cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan
ISSN : 19782365     EISSN : 25281917     DOI : -
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan merupakan jurnal ilmiah yang berisi hasil penelitian/kajian dibidang ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi. Diterbitkan melalui proses review oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi dalam 2 (dua) edisi Juni dan Desember setiap tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
KONTROL ON-OFF PADA KONVERTER DC-DC BOOST DAN INVERTER BOOST DENGAN MENGGUNAKAN MODEL HIBRIDA; ON-OFF CONTROL IN BOOST DC-DC CONVERTER AND BOOST INVERTER USING HYBRID MODEL Muqorobin, Anwar
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 13, No 2 (2014): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ISSN 1978-236589Sistem elektrik seperti sistem tenaga listrik, konverter daya, dan motor listrik, mempunyai ketidaklinieran pada model dinamiknya. Namun demikian, sistem-sistem tersebut telah berhasil dikontrol dengan menggunakan kontrol klasik. Tulisan ini melakukan analisa aplikasi kontrol on-off pada konverter daya, yaitu konverter boost dan inverter boost, dengan menggunakan kestabilan Lyapunov.Dalam tulisan ini, dilakukan pemodelan hibrida pada konverter dc-dc boost dan inverter boost. Berkaitan dengan kontrol on-off, pemodelan tersebut menggunakan dua keadaan diskrit. Kemudian dilakukan perancangan kontrol hibrida dan kontrol on-off berdasarkan model hibrida yang telah diberikan. Kedua kontrol dibandingkan unjuk kinerjanya dengan menggunakan simulasi baik dalam kondisi transien maupun dalam keadaan tunak. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kontrol hibrida memberikan tanggapan transien yang lebih baik daripada kontrol on-off dan tanggapan yang sama dengan kontrol on-off pada keadaan tunak. Kontrol on-off dimplementasikan ke dalam perangkat keras dengan menggunakan prosessor sinyal digital TMS28335. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa kontrol on-off dapat bekerja dengan baik pada konverter dc-dc boost dan inverter boost. Hasil eksperimen tersebut merupakan tanggapan kontrol dalam keadaan tunak. Electric systems for example power system, power converter and electric motor, have nonlinear characteristic in their dynamic model. However, these systems have been controlled successfully using classic control. This paper is going to conduct analysis of on-off control application in power converter, those are boost converter and boost inverter, using Lyapunov stability. In this paper, the author made hybrid models for boost dc-dc converter and boost inverter. Related to on-off control, the model only used two discrete states. Then the hybrid and on-off control were designed based on the hybrid model. Both controls’s performance were compared using simulation, that is the transient response and the steady state response. Simulation results showed that the hybrid control provided better transient response than the on-off control but had similar steady state response. After that, the on-off control was implemented in the hardware using TMS28335 digital signal processor. The experimental results showed that the on-off control could stabilize the boost converter and boost inverter. That experimental results were steady state response of the control.
Cover Belakang Vol.10 No.1 ketjurnal, redaksi
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 10, No 1 (2011): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGHEMATAN ENERGI PENERANGAN JALAN UMUM DKI JAKARTA: SURVEI, POTENSI DAN KEEKONOMIAN al Irsyad, M. Indra; Wintolo, Marhento; Hartono, Hartono
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 9, No 2 (2010): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan langkah penghematan energi PJU yang paling layak secara ekonomis dan teknis. Langkah-langkah penghematan yang dilakukan adalah pemasangan kWh meter, penggunaan lampu jalan yang efisien, pemasangan capacitor bank dandimmer, serta penggunaan PJU berbasis energi baru terbarukan. Analisis keekonomian menggunakan metoda discounted payback period (DPB) dan total life cycle cost (TLCC). Menurut perhitungan keekonomian menggunakan metode payback period dengan discount rate 5% maka hanya ada 12 panel PJU yang layak dipasang capacitor bank. Diperoleh juga bahwa pemasangan kWh meter hanya membutuhkan 2 bulan untuk mengembalikan biaya investasi 18 juta rupiah, sedangkan untuk biaya dan DPB untuk penggantian lampu, capacitor bank dan dimmer masing masing adalah 23 juta rupiah (1 bulan), 72 juta rupiah (11 bulan) dan 169 juta rupiah (33 bulan). PJU EBT masih belum direkomendasikan karena biaya pemeliharaan masih lebih mahal daripada penghematan yang didapat.
ANALISIS TORSI COGGING PADA PROTOTIP GENERATOR MAGNET PERMANEN 1KW/220V/300RPM Fitriana, Fitriana; Irasari, Pudji; Kasim, Muhammad
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 9, No 2 (2010): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Torsi cogging merupakan karakteristik melekat pada generator magnet permanen (GMP) yang disebabkan oleh geometri generator. Torsi cogging dapat mempengaruhi kemampuan start, menimbulkan bising dan vibrasi mekanik bila GMP dipasang pada turbin angin. Oleh karena itu torsi cogging GMP harus dibuat sekecil-kecilnya, salah satu caranya adalah dengan memiringkan magnet permanen. Dalam makalah ini simulasi torsi cogging dilakukan terhadap prototip GMP kapasitas 1 kW, 220V, 300 RPM dengan 3 kemiringan magnet. Generator dirancang dengan 18 kutub dan 2 magnet pada setiap kutubnya. Simulasi menggunakan metode variasi energi untuk mengetahui besarnya torsi cogging yang ditimbulkan akibat berputarnya magnet. Hasil simulasi menunjukkan bahwa torsi cogging dapat berkurang sampai nol saat magnet dimiringkan penuh yaitu sebesar satu kisar alurnya atau 8,6 mm. Hasil simulasi torsi cogging ini selanjutnya divalidasi dengan besaran torsi start pada metode pengujian GMP menggunakan lengan torsi. Kemiringan magnet terbaik dicapai saat lebar kutub 21 mm atau sudut kemiringan 3,88° (58% kisar alurnya) karena pada posisi ini dihasilkan torsi cogging dan torsi start paling kecil.
Cover Depan Vol.11 No.1 ketjurnal, redaksi
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 11, No 1 (2012): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BOILER MINI TEKANAN RENDAH BERBAHAN BAKAR SAMPAH PERKEBUNAN UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK Suntoro, Dedi; Sinaga, Paber Parluhutan; Anggono, Tri; Lestari, Endang
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 10, No 1 (2011): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah yang dihasilkan dari perkebunan cukup besar jumlahnya. Sampah tersebut mengandung kalori yang potensial sebagai bahan bakar boiler. Boiler adalah suatu bejana tertutup yang mengubah air menjadi uap dengan suhu dan tekanan tertentu. Uap yang dihasilkan boiler digunakan untuk membangkitkan listrik. Berdasarkan data luas areal dan produksi perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, salah satu komoditas terbesar adalah kelapa. Oleh karena itu P3TKEBTKE mengembangkan satu unit boiler skala laboratorium berbahan bakar limbah perkebunan kelapa. Untuk langkah awal penelitian, digunakan tempurung kelapa sebagai bahan bakar. Untuk meningkatkan kalori, tempurung kelapa dikonversi menjadi arang kelapa. Untuk menghasilkan listrik komponen lain yang diperlukan adalah turbin uap dan generator. Uap yang dihasilkan boiler memutar turbin uap, dan selanjutnya memutar generator dan menghasilkan daya listrik. Uji kenerja boiler menunjukkan bahwa boiler mampu bekerja pada tekanan 10 kg/cm2 dan suhu 182ºC. Daya listrik yang terukur keluar dari generator maksimal sebesar 4,09kW. Penelitian lebih lanjut terutama dalam hal sistem pembakaran dan uap superheater masih diperlukan, agar diperoleh daya listrik yang optimal dan stabil.
ANALISIS KEGAGALAN MECHANICAL SEAL PADA PENGUJIAN KEBOCORAN TURBIN ORC; THE ANALYSIS OF THE MECHANICAL SEAL FAILURE AT ORC TURBINE LEAKAGE TEST Setiadanu, Guntur Tri; Gunawan, Yohanes; Sukaryadi, Didi
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 14, No 1 (2015): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mechanical seal adalah peralatan yang berfungsi untuk mencegah kebocoran pada turbin organic rankine cycle (ORC) yang bekerja dengan menggesekan permukaan o-ring tungsten karbida (WC) dan grafit (C). Terjadi kegagalan pada pengujian kebocoran mechanical seal untuk turbin ORC akibat patahnya ring tungsten karbida. Studi ini melakukan analisis kerusakan ring tungsten kabida yang patah. Hasil yang didapatkan adalah terjadi fenomena panas berlebih ketika gesekan operasi ring tungsten karbida yang tidak mampu didinginkan oleh sistem pendingin menggunakan oli SAE 40 pada saat pengujian. Dari pengujian pada ring tungsten karbida didapatkan bahwa terjadi retak akibat panas yang tinggi pada permukaan gesek ring tungsten pada lokasi dibawah garis tengah permukaan gesek.Retak tersebut diinisiasi oleh kombinasi pelemahan ikatan pada batas butir tungsten karbida, bending momen akibat laju ekspansi termal yang berbeda karena pendinginan yang tidak merata dan getaran pada permukaan gesek. Dengan naiknya temperatur, getaran dan tekanan kerja retak tersebut terpropagasi sehingga ring tungsten menjadi patah. Mechanical seal is an equipment that prevents leakage in an ORC (organic rankine cycle) turbine by utilize surface friction between tungsten carbide (WC) and graphite (C) o-rings. Failure has occurred in the testing of mechanical leakage for ORC turbine caused by tungsten carbide ring fracture. This study conducts a damage analysis of the fractured tungsten carbide ring. The result shows that there is an overheat phenomenon caused by the fraction of o-ring tungsten carbides which unable to cool off using SAE 40 cooling system. From the ring tungsten carbides test, it is known that a heat cracks has occurred below the center line of the tungsten ring friction surface. The crack is initiated by the combination of the bond weakening at the grain boundaries of tungsten carbides, the bending moments from the different rate of thermal expansion cause by unproper cooling system and vibration at friction surface. The increase of the temperature, vibration and work pressure have caused the crackto be propagated so the tungsten ring became broken.
Preface Ketjurnal Vol 17, No 1 (2018) Wargadalam, M.T., Verina J.
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 17, No 1 (2018): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENENTUAN DEBIT ANDALAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO DENGAN METODE TURC AND SOLOMON (Studi Kasus: PLTMH Puppuring, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat) Soekarno, Hari; Pandin, Marlina
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 10, No 2 (2011): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar potensi PLTMH berada pada anak sungai yang hampir dapat dipastikan tidak memiliki data ukur debit karena tidak pernah dilakukan pengukuran debit secara berkala. Kondisi yang demikian menjadi kendala bagi para insinyur pada saat menentukan debit desainsuatu PLTMH. Penentuan debit desain berdasarkan pengukuran sesaat bisa berakibat pada operasional PLTMH. Debit desain yang terlalu tinggi akan menyebabkan ukuran mesin terlalu besar dan waktu operasional pendek. Sebaliknya, debit desain yang terlalu rendah akan menyebabkan kehilangan potensi energi yang dapat dibangkitkan. Sebagai solusi dalammenghadapi persoalan tersebut, “TURC and Solomon” mengembangkan metode empiris untuk menentukan debit desain suatu PLTMH berdasarkan pada debit andalan. Metode ini mampu menentukan debit andalan menggunakan Flow Duration Curve (FDC) dengan memanfaatkan data temperatur, area cathment, dan data curah hujan rata-rata tahunan. Dalam studi ini, metode tersebut dimanfaatkan untuk menentukan besaran debit desain PLTMH Puppuring. Pemanfaatan metode empiris tersebut pada PLTMH Puppuring memberikan tingkat kepastian debit desain yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengukuran sesaat. Dari kurva FDC yang diperoleh pada studi ini, akhirnya dapat ditentukan debit desain PLTMH Puppuring sebesar 200 liter/detik pada debit andalan sebesar 80 – 90 % sebagai debit desain untuk PLTMH tersebut.
ANALISIS KEEKONOMIAN PENERAPAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA PADA SISTEM KETENAGALISTRIKAN NIAS; THE ECONOMIC ANALYSIS OF SOLAR SYSTEM POWER PLANT IMPLEMENTATION IN NIAS ELECTRICAL SYSTEM Nafis, Subhan; Aman, Mohamad; Hadiyono, Adjar
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 14, No 2 (2015): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biaya pokok produksi (BPP) pada sistem ketenagalistrikan area Nias cukup tinggi dikarenakan sebagian besar pembangkitnya mengunakan PLTD. Salah satu solusi untuk menekan BPP sekaligus mengurangi emisi karbon dari sektor pembangkit listrik adalah dengan menggantikan jam operasi PembangkitListrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis keekonomi penggantian jam operasional PLTD dengan PLTS berdasarkan analisis terhadap sistem Gunung Sitoli, Teluk Dalam, dan Pulau Tello. Kapasitas PLTS dibatasi 20% dari bebanpuncak siang hari sistem-sistem di area Nias guna menjaga stabilitas sistem. Berdasarkan potensi energi matahari, biaya pengembangan sistem PLTS dan konsumsi bahan bakar PLTD, biaya energi PLTS lebih rendah dari biaya bahan bakar untuk PLTD. Jika PLTS sebagian dapat mengantikan operasi PLTD, maka konsumsi bahan bakar yang dapat dihemat kurang lebih senilai Rp. 1,26 milyar per tahun. Secara ekonomis penerapan PLTS sebagai pengganti jam operasional PLTD layak diterapkan pada sistem ketenagalistrikan Nias. The Cost of Production in Nias system is considerably high as the system mainly operates Diesel Power Plants. A possible solution to decrease the production cost and reduce the carbon emission from the power plant sector is to replace the operating hours of the Diesel power plants with Solar power plant (PV). The purpose of this paper is to analyze the economic value of this replacement based on the analysis of the system in Sitoli Mountain, Dalam Gulf and Tello Island. The total capacity of PV is limited only by 20% of the daytime peak load of the systems in Nias in order to maintain the system’s stability. Based on the solar energy potential, the cost of system development in PV and the fuel consumption in Diesel Power Plants, the cost of energy in PV is lower than the fuel cost in Diesel Power Plants. If the PV can partially replace the Diesel Power Plants operation, the fuel consumption can be saved for about Rp. 1,26 billion per year. Economically, the utilization of solar power as the  replacement for Diesel Power Plants operating hours is  reasonable in Nias electrical power system.

Page 6 of 15 | Total Record : 147