cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Jl. Dr. Junjunan No. 236 Bandung-40174
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Geologi Kelautan: Media Hasil Penelitian Geologi Kelautan
ISSN : 16934415     EISSN : 25278851     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geologi Kelautan (JGK), merupakan jurnal ilmiah di bidang Ilmu Kebumian yang berkaitan dengan geologi kelautan yang diterbitkan secara elektronik (e-ISSN: 2527-8851) dan cetak (ISSN: 1693-4415) serta berkala sebanyak 2 kali dalam setahun (Juni dan Nopember) oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan.
Arjuna Subject : -
Articles 284 Documents
RESPON SINGKAT KONSENTRASI KLOROFIL-A TERHADAP PERUBAHAN ARUS EDDY PERMUKAAN DI WILAYAH PERAIRAN TELUK TOLO DAN SEKITARNYA Napitupulu, Gandhi; Lukman, Annisa Aulia; Hatmaja, Rahaden Bagas; Kartadikaria, Aditya Rakhmat; Radjawane, Ivonne Milichrisiti; Millina, Ananda Vista; Akbar, M Apdillah; Napitupulu, Moses
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 22, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32693/jgk.22.1.2024.877

Abstract

Upwelling, sebuah proses oseanografi yang sangat penting, memperkaya air permukaan dengan massa air yang kaya nutrisi dari lapisan yang lebih dalam. Upwelling dapat terjadi sebagai respon dari dinamika arus eddy, dan ini kami temukan salah satunya di perairan Teluk Tolo dan sekitarnya. Penelitian ini menganalisis pengaruh arus eddy terhadap upwelling di wilayah tersebut dengan menggunakan data citra satelit dari Copernicus Marine Environment Monitoring Service (CMEMS),  Copernicus Climate Change Service (C3S) dan model klimat dari ECMWF Reanalysis v5 (ERA 5). Data suhu permukaan laut (SST), klorofil-a permukaan laut (SSC), tinggi permukaan laut (SSH), dan angin permukaan laut (SSW) digunakan untuk memahami bagaimana arus eddy memengaruhi upwelling di wilayah kajian selama periode 15 tahun pengamatan (tahun 2006 hingga 2020). Hasil penelitian menunjukkan jumlah arus eddy yang terbentuk adalah 341 buah (195 buah untuk eddy siklonik (CE) dan 146 buah untuk eddy antisiklonik (AE)). Jumlah maksimum CE (AE) ditemukan pada bulan Januari dan Juni (bulan Juli dan Oktober) serta minimum pada bulan September (bulan Mei). CE menyebabkan anomali negatif SST serta anomali positif SSC dengan perubahan signifikan setelah dua hari CE terbentuk. Karakteristik anomali SST dan SSC pada CE didukung melalui nilai EPV (Ekman pumping velocity) positif (maksimum 3,5x10-6 m/s) yang mengindikasikan adanya upwelling. Sedangkan AE menyebabkan anomali positif SST serta anomali negatif SSC, dan mulai berubah tiga hari setelah AE terbentuk dengan nilai EPV negatif (minimum -1,1x10-6 m/s) yang menandakan adanya downwelling. Pengaruh eddy pada perairan Teluk Tolo dan sekitarnya terhadap upwelling lebih dominan dibandingkan dengan pengaruh angin pada bulan Juni, Juli, dan Agustus.
INTERPRETASI GEOLOGI BERDASARKAN HASIL PEMODELAN 2D DAN 3D BAWAH PERMUKAAN CEKUNGAN BILITON BERDASARKAN ANALISIS DATA GAYA BERAT Hafiz, Mu'amar; Setiadi, Imam; Nugraha, Purwaditya
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 21, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32693/jgk.21.2.2023.826

Abstract

Cekungan Biliton merupakan satu dari 128 cekungan sedimen di Indonesia yang diklasifikasikan sebagai cekungan prospek hidrokarbon, namun belum banyak pemahaman serta publikasi mengenai cekungan ini. Metode gayaberat digunakan pada penelitian ini untuk mengetahui konfigurasi batuan dasar, mendelineasi subcekungan sedimen, dan mengetahui kondisi geologi bawah permukaan menggunakan Lowpass filter serta pemodelan 2D forward modeling dan 3D inversi. Hasil pemisahan anomali menunjukkan anomali regional memiliki rentang anomali 16.9 – 34.4 mGal dan anomali residual memiliki rentang anomali dari -5.8 – 4.7 mGal. Berdasarkan hasil analisis anomali residual dan enhancement anomaly dengan menggunakan filter TiltDerivative (TDR), daerah penelitian memiliki enam subcekungan dengan pola tinggian yang berarah timur laut – barat daya. Hasil pemodelan 2,5D forward modeling dan 3D inverse modeling menunjukkan daerah penelitian terdiri atas tujuh lapisan, lapisan pertama adalah lapisan termuda yang merupakan Formasi Cisubuh (ρ =2 gr/cc), Formasi Parang (ρ =2,1 gr/cc), Formasi Baturaja (ρ =2,2 gr/cc), Formasi Talang Akar (ρ =2,3 gr/cc), Formasi Banuwati (ρ =2,4 gr/cc), Formasi Jatibarang (ρ =2,5 gr/cc), dan lapisan basement(ρ =2,67 gr/cc).
PENGARUH INTRUSI AIR LAUT DAN HUBUNGANNYA TERHADAP TUTUPAN LAHAN TERBANGUN DI KECAMATAN PASAR MANNA DAN SEKITARNYA, KOTA MANNA, PROVINSI BENGKULU Landia, Karmila Putri; Setiawan, Budhi
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 22, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32693/jgk.22.1.2024.878

Abstract

Perubahan penggunaan lahan pada daerah pesisir akibat adanya peningkatan aktivitas manusia yang  meningkat dalam beberapa dekade terakhir menyebabkan pencemaran air tanah. Intrusi air laut merupakan salah satu bentuk pencemaran air tanah yang diakibatkan oleh masuknya air laut di bawah permukaan tanah melalui akuifer. Peningkatan jumlah bangunan berupa rumah masyarakat akan menyebabkan over-pumping sehingga muka air tanah menurun dan menyebabkan air laut masuk kedalam air tanah. Penelitian dilakukan di daerah pesisir Pantai Pasar Bawah, Kecamatan Pasar Bawah, Kota Manna. Tujuan dari penelitian mengidentifikasi pengaruh aktivitas antropogenik khususnya tutupan lahan terbangun terhadap intrusi air laut. Data yang digunakan adalah data primer berupa sampel air sumur yang kemudian dianalisis untuk mendapatkan nilai salinitas, DHL (daya hantar listrik), dan TDS (Total dissolved solids) serta data sekunder berupa data citra satelit yaitu Landsat 8 OLI/TIRS yang diekstraksi untuk mengetahui nilai tutupan lahan terbangun dengan menggunakan indeks Normalized Difference Built-Up Index (NDBI). Hasil penelitian menunjukkan pada daerah dengan indeks tutupan lahan terbangun tinggi akan berpengaruh terhadap peningkatan nilai salinitas, DHL (daya hantar listrik), dan TDS (Total dissolved solids). Berdasarkan hasil analisis titik pengamatan 9 yang berada di area indeks tutupan lahan terbangun tinggi memiliki tingkat salinitas tertinggi yaitu 42.6 ppm, begitupun dengan nilai DHL yaitu 281μS/cm dan nilai TDS dengan nilai 100,1 mg/l. Sebaliknya pada daerah penelitian 5 yang berada di indeks tutupan lahan terbangun rendah memiliki nilai salinitas terendah yaitu 17.3 ppm, begitupun dengan nilai DHL yaitu 115 μS/cm dan nilai TDS dengan nilai 45 mg/l.
GAS BIOGENIK DI TELUK LADA KABUPATEN PANDEGLANG PROVINSI BANTEN ( MENGGUNAKAN METODE SEISMIK PANTUL DANGKAL) Arifin, Lukman; Susilohadi, Susilohadi; Setiady, Deny; Mirnanda, Edy
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 21, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32693/jgk.21.2.2023.856

Abstract

Penelitian keberadaan gas biogenik di Teluk Lada Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten dilakukan dengan metode seismik pantul dangkal saluran tunggal resolusi tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui potensi gas biogenik. Stratigrafi seismik diinterpretasikan menjadi satuan Tersier yaitu sub-satuan A1 dan A2, satuan Kuarter yaitu sub-satuan B1 dan B2. Berdasarkan hasil interpretasi data seismik, gas biogenik terdapat pada sub-satuan B2 yaitu satuan batuan sedimen berumur Pleistosen Akhir hingga Holosen. Struktur yang berkembang adalah lipatan dan sesar normal yang kemungkinan merupakan representasi kondisi tarikan (tensional regime) di Selat Sunda.
Keberadaan sebaran sedimn pasir dasar laut berdasarkqn data seismik Di Daerah Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Riau Setyanto, Agus; Zulfikar, Muhammad; Zulivandama, Shaska R.; Setiady, Deny; Suherman, Irwan Hidayat
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 22, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32693/jgk.22.1.2024.889

Abstract

Penelitian keberadaan sebaran sedimen pasir laut dilakukan di daerah Perairan timur Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Riau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan pasir laut dengan mempertimbangkan karakter, volume dan kandungan pasir silika pada endapan dasar laut berdasarkan pola seismik refleksi. Metode penelitian yang digunakan adalah seismik pantul dangkal saluran tunggal (single channel) dengan menggunakan sumber gelombang suara Boomer, dengan energi sebesar 600 Joule. Berdasarkan pola reflektornya unit fasies seismik dibagi menjadi 3 unit yaitu: unit 1, unit 2 dan unit 3. Unit 1 diduga merupakan sedimen paling muda (sedimen resen) dengan fraksi pasir hingga fraksi halus (lumpur) dan bersifat relatif melampar karena tingkat sedimentasinya yang relatif seragam. Ketebalan unit 1 ini secara umum memperlihatkan ketebalan antara 0-48 meter dengan dominasi ketebalan berkisar 30–36 meter dan menunjukkan adanya perubahan ketebalan yang signifikan pada beberapa lokasi. Unit 2 merupakan unit yang diendapkan di bawah unit 1 dengan pola reflektor yang memperlihatkan subparalel- chaotic dan sebagian menunjukkan fitur acoustic blank, dominan kontinyuitas reflektornya sedang- rendah. Tetapi, pada sebagian tempat yang ditemukan fitur acoustic blank terjadi diskontinyuiti. Amplitudo reflektor pada unit ini bersifat sedang-rendah. Pola ketebalan sedimen unit 2 secara umum memperlihatkan ketebalan antara 2–58 meter dengan dominasi ketebalan berkisar 28–32 meter.
IDENTIFIKASI BIOSTRATIGRAFI DAN PALEOENVIRONMENT PADA SUMUR A CEKUNGAN KUTAI KALIMANTAN TIMUR Arrimayah, Amri Rahma; Gibran, Akhmad Khahlil; Waluyo, Gentur; Kurniadi, Dedy
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 22, No 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32693/jgk.22.2.2024.881

Abstract

Cekungan Kutai merupakan area penelitian menarik yang kaya sumber daya alam terutama hidrokarbon. Penelitian analisis biostratigrafi ini bertujuan menentukan umur batuan dan lingkungan pengendapan berdasarkan mikrofosil dengan menggunakan palinomorf sebagai indikator utama pada batuan sedien berupa cutting dari sumur pengeboran. Hasil penelitian yang dilakukan di Cekungan kutai menghasilkan bahwa daerah penelitian termasuk kedalam Formasi Balikpapan serta ditindih oleh Formasi Kampungbaru yang secara umum berumur Miosen Tengah hingga Miosen Akhir. Lingkugan pengendapan daerah penelitian merupakan lingkungan pengendapan transisi berupa lower deltaic plain yang mencakup lingkungan berupa mangrove dan backmangrove.
PEMETAAN SPASIAL TINGKAT RISIKO BENCANA TSUNAMI DI UNESCO GLOBAL GEOPARK CILETUH-PALABUHANRATU Ishlahiddin, Muhammad Iqbal; Taofiqurrohman, Ankiq; Gumilar, Iwang
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 22, No 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32693/jgk.22.2.2024.883

Abstract

Geopark Ciletuh - Palabuhanratu merupakan wilayah yang memiliki luas 1261 km2 dan secara administratif mencakup 8 kecamatan dari Kabupaten Sukabumi. Selain sebagai kawasan konservasi, salah satu pemanfaatan lain dari geopark ini adalah sebagai kawasan wisata bertaraf internasional. Terdapat 70 situs geologi dan 30 situs geoheritage yang dimanfaatkan sebagai obyek wisata. Penelitian mengemukakan bahwa terdapat potensi tsunami setinggi 20 meter di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi yang akan berdampak pada wilayah Geopark Ciletuh - Palabuhanratu.Wilayah yang rentan terdapat potensi tsunami sudah seharusnya memiliki tindakan mitigasi untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Salah satu bentuk tindakan mitigasi yang bisa dilakukan adalah pembuatan peta risiko. Pada penelitian ini dilakukan penelitian dan pemetaan tingkat risiko bencana tsunami secara spasial di wilayah UNESCO Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Metode yang digunakan adalah Multi Criteria Weighted Overlay (MCE-WO) dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Tingkat risiko bencana tsunami 7 Kecamatan di wilayah kerja UNESCO Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu secara umum termasuk dalam kategori sangat rendah. Secara keseluruhan wilayah UNESCO Global Geopark Ciletuh - Palabuhanratu memiliki nilai tingkat risiko yang cukup beragam dari sangat rendah, rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Secara spasial, daerah dengan luasan tingkat risiko terhadap bencana tsunami yang sangat tinggi terletak pada wilayah Kecamatan Ciracap yaitu sebesar 1102,97 hektar.
KOREKSI MISTIE PADA SEISMIK SINGLE CHANNEL MENGGUNAKAN SINGLE BEAM ECHOSOUNDER DI PERAIRAN BINTAN SELATAN Zahran, Hafizh; Manik, Henry Munandar; Zulfikar, Muhammad; Nurdin, Nazar
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 22, No 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32693/jgk.22.2.2024.918

Abstract

Seismik merupakan metode eksplorasi geologi bawah laut dengan menggunakan penjalaran gelombang akustik sehingga dapat menggambarkan bentuk dan lapisan bawah permukaan dasar laut. Pada pengolahan data seismik, penjalaran gelombang yang merambat dari pengirim menuju penerima akan menghasilkan kedalaman yang berbeda dengan kondisi sebenarnya yang ada di lapangan. Perbedaan kedalaman yang terjadi pada jalur lintasan seimik yang berpotongan biasa disebut mistie. Kesalahan mistie pada data seismik jika tidak diperbaiki, akan menghasilkan bentuk stratigrafi yang salah dan kesalahan pada saat interpretasi data seismik. Penelitian bertujuan menganalisis kedalaman dasar laut yang diperoleh dari single beam echosounder (SBES) dan seismik serta perbedaan kedalaman pada dasar laut di jalur seismik yang berpotongan. Data kedalaman yang diperoleh dari single beam echosounder (SBES) dilakukan koreksi pasang surut dan digunakan sebagai data acuan pada seismik. Data kedalaman yang diolah dilakukan interpolasi dengan menggunakan metode kriging. Hasil kedalaman yang diperoleh pada Perairan Bintan dengan menggunakan single beam echosounder (SBES) didapatkan nilai kedalaman berkisar 1 hingga 27 meter dan pengukuran seismik berkisar 4,5 meter hingga 30 meter. Mistie yang terjadi pada tiap jalur lintasan memiliki nilai lebih dari 1,5 meter. Data kedalaman dari single beam echosounder (SBES) yang telah dilakukan koreksi pasang surut dapat mengatasi mistie pada jalur seismik yang berpotongan.
DINAMIKA PANTAI KOTA SEMARANG, JAWA TENGAH Raharjo, Purnomo; Prasetio, Fauzi Budi; Hawari, G.N.; Kristanto, Nur Adi
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 22, No 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32693/jgk.22.2.2024.926

Abstract

Wilayah pesisir Kota Semarang, bagian dari pantai utara Jawa, menghadapi dinamika pantai yang kompleks akibat abrasi, akresi, banjir pesisir, dan perubahan garis pantai yang signifikan dalam dua dekade terakhir. Permasalahan ini diperburuk oleh intensitas pembangunan yang tidak mempertimbangkan kondisi geomorfologi, topografi, dan sistem drainase, yang mengakibatkan kerentanan terhadap abrasi dan sedimentasi tidak merata. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan garis pantai, memahami pengaruh faktor oseanografi dan antropogenik terhadap dinamika pantai, serta memberikan dasar untuk perencanaan pengelolaan pesisir yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode integrasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) untuk memetakan perubahan garis pantai berdasarkan data multi-temporal dari citra satelit selama 20 tahun. Selain itu, dilakukan analisis energi fluks gelombang melalui metode hindcasting menggunakan data angin selama 10 tahun dari National Centers for Environmental Information (NCEI) NOAA. Data angin dianalisis menggunakan koreksi elevasi, stabilitas, durasi, lokasi pengamatan, serta klasifikasi berdasarkan arah dan kecepatan menggunakan Beaufort Scale. Selanjutnya, energi fluks gelombang dihitung untuk mengidentifikasi pola distribusi sedimen dan pengaruhnya terhadap proses abrasi dan akresi. Verifikasi lapangan dilakukan melalui survei langsung untuk mengamati karakteristik pantai, termasuk jenis sedimen, morfologi pantai, dan pola vegetasi di berbagai lokasi strategis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Genuk mengalami abrasi paling luas, sedangkan akresi terbesar terjadi di Kecamatan Semarang Barat. Faktor oseanografi seperti arus sejajar pantai (longshore current), gelombang, serta reklamasi yang dilakukan di beberapa titik turut memengaruhi distribusi sedimen. Analisis energi fluks gelombang mengungkapkan pola transportasi sedimen yang dominan dari timur ke barat, menyebabkan perubahan geomorfologi pantai yang dinamis. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan SIG dan DSAS memberikan gambaran komprehensif tentang dinamika pantai, yang dilengkapi dengan hasil analisis energi fluks untuk memahami transportasi sedimen. Studi ini merekomendasikan penerapan kebijakan mitigasi berbasis data untuk mengurangi dampak abrasi, memaksimalkan manfaat akresi, dan meningkatkan ketahanan pesisir Kota Semarang terhadap perubahan iklim dan aktivitas manusia. 
INTRUSI AIR LAUT PADA AKUIFER BEBAS CEKUNGAN AIR TANAH JAKARTA BAGIAN UTARA Asih, Wulan Dwi Kusuma; Candra, Adi; Prayogi, Tantowi Eko; Zaenurrohman, Januar Aziz
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 22, No 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32693/jgk.22.2.2024.819

Abstract

Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta bagian utara yang termasuk kedalam Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta merupakan dataran aluvial dengan wilayah pertumbuhan penduduk dan industri yang sangat pesat. Aktivitas tersebut mengakibatkan pemanfaatan air bersih akan meningkat. Dampak yang ditimbulkan dari pemanfaatan air tanah secara berlebihan adalah adanya pencemaran air tanah berupa intrusi air asin yang dijumpai di daerah yang berbatasan dengan pantai ke dalam air tanah dangkal. Terdapat 4 Satuan yang berada pada geologi daerah penelitian dari tua ke muda yaitu, Formasi Tuff Banten (QTvb), Kipas Alluvium (Qav), Endapan Pematang Pantai (Qbr), dan Alluvium (Qa). Karakteristik air tanah pada daerah penelitian di analisis menggunakan data parameter fisik dan kimia air tanah. Secara umum pola aliran air tanah pada daerah penelitian berarah selatan – utara mengikuti kemiringan lereng. Dari hasil analisis fisik pada daerah penelitian didapatkan nilai Daya Hantar listrik bernilai 196,3 – 5640 μS/cm , untuk total dissolved solid (TDS) bernilai 131 – 3760 mg/L , dan untuk nilai pH bernilai 6,5 – 8,5. Selanjutnya hasil dari analisis kimia laboratorium yang dianalisis dengan menggunakan diagram stiff dan diagram piper, fasies air tanah pada daerah penelitian terdiri dari tigas fasies air tanah, yaitu fasies Ca-HCO3 , Na-HCO3, dan Na-Cl. Tingkat keasinan air tanah berdasarkan perhitungan menurut Revelle (Klasifikasi Simpson (1946) terbagi menjadi air tawar hingga air tawar terkontaminasi tinggi. Penelitian ini menunjukkan adanya persebaran air asin yang terdapat di wilayah lebih dekat dengan garis pantai.