cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa
ISSN : 1693685X     EISSN : 25802143     DOI : -
Core Subject : Education,
METALINGUA is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in Metalingua have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. METALINGUA is published by West Java Balai Bahasa twice a year, in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 205 Documents
FUNGSI PRONOMINA PERSONA PERTAMA DALAM BAHASA SASAK DIALEK MENU-MENI (FIRST PERSONAL PRONOUN FUNCTION IN DIALECT MENU-MENI OF SASAK LANGUAGE) Siti Wahyuni Sulistya Wulandari
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 17, No 1 (2019): Metalingua Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.477 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v17i1.262

Abstract

AbstractThis writing discusses the possible syntactic functions for each form of first personal pronouns using descriptive-qualitative method. Data were collected by several techniques, namely observing, recording, listening, interviewing, using intuition, and writing (fonetics transcription). Data were analyzed using distributional method. The result shows that generally, based on the forms, the free personal pronouns have more possible syntactic functions than the bound ones. The free first personal pronouns such as aku, itǝ, and itǝ padǝ, can fill the syntactic functions of subject,object, and complement, while the bound ones such as -kɔ, -ɳkɔ, dan -ntɛ in Menu-Meni dialect of Sasak language can fill the syntactic function of subject and object Keywords: syntactic function, personal pronoun, Sasak languageAbstrakPenelitian ini membahas fungsi-fungsi sintaksis yang dapat diduduki oleh masingmasing bentuk pronomina persona pertama. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan peneliti meliputi teknik observasi, teknik rekam, teknik sadap, teknik wawancara, teknik intuisi, dan teknik catat (teknik transkripsi fonetis). Metode analisis data yang digunakan adalah metode agih atau distribusional. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa secara umum dapat dilihat bahwa pronomina persona pertama yang bentuknya bebas (pronomina bebas) memiliki fungsi yang lebih banyak jika dibandingkandengan fungsi sintaksis yang dapat diduduki oleh pronomina persona bentuk terikat. Bentuk pronomina persona pertama yang bebas (bentuk tidak terikat), seperti aku, itǝ, dan itǝ padǝ merupakan bentuk yang dapat menduduki fungsi subjek, objek, dan keterangan. Adapun bentuk terikat, seperti -kɔ, -ɳkɔ, dan -ntɛ dalam bahasa Sasak dialek Menu-Meni, bersifat dapat menduduki fungsi sintaksis subjek dan objek.
KONSEPTUALISASI METAFORA PADA LAGU COLDPLAY DALAM ALBUM “A HEAD FULL OF DREAMS”: KAJIAN SEMANTIK KOGNITIF (METAPHORICAL CONCEPTUALIZATION IN COLDPLAY ALBUM OF A HEAD FULL OF DREAMS: A COGNITIVE SEMANTICS STUDY) Anggie Restiani; Tajudin Nur
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 17, No 1 (2019): Metalingua Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.951 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v17i1.223

Abstract

The article about metaphor is carried out using qualitative method. The data were taken from the internet on Coldplay’s lyrics from the album “A Head Full of Dreams”. Theories used in the study is on the metaphor, conceptual metaphor, types and forms of metaphors, and image schemas. It aims to find the types and image schemas of the metaphors on the data. The result shows that based on Lakoff and Johnson’s theory on metaphors there are 18 structural metaphors, 17 orientational metaphors, and 14 ontological metaphors. Based on Saeed’s theory of image schemas there are 12 image schemas of space, 8 image schemas of journey, and 6 image schemas of strength, while based on Cruse and Croft’s theory there are 11 image schemas of identity. From 12 song lyrics on the album, there are only 9 of them that contain metaphors.AbstrakPenelitian konspetualisasi metafora ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Data penelitian diambil dari lirik lagu Coldplay dalam album “A Head Full of Dreams” dari situs internet. Teori yang digunakan adalah metafora, konseptualisasi metafora, bentuk dan jenis metafora, dan skema citra. Masalah yang dibahas adalah jenis metafora dan skema citra yang terdapat pada data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan teori Lakoff dan Johnson tentang jenis-jenis metafora, ditemukan 18 metafora struktural, 17 metafora orientasional, dan 14 metafora ontologis. Berdasarkan hasil identifikasi skema citra dengan menggunakan teori Saeed, dalam data ditemukan 12 skema citra ruang, 8 skema citra perjalanan, dan 6 skema citra kekuatan, sedangkan berdasarkan skema citra menurut Cruse dan Croft terdapat 11 skema citra identitas. Dari 12 lagu yang terdapat dalam album “A Head Full of Dreams”, hanya ada 9 lagu yang mengandung unsur metafora.
BAHASA RAHASIA PADA KALANGAN PENGGUNA NAPZA DI KOTA/KABUPATEN BANDUNG (SECRET LANGUAGE AMONG NARCOTIC DRUGS AND PSYCHOTROPIC SUBSTANCES USERS IN BANDUNG CITY/ REGENCY) Rengganis Citra Cenderamata; Dadang Suganda; Nani Darmayanti
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 17, No 2 (2019): METALINGUA EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.434 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v17i2.285

Abstract

AbstrakBahasa rahasia, yaitu argot digunakan secara terbatas pada kalangan tertentu dan memiliki variasi pemakaian yang berbeda dari bahasa sehari-hari. Salah satu tujuan pemakaian bahasa rahasia adalah untuk merahasiakan percakapan mereka agar tidak dapat dipahami oleh orang yang bukan komunitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembentukan kosakata, mendeskripsikanmakna acuan, dan fungsi pemakaian kosakata yang digunakan oleh pengguna napza di Kota/Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik wawancara kepada pengguna napza di Kota/Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan tiga hal, yaitu (1) proses pembentukan kosakata meliputi penggabungan (blending), pemendekan (clipping), singkatan (initialism), pemajemukan (compounding), infleksi (inflection), derivasi (derivation), dialek dan penyerapan (borrowing), metatesis, ikonitas, asosiasi, dannonprediktif /arbitrer, (2) acuan makna yang terkandung dalam kosakata pengguna napza bervariasi, bergantung pada makna leksikal dan gramatikal, dan (3) terdapat dua fungsi penggunaan bahasa rahasia pada kalangan pengguna napza di Kota/Kabupaten Bandung, yaitu sebagai alat komunikasi dan pelindung kelompok.
ANALISIS KONTRASTIF FONOLOGI BAHASA ARAB DAN BAHASA INDONESIA DALAM PEMBELAJARAN PIDATO BAHASA ARAB PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG (CONTRASTIVE ANALYSIS OF ARABIC AND INDONESIAN LANGUAGE PHONOLOGY IN ARABIC SPEECH LEARNING IN ARABIC STUDY PROGRAM OF UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG) Lina Marlina
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 17, No 2 (2019): METALINGUA EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/metalingua.v17i2.314

Abstract

AbstrakAspek fonologi cukup penting dalam tahap permulaan pembelajaran bahasaasing dan dan mahasiswa sering melakukan kesalahan di dalam aspek fonologi pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis persamaan dan perbedaan bunyi-bunyi bahasa Arab dengan bahasa Indonesia, 2) menganalisis interferensi bunyi bahasa Arab dan bahasa Indonesia, dan 3) menganalisis implikasi dari analisis kontrastif bunyi bahasa Arab dan bahasa Indonesia dalam pembelajaran pidato bahasa Arab. Penelitian dilakukan dengan membandingkan persamaan dan perbedaan antara bunyi bahasa Arab dengan bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada bunyibunyi yang sama persis dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia, baik dari segi tempat keluarnya bunyi (makhraj) maupun sifat keduanya. Kemudian, terdapat bunyi-bunyi yang mirip dalam dua bahasa tersebut. Lalu, terdapat pula bunyi-bunyi yang berbeda dalam dua bahasa, baik dari segi makhraj huruf maupun sifatnya. Selain itu, ada bunyi-bunyi bahasa Arab yang bukan termasuk ke dalam bahasa Indonesia dan juga bunyi-bunyi bahasa Indonesia yang bukan termasuk ke dalam bahasa Arab. Kedua bahasa ini memiliki banyak perbedaan vokal sehingga terjadilah berbagai bentuk interferensi diantara keduanya, seperti interferensi bunyi-bunyi bahasa Indonesia dalambahasa Arab atau sebaliknya.
81 KETERAMPILAN PEMAHAMAN MEMBACA SISWA KELAS VII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI SQ3R DAN TES PILIHAN GANDA (7TH GRADE JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS’ READING COMPREHENSION SKILL THROUGH SQ3R AND MULTIPLE CHOICE TESTS) Tatu Hilaliyah
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 17, No 1 (2019): Metalingua Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.017 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v17i1.436

Abstract

AbstractThis paper discusses the effect of learning method and formative scoring technique implementation on students’ reading comprehension skill by controlling the students’ initial ability. The method used in it is quasi experimental design with 2X2 factorial design. The data are two controlled class and two experimental class of SMPN 3 and SMP IT Raudhatul Jannah in Cilegon City, Banten. Independent variables are learning methods and formative scoring technique, while the dependent one is reading comprehension skill. Learning methods consist of SQ3R and scramble, while the scoring formative techniques are multiple choices and cloze tests. The results show that the SQ3R method is able to determine the students’ in comprehending Indonesian texts using formative tests. Reading learning using the suitable methods  will improve students’ results. SQ3R method is more suitable with the multiple choice tests while scramble method is more suitable with cloze tests. AbstrakPenelititian ini mendiskusikan pengaruh penerapan metode pembelajaran dan teknik penilaian formatif terhadap keterampilan pemahaman membaca dengan mengontrol kemampuan awal siswa. Metode yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen dengan rancangan faktorial 2 x 2. Data penelitian adalah dua kelas eksperimen dan dua kelas kontrol pada SMP Negeri 3 dan SMP IT Raudhatul Jannah Kota Cilegon, Banten. Variabel independen adalah metode pembelajaran dan teknik penilaian formatif, sedangkan variabel dependen adalah keterampilan pemahaman membaca.Metode pembelajaran terdiri atas SQ3R dan scramble. Teknik penilaian formatif terdiri atas pilihan ganda dan rumpang (cloze). Hasilnya menunjukkan bahwa metode SQ3R dapat menentukan kemampuan siswa dalam membaca pemahaman teks bahasa Indonesia dengan jenis tes formatif. Pembelajaran membaca dengan metode yang tepat akan meningkatkan hasil belajar siswa. Ketika metode SQ3R diimplementasikan, jenis tes pilihan ganda lebih baik diberikan kepada siswa, sedangkan jika metode scramble diberikan kepada siswa, jenis tes rumpang lebihsesuai untuk menilai kemampuan membaca pemahaman siswa.
PIDATO JOKO WIDODO SETELAH PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI: REPRESENTASI IDEOLOGI DAN KEKUASAAN (JOKO WIDODO’S SPEECH FOLLOWING THE CONSTITUTIONAL COURT OF INDONESIA JUDGEMENT: THE REPRESENTATION OF IDEOLOGY AND POWER) Pujiningtyas Pujiningtyas
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 18, No 1 (2020): METALINGUA EDISI JUNI 2020
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.432 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v18i1.398

Abstract

Joko Widodo as the elected president delivered his political speech following the judgement of The Constitutional Court of Indonesia regarding the lawsuit of the election of the president and vice president of the Republic of Indonesia for the 2019-2024 period. In the judgement, the Constitutional Court of Indonesia affirmed to reject the lawsuit and decided Joko Widodo and Ma’ruf Amin as the elected President and Vice President of the Republic of Indonesia. Thus, such political speech cannot be considered as independent. In his speech, Joko Widodo conveyed statement and ideology through language. Therefore, Joko Widodo’s speech was analyzed using the Huckin model for critical discourse analysis approach which was carried out using qualitative descriptive methods. The data source was Joko Widodo’s speech after the judgement of the Constitutional Court of Indonesia broadcasted nationwide. The analysis was carried out to look for genre, framing, foregrounding or backgrounding, presuppositions, and differences in topics, as well as analysis of sentences and words. The result shows that Joko Widodo used straightforward and explicit language and was presented in an argumentative and persuasive manner. The delivering of the speech used the language relations and power so that the ideology conveyed and was accepted by the people of Indonesia.AbstrakJoko Widodo sebagai presiden terpilih menyampaikan pidato politiknya usaiMahkamah Konstitusi memutuskan gugatan perkara hasil pemilihan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia periode 2019--2024. Dalam putusan itu, Mahkamah Konstitusi menegaskan menolak gugatan yang diajukan oleh Tim Pemenangan Prabowo Subianto dan Sandiaga S. Uno dan memutuskan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih. Berkenaan dengan itu, pidato politik itu tidak dapat dipandang berdiri sendiri. Joko Widodo dalam pidatonya menyampaikan pernyataan dan ideologi melalui bahasa. Oleh karena itu, pidato Joko Widodo dianalisis dengan pendekatan analisiswacana kritis model Huckin. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian adalah pidato Joko Widodo usai putusan Mahkamah Konstitusi yang disiarkan secara nasional oleh media massa. Analisis dilakukan untuk melihat genre, framing, foregrounding atau backgrounding, praanggapan, dan perbedaan topik, serta analisis kalimat dan kata. Temuan menunjukkan bahwa Joko Widodo menggunakan bahasa lugas dan eksplisit dan disampaikan secara argumentatif dan persuasif. Penyampaian itu menggunakan relasi bahasa dan kekuasaan sehingga ideologi yang disampaikan dapat diterima secara positif oleh rakyat Indonesia.
LEKSIKAL BAHASA SUNDA DI KABUPATEN PURWAKARTA: REGENERASI PENUTUR BAHASA SUNDA (SUNDANESE LEXICAL IN PURWAKARTA REGENCY: REGENERATION OF SUNDANESE SPEAKERS) Ariyanti Ariyanti
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 18, No 1 (2020): METALINGUA EDISI JUNI 2020
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.436 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v18i1.450

Abstract

Sundanese is a regional language spoken by people in Purwakarta Regency, West Java. Although Sundanese is the second most spoken language in  Indonesia, there are concerns with the retention of Sundanese due to people’s bilingualism. Kridalaksana and Sumarsono stated that language retention factors are language transfer and regeneration of speakers. Therefore, this paper examines the vocabulary of elderly respondents’ and young respondents’ through ten lexicals, namely children, read, come, speak, see, eat, go, come home, bathe, and forget, using qualitative methods. The results show that there are differences in the vocabulary of elderly respondents’ and younger respondents’, namely the lexical speak and look on peer level, lexical child and read on elderly level, and lexical see on self level. However, the vocabulary of elderly and younger respondents’ is still largely the same, so it is assumed that theregeneration of Sundanese speakers in Purwakarta Regency is still on going.AbstrakBahasa Sunda adalah bahasa daerah yang dituturkan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Meskipun bahasa Sunda menjadi bahasa dengan penutur kedua terbanyak di Indonesia, ada kekhawatiran mengenai pemertahanan bahasa Sunda karena kedwibahasaan masyarakatnya. Kridalaksana dan Sumarsono menyatakan bahwa faktor pemertahanan bahasa adalah pengajaran bahasa dan regenerasi penutur. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengkaji kosakata orang tua dan anak melalui sepuluhleksikal, yaitu anak, baca, datang, berkata, lihat, makan, pergi, pulang, mandi, dan lupa. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kosakata antara responden orang tua dengan responden anak, yaitu pada leksikal berkata dan lihat untuk tingkat sebaya, leksikal anak dan baca untuk tingkat orang tua, serta leksikal lihat untuk tingkat diri sendiri. Akan tetapi, kosakata orang tua dan anak sebagian besar masih sama sehinggatimbul asumsi bahwa regenerasi penutur bahasa Sunda di Kabupaten Purwakarta masih berjalan.
BENTUK PENGGUNAAN CAMPUR KODE DALAM VIDGRAM @ANGGARITA4 DAN KAITANNYA DALAM RANAH SOSIOLINGUISTIK (THE USAGE FORM OF MIXED CODE IN VIDGRAM @ ANGGARITA4 AND ITS RELATIONS IN SOCIOLINGUISTICS DOMAIN) Wida Anggina; Tressyalina Tressyalina
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 18, No 1 (2020): METALINGUA EDISI JUNI 2020
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.757 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v18i1.477

Abstract

This article aims at describing the code mixing events contained in @anggarita4 vidgram account. The data is in the form of utterances containing code mixing events with Indonesian language mixed with elements of Minang language and vice versa in the vidgram used by @anggarita4. It is a descriptive qualitative study using sociolinguistics apporach. The source of the data in this study is the account vidgram@anggarita4 uploaded during November 2019. The procedure used in this study is collecting research material in the form of utterances in vidgram @anggarita4. The results shows that there are 18 code mixes found. The most common form of code mixing is the one of word insertion in the Minang language.AbstrakKajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peristiwa campur kode yang terjadi pada vidgram akun @anggarita4. Data kajian berupa ujaran berbentuk peristiwa campur kode yang di dalamnya terdapat unsur bahasa Minang bercampur bahasa Indonesia atau sebaliknya dalam vidgram yang digunakan oleh @anggarita4. Jenis kajian ini adalah kualitatif deskriptif menggunakan pendekatan sosiolinguistik. Sumber data dalam penelitian ini adalah vidgram akun @anggarita4 yang diunggah selama bulan November 2019. Prosedur penelitian yang digunakan adalah mengumpulkan  bahanbahan penelitian berupa tuturan dalam vidgram @anggarita4. Hasil penelitian menemukan sebanyak 18 bentuk campur kode. Bentuk campur kode yang paling banyak ditemukan adalah bentuk campur kode berupa penyisipan kata dalam bahasa Minang.
TRIADIC FUNCTIONS OF SITUATIONAL CONTEXT OF HATE SPEECHES: A CYBERPRAGMATIC PERSPECTIVE (FUNGSI-FUNGSI TRIADIS KONTEKS SITUASIONAL TUTURAN KEBENCIAN: PERSPEKTIF PRAGMATIK SIBER) R. Kunjana Rahardi
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 18, No 1 (2020): METALINGUA EDISI JUNI 2020
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.366 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v18i1.494

Abstract

Abstract The objective of this research is to describe the triadic functions of the situational context in the perspective of cyberpragmatics. The research data include excerpts of natural utterances from social media containing triadic meanings and embedded in the situational contexts. Thus, the digital data sources were taken from the utterances in the social media, especially Twitter and  Instagram. The data were collected by applying the observation method and interview method. The observation method included involved interview and uninvolved interview techniques. The interview methods were face-to-face and indirect interviews and the techniques were prompting, recording, and note-taking. The triadic utterances and their situational contexts were identified, selected, and classified into types of data. Further, the types of data were analyzed. The data analysis was carried out using the identity method, particularly the extralingual identity method. The results of the research show that there are five types of triadicity found in the situational context of the cyberpragmatics. They are the triadic function of situational context: (1) to determine the pragmatic meaning of an utterance, (2) as the background of the pragmatic meaning of an utterance, (3) to emphasize the pragmatic meaning of an utterance, (4) to explain the pragmatic meaning of an utterance, (5) to explicate the pragmatic meaning of an utterance. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan fungsi ketriadisan konteks situasi dalam perspektif pragmatik siber. Data penelitian ini berupa cuplikan tuturan natural manusia yang mengandung makna triadis di dalamnya dan berbalut konteks situasional di sekelilingnya. Data dikumpulkan dengan menerapkan metode simak dan metode cakap. Metode simak yang diterapkan berjenis libat cakap dan non-libat cakap dengan teknik rekam dan teknik catat. Adapun metode cakap yang diterapkan adalah metode cakap semuka dan metode cakap tansemuka yang disertai dengan teknik pancing dan teknik catat serta teknik rekam. Hasil penelitian menunjukkan lima ketriadisan fungsi konteks situasional dalam pragmatik siber, yakni: (1) Ketriadisan fungsi konteks sebagai penentu makna pragmatik tuturan, (2) Ketriadisan fungsi konteks sebagai pelatar belakang makna pragmatik tuturan, (3) Ketriadisan fungsi konteks sebagai penegas makna pragmatik tuturan, (4) Ketriadisan fungsi konteks sebagai penjelas makna pragmatik tuturan, (5) Ketriadisan fungsi konteks sebagai pemerinci makna pragmatik tuturan. Kata Kunci: function triadicity, situational context, cyberpragmatic perspective 
SUMBANGAN PENGUASAAN DIKSI DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS NARASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL BUDAYA TIMOR (THE CONTRIBUTION OF DICTION MASTERY AND ACHIEVEMENT MOTIVATION IN THE NARRATIVE WRITING SKILLS ON TIMOR CULTURAL WISDOM) Faizal Arvianto; E Kristanti
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 18, No 1 (2020): METALINGUA EDISI JUNI 2020
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.571 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v18i1.408

Abstract

This paper aims to determine the contribution of diction mastery variables (X1) and achievement motivation variable (X2) simultaneously in the narrative writing skills based on Timor cultural wisdom. The study was conducted in Indonesian Language and Literature Study Program, Timor University from March to August 2019 using a quantitative method with a correlational approach. Based on the Summary Model table derived from the calculation of the SPSS 20 program, the amount of contribution of variable (X1) and variable (X2) simultaneously to variable (Y), the correlation coefficient is 0.746 and is categorized as strong. Based on such table, the R square value is 0.556 and the Sig. F Change value = 0.000 at significance level of α = 0.05 (0.000 <0.05). It means that the contribution(s) of variable (X1) and variable (X2) simultaneously to variable (Y) is 55.6% and significant while the rest of 44.4% is determined by other variable(s).AbstrakKajian ini bertujuan untuk mengetahui sumbangan variabel penguasaan diksi (X1) dan variabel motivasi berprestasi (X2) secara bersama-sama terhadap kemampuan menulis narasi berbasis kearifan lokal budaya Timor (Y). Kajian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Timor bulan Maret 2019 sampai dengan Agustus 2019. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Berdasarkan tabel Model Summary yang diperoleh dari penghitungan program SPSS 20 diketahui besarnyasumbangan variabel (X1) dan variabel (X2) secara simultan terhadap variabel (Y) yang dihitung dengan koefisien korelasi adalah sebesar 0,746 dan termasuk kategori kuat. Berdasarkan tabel Model Summary juga diperoleh nilai R Square sebesar 0.556 dan nilai Sig. F Change = 0.000 pada taraf signifikansi α = 0,05 (0.000 < 0.05). Hal ini berarti kontribusi atau sumbangan variabel (X1) dan variabel (X2) secara simultan terhadap variabel (Y) adalah 55,6% dan signifikan, sedangkan 44,4% ditentukanoleh variabel lain.