cover
Contact Name
Maria Frani Ayu Andari Dias
Contact Email
mariafrani10@gmail.com
Phone
+6281230038196
Journal Mail Official
lppmstikessuakainsan@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Suaka Insan Banjarmasin Jln. H. Zafri Zam-zam no. 08 Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Suaka Insan
ISSN : 25275798     EISSN : 25807633     DOI : https://doi.org/10.51143/jksi
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) is a scientific publication journal that is published every six months (June and December) using peer review method for article selection. It is intended for practitioners, academics, professionals, students or the general public who are involved and interested in the development of Health Sciences and Nursing Sciences include training, education and practice. JKSI received relevant articles in the health and nursing fields, which included research articles, literature reviews and case studies.
Articles 261 Documents
EVALUASI KOMPETENSI MAHASISWA KEPERAWATAN SEMESTER VIII ANGKATAN VII DALAM PEMBELAJARAN EVIDENCE BASED PRACTICE DI STIKES SUAKA INSAN BANJARMASIN Tarigan Sabarina; Chrisnawati Chrisnawati; Imelda Ingir Ladjar
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v2i2.76

Abstract

Abstrak : Penerapan Evidence Based Practice (EBP) saat ini telah menjadi salah satu dari peran perawat profesional, karena EBP membantu memperbaiki kualitas dari praktek perawat. Guna mempersiapkan hal tersebut, Mahasiswa/I keperawatan perlu memiliki kompetensi yang baik dalam pembelajaran Evidence Based Practice selama masa pendidikan. Tujuan Penelitian : Mengevaluasi kompetensi mahasiswa keperawatan semester VIII angkatan VII dalam pembelajaran Evidence Based Practice di STIKES Suaka Insan Banjarmasin. Metode : Desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei menggunakan teknik total populasi sampling sebanyak 53 mahasiswa keperawatan semester VIII angkatan VII, pengumpulan data dengan kuesioner EBP-COQ, analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi, mean, dan standar deviasi. Desain penelitian deskriptif kualitatif dengan metode Focus Group Discussion (FGD) pada 7 responden dalam sampel. Hasil : Kompetensi mahasiswa keperawatan semester VIII angkatan VII dalam pembelajaran Evidence Based Practice terbanyak pada kategori cukup 35 responden (66,03%), nilai mean 83 dan nilai SD 8,80. Pengetahuan terbanyak pada kategori cukup 44 responden (83,01%), nilai mean 21,54 dan nilai SD 2,15. Keterampilan terbanyak pada kategori cukup 41 responden (77,35%), nilai mean 20,22 dan nilai SD 3,46. Sikap terbanyak pada kategori cukup 27 responden (50,94%), nilai mean 41,22 dan nilai SD 4,83. Kesimpulan : Kompetensi Mahasiswa/I keperawatan semester VIII angkatan VII dalam pembelajaran Evidence Based Practice dalam kategori cukup dengan komponen tertinggi yaitu sikap, kemudian pengetahuan, dan yang paling rendah yaitu keterampilan.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KINERJA PADA PERAWAT Zulita Fismasari; Triana Noor Edwina DS
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v2i2.77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan dukungan keluarga dengan kinerja pada perawat. Hipotesis penelitian ini adalah: 1). Ada hubungan positif antara Efikasi diri dengan kinerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati. Semakin tinggi efikasi diri maka kinerja perawat semakin tinggi, begitu pula sebaliknya semakin rendah efikasi diri maka kinerja perawat semakin rendah. 2) Ada hubungan positif antara Dukungan keluarga dengan Kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati. Semakin tinggi dukungan keluarga maka kinerja perawat semakin tinggi, begitu pula sebaliknya semakin rendah dukungan keluarga maka kinerja perawat semakin rendah. 3) Ada hubungan antara Efikasi diri, dukungan keluarga dan kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati. Metode pengumpulan data penelitian menggunakan skala efikasi diri, skala dukungan keluarga, dan skala kinerja. Sampel penelitian ini sebanyak 136 perawat diruang rawat inap rumah sakit Panembahan Senopati. Cara pengambilan sampel penelitian dengan teknik cluster random sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis product moment dan regresi ganda linier. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang sangat positif antara efikasi diri dengan kinerja dimana nilai koefisien korelasi sebesar 0.533 dengan p= 0,01 (p<0,05). Ada hubungan positif antara dukungan keluarga dengan kinerja dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.467 dengan p=0,012 (p<0,05). Ada hubungan positif antara efikasi diri dan dukungan keluarga dengan kinerja pada perawat dengan nilai F hitung sebesar 6.755 dengan p=0.002 (p<0.05). Sumbangan efektif variabel efikasi diri terhadap kinerja sebesar 28,4%, sedangkan 71,6% dijelaskan oleh faktor lain. Sumbangan efektif variabel dukungan keluarga terhadap kinerja sebesar 21,8%, sedangkan 78,2% dijelaskan oleh faktor lain.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR PADA MAHASISWA Gertrudis Tutpai; Triana Noor Edwina Dewayani Suharto
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v2i2.78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan dukungan sosial orangtua dengan kemandirian belajar pada mahasiswa Program Studi Sarjana Stikes Suaka Insan Banjarmasin. Sampel penelitian ini sebanyak 108 mahasiswa. Analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi product moment dan analisis regresi linier berganda. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode skala. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara motivasi belajar dengan kemandirian belajar pada mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Stikes Suaka Insan Banjarmasin, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,584 dan p sebesar 0,000 (p<0,05); ada hubungan positif antara dukungan sosial orangtua dengan kemandirian belajar pada mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Stikes Suaka Insan Banjarmasin, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,590 dan p sebesar 0,000 (p<0,05), ada hubungan antara motivasi belajar dan dukungan sosial orangtua secara bersama-sama dengan kemandirian belajar pada mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Stikes Suaka Insan Banjarmasin dengan nilai r sebesar 0,65 dan R sguare 0,423 atau 42,3 %, artinya bahwa 42,3 % variabel kemandirian belajar dijelaskan oleh motivasi belajar dan dukungan sosial orangtua, sedangkan sisanya sebesar 57,7% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini antara lain intelegensi, minat, persepsi, sikap, lingkungan sekolah, kurikulum dan sarana belajar.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN COMPASSION FATIGUE PADA PERAWAT JIWA DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM KABUPATEN BANJAR Amelia A; Iswantoro Iswantoro; Chrisnawati Chrisnawati
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i1.79

Abstract

Latar Belakang : Peran perawat jiwa identik dengan perilaku caring dan empati dalam menangani klien dengan ganguan jiwa, keterlibatan emosional dalam berempati dapat meyebabkan stres, kecemasan dan depresi yang dapat memicu terjadinya compassion fatigue pada perawat jiwa. Compassion fatigue menjadi tren dan isu dalam keperawatan, yang membutuhkan perhatian yang serius akibat dampak yang ditimbulkan. Compassion fatigue adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kombinasi antara burnout (BO) dan stress traumatic secondary (STS) yang merupakan kelelahan fisik dan psikologis yang menjadi gambaran akan bahaya kerja pada perawat jiwa yang menjalankan perannya sebagai care giving dalam memberikan perilaku caring pada klien mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan compassion fatigue pada perawat jiwa di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Kabupaten Banjar. Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, tempat penelitian di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Kabupaten Banjar pada bulan Maret, jumlah sampel sebanyak 80 perawat jiwa menggunakan kuesioner, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan spearman rho. Hasil : Hasil uji statistik menunjukan ada hubungan yang signifikan antara usia dengan BO (p=0,005), usia dengan STS (p=0,002), tidak ada hubungan antara usia dengan compassion satisfaction (p=0,139), ada hubungan antara status pernikahan dengan BO (p=0,000), status pernikahan dengan STS (p=0,000), status pernikahan dengan compassion satisfaction (p=0,000), ada hubungan antara stres kerja dengan BO (p=0,000), stres kerja dengan STS (p=0,000), stres kerja dengan compassion satisfaction (p=0,000), ada hubungan antara empati dengan BO (p=0,021), empati dengan STS (p=0,031), tidak ada hubungan antara empati dengan compassion satisfaction (p=0,161). Kesimpulan : Faktor-faktor yang berhubungan dengan compassion fatigue pada perawat jiwa antara lain usia, status pernikahan, stres kerja, dan empati di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Kabupaten Banjar.
HUBUNGAN ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL) DENGAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA KE MBANG RAMBAI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI BILU Jians Fauji; Theresia Ivana; Dwi Martha Agustina
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i1.80

Abstract

Latar Belakang : Secara umum seseorang yang telah memasuki masa lanjut usia mengalami perubahan fisiologis, perubahan fungsional sehingga lansia memerlukan beberapa bantuan untuk melakukan aktivitas sehari-harinya, dan perubahan mental dapat mengakibatkan terjadinya penurunan fungsi kerja otak. Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui hubungan Activity of Daily Living (ADL) dengan kemampuan Kognitif pada lansia di Posyandu Lansia Kembang Rambai Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Bilu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah lansia di Posyandu Lansia Kembang Rambai Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Bilu. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 30 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan analisis uji Spearman Rho. Dari 30 responden yang mandiri dalam melakukan Activity of Daily Living, terdapat 20 responden (66,7%), ketergantungan terdapat 10 responden (33,3%). Tingkat kemampuan kognitif lansia dari 30 responden yang menunjukkan probable gangguan kognitif sebanyak 9 responden (30%) Dari 30 responden Koefisien korelasi Spearman Rho menunjukkan signifikasi 0,926 < (a)= 0,05. Ada hubungan antara Activity of Daily Living (ADL) dengan Kemampuan Kognitif Pada Lansia Kata Kunci : Lansia, Activity of Daily Living (ADL), dan Kemampuan Kognitif
PERBEDAAN RESPONSE TIME PERAWAT PADA PASIEN STROKE YANG MENGGUNAKAN AMBULAN DENGAN YANG TIDAK MENGGUNAKAN AMBULAN DI RSUD ULIN BANJARMASIN Indra Indra; Abdurrahman Wahid; Ifa Hafifah
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i1.81

Abstract

Latar Belakang: Stroke memerlukan tindakan yang cepat dan tepat agar tidak terjadi kelumpuhan dan kematian, faktor yang mempengaruhi penatalaksaan stroke salah satunya adalah response time. Response time sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah transportasi yang digunakan pasien. Hasil studi pendahuluan, dari 5 pasien yang menggunakan ambulan rata-rata response timenya adalah 3 menit 47 detik, sedangkan 4 pasien yang tidak menggunakan ambulan adalah 5 menit 11 detik. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan response time perawat pasien stroke yang menggunakan ambulan dengan yang tidak menggunakan ambulan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi observasional secara cross sectional dengan jumlah sampel 40 pasien stroke di IGD RSUD Ulin Banjarmasin yang diambil dengan teknik accidental sampling. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi dengan uji mann whitney. Hasil: Tidak ada perbedaan response time perawat pasien stroke yang menggunakan ambulan dengan yang tidak menggunakan ambulan di RSUD Ulin Banjarmasin dengan nilai p value=0,268 (>0,05). Pembahasan: Response time pasien stroke di IGD RSUD Ulin Banjarmasin telah sesuai dengan standar yang ditentukan
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS RAWAT INAP CEMPAKA Rina Lidia; Musafaah Musafaah; Ifa Hafifah
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i1.82

Abstract

Background:Elderly changes in the body system that causes an increase in blood pressure (hypertension) is affected by stress levels one of them. Objectives: Determine relationship between stress level and hypertension among elderly in Puskesmas Rawat Inap Cempaka. Method: Research was conducted on 7-13 February 2018 with cross sectional design with total sample was 54 elderly were taken using Purposive Sampling technique. The instrument used is Perceived Stress Scale Questionnaire (PSS) -10 to assess stress level and tensimeter to assess the pressure high blood pressure (hypertension). Results: Based on Chi-square test results, there is no relationship of stress level with the incidence of hypertension in elderly at Puskesmas Rawat Inap Cempaka. The value of p-value (p = 0.071). Discussion: There are several factors that affect hypertension, so the stress level factor can not be the single factor causing the occurrence of hypertension.
PERBEDAAN RESPONSE TIME ANTARA PASIEN STROKE YANG MENGGUNAKAN JAMINAN KESEHATAN DENGAN PASIEN UMUM DI RSUD ULIN BANJARMASIN Herry Setiawan; Verawati Verawati; Abdurahman Wahid; Herry Setiawan
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i1.84

Abstract

Latar Belakang: Data kegiatan di RSUD Ulin Banjarmasin stroke penyakit urutan ke-6, rata-rata 89 pasien setiap bulannya terhitung dari bulan januari sampai mei 2017. Salah satu faktor yang mempengaruhi penanganan pasien stroke dalam mencegah kecacatan dan kematian adalah kecepatan dalam memberikan pertolongan (response time). Tujuan: Mengetahui perbedaan response time antara pasien stroke yang mengunakan jaminan kesehatan dengan pasien umum di RSUD Ulin Banjarmasin. Metode: Desain penelitian studi observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengampilan sampel jenis accidental sampling. Jumlah sampel 40 pasien stroke dari bulan November sampai Desember 2017. Instrumen penelitian yaitu lembar observasi. Analisis bivariat menggunakan uji mann whitney dengan nilai Sig α=0,05. Hasil: Tidak ada perbedaan response time antara pasien stroke yang menggunakan jaminan kesehatan dengan pasien umum di RSUD Ulin Banjarmasin dengan nilai p value=0,785 (>0,05).Pembahasan: Pasien yang datang ke RSUD Ulin Banjarmasin langsung ditangani dengan cepat dan tepat.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE BOLA SALJU (SNOW BALL THROWING) TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR TENTANG KANKER SERVIKS DI WILAYAH PUSKESMAS KAYON PALANGKA RAYA Theresia Ivana; Repilita Repilita; Aulia Rachman
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i1.85

Abstract

Latar Belakang : Kanker Serviks merupakan keganasan pada leher rahim, terjadi di daerah organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke rahim, dan terletak antara rahim (uterus) dan lubang vagina. Salah satu penyebab Kanker Serviks karena kurangnya memahami faktor resiko dan pencegahannya, oleh sebab itu diperlukan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pada wanita usia subur. Ketika tidak diberikan pendidikan kesehatan tentang Kanker Serviks dan Wanita Usia Subur tidak mengetahui tentang Kanker Serviks maka resiko untuk terkena Kanker Serviks tidak dapat dicegah. Tujuan : mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan dengan metode bola salju (snow ball throwing) terhadap pengetahuan dan sikap wanita usia subur tentang kanker serviks di wilayah puskesmas kayon RW.IV RT.I Palangka Raya. Metode : Pre-eksperimental one group pretest-posttest design, non probability sampling, purposive sampling, sampel 12 responden. Analisa univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon sign rank, Instrumen kuesioner 31 butir soal pengetahuan dan sikap 16 butir soal. Hasil : Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, tingkat pengetahuan kategori kurang 8 (66,7%) dan sikap negatif 10 (83,3%). Pengetahuan setelah pendidikan kesehatan kategori baik 8 (66,7%), sikap positif 10 (83,3%) responden. Kesimpulan : Pendidikan kesehatan metode bola salju efektif dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap pada wanita usia subur
PENGARUH TRUNK STABILITY EXERCISE TERHADAP KEKUATAN OTOT PUNGGUNG DAN OTOT TUNGKAI PADA LANJUT USIA DI PSTW BUDI MULIA I DAN II JAKARTA TIMUR Theresia Jamini; Lousiana Lousiana
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v3i1.86

Abstract

Latar Belakang: Berkurangnya kemampuan mempertahankan stabilitas tubuh pada lansia dipengaruhi oleh penurunan kekuatan otot dan keseimbangan tubuh yang dapat meningkatkan resiko jatuh. Tindakan mandiri seorang perawat medikal bedah pada pelayanan komunitas lanjut usia adalah memberikan edukasi dan keterampilan dalam upaya menurunkan resiko jatuh yang dapat menimbulkan masalah berkepanjangan. Bentuk latihan yang dapat diberikan pada lanjut usia untuk mencegah penurunan fungsi otot adalah dengan melakukan trunk stability exercise. Tujuan: Menganalisa pengaruh Trunk Stability Exercise terhadap kekuatan otot pada lansia di PSTW Budi Mulia I dan II Jakarta Timur. Metode: Desain penelitian quasi experimental pre dan post design dengan kelompok kontrol Sampel sebanyak 110 responden (82 intervensi dan 28 kontrol) diambil secara purposive sampling. Hasil: Berdasarkan analisis univariate mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (58,2%), IMT kategori kurus (48,2%) dan olahraga kategori sering (66,4%). Berdasarkan hasil t-independent test bahwa ada pengaruh Trunk Stability Exercise terhadap kekuatan otot tungkai dengan nilai pvalue: 0,004 (< 0,05) terhadap kekuatan otot punggung dengan pvalue : 0,040 (< 0,05). Berdasarkan uji beda Mann Whitney ada perbedaan signifikan peningkatan otot punggung dan tungkai kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai kekuatan otot punggung pvalue 0,001 (< 0,05) dan kekuatan otot tungkai pvalue 0,025 (< 0,05) dan terhadap keseimbangan tubuh dengan pvalue 0,000 (< 0,05). Berdasarkan pired two test menunjukkan ada perbedaan signifikan kekuatan otot punggung dan tungkai sebelum dan sesudah intervensi dengan pvalue 0,000 (< 0,05). Kesimpulan: Terdapat peningkatan kekuatan otot punggung dan otot tungkai pada lanjut usia di PSTW Budi Mulia I dan II Jakarta Timur setelah dilakukan Trunk Stability Exercise. Saran agar lansia diberikan Trunk Stability Exercise untuk meningkatkan kekuatan otot secara terjadwal.

Page 5 of 27 | Total Record : 261