dan perilaku, perasaan, motivasi batin dan hati nurani untuk melakukan sesuatu dengan itikad baik, pada seseorang yang memahami dirinya dengan baik dan pada seseorang yang dapat menyadari potensi dirinya. Dengan percaya diri, seseorang dapat menghadapi tantangan baru, percaya diri dalam situasi sulit dan mengembangkan sikap positif tanpa mengkhawatirkan situasi dan keadaan yang berbeda. Setiap orang memiliki tingkat percaya diri yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kepercayaan diri terhadap keaktifan belajar siswa melalui konseling individu dengan teknik symbolic modeling di SMK Negeri 6 Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan Penelitian Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A, dengan satu subjek dan peneliti akan melakukan penelitian selama 12 sesi. Pada tahap pertama peneliti melakukan 3 kali pertemuan Baseline (A1), pada tahap kedua peneliti melakukan 6 kali pertemuan pada tahap Intervensi (B) dan pada tahap ketiga yaitu pertemuan Baseline (A2).
Learning Motivation and Student Engagement Among Senior High School Students Fakhri, Nurfitriany; Syarifuddin, Nurhidayah; Dewi, Eva Meizara Puspita; Buchori, Sahril
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v7i2.2851

Abstract

The objective of this research is to ascertain the levels of learning motivation (X) and student engagement (Y) among students enrolled at SMAN X Gowa. The present investigation employed a quantitative methodology, utilizing a simple random sampling technique to procure participants for the study. The sample population for this research comprised of 150 students from SMAN X Gowa, consisting of 69 male and 81 female participants. The present investigation employed Academic Motivation Scale (AMS) and Student Engagement in School Scale. The study used the product moment method for data analysis and obtained a statistically significant positive correlation (r = 0.783, p < 0.05) between learning motivation and student engagement. The findings suggest a positive correlation between the scores of learning motivation and student involvement. The degree of motivation to learn has been found to have a significant impact on student engagement, accounting for 61.3% of the variance in this construct. The findings of this study hold significant implications that can be properly considered by educators in designing effective learning curricula.
Hubungan Antara Adversity Quotient Dan Stres Akademik Terhadap Proktastinasi Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Anitasari, Anitasari
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v7i2.2913

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Adversity Quotient dan Stres Akademik terhadap prokrastinasi pada mahasiswa tingkat akhir jurusan peternakan yang sedang menyelasaikan Skripsi di Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan.  Instrumen dalam penelitian ini adalah angket skala pengukuran Adversity Quotient,  skala pengukuran Stres akademik dan skala pengukuran Prokrastinasi Akademik yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas.  Sampel dalam penelitian ini berjumlah 76 orang yang terdiri dari 54 mahasiswa tingkat akhir  prodi Agribisnis Peternakan dan 22 orang mahasiswa prodi Teknologi Pakan Ternak. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan program SPSS 26 for windows. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Aversity Quotient dan stress akademik secara simultan berpengaruh terhadap Prokrastinasi akademik pada mahasiswa tingkat akhir Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan dengan sig. 0,000Dan memberikan sumbangan efektif sebesar 80,05%. This study aims to determine the relationship between Adversity Quotient and Academic Stress on procrastination in final-year students majoring in drama who are completing their thesis at the Pangkajene Islands State Agricultural Polytechnic. The instruments in this study were the Adversity Quotient Questionnaire measurement scale, the Academic Stress measurement scale, and the Academic Procrastination measurement scale which met the validity and reliability tests. The sample in this study amounted to 76 people consisting of 54 final-year students of the Animal Husbandry Agribusiness Study Program and 22 students of the Animal Feed Technology Study Program. The sampling technique used in this study is a saturated sample. Data analysis used multiple linear regression with SPSS 26 for Windows. The results of the study show that Aversity Quotient and academic stress simultaneously affect academic procrastination in final-year students of the Animal Husbandry Department of the Pangkajene Islands State Agricultural Polytechnic with sig. 0.000<0.05. And provide an effective loan of 80.05%. Keywords: adversity quotient; Academic Stress; Academic Procrastination
Degradasi Budaya Generasi Z: Relevansi Konseling KIPAS di Era Westernisasi Afandi, Nail Hidaya; Afandi, Muslim
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v8i1.2940

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui relevansi konseling KIPAS pada generasi Z yang mengalami degradasi budaya di era westernisasi. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian ini adalah systematic review- meta agregasi. Berdasarkan 20 hasil penelitian yang telah disentesis ditemukan bahwa konseling KIPAS relevan digunakan pada generasi Z yang memiliki karakteristik berbeda dari masyarakat Indonesia dari generasi-generasi sebelumnya. Relevansi ini dilihat melalui berbagai berbagai fasilitas yang ditawarkan oleh konseling KIPAS, mulai dari mengajak konselor memandang manusia sebagai makhluk yang kompeten dan positif, peran konselor KIPAS yang harus dipenuhi, tujuan konseling KIPAS, langkah-langkah konseling KIPAS hingga konsep pribadi sehat dalam konseling KIPAS.
Konseling Kelompok Dengan Teknik Relaksasi Untuk Mengatasi Kejenuhan Belajar Siswa Yudha, Muhammad Fariq; Mufidah, Elia Firda
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v7i2.3059

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan permasalahan yang muncul pada siswa MAN 1 Gresik yaitu kejenuhan belajar siswa. Tujuan penelitian ini agar mengetahui efektivitas konseling kelompok dengan teknik relaksasi untuk mengatasi kejenuhan belajar siswa. Penedekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis rancangan pre-eksperimental One Group pre-test post-test design. Subjek penelitian ini sebanya 5 siswa dari kelas X IPS 1 dan X IPS 2 yang memiliki permasalahan kejenuhan belajar. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan skala pengukuran, yaitu skala likert. Teknik analisis yang di gunakan dengan uji Wilcoxon. Hasil analisis data perhitungan di peroleh asymp. Sig.= 0, 042 oleh karena nilai Asymp. Sig. (0, 042) < (0,05) artinya layanan konseling kelompok dengan Teknik relaksasi efektif untuk mengatasi kejenuhan belajar siswa
Examining the Effect of Work and Non-Work Domain on School Counselor Career Self-Regulation Moderated Career Self-Management Sinring, Abdullah; Umar, Nur Fadhilah
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v7i2.3107

Abstract

This study aims to investigate the effect of work and non-work aspects on career self-regulation of school counselors, by considering the moderating role of career self-management. The data was obtained through a questionnaire filled out by 112 counseling teachers spread across several districts in South Sulawesi. The research questionnaire developed from Toeri Hirchi with contextual role, resources, and barries aspects has been tested by exploratory factor analysis and CFA, other research questionnaires are self-regulation scale and career self-management scale. The data analysis technique used is path analysis to examine the relationship between research variables. The results of the study show that work and non-work aspects directly influence the self-regulation of school counselor careers. In addition, it was found that work and non-work aspects also have an indirect influence on career self-regulation through career self-management. This finding shows that these factors are interrelated and have an important role in the regulation and management of school counselor careers. The implication of this research is the importance of paying attention to aspects of work, non-work, and career self-management in an effort to increase school counselor career self-regulation. With a better understanding of these factors, steps can be taken to improve the quality of services in school counseling and support successful careers for counselors.