cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan
ISSN : 19782365     EISSN : 25281917     DOI : -
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan merupakan jurnal ilmiah yang berisi hasil penelitian/kajian dibidang ketenagalistrikan, energi baru, terbarukan, dan konservasi energi. Diterbitkan melalui proses review oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi dalam 2 (dua) edisi Juni dan Desember setiap tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
ANALISIS PEMBANGKITAN LISTRIK UNTUK EKONOMI PRODUKTIF DI PULAU TERLUAR (Studi Kasus Sentra Pengolahan Ikan di P.Morotai) Hadiyono, Adjar; Setiadanu, Guntur Tri; Firmansyah, Arfie Ikhsan
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 17, No 2 (2018): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendala pengembangan daerah kepulauan salah satunya adalah tidak tersedianya infrastruktur energi listrik. Dengan pemanfaatan potensi energi setempat berupa sinar matahari diharapkan dapat menjadi listrik untuk meningkatkan pemanfaatan potensi ekonomi produktif daerah kepulauan yang sebagian besar berupa perikanan tangkap. Tulisan ini membahas kelayakan ekonomis pemanfaatan EBT-PV untuk mensuplai kegiatan ekonomi produktif berupa pengolahan hasil perikanan tangkap menjadi ikan beku dan fillet ikan. Diskenariokan penyediaan energi listrik berasal dari PLTS dengan baterai, hibrid PLTS genset dengan kapasitas PLTS 20, 40 dan 60% dari beban puncak dan genset. Hasil pembahasan untuk sentral pengolahan perikanan kapasitas 5 ton ikan bahan baku perhari dibutuhkan daya sebesar 77 kW dan kebutuhan energi sebesar 1.292 kWh/hari. Dari analisis harga energi didapatkan bahwa pembangkit listrik PLTS hybrid genset PV60% beban puncak mempunyai harga energi terendah yaitu Rp 2.715,67/kWh. Analisis kelayakan investasi menunjukan bahwa sentral pengolahan perikanan dengan pembangkit dari PLTS mengunakan sistem pembangkitan PLTS hybrid genset PV60% layak  dimana IRR sebesar 33,57%, NPV sebesar 11,731 milyar rupiah dan payback period selama 2 tahun 1 bulan.
UJI KINERJA ENERGI PADA BALLAST ELEKTRONIK UNTUK LAMPU FLUORESEN (TL) SATU TABUNG ; ENERGY PERFORMANCE TESTING OF ELECTRONIC BALLAST FOR SINGLE TUBULAR FLUORESCENT LAMP Anggono, Tri; ahadi, khalif
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 15, No 1 (2016): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas pengujian ballast elektronik untuk lampu fluoresen satu tabung jenis T8 untuk memberikan gambaran teknis ballast elektronik yang beredar di Indonesia, kesesuaian dengan standar yang ada, serta potensi konservasi energi pada penggunaan ballast elektronik tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk menunjang penetapan Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM). Pengujian balast elektronik dilakukan dengan menggunakan metoda uji SNI IEC 60929:2009, namun demikian, pada tulisan ini, pembahasan pengujian yang dilakukan dibatasi pada lingkup yang terkait dengan konservasi energi. Hasil uji coba menunjukkan bahwa sebagian besar sampel ballast elektronik yang diuji mengkonsumsi daya yang lebih kecil dari nilai daya pengenal yang tertera, sehingga menghasilkan nilai fluks luminous yang dihasilkan oleh lampu TL yang dipasang menjadi tidak optimal. Faktor daya pada sampel ballast elektronik yang diuji berada dalam rentang 0,51 hingga 0,98. Distorsi tegangan harmonik yang terjadi berkisar antara 0,53% hingga 1,23%, sedangkan distorsi arus harmonik berkisar antara 15,17% hingga 153,8%. Rugi-rugi pada sampel ballast elektronik yang diuji berkisar antara 2,3 watt hingga 6,5 watt dengan efisiensi antara 77% hingga 91%. This paper discusses the testing of electronic ballast for single fluorescent lamp type T8 to provide a technical overview of electronic ballast available in the Indonesian market, compliance with existing standards, and the potential for energy conservation in the use of electronic ballasts. It is intended to support the establishment of the Minimum Energy Performance Standards. Electronic ballast testing was performed using test method SNI IEC 60929: 2009, however, in this paper, the discussion is limited to the scope related to energy conservation. The experiment results show that the majority of samples consume less power than the specified wattage value resulting in the luminous flux produced by the fluorescent lamp mounted are not optimal. Power factor of the samples tested were in the range from 0.98 to 0.51. Harmonic voltage distortion that occurred ranged from 0.53% to 1.23%, while the harmonic current distortion ranged from 15.17% to 153.8%. Losses in electronic ballast samples tested ranged from 2.3 watts to 6.5 watts with efficiencies from 77% to 91%.
RANCANG BANGUN REGULATOR TEGANGAN MANUAL DENGAN FITUR INTERLOCK UNTUK PLTA KAPASITAS 9MVA Rijanto, Estiko
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 11, No 1 (2012): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Indonesia yang telah dioperasikan lebih dari satu dekade masih memakai kontroler tegangan analog yang diimpor dari luar negeri. Berhentinya produksi kontroler tersebut mengancam kesinambungan operasi PLTA yang bersangkutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang bangun sebuah unit regulator tegangan manual (manual voltage regulator: MVR) yang memiliki fitur interlock menggunakan rangkaian elektronik analog untuk sistem eksitasi statik pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 9MVA. Fungsi interlock ini adalah untuk memuluskan perubahan mode operasi dari mode otomatik memakai automatic voltage regulator (AVR) ke mode manual memakai MVR atau sebaliknya. Kontroler ini tersusun oleh beberapa modul utama yaitu: (a) pengeset arus medan, (b) sensor arus medan, (c) regulator arus medan, (d) penguat penyesuai, (e) unit gerbang penyalaan jembatan thyristor, (f) pemonitor pulsa dan (g) rangkaian interlock. Unit MVR analog hasil rancang bangun telah diujicoba pada eksperimen simulasi dan dapat bekerja dengan baik memenuhi spesifikasi. Some hydro electrical power plants (HEPP) which have been operated in Indonesia for more than one decade still use analog voltage controllers imported from abroad. Production discontinuity of such controllers threatens those hydro electrical power generation plants’ operation. The aim of this paper is to develop a manual voltage regulator (MVR) using analog electronic circuit for static excitation system used in power generation plants with capacity of 9MVA. The developed analog manual voltage regulator consists of some main electronic modules such as: (a) reference current setter, (b) field current sensor, (c) field current regulator, (d) matching amplifier, (e) gate unit, (f) pulse monitoring and (g) interlock circuit. The developed manual voltage regulator has been tested using experimental simulator and it is proved working well satisfying the specification.
ANALISA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA HIBRIDA UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK DI PULAU PRAMUKA Irawati, Rina; Zuhaidi, Zuhaidi
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 11, No 2 (2012): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) adalah integrasi sistem pembangkit listrik berbasis energi fosil (tak terbarukan) dengan pembangkit listrik berbasis terbarukan. Tujuan utamanya untuk menghemat pemakaian bahan bakar dan mengurangi emisi terutama CO2. Secara menyeluruh, integrasi pada sistem PLTH ini merupakan sistem yang multi variabel sehingga digunakan bantuan perangkat lunak, dalam hal ini HOMER versi 2.81. Perangkat lunak ini mengoptimasi berdasarkan nilai Net Present Cost (NPC) terendah. Pada penelitian analisa PLTH untuk pemenuhan kebutuhan energi listrik di Pulau Pramuka, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, diintegrasikan PLTD, PLTB dan PLTS. Hasil simulasi dan optimasi berbantuan HOMER menunjukkan bahwa secara keseluruhan PLTH yang optimum untuk diterapkan di Pulau Pramuka adalah integrasi antara PLTS dan PLTD. Pada kondisi yang optimum ini, kontribusi PLTS sebesar 20% dan PLTD 80% dengan nilai bersih sekarang (net present cost, NPC) sebesar $4.839.968, biaya pembangkitan listrik (cost of electricity, COE) sebesar $0,408 per kWh, konsumsi BBM pertahun 398.554 liter, emisi CO2 yang dihasilkan sistem sebesar 1.049.525 kg/tahun atau berkurang sebesar 4,35%, kelebihan energinya selama setahun sebesar 160.800 kWh. Hybrid Power System is a system integration of fossil fuel-based electricity generation with renewable electricity generation. The main objective is to conserve fuel and reduce emissions, especially CO2. The overall system is a multi-variable system that requires the support of software, in this case is the HOMER version 2.81 which optimizes on the basis of the lowest Net Present Cost (NPC). On research in Pulau Pramuka Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta, diesel power plant, wind power plant and solar photovoltaic (PV) are integrated. Simulation and optimization results show that the optimum overall system to be implemented in Pulau Pramuka is a solar PV and diesel hybrids, but the use of wind power plant is not optimal. In this condition, the contribution of solar PV is about 16% and 84% of diesel with a net present value (net present cost, NPC) of $4,839,968. The cost of generating electricity (cost of electricity, COE) is $0.408 per kWh, the fuel consumption per year is 398,554 liters, the resulting CO2 emissions is 1,049,525 kg/year or 4.35% less, and the excess energy during the year is amounting to 160 800 kWh.
SIMULASI NUMERIK FENOMENA TURBULENSI DI DALAM PEMBAKAR SIKLON ; NUMERICAL SIMULATION OF TURBULENCE PHENOMENA WITHIN CYCLONE BURNER gunawan, yohanes; Ridho, Mohammad; Setiadanu, Guntur Tri
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 15, No 2 (2016): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembakar Siklon adalah tungku berbentuk silinder, dimana serbuk bahan bakar ditiupkan bersama udara pembakar secara tangensial, sehingga serbuk bahan bakar akan berputar dan terbakar dalam ruang siklon tersebut secara intensif. Tingkat homogenitas bahan bakar dengan udara (reaktan), waktu tinggal reaktan, tingkat turbulensi serta energi kinetik turbulensi (TKE) sangat mempengaruhi efisiensi pembakaran. Untuk mengetahui gambaran lebih detail terhadap fenomena turbulensi dan nilai TKE pada pembakar siklon maka dilakukan kajian secara numerik dengan simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD). V ariasi kecepatan udara awal yang d igunakan dalam si mulasi ad alah 9,35; 8,45;7,52 m/s. Domain utama untuk simulasi adalah tungku pembakar siklon yang mempunyai panjang 148 cm dengan diameter outlet 42 cm dan diameter pada pangkal interiornya 22 cm. Kecepatan udara awal untuk memvalidasi hasil simulasi diukur menggunakan venturi meter dan kecepatan aliran udara didalam tungku pembakar siklon diukur menggunakan hot wire anemometer. Hasil simulasi tervalidasi menunjukkan bahwa fenomena turbulensi pada setiap plane bervariasi sehingga TKE memiliki nilai yang semakin kecil seiring dengan jarak yang ditempuh setelah memasuki ruang bakar. Sementara itu, kecepatan baru mulai menunjukkan homogenitasnya dan pengurangan kecepatan ketika mendekati plane 3 yang berjarak 122.42 cm dari pusat inlet. Nilai TKE di sepanjang pembakar siklon dapat dijadikan acuan untuk memprediksi pada titik mana suhu tertinggi dan terendah akan terjadi jika eksperimen pembakaran dilakukan. Selain itu, adanya ruang deadzone pada ruang pembakar siklon juga menyebabkan sebagian aliran fluida mengalir dan terperangkap pada wila yah tersebut. A cyclone burner is a cylindrical furnace, where the fuel powder is blown along the air-fuel burners tangentially so that fuel powder is rotated and burned in the cyclone chamber intensively. The level of homogeneity of the fuel with air (reactants), the residence time of the reactants, the degree of turbulence and turbulence kinetic energy (TKE) greatly affect the efficiency of combustion. To find out a more detailed picture of the phenomenon of turbulence and the value of TKE on the cyclone burner, the numerical simulation using Computational Fluid Dynamics (CFD) is examined. Variations in the initial air velocity used in the simulation are 9.35; 8.45; 7.52 m/s. The main domain for simulation is a cyclone burner furnace which have a length of 148 cm with an outlet diameter of 42 cm and an interi-or base diameter of 22 cm. Initial air velocity to validate the simulation results were measured using a venturi meter and air flow velocity inside the cyclone furnaces is measured using a hot wire anemometer. The simulation results show that the phenomenon of turbulence validated on each plane is varied, hence TKE has a value that is smaller along the distance, only after entering the combustion chamber. While the new speed is starting to show homogeneity and reduced speeds when approaching plane 3 within 122.42 cm from the center of the inlet. TKE value along the cyclone burners can be used as a reference for predicting where the highest and lowest temperatures will occur if thecombustion experiments are performed. In addition, the dead zone space of the cyclone burner chamber also causes some fluid stream flows, which then get caught in the region.
PERILAKU TANAH BERDASARKAN MODEL MOHR-COULOMB PADA PONDASI MENARA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN 100 KW DI DESA TAMANJAYA, KECAMATAN CIEMAS, KABUPATEN SUKABUMI, JAWA BARAT; MOHR-COULOMB MODEL BASED SOIL BEHAVIOR ANALYSIS OF 100 kW WIND TURBINE TOWER FOUNDATION IN TAMANJAYA VILLAGE, CIEMAS-SUKABUMI, WEST JAVA Zulkarnain, Zukarnain; Novico, Franto
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 13, No 1 (2014): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk keamanan konstruksi bangunan, investigasi perilaku tanah terhadap beban menara dimana pondasi berada perlu dilakukan. Geologi regional menunjukkan bahwa menara berada pada Formasi Jampang Anggota Cikarang (Tmjc) dimana pada lokasi tersebut dikenali dua jenis tipe tanah sebagai alas pondasi yang memiliki parameter tanah yang berbeda. Lanau dan lanau lempungan akan diinvestigasi untuk menggambarkan perilaku tanah terhadap total beban menara yang bekerja. Model numerik dengan software Plaxis digunakan untuk menganalisis perilaku tanah di bawah menara khususnya pada kondisi jenuh dan tidak jenuh air. Analisis dibagi dalam empat langkah yang diasumsikan sebagai implementasi dari langkah-langkah pembangunan. Karena langkah pertama merupakan pemasangan pondasi, maka beban pertama yang diaplikasikan adalah beban vertikal. Fase-fase selanjutnya adalah mendistribusikan beban mati yang berupa beban merata dan beban titik dari menara. Berdasarkan hasil akhir Plaxis, dapat diketahui distribusi dan perpindahan dari seluruh kondisi memiliki pola yang sama. Namun nilai terbesar dari perpindahan dapat jelas ditemukan pada kondisi jenuh dengan nilai sebesar 50,23x10-3 meter sementara pada kondisi tidak jenuh hanya sebesar 44,44x10-3 meter. Selanjutnya, model menunjukkan sebaran titik plastik pada kondisi jenuh lebih besar dari kondisi tidak jenuh air.   In term of safety, the investigation of soil behavior must be carried out due to foundation against a tower building. The regional geology shows the tower is standing on the Jampang Formation of  Cikarang Member (Tmjc) where in this location two types of soil are recognized as basement of foundation which has different soil parameters. Silt and silty clay would be investigated to describe soil performance against total loads of the tower. Numerical model through Plaxis Software was carried out to analyze the behavior of the soil under the tower particularly in saturated and unsaturated conditions. The analyses are divided into four phases, assumed as implementation of the steps of construction. Since the first step is a foundation installation therefore the first loading is applied of vertical load. The next phases are applying dead loads as distributed and point load of the tower pole. Based on the final plaxis results, it could be seen the distribution of the displacement in all conditions have similar pattern. However, a bigger value of displacement could be clearly found in saturated condition as big as 50.23x10-3 meter whereas in unsaturated condition only 44.44x10-3 meter. In addition, models present a big difference of plastic point pattern where in saturated show a wider distribution than in unsaturated condition.
ANALISIS KEHILANGAN TINGGI TEKAN PIPA TRANSMISI PDAM KOTA BANDUNG UNTUK PENGEMBANGAN POTENSI ENERGI LISTRIK ; HEAD LOSS ANALYSIS OF THE TRANSMISSION PIPELINE OWNED BY BANDUNG WATER SUPPLY COMPANY FOR ELECTRICITY PROSPECTS Subekti, Ridwan Arief; Susatyo, Anjar
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 16, No 1 (2017): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas tentang analisis kehilangan tinggi tekan hidraulik pada pipa transmisi PDAM Kota Bandung dan kajian tekno ekonominya sebagai dasar untuk mengembangkan potensi energi listrik yang ada. Perhitungan kehilangan tinggi tekan dilakukan untuk mengetahui besarnya head efektif yang tersedia yang akan digunakan dalam perancangan pembangkit listrik. Perhitungan biaya investasi menggunakan metode yang dikembangkan oleh Singal sedangkan analisis kelayakan proyek pengembangan pembangkit listrik ini menggunakan metode NPV dan IRR. Jalur pipa transmisi PDAM Kota Bandung memiliki panjang lebih dari 31 km, dimulai dari daerah Cikalong, Bandung Selatan dan bermuara di area instalasi pengolahan air minum di Jalan Badak Singa, Kota Bandung. Hasil analisis kehilangan tinggi tekan pada pipa tersebut menunjukkan bahwa terjadi losses yang sangat besar pada pipa yaitu sekitar 96 m. Hal ini terjadi karena adanya korosi pada pipa akibat faktor usia pemakaian yang menyebabkan kekasaran permukaan menjadi lebih besar sehingga faktor koefisien gesek pipa juga menjadi lebih besar. Dengan head efektif yang dapat dimanfaatkan adalah 4 meter, maka daya listrik yang dapat terbangkitkan adalah 41,20 kW. Hasil analisis ekonomi memperlihatkan bahwa dengan biaya investasi Rp. 811.858.813,00 maka di peroleh NPV bernilai positif dan IRR lebih besar dari suku bunga pasar sehingga proyek ini layak untuk direalisasikan. Head loss analysis of the transmission pipeline owned by Bandung water supply company and techno-economic analysis for electricity development are presented. Head loss calculation was carried out to obtain the most favorable head necessary for constructing power plant. Meanwhile, cost of investment was calculated using a method developed by Singal while expediency of the power plant construction was assessed through NPV and IRR. Bandung water supply company has a length of over 31 km transmission pipeline, starting from Cikalong, South Bandung and empties into the drinking water treatment plant in Badak Singa street, Bandung. The calculation shows that there is a considerable head loss on the transmission pipeline owned by Bandung water supply company is approximately 96 m. It is caused of corrosion of pipes due to age factor causing surface roughness becomes larger so that the coefficient of friction factor of pipe also becomes larger. It indicates that the most effective head is 4 meter which is able to generate 41.20 kW of electricity. Furthermore, techno-economic analysis reveals that 811,858,813.00 IDR of investment cost is needed for the power plant construction to be considered feasible.
EFISIENSI PENJERAB SISTEM BIO-FGD PLTU BATUBARA SKALA PILOT PLANT Susila, I Made Agus Dharma; Lestari, Endang; Magdalena, Medhina; Adilla, Ikrar; Sihombing, Adolf Lepold S.M.
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 9, No 1 (2010): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian efisiensi penjerab sistem Bio-FGD skala pilot yang terpasang di PLTU Bukit Asam, Muara Enim, Sumatera Selatan, dimaksudkan untuk mengetahui efisiensi penjerab sistem tersebut pada tekanan larutan penjerab yang berbeda-beda. Dalam penelitian ini dilakukan pengambilan dan analisa sampel gas dari inlet dan oulet penjerab. Laju alir gas cerobong diatur pada 100 m3/jam sedangkan tekanan larutan penjerab bervariasi antara 0,5 sampai dengan 3,4 MPa. Konsentrasi bikarbonat pada saat pengujian adalah 36,4 ppm dan pH larutan penjerab sebesar 8,6. Hasil pengujian menunjukkan, efisiensi larutan penjerab tertinggi adalah 45,5%, pada tekanan sebesar 3,4 MPa.
STUDI MENGENAI EFISIENSI ENERGI POMPA AIR SUMUR YANG DIGUNAKAN PADA SEKTOR RUMAH TANGGA; STUDY ON ENERGY EFFICIENCY OF WELL PUMP FOR HOUSEHOLD SECTORS ahadi, khalif; Anggono, Tri; Suntoro, Dedi
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 16, No 2 (2017): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, pemerintah sedang menggalakkan program hemat energi, tidak terkecuali pada sektor rumah tangga. Pada sektor rumah tangga, penghematan energi dapat dilakukan salah satunya dengan pemberlakuan standar mutu hemat energi yang membatasi peralatan yang kurang efisien. Pada tulisan ini dibahas pengujian pompa air yang biasa digunakan pada sektor rumah tangga untuk memberikan gambaran efisiensi pompa air yang beredar serta potensi penghematan energi dengan pemberlakuan standar mutu hemat energi untuk pompa air tersebut. Pengujian dilakukan untuk mendapatkan parameter nilai head, debit air, dan parameter listrik pompa air tersebut, yang kemudian dilakukan perhitungan. Hasil perhitungan menunjukkan nilai efisiensi dari pompa air yang diuji tersebut berada pada nilai 23,1% hingga 39,73%, di samping itu, hasil pengukuran menunjukkan bahwa sebagian besar sampel yang diuji mempunyai faktor daya yang baik dengan rata-rata 0,92. Berdasarkan hasil tersebut, jika diberlakukan standar mutu hemat energi dengan batas nilai efisiensi minimum 29,2%, akan dapat menghemat energi listrik nasional sekitar 555,4 MWh per tahun. Selain nilai efisiensi minimum tersebut, rekomendasi kriteria nilai efisiensi untuk jumlah bintang pada label hemat energi akan disajikan.  Currently, the government is promoting energy-saving programs, including in the household sector. In the household sector, the energy savings can be done either by the application of energy-saving quality standards that restrict less efficient of home appliances. This paper discusses the testing of water pump which is used in the household sector to illustrate the well pump efficiency and potential energy savings with the implementation of energy-saving quality standards for the well pump. Testing is done to get the parameter of head, water flow, and the electrical parameters of the well pump. Based on the calculation of the measurement results, the efficiency of the well pump being tested is about 23.1% to 39.73%, meanwhile, the measurement results show that the majority of the samples under tested had a good power factor with average 0.92. From these results, if the energy-saving quality standards imposed by the minimum efficiency value limits of 29.2%, will be able to save the national electrical energy of about 555.4 MWh per year. In addition to the minimum efficiency values, recommendations efficiency value criteria for the number of stars on the label energy saving will be presented.
PEMBUATAN PETA KECEPATAN ANGIN UNTUK JAWA BARAT DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK WEATHER RESEARCH AND FORECASTING Wicaksono, Nanda Avianto; Pandin, Marlin; Hesty, Nurry Widya
Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan Vol 11, No 2 (2012): KETENAGALISTRIKAN DAN ENERGI TERBARUKAN
Publisher : P3TKEBTKE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengembangkan pemanfaatan energi baru terbarukan yang bersumber dari angin di Indonesia, telah dilakukan pembuatan peta kecepatan angin pada ketinggian 10 m di atas permukaan tanah untuk wilayah Jawa bagian Barat dengan melakukan proses downscaling menggunakan perangkat lunak Weather Research and Forecasting (WRF). Peta yang dibuat memiliki grid 3 km dan time sampling 3 jam serta telah divalidasi dengan menggunakan data pengukuran lapangan pada koordinat 7.22o LS, 106.52o BT. Hasil validasi tersebut menunjukkan korelasi antara 0.6572-0.7463 dan RMSE antara 1,5280-1,8494 m/s. To develop the use of renewable energy in Indonesia which is based on wind energy, we have generated wind velocity map at the height of 10 m above ground in Western Java by downscaling process using scientific software Weather Research and Forecasting (WRF). The map has a grid size of 3 km and a sampling time of 3 hours. The map has been validated with the field measurement data at the coordinate of 7.22o S Lat., 106o E Long. The results of the validation shows correlation ranges from 0,6572 to 0,7463 and RMSE ranges from 1,5280 to 1,8494 m/s.

Page 7 of 15 | Total Record : 147