cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
suhartini.ismail@fk.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Perawat Indonesia
ISSN : -     EISSN : 25487051     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Perawat Indonesia (e-ISSN 2548-7051) diterbitkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah. Jurnal Perawat Indonesia atau disingkat JPI ini terbit 2 kali setahun. Jurnal ini mempublikasi artikel-artikel dalam bidang ilmu keperawatan. Jurnal Perawat Indonesia menerima artikel-artikel dalam bidang ilmu keperawatan, meliputi: keperawatan anak; keperawatan maternitas; keperawatan medikal-bedah; keperawatan kritis; keperawatan gawat darurat; keperawatan jiwa; keperawatan komunitas; keperawatan gerontik; keperawatan keluarga; dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DALAM MERAWAT PASIEN COVID-19 DI RUMAH SAKIT KOTA BANDA ACEH: A COMPARATIVE STUDY Husna, Cut; Nur Rauzah; Samsul Bahri, Teuku; Darliana, Devi; Cyntia Kasih, Laras
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.803 KB)

Abstract

Penyebaran pandemi COVID-19 menyebabkan masalah kesehatan terbesar pada semua negara di dunia. COVID-19 menimbulkan gejala pada berbagai sistem tubuh seperti gangguan sistem pernapasan, pencernaan, neurologis, dan muskuloskeletal. Proses penularan COVID-19 sangat cepat yang diperburuk dengan kondisi faktor komorbid dari pasien menyebabkan tingginya angka morbiditas dan mortalitas di Indonesia dan di dunia. Perawat sebagai frontliners dan care providers pada pasien COVID-19 harus didukung dengan pengetahuan dan sikap yang memadai dalam merawat pasien COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan pengetahuan dan sikap perawat dalam merawat pasien COVID-19 pada perawat Instalasi PINERE RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) dan perawat Instalasi PINERE RSUD Meuraxa (RSUM) Banda Aceh, Indonesia. Jenis penelitian adalah comparative study dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh perawat di Instalasi PINERE RSUDZA dan RSUM Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah 110 responden. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan dalam bentuk skala Dichotomous dan kuesioner sikap dalam skala Likert masing-masing terdiri dari 20 pernyataan. Uji reliabilitas kuesioner pengetahuan menggunakan K-R 20 (Kuder Richardson 20) dengan nilai 0,97 dan kuesioner sikap menggunakan Cronbach alpha dengan nilai 0,96. Analisis data menggunakan bivariat dengan menggunakan uji Independent sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pengetahuan perawat dalam merawat pasien COVID-19 (p-value 0,554>0,05) dan tidak ada perbedaan sikap perawat dalam merawat pasien COVID-19 (p-value 0,163 >0,05) pada kedua ruang PINERE tersebut. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa adanya kesamaan pengetahuan dan sikap perawat dalam merawat pasien COVID-19 pada kedua rumah sakit tersebut.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DEPRESI PADA LANJUT USIA SELAMA PANDEMI DI PANTI WERDHA Luthfa, Iskim; Khasanah, Nopi
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2022): May 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.032 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v6i1.1332

Abstract

Pandemi COVID 19 merupakan bencana kesehatan yang sampai saat ini belum berhasil dihentikan penyebarannya. Lansia yang tinggal di Panti Werdha merupakan salah satu kelompok yang sangat rentan tertular penyakit COVID 19. Untuk mencegah kluster berkembangnya COVID 19 di Panti Werdha maka dilakukan pembatasan aktivitas sosial diantara para lansia dan keluarga tidak diizinkan menjenguk. Kondisi ini menyebabkan kecemasan lansia bertambah dan mengakibatkan depresi. Depresi pada lansia merupakan masalah kesehatan mental yang serius. Depresi menyebabkan lansia mengalami gangguan melakukan aktivitas sehari-hari dan pada kasus yang parah menyebabkan resiko bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan depresi pada lanjut usia selama pandemi di Panti Werdha. Jenis penelitian ini adalah crossectional, dengan jumlah responden sebanyak 102 lansia. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden sebagian besar perempuan (57,8%), usia 60-74 tahun (66,7%), telah tinggal di panti selama lebih dari 1 tahun ((72,5%), masih mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari (64,7%), merasa puas dengan pelayanan di Panti (86,3%) dan tidak mengalami depresi (67,6%). Hasil uji chisquare menunjukkan terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian depresi (P value 0,029), lama tinggal di Panti dengan kejadian depresi (P value 0,019), kemandirian dengan kejadian depresi (P value 0,000), dan kepuasan dengan kejadian depresi (P value 0,033). Sedangkan usia tidak berhubungan dengan kejadian depresi (P value 0,369). Kesimpulan, faktor yang berhubungan dengan depresi pada  lansia selama pandemi di Panti Werdha yaitu jenis kelamin, lama tinggal di Panti Werdha, kemandirian dan kepuasan. Kata Kunci: COVID 19, Depresi, Lanjut Usia, Panti Werdha.
sebuah STUDI FENOMENOLOGI PENGALAMAN PASIEN SEMBUH CORONAVIRUS DISEASE (COVID-19) DI KOTA SEMARANG: Jurnal Penelitian MM. DWITA ARI WAHYUNI, MM. DWITA ARI WAHYUNI; Ayu Ida Vintani, Raimonda; Asrining Tyas, Nila Titis
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2022): May 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.536 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v6i1.1441

Abstract

Seorang terkonfirmasi positif COVID-19 akan menjalani perawatan secara mandiri, di rumah sakit atau unit pelayanan kesehatan lain  hingga dinyatakan negatif COVID-19. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengalaman pasien sembuh dalam masa perawatan COVID-19 di Kota Semarang. Desain penelitian penelititan kualitatif fenomenologis metode wawancara mendalam kepada pasien sembuh COVID-19. Data berupa rekaman audio dan catatan lapangan, dibuat transkrip dan dianalisis menggunakan model Milles dan Huberman. Hasil: Penelitian ini didapatkan sepuluh tema yaitu: Pasien sembuh COVID-19 di Kota Semarang tidak percaya saat pertama kali terkonfirmasi positif COVID-19, Kesadaran pasien sembuh COVID-19 dalam mencari pelayanan dan fasilitas kesehatan memaksimalkan proses perawatan, Pasien sembuh COVID-19 mengalami mood swing saat menjalani perawatan, Dukungan emosional keluarga dan tenaga kesehatan meningkatkan status kesehatan pasien sembuh COVID-19, Pemenuhan kebutuhan dasar yang berkualitas selama menjalani perawatan meningkatkan kualitas hidup pasien sembuh COVID-19, Hobi merupakan salah satu support system psikologi bagi pasien sembuh COVID-19 selama menjalani perawatan, Ritual keagamaan menjadi support system spiritual yang utama bagi pasien sembuh COVID-19 menjalani perawatan, Sembuh dari infeksi COVID-19 merupakan suatu Mukjizat Tuhan bagi Pasien sembuh COVID-19, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada pasien sembuh COVID-19 meningkat setelah terkonfirmasi positif  COVID-19, Pasien sembuh COVID-19 menjadi peer educator mengenai kewaspadaan COVID-19 di lingkungan sosialnya Kata Kunci: Studi Fenomenologi, Pengalaman, Pasien Sembuh COVID-19
PENGARUH STRATEGI KOPING TERHADAP TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA NERS DI ERA PANDEMI COVID-19 Sumeru, Annas; Mulyaningrat, Wahyudi
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.887 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v6i2.1489

Abstract

Mahasiswa profesi ners jurusan keperawatan Unsoed dihadapkan pada situasi yang dilematis yaitu apabila pembelajaran sepenuhnya secara daring maka tidak mendapatkan keterampilan klinik, namun dengan praktik di rumah sakit memiliki risiko terpapar Covid-19. Ketidakpastian di masa pandemi menyebabkan kecemasan termasuk bagi mahasiwa profesi ners. Studi tentang strategi koping dan kecemasan diperlukan untuk mengetahui bagaimana gambaran dan hubungan kedua variabel tersebut pada mahasiswa profesi ners. Melalui penelitian ini dengan desain penelitian explanatory mixed method  maka diketahui data kuantitatif, selanjutnya dari data kuantitatif yang diperoleh dilakukan dilanjutkan dengan pengumpulan data kualitatif didapatkan pemahaman yang mendalam. Hasil pada penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan dari kedua variabel dengan nilai α > 0,05. Berdasarkan uji kualitatif diperoleh lima buah tema yaitu: 1) Profesi ners sebagai kesempatan belajar dan mendapatkan pengalaman klinik, 2) Ketidakpastian merupakan hal yang meningkatkan kecemasan, 3) Motivasi diri dan support system (teman dan keluarga) yang baik menurunkan kecemasan, 4) APD dan protokol kesehatan selalu melindungi diri dari Covid-19, dan 5) Penularan Covid-19 pada perawat terjadi di luar rumah sakit. Keputusan dalam menurunkan mahasiswa profesi ners ke lahan praktik perlu persiapan yang matang dan kejelasan karena hal tersebut paling dirasakan oleh mahasiswa berimplikasi terhadap meningkatnya kecemasan. Dukungan support sysyem yang baik juga perlu baik dari dalam diri mahasiswa maupun lingkungan termasuk pembimbing klinik dan akademik. Key words : coping strategy, anxiety, nursing student, Covid-19
KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASA (KIPI) PASCA VAKSINASI COVID-19 DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA Hartutik, Sri; Hanung Lidiana, Exda
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2022): May 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.093 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v6i1.1533

Abstract

Pandemi COVID-19 ditetapkan sebagai bencana kesehatan oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (COVID- 19) pada tanggal 31 Maret 2020. Menurut WHO 2021 data kasus tekonfirmasi Covid 19 di dunia sampai dengan tanggal 8 Februari 2022 mencapai 394.381.395 dengan jumlah total kematian 5.735.179 orang. Data sebaran kasus terkonfirmasi Covid19 di Negara Indonesia update per tanggal 8 Februari 2022 mencapai 4.580.093 kasus terkonfirmasi, dengan jumlah total kematian mencapai 144.719 orang dan total kasus sembuh mencapai 4.202.312 orang. Jumlah terkonfirmasi positif Covid 19 di Wilayah Kota Surakarta sampai dengan 8 Februari  2022 sejumlah 30.220 dengan kasus kematian 1395 dan jumlah kesembuhan 27.698. Dalam menanggulangi Covid 19, Pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan dalam menanggulangi pandemic Covid 19, salah satu kebijakan yang sudah dilaksanakan dengan pemberian vaksinasi nasional covid 19. KIPI adalah kejadian ikutan pasca imunisasi, semua kejadian atau reaksi medis yang terjadi setelah pasien disuntikkan vaksin. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui Deskripsi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Pasca Vaksinasi Covid 19 Di Wilayah Kerja DKK Surakarta. Metode penelitian deskriftif kuantitatif  menggunakan teknik simple random sampling / acak dengan kriteria inklusi Berusia > 18 thn, sudah mendapatkan vaksinasi covid 19 selama 2x di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Surakarta dan mengalami gejala KIPI. Hasil penelitian : responden yang mengalami  KIPI Pasca Vaksin Covid 19 sebagian besar adalah Umur Dewasa Muda, Jenis kelamin perempuan, status perkawinan menikah, riwayat penyakit/komorbid sebagian besar responden yang mengalami KIPI adalah Hipertensi ringan. Gejala KIPI yang dirasakan oleh responden sebagian besar adalah demam dan jenis KIPI responden sebagian besar adalah non serius/ringan. Kata Kunci : Covid 19, Vaksinasi Covid 19, KIPI
THE QUALITY OF LIFE AND ITS DETERMINANTS AMONG ELDERLY WHO LIVING WITH CHRONIC NON-COMMUNICABLE DISEASE Harisa, Akbar; Asrina, Asrina; Abdullah, Lilian Arifka Juli; Soleha, Dinda; Yodang, Yodang
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.377 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v6i2.1543

Abstract

Background: Chronic diseases include non-communicable diseases have been a health burden globally particularly for older people.  Since the ageing population is being increased during few decades. The incidence of non-communicable diseases among older people also increased, and continues to rise as alongside the growth of aging. There many studies identified that chronic disease affect the health-related quality of life among older people. Purposes: This study aims to identify the quality of life and its determinant among older people who living with chronic non-communicable disease.  Methods: This study applied a cross section survey design. The study participants are elderly who visit primary health care, and older people who have a chronic disease. The study conducted in two primary health care facilities, in Makassar. Results: there are 41 participants who involve in this study. Predominantly participants were late older in group of age (48.8%), female (75.6%), have secondary level in education (41.5%), currently employ (85.4%), divorce status (58.5), have hypertension history range from 1-5 years (73.2%), and have complications (58.5%). The complication of disease shows significant impact on the quality of life (p<0.05, p=0.022). Since the sample size was small this may affect the study results. Conducting research in large sample and add some characteristics are needed in order to improve the evidence.   Keywords: Quality of life, Elder people, Non communicable disease
DIABETES MELLITUS SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEMATIAN PADA PASIEN COVID-19 DEWASA : A SCOPING REVIEW Agus Herianto; Setiyarini, Sri
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.998 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v6i2.1604

Abstract

Covid-19 menyebabkan kematian yang tinggi terutama pada pasien-pasien dengan komorbid. Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu komorbid yang menjadi faktor resiko kematian pada pasien Covid-19. Scoping review ini bertujuan untuk mengetahui apakah sampai dengan saat ini DM menjadi faktor resiko kematian pada pasien Covid-19 dewasa. Pencarian literatur dilakukan di database Pubmed dan Science Direct dengan menggunakan kata kunci “Covid-19 AND risk factors diabetes mellitus AND mortality AND adult”. Sebanyak 2.233 artikel didapatkan dari dua database tersebut dan 1 artikel hand searching yang berupa artikel review dan artikel riset original yang kemudian diskrining duplikasi, tahun terbit Desember 2019-Maret 2022, open access/free fulltext, dan berbahasa Inggris, serta subyek merupakan pasien dewasa (>18 tahun) sehingga didapatkan 20 artikel yang masuk dalam review ini. Enam belas artikel menunjukkan bahwa DM adalah factor resiko kematian pada pasien Covid-19 dewasa. Empat artikel menunjukkan bahwa secara statistik, DM bukan merupakan faktor resiko kematian pada pasien Covid-19 dewasa akan tetapi berpengaruh terhadap beratnya gejala yang dialami. DM merupakan faktor resiko terhadap kematian pasien Covid-19 dewasa dan memperparah gejala. Apabila DM pada pasien Covid-19 dikelola dengan baik tingkat kematian dan keparahan gejala dapat menurun. Kata KunciCovid-19, diabetes mellitus, kematian, SARS Cov-2, faktor risiko
PENGARUH PENGATURAN SUHU DIALISAT TERHADAP STABILITAS TEKANAN DARAH INTRADIALITIK PASIEN HEMODIALISIS DENGAN SINDROM KARDIORENAL Wahidi, Kemala Desy; Nursanti, Irna; Irawati, Diana; Jumaiyah, Wati; Yuniarsih, Winda
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.847 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v6i2.1762

Abstract

Sindrom Kardiorenal adalah penyakit multi-organ, meliputi jantung, ginjal dan disfungsi sistem vaskular dimana gangguan ginjal sering disertai dengan gagal jantung dan disfungsi jantung menyebabkan Acute Kidney Injury (AKI) atau Cronic Kidney Disease, yang berujung kepada kebutuhan akan tindakan hemodialisis. Tindakan hemodialisis dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Komplikasi yang paling sering adalah hipotensi intradialitik. Salah satu upaya untuk mencegah gangguan stabilitas tekanan darah adalah dengan mengatur suhu dialisat. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh suhu dialisat terhadap stabilitas tekanan darah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif quasi experiment, pre and post test dimana peneliti akan memberikan intervensi pada subyek penelitian, kemudian membandingkan efek sebelum dan sesudah intervensi.   Penelitian ini dilakukan pada 18 pasien dengan pre test dan post test dalam satu kelompok. Pasien dinilai selama dua sesi dialisis; satu sesi dengan suhu dialisat normal (37ºC) dan di sesi lain, suhu dialisat rendah (35,5ºC). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan tekanan darah sistolik, diastolik dan Mean Arterial Pressure (MAP) secara signifikan dengan nilai p = 0,001. Dialisat suhu rendah sangat bermanfaat untuk meningkatkan toleransi terhadap dialisis pada pasien sindrom kardiorenal yang cenderung hipotensi dan menjaga stabilitas hemodinamik selama dan setelah dialisis. Kata kunci: Dialisat dingin, hemodialisis, tekanan darah
EFEK PEMBERIAN BLANKET WARMER TERHADAP THERMOREGULASI PASIEN PERIOPERATIF TRANSURETHRAL RESECTION OF THE PROSTATE (TURP) Firmansyah, Doddy; Nursanti, Irna; Irawati, Diana; Jumaiayah, Wati
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): August 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.043 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v6i2.1763

Abstract

Perioperatively in BPH patients who underwent TURP action caused thermoregulation disturbances which resulted in a decrease in temperature (hypothermia). This can occur due to exposure to environmental temperatures that are too extreme and the effects of anesthetic drugs during intraoperatively which can cause vasodilation of blood vessels and blocked sympathetic nerves so that they dominate the performance of the parasympathetic nerves. The purpose of the study was to determine the effectiveness of the Blanket Warmer in perioperative TURP patients at the Central Surgical Installation of Tarakan Hospital, Jakarta. The design of this study used a quasi-experimental pretest-posttest with control group design. The research sample was 48 respondents of TURP perioperative patients. The sampling technique was accidental sampling, the statistical test used was Paired t test. The results of the univariate analysis showed that the highest age was 50 years, about 89%, a history of drug consumption 54.2%, and a history of alcohol consumption as much as 29.2%. Bivariate test analysis between the intervention group and the control group obtained a p value of 0.001 <0.05, which means that there is a significant difference in the two groups. The multivariate test obtained p value > 0.05, meaning that the variables of age, history of drug consumption and history of alcohol consumption did not have a significant effect on thermoregulation stability. That there is an effect of giving a Blanket Warmer on the stability of thermoregulation in perioperative TURP patients. Suggestions for further research that a blanet warmer can stabilize thermoregulation in perioperative TURP patients at the Central Surgical Installation of Tarakan Hospital Jakarta. Keywords: TURP, Blanket Warmer, Thermoregulation Stability
Prediksi Faktor Penyebab Readmisi Pasien Stroke :Studi Kualitatif Anna Jumatul Laely; Eni Marwati
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.148 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v6i3.1816

Abstract

Latar belakang : Stroke masih merupakan penyebab tingginya angka kematian dan kecatatan pada pasien baik di tingkat nasional, maupun dunia. Readmisi karena stroke berulang merupakan resiko yang seringkali dialami oleh pasien post  stroke. Readmisi post stroke  merupakan  salah   satu faktor yang menyebabkan peningkatan angka morbiditas, mortalitas dan medical cost pasien stroke. Faktor penyebab readmisi yang dapat dicegah merupakan indikator untuk  menilai kualitas sebuah  pelayanan kesehatan di rumah sakit,  terutama  yang berhubungan dengan pelayanan keperawatan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyebab readmisi pasien stroke. Metode penelitian : Design penelitian kualitatif  yang melibatkan 5 responden dari keluarga pasien yang dilakukan indepht interview dan 7 orang perawat yang dilakukan focus grup discussion. Penelitian dilakukan selama 3 bulan di RSUP dr Kariadi Semarang. Alat penelitian yang digunakan berupa wawancara, diskusi dan studi literatur  dari  data rekam medic pasien dan jurnal  elektronik. Hasil  Penelitian : Faktor yang menyebabkan readmisi pasien stroke adalah adanya infeksi, stroke berulang, ketidakteraturan minum obat, dehidrasi dan komorbid yang dimilki oleh pasien. Kata Kunci : Penyebab, Readmisi, Stroke, Studi Kualitatif