cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa
ISSN : 1693685X     EISSN : 25802143     DOI : -
Core Subject : Education,
METALINGUA is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in Metalingua have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. METALINGUA is published by West Java Balai Bahasa twice a year, in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 205 Documents
INTERTEXTUALITY CONCEPT USED BY BRITISH ONLINE MEDIA REGARDING PRABOWO’S APPOINTMENT AS THE DEFENSE MINISTER (KONSEP INTERTEKSTUALITAS YANG DIGUNAKAN OLEH MEDIA ONLINE INGGRIS MENGENAI PENUNJUKAN PRABOWO SEBAGAI MENTERI PERTAHANAN) Octavia Chandra Dewi; Heriyanto Heriyanto; Elvi Citraresmana
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 19, No 2 (2021): METALINGUA EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/metalingua.v19i2.712

Abstract

The appointment of Prabowo as the Defense Minister in Jokowi’s cabinet had brought up the polemic, as the appointment was related to the preceding occasions of general elections and to the former general’s past actions. This study aims to analyze and describe the forms of intertextuality that appear in the British online news, regarding the appointment of Prabowo as the Defense Minister, and how the intertextual forms in the news texts influence the readers’ interpretation of the object of the news. This data is analyzed using the descriptive qualitative method and based on the intertextuality concept in the Critical Discourse Analysis approach suggested by Fairclough (1992). The source of the data analysis was the news texts in the British online media, TheGuardian.com. As the results, there are forty-five data consisting of various forms in the two dimensions of intertextuality: the manifest intertextuality and the interdiscursivity.
PEMAKAIAN GAYA BAHASA SINDIRAN SEBAGAI BENTUK KRITIK SOSIAL DALAM ACARA “MATA NAJWA” DI TRANS7 (THE USE OF SATIRE LANGUAGE STYLE AS A FORM OF SOCIAL CRITICISM IN MATA NAJWA TALKSHOW ON TRANS7) Frisca Dilla; Syahrul Ramadhan
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 19, No 2 (2021): METALINGUA EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/metalingua.v19i2.643

Abstract

The use of a distinctive language style aims to show the richness of language in conveying intent and purpose. One of the interesting national television programs discussed in terms of language style usage is Mata Najwa on Trans 7. This study aims to explain the form of the use of Najwa Shihab's satire language style and its meaning as a form of social criticism towards government on Mata Najwa. This research method is a qualitative descriptive study using a pragmatic stylistic approach. The results showed that the cynicism language style was the most widely used language style on Mata Najwa. The use of language style between the speaker and the presenter prefers to use language that tends to be a bit harsh and seems to hurt the other person with ridicule or direct speech. In contrast to the irony and inuendo's language style, very few appeared in the event.
KOHESI LEKSIKAL DAN JENIS TEMA PADA SPIRIT HARI INI RADIO MH FM DAN PADA UNTAIAN KATA RADIO IMMANUEL SOLO (LEXICAL COHESION AND TYPES OF THEME ON MH FM RADIO’S SPIRIT HARI INI AND ON IMANUEL RADIO’S UNTAIAN KATA IN SOLO) Anisak Syaid Fauziah; Sumarlam Sumarlam; Djatmika Djatmika
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 17, No 1 (2019): Metalingua Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/metalingua.v17i1.288

Abstract

AbstractThe article discusses lexical cohesion of words of wisdom on MH FM Radio’s Spirit Hari Ini and Immanuel Radio’s Untaian Kata in Solo. It aims at finding the themes of the words of wisdom and describing their lexical cohesion. It uses qualitative methods in four stages, namely 1) data collection using reading method, interviewing technique followed by recording technique and writing technique; 2) intuitive linguistic data collection; 3) data analysis using distributive immediate constituent technique and substitutive technique; 4) informal data presentation. The results are 1) the most found theme on SHI is patience and on UK is life; and 2) the most used lexical cohesion on SHI is antonymy, while on UK is repetition. AbstrakPenelitian ini membahas kohesi leksikal kata bijak Spirit Hari Ini Radio MH FM Solo dan Untaian Kata Radio Immanuel Solo. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan jenis tema yang terdapat dalam kumpulan kedua kata bijak tersebut serta menjelaskan dan mendeskripsikan kohesi leksikalnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan empat langkah, yaitu 1) pengumpulan data dengan metode simak, teknik simak libat cakap, dan dilanjutkan dengan teknik rekam, dan teknik catat; 2) klasifikasi data sesuai intuisi kebahasaan, 3) analisis data engan metode agih beserta teknik bagi unsur langsung dan teknik ganti, 4) penyajian data informal. Hasilnya adalah 1) tema kesabaran paling banyak ditemukan dalam SHI dan tema kehidupan paling banyak ditemukan dalam UK, serta 2) kohesi leksikal yang sering digunakan pada kata bijak SHI adalah antonimi, sedangkan pada kata bijak UK adalah repetisi.
REFLEKS FONEM PAN PADA BAHASA BAKUMPAI (THE PAN PHONEMES REFLEXES ON BAKUMPAI LANGUAGE) Siti Jamzaroh
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 17, No 2 (2019): METALINGUA EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/metalingua.v17i2.415

Abstract

AbstakPenelitian ini termasuk dalam bidang kajian linguistik historis komparatif. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan protofonem PAN yang mengalami retensi pada bahasa Bakumpai; 2) mengetahui fonem PAN yang mengalami perkembangan inovasi merger dan split pada bahasa Bakumpai. Ancangan penelitian termasuk penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode rekonstruski top-down. Hasil yang ditemukan adalah peristiwa perubahan fonem yang terjadi, yaitu sebagai berikut: a) retensi atau pewarisan fonem tanpa mengalami perkembangan antara lain konsonan /p,b,m,n,ŋ,ñ,l,r.s/, diftong /aw/ dan /uy/ dan vokal /i,u/; b) inovasi atau perubahan fonem split atau pemencaran, terjadi pada protofonem: *v->(b,w); *k  (k,h); R  (h,s,Φ); *d(r,d,t,j); *t (s,k,j); uy  (uy,Φ); *a  (a,ɛ); *q,*?  (k,h,Φ); dan c) merger atau penggabungan, terjadi pada beberapa protofonem PAN menjadi satufonem bahasa Bakumpai; (*s,*t,*R)s; (*t,*d)  t; (*b,*v)b; *k,*R,*qh; *w,*v w; dan *r,*d r.
PERUBAHAN WILAYAH PAKAI BAHASA SUNDA DAN BAHASA JAWA DI KABUPATEN CILACAP JAWA TENGAH (THE SUNDANESE AND JAVANESE LANGUAGE USAGE AREA CHANGES IN CILACAP REGENCY, CENTRAL JAVA) Linda Sari Wulandari; Amalina Shomami
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 17, No 2 (2019): METALINGUA EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/metalingua.v17i2.403

Abstract

AbstrakKabupaten Cilacap merupakan wilayah pakai bahasa Sunda dan bahasa Jawa. Bahasa bersifat dinamis sehingga wilayah pakai bahasa di Kabupaten Cilacap juga mengalami perubahan, terutama perubahan wilayah pakai bahasa Sunda karena sebelumnya pada tahun 1993 sudah pernah ada yang memetakan wilayah pakai bahasa di Kabupaten Cilacap. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan batas wilayah pakai bahasa Sunda dan bahasa Jawa sehingga perubahan batas penggunaan bahasa setelah lebih dari 20 tahun dapat diketahui. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Untuk memperoleh batas wilayah pakai bahasa antara bahasa Sunda dan bahasa Jawa, peneliti menggunakan berkasberkas isoglos dalam peta bahasa. Hasil penelitian membuktikan bahwa ada perubahan batas wilayah pakai kedua bahasa. Bahasa Sunda yang tadinya hanya ada di bagian barat-utara kini setelah lebih dari 20 tahun juga terdapat di bagian selatan Kabupaten Cilacap, sedangkan wilayah pakai bahasa Jawa ada di bagian tengah hingga timurKabupaten Cilacap.
ABSTRACT admin admin
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 17, No 1 (2019): Metalingua Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/metalingua.v17i1.437

Abstract

TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM NOVEL-NOVEL TERE LIYE:TINJAUAN PRAGMATIK (EXPRESSIVE SPEECH ACT ON THE TERE LIYE’S NOVELS: PRAGMATICS REVIEW) Aruna Laila; Emil Septia
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 17, No 1 (2019): Metalingua Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/metalingua.v17i1.112

Abstract

AbstractTere Liye’s novels of “Hujan” and “Pulang” are two interesting pieces of work for their use of attractive and polite styles of speech and this writing is aiming at (1) describing the expressive speech act therein and (2) the strategy of such speech act. It uses qualitative approach and descriptive analysis method. The data were taken from two novels called “Hujan” (2016) and “Pulang” (2015) by Tere Liye. The result shows that there are six kinds of expressive speech acts, namely (1) condolence, (2) gratitude, (3) felicitation, (4) apology, (5) praise, and (6) criticism. There are also five strategies found, namely (1) frankness without chit-chat, (2) chit-chat withpositive politeness, (3) chit-chat with negative politeness, (4) vagueness, and (5) speaking by heart.AbstrakNovel Hujan dan Pulang adalah karya Tere Liye yang menggunakan gaya berbicara yang menarik dan sopan. Studi ini meneliti tindakan ekspresif dalam novel Hujan dan Pulang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) ungkapan ekspresif dalam kedua novel dan (2) strategi tindak tutur ekspresif yang digunakan dalam kedua novel. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metodeanalisis deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah novel Tere Liye yang berjudul Hujan (2016) dan Pulang (2015). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam kedua novel adalah (1) ucapan belasungkawa; (2) ucapan terima kasih; (3) ucapan selamat; (4) ucapan permintaan maaf; (5) ucapan pujian; dan (6) kritikan. Sementara itu, strategi tindak tutur ekspresif yang ditemukan adalah (1) strategi bertutur terus terang tanpa basa basi, (2) strategi bertutur denganbasa-basi kesantunan positif, (3) strategi bertutur dengan basa-basi kesantunan negatif, (4) strategi bertutur samar-samar, dan (5) strategi bertutur dalam hati.
KAULINAN BARUDAK SUNDA SEBAGAI MANIFESTASI PEMERTAHANAN BAHASA SUNDA DI KABUPATEN BANDUNG (SUNDANESE CHILD PLAY (KAULINAN BARUDAK SUNDA) AS A MANIFESTATION OF SUNDANESE LANGUAGE MAINTENANCE IN BANDUNG REGENCY) Wagiati Wagiati; Nani Darmayanti; Duddy Zein
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 17, No 2 (2019): METALINGUA EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/metalingua.v17i2.306

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menjelaskan bentuk pemertahanan bahasa Sunda dalam kaulinan barudak Sunda di Kabupaten Bandung dan menjelaskan faktor-faktor penentu yang memengaruhi proses pemertahanan bahasa tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif-deskriptif. Sumber data pada penelitian ini berupa sistem permainan tradisional Sunda, khususnya yang memiliki unsur lingual berupa nyanyian berbahasa Sunda di Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bentuk pemertahanan bahasa Sunda pada kaulinan barudak Sunda diKabupaten Bandung terlihat jelas dari adanya penggunaan lirik-lirik berbahasa Sunda dalam proses permainannya. Beberapa bentuk permainan yang mengandung lirik nyanyian berbahasa Sunda di antaranya adalah cingciripit, oray-orayan, ucangucang angge, dan hompimpah. (2) faktor penentu proses pemertahanan bahasa Sunda pada kaulinan barudak Sunda di Kabupaten Bandung adalah (a) konsentrasi penutur, (b) kesinambungan pengalihan bahasa ibu, (c) loyalitas terhadap bahasa ibu. (d) khazanah bahasa golongan muda, dan (e) menjaga identitas kultural.
ANALISIS GEJALA MORFOFONEMIK DALAM DIALEK BAHASA SUNDA DI KECAMATAN SINDANGWANGI, KABUPATEN MAJALENGKA (ANALYSIS OF MORPHOPHONEMIC SYMPTOMS IN SUNDANESE DIALECT, SINDANGWANGI DISTRICT, MAJALENGKA) Allif Pradana; Lia M. Indriyani; Wagiati Wagiati
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 20, No 1 (2022): METALINGUA EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/metalingua.v20i1.917

Abstract

AbstrakPenelitian ini  bertujuan untuk mengetahui analisis terhadap gejala morfofonemik dalam dialek Bahasa Sunda Kecamatan Sindangwangi. Teori yang akan dibahas tersebut dikaji berdasarkan teori morfofonemik  yang bertujuan untuk menganalisis perubahan bunyi dalam variasi bahasa dialek sunda sindangwangi, kabupaten Majalengka yang berbatasan dengan penutur dari bahasa dan dialek yang berbeda secara geografis , dengan berbagai teori penunjang dari teori fonetis artikulatoris Bahasa Sunda dan unsur khas Bahasa Sunda yang disampaikan oleh Fatimah Djajasudarma (2013). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif untuk memaparkan hasil analisis yang fundamental dan dalam, dengan beberapa metode pengumpulan data yaitu : 1.teknik simak dan ,2. Teknik cakap. Dengan kriteria informan yang sudah ditetapkan. Hasil dari penelitian ini adalah adanya beberapa gejala morfofonemik yaitu : 1. Metatesis, 2. Protesis, 3. Epentesis, 4. Asimilasi progresif, 5. Asimilasi Regresif , dan 5. Adaptasi, dalam dialek Bahasa Sunda kecamatan Sindangwangi.Kata Kunci : Dialek, Morfofonemik, Fonetis Artikulatoris, Variasi BahasaAbstrackThis study aims to determine the analysis of morphophonemic symptoms in the Sundanese dialect, Sindangwangi sub-district. The theory that will be discussed is reviewed based on morphophonemic theory which aims to analyze sound changes in variations in the Sundanese dialect of Sindngawangi, Majalengka district which borders speakers of geographically different languages and dialects, by sharing supporting theories from the articulatory phonetic theory of Sundanese and typical elements of the Sundanese language presented by Fatimah Djajasudarma (2013). The method used in this study is a qualitative approach method to describe the results of a fundamental and deep analysis, with several data collection methods, namely: 1. Listening technique and . From this research, there are several morphophonemic symptoms, namely: 1. Metathesis, 2. Prosthesis, 3. Epenthesis, 4. Progressive assimilation, 5. Regressive assimilation, and 5. Adaptation, in the Sundanese dialect of Sindangwangi.Keywords: Dialect, morphophonemic, articulatory phonetics, language variation.
ANALISIS FONOLOGIS KOSAKATA ISOLEK SUNDA DI KECAMATAN CILAMAYA KULON KABUPATEN KARAWANG (PHONOLOGICAL ANALYSIS OF SUNDA ISOLEK VOCABULARY IN CILAMAYA KULON DISTRICT OF KARAWANG REGENCY) Zakia Nurfitri Aulia; Cece Sobarna; Wahya Wahya
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 20, No 1 (2022): METALINGUA EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/metalingua.v20i1.941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan bunyi yang terjadi dalam peristiwa tutur masyarakat Cilamaya Kulon. Objek penelitian ini adalah kosakata yang mengalami perubahan bunyi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif yang terdiri dari tiga tahap, yakni, (1) tahap penyediaan data menggunakan metode simak; (2) tahap analisis data menggunakan metode padan; dan (3) tahap penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan informal. Berdasarkan penelitian ini ditemukan 48 kosakata yang mengalami perubahan bunyi yang diklasifikasikan berdasarkan teori Crowley (2010), yakni (1) penguatan bunyi vokal [ɛ] à [i] dan [ə] à [ɛ]; (2) pelemahan bunyi yang meliputi perubahan bunyi vokal dan konsonan. Pelemahan bunyi vokal di antaranya adalah perubahan vokal [a] à [ə], [ö] à [ə], [ɔ] à [ə], dan [ɛ] à [ə].  Pelemahan bunyi fonem konsonan di antaranya [b] à [p] dan  [w] à [h] ; (3) aferesis pada konsonan fonem /h/; (4) sinkope pada konsonan fonem /a/, /l/, dan /d/; (5) apokope pada konsonan (h); (6) protesis pada fonem konsonan vokal /ɔ/ dan /ö/; (7) epentesis pada fonem konsonan /n/dan /m/ yang merupakan fonem konsonan apiko dental  nasal dan bilabial; (8) paragog pada fonem konsonan /h/.