cover
Contact Name
Maria Frani Ayu Andari Dias
Contact Email
mariafrani10@gmail.com
Phone
+6281230038196
Journal Mail Official
lppmstikessuakainsan@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Suaka Insan Banjarmasin Jln. H. Zafri Zam-zam no. 08 Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Suaka Insan
ISSN : 25275798     EISSN : 25807633     DOI : https://doi.org/10.51143/jksi
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) is a scientific publication journal that is published every six months (June and December) using peer review method for article selection. It is intended for practitioners, academics, professionals, students or the general public who are involved and interested in the development of Health Sciences and Nursing Sciences include training, education and practice. JKSI received relevant articles in the health and nursing fields, which included research articles, literature reviews and case studies.
Articles 261 Documents
Hubungan Tipe Pola Asuh Orangtua Permisif Dengan Perkembangan Emosional Anak Usia 4-6 Tahun yang menggunakan Gadget di TK Barunawati Banjarmasin Sapariah Anggraini; Yohana Gabrilinda Adang; Velly Cahayani
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i1.87

Abstract

Latar Belakang: Pola asuh orangtua permisif yaitu bentuk pola asuh dimana terdapat aspek-aspek kontrol yang sangat longgar terhadap anak, hukuman dan hadiah tidak pernah diberikan semua keputusan di serahkan kepada anak orang tua bersikap masa bodoh dan pendidikan bersifat bebas, sedangkan perkembangan anak usia 4-6 tahun salah satunya dipengaruhi oleh pola asuh orang tua. Fenomena yang terjadi sekarang ini sering kita lihat anak menggunakan gadget dan orangtua membiarkan saja tanpa memberi batasan waktu. Anak yang menggunakan gadget akan mengalami penurunan dalam bersosialisasi dan mengatur emosi sehingga anak menjadi tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya, lebih ironis lagi anak tidak bisa menghormati orangtua. Tujuan Penelitian: Mengetahui Hubungan Tipe Pola Asuh Orang tua Permisif Dengan Perkembangan Emosional Anak Usia 4-6 Tahun Yang menggunakan Gadget di TK Barunawati Banjarmasin Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan design deskriptif korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di TK Barunawati Banjarmasin. Sampel di ambil menggunakan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 51 responden. Pengumpulan data menggunakan metode kuisioner. Analisa data menggunakan analisis uji spearman rank pada α = 0,05. Hasil: Dari 51 responden terdapat 18 responden (35,3%) yang pola asuh permisif kurang. Perkembangan emosional anak usia 4-6 tahun yang menggunakan gadget dari 51 responden yang menunjukan perkembangan emosional cukup sebanyak 16 responden (31,4%). Koefisien korelasi spearman rank menunjukan sigifikasi < 0,05 yaitu p= 0,470 Kesimpulan: Ada hubungan antara pola asuh orang tua permisif dengan perkembangan emosional anak usia 4-6 tahun yang menggunakan gadget.
HUBUNGAN DUKUNGAN EMOSIONAL KELUARGA DENGAN TINGKAT NYERI PADA ANAK ACUTE LYMPHOBLASTIC LEUKEMIA AKIBAT KEMOTERAPI Nalau Sapu Rata; Mohammad Basit; Sapariah Anggraini
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i1.88

Abstract

Latar Belakang : Fenomena yang terjadi yaitu anak sering merasakan nyeri akibat efek samping kemoterapi. Dukungan emosional keluarga kepada anak sangat dibutuhkan, karena perasaan atau energi positif yang diberikan membuat anak merasa aman, tentram, dan dicintai, sehingga mampu menurunkan atau meminimalisir nyeri yang dirasakan anak. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan dukungan emosional keluarga dengan tingkat nyeri pada anak Acute Lymphoblastic Leukemia akibat kemoterapi di Ruang Hemato Onkologi Tulip III A RSUD Ulin Banjarmasin. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah keluarga dan anak Acute Lymphoblastic Leukemia yang mengalami nyeri akibat kemoterapi. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 30 responden. Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan analisis uji Spearman Rank pada α=0,05. Hasil : Dari 30 responden, terdapat 18 responden (60,0%) yang sering memberikan dukungan emosional keluarga pada anak. Tingkat nyeri pada anak Acute Lymphoblastic Leukemia akibat kemoterapi dari 30 responden/anak yang menunjukkan nyeri sedang sebanyak 19 responden (63,3%). Koefisien korelasi Spearman Rank menunjukkan 0,380 signifikansi 0,038 dengan (a) 0,05. Kesimpulan : Ada hubungan antara dukungan emosional keluarga dengan tingkat nyeri pada anak Acute Lymphoblastic Leukemia akibat kemoterapi (p=0,038).
MAKNA MENJADI SUPERVISOR BAGI KEPALA RUANGAN DI RSUD RATU ZALECHA MARTAPURA Dewi Setya Paramitha; Yati Afiyanti; Yuliani Budiyarti
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i1.89

Abstract

Supervisi di rumah sakit adalah salah satu kunci untuk tetap mempertahankan kualitas asuhan keperawatan. Kompetensi kepala ruangan dalam melaksaksanakan perannya sebagai supervisor di ruang rawat harus menitik beratkan pada pengembangan sikap professional, keterampilan klinis serta peningkatan karir staf. Oleh karena itu penelitian ini berusaha untuk mengungkap makna pengalaman yang dirasakan kepala ruangan saat berperan menjadi supervisor di ruang rawat. Studi ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi melalui wawancara mendalam pada enam orang kepala ruangan di RSUD Ratu Zalecha Martapura. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menjadi seorang supervisor bagi kepala ruangan juga berarti sebagai pengarah dalam mengembangkan pengetahuan perawat, sebagai bagian tugas dan kewajiban dalam pekerjaan dan sebagai bagian pencapaian aktualiasasi diri. Supervisor memainkan peran penting untuk mendukung pemberian asuhan keperawatan yang berkualitas. Hasil penelitian ini diharapkan agar kepala ruangan selalu berupaya menjadi role model bagi perawat pelaksana, meningkatkan pengetahuan tentang supervisi dan manajemen kepemimpinan secara berkesinambungan.
PENGALAMAN KEPALA RUANGAN DALAM MENJALANKAN FUNGSI PENGARAHAN DIRUMAH SAKIT BANJARMASIN Lucia Andi Chrismilasari; Yati Afiyanti; Yustan Azidin
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v2i2.92

Abstract

Kepala ruang merupakan manajer tingkat bawah/lini yang memegang peranan cukup penting dalam menentukan keberhasilan pelayanan keperawatan melalui fungsi manajemen pelayanan. Fungsi pengarahan merupakan merupakan fungsi yang paling fundamental dalam manajemen keperawatan karena berdampak dalam meningkatkan atau menurunkan kepuasan kerja perawat pelaksana yang pada akhirnya akan sangat berpengaruh pada mutu pelayanan di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengekplorasi berbagai pengalaman kepala ruangan dalam menjalani fungsi pengarahan di Rumah Sakit .Pengumpulan data yang dilakukan terhadap 7 orang partisipan dengan wawancara mendalam di tiga rumah sakit berbeda di Banjarmasin. Wawancara direkam kemudian dibuat dalam bentuk transkrip verbatim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi pengarahan yang dilakukan oleh kepala ruangan terdiri atas pendelegasian dalam fungsi pengarahan yang dilakukan secara berjenjang dengan memperhatikan aspek legal; pemberian motivasi dengan menyeimbangkan pemberian reward dan punishment serta tidak melupakan motivasi relligi; supervisi dengan mempertimbangkan mekanisme, tujuan, sasaran dan model supervisi; Mengatasi konflik dengan belajar dari pengalaman sebelumnya; melaksanakan komunikasi dan koordinasi dalam melakukan pengarahan. Hasil studi ini diharapkan perawat manager dapat berkolaborasi baik dengan institusi pendidikan maupun rumah sakit dalam hal pendidikan kepala ruangan baik secara formal dan informal.
PENGARUH EFEK SAMPING OAT (OBAT ANTI TUBERCULOSIS) TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TBC DI PUSKESMAS I Kadek Seniantara; Theresia Ivana; Yohana Gabrilinda Adang
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.98

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi kronis yang masih menjadi masalah kegawat daruratan global dan penyebab kematian terbesar setelah Human Immunodeficiency Virus. Sekitar 80% kasus TB yang dilaporkan terjadi di 22 negara di dunia, Indonesia termasuk dalam negara High-Burden countries dan berada diperingkat kelima sebagai negara dengan kasus TB terbesar setelah India, Cina, Afrika Selatan dan Nigeria. Adanya Efek samping obat anti tuberkulosis dan putusnya terapi obat diketahui merupakan salah satu fakor risiko terjadinya kegagalan pengobatan. Tujuan: mengetahui pengaruh efek samping OAT terhadap kepatuhan minum obat pada pasien TBC di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian Corelational study. Teknik sampling non-probability sampling jenis purposive sampling, jumlah sampel 40 penderita TB. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Spearman rank. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dengan 13 butir soal untuk variable Pengaruh dan 14 kuesioner untuk variable Kepatuhan. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa korelasi yang terjadi antara efek samping OAT dan kepatuhan minum obat adalah hubungan yang berbanding lurus artinya semakin berat efek samping OAT maka semakin tidak patuh minum obat, dan semakin ringan efek samping OAT maka semakin patuh minum obat. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara pengaruh efek samping OAT terhadap kepatuhan minum obat pada pasien TBC di Puskesmas Pekauman Banjarmasin.
PENGARUH HIPNOPARENTING TERHADAP MUAL MUNTAH AKIBAT KEMOTERAPI PADA ANAK DENGAN AKUT LIMPOBLASTIK LEUKEMIA Chrisnawati Chrisnawati; Safariah Anggraini; Dwi Martha Agustina
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.99

Abstract

Latar Belakang: Secara umum pengobatan untuk anak dengan Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) adalah kemoterapi. Terapi kemoterapi memberikan efek mual muntah pada saat atau setelah tindakan, mual muntah menyebabkan rasa yang tidak nyaman pada pasien anak dengan ALL. Salah satu tindakan keperawatan komplementer yang dilakukan adalah hypnoparenting untuk mengurangi mual dan muntah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hypnoparenting terhadap mual muntah akibat kemoterapi pada anak dengan Acute Lymphoblastic Leukemia di RSUD Ulin Banjarmasin dan mengetahui perbedaan tingkat mual muntah sebelum dan setelah hypnoparenting. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain Quasi Eksperimental yang telah melewati uji Etika Penelitian. Pemilihan kelompok penelitian berjumlah 30 pasien anak yang telah menandatangani informed consent. Kelompok dibagi menjadi 2 kelompok besar yaitu 15 pasien anak di kelompok kontrol dan 15 pasien anak di kelompok eksperimen dan pengukuran mual muntah menggunakan Instrumen Rhodes Index Nausea, Vomiting & Retching (RINVR) akibat kemoterapi pada kelompok control dan kelompok intervensi. Hasil: Menujukan penurunan rerata mual muntah pada kelompok intervensi sebesar 7,06; perbedaan yang signifikan rata-rata skor mual-muntah sebelum dan sesudah dilakukan hypnoparenting P value 0,001 (P<0,05) Kesimpulan: Hypnoparenting memiliki keefektifan yang signifikant dalam menurunkan mual muntah akibat kemoterapi pada anak ALL.
GANGGUAN RASA NYAMAN PADA PASIEN HIPERTENSI Insana Maria
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.100

Abstract

Latar belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyebab gangguan rasa nyaman yang dapat terjadi pada aspek biologis, psikologis, sosial dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran gangguan rasa nyaman pada pasien Hipertensi di wilayah kerja Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Martapura 1. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian sebanyak 150 orang dan sampel 109 responden dengan menggunakan teknik pengambilan purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil: Penelitian ini menunjukkan mayoritas responden pada aspek biologis mengalami ketidak nyamanan sebanyak 80,7%. Mayoritas responden pada aspek psikologis mengalami ketidak nyamanan sebanyak 67%. Mayoritas responden pada aspek sosial mengalami ketidak nyamanan sebanyak 64,2%. Mayoritas responden pada aspek spiritual mengalami ketidak nyamanan sebanyak 70,6%. Mayoritas responden mengalami ketidaknyamanan sebanyak 75,2%. Kesimpulan: Dalam penelitian ini disarankan untuk pasien agar menambah wawasan tentang pengendalian rasa nyaman agar mampu diterapkan untuk pengendalian dari efek Hipertensi.
PENGARUH MUROTTAL AL-QUR’AN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN JANTUNG Muhammad Chairil Ibnu Saleh; Dwi Martha Agustina; Lukmanul Hakim
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.101

Abstract

Latar Belakang : Pasien dengan penyakit jantung yang baru pertama terdiagnosa seringkali mengalami kecemasan terhadap penyakitnya yang disebabkan oleh ketakutan atau kekhawatiran yang berlebihan. Rasa cemas yang berlebihan dapat memperburuk keadaan, membuat penyakit tidak kunjung sembuh dan waktu perawatan di rumah sakit menjadi lama sehingga perlu diatasi dengan menggunakan terapi audio, salah satunya dengan menggunakan terapi murottal al-qur’an. Murottal al-qur’an bekerja pada otak, ketika mendapatkan rangsangan dari luar, maka otak memproduksi zat neuropeptide yang mengangkut reseptor-reseptor dalam tubuh sehingga membuat perasaan menjadi nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh murottal al-qur’an terhadap tingkat kecemasan pada pasien dengan masalah penyakit Jantung di Ruang Alamanda Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin. Metode: Jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan rancangan penelitian pre-eksperimental design dengan pendekatan one shot case study teknik sampling menggunakan purposive sampling, jumlah sampel 15 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Hospital Anxiety & Depression Scale (HADS). Analisa data yang digunakan adalah uji nonparametrik Wilcoxon Signed Rank. Hasil: Berdasarkan uji Wilcoxon didapatkan p value = 0,001 (<0,05), artinya ada pengaruh murottal al-qur’an terhadap tingkat kecemasan pada pasien jantung di ruang Alamanda RSUD Ulin Banjarmasin. Kesimpulan: Adanya pengaruh murottal al-qur’an terhadap tingkat kecemasan pada pasien dengan penyakit jantung di ruang Alamanda RSUD Ulin Banjarmasin.
SYSTEMATIC REVIEW: PENGGUNAAN SMARTPHONE UNTUK PROGRAM MANAGEMENT LIFE STYLE PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Oktovin Oktovin; Ermeisi Er Unja; Aulia Rachman
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.102

Abstract

Latar Belakang : Angka kejadian Diabetes Melitus (DM) di dunia mencapai 371 juta jiwa pada tahun 2012 dan meningkat menjadi 382 juta jiwa pada tahun 2013. Angka ini akan meningkat mencapai 592 juta jiwa pada tahun 2035 dengan jenis DM yang terbanyak adalah DM Tipe 2 (90%-96%). DM Tipe 2 dapat ditangani terutama dengan merubah life style (diet dan aktifitas fisik) harian. Oleh karena itu peran tenaga kesehatan sangat diperlukan dalam usaha promotif dan preventif dalam mengendalikan perubahan life style pasien DM, terutama dengan memanfaatkan Teknologi saat ini. Metode : Peneltian ini menggunakan metode Systematic Review dengan mencari jurnal penelitian sesuai dengan kriteria inklusi untuk dianalis. Hasil: dari 4614 terdapat 4 jurnal penelitian yang serupa untuk di analisa terkait efektifitas penggunaan media telekomunikasi dalam membantu pasien mengubah life style dalam mengontrol kadar gula darah pada pasien DM Tipe 2. Kesimpulan: penggunaan media telekomunikasi terutama dalam penggunaan aplikasi smartphone sangat efektif dalam mempengaruhi kepatuhan program terapi baik diet dan aktifitas fisik pada pasien DM Tipe 2.
HUBUNGAN OPTIMISME DENGAN TINGKAT KECEMASAN DAN DEPRESI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Pron Yogi; Dyah Trifianingsih; Dwi Martha Agustina
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i2.103

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang serius. Pengobatan yang umum untuk pasien dengan masalah kanker payudara yaitu kemoterapi. Data menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 48% wanita yang menjalani kemoterapi, mengalami kecemasan dan depresi. Optimisme merupakan salah satu faktor prediktor yang baik untuk berbagai penyakit somatik, termasuk pada berbagai jenis kanker. Optimisme dinilai sebagai salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kecemasan dan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan optimisme dengan tingkat kecemasan dan depresi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Ulin Banjarmasin. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan populasi yaitu pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di ruang Edelweis RSUD Ulin Banjarmasin dengan jumlah sampel 28 responden diambil dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner LOT-R dan HADS. Hasil: Optimisme responden berada pada kategori sedang sebanyak 23 (82,14%) orang, untuk tingkat kecemasan sedang sebanyak 18 (64,28%) orang dan dengan tingkat depresi ringan sebanyak 15 (53,57%) orang. Hasil analisis menunjukkan hasil correlation coefficient dan signifikansi = -0,531, p = 0,04 (optimisme dan kecemasan) dan = -0,569, p = 0,02 (optimisme dan depresi). Kesimpulan: Ada hubungan antara optimisme dengan tingkat kecemasan dan depresi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Ulin Banjarmasin.

Page 6 of 27 | Total Record : 261