Jurnal Komunikasi Profesional
Jurnal Komunikasi Profesional adalah Jurnal Daring (Online) yang mengeksplorasi pertanyaan kritis dan pertanyaan yang konstruktif dalam berbagai bidang studi Ilmu Komunikasi. Secara khusus pada bidang Kajian Profesional dalam Ilmu Komunikasi. Kajian - kajian Komunikasi Profesional dapat dikaji secara luas namun tidak terbatas pada bidang - bidang Komunikasi Negosiasi, Budaya Korporat, Public Relations, Marketing Communications, Branding, Periklanan, Pengembangan Kepribadian, dan Komunikasi Antar Personal. Jurnal ini juga memiliki Rubrikasi publikasi Pengabdian Masyarakat yang berkaitan dengan Ilmu Komunikasi, Sosio-Humaniora, dan Pengembangan Masyarakat
Articles
346 Documents
Strategi Komunikasi Pemasaran Sharp Indonesia di Era Pandemi Covid-19 dan Kenormalan Baru
Wibowo, Pandu Setio
Jurnal Komunikasi Profesional Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas dr. Soetomo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3081.304 KB)
|
DOI: 10.25139/jkp.v5i1.3003
Dampak pandemi COVID-19 telah merubah seluruh tatanan kehidupan masyarakat, era kenormalan baru menjadi sesuatu yang harus dijalani. Komunikasi pemasaran pun menjadi salah satu dari banyak hal yang harus melakukan penyesuaian. Dalam keterbatasan setiap merek tetap harus melakukan komunikasi pemasaran guna menyampaikan pesan kepada konsumennya. Setiap merek dituntut untuk melakukan komunikasi pemasaran yang efektif dan tepat sasaran sesuai dengan kondisi yang dialami oleh konsumennya. Penelitian ini difokuskan pada strategi komunikasi pemasaran Sharp Electronics Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh PT Sharp Electronics Indonesia guna meningkatkan daya beli dan mempertahankan kesadaran merek Sharp oleh konsumennya di masa pandemi COVID-19 dimana seluruh masyarakat Indonesia diharuskan untuk mengurangi interaksi sosial secara langsung (social distancing).  Objek penelitian ini adalah strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh divisi komunikasi pemasaran PT Sharp Electronics Indonesia. Metode penelitian yang akan digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Data diambil dari wawancara, observasi dan penelusuran pustaka. Melalui  penelitian ini dihasilkan informasi yang megungkapkan jika Sharp Indonesia mampu menemukan strategi komunikasi pemasaran yang tepat dimana Sharp Indonesia sangat memahami situasi yang terjadi dengan mengkomunikasikan mereknya melalui bauran komunikasi pemasaran yang terintegrasi hingga Sharp tetap dapat menjaga kesadaran mereknya di tengah masa pandemic COVID-19 ini  yang berdampak pada meningkatnya transaksi penjualan melalui kanal digital dan mempertahankan loyalitas pelanggan.
Persepsi abang none Jakarta terhadap fenomena ondel-ondel ngamen di Jakarta
Ardiansyah, Lutfi
Jurnal Komunikasi Profesional Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas dr. Soetomo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (451.449 KB)
|
DOI: 10.25139/jkp.v5i1.3273
Ondel-Ondel is one of Betawi special icon an also one of the artworks of Betawi. This giant puppet also believed as a charm in Betawi society for decades. People of Betawi also considered Ondel-Ondel as a sacred culture. Ondel-Ondel is an entertainment for Betawi society that inherited from generation to generation. However, nowadays ondel-ondel is not considered as a sacred property for ritual any longer since the last couple of years. Ondel-ondel has been used for busking in every corner of Jakarta. The aim of this research was to find out the perception of Abang None as the ambassador of tourism to conserve the culture of Betawi regarding the phenomenon Ondel-Ondel that busking on the street. We collected the data by using observation, profound interview, literature review and online data research. This research used the concept of communication and culture theory and it is also a qualitative and descriptive research by using phenomenology and case study method. The result of this research is the Abang None about the difference between the properties of busking ondel-ondel and the Betawi’s entertainment ondel-ondel. Abang None is the disagreement with the busking ondel-ondel since it looked so pity and inappropriate, and Abang None is they would not give the money to the busking ondel-ondel. Keywords: Abang None; Ondel-Ondel; Betawi Culture; Perception.
Analisis resepsi khalayak terhadap pemberitaan Covid-19 di klikdokter.com
Dwiputra, Krisna Octavianus
Jurnal Komunikasi Profesional Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas dr. Soetomo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (248.761 KB)
|
DOI: 10.25139/jkp.v5i1.3290
One of the health problems that will catch people's attention in 2020 is COVID-19. Various media also highlighted the problem because it was considered a dangerous thing. One of the media that participated in the news was a health media called Klikdokter.com. Klikdokter.com has been intensively reporting about COVID-19 since January 2020. The aim of the research is to see how the public perception about COVID-19 on Klikdokter.com. This research uses descriptive qualitative research. Methods of data collection using observation, interviews, and documentation. Meanwhile, informants were selected based on purposive sampling. The data analysis used Stuart Hall's Encoding-Decoding theory, which describes the three positions of the audience in constructing messages, namely dominant position, negotiation, and opposition. The results showed that the position of the audience in constructing messages from the news of COVID-19 on Klikdokter.com, the majority were in a negotiating position. This position means that the audience may misinterpret some parts of the message and quite understand what is conveyed by Klikdokter.com.Keywords: Covid-19; Reception; Reporting.
Peran Perusahaan Alfamidi Membangun Kepercayaan Diri Difabel Dalam Dunia Kerja
Lukas, Theresia;
Menayang, Alfred Pieter;
Marta, Rustono Farady
Jurnal Komunikasi Profesional Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas dr. Soetomo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.197 KB)
|
DOI: 10.25139/jkp.v5i1.3383
Dalam dunia perindustrian, keterlibatan difabel masih minim. Keinginan rakyat khususnya kaum difabel ingin penyamarataan hak tidak terkecuali mendapatkan pekerjaan, kesempatan yang sama dengan masyarakat umum. Undang-undang mengatur perusahaan wajib mempekerjakan sedikitnya 1-2% dari total karyawan perusahaan. Penelitian menggunakan teori kognitif sebagai bahan analisa dan pertimbangan terkait kemampuan para difabel beradaptasi dan berkembang dalam dunia pekerjaan berdampingan dengan karyawan normal. Sampel menggunakan metode survei kualitatif deskriptif, kelompok responden ditentukan untuk mendapatkan informasi. Penelitian ini melibatkan 52 pekerja difabel diperusahaan Alfamidi guna penetapan sampel dan data analisa terkait survey yang dijalankan. Hanya 42 responden dapat diolah dengan baik. Hasil survey, data menunjukkan karyawan difabel mendapatkan dukungan positif dilingkungan bekerja, namun hal tersebut belum dapat mengubah rasa percaya diri mereka terhadap kondisi, kemampuan fisik mereka yang terbatas. Selain lingkungan yang mendukung, perusahaan perlu melakukan pendekatan lain bagi kaum difabel bersifat interpersonal untuk dapat lebih membantu kaum difabel beradaptasi dan berkembang lebih baik lagi.
Penilaian diri kompetensi komunikasi pencari kerja dalam memasuki dunia kerja
Wijayanti, Sri Hapsari`;
Utami, Novia;
Putri, Brigita Kania Novia;
Mantiri, Stephanie Maria
Jurnal Komunikasi Profesional Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas dr. Soetomo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (613.253 KB)
|
DOI: 10.25139/jkp.v5i2.3414
Formal education is not sufficient as a provision to find a job, it needs to be equipped with soft skills, such as the ability to communicate. This study aims to reveal the basic communication skills and soft skills of job seekers with low education and their readiness to enter the world of work. Respondents of this study are the younger generation who are looking for a job. They live in Rusunawa Marunda, Cilincing, North Jakarta. There are 37 respondents involved in this study. This study is descriptive quantitative with case studies. The data collection technique used a Likert scale questionnaire with five scales. The data analysis technique was carried out with descriptive statistics used SPSS 25. The results of this study indicate that the respondents are ready and confident enough to compete in the work world with their communication skills and other soft skills. The skill that the majority of respondents felt lacking was communication in English. This study suggested doing intervention by mentoring and training of communication and English for respondents, the younger generation of productive age with low education. Keywords: Formal Education; Communication; Hard Skill; Soft Skill; English Language AbstrakPendidikan formal belum cukup sebagai bekal untuk mencari pekerjaan, lulusan perlu dibekali dengan soft skill, seperti kemampuan berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan mengungkap keterampilan komunikasi dasar dan soft skill pencari kerja yang berpendidikan rendah dan kesiapan mereka memasuki dunia kerja. Responden dalam penelitian ini adalah generasi muda yang sedang mencari pekerjaan. Mereka tinggal di Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Ada 37 responden yang terlibat dalam penelitian ini. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan angket skala likert dengan lima skala. Teknik analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif melalui bantuan SPSS 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden cukup siap dan percaya diri untuk bersaing di dunia kerja dengan kemampuan komunikasi dan soft skill lainnya. Keterampilan yang dirasakan sebagian besar responden kurang adalah komunikasi dalam bahasa Inggris. Penelitian ini menyarankan agar dilakukan intervensi melalui pendampingan dan pelatihan komunikasi dan bahasa Inggris bagi mereka yang berpendidikan rendah, tetapi tergolong generasi muda yang produktif. Kata Kunci: Pendidikan Formal; Komunikasi; Hard Skill; Soft Skill; bahasa Inggris Â
Content analysis of instagram posts related to the performance of the national search and rescue agency in early 2021
Susilo, Daniel;
Putranto, Teguh Dwi
Jurnal Komunikasi Profesional Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas dr. Soetomo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (229.614 KB)
|
DOI: 10.25139/jkp.v5i1.3463
Various disasters that occurred in Indonesia in early 2021 occurred in a row, starting from earthquakes, landslides to floods in various regions in Indonesia, and the National Search and Rescue Agency (BASARNAS) increasing. This research aims to find out the Instagram post @sar_nasional performance of BASARNAS during the disaster that occurred in Indonesia in early 2021. The content analysis method is used as the research method with the unit of analysis in posts on Instagram @sar_nasional from January 1 to January 15, 2021. The conclusion obtained in this study is that the posts on Instagram @sar_nasional lead to more content posts about BASARNAS's performance in the @sar_nasional Instagram post-BASARNAS participation in the Sriwijaya SJ-182 plane crash from Jakarta to Pontianak than the disasters that occurred in several places in Indonesia.Keywords:Â Content Analysis; Posts; Instagram; Performance; BASARNAS.
Digital branding kedung ayu sebagai destinasi wisata keluarga berbasis kearifan lokal
roosinda, fitria widiyani;
Ayu P, Delmarrich Bilga;
Ekantoro, Julyanto
Jurnal Komunikasi Profesional Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas dr. Soetomo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1570.753 KB)
|
DOI: 10.25139/jkp.v5i2.3493
Family travel destinations developed after the Covid-19 pandemic. Kedung Ayu is one of the tourist destinations with local wisdom in Ledug Village, Prigen District, Pasuruan Regency. The village of Ledug, where most of the residents are farming ornamental flowers, only rely on income from selling ornamental flowers, even though in that village there are other potentials that can be developed, one of which is a river with three waterfalls. Previously, this river had been filled with plastic waste for decades and various wastes, both dry and liquid. Its smells not good, plus many dry waste, also anonymous. The Abdimas program which aim developed digital branding with four programs has made the river a new family tourist destination named Kedung Ayu. The four programs are the socialization of family tourism, optimization of river cleaning, making Instagrammable photo spots and social media branding. The four programs are expected to empower villagers by increasing the number of visits through promotions both online and offline.Keywords: Â Digital Branding; Kedung Ayu; Family Travel Destination; Local Wisdom.
Pemanfaatan Sistem Manajemen Pembelajaran Bagi Guru dan Orang Tua Siswa Disabilitas Netra di SLB A Pembina Tingkat Nasional
Prestianta, Albertus Magnus;
Bangun, Cendera Rizky Anugrah;
Perdana, Inco Hary;
Vivrie, Theresia Lavietha
Jurnal Komunikasi Profesional Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas dr. Soetomo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1237.387 KB)
|
DOI: 10.25139/jkp.v5i1.3552
Internet dan teknologi digital telah mengubah seluruh aspek kehidupan manusia, salah satunya pendidikan. Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memungkinkan penyelenggaraan pendidikan secara daring. Pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa TIK kini adalah bagian yang tak terpisahkan dalam pendidikan. Namun, tidak semua orang bisa mengakses pendidikan secara daring dengan optimal. Penyandang disabilitas netra adalah salah satu yang menghadapi kendala dalam pembelajaran. SLB A Pembina Tingkat Nasional belum sepenuhnya siap untuk menjalani pembelajaran daring. Guru masih harus beradaptasi dengan teknologi dan sistem manajemen belajar daring yang tidak sederhana. Orang tua atau pendamping siswa tuna netra juga perlu mendapatkan edukasi berkaitan dengan proses belajar daring. Sementara siswa juga perlu diajarkan agar dapat belajar daring secara mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilakukan guna meningkatkan kemampuan guru dan orang tua/ pendamping siswa dalam hal sistem manajemen belajar daring agar dapat memandu siswa beraktivitas. Secara bersamaan PKM ini mendorong guru dan orang tua untuk membangun komunikasi yang dinamis dan transaksional yang berkesinambungan agar siswa berkebutuhan dapat belajar dari rumah secara optimal.Kata Kunci: Sistem manajemen pembelajaran; Disabilitas; Covid-19; Belajar Daring; Komunikasi Transaksional
Model Perilaku Komunikasi Generasi Muda Dalam Pemanfaatan Media Digital Memasuki Era 4.0 Dan 5.0 di Kecamatan Kuranji
Zis, Sirajul Fuad;
Dewi, Rahmi Surya;
Efendi, Zainal
Jurnal Komunikasi Profesional Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas dr. Soetomo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (54.339 KB)
|
DOI: 10.25139/jkp.v5i1.3624
Changes in the communication behavior of millennial generation and generation Z in the digital era have shifted from the previous period, these changes can be seen in everyday life the lack of face-to-face interactions. Based on this, this study aims to analyze how the communication behavior of millennials and generation Z in the digital era. This study used a qualitative method with the Alfred Schutz model. The results showed four new behaviors were formed, namely the first behavior, the communication process became passive, the second behavior reduced face-to-face communication, the third behavior was unfocused communication, the fourth behavior was the dynamics of online communication.
Peran key opinion leader dalam pemasaran film bertema kekerasan seksual
Nurulita, Fadliyya Syifa;
Primadini, Intan
Jurnal Komunikasi Profesional Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas dr. Soetomo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (554.765 KB)
|
DOI: 10.25139/jkp.v5i2.3630
Violence against women does not only occur in the private sphere, but also in the public sphere, for example in the workplace and educational institutions. Bombshell, a based on true story movie raises the issue of violence against women in the workplace. Promoting movies on violence against women theme in a country that still adheres to a patriarchal system is not easy. However, in Indonesia, it turned out that this movie not only attracted a large audience, but also received positive reviews from various parties. That success can be achieved due to the Marketing Public Relations strategy carried out by Cinema XXI as its distributor. This study aims to find out the Marketing Public Relations strategy of Cinema XXI in promoting Bombshell. This study is a qualitative research and data is obtained through in-depth interviews. Based on the result of this study, it is known that in order to get positive coverage, Bombshell’s marketing campaign also aimed to shape perceptions as well as to educate the audience regarding the issue of violence against women in the workplace. Furthermore, there was a significant role of Key Opinion Leaders in creating awareness about the raised issues as well as inviting audiences to watch the movie. Keywords: Bombshell  ; Key Opinion Leader; Marketing Public Relations; Violence against Women.