EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN
Fokus dan scope Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan meliputi hasil kajian ilmiah di bidang pendidikan baik yang dilakukan oleh guru, dosen maupun peneliti independent. Kajian tersebut meliputi, filsafat pendidikan, psikologi pndidikan, bimbingan dan konseling pendidikan, metodologi pendidikan, analisis kebijakan pendidikan, pengelolaan pendidikan, analisis kepemimpinan dan penelitian-penelitian lainnya di bidang praktis pendidikan.
Articles
2,458 Documents
Pemikiran Kartini Mengenai Pendidikan Perempuan
Tia Amanda Pratiwi MD;
Hudaidah Hudaidah
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2021): April Pages 250-630
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i2.386
Pendidikan perempuan adalah suatu sistem penyampaian ilmu yang diberikan kepada para perempuan, dimana pendidikan untuk perempuan maupun laki-laki sudah seharusnya setara . Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pemikiran serta perjuangan RA.Kartini dalam bidang pendidikan terutama pendidikan perempuan. Metode penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif dan jenis kajian yang digunakan adalah kajian pustaka. Dimana penelitian ini dilakukan lewat berbagai macam sumber informasi kepustakaan seperti buku, jurnal ilmiah, ensiklopedia, majalah, koran, dokumen dan lainnya. Raden Ajeng Kartini merupakan tokoh atau pejuang perempuan yang memiliki peran penting dalam pendidikan terutama pendidikan terutama pendidikan perempuan di Indonesia. Ia lahir di Jepara, Jawa Tengah pada 21 April 1879 atau 28 Rabi’ul Akhir tahun Jawa 1808. Ia merupakan anak dari sepasang suami istri bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan M.A. Ngasirah. Pada masa itu, pendidikan bagi perempuan merupakan perihal yang sulit untuk didapatkan karena banyaknya peraturan dan larangan yang ada pada masa itu, sehingga membuat kartini memiliki pemikiran yang membuat ia memperjuangkan pendidikan bagi kaum wanita di Indonesia. Kartini juga mampu memperjuangan hak perempuan dalam mendapatkan pendidikan yang sama dengan pendidikan yang ditempuh oleh perempuan pada masa itu.
Metode Kooperatif Tipe STAD dan Problem Posing dalam Pembelajaran Matematika
Indah Fitria Rahma;
Nurlina Ariani Hrp
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 2, No 2 (2020): August, Pages 113-214
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v2i2.140
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui (1) Perbedaan tingkat kemampuan siswa dalam memahami materi persamaan linier dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan Problem Possing, (2) Hasil belajar kooperatif tipe STAD dan Problem Possing. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Rantau Utara yang berjumlah 418 siswa dengan sampel 2 kelas dengan masing-masing berjumlah 35 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Hasil analisis data dari penelitian diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah 13,97 dan simpangan baku Sˡ = 1,98. Nilai rata-rata hasil belajar, siswa dengan pembelajaran menggunakan tipe problem possing adalah 11,80 dan simpangan baku Sˡ = 1,53. Oleh karena itu terdapat perbedaan antara hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada kompetensi dasar mendeskripsikan sistem persamaan linier di kelas X SMA Negeri 1 Rantau Utara dengan ɑ = 0,05 diperoleh thitung = 5,13 dan ttabel = 1,660, dengan demikian dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan menggunakan tipe problem possing. Kesimpulannya bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik dari pada tipe problem possing.
English Teachers’ Perception toward the Switch from Offline to Online Teaching during lockdown in the Midst of Covid-19 Outbreak
Muhammad Nashir;
Roudlotun Nurul Laili
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2021): April Pages 250-630
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i2.287
Education is one of the sectors that is badly influenced by covid-19 pandemic where the learning process is carried out from home. This sudden pandemic requires teachers to switch from face-to-face learning into learning domain with technological network. The objective of this study was to describe English teachers’ perception toward the switch from offline to online teaching during lockdown in the midst of covid19 outbreak. The subject of study was 50 English teachers of Senior High School in Banyuwangi. The research method was case study with qualitative research approach. The data needed collected by distributing Google form questionnaire and interview. The result of study indicated that English teachers’ perception about online teaching have not been performed properly, they stated that only for about 35% students who were active and really serious in carrying out online learning and collecting the assignments given on time because of lacking flexibility and access from teachers in controlling students’ learning activities. 68% teachers felt that their workload was heavier if compared to face-to-face learning because they need additional time to operate appropriate online learning media and package interesting learning in order to be able to increase students’ motivation and desire in English lesson.
Perbedaan Model Problem Based Learning Dan Project Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar
Francisca Prabasari Winanti Putri;
Henny Dewi Koeswanti;
Sri Giarti
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2021): April Pages 250-630
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i2.356
Problem based learning dan project based learning merupakan model pembelajaran yang mampu membangkitkan potensi peserta didik dalam menggunakan kemampuan berpikir, sehingga dapat memecahkan permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara model problem based learning dan project based learning ditinjau dari hasil belajar tema 7 siswa kelas IV SDN Kecamatan Tingkir. Teknik pengambilan sampel menggunakan jenis probability sampling design dengan teknik mengundi. Sampel pada penelitian adalah siswa kelas IV SDN Gendongan-01 (23 siswa), SDN Gendongan-03 (23 siswa), SDN Sidorejo Kidul-03 (21 siswa) sebagai kelompok eksperimen dan SDN Kutowinangun-01 (24 siswa), SDN Kutowinangun-10 (20 siswa), SDN Kutowinangun-11 (22 siswa) sebagai kelompok kontrol. Instrumen pengumpulan data berupa instrumen tes. Sebelum dilaksanakan penelitian, dilaksanakan uji prasyarat terlebih dahulu. Hasil dari uji prasyarat menunjukkan kedua kelompok tersebut homogen dan berdistribusi tidak normal. Penelitian dianalisis menggunakan uji beda mann-withney dan diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,009 < α0,05. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara penerapan model problem based learning dengan project based learning terhadap hasil belajar tema 7 siswa kelas IV SDN Kecamatan Tingkir. Penerapan model project based learning memberikan pengaruh yang lebih tinggi daripada model problem based learning terhadap hasil belajar peserta didik. Hal tersebut didukung oleh rata-rata nilai posttest pada model problem based learning sebesar 82,6263 dan model project based learning sebesar 94,2288
Penggunaan Social Media dan Perubahan Sosial Budaya Masyarakat
Marianna Harahap;
Firman Firman;
riska ahmad
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2021): February, Pages 1-260
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i1.252
Social media merupakan seuatu perangkat yang mana pemiliknya dapat dengan gampang berinteraksi satu sama lain tanpa adanya halangan waktu, jarak, tempat dan biaya yang lebih murah. Penggunaan media sosial sebagai teknologi yang canggih sudah menjadi kebutuhan masyarakat dapat menguntungkan dan merugikan masyarakat terutama dalam perubahan sosial budaya masyarakat itu sendiri. Penggunaan media sosial dapat mempermudah pekerjaan masyarakat dan membawa keuntungan besar bagi pemiliknya. Media sosial kini telah menjadi bagian dari hidup masyarakat karena masyarakat modern tidak bisa hidup tanpa media massa. Dengan adanya media massa perubahan sosial budaya masyarakat sangat terlihat nyata karena sejak adanya media massa norma-norma, kebiasaan, sikap lama kelamaan terkikis pelan-pelan dan semakin dilupakan oleh masyarakat dan tergantikan dengan kebiasaan baru. Kemajuan teknologi dari tahun ke tahun dapat dilihat semakin maju terutama dalam kemajuan media sosail seharusnya diperhatikan dampaknya oleh masyarakat agar masyarakat tidak terbawa oleh efek negatif dari pemakaian aplikasi media sosial tersebut.
Utilization of Information Technology during the Covid-19 pandemic: Student's Perception of Online Lectures
Ubaedillah Ubaedillah;
Damar Isti Pratiwi
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2021): April Pages 250-630
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i2.320
The Covid-19 pandemic has a significant impact on higher education in Indonesia, including Muhadi Setiabudi University. Implementing the physical distancing policy then becomes the basis for implementing online lectures by utilizing information technology. This research was conducted to determine students' perceptions of using information technology in online learning at Muhadi Setiabudi University during the Covid-19 pandemic. The sample used in this study were all students of the University of Muhadi Setiabudi second semester and fourth semester of the Primary School Teacher Education Study Program, totalling 145 students. Which then uses Semi-structured Interviews as an instrument in the form of interviews with 20 students. The most widely used media in online lectures at Muhadi Setiabudi University are Google Classroom and WhatsApp group because this application is effortless to use. However, based on the survey results, it turns out that the implementation of online lectures has triggered Indonesian education's digital transformation. Various discourses, endorsing policies, and socialization regarding education in era 4.0 had previously failed. Covid-19, on the other hand, has had a significant effect on the digital transformation of education towards the generation of education 4.0.
Analisis Keterampilan Mengajar Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Flores
Sayful Amrin
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2021): February, Pages 1-260
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i1.233
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan praktik pengalaman lapangan pada mahasiswa pendidikan Ekonomi Universitas Flores tahun akademik 2019/2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang Subyek penelitian ini sebanyak 58 mahasiswa. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan mahasiswa pendidikan ekonomi Universitas Flores yang mengikuti PPL periode semester ganjil tahun akademik 2019/2020 berada dalam kategori baik dengan persentase sebesar 64%. Keterampilan tersebut terdiri dari katerampilan membuka pelajaran (rata-rata 70% dengan kategori baik), keterampilan memberi penguatan (rata-rata 60%, kategori cukup), keterampilan mengadakan variasi (rata-rata 57%, kategori cukup), keterampilan menjelaskan (rata-rata 61%, kategori cukup), keterampilan menutup pelajaran (rat-rata 68%, kategori baik), keterampilan membimbing diskusi (rata-rata 71%, kategori baik) dan keterampilan mengelola kelas (rata-rata 72%, kategori baik).
Meta Analisis Efektivitas Model Problem Based Learning dan Problem Solving Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mata Pelajaran Matematika Siswa Sekolah Dasar
Tika Evi;
Endang Indarini
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2021): April Pages 250-630
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i2.314
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui komparasi model pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Meta Analisis. Data analisis didapatkan melalui jurnal online di google Cendekia dan Scholar. Kemudian dilanjutkan dengan menyeleksi beberapa artikel yang didapatkan, dan setelah dilakukan penyeleksian ditetapkan sampel sebanyak 20 artikel yang signifikan untuk dianalisis. Ada 5 langkah untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, yaitu sebagai berikut: (1) mengidentifikasi permasalahan, (2) menentukan permasalahan, (3) strategi, (4) mengumpulkan data, (5) menyimpulkan. Agar dapat diketahui perbedaan pengaruh antara model Problem Based Learning dan Problem Solving maka langkah selanjutnya yaitu melakukan uji Ancova. Hasil uji Effect Size dengan menggunakan model model Problem Based Learning dan Problem Solving terdapat hasil Sig. sebanyak 0,003 dengan nilai Partial Eta Squared sebesar 0,864. Hasil uji tesebut menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving tergolong sangat besar dalam memberikan pegaruh terhadap kemampuan berpikir kritis matematika. Jika dilihat dari hasil uji Ancova model pembelajaran Problem Based Learning dengan nilai rata-rata yaitu sebesar 64,9173 dan nilai rata-rata model pembelajaran Problem Solving sebesar 68.6220. Sehingga bisa disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Solving lebih efektif jika dibandingkan dengan model Problem Based Learning yang ditinjau dari kemampuan berpikir kritis matematika siswa Sekolah Dasar.
Health, Social and Culture Value of Food Trading Based on Angkringan in Bogor West Java
Bahagia Bahagia;
Leny Muniroh;
Fachruddin Majeri Mangunjaya;
Rimun Wibowo;
Zakky Muhammad Noor;
Abdul Karim Halim
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2022): April Pages 1601- 3200
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v4i2.2456
Culture and traditions have started to become extinct so it needs to be investigated further to save the values of tradition and culture. This study aims to find social and cultural capital as well as the economic value of angkringan. The research method used is descriptive qualitative method. While the sampling was done by purposive technique. The results showed that there were social values in the angkringan culinary tradition because the traders or owners interacted socially with consumers from various groups. Even consumers between consumers can say hello and between consumers and angkringan owners. In addition, there is the value of mutual help because the prices of food and drinks at angkringan are very affordable so that they can help consumers who lack funds during the Covid-19 period. In addition, there is a health value because the drinks served at angkringan include ginger drinks and wedang uwuh which are useful for maintaining health, especially during the covid-19 period. Then, angkringan is a cultural element that must be maintained through the traditional food and beverage. Angkringan also using social media to adapt the outbreak of covid-19. Lastly, to maintain the quality of the food, the cook should not change so that it does not change in terms of taste
Analisis Kompetensi Pedagogi Dan Penguasaan Konsep Kimia Mahasiswa Calon Guru Kimia Yang Profesional
Debora Suryani Sitinjak
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 2 (2021): April Pages 250-630
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v3i2.379
Keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh tiga kemampuan dasar guru yaitu pengetahuan konten, pedagogi dan pengetahuan tentang belajar-mengajar konten (kimia). Studi ini ditujukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kemampuan mahasiswa guru kimia melalui penilaian kompetensi pedagogi dan penguasaan materi kimia selama microteaching dari 15 mahasiswa guru kimia. Studi ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pedagogi mahasiswa guru diantaranya keterampilan merancang pembelajaran, pemilihan strategi dan metode pembelajaran, penggunaan media dan pengetahuan tentang penilaian hasil belajar dalam kategori sangat baik. Temuan ini didukung dengan pengalaman praktik mengajar di lapangan yang sudah dilakukan sebelumnya. Hasil temuan lain penelitian ini menunjukkan bahwa penguasaan materi ajar mahasiswa guru kimia sudah baik dilihat dari hasil tes literasi kimianya. Namun pada proses mengajar mahasiswa guru cenderung tidak menekankan konsep-konsep penting dan masih terdapat miskonsepi. Kompetensi lain yang juga perlu ditingkatkan adalah mengelola kelas dan perilaku yang muncul. Jadi, memiliki kompetensi dan keterampilan dalam menggunakan semua pengetahuan pedagogi, konten dan pengetahuan lainnya untuk mengajarkan kimia dengan efektif di dalam kelas sangat penting. Diharapkan dengan strategi dan metode instruksional yang lebih variatif serta pendalaman materi konten yang kontekstual dapat membantu mahasiswa guru untuk mengajar kimia secara profesional dan berkualitas