cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan
ISSN : 19782365     EISSN : 25281917     DOI : -
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan merupakan jurnal ilmiah yang berisi hasil penelitian/kajian dibidang ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi. Diterbitkan melalui proses review oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi dalam 2 (dua) edisi Juni dan Desember setiap tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
RANCANG BANGUN UNIT GERBANG ANALOG PENGGERAK JEMBATAN THYRISTOR UNTUK SISTEM KONTROL TEGANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINI HIDRO (PLTMH) Rijanto, Estiko
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 8, No 2 (2009): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa PLTMH di Indonesia ada yang dibangun tahun 1990an. PLTMH ini menggunakan teknologi analog untuk sistem kontrol tegangannya yang diimpor dari luar negeri. Berhentinya produksi unit gerbang analog penggerak jembatan thyristor di luar negeri mengancam kesinambungan operasi PLTA yang bersangkutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang bangun sebuah unit gerbang analog pembangkit pulsa penggerak rangkaian thyristor setengah gelombang untuk sistem kontrol tegangan pembangkit listrik generator sinkron 3 fasa. Rancang bangun unit gerbang analog terdiri dari: (a) rangkaian penggeser fasa, (b) rangkaian penguat dan peredam, dan (c) transformator pulsa yang dipasang di rangkaian penguat dan peredam. Unit gerbang analog hasil rancang bangun pada penelitian ini telah diujicoba pada PLTMH 7.750 KVA dan bekerja dengan baik.;
SIMULASI DAN ANALISIS AERODINAMIK DAN STRUKTUR DESAIN BILAH TURBIN ANGIN 100 KW DENGAN ENGINEERING FLUID DYNAMIC (EFD) Hesty, Nurry Widya; Zulkarnain, Zulkarnain
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 8, No 2 (2009): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain bilah turbin angin kapasitas daya 100 KW beserta simulasi dan analisis aerodinamik dan struktur yang optimal dan sesuai dengan karakteristik angin di Indonesia telah dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Engineering Fluid Dynamic (EFD). Desain bilah turbin ini adalah berjenis Twisted-blade. Berdasarkan hasil simulasi aerodinamik efisiensi maksimumnya adalah sebesar 22.3% pada putaran 38 rpm dan pada daya rotor sebesar 87,9kW. Dari hasil Integrity test terhadap prototipe bilah turbin 100kW ditunjukan bahwa faktor keamanan terkecil untuk desain ini adalah 1.68125, artinya desain dengan menggunakan material GRFP (Glass Reinforced Fiber Plastic) memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan pembebanan yang terjadi selama pengoperasian bilah; Aerodynamic simulation and analysis of 100 KW blade design has been studied from the optimum design due to wind characteristic in Indonesia using the EFD (Engineering Fluid Dynamic) Simulation Software. The kind of this blade design is twisted. The aerodynamic simulation showed the design has 22.3% for optimum efficiency at 38 rpm and 87.9kW of rotor power. The integrity test result gives the lowest safety factor for this design is 1.68125. It means the design has quite strength to hold every load during operation when using GRFP (Glass Reinforced Fiber Plastic) at material.
ANALISIS KINERJA PLTS PADA SISTEM HIBRIDA PLTS 2.5 kW dan PLTMH 100 Kw DENGAN KASUS INSTALASI Di UMM MALANG JAWA TIMUR Soekarno, Hari; Wargadalam, Verina J.; Hardoko, Arif
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 9, No 1 (2010): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu unit eksperimen Sistem Hybrid PLTS-PLTMH telah dibangun oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan (P3TKEBT) pada T. A. 2009 di Universitas  Muhammadiyah Malang (UMM). Konfigurasi Sistem Hybrid ini terdiri dari empat jenis pembangkit dengan sumber energi berbeda, yaitu: 2,5 kWpembangkit listrik tenaga surya (PLTS), 100 kW pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH), 300 kW Genset dan suplai jaringan PLN. Daya listrik yang dihasilkan diintegrasikan untuk melayani kebutuhan beban daya kampus UMM. Tulisan ini menyajikan hasil evaluasi kinerja sistem Hybrid PLTS-PLTMH di UMM, khususnya proses sinkronisasi tegangan pada PLTS. Data yang digunakan adalah hasil pengamatan kinerja sistem selama tiga bulan yaitu pada bulan Desember 2009, Januari dan Februari 2010. Hasil evaluasi diketahui bahwa sistem secara periodik beroperasi antara jam 6.00 s/d 17.00 pada tegangan 280 Volt (di sisi Modul PV sebelum Inverter) dan 240 Volt (di sisi GRID setelah Inverter). Kinerja puncak dari unit PLTS terjadi antara jam 10.00 s/d 13.00 dengan kapasitas daya rata-rata sebesar 2000 Watt di bulan Desember, 2200 Wattdi bulan Januari dan 2100 Watt di bulan Februari. Kondisi gagal sinkronisasi pada PLTS teramati pada saat tegangan Modul PV tinggi > 300 Volt ; tegangan GRID rendah < 210 Volt; dan saat terjadi perubahan tegangan GRID secara tiba-tiba.
PERHITUNGAN BEBAN PENDINGINAN PADA RUANGAN DI PERKANTORAN PT. INDONESIA POWER UPJP PESANGGARAN BAL Suntoro, Dedi; Darmawan, Ragil; Ahadi, Khalif
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 17, No 1 (2018): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panas buang Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) berpotensi untuk dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi sistem pengkondisi udara di suatu gedung dengan menggunakan teknologi absorption chiller. Untuk menentukan kapasitas mesin pengkondisi udara di suatu gedung yang harus dilakukan adalah menghitung beban pendinginan. Perhitungan beban pendinginan yang akurat sangat berpengaruh terhadap penghematan energi. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan besarnya beban pendinginan pada gedung-gedung di area PLTG Pesanggaran Bali yang terdiri dari empat gedung kantor, dua ruang kontrol, satu ruang panel, dan satu ruang pantry. Beban pendinginan semua area tersebut akan disuplai oleh absorption chiller dengan memanfaatkan panas buang PLTG. Metode perhitungan beban pendinginan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) dan American Society of Refrigeration and Air-Conditioning Engineers (ASHRAE). Beban pendinginan total merupakan akumulasi dari beban perpindahan panas, radiasi sinar matahari, beban internal dan infiltrasi udara luar. Perhitungan menggunakan beban pendinginan maksimal sebagai dasar untuk menentukan kapasitas absorption chiller. Berdasarkan hasil perhitungan, besarnya beban pendinginan total 24 jam gedung area PLTG Pesanggaran Bali adalah 912,54 kW. Beban pendinginan tersebut terdiri dari beban pendinginan pada jam kantor yaitu pukul 07:00-17:00 adalah 565,97 kW, sedangkan di luar jam kantor yaitu pukul 17:00-07:00 adalah 346,56 kW.
ANALISIS KONSUMSI LISTRIK DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) DI INDONESIA; ANALYSIS OF ELECTRICITY CONSUMPTION AND HUMAN DEVELOPMENT INDEX (HDI) IN INDONESIA Dharma Susila, I Made Agus; Pribadi, Dwi Rahmasari
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 13, No 1 (2014): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis konsumsi listrik dan indeks pembangunan manusia (IPM) di Indonesia dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi listrik dengan indikator pembangunan sosial berupa IPM di Indonesia. Metodologi yang digunakan dalam analisis ini adalah deskriptif analitik yang menggambarkan secara detail hubungan antara konsumsi listrik dari tiga sektor utama yaitu industri, rumah tangga dan komersial dengan indikator pembangunan sosial berupa dua indikator IPM yaitu umur harapan hidup dan angka melek huruf yang diwakili oleh lama sekolah. Sektor industri mempunyai pengaruh paling besar terhadap umur harapan hidup,dibandingkan dengan sektor komersial dan sektor rumah tangga. Konsumsi listrik total dan rasio elektrifikasi lebih mempengaruhi nilai indikator melek huruf dibandingkan dengan umur harapan hidup. Konsumsi listrik total berkorelasi sangat kuat dengan kedua indikator IPM yaitu umur harapan hidup dan angka melek huruf dan dengan IPM itu sendiri. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi (r2) lebih dari 0,97. Korelasi anatara rasio elektrifikasi dengan IPM juga kuat yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi (r2) di atas 0,95. Dapat disimpulkan bahwa konsumsi listrik dan rasio elektrifikasi di Indonesia mempunyai hubungan yang kuat dengan indikator – indikator IPM. An analysis on electricity consumption and human development index (HDI) in Indonesia was carried out to investigate correlation between electricity consumption and indicators of human development index. Methodology which is applied on the study is descriptive analytic to describe correlation between the electricity consumption per sector to the indicators of HDI such as life expectancy and education. Electricity consumption of industry sector has a larger influence to life expectancy and commercial and household compared to those of other sectors. The result of the study indicates that electricity consumption and social development in Indonesia has a strong correlation with correlation coefficient (r2) more than 0.97. A strong correlation is also shown by electrification ratio and HDI with correlation coefficient is about 0.95. It is concluded that electricity consumption and electrification ratio have strong relationship with indicators of HDI.
Kata Pengantar - Daftar isi ketjurnal, redaksi
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 9, No 1 (2010): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COMPARATIVE ECONOMIC ASSESSMENT BETWEEN SMR PLANTS AND LARGE PLANT IN COMPARISON WITH CPP TAKING INTO ACCOUNT ENVIRONMENTAL ASPECT Nasrullah, Mochamad
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 12, No 2 (2013): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Construction of N uclear Power Plant (NPP) in a country is always a controversy. The size of capacity on Nuclear Power Plant becomes important whether to use large capacity or small capacity, as this will give an effect in the Levelized Unit Electricity Cost. The study will assess the LUEC and the Levelized Unit Product Cost of electricity and non-electricity, also present a comparative economic assessment between SMR and large PWR, and comparison with different energy resources taking into account the environmental aspect. The models used to calculate the economics of power plants are G4Econs, IAEA’s models in spreadsheet form released in 2008. The models will take into account the investment cost, fuel cost, operational and maintenance (O&M) cost. Using 10% discount rate, the result of economic assessment shows that generation cost of large unit does not always cheaper the smaller units. Pembangunan PLTN disetiap negara selalu terjadi suatu kontroversi. Ukuran kapasitas PLTN menjadi penting apakah menggunakan kapasitas besar atau kecil, hal ini akan berpengaruh dalam biaya pembangkitan listrik. Studi ini akan memperkirakan biaya pembangkitan listrik dan biaya sampingan dari pembangkit listrik dan non listrik. Selain itu juga menyajikan suatu perbandingan perkiraan ekonomi antara PLTN ukuran SMR dan PLTN ukuran besar yang akan dibandingkan dengan sumber energi yang berbeda (PLTU) yang mempertimbangkan aspek lingkungan. Model yang digunakan untuk menghitung keekonomian PLTN tersebut adalah G4Econs. Model ini dibuat IAEA dalam bentuk spreadsheet yang dipublikasikan tahun 2008. Model ini akan menghitung biaya investasi, biaya bahan bakar, biaya operasi dan perawatan. Dengan menggunakan discount rate 10% hasil perhitungan ekonomi menunjukkan biaya pembangkitan ukuran besar tidak selalu murah jika dibandingkan dengan ukuran kecil.
Cover Belakang Vol.9 No.2 2010 ketjurnal, redaksi
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 9, No 2 (2010): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PETA POTENSI LIMBAH BIOMASSA PERTANIAN DAN KEHUTANAN SEBAGAI BASIS DATA PENGEMBANGAN ENERGI TERBARUKAN Pranoto, Bono; Pandin, Marlina; Fithri, Silvy Rahmah; Nasution, Syaiful
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 12, No 2 (2013): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia menghadapi beberapa kendala, salah satunya adalah terbatasnya ketersediaan data dan informasi potensi energi terbarukan di seluruh wilayah Indonesia. Tujuan dari kajian ini adalah menyiapkan data dan informasi sebaran potensi energi biomassa dan menyajikannya dalam bentuk database spasial. Peta spasial potensi energi limbah biomassa ini dapat digunakan untuk pengembangan pemanfaatan energi biomassa. Metodologi yang digunakan adalah pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian data. Data dikumpulkan dari berbagai sumber seperti Kementerian Pertanian berupa angka tetap produksi dan luas panen pertanian, serta peta tematik kawasan hutan milik Kementerian Kehutanan . Komoditi yang dihitung adalah limbah Padi (Oryza Sativa), Jagung (Zea Mays), Singkong (Manihot Utilissima), Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq), Kelapa (Cocos Nucifera, L) dan limbah hutan produksi. Data disajikan dalam peta dasar spasial batas wilayah kabupaten. Hasil perhitungan didapat besar potensi energi dari limbah ke enam komoditi tersebut sebesar 35,6 GW dengan kontribusi dari limbah padi sebesar 54,52 %, limbah jagung 9,74%, limbah singkong 6,45%, limbah kelapa sawit 2,29%, limbah kelapa dalam 2,3%, dan limbah hutan produksi 24,69%. Utilization of renewable energy in Indonesia faces several obstacles, one of which is the limited data and information availability of potential of renewable energy in all region of Indonesia. The purpose of this study is to prepare data and information of distribution the energy potential for biomass and present it in the form of map database. The map of potential energi from biomass waste can be used as reference for development of biomass energy. The methodology for this study is by collection, processing, analysis and presentation of data. Data collected from various sources such as the Ministry of Agriculture for Fixed Number production and harvest area from waste of Rice (Oryza Sativa), Corn (Zea Mays), Cassava (Manihot Utilissima), Palm (Elaeis Guineensis Jacq), Coconut (Cocos Nucifera, L), and tematic map for forest boundaries from Ministry of Forestry. The data is presented in a spatial base map of the district boundaries. The results show total energy potential from six commodities is 35,6 GW, with contribute from padi waste 54,52%, corn waste 9,74%, cassava waste 6,45%, palm waste 2,29%, coconut waste 2,3%, and production forest waste 24,69%. This spatial map of biomass energy that has been made can be used as a database of biomass energy development in Indonesia.
Cover Depan Vol.10 No.2 ketjurnal, redaksi
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 10, No 2 (2011): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 8 of 15 | Total Record : 147